
Profesi Sekretaris adalah sebuah profesi administratif yang bersifat asisten. Tugasnya melaksanakan perkerjaan rutin sesuai kesepakatan dengan perusahaan yang telah diatur dalam job description pekerjaan dalam tiap perusahaan, tugas-tugas administratif atau tugas-tugas lainnya secara langsung dari atasannya.
Farida sudah menemui pihak HRD untuk menandatangani surat perjanjian kerja. Sekarang tinggal menemui Rama di ruangannya. Dia diantar oleh salah satu staff HRD menuju ruangan Rama.
Setelah berbincang sejenak, staff HRD mohon pamit untuk bekerja kembali.
"Welcome Rida" sapa Rama.
"Terima kasih Pak, beruntung sekali bisa bekerja sebagai Sekretarisnya pengusaha muda seperti Bapak. Mohon bimbingannya untuk saya agar sesuai dengan ekspektasi Bapak tentang Sekretaris" salam Farida.
"Sudah dijelaskan semua ya sama pihak HRD, intinya kamu membantu pekerjaan saya yang lumayan padat. Saya akan menjadwalkan hari kerja di Abrisam Group dan Audah Hotel. Jadi kamu bisa membuat temu janji bagi yang ingin bertemu saya hanya dari Senin sampai Kamis. Karena diluar itu saya di Audah Hotel. Saya tidak mau ada klien yang menemui saya di Audah Hotel. Karena Audah Hotel bukan bagian dari Abrisam Group. Kamu hanya akan saya pekerjakan di Abrisam Group, jadi jangan khawatir double job. Jika saya ada di Audah Hotel dan ada hal urgent yang harus saya tanda tangani baru kamu boleh menemui saya disana. Sampai disini bisa dipahami?" jelas Rama tanpa ba bi bu.
"Baik Pak, saya paham" jawab Farida.
"Saya harap kamu bisa cepat belajar ya, sebagai tugas awalan, tolong dirapihkan kembali surat menyurat baik keluar atau masuk dalam sebulan terakhir ini. Jadwal meeting juga tolong liat record dan perkembangannya ke Iqbal, kalo sudah oke semua .. kasih ke saya dalam bentuk print out dan ditempelkan dipapan jadwal yang ada didekat kamar mandi saya. Setiap pagi disini ada morning meeting, akan dipimpin bergantian oleh para Manager dan diikuti oleh seluruh Manager dan Kepala Bagian. Kamu juga wajib datang untuk mengetahui ada perkembangan apa yang sedang dibahas. Saya ga selalu bisa hadir di morning meeting, jadi bisalah kamu jadi spy buat saya" pinta Rama lagi.
"Baik Pak " jawab Farida penuh perhatian dan konsentrasi tinggi ke Rama.
"Silahkan bekerja, ada Iqbal yang siap membantu hingga pekan depan" kata Rama.
"Terima kasih Pak, saya pamit dulu" ucap Farida.
Bekerja sebagai seorang sekretaris bukanlah hal yang mudah, selalu dituntut untuk bisa menguasai banyak hal dan selalu cekatan. Kalau gak punya mental dan motivasi yang kuat, mustahil bertahan kerja jadi sekretaris, karena kesibukannya bisa melebihi pegawai lainnya. Setiap profesi, tentu ada konsekuensinya. Ada suka dukanya dalam bekerja. Tinggal bagaimana menyikapi hal tersebut sehingga suasana kerja menjadi kondusif.
.
Haidar menemui Ceu Lilis di Tasikmalaya, dia ingin meminta maaf secara langsung dan tentunya ingin lebih mengenal Ceu Lilis. Rama sudah menghubungi Ceu Lilis dan meminta kesediaannya untuk bertemu sama Kakaknya.
Mereka janjian disalah satu Restoran ga jauh dari Villa milik Pak Isam. Haidar ga mau banyak gangguan atau pandangan penuh tanya dari orang-orang kalau bertemu di Villa milik Ayahnya atau rumahnya Ceu Lilis.
Setelah menyantap hidangan yang dipesan, mereka berbincang ringan sebagai awalannya, saling menanyakan kegiatan masing-masing. Mencairkan suasana agar bisa bicara lebih enak. Haidar menceritakan bagaimana dia mengenal Nay hingga kecelakaan itu terjadi. Memang ada beberapa part yang hilang karena keterbatasan daya ingat Haidar. Tapi benang merah ceritanya sangat jelas untuk disimak oleh Ceu Lilis.
