
Malam ini ada jadwal nonton layar tancep gratis, fasilitas dari Jaya Resort setiap Jum'at Sabtu malam, tapi Izza memilih istirahat didalam kamar karena udaranya terlalu dingin malam ini, khawatir alerginya kambuh, jadinya dia memutuskan untuk santai aja di kamar.
Pasangan lainnya sudah antusias untuk menonton, sampai pakai jaket tebal untuk mengusir rasa dingin.
Rama sudah ijin ke Izza untuk keluar melihat suasana dan jika bisa bertemu sama Candra, mau ngobrol santai sekedar mengenal satu sama lainnya.
Rama keluar kamar pakai kaos lengan panjang dan celana sedengkul dilengkapi dengan sendal jepit yang dibelinya saat mau sholat Jum'at.
.
"Mas Rama sendirian aja nih, istrinya mana?" tanya Candra dari arah belakang Rama.
Rama membalikkan tubuhnya.
"Panggil Rama saja Mas .. sepertinya saya masih sepantaran sama istrinya Mas Candra. Istri saya rehat di kamar" jawab Rama.
"Ohh.. udah ambil makan minum Ram?" tanya Candra.
"Sudah Mas.. konsepnya unik banget ya Resort ini, harus banyak belajar nih saya" puji Rama.
"Kakak saya yang punya ide seperti ini, dulu sejarahnya saat mau melamar, pakai layar tancep terus malah dijadikan agenda rutin agar punya ciri khas" jelas Candra.
"Persaingan makin ketat didunia bisnis penginapan dan hiburan .. sekilas saya lihat juga sudah ada beberapa Resort disini, ya kalo fasilitas alam sudah pasti sama, jadi harus ada poin plus yang menjadi daya tarik. Layar tancep udah jarang banget kita temui, jadi ketika ada pasti menjadi hal yang menarik. Saya aja penasaran, ini kali pertama nonton layar tancep" timpal Rama.
"Ya.. untuk strategi marketing memang Kakak ipar saya itu lumayan jago, kalo saya lebih ke teknik aja karena saya kan anak teknik sipil, jadinya kurang paham ilmu ekonomi" kata Candra.
"Jadi masuk bisnis diceburin langsung sama mertua dong ya?" canda Rama.
"Betul banget.. lebih tepatnya ga ada pilihan lain sih. Jadi mertua punya tiga anak perempuan, semuanya ga ada yang mau handle perusahaan Ayahnya. Yang pertama sudah enjoy dengan Resort ini, bahkan ga mau balik tinggal didaratan Jakarta, yang kedua dapat suami dokter anak yang terkenal di Jakarta, jadi waktunya banyak tersita untuk urus anak karena suaminya sering keluar kota menjadi pembicara bahkan punya jadwal praktek yang sangat padat, jangankan kita nih adiknya, wong sama istrinya aja ketemu malam doang. Nah yang bungsu ya istri saya, lebih nyaman jadi ibu rumah tangga, sesekali mengecek bisnisnya dibeberapa tempat, punya usaha rental dan service komputer ditiga kampus" papar Candra.
"Kecebur yang menyenangkan tuh Mas. Kalo saya mau ga mau ya.. ga ada pilihan. Mungkin sudah takdirnya generasi kedua seperti saya ini melanjutkan perjuangan dari Papi. Bisa dibilang kita hampir mirip, saya dipaksa sama Papi buat meneruskan bendera Abrisam Group sedangkan Mas Candra diceburin sama mertua. Kakak pertama saya sudah tiada, yang kedua juga asyik dengan bisnisnya sendiri. Lagipula Kakak saya pernah mengalami kecelakaan hebat, jadi memang tidak bisa terlalu di push untuk memegang Abrisam Group yang membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra" ucap Rama.
"Beda kan anak yang pegang perusahaan orang tua dengan menantu seperti saya. Meskipun Ayah mertua tidak membedakan antara anak dan menantu, tetap beda aja pastinya" kata Candra.
"Ya tergantung juga ya Mas.. malah lebih enak sebenarnya menantu, jadi lebih profesional. Kalo antara anak dengan Bapak, meskipun mencoba profesional tetap ada irisan perasaan yang ga bisa kita tepikan. Terkadang sulit melepaskan embel-embel anaknya siapa dalam setiap gerak langkah kita juga" jawab Rama.
"Setuju.. semoga kelak anak saya bisa punya pilihan lain selain menjadi pengusaha seperti turun temurun keluarga besarnya" harap Candra.
