
"De... mau sholat subuh di Mesjid ga?" tanya Rama saat sudah selesai mandi.
Izza masih tiduran di ranjang.
"Ga kayanya.. belum mandi. Kakak udah mau jalan kan?" jawab Izza sambil menarik selimutnya hingga menutupi leher.
"Abis ngapain sih De sampai lemes banget ... hehehe" goda Rama sambil duduk disampingnya Izza.
"Ngeledek yaaaa... kerjaan siapa sampe rasanya lemes banget kaya gini" sahut Izza.
Rama tertawa sambil menyisir rambutnya.
Izza punya ide untuk menjahili Rama. Dibukanya selimut, terlihat Izza masih memakai baju haram yang dipakainya sejak semalam. Berwarna merah eksotis plus model menerawang karena full lace membuat Rama malah tambah tertawa terbahak-bahak.
"De... ini Kakak udah rapih pake koko dan sarung, siap ke Mesjid buat sholat subuh berjama'ah. Jangan diajak ke kasur lagi dong. Nanti aja ya.. habis sholat ya. Mau berapa babak oke aja" kata Rama sambil mengambil dompet kemudian dimasukkan kedalam saku celana pendek yang ia gunakan.
Izza cuma tersenyum melihat Rama berusaha tidak menghadap kearah Izza.
"Orang cuma buka selimut emang ga boleh? kan mau mandi terus sholat subuh" kata Izza sambil memeluk Rama dari belakang.
"Deeeee...." jawab Rama sambil melepaskan pelukannya Izza kemudian menghadap Izza dan mencium keningnya Izza.
"Belum wudhu ya?" tanya Izza.
"Di Mesjid aja.. Kakak jalan dulu ya, keburu adzan nanti... assalamualaikum.." pamit Rama buru-buru.
"Waalaikumsalam.. Kak.. itu sarung bagian belakang belum diturunin" teriak Izza.
Rama merapihkan sarungnya kemudian berjalan keluar kamar. Izza tertawa penuh kemenangan.
Rama memutuskan segera pergi agar tidak tergoda.
🌺
"Papa ... Sachi bosan makan ayam tepung lagi.. mau sayur bayam dan ayam goreng buatan Mommy" rajuk Sachi.
"Kita kan lagi diluar negeri Sachi sayang. Kalo ayam goreng biasa banyak, tapi sayur bayam kayanya Papa ga pernah liat ada yang jual. Sachi mau jenis sayur lain ga?" tawar Mas Haidar.
"Pokoknya Sachi maunya itu" kata Sachi ngambek.
"Kita coba cari sayur lain gimana? yang seperti bayam. Mungkin disini ada tapi beda nama" Mba Rani coba membujuk.
"Mommy itu kalo buat sayur bayam enak, ayamnya juga gurih dan empuk. Pokoknya mau pulang sekarang ke rumah" lanjut Sachi.
"Dua hari lagi kita pulang ya, kan tiketnya sudah dipesan. Ini jauh dari rumah.. jadi sekarang makan yang ada dulu ya" jawab Mas Haidar disabar-sabarin.
"Kita coba cari warung Indonesia yuk, siapa tau disana ada sayur bayam. Tapi kalo ga ada, Sachi makan yang ada dulu ya" tengah Mba Rani.
.
Mereka bertiga menyusuri jalan disekitar Hotel sepagi ini. Sachi ditawarin sarapan di Hotel juga ga mau, karena pilihannya hanya roti, telur dan sosis. Nasi lemak yang merupakan nasi khas Malaysia, Sachi tidak suka.
Malaysia sering disebut sebagai trully Asia, karena sangat lekat dengan percampuran tiga budaya yaitu Melayu, China dan India.
Traveling bersama anak-anak tidak bisa bebas menentukan lokasi makan. Biasanya orang tua yang menyesuaikan dengan keinginan anak agar traveling berjalan menyenangkan.
Belum lagi harus menyesuaikan mood anak yang swing. Perlu dijaga agar jangan sampai agenda jalan-jalan jadi berantakan jika tidak mengatur rencana secara matang serta menjaga mood anak.
Setelah mengelilingi beberapa Restoran dan kedai makan yang beterbaran disepanjang jalan, pilihan jatuh ke kaya toast, roti bakar dengan isian selai srikaya dan susu coklat hangat yang rasanya beda dengan yang ada di Indonesia meskipun dengan merek yang sama.
