
Grand opening akan diadakan hari Jum'at malam. Bertepatan dengan acara seserahan Mba Anindya dan calon suaminya. Kali ini hanya sedikit rekan kerja, karyawan dan keluarga yang diundang. Ceu Lilis kembali dipanggil oleh Rama untuk mengisi acara di Audah Hotel. Seperti biasa, penampilan Ceu Lilis untuk acara penutup guna meramaikan suasana dan menghibur orang-orang yang masih harus merapihkan venue acara.
Mang Ujang yang menjemput Ceu Lilis, Mang Ujang ditemani oleh salah satu supir Hotel. Kali ini Ceu Lilis tidak didampingi oleh Izza sebagai pendamping karena Izza sudah mulai kuliah dan bekerja. Dia pindah ikut kelas malam karena mengambil kerja full dari pagi hingga sore di butik milik Mba Anindya.
Awalnya Izza ga tau kalo pemiliknya adalah Mba Anindya karena saat interview bilangnya ketemu sama owner, ternyata orang tersebut adalah asistennya Mba Anindya. Pas mulai masuk kerja baru tau kalo pemiliknya Mba Anindya.
Dulu memang sempat ia ditawari yang di PGC untuk pusat grosiran, tapi ternyata Mba Anindya melihat potensi Izza untuk ditempatkan disalah satu Mall ternama, menangani butik kelas premium. Kebanyakan para customernya adalah artis, Ibu-ibu pejabat atau sosialita.
.
Acara lamaran dan seserahan Mba Anin dan calon suaminya berlangsung dengan sangat mewah. Keluarga Anindya terlihat bahagia karena putri semata wayangnya akan kembali menapaki hidup yang baru lagi setelah gagal dipernikahan pertamanya.
Haidar kembali ga hadir dalam acara tersebut, walaupun sudah diundang sama Anindya, seperti biasa alasannya ga mau merusak suasana yang ada. Biar bagaimanapun mereka punya kisah dimasa lalu, bersama Anindya pernah merasakan indahnya biduk rumah tangga walaupun tidak berakhir dengan baik. Tapi Pak Isam dan Sachi hadir diacara tersebut bersama Rama.
"Ayah ... Ayah ... Aunty Anin cantik ya pakai baju princess" puji Sachi yang melihat Anindya diatas panggung.
"Iya... kamu juga ga kalah cantik kok" balas Rama.
"Ini baju princess yang dibeliin sama Papa Haidar, kalo bandonya dikasih sama Aunty Anin, sepatunya yang Ayah kasih dulu .. sekarang sudah muat" beber Sachi sambil memperlihatkan penampilannya.
"Oh Aunty Anin yang kasih bando. Kapan ketemu Aunty Anin?" tanya Rama.
"Seminggu yang lalu Anin datang ke rumah, mengundang kita semua hadir diacara ini" jelas Pak Isam.
"Ayah ... nanti Sachi juga mau kaya Aunty Anin di panggung terus ada bunga-bunga" ujar Sachi lagi.
"Iya ... nanti kalo Sachi udah dewasa ya" jawab Rama.
Dalam acara ramah tamah, Anindya dan calon suaminya yang mendatangi para tamu untuk bertegur sapa. Rama banyak dikenalkan sama teman-temannya Mba Anindya. Karena selain keluarga, Mba Anindya juga mengundang para bestienya.
"Oh ini yang sempat bikin geger dunia media sosial Jakarta, membangun Hotel dengan konsep kekinian ditengah kota dan namanya pun cukup nyeleneh" kata temannya Mba Anindya sambil berjabat tangan dengan Rama.
"Inilah dalangnya .. hehehe" jawab Anindya.
"Pak Rama ternyata masih muda ya .. saya kira tadinya sudah diatas usia empat puluhan" ujar temannya Anindya.
"Dia ini masih muda loh, jangan dipanggil Bapak, semua manggil dia Mas .. belum dua puluh empat tahun dan statusnya jomblo pula" promosi Anindya.
"Wah sepantaran adik saya nih, bolehlah nanti kenal-kenal sama adik saya" sahut temannya Anindya.
"Bisa diatur .. hehehe" jawab Rama.
.
"Mas Boss... Mas Boss ..." panggil Mang Ujang setengah berbisik.
"Kenapa Mang?" tanya Rama sambil menghampiri Mang Ujang.
