HELLO SUNSHINE

HELLO SUNSHINE
Hello 140, You complete me



Rombongan keluarga Pak Isam sudah sampai di Villa, karena sudah malam mereka langsung istirahat ke kamar masing-masing untuk meluruskan pinggang.


Rama masih ada di Pesantren Abah Ikin, melek-melek sama para kaum lelaki di Pesantren. Sekedar ngobrol sambil melihat semua persiapan untuk esok pagi.


Rama menelpon Izza, memberitahukan kalo dia ga pulang malam ini ke Villa, dia akan tidur di Pesantren.


"De.. liat akad nikah tadi pagi, rasanya jadi pengen lagi ngerasain vibe yang sama.. hehehe" kata Rama.


"Maksudnya pengen apa nih? Pengen ijab kabul lagi gitu?" tanya Izza mulai kepancing emosi sama ucapannya Rama.


"Emang boleh? hehehe" tanya Rama balik.


"Oh ... jadi bikin jas baru itu niatnya buat nikah lagi?" Izza makin keki.


"Buat jas ini emang sengaja De, karena jas yang Kakak punya sudah model lama semua. Bolehlah memanjakan diri, toh buat dipakai kerja juga bisa. Lama Kakak ga bikin jas baru" jelas Rama.


"Alasan kali.. bilang aja tuh perut makin maju, jadi jas ga bisa dikancing, makanya olahraga lagi Kak, biar badannya bagus lagi kaya dulu awal-awal kita kenal" ledek Izza.


"Beneran... masih muat kok jas lama, tapi kayanya udah sering dipakai meeting sama klien, ga enaklah ketemu klien yang sama terus jasnya sama pula. Penampilan Kakak kan representasi dari Perusahaan, jadi harus berkelas dong. Baru nikah hampir sebulan lumayan sih efeknya, naik dua kilo, entah nanti bisa naik berapa kilo lagi. Ini kan juga karena kamunya kalo diajak olahraga nolak terus" ujar Rama.


"Kapan ngajak olahraga coba?" tanya Izza.


"Olahraga malam .. di kasur... hehehe" canda Rama.


"Ngaco deh ngomongnya" jawab Izza.


"Lah ini kan akibat perbuatan kamu juga kalo Kakak naik berat badannya. Sekarang makan dari pagi, siang, malam ... udah ada yang urusin. Mau iseng cemilan pas begadangin kerjaan juga kamu bisa bikinin. Ditambah udah jarang begadang lagi, tidur lebih teratur, sudah kenal yang namanya hari libur ... ya gimana ga menggendut coba? nanti akan ada masanya Kakak akan balas ya" tambah Rama.


"Balas gimana maksudnya Kak?" tanya Izza lagi.


"Nanti akan Kakak buat perutmu membuncit pula.. alias tekdung tralala .. hehehe" jawab Rama santai.


"Hadeehhh bisa-bisanya ya didepan orang yang lagi nahan ga malam pertama, eh pasangan ini malah bahas buncit membuncit segala ngomong tekdung tralala... udah kaya burung kakaktua. Mending Mas Boss balik aja ke villa daripada ga tahan" saran Mang Ujang.


"De... udah dulu ya.. mau ngobrol sama yang lain. Lagian kasian sama Mang Ujang, dia jealous mendengar orang bermesraan" ledek Rama.


"Emang kenapa Kak?" tanya Izza.


"Ibaratnya nih... senjata udah disiapkan, strategi udah disusun, plus lawan juga udah didepan mata ...eh sayang disayang PBB ngibarin bendera putih biar ga saling serang. Ya gencatan senjatalah" papar Rama.


"Apaan sih Kak maksudnya.. segala jelasin perang" ucap Izza ga paham.


"Emang perang ... perang melawan hawa nafsu" kata Rama.


"Apaan sih... bisa to the point ga? ngomong kok muter-muter ga jelas" ujar Izza.


"Mang Ujang sama suaminya Lilis lagi ga boleh sekamar sama istrinya, soalnya khawatir mereka belah duren.. hehehe" jawab Rama.


