Ling Ling

Ling Ling
Bab 167



Begitu lawan yang di hadapi terkapar dan tewas, Yuan Jing langsung melompat kesamping, dia segera menyabetkan pedang laras panjangnya pada anggota Bandit Tengkorak Hitam yang lainnya, yang jaraknya tidak jauh dari tempatnya.


TAAAAAANG


Begitu pedang Yuan Jing hampir menyentuh rekannya, seorang bandit yang memiliki kepala plontoos langsung menghadang laju pedang.


WHUUUUUS HAAAP-----


JLEEEEEP


Begitu Pedang laras panjang di hadang. Juan Jing memutar tubuhnya bersalto keudara dan mendarat di belakang lawan. Segera saja pedang yang ada di tangannya dia tusukkan pada punggung lelaki kepala plontos hingga tembus.


AAUUHHH


Jeritan kesakitan keluar dari mulut lelaki kekar yang tertusuk itu. Darah membasahi hanfu yang telah di pakainya. Seketika itu juga Yuan Jing menarik pedang laras panjangnya dari tubuh musuhnya itu. Kemudian Pemuda tampan itu langsung memutar tubuhnya dan berhadapan langsung dengan rekan lelaki kepala plontos itu.


"Saudara Fang Liaaaang. Tidaaaak! Keparat..." Ungkapan emosi dari rekan lelaki kepala plontos.


Sedangkan Lelaki kepala plontos langsung roboh tengkurap menyentuh tanah, ketika pedang laras panjang yang bersarang di tubuhnya di cabut. Lelaki kepala plontos itu tak bergerak lagi. Dia telah di kirim Yuan Jing menuju alam baka.


"Brengseeek, kau telah membunuhnya! Kau telah menghabisi teman baikku. Aku tidak terima, aku akan membunuhmu untuk menuntut balas kematiannya." ucap Hu Tua, matanya melotot penuh dendam memandang tajam Juan Jing. Aura membunuh merembes keluar dari tubuh Hu Tua.


Juan Jing hanya mencibir, pemuda tampan itu tak terpengaruh sama sekali aura pembunuh dari Hu Tua. Aura pembunuh itu masihlah terlalu rendah, belumlah cukup untuk bisa menekan pemuda tampan itu. Tanpa banyak kata langsung saja Yuan Jing menyerang Hu Tua dengan sangat cepat.


WHUUUUUS TAAAANG


TIIIIIIIING


Pedang laras panjang Juan Jing, di tahan oleh pisau hitam Hu Tua. Pisau hitam milik Hu Tua ini adalah senjata kelas atas. Terbuat dari bahan yang kuat dan keras juga sangat berkualitas. dan pekerjaannya tidak sembarang orang bisa membuatnya.


Tapi bila di bandingkan dengan pedang laras panjang milik Yuan Jing, pisau hitam Hu Tua tidak ada apa- apanya.


Percikan api terjadi tiap kali dua senjata saling bergesekan dan beradu. Bahkan pisau hitam Hu Tua mulai retak setelah setengah jam bertukar serangan.


KRAAAAAAK AAHHHH....


Pisau Hitam Hu Tua sudah tidak bisa lagi menahan gempuran dari Pedang laras panjang, sehingga patah menjadi 2 bagian. Dan gerakan cepat pedang laras panjang yang melaju kedepan itu tidak berhenti. Akhirnya menyentuh tubuh Hu Tua dan membelahnya menjadi dua.


Begitu Hu Tua tewas, Juan Jing langsung saja bergerak ke arah lain. Dia melayang mendekati Ling Chi dan Ling Yun yang bertarung dengan 4 orang anggota Bandit Tengkorak Hitam.


WHUUUUUSS BRAAAAAAK


Yuan Jing yang langsung terjun dalam pertempuran itu. Dan langsung saja menendang tubuh lelaki jubah hijau dengan sangat telak.


Lelaki itu terhempas sejauh 5 meter dan menabrak tanah, karena tidak siap akan serangan tiba- tiba yang di lancarkan oleh Yuan Jing. Dia pun memuntahkan seteguk darah segar.


Secepat kilat lelaki itu bangkit dan melangkahkan kakinya menjejak tanah kemudian melompat menerjang Yuan Jing. "Bangsaaaat, aku balas kau!"


