
Sidang putusan pengadilan terhadap terdakwa Om Flandy hari ini akan dibacakan, hari Kamis pukul sepuluh pagi. Lawyer Rama sudah berada di Surabaya untuk mengikuti jalannya persidangan.
Rama menyaksikan dari sambungan teleconference dengan para pengacaranya. Pak Isam dan Mas Haidar pun sudah ada di ruang meeting Abrisam Group guna melihat bersama seperti apa keputusannya.
Farida sudah diminta sama Rama untuk memindahkan jadwal meetingnya selepas mendengarkan putusan pengadilan.
Rama menelepon Alex untuk menambah dua pengawal lagi untuk Izza dan tidak pulang sore ini ke daratan Jakarta.
"Kenapa Boss? ada masalah disana?" tanya Alex heran tiba-tiba Rama menginstruksikan demikian.
"Hari ini sidang putusan Om Flandy, untuk berjaga-jaga saja. Berangkat sekarang juga ya Lex orang-orang tambahannya, saya transfer uang transportasi dan uang makan, untuk penginapan bisa minta ke Izza dulu. Bilang ke dia saya yang minta dan nanti saya jelaskan sendiri. Pastikan Izza aman tanpa tergores sedikitpun" perintah Rama dengan tegas.
"Siap Boss" jawab Alex.
💐
Mba Anindya dan Mamanya juga mengikuti jalannya persidangan di rumah, sama seperti Rama, pengacara keluarga mereka juga mengadakan sambungan teleconference untuk memantau jalannya persidangan.
Keluarga Pak Alfian pun sudah turut berkumpul di kediaman keluarga Mba Anindya.
"Kemana Izza ya.. dia hilang dari Jakarta" kata Mba Anindya.
"Om juga sudah menghubungi dia, tapi tidak ada satupun pesan yang dibaca, bahkan telepon pun tidak pernah diangkat" adu Pak Alfian.
"Apa dia sengaja diumpetin sama Rama? apa nomer HPnya sudah ganti?" tanya Mba Anindya.
"Nyalinya besar juga si anak pipit" ujar Istrinya Pak Alfian.
"Dia sekarang bukan anak pipit lagi, sudah jadi burung merak yang indah, sekarang lebih berani karena ada bekingan dari Rama, lagi pula sudah tidak ada beban lagi kan.. toh kembarannya dan kakaknya sudah meninggal semua. Tidak ada lagi yang dia beratkan. Ibaratnya bagi dia, pertempuran sudah usai" ungkap Mba Anindya.
"Ya.. sekarang kita yang terjepit dan dia diatas angin" kata Pak Alfian.
.
Raut wajah Pak Isam, Rama dan Mas Haidar tampak serius. Sesekali mereka minum air mineral dalam kemasan botol.
Majelis hakim memberikan vonis pidana penjara seumur hidup kepada Om Flandy serta denda uang.
"Alhamdulillah..." ucap Rama, Pak Isam dan Mas Haidar bersamaan.
"Itu baru tuntutan untuk kepemilikan dan pengedaran obat terlarang Ram.. belum penculikan dan pembunuhan" kata Mas Haidar.
"Kan yang penculikan terhadap Izza sudah dicabut Mas.. ga mau Izza merasa tertekan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kejadian tersebut. Yang penting dia selamat dan bisa kembali menjalani kehidupan normal tanpa tekanan" jelas Rama.
"Kapan Izza pulang? anaknya nyariin Mommy terus" tanya Pak Isam.
"Kemungkinan besok Pi, ada urusan yang harus dia selesaikan dulu. Tadinya sore ini, tapi mundur jadi besok sore atau Sabtu pagi" jawab Rama.
"Kata kamu urusan dia sudah selesai, kan ga sampai bicara kajian bisnisnya kan?" ujar Pak Isam.
"Kita lihat aja Pi.. sudah saatnya dunia tau siapa dia dan bagaimana kuatnya dia" ucap Rama.
"Papi ga paham .. maksudnya gimana?" tanya Pak Isam.
"Nanti aja ya Pi ceritanya, sekarang Rama mau cek kerjaan dulu" pinta Rama.
.
Pak Isam dan Mas Haidar pamit pulang dari Abrisam Group, ada janjian di tempat lain.
