
"Keluarga pasien atas nama Ibu Fayza" panggil perawat IGD.
"Iya..." jawab Rama yang menunggu diluar IGD karena permintaan dokter jaga.
Rama masuk kedalam IGD dan duduk didepan meja dokter jaga IGD.
"Maaf dengan siapa saya berbicara?" tanya dokter jaga IGD.
"Saya suaminya" jawab Rama.
"Kami akan memberitahukan kondisi pasien secara umum dulu ya Pak. Secara fisik ditemukan ada memar kemerahan dipergelangan tangan karena menurut pasien, tangannya diikat pakai jilbab dan berusaha melepaskan jeratan tersebut. Dibagian telapak kaki juga ada beberapa goresan seperti terkena batu dikarenakan tidak memakai alas kaki. Secara komunikasi masih bagus kesadaran dan daya ingat, tapi kami melihat sebagai awalan diagnosa adalah the direct trauma... trauma yang timbul karena jelas dirasakan secara langsung, trauma ini lebih besar daripada trauma yang dirasakan tidak secara langsung. Ini diakibatkan dari pasien melihat penembakan didepan matanya sendiri, jika kita melihat adegan baku tembak lewat televisi atau media massa lainnya pasti sangat berbeda efeknya. Nanti psikiater yang akan mengeksplor lebih dalam lagi mengenai hal ini. Jadi kami sarankan untuk dirawat inap terlebih dahulu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Akan dirawat bersama oleh beberapa spesialis, untuk lebih menegakkan diagnosanya" saran dokter jaga IGD.
"Ya dok.. saya setuju saja. Sebagai orang awam yang tidak paham dunia medis, saya percayakan kondisi istri saya di Rumah Sakit ini, nanti jika sudah diperiksa secara menyeluruh baru akan saya pindahkan ke Jakarta" jawab Rama.
"Baik Pak.. Ada satu lagi Pak informasinya.. tadi perawat kami melihat ada bercak darah dibagian .. maaf .. bokong, saat kami tanya, pasien tidak dalam kondisi datang bulan. Akhirnya kami cek laboratorium dan diperiksa oleh bidan yang berdinas malam ini, sudah dikonsultasikan dengan dokter obsgyn juga, hasilnya ada peningkatan kadar HCG, tapi masih rendah" papar dokter jaga IGD.
"Maksudnya bagaimana ya dok?" tanya Rama ga paham.
"Apa istri Bapak dalam kondisi hamil? atau Bapak tau kira-kira terakhir haidnya kapan?" dokter balik bertanya.
Rama kaget mendengar perkataan dokter.
"Belum dilakukan USG karena kondisi pasien belum stabil secara emosi dan dini hari tidak ada dokter kandungan standby" lanjut dokter jaga IGD.
"Kalo hamil ya belum tau ya dok, karena memang belum telat datang bulan, terakhir haid sekitar tiga atau empat Minggu yang lalu. Maaf dok.. bukannya kalo hamil itu telat datang bulan ya? ini kan belum telat dok" kata Rama.
"Besok langsung dibicarakan dengan dokter kandungan saja ya Pak agar lebih jelas" ucap dokter jaga IGD.
.
Rama mengurus pendaftaran rawat inap, Alex berjaga diluar IGD bersama satu orang anggota polisi. Mba Rani sudah pamit pulang sedari tadi karena akan balik ke Jakarta.
Setelah selesai mengurus pendaftaran, Rama meminta Alex untuk pulang membawakan baju Izza dan baju Rama yang ada di rumah Omnya Rama. Setelah itu Alex bebas tugas.
💐
Pagi hari, Mas Haidar memberikan instruksi kepada semua penghuni rumah untuk tidak membocorkan berita apapun ke Sachi yang berkaitan dengan Izza.
Mas Haidar juga memberitahukan jika Izza sudah selamat dan sekarang berada dibawah pengawasan medis di Rumah Sakit.
