
#Bukan hanya makanan yang harus memiliki gizi seimbang, tapi hati ini juga perlu penyeimbang. Penyeimbangnya ya kamu. Dan aku pun rela jadi abang tukang sate asalkan setiap malam aku bisa lewat depan rumah kamu buat ngebulin cinta kita. Today.. This day, you and me🖤#
Rama memang bukan tipe romantis, baginya unggahan seperti ini adalah sebuah prestasi luar biasa yang dishare dalam akun media sosialnya. Biasanya Rama hanya mengunggah tentang pekerjaannya guna meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap pimpinan di perusahaan. Mau tidak mau memang ada pencitraan yang ditampilkan oleh Rama dalam tiap postingannya.
Ini kali pertama dia mempublish kehidupan pribadi yang amat pribadi, biasanya hanya foto dia sendiri tengah bekerja atau meninjau proyek bahkan pemandangan daerah yang dia kunjungi. Sachi aja ga pernah dia publish dalam akun media sosialnya karena menjaga privasi keluarga. Tapi foto genggaman telapak tangannya dengan telapak tangan Izza serta fokus ke cincin yang dipakai sama Izza, cukup memberikan informasi kesemua followersnya kalo dia sudah ada yang punya.
Tentu saja banyak ucapan mengalir dipostingan tersebut, ada juga yang menanyakan ini sebuah pertunangan atau pernikahan. Rama membiarkan semua beropini macam-macam. Bahkan Mang Ujang dan Ceu Lilis termasuk yang ikutan komen memberikan kata selamat.
🌺
"Kurang Ajarrrr... anak ini berani melawan rupanya. Dia malah menikahi Izza. Apa rencana dia sebenarnya, jalan pikirannya sulit buat ditebak. Oke Rama... kita liat, siapa yang bisa memiliki Izza" marah Big Boss sambil membanting HP.
Sang Big Boss baru saja mendapat kiriman foto Rama dan Izza saat menikah via chat.
"Pak Rama sudah menyewa bodyguard untuk Bu Izza. Alex namanya, dia dulu teman nongkrong saya jaman masih di terminal, tapi hidupnya banyak berubah karena ditolong sama Pak Rama. Makanya dia mengabdikan dirinya untuk Pak Rama" jelas anak buahnya Sang Big Boss.
"Kalian semua kenapa bisa terlepas informasi kalo Rama akan menikahi Izza hari ini?" makin Sang Big Boss marah sambil menggeprak meja didepannya.
"Jangankan kami pihak luar .. pihak keluarga saja tidak tau dengan rencana ini" jawab anak buahnya Sang Big Boss.
"Ternyata Rama ga bisa kita anggap sepele, padahal anak itu cuma bisa berantem aja saat sekolah, ga punya kapabilitas. Dia ga gampang ditundukkan semudah Isam dan Haidar yang akhirnya memilih keluar dari Abrisam Group. Perusahaan dia sebenarnya udah ga sehat, tapi ditangan Rama bisa kembali naik. Apa dia dapat investor baru?" tanya Sang Big Boss.
"Sejak Pak Rama memimpin Abrisam Group, semua akses informasi amat tertutup. Orang-orang yang Boss tempati disana sudah dikeluarkan oleh Pak Rama. Posisi penting diseleksi langsung oleh beliau. Bahkan sekretarisnya yang baru saja dia yang memilih" lapor anak buah Sang Big Boss.
"Saya ga akan puas sebelum melihat Abrisam Group hancur berkeping-keping tanpa sisa. Dan mengenai Izza... dia harus jadi milik saya walaupun ga bisa mendapatkan gadisnya, jandanya pun ga masalah" ungkap Sang Big Boss dengan seringai yang menyebalkan.
"Jadi langkah kita selanjutnya bagaimana Boss?" tanya anak buah Big Boss.
"Dapatkan Izza sesegera mungkin. Ingat jangan sampai Izza terluka seujung kuku pun. Rama boleh saja hari ini memiliki tubuhnya, tapi Izza akan jadi milik saya selamanya.. hahaha" ucap Sang Big Boss.