Sementara Rama melanjutkan pekerjaannya sambil menelepon Izza untuk tetap stay disana karena akan ada yang datang menemuinya.
.
Pintu ruangan Rama diketuk oleh Farida.
"Ya silahkan masuk.." ucap Rama.
"Ada tamu yang mau bertemu, tapi belum ada janjian dengan Bapak" kata Farida.
"Jadwal saya free?" tanya Rama.
"Free hari ini karena Bapak sudah minta dikosongkan, tapi ternyata Bu Izza malah tidak jadi pulang ya hari ini" jawab Farida.
"Siapa tamunya?" tanya Rama.
"Ibu Rani" jawab Farida.
"Oh.. tamu VIP itu, langsung masuk aja. Oh ya.. tolong tanya mau makan minum apa biar sekalian disiapkan" pinta Rama.
"Ga masalah kalo Bapak sedang berpuasa hari ini?" tanya Farida meyakinkan.
"Masalahnya dimana? udah kaya anak kecil aja segala ngiler liat orang makan minum" jawab Rama.
"Baik Pak" kata Farida.
.
Mba Rani memasuki ruangan Rama diantar oleh Farida. Setelah disajikan makanan minuman, Farida pamit keluar.
"Kedatangan tamu agung nih.. silahkan duduk Mba" kata Rama sumringah.
"Biasa aja kali .. sibuk ga nih Pak Big Boss?" ledek Mba Rani.
"Ada juga kebalikannya Mba.. Ibu Polisi yang satu ini sibuk atau ga?" tanya Rama.
"Baru pulang dari luar kota, hari ini lepas libur" jawab Mba Rani.
"Ada apa gerangan ini? kangen jualan didepan Abrisam Group lagi... hehehe" ledek Rama.
"Udah tau kan ya hasil sidang putusan buat Pak Flandy?" tanya Mba Rani balik.
"Sudah Mba.. ya Alhamdulillah.. semua sesuai dengan apa yang sudah dikasih gambaran sama lawyer saya. Tapi kayanya Mba ga akan datang kesini hanya karena hasil sidang itu kan?" duga Rama.
"Susah memang ya kalo ngobrol sama yang IQ nya tinggi. Sudah paham banget. Jadi kayanya ga perlu basa basi sama kamu ya" ujar Mba Rani.
Rama hanya tersenyum.
"Pasti ini urusan CLBK ya.. cinta lama belum kelar.. hahahh" tebak Rama.
"Terus maunya gimana Mba? maaf ya Mba, saya aja sampai sekarang belum paham apa penyebab hubungan kemarin tidak diteruskan" tanya Rama.
"Pekerjaan saya yang seperti ini memang agak sulit mengatur waktu, makanya kemarin kita sama-sama sepakat pisah aja. Habis ribut terus" jawab Mba Rani.
"Udah pada tua masih aja baper-baperan.. kira-kira kalo nyambung lagi apa sudah punya solusi?" tanya Rama.
"Saya belum tau kedepannya akan dirotasi kemana, tapi Mas Haidar bilang akan mengalah ikut saya. Bisnis akan dilimpahkan ke para karyawan, hanya seminggu sekali aja kroscek" jelas Mba Rani.
"Udah tau kan segala konsekuensinya atas pilihan yang ada. Sekarang apa kabar hati Mba Rani? masih bisa menerima Mas Haidar atau ngga. Mba... Kakak saya yang satu itu sulit untuk jatuh cinta. Sekalinya cinta malah ada kejadian bahkan ditinggal untuk selama-lamanya, pernikahan yang pertama pun gagal. Bukan saya membela Kakak sendiri, tapi Mas Haidar tipenya kalo sudah jatuh cinta ya pol-polan, waktu pisah sama Mba Rani aja keliatan oleng. Karena malu aja sama umur jadi ga galau kaya abege. Sekarang dengan status Mas Haidar, apa Kantor bisa menerimanya? apalagi kan ada anak yang sudah sah diakui sebagai anaknya" papar Rama.
"Sudah Mba tanya ke Kantor, selama persyaratan jelas ya ga masalah, paling nanti kami akan diwawancarai oleh Komandan" ucap Mba Rani.
"Jadi kita gass kan nih????" kata Rama menegaskan.