"Terus Mas Boss kapan pulangnya?" tanya Mang Ujang.
"Ya tunggu kondisi Izza bisa dibawa pulang kesini" jawab Mas Haidar.
"Mba Izza kondisinya bagaimana Mas?" tanya Maryam penasaran.
"Secara fisik ada sedikit luka, tapi mentalnya down banget ya. Namanya juga melihat langsung orang ditembak depan matanya. Jangankan dia yang perempuan, saya aja yang lelaki kalo melihat seperti itu pasti juga terguncang mentalnya" jawab Mas Haidar.
"Semoga lekas pulih ya Mba Izzanya, kita mau hubungi takutnya disana masih sibuk" kata asisten rumah tangga yang lain.
"HP nya Izza sudah ditemukan tapi masih belum aktif, mungkin low batt. Minta do'anya aja dari semua untuk Izza ya" pinta Mas Haidar.
"Pasti itu Mas.. Mba Izza itu orang baik, pasti Allah akan selamatkan dari segala marabahaya. Kita semalaman nangis aja mendengar berita, merinding banget ngebayangin ada disana, apalagi Mba Izza yang memang ada disana dalam jarak yang dekat" ucap asisten rumah tangga.
"Terus saya langsung ke Audah Hotel aja ya? atau tunggu instruksi dari Mas Boss dulu? kan rencananya sore ini Mas Boss dan Mba Izza akan pulang ke Jakarta dan saya jemput di Bandara. Ada kejadian seperti ini berarti kan ga jadi pulang ya.." tanya Mang Ujang.
"Ga usah kebanyakan nanya Jang, sekarang tugas pokok udah ada kan? ya udah kamu kerjain tugas di Audah Hotel sebagai koordinator driver, kecuali Rama kasih instruksi tambahan, baru deh kamu ikutin instruksinya. Alex sama Papi yang akan pulang besok pagi, coba tanya siapa yang jemput. Papi rencananya akan kembali ngantor dulu, menggantikan Rama di Abrisam Group. Audah Hotel nanti saya yang handle, secara dua pemiliknya sama-sama kena musibah, ga bakal fokus ngurus Audah Hotel" ujar Mas Haidar.
"Ga nyangka Pak Flandy itu pelakunya, mana dia jualan obat-obatan terlarang juga lagi... kurang kaya apa ya sampe jualan begituan. Mending dia jualan obat herbal deh, ketahuan bisa membantu orang-orang yang ga mau pakai obat dari dokter" ucap Mang Ujang.
"Justru kaya gara-gara jualan itu kali Jang" kata Mas Haidar.
"Mas Haidar sebagai mantan mantunya emang ga tau sama sekali kelakuan bandot tua itu?" tanya Mang Ujang.
"Ngga... lah buktinya istri sama anaknya aja ngga tau sama sekali. Rapih banget nutupnya, ya itu dilindungi sama Ivan, calon suaminya Anin" sahut Mas Haidar.
"Kasian Mba Anin... sekalinya mau nikah lagi eh malah metong calon lakinya. Kayanya sebentar lagi mau nikah kan ya?" ujar Mang Ujang.
"Belum jodoh.. yang heran itu kenapa Izza minta Ivan di makamkan satu liang sama orangtuanya Izza ya.. Mamam yang urus semua kan ya?" tanya Mas Haidar.
"Iya Mas.. sore ini baru diberangkatkan dari Surabaya, kemungkinan besok subuh baru sampai Jakarta, langsung dibawa ke makam, tidak disemayamkan dimana-mana karena tidak ada keluarga. Infonya Aa' Maman, keluarga yang selama ini dikenal itu hanya orang bayaran saja" jelas Maryam.
"Tapi sejahat-jahatnya dia, dia udah nyelamatin nyawanya Izza. Mungkin itu juga yang membuat Izza merasa hutang budi, jadinya di makamkan disana" papar Mas Haidar.