Sang Big Boss memandangi foto Izza dengan segala aktivitasnya. Mungkin ga ada yang sesuatu yang istimewa jika melihat Izza, tapi dia punya inner beauty yang akan terpancar jika berasa disekitarnya, ditambah Izza selalu menebarkan energi positif.
Cinta tidak perlu alasan kenapa bisa hadir, begitu pun dengan obsesi Big Boss yang sudah berada dilevel ingin memiliki Izza seutuhnya dalam kondisi apapun.
"Rama... kamu mengibarkan bendera perang sekarang.. apa sanggup melawan saya? Semut berani melawan gajah... kekayaan saya berkali-kali lipat dibandingkan milik kamu, wanita mana yang ga akan silau sama hal itu. Izza akan saya jadikan ratu dalam istana cintaku ... hahahaha. Rama.. kamu yang mulai, jadi jangan salahkan saya bila nyawa kamu taruhannya" ucap Sang Big Boss sambil melemparkan pisau kearah foto Rama yang tertempel di dinding.
🌺
Rama kembali memposting fotonya dan Izza, dengan angle yang bagus, terkesan difoto itu romantis banget, ga nempel tapi cukup dekat. Makin rame aja komen yang masuk, bahkan ada yang minta foto full wajahnya Izza, karena wajahnya Izza tengah tertunduk dan difoto dari samping.
#Golek banyu tekan Jerman, ora kudu ayu sing penting nyaman😍#
Sebuah candaan kembali diposting oleh Rama sebagai caption melengkapi foto tersebut.
.
"Ahay deuuu yang baru ijab sah .. biar kata semalam diinpus, kalo udah kawin begini mah seger lagi. Beda sama jomblo yang ketemunya sama bunga dan tanaman hias" goda Mang Ujang yang menyalami Mas Boss nya, karena tadi dia belum sempat mengucapkan selamat atas pernikahan Rama dan Izza.
"Menurut ilmu fisika, tekanan berbanding lurus dengan gaya. Jadi kalau Mang Ujang merasa hidupnya banyak tekanan akibat kejombloan, mungkin karena Mang Ujang kebanyakan gaya .. jadinya ga laku-laku hahaha" sahut Rama dengan santainya.
"Kalo Mas Boss udah nikah, saya masih jadi supirnya kan?" tanya Mang Ujang serius.
"Lah emang Mang Ujang mantan saya, segala kalo saya nikah pergi menjauh dalam hidup saya" canda Rama.
"Bukan gitu Mas Boss, pasti Mas Boss udah sibuk sama istri, maunya pergi berduaan aja, udah ga mau saya supirin lagi" jelas Mang Ujang.
"Mang.. please deh, walaupun udah nikah.. hidup kan harus berjalan, salah satunya ya kerja. Mang Ujang tugasnya ya kaya biasa, ga ada yang berubah. Mang tau ga.. jangan dijelek-jelekin gitu mukanya, mellow engga malah aneh keliatannya" ungkap Rama.
"Lah ga pake mellow aja muka saya udah jelek Mas Bosssss.... Puassss?" ujar Mang Ujang keki.
"Menurut Mang Ujang, salah ga ya keputusan saya nikah secepat ini?" tanya Rama serius.
"Nikah mah ga ada yang kecepetan atau telat Mas Boss, semua udah pas waktunya. Ternyata diusia Mas Boss yang sekarang udah dapat jodoh, waktu Mamang seusia Mas Boss ya masih baru putus cinta" jawab Mang Ujang dengan bijak.
.
Rama kembali duduk disampingnya Izza yang sedang berbincang sama Pak Isam. Sachi udah makin heboh main bunga-bunga yang ada disana.
"Kenapa sih segala gaya-gayaan banget segala nama makanan di bahasa inggriskan, belum tentu juga bener" protes Izza.
"Makanya jadi orang tuh punya selera humor yang tinggi, biar hidup ga flat" saran Rama cuek.
"Ram.. ingat jangan becandain Izza lagi, tugas kamu bimbing dia" ingat Pak Isam.
"Iya Pi" jawab Rama.