"Enak ga sih balik lagi? terkesan kaya menjilat ludah sendiri ga?" tanya Mba Rani.
"Saya memandang CLBK kembali bisa membuka hati karena takdir terkadang membawa kita ke jalan yang tidak kita rencanakan. Mba Rani dan Mas Haidar telah memutuskan berpisah, namun suratan takdir mempersatukan lagi .. kita mau bilang apa?. Bukankah ini kesempatan kedua untuk membina hubungan kembali dengan orang yang sama, yang telah pernah mengisi hari-hari kita dimasa lalu. Namun, tentunya tidak akan mengulang kesalahan yang sama seperti yang terjadi pada kesempatan pertama dulu. Bisa pula karena bukan cinta yang bersemi kembali, melainkan memang cinta yang dari dulu nggak pernah mati. Bisa jadi kan? Mba Rani dan Mas Haidar baiknya bisa sama-sama mengesampingkan perasaan karena ego dan gengsi yang terlanjur menguasai. Namun sekali dipertemukan, ternyata masih sama-sama merasakan getaran seperti dulu waktu masih jadian. Tanya sama Allah.. tanya sama orang tua dan keluarga, terutama yang paling penting.. tanya sama hati Mba sendiri" papar Rama.
"Kadang kamu itu lebih tua ucapannya dibandingkan umur ya Ram.. ga salah Mba nemuin kamu untuk bertukar pikiran. Mba coba berpikir sambil minta pendapat dengan orang terdekat" kata Mba Rani.
💐
"Emang siapa sih yang mau kesini lagi Bang Alex? kok sampai Kak Rama minta dibukain satu kamar buat dua orang" tanya Izza.
"Buat pengawal Mba" jawab Alex.
"Pengawal? memang ada lagi yang mau ketemu sama saya dan membahayakan jiwa sampai tambah pengawalan?" tanya Izza.
"Saya juga ga tau Mba.. tau sendiri kan Boss kaya gimana.. banyak rahasia. Tapi yakin aja Mba.. Boss ga akan mencelakakan Mba" kata Alex.
"Iya ... kita liat aja siapa yang akan kesini, jangan bilang Kak Rama malah yang datang" duga Izza.
"Buat apa tambah pengawal kalo Boss yang datang" jawab Alex.
"Apa ada hubungannya dengan sidang putusan Om Flandy hari ini?" tanya Izza lagi.
"Bisa jadi Mba.. buktinya Mba ga boleh pulang dulu. Oh ya Mba.. sepertinya orang yang akan ketemu sama Mba itu spesial deh, secara saya diminta reservasi tempat tertutup untuk kira-kira sepuluh orang" lapor Alex.
"Banyak amat sih..." protes Izza.
💐
Sepulang dari Kantor Abrisam Group, Mba Rani janjian sama Mas Haidar disebuah Mall. Banyak hal yang mereka perbincangkan, setelahnya Mas Haidar mengantar Mba Rani pulang ke rumah. Mereka akan menghadap orang tua Mba Rani untuk memberitahukan kalo sudah bersama lagi.
🌷
Alex membawa tamu-tamunya Izza untuk masuk ke ruangan yang sudah direservasi. Dua pengawal tambahan memastikan para tamu tidak membawa senjata tajam atau barang lain yang membahayakan Izza. Setelah aman, Alex baru menjemput Izza di kamar.
"Izza kayanya sibuk banget ya, sekarang ada tamu lagi. Kenapa ga suaminya aja yang kesini ya?" tanya Mas Akmal yang heran melihat Izza ada tamu lagi.
"Malah bersyukur dong kalo disini jadi tempat meeting para Boss.. cuan Mas" canda Candra.
"Berarti Izza ini bukan orang sembarangan, buktinya suami sampai kirim tambahan pengawal karena jumlah tamu banyak" kata Mas Akmal.
"Ga mungkin kalo ga ada apa-apa Mas.. pasti pernah ada kejadian yang membahayakan jiwanya. Kita aja ga pake bodyguard, kalah kaya kita Mas... hahaha" ucap Candra.
"Eh iya.. Flo bilang kalo Lexa ngidam tas yang dipakai sama Izza kemarin, informasinya itu barang limited edition, produksi terbatas. Tapi Izza ga mau lepas karena punya almarhumah Kakak iparnya" lapor Mas Akmal.