"Bisa jadi sih Mas.. biar Mba Izza bisa ziarah kesana juga. Tapi ya.. saya tuh salut sama Mas Boss yang bisa tau keberadaan Mba Izza dimana. Mas Boss punya tele .. tele.. telekomunikasi apa gitu ya Mas.. kok bisa tepat gitu tebakannya, kaya tau aja Mba Izza ada di rumahnya Pak Flandy yang itu, padahal ga cuma satu kan rumahnya di Surabaya" puji Mang Ujang.
"Telekomunikasi? emangnya Rama orang Telkom? bukan telekomunikasi Jang... tapi telepati kali ya maksudnya?" ujar Mas Haidar meluruskan.
"Nah ya itu... tapi jangan bilang karena saling cinta jadi nyambung gitu hatinya, dan bisa dengar jeritannya Mba Izza.. udah kaya sinetron aja" kata Mang Ujang.
"Semalam sih Alex bilang Rama tau dari motif batik Surabaya gitu.. kan Pak Flandy punya toko oleh-oleh khusus batik disana, nah mobilnya yang di Surabaya semua ada motif batik dibagian belakangnya. Mengenai kenapa Rama tau rumah itu, karena kebanyakan barang yang diberikan ke Izza selalu ada tanda hati berwarna hitam. Rumah itu dibagian pagar ada tanda hati warna hitam dengan dasar putih. Rama pasti ingat karena pernah menginap disana saat saya masih menikah sama Anindya. Kayanya memang jarang kita temui rumah dengan hiasan tanda hati hitam, kalo merah ya pernah liat" jelas Mas Haidar.
"Luar biasa ingatannya Mas Boss.. itu dari kecil makannya apa ya sampe secerdas itu memecahkan teka-teki yang ada. Kapan ya bisa sepintar Mas Boss?" tanya Mang Ujang penasaran.
"Makanin buku sama kamus kayanya dia sejak kecil, ditambah ngemilin laptop kalo senggang" jawab Mas Haidar ngasal.
"Beneran Mas? serem amat ya, apa Mas Boss ikut aliran sesat yang makan aneh-aneh begitu biar sakti mandraguna? emang perutnya ga sakit ya makan begituan? perasaan belum pernah liat Mas Boss makanin buku selama bareng, apa pas lagi sendiri kali ya" duga Mang Ujang serius.
Para asisten rumah tangga yang sedang sarapan bersama sudah ketawa geli melihat mimik Mang Ujang yang kebingungan tapi lucu. Maryam yang merasa malu langsung menyenggol kakinya Mang Ujang.
"Apaan sih??" ujar Mang Ujang pelan.
"Mending diam atuh A'.. daripada bikin malu" bisik Maryam.
Sachi menuruni tangga didampingi oleh Mba Nur. Mas Haidar memberikan tanda agar jangan ada yang keceplosan didepan Sachi.
Semua fokus ke makanan, menikmati sarapan dalam diam daripada kelepasan membahas Izza.
🏵️
Pak Isam baru sampai di Rumah Sakit sekitar jam sepuluh pagi, bersama adik-adiknya beliau langsung menuju kamar VVIP di lantai lima Rumah Sakit tersebut. Didepan pintu ada penjagaan security, Rama yang keluar kamar untuk menjemput keluarganya. Sesuai prosedur keamanan yang diberikan oleh pihak kepolisian, hanya yang disetujui oleh Rama saja yang bisa masuk kedalam kamar rawat inapnya Izza.
Izza baru saja tidur, baru berasa sangat lelah. Sejak datang ke Rumah Sakit tampak gelisah dan ketakutan jika memejamkan matanya.
