HELLO SUNSHINE

HELLO SUNSHINE
Hello 183, New story



Sachi akhirnya kembali tinggal di rumah Pak Isam, tinggal bersama Izza dan Rama lagi. Mba Rani sedang banyak dinas keluar kota, Mas Haidar pun mengembangkan sayap bisnisnya dibeberapa tempat seputar Jabodetabek. Jadinya Sachi lebih banyak di rumah sama Alex dan Mba Nur saja. Setelah berdiskusi dengan semuanya, akhirnya keputusan inilah yang diambil.


Sachi pun tampak lebih bahagia tinggal di rumah Pak Isam, selain banyak orang di rumah ini, rumah inilah tempat Sachi membesar. Banyak kenangan Sachi disini.


Mba Nur pun membawa kabar bahagia, dirinya dinyatakan positif hamil karena saat menikah baru saja selesai haid. Diusia pernikahan bulan kedua, Alex dan Mba Nur sudah diberikan anugerah luar biasa.


Sejumlah aturan sudah diberikan oleh Izza, termasuk memindahkan kamar Sachi kebawah agar Mba Nur tidak naik turun tangga. Kamar tamu akan dipindah ke kamar Sachi yang lama. Selama proses renovasi kamar, Sachi akan menempati kamar Mba Mentari dulu.


Makinlah Izza merasa ga nyaman dengan situasi seperti ini. Yang menikah hampir bersamaan dengannya saja sedang menunggu kelahiran buah hati. Sedangkan dirinya belum kunjung menunjukkan garis dua dialat testpack.


Rama berkali-kali memberikan semangat untuk Izza, bahkan memberikan kebebasan ke Izza untuk ikut membantu Mas Haidar di toko sayur dan buah organik. Rama tidak mau Izza merasa tertekan kalo banyak melihat Ibu hamil di rumah Pak Isam.


💠


"De.. kita kan baik-baik aja, dokter juga bilang ga ada masalah. Pernah ada riwayat kehamilan pula. Ini masalah waktu yang tepat aja. Kalo kamu merasa program hamil yang akan kita jalankan, adalah usaha terbaik saat ini ya gapapa. Asal janji ya.. kamu harus bahagia. Kakak akan selalu mensupport apapun yang kamu inginkan serta akan terus berada disamping kamu" kata Rama saat di ruang tunggu Rumah Sakit.


"Kakak ga masalah kan sama biayanya? ga sedikit loh dana yang akan kita keluarkan. Ditambah juga tidak ada jaminan program ini akan berhasil" tanya Izza.


"De.. InsyaAllah kalo masalah finansial ga ada masalah, tapi Kakak hanya takut kamu down. Itu aja kok yang masih jadi beban pikiran sampai saat ini. Sekarang kita konsultasi, dokter akan menjelaskan persiapannya, kedepannya kamu mau atau tidak untuk berjuang diprogram ini ya terserah. Karena titik beratnya di kamu. Semua prosedur lebih kearah calon ibu, bukan calon ayah. Meskipun kualitas bibit dari Kakak pun harus bagus. Toh Kakak ga merokok, ga minum alkohol ataupun obat terlarang" jawab Rama.


.


Izza dan Rama masuk ke ruangan konsultasi. Mereka memang mengambil sesi konsultasi eksekutif, sebuah layanan Rumah Sakit untuk pasien yang ingin lebih lama berkonsultasi tanpa batas waktu, ruangannya pun nyaman (tempat duduk nyaman, dapat minum dan snack serta terbatas aksesnya). Biasanya yang memakai jenis pelayanan ini adalah para pejabat, artis dan sosialita yang sangat menjaga privasi. Tentu tarifnya pun bisa tiga kali lipat dibandingkan konsultasi biasa.


"Bayi tabung atau yang dalam istilah medisnya dikenal dengan nama in vitro fertilisation (IVF) adalah program hamil yang dilakukan dengan cara menyatukan sel telur dan ****** terbaik di laboratorium, sehingga terjadi pembuahan dan terbentuk embrio. Lalu, embrio akan dibekukan lalu dipindahkan kedalam rahim calon ibu yang diharapkan bisa menghasilkan kehamilan. Kembali lagi ke takdir Allah SWT, kami dalam dunia medis sifatnya hanya membantu dalam berikhtiar. Sebelum program ini dijalankan, akan ada satu kali konsultasi dengan psikiater yang ada di Rumah Sakit ini guna mendapatkan rujukan bagaimana kesiapan mental pasangan suami istri untuk mengikuti program" buka dokter kandungan yang sudah punya nama di Jakarta karena banyak yang berhasil dalam IVF ditangan beliau.


