HELLO SUNSHINE

HELLO SUNSHINE
Hello 131, Berkah



Mang Ujang pulang membawa mobil kantor, Rama yang meminta Mang Ujang untuk membawa kendaraan karena untuk kebutuhan transportasi Mang Ujang selama di Tasikmalaya.


Keluarga Mang Ujang sudah berkumpul di rumah orang tua Mang Ujang, sudah diatur oleh semua jika rencana hari ini akan ada perkenalan sekaligus "mengikat" jika semua pihak sudah setuju untuk melanjutkan kejenjang pernikahan.


.


Acara berlangsung penuh rasa kekeluargaan. Pihak keluarga wanita juga menerima kedatangan keluarga Mang Ujang dengan tangan terbuka.


Mang Ujang kaget ketika mengetahui siapa calon istrinya. Semua rasa menyatu dalam benaknya sekarang ini. Rasa khawatir ditolak, merasa rendah diri, krisis pede, bahagia dan berbunga-bunga teraduk menjadi satu.


Memang secara pengetahuan agama, jauh lebih baik calon istrinya Mang Ujang dibandingkan Mang Ujang. Wanita ini baru selesai masa pengabdian selama dua tahun setelah lulus dari Pesantren. Usianya pun terbilang masih muda, masih dua puluh tahun. Wajahnya ayu meneduhkan, tutur bicara teratur dan sopan, serta bagaimana dia bisa bersikap didepan seluruh keluarga.


"Apa tidak keberatan dengan kondisi anak saya yang belum tentu bisa dengan baik menjadi imam ketika sholat?" tanya Abahnya Mang Ujang.


Mang Ujang rada ketar ketir menunggu jawaban sang wanita.


"Pantes Mas Boss bilang disuruh benerin sholatnya... ga taunya inilah calon yang dijodohkan sama Mas Boss. Beneran berkelas banget, benar kata Mas Boss, kalo sampe nolak dijodohkan sama dia pasti nyesel. Sekarang yang jadi masalah, apa dia bisa terima saya ya?" tanya Mang Ujang dalam hatinya.


.


"Saat di Pesantren dulu, saya pernah mendapatkan paparan tentang tipe lelaki. Pertama, laki-laki yang menjaga diri, lemah lembut, cepat berpikir dan memiliki keputusan yang tepat. Kedua, laki-laki yang ketika dihadapkan pada satu persoalan akan pergi pada orang yang ahli untuk meminta nasehat dan masukan. Dan yang ketiga, laki-laki yang selalu bingung, tidak pintar dan terkesan enggan mendengarkan pendapat orang lain. Saya tidak masalah dengan semua tipe-tipe tersebut, cukuplah sosoknya beriman kepada Allah SWT serta mau berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Wanita memang kodratnya akan menjadi makmum bagi laki-laki saat sudah menikah, makanya dianjurkan untuk memilih calon imam yang terbaik bagi dirinya sendiri. Namun, jika Qoddarulloh yang sudah Allah tetapkan jodohnya saat ini kurang ideal, maka itu adalah takdir Allah yang mesti saya terima, sembari mengikhtiarkan perbaikan kedepannya. Siapalah saya, tidak berhak menghakimi seseorang, tidak ada yang sempurna. Saya pun masih belajar menjadi wanita sholehah. Asal Aa' Ujang berjanji mau berjuang bersama dalam balutan agama, saya rasa cukup. Tidak perlu malu untuk sama-sama belajar. Seperti dalam Al Qur'an, surah Ar-Ra'du ayat sebelas, sejatinya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" ungkap calon istri Mang Ujang.


"MasyaAllah..." semua yang hadir langsung berucap.


Mang Ujang yang sudah menahan nafas sedari tadi kini sudah terasa plong untuk menghembuskan nafasnya kembali. Orang tua Mang Ujang sampai meneteskan air mata haru.


Acara dilanjutkan dengan ramah tamah antar dua keluarga. Sekaligus menentukan tanggal pernikahan, sebelumnya Rama sudah mengajukan tanggal kedua belah pihak keluarga.


Sekitar sebulan lagi Mang Ujang akan menikah. Jadi memang segala surat menyurat perihal mengurus pernikahan pun harus dikebut agar bisa berjalan sesuai jadwal rencana.


🌺


Rama sedang menelpon Ceu Lilis, dia ditugaskan untuk ikut sama keluarga Mang Ujang saat lamaran Mang Ujang dan melaporkan situasi yang tengah berlangsung.