"Masih dalam pantauan medis, tadi Rama sudah berbincang dengan Komandan yang memimpin operasi semalam, kemungkinan Izza akan kita bawa ke Jakarta dulu. Intinya pihak kepolisian masih menunggu keputusan medis seperti apa. Kan tidak boleh juga orang yang masih terganggu fisik dan psikisnya dimintai keterangan. Rama juga akan minta perlindungan LPSK Pi.. tau sendiri di Indonesia kadang korban malah ga aman, bukan sekedar aman dari ancaman, tapi dampak psikologisnya juga. Beritanya kan sudah naik ke media online, sudah bisa diakses oleh siapapun. Jadi penculikan Izza ini minta dikeep silent dulu aja kepihak kepolisian, biar yang naik berita adalah kepemilikan dan pengedar obat terlarang serta kepemilikan senjata api" jelas Rama.
"Kuliahnya gimana nanti Izza? Papi khawatir dia ga siap menghadapi orang banyak" ucap Pak Isam.
"Mau praktek kerja lapangan Pi.. nanti Rama coba pindahin tempat praktek jadi di Audah Hotel aja, Farida yang akan urus ke kampusnya Izza untuk mengganti surat PKL" kata Rama.
"Kamu atur aja Ram.. demi kenyamanan bersama" ucap Pak Isam.
LPSK merupakan suatu lembaga yang memberikan perlindungan saksi dan korban dalam suatu kasus. LPSK kepanjangan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Pengertian LPSK dapat diketahui dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban. LPSK yang diberikan mandat oleh undang-undang selaku vocal point dalam pemberian perlindungan saksi dan korban harus dapat mewujudkan suatu kondisi dimana saksi dan korban benar-benar merasa terlindungi dan dapat mengungkap kasus dalam pengadilan.
Rama melanjutkan cerita tentang obrolannya dengan dokter jaga IGD.
"Jadi ada kemungkinan Izza hamil tapi belum tau ini keguguran atau ga gitu?" tanya Pak Isam.
"Sore ini kita akan Konsultasi ke dokter kandungan, kalo memang hamil ya besar kemungkinannya tidak bisa dipertahankan karena memang sudah keluar darah terus ya, Izza saja pakai pembalut Ibu melahirkan sejak di IGD, tadi aja baru diganti sama perawat karena sudah tembus ke sprei" jelas Rama.
"Ya Allah.. kuat ga dia menghadapi kenyataan ini?" ujar Pak Isam sangat khawatir.
"Rama aja bingung mau menyampaikan hal ini, mau mulai dari mana aja ga tau" ucap Rama serba salah.
"Kamu harus lebih kuat dari dia Ram.. belum rejekinya, nanti Allah ganti yang lebih baik ketika waktunya tiba" kata Pak Isam menguatkan.
"InsyaAllah Pi.." jawab Rama.
🏵️
Keluarga besar Pak Flandy dan keluarga besar Ibunya Mba Anindya sudah berkumpul di rumah. Mba Anin dan Ibunya tengah mendapatkan perawatan medis di rumah, mereka masih diinfus oleh dokter pribadi keluarga mereka.
Shock yang amat sangat mendapatkan kenyataan jika Pak Flandy adalah Big Boss sebuah jaringan terlarang benar-benar menjadi bom atom yang meledak secara tiba-tiba. Tidak ada yang siap dengan apa yang terjadi, semua langsung luluh lantak. Para wartawan sudah banyak diluar pagar rumah, para handai taulan dan rekan bisnis juga silih berganti menanyakan kebenaran berita yang baru mereka dengar.
Jadi sejak kejadian, Mba Anin dan Mamanya tidak memegang HP. Informasi dari pihak kepolisian diterima oleh pengacara keluarga Pak Flandy. Di Surabaya pun, Pak Flandy sudah langsung didampingi oleh pengacara.
"Ma.. kita harus kuat Ma..." ujar Mba Anindya mencoba menghibur Mamanya.
