
Beda dari Ling Nui yang senang. Kalau Long Ki sangat marah sekali karena kehadiran Ling Chi dan Ling Yun membuat keasyikannya dalam menikmati tubuh Ling Nui terganggu. Padahal tinggal sedikit saja pelepasan tapi gagal total.
"Brengseeek, siapa kalian? Beraninya merusak kesenanganku!" ucap Long Ki sambil melotot tidak memperdulikan dirinya yang masih telanjang bulat.
" Hehe..Kami! Emm.. Dewi kematianmu!" Sarkas Ling Chi menjawab ucapan lelaki tak tau malu itu.
"Idih menjijikkan..., tidak malu apa? Masih saja telanjang? Memangnya ada yang harus dipamerkan?" ucap Ling Yun mencibir dengan memandang hina Long Ki. " Haha.... Apa burung kecil itu!" sambil menelunjuk Ular Piton yang jadi kebanggaan lelaki dekil itu.
" Apaaa? Burung kecil katamu! Apa matamu buta sehingga tidak bisa melihat dengan jelas? Ini besaaar dan panjaaang." Long Ki menyambar ucapan Ling Yun, dia tidak terima Ular Pitonnya yang besar dikatakan sebagai burung kecil.
Padahal Ular Piton- nya sudah terbukti mampu menaklukkan banyak sekali wanita penghibur yang berada di Rumah Nikmat. Mereka selalu memuja kejantanan dan keperkasaannya itu.
WHUUUUS
Tanpa mau meneruskan percakapan yang tak perlu dan tak penting, langsung saja Ling Chi menepuk kantong penyimpanannya. Sebuah pedang panjang muncul dan langsung saja gadis cantik itu bersiap untuk menyerang.
Segera saja Ling Chi mengalirkan energi Aura pada bilah pedang panjang yang ada dalam genggamannya. Seketika itu juga Padang Panjang mengeluarkan sinar warna hijau yang cemerlang.
" Jurus Pedang Menari!" Ling Chi menerjang ke depan dan mengayunkan pedangnya secara vertikal menebas badan Long Ki.
WHUUUUUS
Melihat serangan datang menghampiri, tidak membuat lelaki dekil itu ketakutan. Walau Long Ki saat ini tidak bisa menggunakan senjata untuk melawan dan bertahan.
Karena senjata andalannya, saat ini berada di dalam kantong penyimpanannya, sedangkan kantong penyimpanannya itu tergeletak di tempat yang sedikit agak jauh dari tempatnya berdiri.
Terpaksa Long Ki hanya bisa menggunakan dan mengandalkan pukulan serta tendangannya untuk melawan juga untuk bertahan dari gencarnya serangan yang di lakukan Ling Chi.
WHUUUUS TAP-----
Long Ki menghindar dengan melompat mundur sebanyak 10 langkah. Kemudian bergerak cepat secara zig zag mendekati Ling Chi.
WHUUUS WHUUUS
Long Ki Langsung saja melayangkan tendangannya pada tangan kanan Ling Chi yang memegang senjata. Kemudian berputar maju selangkah langsung mengayunkan tinjunya ke perut gadis cantik itu.
TAP----- BRAAAK
Dengan cepat dan lincah Ling Chi menghindari tendangan lelaki dekil itu dengan memiringkan tubuhnya ke samping. Sehingga serangan itu menyerempet lengan hanfu yang di kenakannya.
Serangan lanjutan dari Long Ki yang mengarah pada perut gadis cantik itu di tahan dengan kepalan telapak tangan kiri sehingga mengakibatkan benturan dua kekuatan yang penuh dengan aura.
Efek kejut dari benturan kekuatan itu, membuat tangan kedua orang yang berkelahi agak kesemutan. Sehingga Ling Chi mengibas- ibaskan tangan kirinya untuk melancarkan peredaran darahnya agar kembali normal.
"Ohh... Kuat juga tenagamu! Tapi aku yang salah karena terlalu meremehkan kemampuanmu? Aku tidak menyangka, kalau ternyata ada juga pelayan pribadi di kediaman keluarga Ling ini ada yang memiliki kekuatan dan kemampuan yang lumayan."
WHUUUUS WHUUUUS
WHUUUUS BUUUK DUUUK
"Bajiangan... Kau telah memukulku! Bahkan Kau telah membuatku pingsan! Aku cabik- cabik badanmu." Long Bi meluapkan emosinya sambil melancarkan tinjunya.