"Ini sih ada di Hotel, ngapain muter-muter nyari sarapan sampe kaki pegel begini" bisik Mas Haidar ke Mba Rani.
"Ssttt... jangan gitu Mas, namanya juga anak-anak, kita maklumi aja ya. Lagipula kita pergi kesini juga untuk menyenangkan Sachi. Jadi kita ikutin aja keinginan dia selama masih bisa kita cari. Ini kan juga pertama kali perjalanan jauh tanpa Ayah, Mommy dan Mba Nur ada disisi Sachi. Nikmati aja peran ini" jawab Mba Rani pelan.
Sachi tampak menikmati sarapannya, sampai minta tambah mee goreng (hampir mirip seperti mie goreng di Indonesia, hanya rempahnya lebih strong lagi). Anak ini rupanya baru bisa menikmati makan karena sedari kemarin bosan dengan menu fast food terus.
🏵️
Jam setengah tujuh pagi, Rama baru pulang dari Mesjid bersama Candra, Pak Sanjaya dan Mas Akmal.
"Sarapan di Resort atau mau cari sekitar sini Ram?" tanya Candra.
"Terserah istri saja Mas.. saya kan apa aja doyan" jawab Rama.
"Itu Izza lagi ikutan berjemur sama anak-anak" tunjuk Mas Akmal.
Mereka bergegas mendekati rombongan para istri dan anak mereka. Rama meminta ijin ke Lexa untuk menggendong bayinya Lexa.
Diletakkan kain bedong dipundaknya Rama, kemudian wajah didekatkan dengan kain tersebut. Diusapnya punggung sang bayi dengan kelembutan.
"Udah cocok nih jadi Papa .. tinggal launching saja. Semoga segera ya.." goda Lexa.
"Minta do'anya dari semua ya, semoga tahun depan sudah ada yang digendong seperti ini" jawab Rama.
"Ram.. Mba juga enam bulan yang lalu ikut promil lagi disalah satu Rumah Sakit di Jakarta Utara, tapi belum berhasil juga hingga diakhir bulan ketiga, kita memutuskan mundur saja dari program itu, sakit banget tahapannya. Kemudian Mba diurut sama dukun bayi disini, rekomendasi dari seorang karyawan yang memang warga sini, sekarang Alhamdulillah Mba sudah isi delapan mingguan. Kalo Izza mau, nanti Mba panggilkan, namanya juga ikhtiar kan ya? ini hanya sharing ya, bukan memaksa untuk ikut hal sama seperti Mba" saran Mba Flo.
"Saya terserah sama istri saja Mba.. manut pokoke. Selama tidak membahayakan organnya ya silahkan saja" jawab Rama.
"Gimana Za? saya aja kemarin habis diurut. Yang mijit didekat rumah kurang oke merawat Ibu pasca bersalin. Dukun urut yang ini enak rasanya, badan jadi fresh" tambah Lexa.
"Boleh Mba.. hari ini bisa? soalnya besok sore kami sudah pulang" tanya Izza.
"Saya telepon anaknya dulu ya, yang biasa terima panggilan telepon anaknya" ucap Mba Flo.
Mba Flo menelepon dukun urut. Sekitar dua menit mereka berbincang di telepon.
"Iya Mba.. terima kasih" jawab Izza.
Rama meletakkan bayinya Lexa ke dorongan bayinya. Kemudian duduk disebelahnya Izza.
"Jadinya ga sarapan nih? saya juga ga boleh sarapan Mba?" tanya Rama dengan polosnya.
"Memangnya kamu mau diurut? kalo ngga ya sarapan aja. Soalnya kalo mau diurut tapi perut penuh bisa muntah" jawab Mba Flo.
"Ngga sih Mba.. saya ga ikut diurut, tapi kasian istri saya ga boleh makan dulu, jadi biar sama .. sarapannya dipending tunggu selepas diurut" ujar Rama.
"Rama sweet banget sih.. istrinya belum boleh makan eh dia ikutan ga makan. Ga kaya lelaki orang yang langsung aja makan. Mana nanya istrinya udah makan atau belum, yang penting perutnya duluan kenyang" sindir Mba Flo sambil memandang Mas Akmal dan Candra.
Candra dan Mas Akmal yang tengah menikmati nasi goreng langsung keselek. Kemudian keduanya rebutan minum.
"Jadi kalian belum sarapan?" tanya Mas Akmal.