"Kan mereka udah sah Kak... malah sah secara agama dan negara, masalahnya dimana?" tanya Izza.


"Masalahnya ada diaturan perias pengantinnya. Beliau berpesan ga boleh campur dulu biar besok pas resepsi dandanan manglingin" tukas Rama.


"Ada-ada aja aturannya, mungkin biar ga begadang dan cukup tidur kali Kak. Jadi kalo malam ini bisa rehat maksimal, wajah tampak segar, jadi lebih keliatan bagus saat dirias" papar Izza.


"Maybe... have a nice dream.. peluk cium buat Sachi" kata Rama.


"Ok..." jawab Izza datar.


"Yang ditelpon ini mau peluk cium juga ga?" goda Rama lagi.


"Terus Mas Boss.. terus aja.... mentang-mentang ya..." keluh Mang Ujang.


"Adanya Kakak bakalan langsung ke Villa kalo Izza minta hal itu" jawab Izza.


"Bener juga sih...Oke deh.. kasian sama Mang Ujang dengerin kita telponan" ujar Rama.


.


Alhamdulillah dari keluarga besar Abah Ikin dan anak-anaknya bisa menerima pendamping mereka kini. Semua tidak memandang pangkat, harta bahkan pengetahuan agama, bagi Abah Ikin yang utama masih mau berubah dan kembali belajar. Karena sejatinya hidup adalah sebuah proses belajar yang tidak akan pernah berhenti. Abah Ikin juga sudah mengenal siapa dan bagaimana Mang Ujang dan Ceu Lilis. Keduanya bukan orang yang parah banget, hanya memang jauh dari agama karena kurang bimbingan saja.


Makanya saat masa ta'aruf dulu, Ceu Lilis sering telpon ke Rama untuk diskusi tentang rencana pernikahan. Awalnya sangat sulit untuk meyakinkan Ceu Lilis kalo ini adalah pilihan yang paling baik buat Ceu Lilis. Apa yang menurut Rama baik, rupanya ada rasa ga baik untuk Ceu Lilis.


Ceu Lilis pun sempat ragu mengingat dia yang belum hijrah dan masih kurang banget ilmu agamanya, tetiba harus jadi mantunya Abah Ikin yang terkenal didaerah sini sebagai sosok dengan pengetahuan agama yang mumpuni. Anak-anaknya Abah Ikin juga lulusan Pesantren semua, jadi Ceu Lilis merasa tidak pantas bersanding dengan anaknya Abah Ikin.


Setelah seminggu lamanya memberi masukan ke Ceu Lilis, akhirnya Ceu Lilis setuju dinikahkan dengan anaknya Abah Ikin.


Begitu kata setuju terlontar, saat itu juga Rama ikut sibuk menyiapkan semuanya. Rama memang sengaja tidak melibatkan Izza dalam persiapan pernikahan Ceu Lilis karena hubungan Ceu Lilis dan Izza yang belum membaik, selain itu Izza masih disibukkan oleh jadwal kuliah dan mengurus Sachi.


Selain menuntaskan janjinya ke Mba Nay, Rama ingin merasakan sensasi menjadi seorang kakak yang mempersiapkan pernikahan adiknya. Karena memang dia tidak punya adik.


Rencana kedepannya, suami Ceu Lilis akan naik jabatan jadi penanggung jawab outlet buah dan sayuran organik milik Haidar se Jabodetabek, karena dia lebih tau ilmunya tentang penyimpanan dan target market sayuran organik. Mas Haidar sudah mau fokus ke pengadilan penetapan anak yang sedang berlangsung.


Rumah Mba Gita yang dulu, sudah dirapihkan oleh Rama dan Mas Haidar. Bisa dianggap sebagai rumah dinas selama suaminya Ceu Lilis bekerja dibawah naungan perusahaan Mas Haidar.


Izza juga sudah diberitahu oleh Rama tentang rumah tersebut. Sebagai gantinya, Rama baru saja membeli rumah yang letaknya tidak jauh dari Audah Hotel. Pak Isam belum setuju jika Rama pindah kesana, sepertinya jika surat menyurat sudah selesai, rumah tersebut akan dikontrakkan dulu.


