HELLO SUNSHINE

HELLO SUNSHINE
Hello 188, Izza's fans



Izza sudah lapor ke Mas Haidar, dia tidak bisa mengawasi toko dulu karena Rama meminta untuk lebih memperhatikan Sachi.


Belakangan ini memang jam istirahat Sachi banyak berkurang karena setelah Izza berangkat ke toko, Sachi akan main dengan si kembar. Momen ada bayi di rumah membuat Sachi lebih fokus kesana.


Acapkali di sekolah tertidur kembali dan kurang fokus belajar. Bangun tidur pun sudah agak susah karena masih mengantuk. Hampir setengah hari hanya mau main sama si kembar. Bahkan saat si kembar tidur pun, Sachi menunggunya disamping tempat tidur.


Mba Nur tidak bisa memaksa Sachi untuk mengikuti jadwal yang sudah Izza susun, karena bisa ngambek dan nangis.


Rama yang memang sangat perhatian terhadap Sachi, merasa pola istirahat Sachi perlu diubah kembali. Meskipun selama ini diawasi oleh Mba Nur, tapi menurut Rama, tetap Izza yang akan lebih didengar Sachi.


Sosok Ibu yang lebih didengar oleh Sachi adalah Izza. Terhadap Mba Rani, Sachi masih setengah hati. Mungkin karena belum terbiasa, jadinya masih ada rasa yang belum nyambung. Ditambah Mba Rani sangat sibuk jika ada sebuah pengejaran terhadap para pelaku bisnis ilegal terutama obat-obatan terlarang.


Mas Haidar pun sedang sibuk karena akan buka toko frozen food didaerah Kelapa Gading.


.


"Rama itu kalo urusan Sachi pasti semua harus mengalah. Yo wes Za.. makasih ya sudah membantu selama dua pekan ini, nanti Mas transfer uang transportnya" jawab Mas Haidar saat Izza menjelaskan semuanya.


"Makasih Mas.. ini Sachi jadinya tetap akan stay disini?" tanya Izza meyakinkan.


"Kamu keberatan Za?" tanya Mas Haidar balik.


"Bukan keberatan Mas, tapi kan Mas sekarang sudah ada pendamping. Izza khawatir nanti Mba Rani merasa gimana gitu" jawab Izza.


"Sejak awal dia sudah paham bagaimana Sachi dengan kalian. Biarkan semua berjalan secara alamiah saja. Kemarin selama di rumah kami juga kayanya ga terlalu banyak waktu dihabiskan bareng Sachi. Memang tempat yang lebih baik ya di rumah Papi. Banyak yang bisa mengajak dia main dan pastinya banyak limpahan kasih sayang juga disana" papar Mas Haidar.


"Oke deh Mas.. nanti pelan-pelan coba Izza ajak ngobrol Sachinya" janji Izza.


🌺


Sebulan kemudian..


"Mas... penjaga toko yang namanya Izza sudah ga kerja disini ya?" tanya Hanny ke pramuniaga yang ada di toko organik.


"Oh Bu Izza.. sudah sebulan memang tidak kesini lagi" jawab pramuniaga.


"Kenapa dia ga kerja lagi?" tanya Hanny.


"Beliau diminta untuk di rumah saja, mengurus suaminya dan keponakan" jawab pramuniaga lagi.


"Oh gitu... ya udah nanti saya telepon dia aja deh. Kamu tau ga rumahnya dimana?" tanya Hanny.


"Maaf Bu, kami tidak bisa memberikan informasi mengenai Ibu Izza. Jika Ibu punya nomer HP nya, baiknya Ibu hubungi beliau langsung" saran pramuniaga.


"Dari nada bicara kamu, sepertinya Izza cukup disegani ya. Memang dia siapa ya?" ucap Hanny jadi penasaran.


"Izza adik ipar saya" jawab Mas Haidar yang ada dibelakangnya Hanny.


Hanny membalikkan tubuhnya menghadap ke Mas Haidar.


"Oh jadi benar ini toko milik Kakak iparnya... saya kira dia kerja disini" kata Hanny.


"Mba ini siapa ya?" tanya Mas Haidar.


