
Mang Ujang ngos-ngosan disamping mobil. Mencoba mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"Minum dulu Mang ... makanya rajin olahraga, baru lari segitu aja udah lepoy gini" ledek Rama.
"Lagian sih Mas Boss lari ga pake aba-aba, ya saya jadi kaget, ikut weh lari ga pake mikir. Untung sepatu Mamang dia lempar, kalo diambil dia gimana coba? bisa-bisa pake sepatu sebelah. Kaki sakit nih kena batu kerikil" ucap Mang Ujang.
"Ngeri Mang sama yang model kaya gitu, biar kata pake rok juga dasarnya cowo, pasti ada nekat-nekatnya" kata Rama.
"Lawan orang yang kemarin tinggi gede berani, masa sama yang kaya gitu ciut nyalinya" sahut Mang Ujang.
"Mending berantem deh sekalian, daripada ntar saya di ***** ***** sama dia... ihhh... ngeri" ujar Rama sambil bergidik.
Rombongan keluarga Pak Isam malah ketawa melihat Rama dan Mang Ujang lari tunggang langgang.
"Ayah sama Mang Ujang ada apa lari-lari?" tanya Sachi.
"Ada anjing galak" jawab Mang Ujang.
"Mana? Sachi ga liat ada anjing disini" kata Sachi sambil menengok kekanan dan kekiri.
"Udah kabur" sahut Mang Ujang.
"Jang ... kaki berdarah tuh" pekik Mas Haidar.
Mang Ujang melihat kearah kakinya, kemudian baru mengaduh kesakitan. Dia juga baru sadar kalo kakinya berdarah.
"Diobatin dulu Mang, bisa jalan ga?" tanya Alex.
"Bisa" jawab Mang Ujang.
"Cuci kakinya dulu, nanti diambilin kotak P3K" sahut Rama.
Alex membantu Mang Ujang menuju kamar mandi untuk mencuci kakinya, kemudian membantu mengobati kakinya Mang Ujang.
Karena kakinya Mang Ujang jalannya terpincang-pincang, akhirnya diganti yang lain untuk menyetir. Mang Ujang duduk dibangku belakang.
🌺
Hari pertama Izza mulai "kerja" mewakili Rama di Audah Hotel. Karena belum tau harus apa, dia merapihkan ruangan milik Rama. Memang masih rapih, tapi hanya tertumpuk biasa tanpa estetika. Rama juga menempatkan foto keluarga termasuk foto Sachi di meja kecil pojok ruangan.
Pintu ruangan diketuk. Izza membukakan pintu ruangan. Ada office boy yang membawa buket bunga.
"Permisi Bu Izza, ada kiriman buket bunga untuk Ibu, mau saya letakkan dimana?" tanya office boy.
"Di meja saja Mas.. makasih ya" jawab Izza.
Office boy meletakkan bunga di meja kemudian pamit keluar dari ruangan. Izza mengamati buket bunga tersebut.
Memberikan bunga kepada wanita merupakan salah satu cara yang dilakukan pria untuk melambangkan cintanya kepada sang wanita. Sebagian besar wanita sangat bahagia ketika diberi bunga oleh seseorang, terkesan romantis dan mengekspresikan ketertarikan. Tidak heran jika bunga seringkali disandingkan dengan kecantikan dan keanggunan seorang wanita.
Dilihat dari rangkaiannya, buket bunga ini tampak berkelas dengan harga mencapai jutaan walaupun tidak terlalu besar. Floristnya pun cukup terkenal dikalangan para sosialita yang akan memberikan rangkaian bunga.
Izza mengambil kartu ucapan yang tertempel disana.
#Bukalah mekarnya hatimu dan jadilah anugerah keindahan bagi duniaku 🖤#
Tidak ada nama pengirim tapi ada tanda hati berwarna hitam disana. Warnanya yang hitam pekat menandakan adanya ungkapan kasih sayang yang tak terhingga.