Kalo Mang Ujang, perjodohannya sudah melibatkan orangtuanya Mang Ujang. Begitu datang untuk mengkhitbah pun Mang Ujang kaget melihat siapa calonnya. Siapa yang ga mau dengan anaknya Abah Ikin, makanya sempat ada keraguan juga. Rama yang membantu meyakinkan Mang Ujang untuk terus maju pantang mundur, pas acara pertemuan tersebut, Rama menelpon Mang Ujang karena mendengar laporan kalo Mang Ujang agak ciut melihat calonnya.


Mang Ujang juga rencananya akan naik jabatan, dia akan diberi kepercayaan baru menjadi koordinator driver di Audah Hotel. Jadi Mang Ujang nanti bertanggung jawab terhadap pembuatan jadwal shift driver yang standby dan membantu seluruh karyawan dan tamu Hotel dalam hal mobilitas.


Mang Ujang tetap menjadi driver pribadinya Rama, tapi begitu selesai antar Rama, dia harus segera ke Audah Hotel, kemudian nanti pulangnya menjemput Rama dulu.


💠💠💠 BREAKING NEWS 💠💠💠


Tolong bantu ya, tonton iklan di lapakHello Sunshine, terima kasih atas dukungan semua readers ... BundaDM.


Caranya dibawah ini :



klik bagian gift, kemudian akan terbuka seperti dibawah ini :



💠💠💠


Rombongan keluarga Pak Isam sudah ada diarea Pesantren sejak jam tujuh pagi, sesuai instruksi dari Rama.


Belum ramai disana karena memang acara baru akan dimulai pukul sepuluh pagi.


Anak perempuan tertuanya Abah Ikin menghampiri Izza dan meminta Izza untuk ikut karena akan dirias guna mendampingi Rama.


"Ya .. saya ke ruangan yang mana ya?" tanya Izza.


"Ikutin saya aja Teh" kata anak perempuannya Abah Ikin.


"Sachi sama Mba Nur dulu ya.. Mommy mau temanin Ayah dulu. Kan Mommy sudah bilang ada acara disini" pinta Izza.


"Iya Mommy... " jawab Sachi nurut.


Pak Isam dan Mas Haidar tengah berbincang dengan Abah Ikin. Rama belum keliatan batang hidungnya.


Panggung pelaminan sudah disiapkan dua set kursi pengantin. Orang tua berkumpul jadi satu disisi sebelah kanan.


Abah Ikin tampak sangat bahagia sekali karena punya menantu langsung dua orang, sebagian besar biaya pernikahan memang ditanggung oleh Rama dan keluarga Pak Isam.


Hal ini sebagai wujud terima kasih dari keluarga Pak Isam telah "sembuh jiwanya". Hal ini mungkin tidak bisa seperti sekarang tanpa bantuan Abah Ikin sekeluarga.


Bisa dikatakan ini adalah hajatan termewah di kampung, sedari kemarin, tetangga sekitar Pesantren yang sering mendapatkan bantuan moril dan materil dari keluarga Abah Ikin, turut andil mensukseskan acara.


Walaupun Rama menyewa jasa katering dari tempat kekasihnya Farida bekerja, tetap saja istri dari Abah Ikin juga mempersiapkan hidangan lainnya karena khawatir kurang untuk menjamu tamu serta para sukarelawan yang sibuk membantu di Pesantren.


Jam sembilan pagi, pasangan Mang Ujang dan Ceu Lilis memasuki tempat acara. Dibelakangnya ada Pak Isam, Rama dan Mas Haidar serta Sachi yang membawa buket bunga.


Lima menit kemudian, Izza memasuki tempat acara didampingi istrinya Abah Ikin dan anak perempuan tertua Abah Ikin.


Sempat kaget juga melihat rombongan kecil keluarga Pak Isam dari Surabaya ada di Tasikmalaya. Padahal semalam tidak ada, rupanya mereka menginap disalah satu Hotel di pusat kota.


