
Dalam perjalanan menuju Jakarta, Izza lebih banyak menangis. Ucapan Om Flandy benar-benar sudah merendahkan harga diri wanita terutama Ibu kandungnya.
"Ram.. bawa Izza masuk ke kamar aja di kabin belakang, biar dia lebih tenang" saran Tantenya Rama.
"Gapapa nih kami yang tempatin kamarnya? nanti Tante sama Om rehat dimana?" tanya Rama.
"Ini sofa bisa buat tidur kok, kan standarnya memang sofa bed, ada juga kursi pijat yang posisinya bisa diatur untuk tidur, gampanglah kalo kami. Anak-anak juga bisa istirahat dibawah sini. Mereka malah senang main game sambil tiduran di lantai. Izza lebih perlu untuk privasi berbincang sama kamu berdua. Dikuatkan mentalnya, ya memang berat mengalami kejadian buruk bertubi-tubi, kamu juga harus banyak bersabar ngadepinnya" tambah Om nya Rama.
Rama dan Izza pamit masuk kedalam kamar. Rama meminta Izza untuk rehat tiduran di tempat tidur dan Rama menemaninya.
Rama sudah bilang ke Farida kalo hari ini akan slow respon karena dalam perjalanan pulang ke Jakarta naik bus. Jika ada sesuatu yang penting bisa langsung ke Pak Isam yang masuk kerja di Abrisam Group atau ke Mas Haidar di Audah Hotel.
"Udah De.. jangan nangis mulu ya, kangen liat senyumnya, kangen sama becandanya, kangen sama seorang Izza yang tangguh dan cuek terhadap omongan orang" kata Rama sambil memeluk Izza dari belakang.
"Kakak ga dalam posisi yang sama kaya Izza" jawab Izza.
"Ya udah .. kamu tidur aja deh, pusing juga ngadepin kamu lama-lama. Dibilangin ngeyel, dinasehatin katanya ga punya empati, ya daripada kita malah berantem, mending Kakak keluar kamar terus lanjutin kerja" sahut Rama yang bersiap untuk duduk.
"Kak... " rengek Izza sambil memegang tangannya Rama.
Rama yang ga tega langsung kembali berbaring disampingnya Izza. Kepala Izza bersandar manja didadanya Rama. Rama pun mengusap rambutnya Izza.
"Tidur ya sayangku... andai kita bisa bercinta nih De... asyik kali ya sensasinya diatas mobil berjalan kaya gini... hehehe, apa perlu kita rencanakan honeymoon naik ini? eehhmm ... baru ngebayangin aja rasanya gimana gitu" canda Rama sambil cengengesan.
"Jangan bayangin yang aneh-aneh.. ingat lagi puasa.. adanya kamar mandi jadi korban pelampiasan" kata Izza.
"Ya ga di kamar mandi juga kali..hahaha, kan ada kamu yang bisa bantu" bisik Rama iseng.
Izza bukannya senyum malah tambah cemberutnya. Rama masih aja tersenyum-senyum sendiri.
Izza membalikkan tubuhnya.
"Kak.. janji ya ga jadi lelaki kaya Om Flandy" ujar Izza.
"Ga mau bahas ah.. adanya nanti merusak mood. Kita nikmati aja quality time begini. Bisa peluk-pelukan.. bisa manja-manjaan, nanti kalo udah di Jakarta pasti sibuk sama urusan kita masing-masing. Berdua-duaan kaya gini mana bisa coba, secara Sachi pasti ikut-ikutan nyempil ditengah atau malah marah kalo Kakak meluk kamu" ucap Rama sambil menyalakan televisi.
"Lelaki emang senjatanya gitu ... alasannya sih diam biar ga ada keributan, padahal cintanya udah berkurang" tuduh Izza.
Rama diam aja, malas untuk menjawab, karena jawab ataupun diam cuma akan menimbulkan pembahasan yang lebih panjang lagi dari Izza.
Dilayar televisi sedang diputar tayangan tentang talkshow tapi bintang tamunya seorang ustadz dan istrinya. Paparan tentang bagaimana awal mereka bertemu hingga kemudian memutuskan untuk menikah.