Mba Flo dan Lexa menggelengkan kepalanya.
"Ngapain aja dari pagi?" tanya Candra.
"Eh dia pake tanya... namanya Ibu-ibu.. anak bangun ya langsung bangun, mana bisa leyeh-leyeh. Memang ada pengasuh, tapi kan tidurnya ga sekamar sama kita, jadi harus buatin susu terus menghadapi kerewelan di pagi hari tanpa bantuan pengasuhnya. Kalo lagi datang kolokan, anak mana mau dipegang sama orang lain. Setelah itu urusin sarapan anak sambil berjemur begini. Habis ini mau mandiin anak.. ya pokoknya repot deh.. Bapak-bapak kan kalo pagi ya taunya mau pakai baju sudah disiapkan, mau sarapan juga sudah ada di meja, mau berangkat kerja ya langsung jalan aja, mana mikirin anak nanti gimana" oceh Mba Flo.
"Tau nih Alung.. Boy itu ngiri sama adiknya, jadi tiap adiknya bangun dan digendong sama Acik, langsung deh ikutan minta gendong atau cari perhatian yang bikin pagi-pagi jadi spaneng" lanjut Lexa.
"Ini urusan sarapan aja panjang amat curhatnya, mau disuapin?" tanya Mas Akmal mencoba merayu.
Izza dan Rama hanya tersenyum-senyum melihat keributan kecil dari kedua pasangan yang ada didepan mereka.
"Beginilah drama mamak-mamak di pagi hari. Siap-siap aja Ram. Malah pernah udah rapih mau berangkat ke kantor, balik lagi nemenin Boy di WC" kata Candra.
"Tenang Ram.. itu kisah klasik yang akan jadi kenangan ketika kita bertambah dewasa. Sekarang anak masih kecil-kecil pasti repot, secara mereka belum bisa mandiri kan? tapi nanti ketika mereka beranjak dewasa bahkan keluar dari rumah ketika sudah menikah, kita juga orang tua yang repot mencari waktu buat sekedar makan bareng" sambung Pak Sanjaya.
"Waduh ini edisi Bapak senior dan Bapak junior pada curhat ya.. saya sebagai calon Bapak ya mendengarkan saja, semoga bisa belajar banyak dari Bapak-bapak semua" kata Rama becanda.
Mereka tertawa bersama.
"Terkadang baru terpikir nih saya Mas.. kapan kita bisa menjalani hari-hari tanpa drama. Saat masih bujangan, dramanya sama orang tua atau saudara kandung. Selepas nikah ada juga dramanya sama istri, ternyata setelah punya anak pun makin parah ya dramanya .. hahahaha. Apa nasibnya lelaki begini ya Mas. Ternyata wanita memang ras terkuat dimuka bumi ini" papar Rama dengan mimik yang lucu.
"Pasrah aja Ram... lelaki sudah benar aja masih juga salah dimata perempuan, apalagi kita salah.. ya makin aja salah. Ingat juga, para wanita ini penghapal terbaik, coba aja dia pasti ingat semua daftar kesalahan kita tahun kemarin... tahun kemarinnya lagi, bahkan lima tahun yang lalu aja mereka masih ingat dengan baik" papar Candra.
"Kesempatan ya... sesama lelaki saling curhat" sindir Mba Flo.
Akhirnya semua tertawa bersama.
"Keluarga Pak Sanjaya ini hangat sekali ya. Mertua, anak, mantu dan cucu tampak akrab" puji Rama.
"Keluarga kamu pasti sama kan Ram?" tanya Mas Akmal.
"Saya hanya tinggal dua bersaudara, anak kecil di rumah baru ada satu, jadi masih sepi. Papi, saya dan kakak semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Saya yang serumah sama Papi aja mulai jarang bertemu" jelas Rama.
"Kami semua seperti ini juga ga langsung seperti ini. Huru hara agar menjadi sebuah keluarga itu juga dialami Ram. Tidak ada keluarga yang sempurna, tapi bagaimana kita menerima keluarga dengan baik agar mendapatkan hubungan yang sempurnalah yang kita cari. Mungkin sekarang kamu merasa masih kurang waktu dengan keluarga karena masih membangun karier. Mulailah mengurangi sedikit demi sedikit pekerjaan kita. Mulai kerja cermat, tidak semua kita yang harus selesaikan. Menantu-menantu dan anak-anak juga sudah selalu Bapak kasih nasehat untuk bisa mengatur waktu antara pekerjaan dan keluarga. Cukuplah kami ini para orang tua terdahulu yang gila kerja karena masih dalam tahap membangun perusahaan. Kalian kan hanya tinggal menjaga dan membesarkan, tidak seberat merintis" nasehat Pak Sanjaya.
