HELLO SUNSHINE

HELLO SUNSHINE
Hello 108, Spend time



Izza sudah bersiap akan berangkat kuliah, Rama pun udah nunggu sedari tadi sambil ngobrol sama saudara-saudaranya.


"Kenapa Sachi ga boleh ikut Yah?" tanya Sachi yang lagi manja sama Rama.


"Kan aunty mau sekolah, Ayah anterin sama nungguin dulu ya" jawab Rama.


"Kenapa ditungguin Yah? kan aunty ada Bu gurunya di kelas. Ayah kan ga boleh masuk. Di sekolah Sachi aja ga boleh ditungguin dalam kelas" ucap Sachi.


"Karena sekolahnya aunty Izza jauh dari sini, kalo Ayah bolak balik nanti cape dong mobilnya" kata Rama.


"Iya deh, nanti mobilnya Ayah sakit ya" ucap Sachi.


Sachi kembali main sama sepupunya yang ga terlalu jauh beda usianya.


Alex sudah menyiapkan mobilnya Rama, mobil sudah terparkir manis didekat pos security.


"Pacaran kok bawa bodyguard sih Ram?" ledek Tantenya Rama.


"Udah tau kan ya semua kenapa sampai Izza dikawal bodyguard?" kata Rama malah balik bertanya.


"Ya sudah, Papi kamu udah cerita. Tapi kan perginya sama kamu, masa kamu ga bisa jagain dia" ujar Tantenya Rama.


"Bisa aja sih, tapi kan Rama masih cape habis nyetir sendiri keluar daerah, istirahat juga belum maksimal, daripada ngantuk malah nanti jadi bahaya di jalan" jelas Rama.


"Bahaya apanya nih? bahaya karena ngantuk terus bisa tabrakan atau bahaya godaan saiton" goda sepupunya Rama.


"Keduanya..." jawab Rama sambil tersenyum.


Rama dan Izza berjalan berdampingan menuju mobil. Rama membukakan pintu untuk Izza kemudian dia naik dari pintu yang lain.


.


Rama duduk dibelakang sama Izza. Izza meminjam tab milik Rama karena laptopnya sedang trouble dan Rama menyarankan pakai tab aja untuk tugas presentasi di kampus.


Izza tampak masih merapihkan presentasi yang sudah dibuat Minggu kemarin. Sambil diajarin sedikit cara mengoperasikan tab nya Rama yang sudah banyak diupgrade dari setelan pabrik.


"Lex .. gimana usul yang kemarin saya chat?" tanya Rama.


"Gimana ya Boss.. bingung saya" jawab Alex malu-malu.


"Beneran ini penawarannya, kalo oke nanti kita bisa lanjutin semuanya. Saya juga udah tanya pihak sana, sudah welcome loh" kata Rama meyakinkan.


"Terserah baiknya Boss aja, saya ikut kalo memang Boss merencanakan hal itu" jawab Alex.


"Ya ga bisalah... kamunya harus benar-benar yakin dulu" ucap Rama.


Izza akhirnya jadi kepo dengan pembicaraan Rama dengan Alex.


"Kepo ya? keliatan banget curi-curi dengar" terka Rama.


Izza jadi malu, dia buru-buru fokus lagi ke tab milik Rama.


"Ngerjain presentasi apa sih? kok tampilannya ga menarik gitu" kata Rama sambil melihat tabnya.


"Ini udah dibuat semenarik mungkin" bela Izza.


"Coba saya liat? untung Farida pintar bikin bahan presentasi. Kalo kaya kamu begini pasti udah saya delete dan bikin ulang" ucap Rama.


"Yang penting kan isinya bagus. Ya udah sih ga usah komen kalo ga ngerti" ujar Izza.


Rama membaca bahan presentasi yang sudah disiapkan sama Izza.


"Begini kamu bilang yang penting isinya bagus? ini kamu doang atau memang yang lainnya sama pola pikirnya?" tanya Rama.