Pemilihan bunga yang tepat untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan oleh pengirim. Buket ini dominan dengan bunga anyelir atau nama lainnya bunga carnation, bunga ini termasuk bunga yang dapat bertahan lama dibanding bunga lainnya. Bunga anyelir dapat bertahan dan masih segar sampai tiga minggu setelah bunga dipetik. Pemberian bunga jenis ini bisa berarti sebagai kekaguman. Warna pink yang ada pada bunga menggambarkan kecantikan dari wanita yang menerimanya serta warna merah tua melambangkan rasa cinta dan kasih sayang.
Izza memotret buket bunga tersebut kemudian mengirimkan chat ke Rama, Izza menduga ini adalah salah satu surprise yang diberikan oleh Rama. Seperti yang sudah-sudah, Rama adalah sosok yang penuh dengan kejutan.
Tidak ada balasan apapun dari Rama.
"Mungkin dia masih sibuk meeting, tapi boleh juga seleranya. Kak Rama... gayanya sok galak, tapi romantis juga ternyata" kata Izza sambil tersenyum.
Pintu ruangan Izza kembali diketuk, ada Manager Operasional Audah Hotel memberikan setumpuk berkas.
"Bu .. Pak Rama minta ini diperiksa terlebih dahulu sama Ibu" kata Sang Manager.
"Baik, terima kasih Pak, nanti saya periksa dan pelajari kembali" jawab Izza.
💐
Rama baru selesai meeting, dia melihat HP nya dan berniat membalas pesan yang masuk. Salah satu pesan yang masuk, tertera nama Izza. Kemudian dia pencet untuk melihat pesan yang dikirimkan oleh Izza.
Ada foto buket bunga kemudian ditulis ucapan thank you Kakak.
"Maksudnya apa coba? mancing-mancing buat kasih bunga gitu? apa ini kode kalo hari ini ada perayaan khusus? kayanya bukan tanggal ulang tahunnya deh" tanya Rama.
Rama membuka dan membalas pesan lainnya. Dia tidak membalas apapun ke Izza.
Pintu ruangan Rama diketuk oleh Farida. Kemudian Rama mempersilahkan masuk.
"Pak .. ada laporan dari orang lapangan, ada dua proyek kita yang sedang berjalan disabotase" lapor Farida.
"Sabotase?" tanya Rama heran.
"Proyek pembuatan cluster perumahan baru yang berjumlah enam unit, listriknya diputus oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sedang dalam pelaporan ke PLN. Kemudian renovasi Hotel di Bogor, semua tukangnya tiba-tiba tidak ada yang datang tanpa kabar berita sudah dua hari ini" lanjut Farida.
"Makasih laporannya" jawab Rama mencoba untuk tidak terpancing emosi.
Farida pamit keluar ruangan. Rama membaca laporan kemudian menelpon Izza. Rasanya ingin sekali marah dan membanting sesuatu seperti biasanya. Tapi nalurinya berkata untuk menelpon Izza. Sejak kehadirannya ada dalam hidup Rama, sosok Izza seringkali membuatnya tenang dan bisa kembali berpikir jernih.
"Assalamualaikum... kirim foto buket bunga maksudnya apa ya?" tembak Rama langsung.
"Waalaikumsalam... ga usah pura-pura sok mau bikin surprise deh" jawab Izza dengan disertai ketawa kecil.
"Surprise? siapa yang mau bikin surprise?" tanya Rama heran.
"Buket ini bukan dari Kak Rama?" tanya Izza balik.
"Buat apa saya kasih kamu bunga? toh bunga kaya gitu akan layu dan berakhir di tong sampah, lebih baik saya kasih kamu barang atau uang saja yang lebih bermanfaat" papar Rama.
"Terus dari siapa dong kalo bukan dari Kakak?" tanya Izza malah jadi bingung.
"Salah kirim kali" ucap Rama.
"Disini jelas kok penerimanya Izza" kata Izza.
"Kok pengirimnya tau kamu lagi di Audah Hotel? harusnya kirim ke rumah kan?" ujar Rama mulai curiga.
"Iya juga sih ... berarti masih orang dekat nih yang kasih. Tapi mana ada orang yang kenal Izza selain keluarga Kakak dan orang panti. Kalo teman kuliah ga tau Izza sudah nikah dan ga tau juga tentang Audah Hotel ini. Kenapa ga mikir sampe situ ya dari tadi. Kakak emang cepat nih mikirnya" ungkap Izza.