"Dalam membangun bahtera rumah tangga dibutuhkan pengertian antara suami dan istri. Hal tersebut penting agar kelanggengan bisa terjaga. Menghadapi istri yang cerewet sekalipun harus sabar, seperti dicontohkan Amirul Mukminin, Umar bin Khattab. Sosok Sayyidina Umar RA tidak melawan ketika istrinya sedang marah, bukan takut tapi berdasarkan sejumlah pertimbangan yang matang. Pertama, karena istrinyalah yang memberikan kesenangan duniawi. Jika istri sudah demikian tulus melayani, maka suaminya tidak akan tergoda dengan kenikmatan yang ada diluar rumah. Bahkan istri yang penuh pengertian, akan memberikan keningnya untuk dicium sang suami, karena tau itu berpahala" papar sang narasumber.
Karena posisi keningnya Izza dekat sama bibirnya Rama, langsung saja Rama menciumnya berkali-kali.
"Yang kedua, istri adalah seorang penjaga rumah terbaik. Kalo istri di rumah, semua beres, coba kalo suami yang di rumah, adanya berantakan dan anak malah tidak terurus. Pertimbangan yang ketiga karena sadar bahwa istrinya telah menjadi pendidik terbaik bagi anak-anaknya, Ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya. Selanjutnya yang keempat, istri adalah pengamat mode terbaik, istri paling tahu mana model pakaian dan warna yang pantas untuk suaminya kenakan saat pergi keluar rumah untuk bekerja atau ada acara lainnya. Yang terakhir, pertimbangannya karena istri adalah koki terbaik bagi suami. Istri memasak dan menyajikan makanan dengan cinta, maka hidangan yang tersaji menjadi sangat lezat. Tolong pahami juga untuk para istri, kami ini kaum lelaki tadinya punya istilah P6, pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan. Jadi curhat ya.. hehehe.. seiring dengan kenaikan harga BBM, P-nya bukan cuma enam.. nambah menjadi P30. Pergi pagi pulang petang petantang petenteng petakilan pikirane pyang pyangan perasaan perih pertanggungane pirang pirang pating pecotot puyenge por poran problema penyebab prustasi pala puyeng pikiran pening penghasilan pas pasan, pulang perempuane polah (dalam kamus besar bahasa Indonesia, arti kata polah adalah bermewah-mewah, terlalu mewah, berlebih-lebihan)" ucap narasumber.
Rama ketawa mendengarkan paparan sang narasumber tersebut, ternyata apa yang dia rasakan, juga dirasakan oleh orang yang lebih paham tentang agama dibandingkan dirinya.
Rama kembali mengusap kepalanya Izza, Izza makin mengeratkan pelukannya. Beberapa kali juga Rama kembali mencium keningnya Izza.
"Emang lelaki begitu Kak? kesannya kaya beban ga sih punya seorang istri?" tanya Izza.
"Kan tadi udah dijabarkan tuh lima alasan kami para pria menjalankan P30.. demi apa coba.. demi melihat istri tersenyum.. demi melihat anak-anak tumbuh dalam kondisi layak dengan pendidikan yang memadai .. demi beribadah lebih lagi dalam berumah tangga.. pokoknya demi deh De" jawab Rama.
Rama dan Izza kembali menonton talkshow hingga habis.
"De... apa bedanya kamu sama gitar?" tanya Rama iseng.
"Mau body shaming ya? mau bilang body Izza ga kaya gitar spanyol gitu?" jawab Izza sewot.
"Ah cintaku ini mah sumbu pendek amat sih .. gampang tersulut .. hehehe.. bedanya tuh kalo gitar dipetik, kalo kamu tuh tercantik" canda Rama.
"Basi banget rayuannya" kata Izza.
"Oke ..coba lagi ya.. bis .. bis apa yang menyenangkan?" coba Rama lagi.
"Bis yang kita naiki sekarang, kan menyenangkan dengan fasilitas yang bisa dikatakan lengkap dan kenyamanan yang ekstra" papar Izza.