"Lis ... saya minta maaf... hanya itu yang bisa saya ucapkan" kata Mas Haidar penuh rasa sesal.
"Gimana ya A'.. mau marah pun ga ada guna, mau kesel juga bingung apa yang dikeselin. Semua udah terjadi dan Lilis mau Mba Nay bisa tenang di alam sana. Lilis cuma mau minta bisa bertemu Sachi dan mengatakan kalo Lilis ini Tantenya, itu aja A' permintaannya" ucap Ceu Lilis.
"Terima kasih kamu sudah mau berdamai dengan masa lalu. Untuk Sachi, besok dia akan menyusul kesini, nanti saya akan bantu jelaskan kalo kamu ini adik Mamanya. Lebih dari itu saya harap jangan dibuka dulu, dia terlalu kecil untuk memahami kondisinya" janji Haidar.
"Tenang aja A' .. Lilis paham. Lagi pula Lilis ga akan nuntut agar Sachi dibawah asuhan Lilis, cukup sadar diri aja A' sama kondisi hidup Lilis yang sekarang. Jadi memang lebih baik Sachi sama keluarga Aa' saja. Sachi bisa mendapatkan yang terbaik yang dia butuhkan. Bisa sekolah ditempat yang bagus, semua kebutuhannya terpenuhi, kasih sayang juga berlimpah. Bukan tidak mau mengasuh keponakan, tapi Aa' Rama lebih berhak daripada Lilis. Bahkan kehadiran Sachi diperut Mba Nay aja Lilis ga pernah tau" papar Ceu Lilis sangat legowo.
"Ya .. Rama adalah orang yang paling berhak sebenarnya atas diri Sachi, dia yang mendampingi Nay disaat tersulitnya. Ditambah saya yang hilang ingatan dan dalam kondisi koma. Rama rela mengorbankan cita-citanya menjadi seorang arsitek dan terpaksa kuliah mengambil jurusan bisnis, itu dia lakukan demi Sachi. Saya dan Kakak mendapatkan fasilitas mewah saat kuliah diluar negeri, tapi Rama memilih tinggal di asrama kampus yang lebih murah dan pulang ke Indonesia hanya setahun sekali. Semua demi ditukar dengan kehidupan Sachi yang lebih baik di Indonesia. Saya sudah berencana akan mengajukan status Sachi sebagai anak saya secara hukum, tapi nanti setelah kami menjalani test oleh psikolog dan menunggu kasus Rama dan sekretarisnya selesai. Rama sudah setuju, karena biar bagaimanapun.. Sachi darah daging saya. Memang ini ga akan bisa menebus kesalahan dan dosa terhadap Nay. Tapi saya akan berusaha memberikan yang terbaik buat Sachi, saatnya saya berkorban apapun demi Sachi" ungkap Haidar.
"Iya A' .." jawab Ceu Lilis rada mellow.
"Anggap saya sebagai Kakak kamu Lis .. kalo saat itu saya berjodoh sama Nay, kita kan jadi keluarga. Walaupun sekarang tidak berjodoh, kamu tetap saya anggap adik. Layaknya adik dan kakak, kamu bisa berbagi cerita apapun ke saya Lis. Keluarga udah ga ada, keluarga asuh juga udah ga lengkap kan?" ujar Haidar.
"Iya A' .. memang keluarga Aa' itu orang baik semua. Suka menolong" ucap Ceu Lilis.
"Sekarang kamu pesen aja makanan buat Ibu dan adik-adik di rumah, nanti kamu naik taksi pulangnya, bukan saya ga sopan, tapi ini masih desa .. belum tentu bisa menerima kebersamaan kita sebagai kakak adik, Lagipula ada aib masa lalu yang harus kita jaga kerahasiaannya" kata Haidar.
🏵️
Karena kondisinya Mba Gita sudah lebih baik, pihak medis membolehkan untuk dijenguk, demi kesehatan mentalnya juga yang pasti butuh keluarga untuk berkeluh kesah. Izza dihubungi untuk datang ke Klinik yang ada di Lapas. Dia diberi waktu selama setengah jam untuk bertemu sama Mba Gita.
Izza tentu saja memanfaatkan kesempatan ini untuk menceritakan tentang lamaran Rama. Mba Gita udah pasti kaget karena menurutnya, Rama ga akan secepat ini mengambil langkah untuk menikah. Karier sedang bagus dan perseteruan dengannya masih dibabak awal.