"Minggu kemarin kayanya hampir sama lah begini juga pemaparannya" jawab Izza.


"Antara mahasiswa yang ga menangkap maksud dosen atau dosennya yang ga bisa transfer ilmu nih? tapi kalo dari tulisan kamu, kayaknya kamu yang ga mudeng sama materinya" ungkap Rama dengan blak-blakan.


"Busyet deh Bosss.. ngomong sama calon istrinya langsung to the point, gimana Mba Izza ga sering sewot sama Boss, ngomongnya ga diayak dulu" kata Alex dalam hatinya.


"Terus harus gimana?" ucap Izza yang kayanya sebel dapat hate comment dari Rama.


"Manajemen komunikasi proyek kan?" tanya Rama meyakinkan.


"Iya .. itu udah cari dari beberapa literatur" jawab Izza.


"Dari pengertian dibikin agak simple aja, sini saya ganti jadi proses yang mencakup pengumpulan distribusi, penyaluran, pencarian keterangan dan perpindahan informasi didalam proyek" papar Rama sambil mengetik.


"Sesimple itu?" tanya Izza heran.


"Prinsip komunikasi itu biar sebuah informasi bisa diketahui secara baik dan benar kan? kalo kamu memaparkan secara teoritis panjang lebar, tim proyek auto ngantuk, terus ga keserap tuh apa yang kamu omongin" jawab Rama.


Rama masih terus mengecek tiap slide presentasi yang dibuat oleh Izza, kemudian mengedit seperlunya.


"Ini saya revisi juga ya .. Intinya harus dapat menyediakan informasi kesemua anggota, apa saja yang dibutuhkan untuk kesuksesan sebuah proyek. Setiap orang yang terlibat didalam proyek harus memahami bagaimana berkomunikasi yang efektif dalam pelaksanaan proyek. Yang utama aja prosesnya. Yang pertama itu communication planning, tahap ini menetapkan informasi dan komunikasi yang dibutuhkan oleh stakeholder, siapa aja yang butuh, informasi apa, kapan mereka membutuhkannya dan bagaimana informasi akan disampaikan kepada mereka" jelas Rama masih sambil mengetik.


"Jadi ini yang awal gitu?" tanya Izza.


"Yup.. selanjutnya information distribution, tahap dimana harus bisa membuat informasi yang dibutuhkan akan tersedia untuk stakeholder proyek tepat pada waktunya. Ini juga penting loh. Kemudian performance reporting, kamu harus mengumpulkan dan menyebarkan informasi kinerja. Dalam hal ini termasuk status pelaporan dan perkembangan progress" lanjut Rama.


"Kakak pinter ya ternyata, kirain cuma bisa berantem aja. Kan kata Pak Isam, jaman sekolah bandel banget" kata Izza.


"Wah udah ngorek info pake orang dalam ya" ucap Rama.


"Sorry.. harus diperbaiki, bukan mencari informasi, tapi informasi itu yang menghampiri" koreksi Izza.


"Papi ngadu apa aja emangnya?" tanya Rama.


"Rahasia dong... udah-udah.. bahas presentasi dulu aja" pinta Izza.


"Selanjutnya manage stakeholder. Disini harus bisa mengatur komunikasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan pemecahan masalah antara pihak-pihak yang terlibat dalam proyek. Proses-proses itu saling berhubungan satu dengan yang lain. Setiap proses melibatkan individu dan kelompok berdasarkan kebutuhan informasi dari proyek tersebut. So .. skill komunikasi harus terus ditingkatkan. Besok kalo ada PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Abrisam Group ajalah. Mau tentang komunikasi yang seperti apa ada semua" kata Rama.


"Alhamdulillah... saya mikir sampe seminggu, Kak Rama cuma butuh sepuluh menit. Kali ini saya acungin jempol deh. Mengenai PKL nanti deh kalo udah waktunya baru mikir" puji Izza.