"Izza juga punya pertanyaan nih .. cuka.. cuka apa yang paling sweet?" ujar Izza mencoba.
"Cuka bukannya asem ya? emang ada yang manis? cuka pake gula kali" tukas Rama.
"Cuka cama kamyuuu" jawab Izza dengan manja.
Rama gemes banget sama ucapan dan mimiknya Izza, dia langsung menciumi Izza dengan gemasnya hingga Izza ketawa kegelian.
.
Sementara yang diluar kamar mendengar keduanya tertawa, merasa ikut senang.
"Bahagia banget mereka berdua ya ... Alhamdulillah kalo mereka baik-baik aja" ucap Om nya Rama.
"Rama itu keliatannya cuek, ga terlalu perhatian dan banyak diam. Padahal aslinya ya baik, kalo udah sayang ya total banget dan memang jiwa menolongnya tinggi. Satu yang berubah dari dia sejak kenal Izza ya tersenyum. Aslinya dia mbanyol, tapi karena ga ada lawan becanda, jadinya diam" kata Tantenya Rama.
"Semoga Izza bisa kembali menjalani hari-harinya dengan normal, kejadian kemarin pasti akan lama hilang dalam benaknya, tapi bukan berarti ga bisa dibuang sedikit-sedikit kan. Melihat mereka itu unik, di keluarga kita ga ada yang seektrim mereka, dari latar belakang yang jauh, dari sifat yang kebalikan, tapi bisa nge blend jadi satu. Rejekinya Mas Isam juga dapat mantu sumeh dan sangat hormat sama orang tua, ga kaya mantunya yang dulu" ungkap Om nya Rama.
"Memang tipenya Haidar kali Mas .. cari calon istri yang ga dekat sama keluarga. Yang ini sudah dilamar tapi sepi-sepi aja beritanya, ditanya kapan nikahnya malah bilang pada sibuk" kata Tantenya Rama.
🏵️
Jum'at sekitar jam sembilan pagi, rombongan Rama sudah sampai di rumah Pak Isam dengan selamat.
Izza memilih istirahat dulu di kamar karena perutnya terasa ga enak dan pinggang juga masih pegal. Rama juga sudah berkoordinasi ke Pak Isam dan Mas Haidar untuk keep silent tentang keguguran yang Izza alami serta tidak membahas tentang penculikan. Menurut Rama, para asisten rumah tangganya ini ada beberapa yang amat sangat tidak bisa menjaga omongannya, termasuk Mang Ujang. Yang dikhawatirkan jika ada wartawan nanya mereka malah keceplosan bahkan kalo sampai Sachi tau malah akan lebih repot lagi jelasinnya.
.
Pulang sekolah, Sachi langsung menuju kamar Rama. Izza sedang rehat, sedangkan Rama berbincang dengan Alex di taman belakang. Keluarga Omnya semua tidur selepas sholat Jum'at.
"Jangan sampai cerita tentang semua yang menimpa Izza ya ke orang-orang disini, dia sudah cukup terpukul, nanti kalo ditanya-tanya malah bete. By the way, ada perkembangan tentang kelanjutan semua ini?" tanya Rama.
"Dengan tertangkapnya Pak Flandy, sepertinya semua sudah berakhir Boss. Toh apa lagi yang mau diselidiki? identitas Mba Izza sudah jelas, sudah tidak ada lagi misteri pengirim hadiah ke Mba Izza, bisnis Abrisam Group juga ketahuan siapa yang suka curang mengambil tukang-tukang kita... apalagi coba?" papar Alex.
"Iya sih" jawab Rama simple.
"Sebelumnya saya mau minta maaf ya Boss... ada yang perlu saya tunjukkan ke Boss" kata Alex sambil menyerahkan HP nya.
Rama melihat video yang ada di HP nya Alex.
"Sebenarnya mau kasih tau pas kemarin di Surabaya. Tapi saya liat Boss udah lebih fokus ke Mba Izza yang lagi down banget. Saya mana tega melihat Boss yang keliatan udah lelah jiwa raga" tambah Alex.