Ceu Lilis dan Mang Ujang beserta pasangannya sudah berada di panggung pelaminan, banyak tamu yang masih belum paham akan ada acara apalagi karena panitia sibuk menyiapkan perlengkapan lagi. Bahkan ada fotografer profesional yang tengah mengeset akhir perlengkapannya sambil mencoba mengambil gambar.


.


Meja akad sudah disiapkan oleh panitia, persis didepan panggung pelaminan, Kepala KUA pun sudah tampak hadir.


Izza kini berdiri berhadapan dengan Rama dengan jarak sekitar dua meter.


Sachi berjalan kearah Izza membawa buket bunga. Kemudian diserahkan ke Izza, setelah itu Sachi kembali duduk didekat Alex dan Mba Nur sesuai instruksi dari Rama.


Baju yang dikenakan Sachi modelnya mirip sama yang dipakai Izza. Rupanya saat Izza dirias, Sachi berganti baju.


Izza berjalan lebih dulu ke kursi yang sudah disiapkan. Rama dan rombongan ikut dibelakangnya.


Izza duduk tepat dibelakang kursinya Rama, dia ditemani oleh Pak Isam, tampak Pak Isam menggenggam erat telapak tangannya Izza.


Rama berdiri dihadapan Izza sebelum menuju meja akad nikah.


"De.. sebulan yang lalu, Kakak sudah mengucapkan ijab kabul terhadap dirimu, sekarang kutunaikan janjiku untuk meresmikan secara negara. Setelah berkonsultasi dengan Abah Ikin dan Kepala KUA, akhirnya akan diadakan ijab kabul ulang pada hari ini. De ... ketika malam telah larut, saat kedua bola matamu yang indah telah menutup, tak pernah kuberhenti menatapmu, disana kutemukan sebuah kesempurnaan seorang wanita yang tak akan disesali oleh laki-laki manapun karena berhasil mendapatkannya. De... walaupun kamu telah menjadi wanita halal untukku, tapi kamu pun butuh status yang jelas, sekaranglah saatnya keinginanmu terwujud. Menikah secara layak di khalayak ramai, disaksikan dan dikelilingi orang-orang yang menyayangi kita serta di tempat yang baik pula. Inilah wujud keseriusan Kakak untukmu De. Dan hari ini, Kakak telah memilih dan memutuskan bahwa akan hidup bersama kamu, bukan sekedar saling menerima tapi juga saling memahami. You complete me De" ucap Rama.


Tangis Izza tak terbendung, hingga Pak Isam terus menguatkan dengan memeluknya. Perias pengantin pun kembali merapihkan tatanan wajahnya Izza.


"Bersediakah kamu menikah dengan Kakak?" tanya Rama lagi.


Izza ga bisa berkata-kata, terlalu mengagetkan surprise yang diberikan oleh Rama. Pak Isam dan Mas Haidar memang sudah tau, jadi keduanya kini sibuk menguatkan Izza.


Izza tampak hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.


Dipilihnya hari ini karena tepat di tanggal dan bulan inilah keduanya pertama kali bertemu di Abrisam Group setahun yang lalu. Lagipula sekalian juga hajatan hemat ala Rama.


Rama sudah meminta ijin ke keluarga Izza di Kudus bahkan mengundang semua, tapi tetap tidak bersedia untuk hadir. Rama berkonsultasi dengan keluarganya dan Abah Ikin, akhirnya dipilihlah Pesantren ini untuk kenyamanan Izza.


Orang-orang disini tidaklah kenal sosok Izza, sehingga tidak akan ada omongan tentang siapa Izza. Selain itu demi keamanan pula. Rama sudah menginstruksikan ke Alex untuk mengecoh anak buahnya Big Boss agar tidak mengikuti Izza sampai di Tasikmalaya. Kemarin saat berangkat, ada salah satu anak buah Alex yang berdandan seperti Izza dan berjalan kearah Kampus, jadi saat rombongan berangkat ke Tasikmalaya, mata-mata Big Boss tidak ada didepan rumah Pak Isam.


.


Izza, sang pengantin perempuan, di hari pernikahan mampu menjadi pusat perhatian, walaupun ada dua wanita lain yang juga dirias sebagai pengantin.


