
"Hari ini Bu Izza memang tidak terlihat keluar rumah Boss. Bahkan dari kemarin siang tidak keluarnya, jadi tidak ada update foto atau video Bu Izza" lapor tangan kanannya Big Boss.
"Kemana dia? terus suaminya ada di rumah juga?" tanya Big Boss.
"Orang yang diminta untuk mengawasi Bu Izza juga tidak melihat Pak Rama dari pagi hingga siang ini, besar kemungkinan mereka hanya di rumah. Semalam Pak Rama pulang juga sudah hampir tengah malam. Sempat pagi ini ada tamu masuk kedalam rumah. Setelah dikroscek sama orang-orang yang ada di lapangan, ternyata itu dokter keluarga Abrisam" jelas sang tangan kanan.
"Siapa yang sakit?" tanya Big Boss.
"Tidak ada yang tau persis siapa yang sakit Boss. Securitynya tidak memberikan informasi apapun, sepertinya sudah disetel sama Pak Rama seperti itu" jawab sang ajudan.
"Orang-orang kamu bisa kerja ga sih? mengawasi seorang wanita dengan kegiatan yang ga banyak aja ga becus. Izza itu hanya berkutat di rumah, sekolah anaknya Rama, Audah Hotel dan kampus saja. Masa ga bisa mendapatkan keakuratan berita? kamu tau kan kalo sehari ga dapat kabar Izza itu rasanya ada yang kurang" omel Big Boss.
"Bu Izza kan juga ada bodyguard Boss. Bukan hanya satu, tapi sekarang ada tiga. Yang utama dan selalu ada disampingnya cuma satu, Alex namanya. Ingat sama Alex Boss? dulu dia salah satu anggota kita juga" ucap sang ajudan.
"Alex?? yang ibunya si kupu-kupu malam itu? anak kecil yang jadi pengedar kita dengan berjualan permen yang kita campur narkoba ke beberapa SMA?" ingat sang Big Boss.
"Ya Boss... Alex yang itu. Sepuluh tahun sudah berlalu, sekarang dia banyak berubah sejak kenal Pak Rama. Dia sekolah hingga mengenyam pendidikan hingga kuliah D3. Sudah tidak main obat-obatan terlarang dan minuman keras lagi, Pak Rama yang minta untuk berubah dan ikut kerja sama Pak Rama. Alex mengabdikan dirinya ke Pak Rama karena banyak berhutang budi juga sama Pak Rama. Sekarang tugasnya menjaga Bu Izza, bergantian dengan Pak Rama" lapor sang tangan kanan.
"Rama lagi Rama lagi ... berani juga dia ternyata, nyalinya cukup besar. Keliatannya saat remaja dulu ga punya masa depan karena keluar masuk kantor polisi, kalo bukan kekuatan uang Papinya, sudah mendekam dia di rutan" seringai Sang Big Boss.
"Pak Rama tidak bisa dianggap enteng sebenarnya Boss. Dia yang menyelamatkan Mba Izza ketika di Audah Hotel dan Apartemen. Padahal yang saya kirim itu adalah tim terbaik yang jago bela diri dengan tangan kosong maupun senjata tajam. Tapi yang ada malah mereka habis dihajar sama Pak Rama hingga ada yang masuk rumah sakit. Track recordnya sebagai sosok yang selalu ikut tawuran, membentuk pribadinya menjadi lebih nekat. Di Abrisam Group pun tidak bisa dianggap enteng, setahun yang lalu Abrisam Group hampir collaps, tapi dia datang dengan banyak melakukan pembaharuan. Banyak usaha yang tidak menghasilkan langsung di cut dan ditutup. Efisiensi disegala bidang juga dilakukan dengan penuh perhitungan. Memang dia melakukan pengurangan karyawan besar-besaran, tapi yang terkena PHK sudah dia siapkan pekerjaan lain di perusahaan teman sejawatnya, asalkan punya kredibilitas yang baik. Pak Rama tidak bisa dianggap remeh Boss. Bahkan dia sudah selangkah lebih maju dari Boss, menikah dengan wanita yang sedang Boss incar. Apa itu bukan menandakan dia kenal sosok Boss dan ingin menunjukkan powernya didepan Boss?" ungkap sang ajudan.
"Kurang ajar berandalan kecil itu. Dia tau kalo Izza bisa memancing saya keluar. Izza adalah obsesi yang harus saya miliki... hahaha. Ga semudah itu Rama... sebaiknya kamu mengalah atau akan timbul korban jiwa.. satu persatu..." geram Sang Big Boss.
