
"Uhuk....Uhuk... Uhuk", Gadis muda itu batuk tak lama kemudiàn jatuh pingsan. Kedua pelayànnya segera menangkap tubuhnya.
"Sudah terlalu lama penyakitnya. Kamu terlambat membawanya kesini! Yang bisa dilakukan sekarang adalah membawanya pulang dan siapkan segera pemakamannya!" ucap Tabib Yun Yin tak berperasaan sama sekali.
"Kauuu!" ucap pelayan tak menyangkah sikap tabib.
"Tubuh gadis ini begitu lemah tapi Anda tabib telah memberinya ramuan yang begitu kuat. Kau bukannya mengobatinya tapi kau malah mencelakai dirinya," ucap Ling Ling sarkas pada tabib.
Ling Ling kembali berkata, "Ilmu tabibmu tidaklah hebat biasa saja. Kamu malah salah dalam mendiaknosa penyakit dan mencelakai orang bukannya mencari solusi yang terjadi! Kamu malah melempar tanggung jawab. Ini sama saja dengan mengutuk dan menyumpai orang mati."
"Orang mencari tabib itu, menggantungkan hidup dan mati padanya, tapi..., orang yang tidak sungguh - sungguh mau menolong dàn punya etika mana pantas dia di sebut sebagai tabib! Kau tidak pantas menyandang gelar itu! Gelar itu terlalu terhormat bagimu!" ucap Ling Ling memandaang tabib.
"A.....Apa yang kamu katakan? Gadis ini memang sudah sekarat. Apa hubungannya dengan obat yang telah aku berikan padanya? Kau ini bicara sembarangan! Kalau kau memahami dan bisa maka selamatkan gadis ini! Kalau kamu tidak bisa jangan bicara gosip. Dasar anak tak tahu diri?" ucap Tabib Yun Yin memandang Ling Ling dengan emosi.
Ling Ling mendekati Nona muda yang yang di baringkan oleh pelayannya di lantai. Di periksanya gadis cantik itu dengan teliti. Tak lama kemudian Ling Ling menekan perut serta lambung gadis ini dan berhasil memuntahkan ramuan dari tabib tadi.
HOEK .... HOEK
Setelah dia muntah Ling Ling meminta pelayan mengambilkan air. Setelah air di berikan oleh pelayan dia membantu gadis itu minum sedikit dan dia memberikan salah satu pil raciikan yang telah di buatnya di zamannya.
"Tidak mungkin! Aku memeriksanya tadi denyut nadi gadis ini teramat sangat lemah! lebih banyak membuang nafas! Lagian mana mungkin gadis sial itu bisa menyembuhkannya! Selama dia tak sadarkan diri aku bisa mengkambing hitamkan gadis sialan ini!" Ucap tabib Yun Yin dalam hati sambil tersenyum samar.
Tak berapa lama kemudian gadis yang pingsan itu mulai membuka mata dan dia melihat pelayannya ada di kanan kirinya. Dia gerak perlahan bangun dari posisi terlentangnya.
"Nona Muda syukurlah! Anda membuat kami berdua ketakutan dan kwatir saja?" Ucap pelayan pada majikannya itu.
HIK HIK HIK
Air mata keluar saat dua pelayan itu memandang majikannya lalu mengalihkan tatapan matanya pada Ling Ling dan berkata, "Terima kasih Nona, budi baikmu akàn selalu kami kenang. Dan terimalah ini sebagai rasa terima kasih kami."
Seorang pelayan menyerahkan bungkusan kecil kepada Ling Ling. Tapi Ling Ling menolaknya karena dia murni ingin menolong gadis muda cantik itu.
"Bagaimana kondisimu? Apakah sudah lebih baik?" tanya Ling Ling pada gadis muda itu.
"Berarti kondisimu sudah tak apa - apa! Komsumsilah yang hangat- hangat dan ramuan penghangat tubuh yang kadarnya sangat rendah!" ucap Ling Ling kepadanya.
Ketika Ling Ling hendak pergi, Nona muda itu bersuara, " Tunggu, Nama aku Tang Ta Ting Kalau begitu tolong Anda mau terima ini! Ini adalah Giok tanda keluarga Tang kami. Bolehkah saya tahu siapa nama Anda?" Diserahkan giok itu ke tangan Ling Ling.
Ling Ling menerima giok gadis itu dan tersenyum memandangnya kemudian dia berucap, "Namaku Ling Ling. Ohy aku kesini kan membutuhkan bahan obat! Aku pergi dulu ya! Selamat tinggal." Ling Ling làngsung meninggalkan gadis itu menuju toko samping menjual aneka bahan obat yang segar dan kering.
Ling Ling memborong beberapa bahan obat yang langka yang dibutuhkannya sudah terpenuhi semua. Harta yang dia bawa berkurang banyak tapi kepuasan terlihat di wajahnya.
Segera saja Ling Ling kembali ke kediaman Ling karena dia harus segera berendam dengan ramuan untuk memperbaiki kondisi tubuhnya.
Diraciknya bahan ramuan yang dia beli dan kemudian mengekstraknya selanjutnya dia tuangkan semua dalam bak mandi. Dilepaskannya seluruh hanfu yang melekat dibadan kemudian dia masuk ke bak mandi.
Satu jam dia berendam, "Teknik Paricara!" kemudiàn Ling Ling sikap lotus kemudian...
BLUUS CLASH
Ling Ling membuka mata. "Aura sekarang bisa terkumpul dan tidak bocor lagi. Andai waktu terima wasiat Phioenix kondisiku seperti ini, maka energi Phioenix tidak hilang separuh."
Ling Ling yang pendengarnya jadi lebih tajam setelah mendapat warisan Phioenix menyadari ada banyak langka di depan pintu.
BRAAAK
WAH WAH WAH WAH
Ling In Chuan masuk kamar dengan banyak pelayan laki- laki berbadan besar dan bertampang sangar. Pelayan Laki - Laki terpesona melihat memandangan didepannya. Mereka melihat Ling Ling Masih dalam bak mandi dan pastinya tanpa memakai baju.
Para pelayan laki- laki itu ada yang matanya melotot sampai mau keluar bola matanya, ada mulutnya terbuka lebar hingga lalat siap masuk,ada yang mimisan. Dalam mimpi saja tidak ada yang membayangkan dan kini malah nyata ada di depan mata.
"Kau telah membuat aku tidak bisa bicara! membuat aku merasakan seperti apa rasanya terbakar! Dengan susah payah aku akhirnya bisa berjalan dan sekarang pembalasanku! Aku membawa lebih banyak orang untuk bisa menyiksa dan membunuhmu!" Dalam pikiran Ling In Chuan.
********