Mulai dari makeup flawless, perhiasan berlian yang sudah Rama bawakan, busana hingga detail hijabnya, terlihat amat sangat disiapkan dengan baik guna menunjang penampilan Izza agar terlihat cantik paripurna.


Rama beserta pembuat bajunya Izza, memilih potongan gaun yang sederhana namun tetap sesuai syari'at agama. Gaun loose dengan train A line menjulur panjang hingga ke lantai.


Dibagian tangannya tampak sentuhan brokat berwarna putih yang mempermanis gaun ini. Pada bagian pundak, cape berbahan tile putih tersemat yang memberi ilusi sayap yang membuat anggun penampilan sang ratunya Rama. Hijab pashmina berbahan lembut dan ringan dililitkan menutupi dada. Mahkota putih kecil juga menghiasi kepalanya Izza.


Ijab kabul diucapkan oleh Rama dalam satu hembusan nafas dan suara yang lantang. Setelah dinyatakan sah oleh para saksi, semua bersama-sama mengucap Hamdallah.


Rama kembali memberikan mahar set perhiasan baru dan cincin nikah yang baru. Lebih mewah dibanding yang kemarin.


Hanya Izza yang memakai cincin karena Rama tidak suka memakai cincin di jari jemarinya.


Pasangan pengantin Mang Ujang dan Ceu Lilis menyingkir sebentar dari panggung pelaminan karena keluarga akan berfoto dengan pasangan Rama dan Izza.


.


Resepsi dilanjutkan untuk Mang Ujang dan Ceu Lilis. Rombongan Pak Isam balik ke Villa, ada juga asisten rumah tangga yang masih stay di tempat acara untuk berfoto dengan Mang Ujang. Sachi pun belum mau diajak pulang sama Rama dan Izza, masih betah di Pesantren. Melihat banyak tukang dagang didekat lokasi acara (diluar pagar Pesantren), bahkan ada yang membuka stand istana balon, jelas aja Sachi sangat tertarik untuk mencoba mainan tersebut.


Alex dan Mba Nur yang paling sibuk menjaga Sachi yang berlari kesana kemari. Itu aja sudah ganti baju dua kali karena basah. Bahkan Sachi sampe ikut nyemplung ke kolam ikan milik Abah Ikin karena melihat banyak anak-anak turun kesana.


.


Rombongan keluarga Pak Isam akan balik sore ini menuju Jakarta dan Surabaya.


"Akhirnya Rama... kami turut berbahagia, kapan main ke Surabaya?" kata Omnya Rama.


"Insyaa Allah segera, kami mau honeymoon dulu" jawab Rama.


"Langsung gas nih?" ledek Tantenya Rama.


"Dia mah udah gas dari kapan tau, tinggal tunggu kabar kapan adiknya Sachi launching" sahut Mas Haidar.


Semua tertawa.


"Za.. ayo kapan nih? ga usah KB lah, sudah hampir selesai kan kuliahnya. Lama di keluarga besar kita ga ada anak kecil, paling kecil ya Sachi" papar Tantenya Rama.


"Dido'akan aja Tante.. " jawab Izza.


"Kami mendo'akan.. tapi kalian yang mengusahakan. Papi senang akhirnya Rama mau memutuskan cuti selama seminggu full untuk berdua saja sama Izza. Have fun ya, ada sedikit uang saku sudah Papi masukkan ke rekening Rama" kata Pak Isam.


Adik-adiknya Pak Isam juga memberikan bukti transfer ke Rama karena memang sangat mendadak sekali undangannya.


"Makasih semua ya... semoga berkah ... nanti hadiahnya saya kirim ke rekening istri, biar dia yang atur penggunaannya" ucap Rama.


"Witing tresno jalaran soko kulino. Witing mulyo jalaran wani rekoso (Bahwa cinta itu tumbuh lantaran ada kebiasaan, kemakmuran itu timbul karena berani bersusah dahulu). Walaupun Rama sudah mapan, sebagai istri harus tau mana yang penting dan tidak, jadi bisa bijak mengatur keuangan keluarga ya Za" tambah Omnya Rama.