"Bunga apa sih itu? tau artinya apa?" tanya Rama.
"Bunga anyelir Kak.. kalo yang Izza baca di internet artinya kasih sayang, kekaguman dan kecantikan wanita. Ya mungkin orang ini menggambarkan Izza seperti itu" jawab Izza.
"Ge er banget sih. Kamu punya pacar atau ada secret admire mungkin?" selidik Rama.
"Kalo pacar ya jelas ga punya, tapi kalo secret admire ya ga tau... namanya juga secret.. kan berarti orang itu diam-diam sukanya. Ga ada salahnya kan mengagumi orang" kata Izza.
"Mungkin kalo yang dikagumi wanita single ya ga masalah, tapi kamu kan istri orang, ga boleh lah. Sekarang gini aja, kamu buang bunga itu .. gampang kan?" pinta Rama.
"Sayang kalo dibuang.. biarin ajalah buat hiasan selagi belum layu. Lagipula ini buket bunga pertama yang diberikan seseorang. Ga mungkin kan orang ini ga kenal sama Izza, pasti dia kenal sama Izza" ujar Izza.
"Ya udah.. saya masih banyak kerjaan. Nanti saya pulang malam ya, janjian sama Mba Anin. Tapi pulang kerja saya mau liat Sachi dulu, pintu kamar jangan dikunci dulu ya.. Assalamualaikum" pinta Rama.
"Ya ...Waalaikumsalam" jawab Izza.
🌺
Izza sedang menuju kampus. Buket bunga akhirnya dia bawa pulang.
"Bunga dari Boss ya Mba? tumben amat dia romantis" tanya Alex sambil tersenyum.
"Entahlah.. Kak Rama ga mau ngaku, terus ga ada nama pengirimnya juga. Jadi ga tau dari siapa" jawab Izza.
"Setau saya memang Boss ga pernah beli bunga kecuali untuk ke makam. Mba Izza beneran ga tau ini dari siapa? ya mungkin mantan pacar atau siapa gitu yang suka sama Mba Izza" lanjut Alex.
"Ga kepikiran juga siapa pengirimnya. Kalo yang suka kayanya ga ada. Bang Alex kan tau saya gimana di kampus. Dandanan biasa aja, ga menarik" jawab Izza.
"Orang ketinggian gengsi kaya gitu mana mau tanya langsung" ucap Izza.
"Dari dulu emang gengsinya tinggi. Tapi ada satu yang berubah, sekarang jauh lebih sabar. Dulu tiap nelpon pasti isinya omelan. Sekarang paling jawab oke.. oh ya udah.. begitu aja datarnya" ungkap Alex.
"Kak Rama itu sebenarnya baik, tapi ya besar tanpa pendampingan orang tua jadi apa yang dilakukan dianggap benar. Buktinya nikah aja ga ada orang yang tau, semua direncanakan sendiri" kata Izza.
"Itu mah udah kadung cinta kali Mba.. ga mau keduluan orang lain.. hahaha" goda Alex.
Ada pesan masuk ke HP nya Izza. Buru-buru Izza buka, khawatir ada pesan penting.
#Suka sama bunganya?#.
Pesan masuk dari privat number. Izza terdiam.
Kemudian ada pesan masuk lagi.
#Keselamatan Gita ada ditangan kamu#.
"Siapa dia? apa Mba Gita ada ditangannya sekarang? Perlu ga ya kasih tau Kak Rama atau Bang Alex mengenai pesan ini" tanya Izza dalam hatinya.
#Jangan ada yang tau tentang pesan ini atau kamu akan melihat mayat Gita tergeletak didepan rumah#.
"Ya Allah ... siapa dia?" tanya Izza lagi dalam hatinya.
Rasa takut mulai menyeruak dalam dadanya. Terasa kepalanya mulai agak pusing memikirkan hal ini.
"Mba Izza sehat?" tanya Alex yang melihat Izza memegang kepalanya dari spion depan.
