
Pak Isam dan Mas Haidar masuk kedalam kamar Rama di Audah Hotel yang biasa ditempati Rama bersama Mang Ujang.
"Good ... kamu sudah berani memutuskan hal penting dalam hidup. Sekarang harus lebih dewasa lagi, berani melamar wanita, ya berani bertanggung jawab atas semua keputusan. Papi bahagia kalo kamu bahagia" puji Pak Isam.
"Jadi ini toh hidup baru yang kamu pilih?" tanya Mas Haidar.
"Ya ... mohon do'anya ya Pi .. Mas" pinta Rama.
Rama dipeluk sama Pak Isam dan Mas Haidar secara bergantian.
"Ingat ya Ram, pernikahan itu tidak ada sekolahnya. Yang perlu dilakukan adalah menjalaninya. Ingat juga sama janji kamu dalam pernikahan. Masa depan gak bisa diperkirakan. Mintalah pada Allah untuk selalu mendampingi kalian berdua hingga selamat mengarungi bahtera rumah tangga" nasehat Pak Isam.
"Maafin Mas ya .. banyak pahit yang kamu alami tapi tetap kuat menghadapinya, semoga kedepannya tetap bisa menjadi pribadi yang baik dan penyabar serta terbuka untuk segala hal. Semua yang buruk dari diri Mas ya jangan pernah dijadikan contoh, cukup kamu jadikan pelajaran dan cermin agar kamu tidak melakukan kesalahan yang sama seperti Mas. Semoga kamu dan Izza, menjadi insan yang mulia dan terpuji karena mampu menjaga harga diri dan kehormatan. Insyaa Allah, semoga kalian selalu dalam lindungan dan bimbinganNya" kata Mas Haidar.
"Aamiin ya rabbal'alamin" jawab Rama.
💐
Rombongan Ceu Lilis dan orang tuanya Mang Ujang sudah datang. Mang Ujang sempat kaget melihatnya, tapi langsung mengantarkan ke kamar setelah Mba Farida memberikan dua kunci kamar ke Mang Ujang.
"Kok ga bilang-bilang kalo mau kesini?" tanya Mang Ujang heran.
"Mas Boss kamu yang minta datang, katanya sekalian jalan-jalan ke Jakarta dan liat Lilis nyanyi disini" jawab Ambunya Mang Ujang.
"Ada apa gerangan Mas Boss ngumpulin kita semua ya? ada yang Ujang ga tau nih" kata Mang Ujang.
"Acara biasa kok Mang .. katanya Aa' Rama ada acara wedding sederhana aja" sahut Ceu Lilis.
.
Alex dan tiga anak buahnya sedang keliling Hotel didampingi oleh security, memastikan tidak ada yang mencurigakan di lingkungan Hotel.
Setelah laporan ke Rama, Alex berdiri didepan pintu kamar Izza, bersiap siaga disana.
.
Izza tengah mendapat wejangan dari Ibu Panti Asuhan, rupanya beliau sudah diberitahukan tentang absennya keluarga Izza dari acara ini.
"Yang sabar ya Za ... Alhamdulillah Ibu masih bisa menghadiri acara lamaran kamu, lusa Ibu sudah pindah" kata Ibu Panti Asuhan.
"Makasih ya Bu atas semuanya" ucap Izza.
"Jangan sedih Za .. tatap masa depan yang lebih cerah bersama Mas Rama. Ibu hanya bisa mendo'akan semoga kamu berbahagia sama Mas Rama. Nanti kalo nikah, Ibu dikasih tau ya, semoga Ibu bisa hadir" ujar Ibu Panti Asuhan.
"Insyaa Allah Bu ... semua yang atur Kak Rama, saya ikut aja Bu" kata Izza.
"Kamu cantik banget Za ... bisa pas ya kebayanya sama badan kamu" puji Ibu Panti Asuhan.
"Izza malah ga tau apa-apa Bu, tadi pagi Kak Rama ga bilang akan ada acara ini. Ga taunya semua juga ga dibilangin" papar Izza.
"Ibu sih dikasih tau, kalo dia akan melamar kamu, tapi minta dirahasiakan, buat kejutan katanya, tapi ga menyangka kaya gini acaranya" jawab Ibu Panti Asuhan.
Pintu kamar Izza diketuk, Ibu Panti Asuhan yang membukakan.
"Selamat siang Bu, ada makanan untuk Ibu Izza dan keluarga yang ada disini" kata Pelayan.
"Oh iya silahkan Mba" jawab Ibu Panti Asuhan.