"Sejuk ya Pak.. setiap ada orang tua yang hanya sekedar kenal, memberikan nasehatnya untuk saya yang masih dalam tahap belajar ini" kata Rama.
"Ya anggap saja seperti Bapak sendiri" jawab Pak Sanjaya.
"Ayah... jangan mulai lagi ya anggap anak setiap bertemu lelaki yang high quality. Soalnya sejarah Ayah setiap anggap anak pasti jadi menantu. Anak Ayah kan sudah menikah semua" ingat Mba Flo.
"Oh... jadi Mas Akmal dan Mas Candra ini sebelumnya dianggap anak sama Pak Sanjaya?" tanya Rama.
"Iya.. saya anak asuh Ayah.. dari mulai sekolah hingga kuliah dan bekerja disini. Candra pun sama" sahut Mas Akmal.
.
Bagi pasangan suami istri yang sudah menikah dan belum kunjung dikaruniai buah hati, tentu akan melakukan usaha apapun demi mendapatkan keturunan. Berbagai saran dari teman, keluarga, kerabat bahkan dari internet pun dilakoni. Mulai dari ikhtiar secara medis sampai non medis, salah satunya adalah urut rahim.
Metode tradisional ini sering disarankan bagi perempuan yang tak kunjung hamil. Sebenarnya secara medis kehamilan terjadi ditentukan oleh kualitas sel jantan (Spermatozoa) suami dan kualitas sel telur (Ovum) istri. Yang akan terjadi kehamilan bila hubungan intim dilakukan saat istri dalam masa subur. Sementara urut rahim atau pijat perut masih diragukan manfaatnya untuk memicu kehamilan.
"Wah ini peranakannya turun Neng" kata Mak Titin sang dukun urut.
"Terus gimana Mak?" tanya Izza.
"Ini lagi Emak benerin" jawab Mak Titin.
Rama yang ada di kamar, mendengarkan pembicaraan keduanya. Karena penasaran, Rama coba mencari informasi di internet.
"Peranakan turun atau istilah medisnya prolaps uteri adalah kondisi saat rahim bergerak keluar dari posisi normal sehingga posisinya turun menonjol didalam ******. Prolaps uteri juga sering disebut sebagai penyebab seorang perempuan tidak bisa hamil. Pasalnya, kondisi rahim turun menyebabkan lingkungan yang tidak ideal bagi kelangsungan hidup ******. Seperti diketahui, ****** dapat hidup dengan baik di lingkungan hangat dan lembap, seperti pada bagian dalam ******. Nah, pada keadaan rahim turun, ****** lebih mungkin terdorong keluar dari ****** serta terpapar udara luar. Hal tersebut bisa membuat kemampuan ****** untuk membuahi sel telur menurun drastis, sehingga kemungkinan untuk hamil juga tergolong kecil... oh begini toh penjelasannya" kata Rama membaca artikel kesehatan didalam hatinya.
"Neng... peranakan turun kaya gini, abis diurut banyakin minum air putih, makan makanan berserat kaya sayuran dan buah-buahan, jangan angkat barang yang berat" saran Mak Titin.
"Iya Mak" jawab Izza.
"Kalo main sama lakinya jangan pake pengaman ya Neng, yang rajin deh.. paling ga, tiga atau empat kali dalam seminggu. Jangan minum kopi dua-duanya" lanjut Mak Titin.
"Iya Mak" jawab Izza lagi.
"Mak.. ini ga berbahaya buat rahimnya kan?" tanya Rama penasaran.
"Emak sudah pernah ikut pelatihan sama dokter kandungan, sama bidan delima juga selalu diawasi. Jadi katanya untuk urut rahim boleh-boleh saja asal tidak kencang, karena ngebantu buat lancarin aliran darah ke rahim" jelas Mak Titin.
Setelah selesai diurut, Izza diminta Rama untuk rehat saja. Rama juga membelikan sarapan yang diinginkan oleh Izza.
Setelah sarapan bareng, Rama ijin keluar kamar dulu, ingin merasakan main jetski lagi.