"Alhamdulillah A'.. semua berjalan lancar. Tanggalnya pun sudah disepakati bersama, sesuai sama yang Aa' tentukan" lapor Ceu Lilis.


"Alhamdulillah... saya sempat khawatir wanitanya ga terima Mang Ujang.. syukurlah kalo memang sudah oke" jawab Rama.


"A' .. surat-surat Lilis sudah diserahkan ke saudaranya Abah Ikin, katanya punya Aa' juga sudah lengkap. Rasanya ga sabar ya A' nunggu tanggal itu" kata Ceu Lilis penuh bahagia.


"Aa' senang kalo kamu bahagia Lis.. gimana persiapan bajunya?" tanya Rama.


"Kan Aa' bilang Lilis duduk manis aja. Penjahitnya sudah seminggu yang lalu ukur buat Lilis sama keluarga" jawab Ceu Lilis.


"Oke.." jawab Rama.


"A'... Ibu merasa ga enak kalo semua biaya pernikahan ditanggung seratus persen sama Aa', biar sedikit juga Ibu ada pegangan. Mau kasih ke Aa' katanya" adu Ceu Lilis.


"Nanti kalo sudah dekat kan pasti saudara kumpul semua di rumah, butuh dijamu juga .. ya buat jamu tamu aja Lis. Bilang ke Ibu, ga usah merasa ga enak hati, pokoknya yang penting semua acara berjalan dengan lancar sesuai rencana" ucap Rama.


"Izza gimana A'? ga marah dia?" tanya Ceu Lilis.


"Marah kenapa? lagipula dia ga tau sama sekali kok" ujar Rama.


"Ga tau? jadi Aa' masih ga mau berterus terang sama Izza?" cecar Lilis.


"Lis .. tolong pahami posisi saya yang berada ditengah-tengah antara kamu dan Izza. Selama kalian seperti musuh, ya ga mungkin dong kasih tau semua hal tentang kalian berdua. Kamu kan tau kalo saya juga ga pernah cerita apapun tentang Izza ke kamu" lanjut Rama.


"Aa' tetap aja ya menangin Izza" ucap Ceu Lilis.


"Sekarang masih kamu nyalahin Izza atas kematian Mba Nay dan kebakaran rumah?" tanya Rama.


Ceu Lilis ga menjawab.


"Lis .. saya tau rasanya dendam terhadap orang lain, tapi pelan-pelan saya coba redam. Mencoba menjernihkan pikiran, mengurai sudut pandang yang berbeda" kata Rama.


"Apa istimewanya Izza sih A'? selalu dibela" ujar Ceu Lilis.


"Karena dia istri saya" jawab Rama.


"Kalo Aa' cinta sama dia, apa dia cinta sama Aa'? hati-hati A' .. yang terlihat baik belum tentu orang baik" saran Ceu Lilis.


"Oke Lis .. saya mau kembali bekerja. Titip salam buat semua" pamit Rama.


HP diletakkan diatas meja oleh Rama. Lima menit kemudian Alex menelpon.


"Boss.. seminggu saya mantau proyek, semua aman terkendali. Sepertinya memang harus ada yang jaga proyek dua puluh empat jam. Berarti kejadian yang lalu murni sabotase. Saya ketemu sama salah satu tukang yang waktu itu kerja di proyek, katanya disuruh mandor untuk ga kerjain proyek punya Boss lagi. Mereka dikasih uang satu juta rupiah dan diberikan pekerjaan di proyek lain" lapor Alex.


"Kamu tau mereka pindah ke proyek mana?" tanya Rama.


"Anak buah saya sedang mengikuti langkahnya tukang itu, karena sudah dua hari ini dia ga berangkat kerja. Hari ini terpantau berangkat kerja" kata Alex.


"Oke thanks... semalam sudah pulang ya? Mba Nur bilang katanya kamu balik bawa banyak oleh-oleh" ujar Rama.


"Iya Boss.. sekalian kan saya ke kampungnya Mba Nur di Purbalingga sesuai instruksi Boss. Keluarga Mba Nur titip salam dan mengucapkan terima kasih atas titipannya" kata Alex.


"Waalaikumsalam.. mereka sehat semua?" tanya Rama.


"Alhamdulillah.. Bapaknya sudah membuat tempe lagi. Sudah sehat lagi kondisinya. Ini ada tempe yang khusus buat Boss, katanya paling suka sama tempe mendoan pas datang kesana" jawab Alex.