"Papa sampai bisa setega ini terhadap kita.. tanpa bisnis ilegal pun kita sudah lebih dari cukup. Kenapa harus mengorbankan banyak hal demi kenikmatan sesaat. Ditambah deretan simpanannya yang selama ini Mama ga ambil pusing, tapi kali ini Izza .. istrinya Rama. Selera Papamu turun banget" kata Mamanya Mba Anindya.
"Jangan gitu Ma... mungkin secara fisik, Izza bukan wanita yang ideal, tapi dia punya inner beauty yang bisa membuat para pria jatuh hati. Rama yang keras dan anti wanita aja ga berdaya dihadapan Izza. Dia hatinya lembut, ga pernah dibawa hati segala persoalan, tenang dan kadang menghanyutkan. Dia ga ambil pusing omongan orang, baginya membungkam dengan prestasi lebih berarti dibanding membalas dengan caci maki. Anin aja iri sama dia Ma.. " tutur Mba Anindya.
🌷
Setelah diotopsi, jenazah Mas Ivan siap dibawa ke Jakarta pakai ambulance. Izza sudah meminta Rama untuk mengurus semuanya.
Rama yang menandatangani serah terima jenazah (Izza sempat bercerita secara singkat kalo Mas Ivan adalah Kakaknya, Izza juga menyerahkan HP milik Mas Ivan ke Rama. Dari HP tersebut banyak video pengakuannya Mas Ivan tentang asal-usul, keterlibatannya dalam jaringan Pak Flandy, permintaan maaf ke Mba Anindya bahkan pesan untuk Rama agar menjaga Izza).
"Mas.. mungkin kita ga terlalu dekat, tapi terimalah penghormatan ini sebagai ucapan terima kasih sudah menyelamatkan Izza. Kami akan memenuhi permintaan terakhirmu untuk dimakamkan diliang yang sama dengan Ibu. Maaf kami tidak bisa mengantarkan hingga tempat peristirahatan terakhir Mas.. tapi semua sudah dikondisikan untuk mengurus pemakaman secara baik" ucap Rama sambil mengusap peti jenazah.
.
Rama sudah meminta Maman untuk mengurus pemakaman Mas Ivan di Jakarta. Maman dan Ceu Lilis sudah tinggal di Jakarta sejak seminggu yang lalu, mereka tinggal di rumah yang dulu punyanya Mba Gita.
.
Mba Gita sendiri sudah berhasil dibekuk kembali, dia sudah dikawal menuju Jakarta lewat perjalanan darat. Untuk Pak Flandy dan jaringannya masih diperiksa di Surabaya sesuai tempat kejadian perkara.
🏵️
Izza dibawa ke ruang konsultasi dokter obsgyn, dia belum paham kenapa mau di USG perutnya.
dokter obsgyn sudah membawa rekam medis dari Izza yang sedang mengalami trauma atas kejadian yang baru saja menimpanya, sehingga dokter sedang mencoba merangkai kata agar tidak menimbulkan kepanikan.
"dok.. bicara saja tanpa perlu ditutupi. Saya tau ada sesuatu dalam tubuh saya kan dok? apa darah yang keluar ini darah haid atau ada suatu penyakit?" tembak Izza.
dokter obsgyn menarik nafas agak berat. Rama langsung memegang tangannya Izza, memberikan kode untuk lebih tenang.
"Baik Bapak.. Ibu... dari hasil pemeriksaan laboratorium, ada peningkatan kadar beta hCG yang dihasilkan oleh embrio. Kadar hormon ini terdeteksi disepanjang masa kehamilan, akan tetapi kadarnya bervariasi seiring dengan pertumbuhan janin. Pada kehamilan, beta-hCG mulai diproduksi tubuh setelah implantasi embrio, yang terjadi sekitar enam hari pasca pembuahan. Sejak itu, kadarnya akan meningkat dua kali lipat setiap dua sampai tiga hari sekali. Didalam darah, beta-hCG dapat terdeteksi sekitar sebelas hari setelah pembuahan. Sedangkan didalam urin, dapat terdeteksi sekitar dua belas hingga empat belas hari setelah pembuahan. akan lebih akurat pemeriksaan beta-hCG, untuk mengonfirmasi kemungkinan kehamilan sebaiknya dilakukan ketika haid sudah terlambat atau paling sedikit lima belas hari setelah hubungan intim dimana terjadi pembuahan. Ini memberikan waktu pada hormon untuk mencapai kadar yang bisa terdeteksi oleh pemeriksaan. Jika kita hitung dari hari pertama haid terakhir Ibu, diperkirakan kehamilan baru sekitar dua minggu" papar dokter obsgyn.
