
"Mau makan siang dimana De? atau bawa makanan?" tawar Rama setelah Mba Anindya pergi meninggalkan mereka.
"Sachi minta makan pizza, Zian sudah dibawain makan siangnya. So.. terserah Kakak mau ikut gabung kita ke kedai pizza yang disebelah gedung ini atau mau makan siang sendiri" jawab Izza.
"Ikut dong" kata Rama antusias.
"Bayarin ya" ujar Izza.
"Ga bawa dompet" ucap Rama sambil tersenyum.
"HP dibawa .. dompet bisa ketinggalan.. bagus .." kata Izza.
Rama cuma tersenyum masih sambil menggendong kedua anaknya.
.
Rama memberikan potongan kecil pizza ke Zian. Izza hanya diam, memang Rama sesekali memberikan makanan yang sedang ia makan ke Zian.
"Nanti acaranya jadi Kak?" tanya Izza.
"Ga.. tadi jam sepuluh ditelepon sama asistennya, Bapaknya masuk ICU. Pesta dibatalkan" jawab Rama.
"Innalilahi.. semoga lekas sembuh Bapaknya teman Kakak. Berarti hari ini free dong ya?" tanya Izza.
"Dibilang free ya ga juga.. tapi dibilang ga free juga ngga. Memangnya mau ajak kemana?" tanya Rama.
"Belanja makanan untuk anak-anak" jawab Izza.
"Kalo malam bisa, selepas makan siang sampai sore masih banyak berkas yang mau diperiksa, jadinya ga bisa tinggalin Kantor" jelas Rama.
"Ya udah.. nanti kita ketemu di rumah aja ya. Jangan pulang malam-malam, biar bisa main sama anak-anak" saran Izza.
"Siap Mba Boss" ujar Rama.
π
Ceu Lilis dan Maman memutuskan tinggal di Pesantrennya Abah Ikin, mengabdikan dirinya di Pesantren untuk ummat. Maman juga sering menggantikan Abah Ikin memberikan tausiyah karena faktor kesehatan Abah Ikin yang menurun karena pengaruh usia.
Maryam dan Mang Ujang masih tinggal di rumahnya Pak Isam, tapi sekarang Mang Ujang kembali menjadi supirnya Rama. Maryam juga mengajar ngaji privat satu keluarga yang rumahnya masih satu komplek dengan rumah Pak Isam. Hanya seminggu dua kali, jadi anak-anak dititip sementara sama orang yang ada di rumah jika Maryam mengajar. Terkadang Izza ikut bantu jaga, karena temannya Zian ya anak-anaknya Mang Ujang.
Mba Rani rencananya akan dipindahtugaskan ke suatu daerah di Propinsi Banten. Mas Haidar pun sudah membuat planning untuk ikut serta bersama Mba Rani tinggal disana. Sachi akan tetap berada di Jakarta dalam pengasuhan Rama karena masih sekolah di Jakarta. Rencananya nanti jika libur sekolah, maka Mba Rani dan Mas Haidar yang akan ke Jakarta untuk menjenguk keluarga atau sebaliknya.
Izza juga kerja di Audah Hotel hanya di hari Sabtu, itu juga setengah hari. Membantu training para karyawan dalam mengasah skill komunikasi. Itupun diantar sama Rama dan anak-anak. Hubungannya dengan keluarga Pak Sandi juga makin rapat, bahkan Pak Sandi membelikan Izza mobil sebagai hadiah ulang tahun dan diberikan supir yang digaji oleh Pak Sandi. Supirnya Izza itu wanita, bisa beladiri dan penampilannya agak macho. Pak Sandi tau kalo Rama itu gampang cemburu, jadinya dicarikan supir wanita untuk Izza.
Pak Isam memutuskan untuk tinggal di villa dekat Pesantren Abah Ikin, ingin lebih fokus mendalami agama alasan utamanya. Ditambah udara yang masih segar dan jauh dari polusi kota membuat Pak Isam merasa jauh lebih sehat. Hingar bingar kita metropolitan Jakarta sudah tidak menarik untuk orang seusianya. Dengan bertempat tinggal disana, sempat tidak sempat keluarga kecil Rama berkunjung kesana sebulan sekali untuk mengunjungi Pak Isam.
Mba Nur dan Alex masih diuji lagi, kembali Mba Nur mengalami keguguran untuk kedua kalinya. Tapi Mas Barry sudah memberikan penawaran biaya untuk program bayi tabung, sebagai wujud rasa syukurnya atas kehamilan Ani. Ani akhirnya berhasil dengan program bayi tabungnya. Malah jadi anak kembar. Mas Barry sangat memperhatikan Ani dimasa kehamilan kali ini. Penuh dengan kebahagiaan dan cinta tentunya. Sehingga Ani melewati masa kehamilan penuh suka cita.