"Ya dok.. InsyaAllah semua akan kami jalankan sesuai prosedurnya" jawab Izza.


"Sebagai gambaran, saya akan menjelaskan secara singkat. Persiapan ini tidak hanya untuk istri, tapi juga untuk suami. Menjelang menjalani program, kita akan pastikan tubuh dalam kondisi sehat, pasangan akan menjalani medical check up. Selain itu makan makanan dengan gizi yang seimbang, menjaga berat badan, menghindari rokok dan alkohol, serta melakukan olahraga rutin. Bagi istri, konsumsi vitamin untuk persiapan hamil. Baik suami maupun istri harus rileks saat program berlangsung untuk memperbesar kemungkinan berhasil. Pola hidup yang sehat sangat diperlukan, termasuk menjaga pola tidur dan istirahat. Setelah tahap persiapan selesai, baru akan memasuki tahapan program. Yang pertama adalah induksi ovulasi, wanita secara alami melepaskan sel telur tiap bulan untuk kemungkinan pembuahan. Sedangkan dalam program IVF, pelepasan sel telur akan dirangsang dengan obat-obatan. Dengan demikian, dokter bisa mengambil lebih banyak telur untuk memperbesar peluang pembuahan. Tahap kedua adalah pengambilan sel telur. dokter akan mengambil sel telur dari ovarium dan mengevaluasi untuk menilai kualitasnya. Sel telur kemudian disiapkan untuk disatukan dengan sel ****** yang sebelumnya sudah diambil dan ditempatkan di wadah khusus. Penyatuan ini akan berujung pada pembuahan dan pembentukan embrio. Setiap pembuahan yang berhasil akan menciptakan embrio. Embrio yang dibuat dalam siklus program ini akan di evaluasi. Embrio yang layak atau sehat kemudian dipilih untuk ditanamkan ke siklus selanjutnya. Tahapan berikutnya adalah penanaman embrio. Embrio akan ditransfer ke rahim wanita setelah matang. Penanaman embrio ini biasanya dilakukan lima hari setelah pembuahan. Kehamilan terjadi ketika embrio menempel pada lapisan rahim" jelas dokter kandungan.


Rama dan Izza mendengarkan dengan sangat serius. Sesekali Rama mengusap telapak tangan Izza.


"Baik dok.. terima kasih atas penjelasannya. Kami akan berbicara dulu untuk menjalani program ini. Hal ini perlu adanya kesepakatan antara saya dengan istri" ucap Rama.


"Silahkan Pak.. ini kan program dari dua pihak, jadinya memang perlu ada kesepakatan bersama. Jangan hanya satu pihak yang mau sedangkan yang lain tidak" jawab dokter kandungan.


🌺


Rama menyetir mobilnya sendiri, Mang Ujang sedang di Audah Hotel. Dia yang tadi menjemput Izza di rumah dan akan kembali mengantar Izza pulang ke rumah.


Dalam perjalanan, Izza banyak diam. Entah pikirannya sedang kemana.


"De.. are you okay?" tanya Rama.


"Ya... ya... baik-baik aja kok" jawab Izza.


"Kalo ga siap ya gapapa De, kita bisa coba jika sudah siap" saran Rama.


"Kayanya kebalik deh.. Izza sudah siap kok, Kakak yang harus bisa mengatur pekerjaan hingga bisa cukup tidur dan istirahat. Bisa ga kerja dengan jadwal tertentu aja? paling ga sekitar jam delapan malam sudah di rumah" kata Izza.


"Nah ini yang ga bisa janji" sahut Rama.


.


Begitu sampai di parkiran rumah.


Rama mengambil telapak tangannya Izza dan menciumnya berkali-kali.


"Maaf ya kalo belakangan ini hubungan kita terasa hambar. Murni karena kesibukan Kakak. Padahal kamu selalu berupaya jadi istri yang baik. Tiap Kakak pulang kerja, bikin Kakak nyaman dengan sambutan tanpa ngomel. Sudah berusaha memancing dengan gombalan yang lucu. Pokoknya selalu bikin Kakak ingin segera pulang" ucap Rama dengan tulus.