"Ini kalian mau tidur sekamar atau masing-masing dulu?" kata Pak Isam.
"Rama baru dapat informasi dari Manager Hotel, kalo kita sudah disediakan kamar pengantin sebagai ucapan selamat dari seluruh staff" jawab Rama.
"Maunya kamu tuh Ram.." goda Pak Isam.
"Ini diluar rencana Rama Pi, beneran deh. Tapi kalo Izza ga nyaman ya ga masalah sih. Jadi terserah sama Izza aja" ucap Rama.
"Gimana Za?" ledek Pak Isam sambil cengar-cengir.
"Saya terserah Kak Rama aja, sekarang kan harus tunduk sama perintahnya" ucap Izza.
"Alhamdulillah kalo kalian berdua siap berjalan selayaknya suami istri" jawab Pak Isam.
"Permisi Pak Rama... ada yang bisa saya bantu untuk mengambilkan makanan lagi?" tanya pelayan.
"Cukup... nanti saya kekenyangan bisa ngantuk" jawab Rama.
.
Disaat menyanyi, Ceu Lilis nyamperin Rama, memintanya ikut bernyanyi. Rama jelas aja menolak, bukan ga menghormati keinginan penyanyi, tapi dia buta musik dangdut, dengerin musik juga baru saat kuliah, karena disana itu banyak waktu sendiri, beda kalo di Indonesia dia banyak bepergian dan berbincang dengan orang lain.
"Ayo atuh A' ga nyanyi gapapa, ikut goyang aja di panggung" ajak Ceu Lilis merajuk sambil meraih tangan Rama buat diajak goyang.
"Wait... wait.... jangan tarik-tarik dong, saya udah nikah nih, ntar ada yang cemburu kan jadi repot" jawab Rama sambil melirik kearah Izza, tentu aja buat Ceu Lilis kecewa.
"Gapapa kan ya Za?" tanya Ceu Lilis dengan datar.
"Ya gapapa.. silahkan aja" jawab Izza sambil senyum, entah kenapa dia merasa flat aja hatinya, ga ada cemburu sama sekali.
Izza menyadari kalo Ceu Lilis hanya dianggap sebagai seorang adik sama Rama dan ia tau Rama amat menghormati wanita. Jadinya dia ga mau terkesan mudah megang-megang wanita sembarangan.
"Tuh A' gapapa katanya. Istrinya ga cemburu, lagian kita disini kan rame orang, mau macam-macam gimana" kata Ceu Lilis setengah memaksa.
Akhirnya Rama ikut naik ke panggung, ga ikut bergoyang tapi dia menghampiri pemain organ tunggalnya. Mencari lagu yang bisa dinyanyikan sebagai ucapan terima kasih kepada semua yang sudah hadir diacaranya.
Rama membawakan lagu menikahimu by Kahitna, dia sendiri yang memainkan organnya. Dulu saat SMP sering ikut ngeband, lumayan bisa beberapa alat musik.
🎶 Menantimu hingga saat
Cintaku temukan dirimu
Usai sudah sampai di sini
Berdiri melabuhkan asmara
Menikah denganku
Melintasi perjalanan usia
Menikah denganmu
Menetapkan jiwa
Bertahtakan kesetiaan cinta
Selamanya 🎶
Suaranya ga bagus-bagus amat malah cenderung lari dari nada, tapi masih lumayanlah untuk didengar, paling ga para tamu ga kehilangan nafsu makannya saat Rama bernyanyi.
Keluarga besar Rama itu taunya Rama orang paling cuek dan ga ada romantisnya, tapi melihat dan mendengar Rama bernyanyi seperti ini malah bisa sweet. Mereka menduga kalo Rama sudah banyak berubah, selain seiring usianya bertambah, ada Izza juga yang mempengaruhi perubahan Rama. Tapi semua mengakui ada satu yang ga berubah dari Rama sejak dulu, yaitu jiwa menolongnya.
.
Sachi jadi orang yang paling sibuk, malah ga mau deket Rama dan Izza. Tadi pas difoto aja harus diuber-uber dulu. Dia sibuk ambil es krim dan becanda sama anak-anak seusianya. Mas Haidar sekarang malah lagi ngobrol sama Mba Anindya.