Pak Sandi pun turut berbahagia mendengar kabar tersebut, sebagai wujud syukurnya, sepuluh persen keuntungan saham Audah Hotel yang masih menjadi bagiannya, beliau serahkan ke Pesantren Abah Ikin untuk membantu program pengentasan buta huruf hijaiyah.
.
Karena Rama sudah mengambil tindakan tegas untuk Mba Anindya agar tidak dekat-dekat dengannya lagi serta memutus kontak apapun bentuknya, membuat Mba Anindya kembali ke Malaysia, meneruskan hidup disana. Menepi sendiri guna refleksi diri.
Rama sendiri masih sibuk dengan Abrisam Group. Sekarang sudah punya Manager marketing yang baru, orang yang direkomendasikan oleh Pak Sandi. Jadi di level Manager bahkan pucuk pimpinannya masih berusia dibawah tiga puluh tahun. Dengan ilmu yang masih fresh dari bangku kuliah, idealisme yang tinggi serta mencari tantangan, menjadikan Abrisam Group kembali menanjak. Bahkan mantan karyawan yang dulu loncat ke perusahaan sebelah, berduyun-duyun mengirimkan surat lamaran kembali untuk bekerja ke Abrisam Group. Tentunya Farida memilih yang berpotensi untuk bisa diajak berlari bersama dalam pertarungan bisnis kedepannya, para karyawan yang masuk dalam kualifikasi akan dipilih untuk mengikuti tes psikotes dan wawancara menjadi karyawan Abrisam Group.
π
Dalam perjalanan pulang ke rumah sekitar jam lima sore. Rama tiduran dibangku belakang, Alex duduk didepan tepat berada disampingnya Mang Ujang yang sedang menyetir.
"Ga kerasa ya.. akhirnya sampai juga kita dititik ini" kata Rama.
"Maksudnya gimana Mas Boss?" tanya Mang Ujang.
"Ya.. titik dimana kita semua berubah menjadi orang yang berguna dan lebih baik... apalagi saya... dari masa kecil yang menyakitkan hati, masa remaja yang bandelnya ga ketulungan.. sekarang sudah ada difase dewasa. Difase ini saya amat bersyukur diberikan kesempatan usia dan kesehatan untuk terus memperbaiki diri. Sekarang sudah punya keluarga pula. Ga menyangka bisa dapat jodoh secepat ini dan memimpin sebuah perusahaan besar. Ditambah saya bekerja dengan orang-orang baik yang seserver dengan saya. Dulu jaman masih bandel, saya hanya punya satu keinginan yaitu jadi arsitek, tapi Allah memberikan lebih, sekarang saya bisa menggaji beberapa orang arsitek untuk proyek-proyek perusahaan. Ga ada lagi kamus dalam hidup saya tentang apa yang saya inginkan harus saya dapatkan" jelas Rama panjang lebar.
"Boss Rama layak mendapatkannya, sosok baik yang terkadang dilihat orang sebagai anak nakal, banyak yang tidak tau bagaimana sepak terjang Boss selama ini, mereka hanya melihat luarannya aja. Saya saksi perubahan Boss Rama dari seorang preman tanpa rasa kasihan menjadi seorang lelaki dewasa yang sangat mengambil berat tentang orang sekitar. Makasih ya Boss.. diberikan banyak kesempatan untuk memperbaiki diri bareng. Masih sama seperti ucapan saya dulu, saya akan mengabdikan diri saya sepenuhnya sama Boss Rama.. hingga nanti ujung usia saya atau memang karena Boss Rama sudah tidak membutuhkan saya lagi" puji Alex.
"Ngomongnya begitu terus Lex.. dari tahun ke tahun ga berubah. Semoga kita terus bisa bersinergi ya Lex.. memberikan kesempatan kepada anak-anak jalanan yang berpotensi seperti kamu untuk berkembang demi masa depan gemilang" kata Rama.
"Ya Boss.. sekarang sudah ada dua orang anak jalanan yang sedang sekolah disalah satu SMA negeri ternama, kelak mereka bercita-cita ingin kuliah teknik mesin dan otomotif, semoga Allah permudah cita-cita mulia Boss Rama. Rasanya ribuan pujian pun ga akan cukup buat Boss Rama, apalagi saya .. masa kelam berubah menjadi penuh gemintang sekarang ini. Ga pernah kebayang jika seorang anak jalanan seperti saya bisa menjadi asisten dari seorang pemilik sekaligus pimpinan Abrisam Group, sebuah prestasi luar biasa dalam hidup saya. Kelak, jika Allah memberikan saya kepercayaan seorang anak, saya akan ceritakan kebaikan Boss.. bahkan akan ada nama Rama terselip dinamanya, anggaplah sebagai penghormatan saya terhadap Boss Rama" papar Alex.