"Maaf ya Kak.. Izza belum bisa memberikan keturunan.." kata Izza agak sedih.


Rama langsung mencium bibirnya Izza untuk menghentikan ucapan Izza.


Security yang menghampiri mobil langsung membatalkan niatnya membukakan pintu untuk Izza.


.


"Kok balik? katanya mau bukain pintu buat Mba Izza" kata Alex.


"Lah ada adegan tujuh belas tahun keatas, ga enak kalo diganggu" jawab security.


"Lagi ngapain emangnya Boss dan Mba Izza?" tanya Alex.


"Begituan..." kata security.


"Begituan apa? jangan bilang kalo mereka bercinta di mobil ya? kalo diliat-liat mobilnya ga goyang... bohong ya?" ucap Alex.


"Ya belum aja Bang Alex, baru mulai ciuman" sahut security malu sendiri bicara seperti ini.


"Tumben Boss begitu, emang sih biasa mesra juga didepan orang, tapi kalo ciuman dimuka umum kayanya ngga pernah liat deh" ujar Alex.


"Liat aja sendiri kalo ga percaya" jawab Security.


.


Pintu mobil dibuka, Izza keluar dari mobil. Kemudian Rama melajukan mobil kearah pintu gerbang.


Mobil Rama berhenti didepan gerbang, security sedang membuka gerbang.


"Lex.. nanti kalo jemput Sachi, tolong mampir ke toko Mas Haidar yang dekat sekolah Sachi. Izza kayanya ga bisa ambil belanjaan, tapi sudah order kesana, tinggal diambil aja" perintah Rama.


"Siap Boss, ada lagi?" tanya Alex.


"Itu aja, Mang Ujang nanti kan pulang jam empat, kamu nanti jam lima datang ke Audah Hotel ya. Tunggu saya disana, kayanya pulang malam dari sana" kata Rama.


"Siap Boss" jawab Alex.


Mobil Rama keluar dari gerbang.


"Mas Rama bahagia amat mukanya, abis dapat jatah dari istri" ledek security.


"Tadi ada orangnya ga berani bilang, sekarang orangnya udah pergi baru ngomong" sahut Alex.


"Mana berani Bang Alex, Mas Rama kan jarang becanda. Kalo ketawa ya sama Sachi dan Mba Izza doang. Salah-salah becanda sama Mas Rama, bisa malah kena omel ujungnya. Tau sendiri kan Mas Rama orangnya cepet naik darah" kata security.


"Boss itu baik tau, asal tau selahnya aja. Sejak nikah jauh banget berubah, emosinya lebih stabil. Saya aja ga setiap hari diomelin, kalo dulu waktu masih bujangan... sampe budek saya ditelponin terus" sahut Alex.


"Baik sih memang, royal juga... tapi emosian kalo ada yang ga sesuai hatinya" ujar security.


"Udah ah.. mau jemput Sachi dulu, nanti bakalan lembur kan bareng Boss" pamit Alex.


💠


"Mba Izza sekarang sering di kamar ya, jarang kumpul. Katanya orang-orang di rumah, sudah sebulan ini begitu" adu Mba Nur.


"Ga usah ikut campur urusan para Boss" jawab Alex.


"Apa stress kali ya belum kunjung hamil? kayanya hampir setahun mereka menikah secara agama. Dengar-dengar mau ikut program bayi tabung, memang ada masalah apa ya mereka?" tanya Mba Nur makin penasaran.


"Ga ada masalah, Mba Izza kan pernah hamil tapi keguguran. Itu maknanya mereka bisa kan punya anak. Kalo sekarang belum hamil lagi ya karena belum dikasih aja. Pernikahan mereka baik-baik aja, saling cinta dan perhatian. Tadi pulang dari Rumah Sakit aja mesra-mesraan di mobil" papar Alex.


"Masa sih? ngintipin ya?" tuduh Mba Nur.


"Security tuh yang ngintip, katanya lagi ciuman lama di mobil" kata Alex.


"Mas Rama bisa kaya gitu? bukannya sekedar bermanja aja kalo didepan orang banyak?" tanya Mba Nur.