Izza dan Rama saling mengeratkan genggaman tangan mereka. Antara rasa bersyukur dan khawatir menjadi satu.
"Terus bleeding ini bagaimana dok?" tanya Izza.
"Dari pemeriksaan USG, yang ditemukan hanya kantong kosong" jawab dokter obsgyn.
"Apa masih bisa dipertahankan dok?" tanya Rama pelan-pelan.
Izza sudah menangis.
"Saya akan berikan obat untuk menghentikan bleeding dan melihat perkembangan seminggu kedepan, mengingat baru sekitar dua mingguan, masih terlalu kecil. Semoga Allah memberikan rejekinya ke Bapak dan Ibu" jawab dokter obsgyn dengan bijak.
"Baik dok.. terima kasih... maaf dok.. bisa saya bertanya, hal ini agar kedepannya kami bisa belajar lebih waspada jika ada gejala awal kehamilan yang masih sangat muda. Selain telat datang bulan, biasanya apa saja ya dok tanda-tandanya?" tanya Rama ingin tau.
"Memang banyak orang mengetahui tanda hamil muda setelah telat menstruasi. Padahal ada beberapa tanda hamil muda sebelum telat menstruasi tiba. Biasanya buang air kecil menjadi lebih sering, ada yang mengalami morning sickness, payudara ibu hamil juga akan terasa lebih kencang sejak awal kehamilan bahkan ada yang merasa nyeri dan tidak nyaman. Adanya perubahan nafsu makan. Beberapa ibu hamil bisa mengalami keputihan sebagai gejala hamil dua minggu. Ibu juga mungkin akan mulai sering merasa lelah dan mengantuk, ada juga yang sakit bagian pinggangnya" jelas dokter obsgyn panjang lebar.
"Hampir mirip seperti PMS ya dok" ucap Rama.
"Bapak ini sangat perhatian sekali ya sama istri, sampai paham gejala PMS istrinya seperti apa" canda dokter obsgyn mencoba mencairkan ketegangan yang ada.
"Terima kasih atas penjelasannya dok" ucap Rama yang memutuskan segera balik ke kamar rawat inap karena kondisi Izza yang sudah kembali keringat dingin.
.
Sesampainya di kamar rawat inap, hanya ada mereka berdua, yang lain sudah pulang dulu karena tidak mau mengganggu istirahatnya Izza.
"Maaf ya Kak... ga bisa jaga anak kita" ucap Izza pelan.
Rama memeluk Izza, tangis Izza pun langsung pecah dalam dekapan Rama.
"Apapun perasaanmu sekarang, kamu harus tahu kalau kamu hebat, kamu luar biasa De..I Would love you in any shape, in any world, with any past. Never doubt that (Aku akan mencintaimu dalam bentuk apapun, di dunia manapun, dengan masa lalu bagaimanapun. Jangan pernah meragukan itu)" bisik Rama menguatkan.
"You mean so much to me (kamu sangat berarti bagiku).. i love you" jawab Izza yang langsung menghujani ciuman diwajahnya Rama.
Rama hanya bisa pasrah dan tersenyum manis. Walaupun hatinya meringis melihat kondisi mentalnya Izza yang turun drastis. Ciumannya Izza kali ini menandakan sebuah rasa kekhawatiran yang besar. Khawatir Rama marah dan meninggalkan dirinya.