"Kalo Mamang kayanya selain sama Mas Boss, tentunya sama Mba Boss juga harus berterima kasih ... guru luar biasa.. perpaduan galak, tegas tapi penuh perhatian.. khas emak-emak banget deh cara ngajarinnya. Biar kata ngomel juga Mamang ga tersinggung karena memang untuk kebaikan Mamang juga. Mas Boss dan Mba Boss memang pasangan istimewa, selalu menebarkan kebaikan buat sesama" sahut Mang Ujang.
"Udah-udah.. bisa terbang ke awan nih mendengar pujian kalian. Saya juga berterima kasih sudah menemani saat jatuh dan bangun" kata Rama.
π
Weekend ini Rama mengajak Izza, Zian dan Sachi ke Subang, tempat dulu mereka honeymoon. Tidak bawa supir dan pengasuh, hanya ingin quality time mengurus anak-anak.
Rama melepas bangku belakang agar bisa diletakkan kasur. Tidak lupa membawa mainan agar anak-anak tidak bosan selama dalam perjalanan. Izza juga menyiapkan makanan untuk semua, terutama cemilan anak-anak. Tidak lupa mendownload lagu-lagu anak untuk diperdengarkan agar ada hiburan di mobil.
Alex, Mba Nur dan keluarga kecil Mang Ujang sudah menuju Pesantren Abah Ikin, ada kumpul keluarga besar Abah Ikin.
π
Setelah anak-anak tidur, Rama dan Izza ngobrol di ayunan yang ada di teras villa.
"Aamiin ya rabbal a'lamin" jawab Izza.
"Masing-masing dari kita pasti punya banyak impian dulunya kan De? tapi ada yang terwujud dan ada yang ga terwujud sampai detik ini. Sekarang kita bangun bersama mimpi kita ya .. kita berusaha menjadi orang tua hebat buat anak-anak kita. Terimakasih sayang... sudah menjadi bidadari terhebat dalam hidup Kakak, tetaplah seperti itu karena kamulah alasan buat semua orang bahagia" kata Rama sambil mencium tangannya Izza.
"Terima kasih buat segalanya juga Kak.. " jawab Izza singkat.
Keduanya masuk kedalam, melihat anak-anak yang tidur menghabiskan tempat satu tempat tidur hanya berdua saja. Makanya Rama memesan kasur tambahan untuk dirinya dan Izza.
"Liat tuh Zian, tidur muter-muter.. kasian Sachi ketendang terus" ujar Rama.
"Zian pindahin ke kasur bawah aja Kak.. kalo tidur di kasur bawah malah ga banyak gerak, tapi kalo di tempat tidur pasti muter" saran Izza.
"Ga terasa ya.. usia Zian udah satu setengah tahun, rasanya baru kemarin kita melihat kehadirannya di dunia ini" kata Rama.
Tiba-tiba rasa mual timbul lagi dari kerongkongan Izza, dia berlari kearah kamar mandi, Rama memindahkan Zian ke kasur bawah.
Tadi juga saat di jalan, beberapa kali Izza merasa mual dan muntah di plastik yang sengaja sudah dia siapkan.
"De.. bener cuma masuk angin? tadi minum air jahe berasa enakan ga?" tanya Rama khawatir.
"Ya begini lagi.. udah beberapa hari kaya gini" jawab Izza.
"Wah kayanya Zian dan Sachi mau punya adek lagi nih" kata Rama happy.
"Kayanya sih Kak... udah telat dua mingguan, tapi belum beli testpack" jawab Izza lagi.
"Besok kita cek ya.. kalo beneran jadi.. Memang rejeki kita made in Subang semua. Kan waktu Zian jadi itu kita lagi bolak-balik liat perkembangan penginapan di Subang. Nah kali ini kita juga banyak ke Subang karena Papi punya tempat baru lagi, wahana pemandian air panas. Pineapple baby again.. setiap beli nanas dan nginep disini pasti jadi.. hehehe" Rama makin antusias.
"Lagian sih ga boleh KB.. jadinya kebobolan deh" ujar Izza.
"Kebobolan juga ada yang mencetak gol ke gawang, jadi ga perlu ada yang dikhawatirkan" ucap Rama.
