Ling Ling

Ling Ling
Bab 6



"Auch, Sakiiiit!"


Ling Ling menyentuh bibirnya yang berdarah akibat ulah Yuan Long. Marah!! Itu lah yang di rasakannya...


Gadis ini heran kenapa dirinya tidak bisa mengantisipasi setiap tindakan dan tingkah laku dari Yuan Long. Padahal dirinya tidak begitu muda terperdaya apa lagi bisa di maanfaatkan oleh orang lain.


Apa kah insting dan ketajaman firasatnya menurun di dunia baru ini. Padahal di dunianya yang dulu dia juga terkenal ke jeniusan dan keahlianya sebagai seorang multitalentah.


"Dasaaar Pemuda Mesum! Kenapa kau seenak jidatmu ciam cium diriku? Beraninya melecehkan diriku?" Murka Ling Ling kepada Yuan Long yang memandang dirinya sambil tersenyum lebar.


PLAAK


Sebuah tamparan mendarat di pipi pemuda tampan itu. Cap empat jari telah menghiasi pipi sebelah kiri yang putih itu. Begitu tamparan kedua mau mendarat di pipinya, tangannya menangkap tangan Ling Ling. Diarahkan tangan itu perlahan kearah pipi kirinya kembali.


"Tangan ini, fungsinya yang benar itu seperti ini! Membelai dan mengelus diriku!" ucap Yuan Long sambil tersenyum menawan.


Mata Ling Ling terbelalak, karena tangannya sekarang diarahkan dan di peragakan mengelus- elus pipinya Yuan Long.


"Apa... Pipinya halus sekali, lembut dan sedikit licin. Kenapa aku sebagai perempuan malah kalah? Aih... Seolah aku ini gadis yang tak bisa merawat diri saja!" ucap Ling Ling dalam hati.


Ling Ling menarik tangannya kemudian berkata, "Kenapa masih disini, bukankah urusan kita sudah selesai? Yuan Long kamu sudah be~bas dan akupun sudah ada di sekitar kediaman Ling!"


******


Kediaman Ling


"Nona Ling In Chuan tidak usah kwatir! Segala sesuatu yang berhubungan dengan gadis tak berguna telah di musnahkan oleh para pelayan, jadi tidak akan mengganggu dan merusak mata Anda," ucap Pelayan 1.


"Em.. . ! Bagus! Apakah ada yang menghalangin usaha kalian?" tanya Ling In Chuan kepada pelayan setianya.


"Nona Ling Wan, tapi beliau tidak bisa berbuat apa - apa setelah tahu ini perintah Anda! Mana berani dia melawan Anda!" Ucap pelayan1.


"Dia memiliki perasaan halus, makanya dia kasihan sama gadis tak berguna. Keluarga inti saja mengasingkannya ke keluarga cabang. Dan kita keluarga cabang tidak perna menganggapnya ada!" Ucap Ling In Chuan.


"Ide kakak pertama memang yang terbaik, dia mampu memberi solusi yang tepat! Gadis sampah itu memang seharusnya dari dulu di lenyapkan. Dengan begitu tidak ada aib dan noda di keluarga ling ini. Kami tidak perlu menanggung rasa malu sekian lamanya." ucap Ling In Chuan dalam hati.


"Racun yang telah saya berikan padanya tidak akan ada yang tahu, karena saat pergi dari sini mengajaknya jalan- jalan melihat suasana di luar dia masih hidup! Dan alasan terbagusnya saya bilang kami di rampok penjahat dan dia di bawa karena wajah cantiknya." Ucap pelayan satu.


"Kerjamu sangat bagus! Aku puas! Kau pasti akan mendapatkan hadiahnya." Kata Ling In Chuan.


Tiba- tiba ada yang melempar batu pada pelayan 1 dan mengenai tubuhnya "Auch sakit, siapa yang berbuat, kurang ajar kalau tadi sampai mengenai Nona bagaimana?" Dia berpaling untuk melihat orang yang berani melempar batu. Dan begitu melihat Ling Ling berjalan mendekat dia ketakutan sampai jatuh terduduk. "Hantuuu!! Arwah penasaraaaan!" Ucap Pelayan 1.


"Kenapa kamu berteriak seperti itu pelayan rendahan! Siang bolong gini mana ada hantu gentayangan? Pakai otak kamu!" ucap Ling Chu Yuan marah.


Ling In Chuan memutar badannya dan melihat Ling Ling , matanya melotot tidak percaya apa yang di lihatnya, "Hantu...! Ling Ling! Bukannya kau, kau...! Tidak mungkin! Kau sudah mati !" ucapnya ketakuatan.


"Bukannya dia racuni dengan racun tingkat tinggi. Bukannya dia sudah mati. Aku sudah membayar orang untuk membuang tubuhnya. Tapi... Bagaimana dia masih hidup dan sekarang ada di hadapanku." ucap Ling In Chuan dalam hati.


PLAAK


"Orang mati, apakah bisa dia menampar seperti itu! Bagaimana rasanya?" Ucap Ling Ling tersenyum semrik.


Sebuah tamparan mendarat dipipinya. Dan itu di lakukan oleh Ling Ling. Di pegangnya pipi yang tertampar itu, mataya memerah menahan amarah.


" Beraninya sampah sepertimu menampar diriku?" ucap Ling In Chuan marah dan bermaksud menyerang balik Ling Ling.


Tapi belum juga sempat membalas tamparan, sekarang dia kembali mendapat tamparan dua kali dari Ling Ling


PLAAAK PLAAAK


Ling In Chuan makin emosi langsung saja menyerang Ling Ling tapi dua pukulan mengenai perutnya.


BUUK BUUK


Ling In Chuan mundur selangkah dan tangan Ling Ling tiba - tiba meraih dan mencengkram lehernya. Dia mencekik Ling In Chuan sampai wajahnya putih pias tidak bisa bernafas, dadanya merasa sesak nafas.


"Aku paling tidak suka ada yang mencaci diriku, menghujat padaku, menghina aku! Siapapun itu akan menerima balasan yang setimpal!" Ungkap Ling Ling kepada Ling In Chuan.


Para pelayan yang melihat kaejadian itu semua beng'ong, terkejut dan kaget.


"Kenapa kalian diam dan menonton! Cepat tolong Nona! Kalau Nona Ling In Chuan mati! Kalian juga mati! Pasti matinya!" Ucap Pelayan 1.


para pelayan pria yang semula diam dan menonton mengeluarkan senjatanya masing- masing dan mulai menyerang Ling Ling bersama - sama.


"Ayo kita seraaang! Selamatkan Nona! kita pasti bisa!" Ucap Pelayan A.


"Kita hadapi bersama pasti menang!"


"Kalau kita berhasil pasti dapat hadiah."


"Melihat serangan datang senyymLing Ling semrik, " Aih.... Main kroyokan! Kalian pikir aku takut apa? Maju sini!"


**********