"Di kamar Lilis ada Izza.." bisik Mang Ujang.
"Mau apa dia kesini?" tanya Rama.
Mereka menepi ke tempat yang ga rame lalu lalang orang.
"Tadi kan saya mau ke kamar, terus liat ada cewe lari di koridor lantai empat, pas saya perhatiin ga taunya Izza" ujar Mang Ujang.
"Ya terus kenapa? mungkin dia lagi ada perlu disini" sahut Rama.
"Dia kaya abis dianiaya, liat bajunya awut-awutan dan panik, saya ajak aja ke kamar Lilis. Tuh lagi ditenangin sama Lilis" lanjut Mang Ujang.
"Terus katanya kenapa Mang?" tanya Rama penasaran.
"Mau diperkosa" bisik Mang Ujang sangat pelan.
"HAAAHHHH .. jangan becanda Mang" kata Rama kaget.
"Beneran Mas Boss... masa kaya gini becanda" jawab Mang Ujang.
Rama langsung menuju ke kamar Ceu Lilis. Setelah mengetuk pintu, dia dan Mang Ujang dipersilahkan masuk kedalam kamar.
Terlihat Izza sedang diselimuti sama Ceu Lilis, ditangannya ada secangkir teh hangat.
"Za ... are you okay?" tanya Rama sambil mendekati Izza yang masih tertunduk.
Izza berusaha menghapus air matanya. Tapi seakan sulit reda, kini tangannya bergetar.
"Za ... " panggil Rama lembut sambil mengambil kursi dan duduk dihadapan Izza.
Ceu Lilis memberikan tissue untuk Izza sambil mengusap punggungnya Izza.
"Saya antar pulang ya" ajak Rama.
Rama menelpon Pak Isam dan Anindya untuk ijin meninggalkan acara lebih cepat. Ternyata Pak Isam dan Sachi malah ikut sama Rama buat mengantarkan Izza pulang ke rumah.
.
Izza duduk di kursi belakang sama Sachi. Kini dia memakai jas nya Rama untuk menghangatkan tubuhnya yang terasa dingin.
"Aunty kenapa nangis?" tanya Sachi yang belum paham dengan situasi yang ada.
"Kelilipan" jawab Izza berbohong.
"Kalo Sachi kelilipan, pasti sama Mba Nur ditiup matanya, sini Sachi tiupin matanya Aunty Izza" tawar Sachi.
"Ga usah .. udah ngga lagi kok" ujar Izza.
Sachi mengambilkan tissue untuk Izza.
"Makasih ya Sachi" ucap Izza.
"Sama-sama Aunty" jawab Sachi.
.
Mba Gita kaget karena didepan rumahnya sudah ada Rama yang mendampingi Izza pulang.
"Kenapa kamu Za?" kata Mba Gita panik melihat kondisi Izza.
Izza langsung memeluk Mba Gita.
"Diajak masuk aja Mba, biarkan dia tenang dulu" saran Rama.
"Kok Izza bisa sama Mas Rama?" tanya Mba Gita bingung.
"Saya cuma bantu anterin dia pulang dengan selamat. Nanti Mba Gita tanya langsung sama Izza apa yang terjadi" kata Rama.
"Terima kasih ya Mas .. sudah mengantar Izza pulang. Saya juga bingung kok jam sepuluh belum pulang, telepon ga diangkat" papar Mba Gita.
"HP nya ilang Mba" kata Izza pelan.
"Saya permisi dulu, Papi ada di mobil lagi jagain Sachi yang lagi tidur" pamit Rama.
"Oh ya Mas .. makasih banyak, salam buat Pak Isam" jawab Mba Gita.
🍐
"Mang ... kok ada yang tega perkosa Izza ya" kata Ceu Lilis saat lagi iseng makan popcorn.
"Belum diperkosa tapi percobaan pemerkosaan. Kan tadi Izza sendiri bilang dia dikejar orang pas pulang kuliah dan lari ga tentu arah, tau-tau dia bangun udah didalam kamar Hotel ini" jawab Mang Ujang.
"Ya begitu maksudnya.. tapi yakin dia ga diapa-apain?" tanya Ceu Lilis.
"Ya ga tau juga, tapi namanya lelaki udah didalam kamar, berduaan pula, ya pasti maunya langsung sikat" jawab Mang Ujang.