"Ya mungkin Boss sudah semakin dalam mencintai istrinya, jadinya selalu ingin menunjukkan rasa sayangnya. Apa mau ikutan meniru para Boss kita? mumpung parkiran sepi" goda Alex.


"Jangan aneh-aneh deh, ini sekolahan. Nanti adanya kita kena sorot CCTV terus dilaporkan ke Mba Izza gimana?" omel Mba Nur.


🏵️


"Jadi kamu bulan depan ambil cuti seminggu?" tanya Rama saat Farida menyodorkan kertas persetujuan cuti.


"Ya Pak" jawab Mba Farida.


"Rencananya kalo sudah nikah, mau lanjut kerja atau resign?" tanya Rama.


"Lanjut Pak, calon suami sudah sepakat mengenai hal ini" jawab Mba Farida lagi.


"Oke.. saya setujui cutinya, sekaligus bonus jika ada yang mau menikah. Sudah merencanakan honeymoon?" ujar Rama.


"Belum Pak, karena kan kami menikah dengan biaya sendiri. Orang tua kami terbatas kemampuan ekonominya, jadinya banyak tabungan kami terkuras untuk acara pernikahan ini" curhat Mba Farida.


"Mau ke Resortnya Papi di Subang buat honeymoon? kalo mau nanti saya pesankan, tinggal bilang aja maunya tanggal berapa" tawar Rama.


"Maaf Pak.. bukannya menolak rejeki, tapi memang tidak ada rencana untuk itu. Kami rencananya mau bangun rumah, calon suami punya tanah jatah dari orang tuanya. Lumayan Pak luasnya enam puluh meter persegi" kata Mba Farida.


"Bagus...terus sudah dibangun?" ucap Rama.


"Belum Pak... tunggu uang kondangan.. hehehe" sahut Mba Farida sambil cengengesan.


"Gimana kalo dibangun oleh rekanan Abrisam Group, tinggal mau konsep dan budgetnya berapa, nanti bisa didiskusikan" tawar Rama.


"Sudah tanya Pak, ya memang dikasih harga khusus, mau kumpulin dulu buat DP, katanya bisa dibantu pakai KPR untuk cicilannya" lanjut Mba Farida.


"Berapa budget yang ditawarkan?" tanya Rama.


"Dua ratus juta Pak" jawab Mba Farida.


"Daripada pinjam sama Bank, kamu ajukan aja ke perusahaan, nanti saya ACC" ucap Rama.


"Yang benar Pak? serius? saya kan kerja disini belum sampai setahun" kata Mba Farida agak ga percaya.


"Memulai rumah tangga, mulai dengan yang baik. Masa belum apa-apa sudah kena riba. Kamu ajukan saja pinjaman sebesar yang kamu butuhkan untuk rumah, untuk potongannya juga pasti besar, maksimal dua puluh lima persen dari gaji yang kamu terima. Tidak ada bunga ya, pinjam sekian ya balikinnya senilai itu. Jangka waktunya pun akan diatur. Kamu coba bicara dulu sama HRD, kemarin sempat ada pembicaraan antara saya dengan HRD mengenai program pinjaman rumah untuk karyawan" jelas Rama.


"Ya Allah... terima kasih banyak Pak. Semoga Bapak dan Abrisam Group bisa makin maju. Nanti saya akan bicarakan dengan HRD" kata Mba Farida dengan mata berkaca-kaca.


"Saya baru merasakan dunia pernikahan, jika kita merasa bahagia di rumah, otomatis dalam bekerja kita lebih fokus. Itu yang saya harapkan dari para karyawan yang sudah menikah. Tiap bulan sudah jelas berapa gaji yang dipotong, sehingga bisa didiskusikan dengan pasangan. Kalo Bank kan tergantung dari suku bunga, inflasi dan lainnya. Pasti akan memperberat keuangan keluarga" tutur Rama.


"Inilah rahasia Abrisam Group ternyata, kehidupan pernikahan Bapak yang membuat nyaman sehingga Bapak bisa dengan sangat baik mengemas perusahaan sedemikian rupa. Salut saya sama Bu Izza yang mampu berperan besar untuk membuat Bapak bahagia" puji Mba Farida.


"Ya memang dia Big Boss nya kan.. hehehe" kata Rama.


"Iya juga ya.. Boss dari seorang Boss" ucap Mba Farida.


"Oh ya ... saya mau tanya dong, wanita itu kalo dikasih kado kejutan suka ga?" tanya Rama.