.
Pesta usai, Rama langsung pamit ke kamar yang sudah disediakan. Izza juga sedang di kamar yang tadi buat tempat dandan. Dia masih bersama Ibu Panti Asuhan yang hari ini akan menginap juga di Audah Hotel.
Rama sudah masuk ke kamar pengantin seorang diri, dia mandi dan berganti baju setelah itu sholat dan membaca Al Qur'an. Mang Ujang mengetuk pintu untuk meletakkan tas pakaian Izza kedalam kamar.
"Mang... ini kartu kamar tolong kasih ke Izza, dia ada di kamar sebelah" perintah Rama.
"Mas Boss mau kemana?" tanya Mang Ujang heran.
"Ya antara masih keluar masuk kamar buat ngobrol sama saudara atau ketiduran" jawab Rama.
"Masih juga jam setengah delapan malam, masa Mas Boss udah mau langsung tidur aja. Biasanya jam dua malam masih sibuk sama laptopnya" ledek Mang Ujang.
"Ngantuk banget rasanya.. kayanya plong aja gitu semua acara berjalan sesuai dengan rencana. Saatnya istirahat kan, mumpung besok libur" jawab Rama mulai rebahan di ranjang dengan masih lengkap pake baju koko dan sarung.
"Buat persiapan begadang ya Mas Boss?" makin jadi aja Mang Ujang ngeledek.
"Sstt berisik... oh ya Mang, besok tolong urusin dulu keluarga Lilis ya, katanya minta diantar ke PGC (Pusat Grosir Cililitan)" perintah Rama.
"Mau belanja?" tanya Mang Ujang.
"Dia mau coba dagang di kampung, baju gamis sama kaos katanya. Mau cari yang murah-murah dulu. Ya gapapalah namanya orang mau usaha ya harus kita dukung" ucap Rama.
"Mba Izza tau ga kalo Mas Boss yang modalin Ceu Lilis dagang?" tanya Mang Ujang lagi.
"Ga lah ... udah sana keluar.. ngapain sih masih disini? Mang mau nemenin saya tidur emangnya?" ucap Rama.
"Boleh Mas Boss? Alhamdulillah kalo boleh. Kan rejeki banget bisa ngerekam adegan pemersatu bangsa yang pastinya banyak ditunggu sama banyak orang" canda Mang Ujang.
"Adegan apaan sih?" tanya Rama ga paham arah pembicaraannya Mang Ujang.
"Bongkar perabotanlah Mas Boss" jawab Mang Ujang gemes.
"Siapa?" tanya Rama dengan cueknya.
"Ampun deh Mas Boss, sepolos-polosnya orang, kayanya semua juga tau mau ngapain kalo malam pertama" Mang Ujang jadi emosi sendiri.
"Siapa yang nanya maksudnya... udah sana keluar, jangan lupa kartu kasih ke Izza" sahut Rama sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Awas ya... mentang-mentang udah ga jomblo, seenaknya bisa bully jomblo" ucap Mang Ujang.
"Udah sana... ngantuk nih" usir Rama.
.
Mang Ujang mengantar kartu kamar ke Izza, Setelah itu dia lanjut ketemuan sama Ceu Lilis yang masih menghibur para tamu. Alex bersiaga didepan pintu tempat Izza berada.
#Kalo Izza sudah ke kamar saya, ga usah ditunggu lagi, kan ada saya yang akan jaga. Jadi silahkan rehat atau mau lanjut party# chat Rama ke Alex.
Alex hanya tersenyum membacanya.
.
"Kartu kamar udah dikasih Za.. artinya suami kamu minta ditemani. Sekarang kan sudah jadi istri orang. Jaga semua makan minumnya, pakaiannya serta patuh atas perintahnya selama tidak bertentangan dengan ajaran agama" saran Ibu Panti Asuhan.
"Makasih Bu... Izza udah ga punya kata-kata lain untuk mengucapkan terima kasih ke Ibu" ucap Izza rada sedih.