"Lagian kenapa masih keluyuran malam-malam begini? itu namanya nyari penyakit, udah tau bahaya buat wanita jalan sendirian malam hari" tanya Ceu Lilis.
"Yang Mang tau ya dia kuliah ambil kelas malam, mungkin aja kan dia pulang kuliah terus diikutin orang jahat" lanjut Mang Ujang.
"Iya juga sih ... tapi kan bisa teriak" kata Ceu Lilis.
"Ya semoga dia baik-baik aja. Liat Izza kaya tadi rasanya dengkul ikutan lemes. Tapi Aa' Rama bagus ya bujuknya, jadi Izza bisa cerita sedikit. Kalo sama kita dari tadi diam aja" jawab Ceu Lilis.
"Mas Boss emang pinter ngerayu. Tapi ini mah sepenglihatan Mang Ujang, kayanya Mas Boss itu suka tuh sama Izza, cuma gengsi aja. Atau masih trauma kali sama nasib pernikahan kedua kakaknya" ucap Mang Ujang.
"Emang Kakaknya kenapa Mang?" tanya Ceu Lilis.
"Pada cerai semua, ya karena masalah ekonomi sih gosipnya" jawab Mang Ujang.
"Pada susah gitu pas udah nikah? Kok bisa? bukannya Aa' Rama keluarga kaya di Ibukota. Masa sampe ngalamin kesulitan ekonomi" tanya Ceu Lilis ga percaya.
"Bukan masalah ekonomi kaya gitu, maksudnya tuh mereka nikah sama bukan orang kaya" sahut Mang Ujang.
"Bu Anin itu kaya, tapi pisah juga" lanjut Ceu Lilis.
"Itu mah karena gosipnya Mas Haidar selingkuh sama Sekretarisnya" bisik Mang Ujang.
"Waduh ... serem amat. Orang kalo banyak duit emang begitu kali ya Mang, ga cukup punya satu. Ditambah cewe mana yang ga silau kalo udah diiming-imingi uang dan kekayaan" papar Ceu Lilis.
"Hati-hati aja Lis ... Mas Boss kan baik banget sama kamu juga. Nanti kalo dia minta timbal balik kumaha?" tanya Mang Ujang.
"Kayanya Aa' Rama beda deh. Dia mah tulus sama Lilis" jawab Ceu Lilis.
"Iya sih ... tapi tebar pesona mulu, tadi aja diacara ngobrolnya sama cewek-cewek" kata Mang Ujang.
"Nanti kalo dia deket terus godain cowok, malah serem juga liatnya" sahut Ceu Lilis.
"Ya ga gitu juga kaliiii" ujar Mang Ujang.
🍒
Sesampainya di rumah, Rama membaringkan Sachi di kamar Sachi kemudian meminta Mba Nur buat menemani Sachi tidur.
Rama langsung menuju kamarnya dan membasuh tubuhnya di kamar mandi. Setelah mandi, dia merenung diatas tempat tidurnya. Ga lama kemudian dia meraih HP yang tergeletak disamping ranjang.
"Lex ... besok kita ketemu di tempat biasa, jam lima pagi" ucap Rama.
"Siap Boss, ada kerjaan tambahan Boss?" jawab Alex.
"Nanti saya kasih tau" kata Rama.
Kemudian Rama memejamkan matanya, bayangan wajah Izza yang ketakutan kembali tergambar.
"Siapa yang tega melakukan pelecehan ini sama Izza? sejak awal dia selalu mampu merusak pikiran ini. Siapa sebenarnya Izza?" gumam Rama.
🏠
Izza masih menangis di kamarnya. Mba Gita sudah berusaha untuk membuat Izza tenang, tapi belum tampak berhasil.
"Za ... sekarang kamu tidur aja dulu, tuh badan kamu merah-merah gitu. Giduan kamu kambuh ya?" tanya Mba Gita.
"Iya tadi Mba, pas pulang kuliah tiba-tiba gatal. Padahal ga dingin udaranya" jawab Izza pelan.
"Udah minum obat?" tanya Mba Gita.
Izza menggelengkan kepalanya.
"Mba tidur aja dulu, besok kan kerja" saran Izza.
"Kamu?" tanya Mba Gita.