"Maaf Boss.. sebenarnya sudah lama ingin saya tanyakan, apa menariknya seorang Ibu Izza? toh selama ini wanita disekitar Boss lebih segalanya dari Bu Izza. Jika saya boleh menyarankan, jangan sampai obsesi memiliki Bu Izza malah menjadi boomerang buat Boss. Pak Rama tau pergerakan kita, tapi kita tidak tau pergerakan Pak Rama" kata sang ajudan.
Big Boss langsung menggeprak meja. Amarahnya makin bertambah ketika nama Izza disebut.
"Keluar kalian semua" teriak Big Boss.
Big Boss mengatur nafasnya. Kemudian beliau duduk di kursi ruang kerjanya.
Dibukanya laci terbawah yang ada di mejanya. Diambilnya sebuah album foto, kumpulan foto-foto Izza sejak SMA hingga sekarang dengan berbagai tampilan.
"Fayza Noor Zaina... perempuan cantik pembawa kemenangan.. kamu telah memenangkan hatiku sayang.." ucap sang Big Boss sambil mencium foto Izza kemudian dipeluk erat.
Big Boss ini sudah punya istri dan anak, mereka pun hidup rukun tanpa ada masalah. Istrinya memang tidak banyak tau tentang sepak terjangnya dalam dunia bisnis, hanya tau jika suaminya punya beberapa bisnis yang menggurita di Jakarta. Mengenai bisnis obat terlarang, sang istri tidak tau sama sekali. Sangat cantik mainnya sang Big Boss ini hingga belum terendus pihak keluarga.
⬅️⬅️
Banyak orang yang percaya bahwa pria dan wanita akan mengalami krisis usia setengah baya (midlife crisis). Krisis ini ditandai dengan bermacam-macam hal, mulai dari stress karena beban pekerjaan serta keluarga hingga perselingkuhan.
Istilah midlife crisis dibuat oleh psikolog Elliot Jacques pada tahun 1965. Beliau menyebutkan bahwa banyak orang dewasa menghadapi gambaran hidup yang mendekati waktu meninggal dengan perasaan tidak stabil. Sebenarnya mereka merasa belum siap mendekati ajal. Ketidaksiapan itu ditandai dengan membeli kendaraan mewah, membeli baju untuk memperbaiki diri dan mempunyai kekasih baru. Hal ini agar merasa bahagia disisa usia yang ada.
Big Boss punya bisnis legal yang bagus, bisnis ilegal yang sudah banyak jaringannya, harta melimpah, istri dan anak yang selalu menunggunya sampai ke rumah. Big Boss menikah dengan teman sebaya, jadi ketika usianya menginjak kepala lima, sang istri pun berusia sama. Tidak ada gregetnya lagi di ranjang, aktivitas hubungan suami istri bisa dikatakan hanya sebulan sekali, itupun tidak berakhir dengan perasaan yang lega dan bahagia. Istri sudah mengeluh tidak nyaman karena memasuki masa menopause.
Big Boss sudah berkali-kali mencari mangsa, mulai dari wanita bayaran, istri anak buahnya hingga abege-abege yang bisa terjerat dengan hartanya. Bagi Big Boss, mengajak wanita untuk melepaskan segala hawa nafsunya hanya seperti menjentikkan jari. Mulai dari perawan hingga janda sudah dicicipi. Mulai dengan cara mesra hingga rudapaksa.
Dalam masa midlife crisisnya, ada waktu Big Boss merasa kurang bahagia. Dan beliau memilih untuk mencari kebahagiaan itu dengan menemukannya di wanita lain.
Di Indonesia, lebih dikenal dengan istilah puber kedua. Dan puber ini sering ditandai dengan perselingkuhan.
Ketika rasa suka dan cinta datang, terkadang tidak memikirkan masalah umur. Sang Big Boss merasakan sensasi luar biasa jika menjalin hubungan dengan wanita yang terpaut umur jauh darinya, beliau merasa lebih tertantang untuk mengerti dunia yang berbeda dengan dunianya.
Pertemuan dengan Izza adalah sebuah hal yang tidak sengaja. Big Boss melintas dengan mobil mewah dan nyaman di jalanan, Izza menunggu angkot di Halte. Tidak ada yang istimewa karena keduanya tidak saling kenal.
Hari itu hujan lebat sudah turun sejak dinihari, Izza dengan pakaian putih abunya sedang menunggu angkutan umum seperti biasa. Memakai payung bermotif bunga, sendal jepit yang harganya sepuluh ribuan (sepatu dimasukkan kedalam tas agar tidak basah), serta memakai jas hujan tipis yang biasa dijajakan para pengasong (untuk melindungi tas dan baju seragam, Izza memakai jas hujan model ponco).
Macet melanda Jakarta akibat banjir dibeberapa titik. Kendaraan sang Big Boss pun terjebak macet persis didepan halte.