Dengan santainya Yuan Jing melayani dua orang bandit yang menyerangnya itu. Setiap pukulan, hantaman, dan tendangan dengan mudah dia patahkan. Bahkan lelaki tampan itu sama sekali tidak menghindar, dia malah memapaki setiap serangan yang datang.
"Keluarkan semua kemampuan yang kalian miliki! Apa ini yang disebut dengan serangan laki-laki? Ahh... Yang benar saja! Sungguh memalukan. Pantas saja kalian lebih suka menyerang perempuan." Cemo'ohan Yuan Jing pada Long Lo dan Long Bi yang hanya bisa menggepalkan tangannya tidak bisa membalas hinaannya.
Mereka bertiga bertarung menggunakan tangan dan kaki sama sekali tidak menggunakan senjata. Meskipun begitu, terlihat jelas kalau kultivasi kedua orang anggota Bandit Tengkorak Hitam masihlah bawa jauh kultivasi lawannya. Dan pastinya keduanya bukanlah tandingan buat Yuan Jing.
Tetapi Yuan Jing tidak langsung mengalahkan mereka ataupun membunuh, dia masih ingin bermain-main, lelaki tampan itu ingin menghajar dan memukuli lawannya dulu. Setelah dia merasa puas barulah menghabisinya yang kedua lawannya itu.
Sementara Ling Yun yang melihat Ling Chi dan Long Ki berduel, dia juga tidak mau ketinggalan. Dia pun segera mengedarkan energi Aura pada seluruh tubuhnya. Ling Yun menepuk kantong penyimpanannya untuk mengambil senjata andalannya.
Sebuah pedang laras panjang kini ada di dalam genggaman Ling Yun. Tak lupa gadis cantik itu mengalirkan energi Aura pada bilah pedangnya. Seketika itu juga pedang laras panjang mengeluarkan sinar warna hijau.
Dengan melompat dia menerjang Lelaki dekil tak tahu malu yang sangat ini lagi berusaha melemaskan jari-jari tangan kanannya yang tadi berbentrokan dengan tangan Ling Chi.
WHUUUUUUS
"Jurus Pedang Menari!" Ling Yun tiba dihadapan Long Ki, langsung diajukannya pedang dengan sangat cepat menebas dan mencecar tubuh Long Ki.
TAP----- BRAAAAK
" Siaaaal...!" Gumam lelaki itu segera menghindari sabetan pedang yang mengarah pada titik- titik vital tubuhnya. Badan tinggi besar tidak mempengaruhi kelincahannya dalam menangkis dan mengelak setiap serangan yang datang.
Ling Yun tak menduga kalau serangan cepat yang di lancarkannya begitu mudah dihindari oleh Long Ki. Padahal dia sudah mengerahkan segenap kemampuan dan kekuatan yang dimilikinya.
"Mari kita habisi manusia bejat ini! Jijik aku lama - lama melihatnya! Tak sabar rasanya pedangku ini bermandikan darah segarnya!"
WHUUUUUUS
Ling Chi kembali terjun dalam pertarungan untuk membantu serangan yang dibangun oleh sahabat baiknya itu. Mana mungkin dirinya diam saja menonton aksi keduanya. Sedangkan tangannya begitu gagal ingin memberi pelajaran kepada lelaki tahu malu itu.
"Eih, memang itu tujuanku, bikin dia mampus! Kita balaskan sakit hati saudari Ling Hui."
Perpaduan serangan dari Ling Chi dan Ling Yun yang saling melengkapi kekurangan membuat serangan mereka terarah, solit dan makin ganas. Perlahan namun pasti Long Ki mulai kewalahan menghadapi sepak terjang kedua gadis cantik itu.
"Sial, aku benar- benar sial! Apakah ini akan menjadi akhir hidupku? Tidak, aku tidak terima. Aku tidak sudi mati di tangan wanita!" gumam Long Ki yang mulai merasakan ketakutan.
CRAAAAAS JLEEEP CRAAAS
Setelah 15 menit bertukar serangan akhirnya sabetan pedang Ling Chi mampu melukai pundak Long Ki, disusul kemudian di tikaman pedang Ling Yun mendarat cantik di paha lelaki dekil itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...