"Ya pasti suka Pak, mana ada orang dikasih kado malah ga suka" jawab Mba Farida.


"Biasanya wanita maunya apa?" kata Rama lagi.


"Buat Bu Izza pasti nih... ya perlengkapan wanita kan banyak Pak. Liat aja dari kepala sampai kaki banyak printilannya" ujar Mba Farida.


"Perasaan liat dia ya gitu-gitu aja, ga pernah ngomong juga mau ini itu. Kayanya juga jarang belanja buat dirinya sendiri" pikir Rama.


"Kalo gitu kasih voucher belanja aja Pak, biar bebas mau belanja apa yang diinginkan" usul Mba Farida.


"Ngapain pake voucher kalo isi ATM saya aja sama dia.. hahahhaa" jawab Rama sambil ketawa.


"Upsss... berarti paksa belanja Pak. Mungkin Bu Izza orang yang cermat mengatur keuangan. Bisa jadi mau tunggu momen Bapak yang membayar jika belanja" kata Mba Farida.


"Kayanya emang saya yang bayar deh kalo jalan sama dia. Ya udahlah.. mungkin dia sudah dari sananya punya tipe irit" ucap Rama.


"Mungkin terkesan klise kalo saya bilang wanita tidak sekedar butuh materi saja, meskipun itu penting ya. Tapi ada lima hal lain yang diinginkan wanita terhadap pasangannya. Yang pertama adalah kesabaran, kita kan kaum wanita jarang mengungkapkan apa yang sedang dipikirkan, paling kasih kode-kode aja dengan harapan pasangan paham, walaupun banyak yang ngga paham. Tapi dari sana kita bisa menilai apakah pasangan sabar menghadapi kita dengan segala kepelikannya. Selanjutnya rasa hormat, bagaimana pasangan bisa menghargai dan bersikap santun kepada kita. Yang ketiga adalah keberanian, wanita membutuhkan pria yang bisa membuat mereka merasa aman dan nyaman. Nah yang keempat ini agak susah kayanya, yaitu waktu. Kami kaum wanita berharap pria bisa meluangkan waktu khusus buat kita saja. Ya di era seperti ini memang sulit, apalagi beban pekerjaan. Toh ujung-ujungnya pria bekerja keras untuk pasangannya juga kan? Disinilah biasanya pasangan sering timbul salah paham. Pamungkasnya adalah perhatian. Memang tidak semua pria bisa bersikap romantis, namun bukan berarti pria bersikap cuek kepada pasangan. Sekedar telepon atau


mengirim pesan singkat aja cukup kok Pak" jelas Mba Farida panjang lebar.


"Pengalaman sekali ya" ledek Rama.


"Saya kan korban patah hati yang berulang Pak. Gampang bucin sampe ga dengar kata orang, ujung-ujungnya saya diselingkuhin mulu" ucap Mba Farida.


"Tapi sama yang ini udah mantep? udah mengenal satu sama lain?" tanya Rama.


"InsyaAllah sudah Pak, orang tua kami sudah lama berteman" jawab Mba Farida.


"Oke deh.. terima kasih atas masukannya tentang wanita, saya berharap setelah menikah nanti, kinerja yang selama ini patut diacungi jempol tidak kendor ya. Nanti saya kasih uang buat DP ke pemborong" kata Rama.


"Aduh jadi enak nih Pak.. " seloroh Mba Farida.


"Ga usah basa basi, kirim nomer rekening kamu ya. Nanti saya lapor ke Menteri keuangan dulu buat ACC uang keluar" janji Rama.


"Bapak kenal sama Menteri keuangan? ini mau kasih saya DP rumah itu jenis bantuan subsidi dari pemerintah?" tanya Mba Farida ga paham.


"Menteri keuangan di rumah.. alias istri.. kan dia bisa cek semua aktivitas mobile banking saya, kalo tiba-tiba ada transfer ke kamu, malah bisa timbul curiga" jelas Rama.


"Benar Pak .. jangan ada curiga diantara kita. Sekali lagi terima kasih atas semuanya Pak. Bahkan saya tidak hanya belajar dalam dunia kerja, tapi belajar juga dunia yang sesungguhnya. Sampaikan salam dan ucapan terima kasih juga untuk Bu Izza" tutup Mba Farida.