"Tugas kamu ini kan sudah setahun terakhir saya lakukan dalam setiap proyek yang dikerjakan, makanya hapal luar kepala sama proses-prosesnya" kata Rama sambil menyerahkan tab ke Izza.


"Lemes banget Kak, sakit?" tanya Izza.


"Kurang tidur. Kemarin baru sebentar tidur di mobil eh kamu nangis, kan jadi bangun" jawab Rama.


"Harusnya ga usah ikut anterin ke Kampus, kan ada Bang Alex yang siap antar kemana pun Izza mau jalan" kata Izza.


"Saya kan cuma duduk aja, kalo ngantuk ya bisa tidur" jawab Rama.


HP Rama berdering, ada telepon dari Farida. Mengabarkan tentang laporan yang diminta oleh Rama.


"Oke nanti saya cek, thanks ya Rida.. have a nice long weekend" jawab Rama sambil menutup sambungan HP nya.


.


Izza sudah turun dari mobil menuju ruangan kuliah. Kampus tampak lengang karena banyak jadwal dosen ga ada jam hari ini. Biasanya kalo Sabtu masuk itu sebagai jam pengganti saja.


"Boss mau turun atau di parkiran?" tanya Alex.


"Ayo ke coffe shop aja dulu, nanti kalo ngantuk banget baru tidur di mobil" jawab Rama.


"Boss abis dari Tasikmalaya?" ujar Alex.


"Iya" jawab Rama.


"Kamu kalo mau pesan makanan, ya pesan aja Lex. Saya cuma mau minum aja" pinta Rama sambil memberikan uang dua ratus ribu ke Alex.


"Minum apa Boss?" tanya Alex.


"Soft drink yang dingin dari kulkas ya, bukan ditambah es batu" jawab Rama sambil duduk dibangku pojok berbentuk sofa.


Alex memesan minuman untuk Rama dan dirinya sendiri. Rama terlihat beberapa kali menguap karena ngantuk.


"Boss... maaf sebelumnya, saya belum bisa mengetahui siapa Big Boss ini. Tapi menurut informasi terbaru, yang kemarin gagal menculik Mba Izza, sudah didepak dari jaringan tersebut. Mereka disuruh pergi jauh. Kalo ketangkap maka nyawa taruhannya" adu Alex pelan.


"Saya tau cara mancingnya.. saya yakin Big Boss ini sumber kekacauan" jawab Rama.


"Bagaimana caranya Boss?" tanya Alex.


"Kamu ikutin aja semua instruksi dari saya, rencana ini ga bisa saya share ke siapa-siapa dulu, bukan ga percaya, tapi memang belum matang rencananya" kata Rama.


"Siap Boss" jawab Alex.


.


Rama dan Alex menuju Musholla di gedung tempat Izza kuliah. Rama ditunjuk menjadi imam sholat Maghrib. Izza yang menjadi makmum seperti mengenali suara sang imam, tapi seakan ga percaya kalo itu suara Rama. Lagipula dia tidak melihat Rama saat tadi mengambil wudhu.


.


Jam tujuh malam, kelas usai. Rama sudah menunggu didepan lobby, dia memakai jaket dan topi. Tampilan sporty tapi harga outfitnya bisa beli motor keluaran terbaru sebanyak dua unit.


Alex sudah standby memarkir mobil dekat pintu, jadinya begitu Izza keluar maka dia akan bergerak mendekati lobby.


"Za .. dijemput sama siapa tuh? beda ya sama yang pernah jemput" kata temannya Izza.


Rama langsung memandang Izza. Izza jadi ga enak hati.


"Duluan ya.." pamit Izza sambil memberikan isyarat ke Rama untuk segera pulang.


Mobil mendekati ke lobby.


"Itu mah mobilnya ga asing deh, pernah liat Izza diantar sama mobil itu, tapi baru kali ini liat cowonya Izza. Gantengan yang dulu pernah traktir kita makanan ya" ujar temannya.


"Mungkin yang dulu ganteng, kalo sekarang kaya" jawab teman lainnya.