"Ya .. cuma lagi mikir tugas kuliah aja" jawab Izza berbohong.
💐
Rama sudah berada di sebuah restoran fine dining yang sudah direservasi oleh Mba Anindya.
Mba Anindya datang lima menit setelah Rama datang.
"Sorry telat, hujan begini jalan macet dimana-mana" kata Mba Anindya.
"Gapapa Mba.. saya juga baru sampe kok.. Sendirian atau ada Mas Ivan?" tanya Rama.
"Mas Ivan tadi siang berangkat ke Dubai, biasa urusan bisnis" jawab Mba Anindya.
"Boss makin sibuk aja nih.. ngejar setoran buat nikah kayanya" ledek Rama.
"Mau dikerjakan marathon semuanya. Karena setelah kami nikah ya akan honeymoon selama dua bulan full keliling Eropa. Pokoknya ga mau diganggu pekerjaan" ucap Mba Anindya.
"Woww.. rencana yang indah sekali .. tapi kalo jiwa businessman itu ga akan pernah bisa bohong Mba. Kaya saya aja kadang kalo libur malah bingung mau ngapain" kata Rama.
"Kita nikmati makan malam dulu aja ya, nanti baru kita ngomongin bisnis" ajak Mba Anindya.
"Udah pesan Mba?" tanya Rama.
"Udah.. sekitar lima menit lagi mulai disajikan" kata Mba Anindya.
Fine dining merupakan sebuah restoran yang memiliki konsep mewah dan berkelas yang mengutamakan pelayanan terhadap tamu yang datang. Koki restoran fine dining biasanya adalah koki profesional yang sangat berpengalaman dibidangnya. Pelayan di restoran fine dining menggunakan seragam yang rapi dan formal, ketentuan itu juga berlaku untuk para pengunjung restoran yang datang.
Dalam restoran fine dining, makanan yang disajikan secara sepaket yaitu dari makanan pembuka (appetizer), makanan utama (maincourse) dan makanan penutup (dessert). Menu yang disajikan di restoran dikenal dengan penyajian cantik dan dalam porsi yang sedikit. Memang jenis restoran seperti ini kita harus merogoh kocek lebih dalam. Restoran fine dining dikenal dengan sajian kelas tinggi yang dibandrol dengan harga yang cukup mahal, hal ini dikarenakan bahan makanan yang digunakan untuk membuatnya berasal dari bahan-bahan berkualitas tinggi.
Kali ini Mba Anindya sudah memilihkan makanan yang akan mereka nikmati. Sebagai pembukanya disediakan wrapping chicken, bamboo shoot, egg, ebi served with tradisional sauce (lumpia). Kemudian main course dipilihkan soup short rib, green tomato, chili, coriander, lemon grass served with vinegar sambal (Iga garang asam), dan grilled chicken with soya sauce (ayam bakar). Sebagai hidangan penutupnya ada braised cassava, sugar cabe, coconut milk (singkong Thailand).
.
"Mommy .. Ayah belum pulang? kita tidur berdua aja?" tanya Sachi ketika bangun begitu Izza bersiap untuk tidur.
"Iya ..Ayah masih ada kerjaan" jawab Izza.
"Mommy jangan kerja ya ... please. Sachi ga mau nanti Mommy pulang malam terus. Hari ini aja Mommy pulang malam" papar Sachi.
"Maaf ya.. Mommy ada kuliah malam, Sachi nunggu Mommy pulang ya?" ujar Izza.
"Iya .. tadi kata Mba Nur, Sachi tidur dulu, nanti Mommy dan Ayah pulang baru dibangunin" ucap Sachi.
"Besok Mommy jemput sekolah ya, terus kita ke Audah Hotel. Mommy kebetulan besok kuliahnya pagi pas Sachi sekolah juga" jelas Izza.
"Kenapa kita ke Audah Hotel?" tanya Sachi.
"Ayah minta tolong ke Mommy buat tungguin Audah Hotel, nanti Sachi bisa main di kamar" jawab Izza.
"Mommy kerja ya di Audah Hotel?" tanya Sachi.