Setelah pelayan meninggalkan kamarnya Izza, Alex mengetuk pintu kamarnya Izza. Kembali Ibu Panti Asuhan yang membuka.
"Mohon maaf Bu, sesuai prosedur saya harus mengecek semua makanan untuk Mba Izza. Sebagai personal bodyguard harus senantiasa menjaga keamanan Mba Izza" jelas Alex.
"Tapi ini kan makanan dari pihak Hotel, bukan dari luar" jawab Ibu Panti Asuhan.
"Sudah prosedurnya seperti itu Bu. Boss Rama sangat trauma dengan berbagai rentetan kejadian yang menimpa Mba Izza. Mulai dari hampir jadi korban pelecehan, kematian Kakaknya Mba Izza yang masih misterius sampai kemarin hampir diculik" papar Alex.
"Ya Bang Alex .. silahkan dicicipi, kalo ada apa-apa sama Bang Alex saya ga tanggung jawab ya" ucap Izza.
"Kami sudah pasang badan untuk keselamatan Boss kami Mba" jawab Alex.
Alex mengambil sedikit semua makanan yang disajikan untuk Izza. Kemudian memakannya. Menunggu reaksi hingga sepuluh menit, setelah itu baru mempersilahkan Izza dan yang ada di ruangan untuk makan.
"Keren banget deh Mba Izza sekarang pake bodyguard segala" canda salah satu karyawan Panti Asuhan.
"Kak Rama yang kasih... saya mah ikut aja" jawab Izza merendah.
"Kebayang deh gimana sayangnya Mas Rama ke Mba Izza... ah .. meleyot bayanginnya. Baru calon istri aja udah diperlakukan seperti putri, kalo udah nikah pasti jadi permaisuri yang sangat dijaga banget" goda karyawan Panti Asuhan.
🌺
Keluarga besar Rama sudah berada di Ballroom lagi. Alex dan Mang Ujang diminta pakai baju safari oleh Mba Farida.
"Kenapa sih pake beginian segala Mba Farida? udah kaya pejabat gitu loh" tanya Mang Ujang yang belum tau sama sekali kalo Rama akan melamar Izza hari ini.
"Perintah dari Pak Rama, setelah itu silahkan masuk ke Ballroom dan menempati tempat duduk sesuai dengan nama yang tertera di bangku" kata Mba Farida.
"Ada apaan sih nih .. Mamang mau dikasih penghargaan ya? kamu tau ga Lex?" tanya Mang Ujang bingung.
Alex hanya menggelengkan kepalanya. Dia pura-pura ga tau agar Mang Ujang ga banyak nanya lagi.
Yang sudah ada di Ballroom dipersilahkan untuk makan terlebih dahulu, karena acara baru akan dimulai tepat pukul dua siang.
Ada meja prasmanan dengan lauk standar seperti umumnya. Selain itu untuk menghormati Izza, Rama meminta pihak katering untuk menyediakan gubukan full makanan khas Kudus. Ada soto Kudus lengkap dengan sate-sateannya (sate telur puyuh, ati ampela), lentog (lontong disiram sayur gori/seratnya nangka dan tahu lodeh kemudian disiram santan kental/areh). Tersedia juga pecel pakis dan sate kerbau yang masih menjadi ciri khas Kudus banget.
"Jang ... udah kaya Pak Lurah pakai baju begini, gagah" puji Abahnya Mang Ujang.
"Iya nih... ga tau mau ada acara apa, segala Ujang pake baju ini" jawab Mang Ujang.
"Ini teh ada acara apa? udah kaya tempat hajatan" tanya Ambunya Mang Ujang.
"Ga tau ini mau apa. Kalo Ballroom ini penuh bunga ya karena habis ada yang nyewa, mungkin belum dicopot dan dibersihkan. Jadi sekalian dipakai dulu sama Mas Boss buat menjamu saudaranya" kata Mang Ujang.
.
Semua menikmati hidangan yang tersaji, apalagi Mang Ujang yang menyicipi semua hidangan ga pake malu-malu. Sachi pun berlarian kesana kemari melihat banyak bunga-bunga.
Ada juga meja khusus camilan khas Kudus seperti jenang/dodol, madumongso, kopi Muria dan keciput (onde-onde kering). Tepat disamping meja tersebut ada camilan modern dari sebuah bakery ternama di Jakarta. Soal rasa, semua makanan dan minuman yang ada di Ballroom sangat istimewa. Sangat dipersiapkan secara matang walaupun dalam waktu yang singkat.
.