Wajah Izza yang polos tanpa pulasan make up dan belum kenal skincare, berhasil mencuri perhatian Big Boss. Wajahnya Izza pun mengingatkan dirinya dengan wanita yang pernah dicintainya setengah mati tapi tidak mau dijadikan istri keduanya.
Sejak itu, Big Boss mengupah anak buahnya untuk mengumpulkan informasi tentang Izza. Semakin dilihat, makinlah sang Big Boss jatuh cinta.
Bantuan ke Panti Asuhan tempat Izza bernaung pun selalu dikirim tiap bulan tanpa mau disebut namanya. Terkadang memberikan secara khusus sebuah hadiah kecil untuk Izza, tapi selalu ditampik oleh Izza dengan alasan terlalu mewah.
Sang Big Boss merasa diatas angin ketika Mba Gita, yang notabene adalah orang yang ada dalam circlenya, membawa Izza untuk tinggal bersamanya. Makin intenslah sang Big Boss memberikan segenap perhatiannya.
Pemberian obat-obatan terlarang yang dicampur kedalam makanan atau minuman yang Izza konsumsi atas perintahnya.
Allah masih memberikan perlindungannya ke Izza, saat rencana busuk sang Big Boss untuk merenggut kesucian Izza sudah terencana, selalu saja ada kendala. Rencana-rencana berikutnya pun selalu berakhir dengan kegagalan. Hingga akhirnya Rama datang dan berhasil membawa Izza ke rumah dan dijadikan istri.
Obsesi lima tahun terhadap Izza ga pernah mati dalam bayangan sang Big Boss. Bahkan ada ruangan khusus di kantor ini yang isinya semua foto Izza hingga ada boneka full body silocon, sebagai pemuas nafsu yang sudah dibuat semirip wajah Izza (Big Boss memesan khusus di Amerika dengan harga hingga ratusan juta).
Sejak jatuh cinta sama Izza, sedikit demi sedikit, Big Boss mengurangi bermain cinta dengan banyak wanita (hanya jika dia ingin saja dan belum tentu sebulan sekali). Big Boss lebih memilih bermain cinta dengan "boneka Izza". Boneka yang bagian intimnya dibuat semirip mungkin dengan milik wanita, sehingga bisa terpuaskan dengan benda tersebut.
Kini hatinya sudah tidak bisa menahan, Izza harus dimiliki untuk menjadi suri dalam hatinya. Bahkan dia berencana akan menceraikan istrinya jika Izza bersedia menikah dengannya.
Dulu obsesinya ingin menghancurkan keluarga Abrisam, tapi sekarang beliau harus merebut Izza dari rengkuhan keluarga Abrisam. Sudah kalah langkah sama Rama, jangan sampai kalah untuk kedua kalinya.
Baginya kehancuran keluarga Abrisam tidaklah sepenting mendapatkan Izza.
➡️➡️➡️
Sang Big Boss masuk ke kamarnya yang terletak disamping ruang kerjanya. Lampu temaram, kasur empuk dan boneka yang tengah telentang tanpa busana membuatnya tergoda.
Video Izza tengah beraktivitas diputar di layar tipis yang ada didepan ranjang (Big Boss sudah mengedit video-video Izza disertai dengan musik yang menaikkan tensi hasratnya untuk bercinta).
Ditanggalkannya satu persatu pakaian yang melekat ditubuhnya dan memulai untuk bercinta dengan "boneka Izza".
Sang sekretaris Big Boss masuk ke ruangan dan diminta merapihkan kamar serta membersihkan boneka Izza (Hanya sekretaris ini yang boleh masuk kedalam ruangan, dia pun diminta untuk menjaga rahasia ini dari siapapun, tentunya juga ada uang tutup mulut seharga tas mewah tiap bulannya sebagai kompensasi).
"Boss ini ya .. bisa tidur sama wanita mana saja, tapi lebih memilih main sama boneka. Saya aja dah lama ga dicolek sama dia. Padahal main sama Boss artinya bisa liburan mewah dengan segala fasilitas nomer satu" keluh sang sekretaris Big Boss.
Setelah selesai dengan "tugasnya", sang sekretaris menghampiri Big Boss. Merapihkan kancing kemeja Big Boss dan mengurut pundak agar makin menggoda.
"Boss.... lama kita ga liburan keluar negeri.." bisik sang sekretaris.
"Sibuk" jawab Big Boss.
Sang sekretaris menuju samping kursi dan duduk dilengan kursi sang Big Boss sambil memeluk dari samping. Dibukanya dua kancing teratas kemejanya. Tersembul dua buah dada yang berukuran besar hasil operasi penambahan silikon di Korea.
"Sayang... sejak dua tahun yang lalu ada boneka itu, udah ga pernah ajak liburan lagi, kangen deh have fun berdua lagi. Spent time together, mengabiskan waktu mencoba berbagai gaya yang Boss inginkan plus dengan fantasi yang liar" papar sang sekretaris sambil makin bermanja.