"Sulit Mas.. saya udah ngalamin dari mulai Kakek terus Papi dan sekarang saya" ujar Rama.
"Keliatannya masih muda kamu ya Ram.. masih dua puluh limaan kali ya?" tanya Candra.
"Ya Mas... keliatan banget ya mudanya?" kata Rama.
"Saat nikah belum dua puluh lima tahun dong ya?" lanjut Candra.
"Ya Mas.. lulus kuliah terus balik kesini, setelah setahun kerja lanjut nikah. Baru delapan bulan yang lalu nikahnya. Kalo Izza baru lulus setelah nikah, ambil D3, saya minta lanjutin aja kuliahnya tapi masih nolak. Mau fokus dulu ngurus saya sama program kehamilan katanya" cerita Rama.
"Maaf ya.. bukan kepo nih, biasanya konglomerat seperti keluarga kamu biasanya menikahnya justru telat, ini malah lebih awal. Udah ga tahan ya?" ledek Candra.
Entah kenapa, berbincang dengan Rama, Candra merasa langsung dekat seperti kawan lama.
"Semua diluar rencana Mas.. kondisi yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk menikah. Bukan terpaksa, tapi hati rasanya sudah sreg buat memilih dia. Ga ada salahnya mengenal pasangan setelah nikah, tapi memang ga asal nekat ya, sedikit paham ilmunya" jawab Rama.
"Saya juga terhitung muda nikahnya, kerja belum ada dua tahun terus nikah. Jujur aja kalo saya emang udah mentok banget ke istri. Sudah ga bisa jauh-jauh. Daripada disamber lelaki lain ya mending saya sikat duluan.. hahaha" ujar Candra.
"Pacarannya sebentar dong ya" kata Rama.
"Official pacarannya sebentar, tapi modusnya lumayan lama .. hehehe" kata Rama.
"Sekelas Rama harus modus dulu? i can't believe it" ucap Candra.
"Saya agak susah klik sama perempuan, jadinya pas ada yang klik ya harus dimodusin dulu" jawab Rama santai.
"Ya.. ya... ya...." sahut Candra.
Lexa ikut bergabung, Boy nonton layar tancep ditemani oleh pengasuhnya. Boy paling senang nonton seperti ini karena bisa sambil berlarian dan makan hidangan yang ga biasa ada. Kali ini hidangannya kue putu yang cara dimasaknya unik, ditambah ada suara yang belum pernah didengar oleh Boy. Sedari tadi dia berdiri didekat gerobak kue putu karena sangat senang mendengar bunyi dan ada asap, seperti kereta api jaman dulu.
Lexa membawakan sepiring kue putu dan beberapa piring kertas dan sendok. Kemudian diletakkan diatas meja.
Lexa duduk di sofa sebelah Candra. berhadap-hadapan sama Rama.
"Udah bulannya ya Mba?" tanya Rama.
"Belum.. baru tujuh bulan" jawab Lexa.
"Cape banget kali ya Mba jadi Ibu hamil, bawa perut kemana-mana, aktivitas jadi terbatas.. perjuangan banget. Saya aja liatnya cape, apalagi yang ngalamin ya" papar Rama.
"Dengerin Ram.. hasil cinta suami istri .. asyik ga tuh dengernya" sahut Candra.
"Kalian pasangan yang lebih muda.. pasti punya letupan cinta yang berbeda dengan kami. Saya liat Mas Rama ini tipenya pakai action langsung, beda sama suami saya yang penuh gombalan. Tapi mana berani cium istrinya ditengah laut kaya tadi Mas Rama lakukan ke Izza" sindir Lexa.
"Hahaha.. nyindir nih ceritanya.. ojo dibanding-bandingke" sahut Candra.
"Saya ga ikutan ya Mas.. emang saya suka aja memperlihatkan rasa cinta ke istri, spontan tanpa direncanakan, mungkin karena saya ga pinter merangkai kata pujian jadi langsung sosor aja... hahaha" kata Rama merendah.
"Ga masalah Ram.. yang penting sebagai suami kan tanggung jawabnya terhadap keluarga" lanjut Candra.
"Disini saya juga liat banyak pasangan muda mudi yang dimabuk asmara juga. Entah ya mereka pasangan sah atau tidak" kata Rama.
"Disini memang sepertinya ga tabu untuk bermesraan dimuka umum, tapi kita menjamin yang menginap disini adalah pasangan sah, waktu booking ditanya kan? atau kemarin pas Rama nyusul kesini, pasti Izza dikonfirmasi" papar Candra.