"Saya teman SMP nya, tapi sejak peristiwa kebakaran, hubungan kami terputus. Saat dia kerja disini, ya kita akhirnya bisa bertemu kembali" jelas Hanny.


"Punya nomer kontaknya?" tanya Mas Haidar.


"Ada Mas" jawab Hanny.


"Hubungi aja.. dia ada di rumah kok. Paling kegiatannya mengurus anak saya saja" kata Mas Haidar.


"Kasian juga ya, sudah ga boleh kerja sama suaminya, malah dititipi keponakan. Memangnya suami Izza kerja apa ya Pak? sampai Izza nurut banget sama suaminya" Hanny makin kepo.


Mas Haidar paham kalo temannya Izza yang ini sepertinya memandang remeh ke Izza.


"Izza itu ga perlu kerja, duduk manis atau rebahan nonton televisi sepanjang hari pun ga masalah. Adik saya bisa memberikan apapun yang Izza butuhkan. Mba sendiri bekerja atau Ibu rumah tangga saja?" Mas Haidar mulai iseng.


"Ibu rumah tangga, tapi wajar dong, saya kan sudah punya anak. Lagipula suami saya itu pemilik perusahaan wedding organizer yang ternama di Jakarta" sombong Hanny.


"Apa ya nama WO nya?" tanya Mas Haidar.


"Langkah baru" jawab Hanny.


"Baru dengar.. selama ini kan yang tenar itu Tenda Biru, Langkah Bersama dan Shine untuk diwilayah Jabodetabek ini" tembak Mas Haidar.


"Iya.. itu perusahaan lama kan Mas. Langkah Baru, mulainya sekitar lima belas tahun yang lalu, itu juga oleh mertua saya. Baru setelah dipegang suamilah dapat klien artis" Hanny mulai tinggi lagi gayanya.


"Oh gitu... mungkin bisa ajukan proposal kerjasama dengan Audah Hotel, pernah dengar nama Hotel itu?" kata Mas Haidar.


"Iya.. pernah sekali ada klien yang wedding disana" jawab Hanny.


"Yang punya Audah Hotel itu ya suaminya Izza" ucap Mas Haidar langsung menohok.


"Suaminya Izza punya Hotel?" tanya Hanny ga percaya.


"Bukan hanya Hotel, tapi adik saya juga pemilik Abrisam Group, perusahaan multinasional yang cukup ternama. Mungkin kamu bisa cari namanya di internet kalo ga percaya" sahut Mas Haidar meledek.


"Kok bisa ya Izza ketemu sama orang kaya, katanya Izza tinggal di Panti Asuhan" ujar Hanny ga percaya.


"Pernah dengar kisah Cinderella? nah Izza itulah the real Cinderella dimuka bumi ini" gantian Mas Haidar yang sombong.


Hanny mencoba mencari info tentang Audah Hotel dan Abrisam Group, memang banyak bertebaran foto dan tulisan namanya Rama.


Mas Haidar membuka HP nya dan mencari foto Izza dan Rama, kemudian menunjukkan ke Hanny.


"Ini adik saya.. sama kan fotonya sama yang ada di internet" kata Mas Haidar lagi.


Hanny kesal karena merasa dibohongi oleh Izza selama perbincangan mereka dulu. Ditambah malu juga karena ternyata suaminya Izza lebih kaya dibandingkan suaminya.


"Makanya Mba.. jangan menilai orang dari tampilan saja. Atau merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain. Kita ga tau nasib orang kedepannya. Meskipun Izza sudah kaya raya sekarang, dia tetaplah Izza yang kami kenal sejak awal. Hampir tidak ada yang berubah, jika ada yang berubah ya lebih kepada penampilannya saja. Mba liat kan dia lebih segar, lebih glowing dan pastinya lebih elegan.. karena memang adik saya menggelontorkan dana yang ga sedikit untuk memberikan perawatan paripurna kepada istri tercintanya" papar Mas Haidar sebagai puncaknya.


"Permisi Pak.. saya mau bayar belanjaan dulu" pamit Hanny.


Mas Haidar menahan tawanya.


.


Candra memasuki toko organik, memberikan list yang ditulis oleh Lexa. Karena bingung, dia minta bantuan sama pramuniaga yang sedang bertugas.


"Izza lagi ga masuk ya?" tanya Candra.