"Saya mau kerja, ada banyak yang harus diperiksa" kata Big Boss dengan cueknya.
"Sejak operasi ini, sayang belum menikmati, selalu ada aja alasannya" ujar sekretaris Big Boss yang makin berani mengeluarkan isi didalam pakaian dalamnya.
"Saya lagi ga tertarik. Kembali kerja.. sengaja lembur Sabtu ini untuk mengejar presentasi hari Senin, kamu bukannya fokus menyiapkan semuanya malah ingin bercinta" omel Big Boss.
Sang sekretaris sudah tau sifat Big Bossnya, jadi buru-buru dia merapihkan kemejanya dan bersiap keluar ruangan. Daripada nanti malah ngamuk dan transferan ga lancar.
Ketika akan keluar dari ruangan, Big Boss kembali memanggil, sudah ge er saja sanb sekretaris, dengan langkah genit mendekati Big Boss kembali.
"Kirim cake untuk Izza di rumah suaminya. Pilih yang berbentuk hati berwarna merah. Tulis dari secret admire seperti biasa" perintah Big Boss.
Sang sekretaris hanya bisa gigit jari mendengar perintah sang Big Boss.
🌷
Hampir jam dua belas siang, kamar Rama diketuk oleh seseorang. Rupanya Izza dan Rama sama-sama terlelap.
Rama yang membukakan pintu.
"Maaf Mas Rama, Sachi dari tadi nangis-nangis aja telepon kesini. Katanya menghubungi nomer Mas Rama dan Mba Izza ga aktif. Saya bilang kalo Mba Izza sakit dan Mas Rama lagi jagain, eh malah makin nangis minta pulang karena mau nemenin Mommynya" adu asisten rumah tangga.
"Terus?" tanya Rama.
"Minta pulang hari ini juga, sekarang lagi di Bandara Ngurah Rai, Bang Alex sedang ke Soetta untuk jemput" jawab asisten rumah tangga.
"Sama siapa pulangnya?" tanya Rama.
"Sama Pak Isam dan Mba Nur. Pak Isam khawatir kalo hanya berdua sama Mba Nur saja pulang ke Jakarta" lanjut asisten rumah tangga.
"Terus ngapain bangunin saya untuk lapor hal itu? toh semua sudah ada solusinya" sahut Rama.
"Ini Mas.. ada kiriman kue untuk Mba Izza, pesannya dari Ibu Panti Asuhan" kata asisten rumah tangga.
"Ibu Panti? kan ga ada di Jakarta" jawab Rama.
"Saya ga tau Mas... ini hanya diminta sama security untuk antar ke Mba Izza" ucap asisten rumah tangga.
Rama membuka kotak kue yang tampaknya dari bakery premium.
Setelah melihat, Rama menyerahkan ke asisten rumah tangganya.
"Buang aja" pinta Rama.
"Tapi kan sayang Mas" ucap asisten rumah tangganya.
"Terserah kalo mau makan, tapi saya ga tanggung resiko nantinya" kata Rama.
Asisten rumah tangga langsung turun ke lantai bawah karena intonasinya Rama udah ga enak.
.
"Ada apa Kak?" tanya Izza.
"Sachi minta pulang, tolong HP nyalain De.. " pinta Rama sambil ngeloyor ke kamar mandi.
Izza meraih HP miliknya dan mengaktifkan HP nya. Ratusan missed call dari HP Mba Nur, Mas Haidar dan Pak Isam tertera dilayar. Ada juga beberapa chat yang masuk.
Lima menit kemudian Rama keluar kamar mandi pakai kimono handuknya dan membawa ember kecil menuju balkonnya.
Izza hanya melihat sambil duduk di ranjang. Rasanya masih lemas untuk berdiri menuju kamar mandi.
"Jemur apaan Kak.. kok keliatannya buka jemuran lipat yang kecil?" tanya Izza.
"Jemur segitiga pengaman.. saya biasa nyuci sendiri kalo dalaman" jawab Rama sambil kembali ke kamar mandi.
Ga lama kemudian kembali masuk ke walking closetnya, begitu keluar ruangan, Rama sudah memakai celana training tujuh perdelapan dan kaos oblong. Kembali Rama membawa ember kecil ke balkon.
"Banyak amat nyucinya, seminggu sekali ya?" tanya Izza penasaran.
"Ga juga.. selama dua puluh empat jam sama kamu aja Kakak udah mandi wajib beberapa kali... hehehe.. ya namanya juga lelaki normal, wajar dong mengeluarkan sesuatu melihat lawan jenis" ucap Rama tanpa beban.
Izza cuma terbengong mendengar jawaban apa adanya Rama.