"Iya Mas" jawab Rama.
"Coba Mas Rama, boleh ga denger pendapatnya tentang pernikahan usia muda, sekarang kan lagi marak tuh. Cukup ga modal cinta untuk memutuskan menjalani hidup bersama selamanya" tanya Lexa.
"Cinta itu ga gampang diraih secara sembarangan, ini menurut pengalaman pribadi saya ya. Yang sembarangan itu tiba-tiba menyebut bahwa alasan menikah adalah untuk mengindari zina, sekarang kan alasannya banyak seperti itu. Artinya, sejak awal sudah nawaitu untuk meledakkan gejolak hasrat yang dimiliki ketika sudah ijab kabul. Ga bisa kita tutup mata kalo pada kenyataannya yang dilihat para pria awalnya itu wajah cantik nan menawan, bodi aduhai dan kepribadian yang lumayan. Akan menjadi nilai plus jika memiliki status sosial yang baik" jelas Rama.
"Lantas bagaimana dengan tujuan pernikahan untuk meraih ketenangan lahir batin, cinta, dan kasih sayang? Apakah pasangan muda sudah cukup matang dan siap untuk itu semua?" lanjut Lexa.
"Cukup atau tidaknya relatif sih Mba, yang usianya matang juga belum tentu siap kok. Makanya saya sering kasih nasehat ke para perempuan, jangan galau dan dimabuk kepayang jika mendapat gombalan dahsyat dari para lelaki yang belum merasakan pahit manisnya kehidupan. Karena biasanya para lelaki itu sebenarnya ga paham atas apa yang diucapkannya, gemar terburu-buru dan bersikap agak ceroboh. Kalau sudah keliru, mereka akan bilang .. maklum gejolak anak muda. Jaman sekarang umumnya yang ditonjolkan lebih merupakan dorongan nafsu, emosi dan ego diri yang keras. Idealnya setiap pasangan harus mempersiapkan kematangan diri dan kemampuan untuk bersikap bijaksana. Toh di agama kita disarankan untuk menempa diri dan berlatih sungguh-sungguh, hingga pada saatnya nanti kita benar-benar siap dan mampu. Rasulullah sendiri sebenarnya menikah di usianya yang cukup matang. Beliau, pada pernikahannya yang pertama, dengan Sayyidah Khadijah justru terbimbing. Ketika itu, usia Rasulullah lebih muda ketimbang usia istrinya yang jauh lebih matang. Artinya, keduanya sebagai suami dan istri, saling mengisi satu sama lain, sehingga kehidupannya menjadi lebih sempurna. Dalam konteks ini, pernikahan dianggap sebagai separuh agama atau penyempurna agama. Titik tekan dari sejarah kehidupan Nabi dan nasehat beliau mengenai perkawinan adalah kematangan psikis, mentalitas positif yang kuat dan kepribadian yang unggul. Ketiganya adalah modal untuk memupuk kebijaksanaan. Dan kebijaksanaan, adalah jalan menuju saling pengertian, komunikasi terbaik dari hati ke hati dan pada akhirnya, menjadikan hidup lebih seimbang, tenang dan damai. Beda banget kan sama anak-anak muda jaman now" lanjut Rama.
"Pengetahuannya oke juga nih" ujar Lexa.
Candra menyenggol lengannya Lexa. Lexa cuma tersenyum kearah Candra yang tampak agak sedikit cemburu.
"Berarti alasan menikah daripada zina, kamu ga setuju gitu?" tanya Lexa.
"Disini bukan masalah setuju atau tidak ya Mba, sebenarnya zina tidak mengenal status apakah seseorang telah menikah atau belum. Zina memungkinkan terjadi pada mereka yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Zina dalam hal ini, lebih berkaitan dengan masalah keteguhan menahan diri bagaimana seseorang untuk menghentikan segala dorongan syahwat. Bagi kawula muda yang merasa memiliki kesiapan, sebaiknya mematangkan terlebih dahulu persiapan yang dimiliki. Hal ini akan menciptakan kondisi yang lebih baik. Tidak perlu ngotot menyatakan bahwa pernikahan yang terburu-buru lebih baik daripada zina. Atau menyebut bahwa nikah muda adalah perisai zina. Ketika pada pernikahan yang berikutnya, Rasullullah memiliki kesiapan yang lebih matang. Beliau memiliki kebijaksanaan yang lebih tinggi karena usianya sudah tidak lagi muda, tetapi pas. Karena itu, Rasulullah bukan sekadar berperan sebagai suami bagi Aisyah, namun juga pembimbing yang bijaksana. Persiapan yang lebih konkrit yang harus dimiliki oleh para pemuda adalah memiliki kematangan jiwa, kebijaksanaan, memiliki pekerjaan yang mengamankan keperluan finansial dan akan menjadi nilai tambah jika memiliki tempat bernaung (rumah). Syukur alhamdulillah jika memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, sehingga wawasannya luas dan mendalam. Dengan begitu, akan membantu dalam menjalin komunikasi rumah tangga. Saya yakin, para calon mertua lebih memilih para pemuda atau pemudi yang matang, mapan dan memiliki kesiapan merajut rumah tangga. Intinya kalo belum mampu lebih baik berpuasa" jelas Rama.