"Ngga ... Mommy cuma bantuin sebentar aja. Kan Ayah lagi sibuk di kantor" Izza berusaha meyakinkan ke Sachi kalo dia sedang tidak bekerja agar Sachi ga kecewa.
"I love you Mommy .. sekarang teman-teman Sachi suka iri karena bekalnya Sachi. Katanya lucu-lucu dan enak" ucap Sachi tulus.
"I love you more Sachi ... " jawab Izza sambil memeluk Sachi.
"Mommy ... teman-teman Sachi katanya mau tukeran Mama. Mereka bilang Mommy pintar masak dan rajin menghias bekal. Mamanya mereka ga bisa kaya Mommy" puji Sachi dengan manisnya.
Izza tersenyum.
"Kan Sachi bawa makanan sama seperti mereka, mungkin karena Sachi dihias, jadi mereka iri dan ingin juga dihias. Sekarang tidur lagi ya, besok kan sekolah. Mau bawa apa buat bekal besok?" tanya Izza.
"Bawa burger, biskuit, susu sama melon" jawab Sachi.
"Oke... besok dibawakan. Mommy punya tempat makan lucu yang baru buat Sachi" kata Izza.
"Benar Mommy? hore Sachi punya tempat makan baru" jawab Sachi.
Izza meninabobokan Sachi. Mereka tidur di kamarnya Mba Mentari. Izza memang berpesan ke Mba Nur agar Sachi tidur disana aja.
"Tadi gurunya Sachi juga bilang kalo Sachi sekarang lebih banyak bicara dan berani untuk menjawab pertanyaan" lapor Mba Nur.
"Alhamdulillah kalo tingkat pedenya meningkat" jawab Izza.
"Pengasuhnya teman-teman Sachi juga tanya tentang bekal Sachi. Saya jawab itu Mommy nya yang menyiapkan. Anak-anak sudah protes ke orang tuanya, meminta untuk mereka yang menyiapkan bekal, bukan pengasuhnya" lanjut Mba Nur.
"Ya nih, hari ini kan resmi masuk ke grup chat orang tua. Kak Rama sudah minta untuk ganti ke nomer saya saja. Mama-mama besok pagi minta difotoin bekalnya Sachi. Tuh belanjaan dari onlineshop yang datang hari ini, mau saya bawa besok ke sekolah, siapa tau ada yang berminat" kata Izza.
"Pintar nih Mba Izza cari peluang bisnis" puji Mba Nur.
"Iya dong... selagi ada kesempatan kenapa ngga? yang penting halal" jawab Izza.
.
Izza tidak mengunci kamar Mba Mentari karena Rama bilang mau liat Sachi dulu pas pulang. Malam ini Rama sampai rumah jam dua belas malam. Suasana rumah sudah sunyi, tampaknya semua orang sudah tidur.
Dibukanya pintu kamar Mba Mentari, tampak Izza dan Sachi tidur berpelukan satu sama lainnya.
Rama masuk kedalam kamar. Memperhatikan kedua wajah wanita yang sekarang menjadi tanggung jawabnya.
Rama merapihkan selimut yang menutupi tubuh Sachi dan Izza. Izza masih memakai jilbabnya karena khawatir yang masuk ke kamar bukan Rama.
Rama mencium pipinya Sachi. Jarak wajah Rama dan Izza sangat dekat karena wajahnya Sachi menempel kepipinya Izza.
"Ya Allah... apa yang terjadi dalam hatiku.. tiap kali memandangnya membuatku timbul nafsu" ucap Rama dalam hatinya.
Izza kaget, merasakan ada orang didekatnya. Matanya beradu pandang dengan Rama.
"Makasih ya sudah jadi Mommynya Sachi" ucap Rama dengan lembut dan pelan.
Izza melepaskan tangannya dari kepala Sachi dan dia buru-buru duduk.
"Baru pulang Kak?" basa basi Izza untuk menghilangkan nervousnya.
"Ya .. maaf ganggu tidur kamu. Sekarang tidur lagi aja.. saya mau ke kamar atas. Jangan lupa dikunci pintunya" kata Rama.
Rama menuju pintu kamar dan keluar. Kemudian dia menuju kamarnya di lantai dua.