Video yang menunjukkan kamar rahasia milik Pak Flandy yang ada di kantornya.
"Obsesinya terhadap Mba Izza sangat besar Boss. Sampai memesan boneka mainan dengan wajah Mba Izza. Semua dinding dipenuhi foto Mba Izza .. sampai pengantar Pak Flandy ketika mau begituan sama boneka ... itu liat videonya Mba Izza. Padahal video yang diambil colongan itu juga biasa aja adegannya. Ya kaya jalan ke sekolah, saat lagi jemur baju di Panti Asuhan, lagi nunggu angkutan umum atau sekedar tertawa sama teman-temannya" jelas Alex.
"Gila juga nih orang tua, saya aja suaminya ga segitunya sama Izza. Foto di kamar ya foto pernikahan, di HP juga seperlunya, di dompet malah ga ada" kata Rama.
"Tapi emang Mba Izza layak dikagumi sih Boss.. saya aja ya.. kalo Boss ga suka duluan pasti saya sikat juga. Secara ngomong sama dia bikin dunia saya jungkir balik" ujar Alex.
Rama melihat kearah Alex dengan tatapan yang tajam.
"Maaf Boss.. kan tadi saya bilang .. kalo Boss ga suka duluan.. nyatanya kan Boss suka duluan.. hehehe. Lagi saya kan sekedar mengagumi aja, bukan cinta atau suka.. bener deh" jawab Alex yang paham akan tatapan Rama yang seakan mau mengulitinya.
"Orang bilang dia harus hati-hati punya suami kaya saya yang konon katanya nyaris sempurna... padahal harusnya saya yang hati-hati punya istri seperti dia yang ternyata banyak pengagum rahasia sampai ada yang segila Om Flandy. Anyway.. kapan kamu mau melamar Mba Nur secara resmi, orang tuanya pernah tanya ke saya tentang hal ini" tukas Rama.
"Tadinya mau bulan ini Boss.. Mba Nur sudah oke, tapi kan Boss sekeluarga lagi menghadapi persoalan ini, kok rasanya ga pantas ya berbahagia diatas rasa duka yang Boss alami" papar Alex ga enak hati.
"Harusnya persoalan saya tidak berdampak dalam kehidupan kamu secara pribadi. Terima kasih ya Lex.. selama ini sudah banyak membantu, kita udah brotherhood lah.. jadi ga perlu sungkan. Kejar bahagia kamu Lex.. kamu berhak untuk bahagia juga kan. Saya dan Izza sudah bahagia, bahkan disaat ini pun kami mencoba untuk terus bahagia. Hidup rumah tangga pasti ada cobaannya. Pasti kaget dan sedih ketika hal ini terjadi diawal pernikahan, tapi Allah masih mampukan kami melewatinya berdua" kata Rama.
"Saya yang harusnya banyak berterima kasih sama Boss Rama, kalo hidup saya masih di jalan, ga mungkin bisa kuliah dan seperti sekarang ini. Mba Izza pun makin menyadarkan saya tentang arti keluarga. Sekarang melihat Boss sudah berumah tangga, rasanya keinginan itu pun akhirnya muncul dalam diri saya. Sampai Boss pilihkan calon istri beserta keluarga yang siap menerima keadaan saya... saya tidak bisa membalas segala jasa dan budi Boss sekeluarga, tapi saya janji... selagi nafas saya masih berhembus.. saya akan abdikan diri saya untuk Boss dan keluarga" ungkap Alex.
.
Mas Haidar dan Pak Isam pulang cepat, sekitar jam lima sore sudah sampai di rumah. Keduanya membawa makanan untuk Izza dan tamu. Pak Isam membelikan silky puding kesukaan menantunya, sedangkan Mas Haidar membawakan jus organik yang sering dipesan sama Izza di toko frozen food miliknya.
Izza juga tampak sudah segar, memakai baju setelan celana panjang batik yang dikasih oleh keluarganya Rama saat di Surabaya.