"Hei .. tersenyum Za.. mau ketemu suami kok mukanya sedih" ledek Ibu Panti Asuhan.
"Ibu besok kan pulangnya? Izza masih mau ngobrol banyak sama Ibu. Padahal malam ini rencananya mau tidur sama Ibu" ucap Izza.
"Ga boleh dong, kan suami udah minta kamu tidur di kamarnya" ujar Ibu Panti Asuhan sambil tersenyum.
🌺
Dengan langkah pelan dan rasa deg-degan yang melanda, Izza masuk kedalam kamar pengantin. Dilihatnya Rama sedang tertidur pulas.
Izza langsung menuju kamar mandi untuk kembali membersihkan wajahnya dari sisa make-up, tadi dia udah mandi di kamar sebelah. Seusai dari kamar mandi, Izza masih melihat Rama sedang tertidur dengan tenang.
Kamar ini memang didekor sangat minimalis, tapi cantik keliatannya, harum bunga menyerbak keseluruh isi kamar, baunya berasal dari bunga-bunga yang masih segar.
Ada dua tas tergeletak di lantai, punya Izza dan punya Rama. Izza mengambil miliknya dan diletakkan kedalam lemari tanpa dibuka terlebih dahulu. Tas Rama masih dibiarkan tergeletak di tempat semula.
Izza ga tau harus melakukan apa, akhirnya dia meluruskan kakinya di sofa sambil membuka media sosialnya. Dia memang ga update apapun tentang pernikahannya. Toh dia dan Rama juga tidak berteman dalam akun media sosial. Untunglah media sosialnya Rama tidak di privat, jadi bisa distalking.
Izza nampak postingan Rama, terakhir diunggah sejam yang lalu, saat dia ganti baju di kamar sebelah.
Ada foto dia bersama Rama saat tadi di pelaminan. Posisinya Izza membelakangi kamera, sedangkan Rama menghadap kamera, wajah Izza agak menyamping cenderung kedalam dan memandang Rama (hanya lebih nampak hidung mancung dan pipi aja, wajah ga terlalu nampak). Difoto tersebut Rama pun menatapnya (mukanya lebih terlihat). Tangan kekar Rama memeluk pinggangnya Izza, tangannya Izza berada tepat didadanya Rama.
#Alhamdulillah... sold out... akhirnya diliris juga foto wanita spesial. Pernah ada yang tanya, Bro kok ga ada foto wanita spesial di sosmed? Dan sekarang jawabannya : buat apa majang fotonya di medsos karena aku hanya akan memajang fotonya dibuku nikah. Aku tak merencanakan untuk mencintaimu, tapi aku bahagia karena telah melakukannya#
Izza tampak serius baca komennya, lucu-lucu aja untuk dibaca. Dari situ paling ga Izza dapat gambaran seperti apa sosok suaminya dimata teman-temannya.
Teman-teman cowo banyak yang mendo'akan, tapi kalo yang cewe banyak yang kecewa walaupun pada akhirnya mendo'akan juga. Dunianya Rama sangat berbeda dengan dunia Izza yang ga terlalu luas. Terlihat dari bahasa dan namanya banyak yang berasal dari luar negeri. Lagi asyik-asyiknya baca, Izza sampe ga sadar kalo Rama sudah berdiri dibelakangnya, memperhatikan dia ketawa cekikikan menahan suara pake tangannya.
"Liat apaan sih sampe geli gitu?" tanya Rama penasaran.
Karena kaget, sampe HP Izza jatuh dipangkuannya. Kakinya Izza buru-buru turun dari sofa.
"Mentang-mentang saya kasih HP terbaru untuk seserahan, HP lama dibanting" ledek Rama yang kemudian ikut duduk di sofa.
"Liat postingan" jawab Izza spontan.
"Yang di medsos saya ya? kepo juga ternyata" ucap Rama sambil tersenyum.
"Ya ga sengaja kebuka aja" jawab Izza.
"Ada yang lucu dari captionnya? itu saya udah pikirin sampe dua hari loh" pamer Rama.
"Ga lucu captionnya, justru komennya yang lucu-lucu" jawab Izza jujur.