"Mau tunggu gatalnya agak hilang Mba, ini udah mendingan kok" jawab Izza.
"Ya udah kalo gitu, Mba tidur dulu ya" pamit Mba Gita.
🍒
Selepas sholat subuh, Rama udah siap jalan.
"Mang Ujang masih tidur Mas, biasanya jam lima baru bangun. Kan biasa jalan sama Mas jam setengah tujuh" kata Security yang melihat Rama sudah didepan garasi.
"Buka pintu garasi sama pagar. Nanti kalo Mang Ujang udah bangun, langsung standby di kantor pusat aja" perintah Rama.
"Baik Mas .. tumben pagi buta udah jalan Mas" basa basi Security.
"Memang ada aturannya ga boleh jalan kerja jam segini?" tanya Rama.
"Ga ada Mas ... saya bukakan pintu dulu" jawab Security.
.
Laju kendaraan yang dikemudikan oleh Rama ga terlalu kencang, standar aja. Ga jauh dari rumah, naik seorang lelaki atletis tinggi besar, masuk kedalam mobil.
"Pagi Boss" sapa Alex.
"Pagi .. langsung aja ya" kata Rama yang sudah kesal.
"Silahkan Boss" jawab Alex.
"Semalam apa yang kamu lakukan ke Izza?" tembak Rama agak menaikkan intonasinya.
"Nah itu Boss, pas saya ikutin Mba Izza, ada preman yang ngajakin berantem, saya kepancing dan Mba Izza lolos dari penglihatan saya" cerita Alex.
"Jadi kamu ga tau kalo Izza ada di Audah Hotel? hampir diperkosa" tanya Rama meyakinkan.
"Sumpah Boss ... saya sama sekali ga tau. Saya juga ga akan melakukan hal itu. Saya nyari uang emang begini, tapi ga mau deh berbuat melanggar hukum" kata Alex.
"Terus ikutin Izza ya, korek semua masa lalunya" pinta Rama.
"Ini benar-benar seperti ditutup, dia ga punya media sosial, pihak panti pun ga ada yang tau identitas dia" lapor Alex.
"Dia mengalami musibah kebakaran juga, apa ada hubungannya sama Mba Nay?" tanya Rama.
"Boss .. mengenai keluarga Mba Nay, perkembangannya lagi lumayan bagus, saya dapat berita kalo diyakini hanya ada dua jenazah didalam rumah itu. Dipastikan adiknya Mba Nay masih hidup saat kejadian. Saya minta waktu seminggu lagi Boss. Ada yang melihat adiknya Mba Nay ditabrak orang saat kejadian, karena banyak massa berkumpul saat itu, jadi membuat dia seakan tidak terlihat. Kebetulan Paman saya itu preman daerah sana, beliau masih ingat ada anak remaja yang tertabrak saat peristiwa kebakaran" lanjut Alex.
"Oke ... Bagaimana sama keluarga Lilis?" tanya Rama.
"Nanti saya laporkan semua ya Boss, rekaman dan foto seperti biasa akan saya kirim lewat email" kata Alex.
Rama menghentikan laju mobilnya. Mengambil HP untuk mentransfer sejumlah uang ke Alex.
"Makasih Boss" ucap Alex begitu melihat bukti transfer dari Rama.
"Seminggu lagi saya tunggu update tentang Lilis dan Izza" ujar Rama.
"Yang kemarin gimana Boss?" tanya Alex.
"Besok saya minta dikawal ya, sudah saatnya permainan dimulai" kata Rama.
"Berapa orang Boss?" tanya Alex.
"Dua orang, bagi dua tempat, pagi standby di Abrisam Group pusat. Yang satu lagi standby di alamat yang akan saya infokan" jawab Rama.
"Siap Boss" jawab Alex.
Alex turun dari mobil Rama. Rama melanjutkan perjalanan ke Audah Hotel.
.
Setiba di Audah Hotel, Rama segera ke Pos Security.
"Pagi Mas" salam Security.
"Pagi ... siapa yang dinas semalam?" tanya Rama.
"Siap Mas .. sedang ikut apel pagi dan operan dinas. Sekitar lima menit lagi selesai" lapor Security.
"Komandan beserta seluruh pihak keamanan yang bertugas semalam, saya tunggu di ruangan meeting. Segera!" ucap Rama sambil meninggalkan Pos Security.