"Bu Izza sudah tidak bekerja disini Pak" jawab pramuniaga.


"Ohhhh... oke deh Mas.. minta tolong ya disiapkan saja yang ada dicatatan ini. Saya tunggu di kursi depan" kata Candra.


"Baik Pak" ujar pramuniaga.


"Selamat siang Mas.. sedang menunggu orang yang sedang belanja atau ada yang mau dicari?" sapa Mas Haidar.


"Sedang dilayani oleh salah satu pramuniaga, maklumlah kita para lelaki mana paham kebutuhan dapur. Alhamdulillah di toko ini ada pelayanan untuk orang seperti saya, ya para suami yang dimintai tolong oleh istrinya beli ini itu" jelas Candra.


"Maaf tadi saya sempat mendengar, Mas ini mencari Izza, teman sekolahnya juga?" tanya Mas Haidar.


"Bukan.. dibilang teman nanti kesannya saya ngaku-ngaku, dibilang kenalan ya memang kenal. Dulu Izza yang memberikan penawaran Audah Hotel ke Resort milik keluarga istri saya" jelas Candra.


"Oh.. ya.. ya.. sempat dengar. Saya Haidar.. Kakak iparnya Izza" Mas Haidar memperkenalkan diri.


"Saya Candra.." jawab Candra sambil berjabat tangan.


"Banyak juga yang mencari Izza dari seminggu yang lalu, cukup dikenal dia disini" puji Mas Haidar.


"Orangnya sumeh sama orang, jadinya banyak yang bisa cepat akrab dan nyaman berbincang dengan dia. Sebenarnya sudah hampir sebulan saya tidak kesini, makanya ga tau kalo Izza sudah tidak bekerja" jawab Candra.


"Urus suami dan anak saya" ujar Mas Haidar.


"Manja juga ya Rama.. tapi memang mereka masih muda juga sih, masih beda getaran cintanya sama kita" ucap Candra.


"Kenal juga sama Rama?" tanya Mas Haidar.


"Kenal, kan Rama datang ke pulau untuk menjemput istrinya. Tapi kayanya sekalian mereka honeymoon.. hehehe" jawab Candra.


"Honeymoon terus kalo mereka" kata Mas Haidar.


Pramuniaga menghampiri Rama dan memberitahukan jika semua pesanannya Candra sudah disiapkan, tinggal pembayaran saja.


"Baik Mas Haidar.. saya mau bayar dulu, titip salam sama Rama dan Izza" pinta Candra.


"Ya Mas.. InsyaAllah saya sampaikan ke mereka" jawab Mas Haidar.


.


Sejak Lexa melahirkan, Candra memang sudah jarang kemana-mana. Rutenya hanya rumah kantor dan kantor rumah. Bisnis tour travelnya pun tidak terurus dengan baik. Mas Akmal juga tidak bisa mengawasi karena sedang sibuk renovasi Resort.


Oleh karena itu, sudah sebulan pula Candra putus kontak sama Izza.


🏵️


Sabtu siang ini rencananya Rama dan Izza akan mengajak Sachi nonton dan bermain disalah satu Mall.


Mereka hanya pergi bertiga, Rama yang menyetir mobil menuju Mall.


Sebelum nonton, Sachi minta dibelikan buku mewarnai dan crayon baru. Izza menemani Sachi. Rama sendiri mencari buku tentang bisnis.


.


Ada sepasang mata yang terus tertuju ke Izza. Pandangan dari jarak sekitar seratus meter.


Rama yang hendak menghampiri Izza, ga sengaja bertabrakan dengan seseorang.


"Maaf.. maaf..." kata Rama dan lelaki tersebut bersamaan.


Keduanya mengambil buku yang tercecer dari dalam keranjang yang mereka bawa.


"Maaf ya Pak.. " ucap Rama.


"Gapapa Mas.. Bapak yang salah, langsung aja balik badan terus jalan" jawab lelaki tersebut.


Rama agak kaget sebenarnya melihat lelaki yang ada dihadapannya sekarang. Wajahnya mirip sama Izza. Tapi buru-buru ditepisnya pikiran tersebut.


.