"Ah kayanya yang dulu juga kaya, tapi emang jauh lebih dewasa dari Izza, kalo yang ini pas lah. Masih muda keliatannya" kata temannya Izza.


🌺


"Papa Haidar... Ayah sama aunty Izza kok belum pulang?" keluh Sachi ketika makan malam bersama keluarga.


"Aunty Izza kan lagi sekolah, pulangnya malam. Sachi ada janjian apa sama aunty Izza?" ucap Mas Haidar.


"Sachi mau bobo di kamar bawah sama aunty Izza, nanti kamar Sachi ditempatin sama adik-adik kecil" ujar Sachi.


"Kalo ngantuk kamu tidur aja duluan, aunty Izza pulangnya malam" kata Mas Haidar.


"Gapapa Sachi tunggu, kan besok libur sekolah juga" sahut Sachi.


"Ga bisa pisah sama auntynya ya" kata adiknya Pak Isam.


"Iya .. manja sekali sama Izza" jawab Mas Haidar.


.


Anak-anak melanjutkan bermain setelah makan. Yang masih abege sedang nyanyi-nyanyi di taman belakang. Yang dewasa ngobrol di ruang keluarga.


"Calonmu kok ga dekat sama Sachi? harusnya seperti Izza, udah dekat" kata Omnya Haidar.


"Sibuk Om .." jawab Mas Haidar.


"Tapi Rama berniat nikahin Izza bukan karena faktor Sachi kan? dia benar-benar cinta sama Izza kan?" cecar Tantenya Haidar.


"Bisa liat sendiri tadi mereka seperti apa" potong Pak Isam.


"Ramanya yang ga serius, buktinya disuruh nikah agama dulu sama Papi malah ngambek dan pergi gitu aja. Baru Jum'at malam kan dia balik, ilang dari Rabu" celoteh Mas Haidar.


"Rama itu jagoan, jadi ga mungkin dia sepengecut itu. Walaupun orangnya keras, tapi dia selalu komitmen sama ucapannya. Lihat kan enam tahun berlalu dan dia masih memegang janjinya untuk Sachi. Setelah kuliah terpaksa, lanjut pegang Abrisam Group karena ga punya pilihan. Kalo sekarang dia memutuskan menikah walaupun masih terbilang muda, belum genap dua puluh enam tahun, karier lagi bagus .. tapi Om yakin dia sudah berpikir panjang dulu. Malah kamu yang harusnya malu Mas Haidar. Sampai sekarang urusan hukum Sachi ga kunjung usai, udah enam bulan kan mengajukan ke pengadilan. Seenaknya kamu hengkang gitu aja dari Abrisam Group padahal kamu tau kalo Mas Isam sudah lelah buat urus perusahaan. Begitu kamu tau Sachi anak kamu, harusnya berjuang untuk dekat sama dia, ga berubah juga sampai sekarang, Sachi hanya punya Ayah Rama. Terus kamu bilang sedang dekat sama wanita, dikenalin ke kita ga boleh, nanya nama pun ga mau disebut. Niat nikah lagi atau ga? Adik kamu aja berani kok share berita dia mau nikah sama Izza, hanya ga mau share foto Izza aja" nasehat Omnya Haidar panjang lebar.


"Betul tuh Mas Haidar.. udah pernah gagal sama Mba Anin, dijadikan pelajaran. Dulu kan Mba Anin juga ga pernah secara khusus diperkenalkan ke kami semua. Mas Isam yang atur karena pertemanan dengan keluarga Anin. Mana pas kamu hilang ingatan, segala kalian tinggal bersama sebelum nikah. Jangan lupa juga sejarah sama Mamanya Sachi.. memang baru kita-kita aja yang tau, tapi ga menutup kemungkinan akan banyak yang tau siapa Sachi" sahut Tantenya Haidar.


"Kok jadi kaya lagi menyidang Haidar ya?" ucap Mas Haidar agak kesal.