"Iya ..disana saya makan the real of tempe mendoan, rasa tempe dan tepungnya beda sama daerah lain. Bapaknya Mba Nur memang membuat tempe mendoan yang tipis, dan Ibunya juga kreatif, menjual sekalian tepung yang sudah dibumbui jadinya bisa beli sepaket" kata Rama.


"Itu juga sudah sepaket Boss. Katanya tinggal tambah daun kucai dan air saja" lanjut Alex.


"Ya udah nanti kita lanjut ngobrolnya di rumah. Izza udah sampai di rumah belum?" tanya Rama.


"Sudah.. mulai besok tugas saya ngawal Mba Izza lagi?" ucap Alex memastikan.


"Ya .. tolong selidiki juga Lex.. siapa yang kirim-kirim hadiah ke Izza. Sudah seminggu ini ada kiriman bunga dan parfum ke Audah Hotel, tadi pagi malah ada kiriman coklat. Pengirimnya tau banget kalo Izza ada disebuah coffeshop. Saya aja ga tau Izza ngumpul dimana sama Mama teman-temannya Sachi" ungkap Rama.


"Sebenarnya bukan kecolongan Lex.. akhirnya dia keluar juga dari persembunyiannya" ucap Rama.


"Berarti benar ya kalo Big Boss ini cinta mati sama Mba Izza.. hati-hati Boss. Mba Izza bisa jatuh ke tangan pria itu kalo Boss ga bisa kasih treatment yang sama ke Mba Izza" saran Alex.


"Maksudnya gimana Lex?" tanya Rama.


"Bukan rahasia umum kan kalo wanita suka jika diberi hadiah. Perhatian kecil seperti itu bagi wanita kan romantis. Apalagi Mba Izza belum pernah jatuh cinta, dia bisa berpaling kalo Boss ga bisa kasih apa yang Mba Izza butuhkan" jawab Alex.


"Apa yang ga saya penuhi Lex? sandang pangan papan.. semua lebih dari cukup" kata Rama agak tinggi nadanya.


"Perhatian, kasih sayang dan perlakuan layaknya seorang istri diperlakukan oleh suaminya" ungkap Alex.


"Saya harus kasih bunga gitu?" tanya Rama.


"Mba Izza tipe wanita yang ga perlu dipuji setinggi langit atau diberikan hadiah seperti itu, cukup Boss ambil hatinya, maka senyum bisa langsung tersungging di bibirnya. Saya dengar semalam Boss tidur sekamar sama Mba Izza sampe Boss kesiangan bangun... saya senang mendengarnya. Saya liat juga Mba Izza banyak tertawa sama orang-orang rumah. Sepertinya servis memuaskan ya Boss.. hahaha" Alex kini berani menggoda Rama.


"Ini pada rame aja.. saya bangun subuh dan berangkat pagi buta katanya kerajinan, hari ini bangun siang katanya saya kalah KO sama Izza. Kenapa sih kalo suami istri sekamar pada beranggapannya kami bercinta tanpa kenal waktu" kata Rama.


"Ya kan selama seminggu nikah, Boss tidurnya bertiga sama Sachi juga, eh itu juga ga tidur sekamar, kalo Mba Izza dan Sachi tidur pasti Boss pindah ke kamar" papar Alex.


"Kamu tau Lex?" tanya Rama kaget.


"Semua orang di rumah juga sudah tau Boss. Pak Isam sama Mas Haidar sampai tanya ke saya, apa benar Boss dan Mba Izza menikah bukan karena paksaan" jawab Alex.


"Terus kamu jawabnya apa?" tanya Rama lagi.


"Ya bilang ga tau apa-apa tentang kehidupan pribadi. Tugas saya hanya menjadi pengawal pribadi" jawab Alex simple.


"Thanks Lex atas obrolannya, saya lanjut kerja dulu" ucap Rama.


.


Sore ini para asisten rumah tangga sudah bersantai. Pak Isam pergi keluar kota selama tiga hari, Mas Haidar belum pulang, jadi mereka ngeteh sore ditemani tempe mendoan.


Tempe digoreng dengan selimut adonan yang tidak terlalu tebal tapi juga tidak tipis. Mereka mengeluarkan kompor portable ke taman belakang. Mba Nur yang menggorengnya karena lebih paham caranya. Mendoan digoreng tidak terlalu kering karena sesuai namanya mendo, yang artinya matang basah. Itulah kenapa dinamakan mendoan.


Pada umumnya mendoan dinikmati selagi panas bersama cabai rawit hijau atau cengis (orang Purbalingga menyebut cabe rawit).