Izza masih belum cerita ke Ibu Panti Asuhan karena masih bingung harus mulai dari mana ceritanya. Ibu Panti Asuhan tau persis kalo Izza tidak pernah menganggap Rama lebih dari teman, sehingga tidak mungkin tiba-tiba mereka memutuskan untuk menikah. Jika berterus terang demi Sachi, rasanya Ibu Panti akan tidak setuju.
"Begitulah Mba .. Izza masih bingung" adu Izza.
"Apa kalo kamu setuju menikah sama dia, apa Mas Rama akan menyabut gugatan tentang kasus korupsi ke Mba?" tebak Mba Gita.
"Kalo dari diri kamu sendiri gimana Za? mau menikah sama dia?" tanya Mba Gita.
"Itulah Mba yang bikin pening kepala. Menerima dia sama aja masuk sangkar emas. Tau sendiri tipe dia kaya gimana. Mempertaruhkan masa depan Izza sendiri. Apa mungkin dia bisa menjadi suami yang baik buat Izza? belum lagi harapan Sachi yang ingin didampingi seorang Ibu ketika sekolah, Mba ... Izza ini belum pernah jadi Ibu, gimana harus menjalankan kewajiban itu? menikah sama Kak Rama artinya siap menjadi Ibu sambung dari Sachi. Tapi kalo menolak, gimana sama tuntutan hukum Mba?" ungkap Izza berkeluh kesah.
Detik berganti detik dan menit bergulir menit, Izza dan Mba Gita saling bertatapan. Genggaman hangat tangannya Mba Gita memercikkan rasa sayang, seolah ia berkata tak akan pernah melepaskan Izza. Rangkulan lengannya meyakinkan Izza bahwa ia tak akan membiarkan Izza menangisi keadaan sekarang yang terjadi seorang diri. Usapan lembutnya dikepala Izza menunjukkan bahwa ia selalu peduli.
Dipenghujung pertemuan, mereka berpelukan, berada dipelukannya, mendengar degup jantungnya, membuat hati Izza menyimpulkan... inilah cinta dari keluarga, ga perlu sehangat sinar mentari, keluarga menjadi tempat terbaik untuk belajar tentang arti sebuah pengorbanan. Walaupun Izza ga tau jika kenyataannya Mba Gita adalah kakak seayahnya.
Bagi Izza, Mba Gita sudah banyak berkorban buat dirinya, kini saatnya budi itu berbalas. Mba Gita juga ga sekedar membantunya, tapi juga membantu anak-anak di Panti Asuhan.
"Za .. Mba serahkan ke kamu .. udah cukup umur untuk memutuskan semuanya. Sebenarnya Mas Rama itu orang yang baik, hanya tipikalnya aja yang rada unik. Mba masuk penjara ya karena kesalahan Mba sendiri, bukan salah Mas Rama. Tapi kenyataan ini sangat sulit Mba terima. Ditambah jejeran kasus yang melibatkan Mba, bikin stress... rasanya mau bunuh diri aja" adu Mba Gita.
"Mba .. jangan begitu..." ingat Izza.
"Tolong Mba ya Za .. tolong Mba.. keluarkan Mba dari sini" pinta Mba Gita menyayat hatinya Izza.
Hati mana yang ga bergetar melihat orang yang kita hormati dan sayangi memelas belas kasih kita.
.
Dalam perjalanan pulang ke Panti Asuhan, Izza menyempatkan mampir ke Mesjid dekat Panti Asuhan, sudah masuk waktu Maghrib. Ia mempercepat langkahnya untuk datang menerima panggilan Rabb Nya. Selepas sholat ada kultum dari Sang Imam sholat.
"Semua kejadian sudah ada di lauhul mahfudz, tempat dimana dituliskan semua kejadian yang akan terjadi, kita sebagai manusia tidak pernah tahu seperti apa bentuk ketentuanNya, karena itu rahasia Allah SWT. Lelaki bilang, jaman sekarang nyari wanita sholehah susah. Wanita bilang, jaman sekarang nyari lelaki sholeh susah. Kenapa ga dibalik pertanyaannya... Kenapa sibuk mencari, bukan menjadikan diri kita sholeh/sholehah? Do'a kita kepada Allah adalah senjata terbaik untuk menjemput jodoh kita. Kita mungkin pernah berada dalam suatu keadaan ketika kita merasa kecil, tak berdaya, sudah mengusahakan banyak hal tapi hanya jalan buntu yang kita dapatkan. Dalam kondisi seperti ini, kita harus ingat pula bahwa sesungguhnya Allah Maha Besar. Percayalah jodoh akan datang disaat yang tepat dengan cara yang baik menurut Allah. Intinya berdo'alah karena salah satu nikmat terbesar dan sering diterima dari Allah adalah pengabulan atas do'a-do'a kita. Jika belum dikabulkan pasti Allah ganti dengan yang lebih baik untuk kita menurut Allah" papar Pak Ustadz.