WHUUUUS TAAAP------


Tuan Jing berhasil menghindar dari tebasan tombak ganas Lelaki jubah hijau. Kemudian dia kembali menyerang tak kalah ganas dan cepatnya.


WHUUUUS CRAAAAASS


Lelaki jubah hijau terlambat mundur dan menghindar dari serangan yang datang, sehingga tubuhnya tergores pedang laras panjang dari perut bawa hingga ke dada atas.


Lelaki jubah hijau itu tidak menjerit atau pun mengeluh kesakitan, padahal luka yang di dapatnya itu sangatlah dalam dan memanjang. Hanfu hijaunya kini ternoda darah.


Yuan Jing yang melihat lawannya terluka dan berdarah justru semakin bersemangat. Hasrat bertempurnya justru terpicu, melihat lawan gigi melawan dirinya.


"Haha.... Bagus! Ini akan menarik. Tunjukkan semua kemampuanmu! Aku jadi tidak sabar mencincang tubuhmu!" Cuap Yuan Jing kepada lawannya .


WHUUUUUS


Yuan Jing meningkatkan kekuatannya sehingga 80%, aura ungu menyelimuti tubuhnya, aura pembunuh pun mulai nampak. " Teknik Pedang Naga Pemusna!"


BRAAAAK BLAAAAR


Lelaki Jubah hijau tidak mampu menahan serangan teknik pedang Yuan Jing, sehingga mengakibatkan tubuhnya meledak. Tidak sampai situ, laju pedang laras panjang melengkung kesamping dan mengarah pada rekan dari lelaki jubah hijau yang ikut mengkeroyok Ling Yun.


WHUUUUUS BLAAAAR


Serangan itu tidak bisa diantisipasi oleh rekan Bandit Tengkorak Hitam, karena datangnya yang tiba- tiba membuat tubuhnya jadi hancur. Hal ini tentu saja mengejutkan rekan Bandit Tengkorak Hitam yang lain.


Sudah 8 orang anggota Bandit Tengkorak Hitam yang tewas di tangan Yuan Jing dalam waktu yang sangat singkat. Hal itu membuat mental anggota Bandit Tengkorak Hitam jatuh dan ketakutan. Tidak heran bila mereka menjadi was-was akan nasibnya bila di teruskan pertempuran ini.


" Bangsaaaat! Beraninya kamu membunuh anak buahku!" teriak kemarahan Fang Bi Kang melihat anak buahnya mati satu persatu di hadapannya. Tanpa dia bisa menolong karena dirinya sendiri juga sedang bertarung.


( "Kalau terus begini, bisa -bisa kami akan kalah. Tidak, ini tidak boleh terjadi, kediaman keluarga Ling ini harus sudah menjadi milikku, ini tinggal sedikit lagi. Tapi kemana anak buahku yang lain?") Kata hati Fang Bi Kang.


Tak heran bila pimpinan Bandit Tengkorak Hitam itu merasakan keanehannya. Karena mereka ini, saat ini sedang bertarung di tempat yang terbuka tapi kenapa tidak ada lagi anggota Bandit tengkorak hitam yang datang. Aneh jadinya apa bila anggota Bandit tidak ada yang tahu.


WHUUUUUUS CRAAAAS


Bersamaan dengan datangnya serangan dari Ling Ling. Dan serangan itu tidak bisa dihindari oleh pimpinan Bandit Tengkorak Hitam, karena konsentrasinya sedang terganggu.


Akibat kelengahan itu, Fang Bi Kang terluka cukup dalam. Serangan Ling Ling mengenai punggungnya. Darah segar mulai merembes keluar, membasahi hanfu yang di pakainya.


Fang Bi Kang langsung menepuk kantong penyimpanannya, dia mengambil pil Akul yang berfungsi mengobati luka. Begitu Pil ada di tangannya, langsung saja dia lempar ke dalam mulutnya. Tidak perlu menunggu waktu lama, pil itu langsung menunjukkan reaksinya.


"Aih... Sayang sekali serangan itu tidak mampu mengirimnya ke alam baka." ucap Ling Ling agak kecewa. " Hehe..., tidak mengapa lah, yang penting dia juga merasakan kesakitan.


"Sial, aku telah lengah! Seharusnya konsentrasiku tidak terganggu! Ini memang risiko dalam pertarungan, ada yang hidup dan ada yang mati." Fang Bi Kang mengeluh akan kecerobohan, yang dirinya lakukan, yang hampir saja membuat dirinya celaka.