Selain itu dinikmati pula bersama sambal kecap.


"Mendoannya digulung dan dicocol ke sambal kecap yang ada potongan bawang merah dan tomat segar, pasti maknyus deh" saran Mba Nur.


Semua mengikuti saran Mba Nur.


"Enak banget ini Mba... tempenya beda ya" kata Izza yang sudah habis dua buah tempe mendoan.


"Nambah Mba.. banyak kok dibawainnya, untuk Mas Rama sudah saya pisahkan" kata Mba Nur.


Alex dan yang mengurus kebun pun ikut ngeteh sore. Berbincang ringan. Sachi main sepeda diseputar taman.


Security datang menghampiri Izza. Membawakan sebuah tanaman kaktus yang dihias dalam sebuah keranjang putih.


"Mba.. ada paket untuk Mba Izza. Yang kirim dari admin .. adminer.. sikret apa sih ya tadi.. coba baca kartunya aja ya Mba.. susah namanya" lapor security agak kebingungan.


Alex yang menerima kaktus tersebut. Kartu diserahkan ke Izza. Alex membongkar plastik pembungkus dan memeriksa tanaman kaktus.


Izza membuka kartu dalam amplop kecil.


#Kaktus merupakan tanaman khas di wilayah kering, hidup didaerah panas dengan minim air. Seperti kamu .. Meski tidak diberi perhatian yang khusus, kamu bisa tetap terus bertahan demi keberlangsungan hidup, menjadikan kamu sebagai pribadi yang sangat tangguh nan kuat serta mandiri.


Sabarlah menunggu kaktus berbunga, sama sepertiku yang sabar menunggumu datang kehadapanku.


Izza... aku tlah jatuh padamu 🖤#


Izza menyerahkan kartu tersebut ke Alex. Alex membacanya kemudian melaporkan ke Rama.


"Buang kaktus itu di tong sampah depan rumah, biar mata-matanya melapor ke Big Bossnya. Beraninya dia kirim ke rumah" omel Rama.


"Baik Boss" jawab Alex.


🌺


Pernikahan Mang Ujang sudah tinggal seminggu lagi, Rama sudah ACC buat Mang Ujang libur full selama dua Minggu tanpa potong cuti tahunan dan tidak potong gaji pula.


Izza pun sudah selesai ujian mid semesternya. Memang cukup risih juga ketika kembali ngampus, Rama menerapkan protokol yang rada ribet. Berangkat diantar Alex (sampai benar-benar dipastikan aman sampai depan kelas baru Alex pulang) dan pulangnya Izza dijemput sama Rama (jika pulang malam hari). Kecuali jika Rama ada janjian bertemu klien di malam hari atau dia sedang konsultasi ke dosen pembimbing berkaitan dengan sidang tesisnya.


Rama memang sekarang tercatat sebagai mahasiswa semester tiga program Pascasarjana disalah satu universitas di Jakarta. Sudah memulai seminar proposal tesisnya, sebenarnya sudah dari semester dua disusun, tapi ternyata sulit membagi waktu antara fokus ke proposal tesis, bisnis dan kehidupan pribadi.


Rama kembali berkonsultasi dengan pembimbing tesisnya, menyusun ulang analisa strategi bersaing Audah Hotel dalam menghadapi persaingan industri perhotelan di DKI Jakarta.


Rama memang sengaja mengambil bahan yang dekat dengannya. Agar bisa menguji apakah strategi yang sudah dijalankan bisa dipertanggungjawabkan secara akademis. Para dosen pembimbingnya memang ahli dibidangnya, sehingga kelak pasti berguna untuk kemajuan Audah Hotel juga.


💐


Waktu menunjukkan pukul satu malam, sudah masuk hari Sabtu dinihari. Sachi dan Mas Haidar sedang ikut liburan sama Mba Rani dan keluarganya ke Bali. Mereka berangkat hari Jum'at jam tujuh malam.


Rama baru pulang, Mang Ujang sudah langsung tidur di kamarnya. Rumah terasa sunyi karena Pak Isam juga sedang keluar kota.


Rama menelpon Izza. Ga lama kemudian Izza membuka pintu kamarnya.


"Baru pulang Kak?" tanya Izza basa basi.


"Ada makanan ga?" tanya balik Rama.


"Ada.. Kakak mandi dulu aja, nanti saya siapkan" pinta Izza.


"Nanti tolong bawa ke kamar atas ya" ucap Rama sambil berjalan menuju tangga.