.
Kalimat itulah yang terngiang terus ditelinganya Izza. Selepas isya baru dia balik ke Panti Asuhan dan mencurahkan segala cerita ke Ibu Panti Asuhan.
Tapi Izza merahasiakan yang berkaitan sama Mba Gita. Ibu tidak tau kalo Mba Gita banyak terlibat kasus hukum. Izza terpaksa berbohong ke Ibu, dia bilang kalo Rama mengajaknya menikah karena diam-diam Rama sudah menyukainya sejak lama dan ga tega melihat Izza seperti sekarang ini.
Ibu memang orang yang sangat bijaksana, banyak asam garam kehidupan dilalui oleh beliau. Dengan bijak ibu mengembalikan ke Izza.
"Za ... pernikahan bukan sebuah permainan tipu daya dunia, tapi pernikahan adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan kelak dihadapan Allah. Tanyalah pada Allah Za... manusia bisa berkata bohong, tapi Allah tidak. Manusia bisa salah memutuskan, tapi Allah tidak. Sesempit apapun waktu yang kamu punya untuk memutuskan pinangan itu, libatkan Allah Za..." nasehat Ibu Panti Asuhan sambil memeluk Izza yang sudah menangis dari tadi sejak awal cerita ke Ibu.
"Ya Bu..." jawab Izza.
"Kalau Nak Rama sayang sama kamu, berniat baik dan ingin beribadah bersama, silahkan Za. Tapi Ibu ga mau dia menikahi kamu hanya sekedar menjadi Ibu bagi Sachi dan rasa kasihan saja. Keluarganya memang baik, tapi hati budi manusia siapa yang bisa menebak, bahkan dalam pohon yang sama, tidak ada buah yang bisa sama persis kan?" lanjut Ibu Panti Asuhan.
"Ya Bu..." ucap Izza.
"Menikah berarti kamu siap menjelang masa depan yang baru lagi, menempuh hidup bersama keluarga baru dengan kisah baru. Mungkin kelak, Nak Rama bisa mempertemukan kamu sama keluarga di Kudus dan bisa ketemu sama Kakak kandung serta Kakak tiri kamu. Masih dendam sama Kakak tiri kamu?" tanya Ibu Panti Asuhan.
"Entahlah Bu... tapi orang itu udah membuat keluarga jadi hancur berantakan. Dia yang membuat Ibu mengalami kekerasan dalam rumah tangga karena difitnah sudah berselingkuh. Setiap hari mengalami kekerasan. Pukulan demi pukulan selalu Ibu terima kalo Ayah pulang ke rumah. Ayah curiga Ibu menjajakan diri untuk mencari rejeki. Padahal Ibu hanya menjadi kuli cuci. Pindah dari satu tempat ke tempat lain, karena ada aja kejadian yang ga mengenakkan. Kami pernah ditendang keluar dari rumah sama preman. Dulu, sebelum ada teror yang dikirim melalui chat ke HP Bapak dan Ibu, keluarga kami itu keluarga bahagia. Sampai puncaknya, keluarga istri sahnya Bapak ngamuk. Walaupun saya ga tau wajahnya, tapi istrinya Bapak selalu menyebut kalo anaknya yang akan membalas sakit hati yang beliau rasakan" jelas Izza.
.
Malam ini Izza ga bisa tidur. Sudah lelah rasanya badannya, sebentar duduk kemudian bangun, ga lama duduk kembali dan tiduran.
"Ya Allah... bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas dan bukanlah keikhlasan jika masih merasakan sakit. Hamba percaya Janji Mu tak pernah mengecewakan. Untuk semua yang sedang kualami, berikanlah hambamu ini kesabaran. Karena hamba yakin setiap makhluk dicoba sesuai batas kemampuannya" rayu Izza pada Allah.
🏠
Rama kembali membuka flashdisk yang Mba Nay berikan. Semua kembali ia tonton. Rama baru ingat kalo dia menyimpan HP milik Mba Nay. Dicari kesemua lemari yang ada di kamarnya.
Satu jam berlalu dan masih nihil.
"Dimana sih tuh HP .. ayolah otak ... tolong ingat-ingat lagiiii" kata Rama sambil tangannya berulang kali memukul meja kerjanya yang ada didalam kamar.