"Tapi kan kita rancang kalo Zian sudah berusia tiga tahun, kasian kalo beneran hamil, Zian tidak bisa full ASI selama dua tahun" kata Izza.
"Kita bersyukur De.. dikasih kepercayaan lagi. Besok kita cek dulu aja di bidan terdekat, kalo sudah balik Jakarta baru deh kita kontrol ke dokter di Rumah Sakit yang sama seperti saat mengandung Zian" papar Rama.
"Kalo hamil lagi... artinya uang bulanan nambah ya Kak.. tau sendiri nih Sachi dan Zian doyan makan, pasti kalo punya adik akan doyan makan juga" canda Izza.
"Siap Mba Boss.. tapi jangan protes kalo Kakak kerjanya bisa dua kali lipat dari sekarang" ucap Rama.
"Jangan dong Mas Boss.. kerja tetap seperti biasa aja. Harta memang harus dicari.. tapi ada keluarga yang butuh waktu dan kehadiran kita juga. Pintar-pintar mengatur waktu ya Ayah Rama" saran Izza.
"Okelah kalo begitu Mommy Izza... kayanya apa yang Kakak bilang pelan-pelan terwujud deh, nanti diusia pernikahan kita yang kelima, kita udah punya tiga anak..semoga ya..." ingat Rama sambil tertawa.
"Makanya.. mulut Kakak tuh masin.. suka kejadian apa yang diucapkan" ucap Izza.
Keduanya berpelukan sambil memandang kearah Sachi dan Zian yang tidur dengan lelapnya, tidak lupa Rama mengusap perutnya Izza sambil membacakan do'a.
THE END
πΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Thanks for being as crazy as me, it's really makes me happy.
Gimana readers semua ... are u happy?
Makasih ya udah mengikuti sejauh ini, sejak pertama kali menulis di Noveltoon dengan karya Harta, Tahta dan Tutug oncom.
Sekali lagi.. terima kasih semuanya.
Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam penulisan, penyajian bahkan alur cerita.
Per tanggal 26 Januari 2023.. diingatkan dengan pertanyaan dari NT. Tergelitik hati meresapi dan otak untuk mengingat kembali.
Saat itu.. niat awal sekedar untuk menyalurkan hobi menulis saja serta terlalu bosan menyimak cerita NT yang itu-itu aja. Dalam otak mengisyaratkan untuk bilang : "kalo bosan dengan yang itu-itu aja, bikin sendiri dong".
Saya menantang diri sendiri hingga akhirnya berani mempublikasikan karya pertama. Lama kelamaan karena makin bertambah karya, makin bertambah pembaca, makin bertambah komentar, makin bertambah pula author beserta karya baru bermunculan dengan karya yang lebih variatif dan lebih bagus tentunya, menjadi kata yang tadinya "hobi" menjadi sebuah "pembuktian diri", jangan ditiru yaπ.
Tapi pada akhirnya, tantangan dan membuktikan pada diri sendiri mungkin bisa terjawab meskipun pada akhirnya hasil mengkhianati usaha keras yang sudah saya lakukan. Tidak sebanding dengan mengorbankan banyak waktu me time untuk menulis dan memikirkan kelanjutan cerita. It's not about money, harus menerima kenyataan alur cerita dan gaya penulisan yang saya berikan bukanlah hal yang diminati di NT ini.
Ditambah banyak aturan yang membuat author seperti saya merasa dititik tidak berkembang, akhirnya dengan berat hati, saya memutuskan untuk menyingkir dulu dari hingar bingar dunia NT. Menjalani kehidupan normal sebagai real me. Tanpa menghalu di dunia NT.
Entah saya akan comeback atau tidak, dilihat nanti saja apakah aturan pihak NT masih memungkinkan untuk author berkarya maksimal.
Putus asa? tentu tidakkkk.. meskipun tertatih, sudah ada di level author gold di tahun pertama menulis, dengan jumlah total view melebihi dua juta pembaca (dengan 6 karya yang melawan arus peminatan readers tentunya) Mungkin bagi para author hebat adalah view yang sangat sedikit, tapi inilah hasil terbaik yang bisa saya capai.
Saya juga memutuskan untuk tidak pindah ke novel online lain meskipun banyak yang merekomendasikan. Bagi saya, membangun hal baru itu sangat sulit untuk author seusia saya dengan segala keterbatasannya. Ditambah cerita saya bukanlah hal yang menarik minat untuk dibaca.
Sekali lagi... terima kasih semua sudah menemani selama dua tahun lebih, selamat mewaraskan diri dari dunia halunya DM WORLD.
πBUNDADMπ