"Keliatan banget Mas kalo kamu sedang ada perselisihan sama Mas Rama. Memang ga ada yang cerita, tapi layak ga adik mau mencium tangan Kakaknya malah buang muka" omel Tantenya Haidar.


"Jadi judulnya sekarang mendukung Rama nih?" ucap Mas Haidar.


"Bukan masalah dukung siapa, tapi kamu tuh yang jangan ikutin mau kamu aja. Mas Isam memang terlalu manjain kamu, jadi ga dewasa dan ga matang seperti Rama yang ditempa keadaan. Kami semua nih menyesal banget udah ga suka sama Rama karena alasan Rama membawa bala buat keluarga. Tapi nyatanya apa? dia yang berkali-kali menyelamatkan muka keluarga. Makanya kami bela-belain datang karena dia bilang mau melamar Izza" buka adik bungsunya Pak Isam.


"Menyelamatkan muka keluarga gimana?" tanya Pak Isam ga paham.


"Mas .. mungkin selama ini Mas ga tau, dia kan dulu sering bolos sekolah ya, main ke Surabaya beberapa hari. Anakku diseret pulang pas ketauan ngerokok di jalanan. Anake Mas Hafidz, habis digebukin sama dia gara-gara mau transaksi narkoba. Pacare Menik, anake Mba Sopiatun, habis juga mukanya babak belur karena ajak Menik pacaran dan mau masuk Hotel" papar Adiknya Pak Isam.


"Astaghfirullah.. kok ga tau ada kejadian begitu" kata Pak Isam.


"Ya karena awalnya kami marah Mas.. anak pulang-pulang nangis babak belur, udah begitu Mas Rama langsung pergi tanpa penjelasan. Begitu kita tau kebenarannya, saya telpon Mas Rama, tapi dia yang minta maaf kalo caranya kasar" tambah adik iparnya Pak Isam.


Keluarga lanjut menceritakan dalam kurun waktu setahun ini, Rama banyak memberikan nasehat buat sepupunya buat ga berleha-leha selagi muda. Semua disuruh bisnis, di Surabaya Rama juga banyak ikut investasi ke usaha saudaranya. Dibeberapa kampus dia patungan buka bisnis, ada yang fotocopy dan ATK, ada yang jualan pulsa dan aksesoris HP. Dan yang terbaru bisnis ayam goreng tepung.


💐


Sepertinya memang Rama udah benar-benar lelah secara fisik, dari tadi bersendawa terus. Perutnya juga terasa kembung.


"Mau diurut Boss?" tanya Alex yang kasian melihat Rama sepertinya udah menurun fisiknya.


"Ga pernah saya diurut" jawab Rama.


"Saya bisa Mas ngurut orang pegal-pegal atau masuk angin" tawar Alex.


"Ga usah.. dibawa tidur yang nyenyak aja, nanti juga oke kok" ucap Rama.


"Mau saya antar ke Audah Hotel aja biar bisa istirahat, kan kalo di rumah nanti direcoki Sachi dan diajak ngobrol sama saudara-saudara, malah ga bisa istirahat" bujuk Alex.


"Ga enaklah saudara datang jauh-jauh malah ditinggal. Udah jangan kebanyakan ngomong, nyupir yang bener" kata Rama.


"Kak... perutnya pakein minyak kayu putih aja dulu, udah makan belum?" ucap Izza.


"Tumben nih saya ga nafsu makan, tadi siang aja ga makan" kata Rama.


"Ya udah tidur aja dulu" ujar Izza.


"Tolong ambilin air mineral di kulkas (kulkas mobil) deh" pinta Rama.


"Udah tau perutnya ga enak, malah mau minum es. Minum air mineral biasa aja" saran Izza sambil menyodorkan botol air mineral.


Tanpa sengaja telapak tangan keduanya sempat bersenggolan.


"Panas banget tangannya Kak, Kakak demam?" tanya Izza.


Rama meminum sebotol kecil air mineral lalu merebahkan kepalanya ke jok belakang, kemudian dia memejamkan matanya.