Rama, Izza dan Sachi menuju bioskop setelah membayar buku yang mereka beli. Hari ini penontonnya kebanyakan keluarga karena film kartun princess yang sedang diputar.


Sachi ikut bernyanyi seperti anak-anak yang lain ketika soundtrack film mulai terdengar. Rama seperti biasa, bersandar kemudian tidur. Pola kerjanya masih juga overtime, ini yang membuat dia mudah tidur jika ada kesempatan rehat.


Izza yang biasa menonton kartun tersebut versi serial, sangat menikmati film ini. Sesekali melihat kearah Rama yang wajahnya tertutup topi.


Lelaki yang tadi memperhatikan Izza di toko buku, mengikuti Izza sampai ke bioskop.


Dalam ruang temaram bioskop, ditengah berlangsungnya film, lelaki tersebut menangis dalam senyumnya.


.


Setelah puas berkeliling Mall, sore harinya keluarga kecil ini pulang ke rumah. Mas Haidar dan Mba Rani sudah menunggu Sachi. Karena Mba Rani dapat cuti dan Sachi ada libur sekolah selama dua hari, rencananya Mas Haidar akan mengajak mereka liburan singkat ke Legoland di Malaysia. Seminggu yang lalu pasport untuk Sachi sudah ada, jadi dia bisa diajak keluar negeri.


Izza, Rama dan Pak Isam diajak sama Mas Haidar, tapi mereka menolak. Rama dan Izza mau pergi ke Tasikmalaya, ikut mengantar Maryam yang akan tinggal disana dulu selama kurang lebih dua bulan. Anak-anaknya butuh penjagaan yang intensif, sedangkan di Jakarta tidak banyak yang bisa membantu. Akhirnya diputuskan untuk tinggal di rumah Abah Ikin dulu. Mang Ujang akan pulang menjenguk tiap Jum'at malam berangkat dari Jakarta dan akan kembali ke Jakarta hari Ahad sore.


Sebenarnya Izza siap membantu menjaga si kembar, tapi rupanya Maryam pun terkena baby blues, sehingga kondisi emosinya tidak stabil.


Setelah melalui pembicaraan panjang, inilah keputusan terbaiknya.


🌺


Rama dan Mang Ujang bergantian menyetir menuju Pesantren Abah Ikin. Sedangkan Izza dan Maryam menggendong bayi. Sepanjang perjalanan, si kembar sangat rewel sekali. Padahal AC tidak terlalu dingin ataupun panas.


"Coba Mang.. didepan berhenti dulu, Maryam tukeran duduk depan. Saya mau coba tenangin si kembar, kali aja sama Ayah Rama mereka nurut, secara sudah pengalaman megang bayinya Sachi" pinta Rama.


Mobil berhenti di pom bensin, Maryam pindah ke kursi depan. Rama duduk dibelakang Mang Ujang.


Satu bayi didekap dengan lembut sama Rama, ajaibnya bayi tersebut langsung diam. Kemudian oleh Rama dikasih susu dalam botol yang sudah disediakan oleh Maryam. Setelah tidur diletakkan di child car seat yang baru dibelikan oleh Rama.


Child car seat meminimalisir resiko kecelakaan pada bayi. Khusus bayi sampai usia dibawah dua tahun, posisinya menghadap kebelakang.


Tujuan posisi terbalik ini agar kepala bayi terjaga oleh punggung car seat, sehingga tidak akan terhempas ketika mobil berhenti mendadak.


Bayi yang satu pun diperlakukan sama seperti bayi yang tadi.


Kini kedua bayinya Maryam sudah tertidur pulas.


"Kamu tidur aja Maryam, rehat selagi anak tidur" ucap Rama.


"Terima kasih sudah bantu nenangin anak-anak" kata Maryam.


"Saya emang suka anak kecil kok, mereka paling tau mana yang sayang beneran dan hanya pura-pura. Ga seperti kita para orang dewasa yang banyak drama" ujar Rama.


"Dari Tasikmalaya mau lanjut honeymoon lagi Mas Boss?" tanya Mang Ujang.


"Yoi dong... Senin tanggal merah, bablas aja liburan singkat" sahut Rama.


"Mau kemana Mas Boss?" ujar Mang Ujang.


"Rahasia" jawab Rama sambil ketawa kecil.