"Tas apalagi sih Acik... ampun deh, tiap ulang tahun mintanya itu, anniversary juga. Tas kan ya gitu-gitu aja fungsinya, cuma beda warna doang" kata Candra.
"Kakak adik emang sama, gila barang branded, mana harga tas sampe puluhan juta, pas diliat mah biasa aja, kaya yang ada di pasar kaget" ucap Mas Akmal.
"Nah itu... yang sebelnya ya.. udah mah tas selemari, eh pas kondangan bilangnya bingung pake tas yang mana. Lah emang masih kurang warna apa ya?" tanya Candra.
"Kalo dinasehatin bilangnya buat investasi, bingung dibagian mana investasinya? kalo tanah dan rumah jelas ya aset yang dijadikan investasi, kalo tas?? bagaimana nilainya coba.. ampun.. ampun.. begini banget nasib beda kasta kehidupan ya" keluh Mas Akmal.
⬅️⬅️
Setelah pengawal tambahan sudah tiba di Jaya Resort, Rama sengaja membagikan postingan di media sosialnya tentang video Izza yang diambil oleh Alex. Dalam video itu ada cuplikan kebahagiaan Izza menikmati liburan. Diberikan pula keterangan tempat yaitu Jaya Resort.
#Have a nice holiday my lovely.. sengaja memberikan me time untuk istri tercinta dari kegaduhan kota Metropolitan. Cepat pulang ya.. i miss you#
Tentu saja postingan itu dilihat oleh Pak Alfian dan Mba Anindya, seperti mendapat petunjuk dari Rama karena ada lokasinya. Mereka memutuskan untuk langsung ke TKP demi menemui Izza.
💐
"De... Kakak tau kamu ingin sekali membalas mereka. Kini saatnya kamu meluahkan kemarahan, kejengkelan dan uneg-uneg selama ini. Buat mereka menghargai kamu, dulu mereka bisa menginjak-injak harga diri kamu, sekarang saatnya kamu yang menginjak-injak harga diri mereka. Kamu yang memulai.. maka saatnya kamu menyelesaikan cerita ini" seringai Rama penuh kemenangan.
"Mas Boss dari tadi senyum-senyum sendiri, Mba Boss mau pulang ya? kok tumben ini kita abis Maghrib dah pulang. Biasanya pulangnya mau jam tahajud. Lain yang mau Sunnah Rosul" ledek Mang Ujang.
"Emang dilarang senyum?" tanya Rama.
"Ya tumben aja, Mas Boss cuma senyum sama Sachi dan Mba Boss doang. Biar kata menang tender milyaran juga ga pernah senyum-senyum sendiri begini" jelas Mang Ujang.
"Lagi merasa plong Mang.. satu persatu masalah bisa selesai dengan baik. Apalagi yang berkenaan dengan istri. Saya hanya ingin dunia tau kalo dia adalah istri dari Rama Abrisam" kata Rama.
"Kan sudah resepsi berkali-kali, masa ga tau juga kalo Mba Izza itu istrinya Mas Boss.. ga paham saya" ucap Mang Ujang bingung.
"Udah deh Mang.. jangan rusak kebahagiaan saya dengan ketidak mengertiannya Mang Ujang. Istri gimana Mang? kandungannya sehat?" tanya Rama.
"Kemarin sempat flek Mas Boss, makanya lagi disuruh bet... bet apa ya??? saya mah taunya bet itu pemukul main tenis meja" jawab Mang Ujang.
"Bed rest?" tanya Rama meyakinkan.
"Nah ya itu.. masa saya diminta puasa dulu sebulan" jawab Mang Ujang.
"Puasa nonstop gitu? apa hubungannya bed rest sama puasa Mang? yang nyuruh puasa dokter?" tanya Rama ga paham.
"Ya iyalah Mas Boss.. emang siapa lagi" kata Mang Ujang.
"Itu dokter apa ustadz? kok nyuruh puasa?" ujar Rama.
"Bukan puasa ga makan minum Mas Boss.. puasa ga nengokin dede bayi" kata Mang Ujang sewot.
"Jadi saya yang ketularan Mang Ujang ya.. hahahha.. jadi lola" ucap Rama.