"Mas Rama ini cocok kalo jadi mentor dikalangan anak muda nih, paparannya simpel tapi pas" puji Lexa.
"Belum sampai begitu juga Mba.. pengalaman hidup saya yang bervariasi, berteman dengan berbagai lapisan sosial dan usia, jadinya sedikit tau bagaimana pola pikir orang-orang diluar sana. Mas Candra ini justru yang terlihat lebih cocok sebagai mentor anak muda, skill komunikasinya santai, kalo saya masih kaku" kata Rama.
"Sebagai pucuk pimpinan tertinggi harus bisa agak lemes dikit Ram.. jangan terlalu kaku, ga asyik nanti suasana kerjanya. Yang penting tegas dan menghargai pekerjaan orang lain" saran Candra.
"Angkat saya jadi muridnya Pa guru .. Bu guru.." canda Rama.
"Bisa aja nih merendahnya.." kata Lexa.
"Merendah untuk melesat lebih tinggi Mba.. hahaha.." ucap Rama.
"Siapa sangka ya Cik.. anak semuda Rama ini lebih dewasa dari kita" puji Candra.
"Kedewasaan kan ga dinilai dari umur Lung.. selagi apa yang keluar dari dirinya itu kebaikan ya kita hargai" ujar Lexa.
"Kedengarannya ada panggilan sayang ya.. Lung.. Cik.. lucu dengernya. Selama ini kan yang saya dengar tuh sayang, love, cinta, honey.. ya gitu deh" kata Rama.
"Panggilan sayang itu perlu loh Ram.. sebagai identitas pembeda, malah jadi tambah mesra. Kaya kita nih .. saya dipanggil Alung.. singkatan dari kakak sulung, padahal bukan sulung.. tapi saat itu pola pikir saya ketuaan kaya kakak sulung. Kalo Acik itu anak kicik.. maklum dia dulu manja banget, namanya juga bungsu" jelas Candra.
"Unik.. kalo saya apa ya kira-kira? ga pernah kepikiran begitu. Sedari awal istri panggil saya Kakak.. sampai sekarang sama. Akhirnya setelah nikah ya saya panggil dia Ade.. standar banget ya?" adu Rama.
"Senyamannya aja sih Ram.. ga usah harus unik. Kalo Kakak Ade aja udah mesra kenapa harus mencari sebuah panggilan baru lagi" pendapat Candra.
"Berarti sesama pasangan kaku ya, Izza keliatannya juga lempeng aja" kata Lexa.
"Pengalaman hidupnya yang membuat dia ga bisa bermanja, jadi keliatannya agak kaku. Tapi kalo sudah nyaman, bisa kok bikin melting. Apa setiap wanita seperti itu ya Mba? harus kita pancing dulu.. hehehe" ucap Rama.
"Gimana Lung?" tanya Lexa.
"Lah kok malah nanya .. ini kan konteksnya membicarakan wanita, nanti kalo Alung jawab dari sudut pandang lelaki malah beda persepsi" jawab Candra.
"Intinya mah wanita itu sangat perlu diperhatikan, dimanja dan diberikan kepercayaan. Percaya deh.. kalo para pria udah memberikan itu semua.. pasti bakalan auto klepek-klepek deh" papar Lexa.
"Ohhh... jadi cukup diperhatikan, dimanja dan kepercayaan... oke noted. Jadi Mas Candra.. tabungan kita aman, gaji juga bisa utuh plus tunjangan bisa buat having fun sendiri.. secara wanita ga butuh itu... hahaha" canda Rama.
"Akurr Broooo" sahut Candra sambil toss tangan sama Rama.
Lexa bengong karena salah memberikan jawaban kepada dua orang lelaki yang IQ nya diatas rata-rata.