Pak Isam, Mas Haidar dan Rama memasuki area Ballroom. Rama memakai jas dan dasi, berjalan dengan posisi Rama ditengah. Penampilannya juga dilengkapi dengan kopiah hitam. Rama tampak gagah dengan senyum yang mengembang dibibirnya.
Lima menit kemudian, Izza dan "rombongannya" memasuki Ballroom Hotel. Semua tatapan mengarah ke Izza. Kebaya putih berpotongan kutu baru tapi sangat elegan tengah melekat ditubuhnya. Riasan wajah sederhana, justru memancarkan kecantikan yang tak nampak selama ini.
Tak lama kemudian rombongan Abah Ikin, istri dan anak-anaknya juga hadir. Selepas acara di rumah adiknya Abah Ikin, semua langsung menuju Audah Hotel.
Pintu Ballroom ditutup rapat. Hanya panitia yang ditunjuk oleh Rama boleh berada didalam Ballroom.
💐
Acara dimulai, Rama mengutarakan niatnya untuk meminang Izza dihadapan semua yang hadir, dia juga menyerahkan secara simbolis peningset ke Ibu Panti Asuhan untuk Izza (istilah di Jawa sebagai tanda ikatan bahwa rencana pernikahan sudah disetujui). Peningset yang diberikan berupa kain dan satu set perhiasan lengkap yang tampak berkilauan sinarnya.
Ibu Panti Asuhan, melepaskan kalung yang dipakai oleh Izza (hiasan dari pihak MUA) dan memasang kalung dan gelang yang diberikan oleh Rama. Perhiasan tampak lebih glowing setelah dipakai.
"Wah Mas Boss bikin rencana tapi lolos dari pantauan Mamang nih... bener-bener deh Mas Boss. Bisa juga dia seromantis ini. Kalah langkah nih .. diam-diam ternyata dia jatuh cinta" puji Mang Ujang.
"Jangankan Mang Ujang... Pak Isam dan keluarganya aja ga tau kalo acaranya bakalan kaya gini" sahut Alex.
"Mang ... kok ga bilang-bilang kalo Aa' Rama mau lamaran hari ini? mana kita semua diundang buat ngeliat lagi" bisik Ceu Lilis.
"Mamang aja ga tau kalo sampe begini. Taunya memang Mas Boss mau melamar Mba Izza, kan Mas Boss lagi ngurus dokumennya Mba Izza yang ga lengkap" jawab Mang Ujang.
"Kok bisa sih Aa' Rama sampe cinta mati sama wanita yang keluarganya jahat banget. Ga wajar kali nih Mang .. main dukun" ucap Ceu Lilis sewot.
"Ga wajar gimana sih Lissss... Mba Izza itu udah ga punya apa-apa, kalo mau main dukun emang ga pake uang? dia aja semua hidupnya ditanggung Mas Boss dan keluarganya. Dia juga masih jaga sholatnya Lis, malah kita kalah deh ibadahnya sama dia. Jangan nuduh tanpa bukti. Ga baik kaya gitu Lis" oceh Mang Ujang ga terima.
"Sekarang coba Mang pikir, orang sebaik Aa' Rama, sholeh, kaya raya, punya kedudukan dan jabatan.. masa sukanya sama orang kaya Izza sih. Sekelas anak pengusaha atau artis juga bisa kalo Aa' Rama mau mah" lanjut Ceu Lilis.
"Nyatanya Boss Rama ga pernah tertarik sama artis dan anak pengusaha. Jangan karena Boss Rama baik sama kamu, terus kamu ngelunjak ya Lis. Biarin aja Boss Rama mau bagaimana dengan hidupnya, itu haknya dia, kita ga boleh ikut campur segala ngatur-ngatur. Kita harusnya bahagia melihat orang yang baik sama kita sudah menemukan pendamping yang baik juga. Liat aja tuh.. serasi aja kok Boss Rama berdampingan sama Mba Izza" Alex ikut angkat bicara.
"Abang ini siapa ya? kok ikut ngomong kaya kenal sama Aa' Rama dan Lilis aja" ucap Ceu Lilis.
"Saya dan kawan-kawan yang mengumpulkan jejak kamu atas perintah Boss Rama. Kalo saat itu semua penyelidikan ga berlanjut, apa yakin kamu bisa berdiri di Ballroom nan mewah ini? mungkin masih jadi penyanyi tipe hajatan kampung atau jadi tukang bubur disana. Jadi ga usah ribet deh, apa sih data diri kamu yang saya ga tau" Alex mulai blak-blakan.
"Ya kan karena Aa' Rama janji sama Kakaknya Lilis buat nyari Lilis. Biar begini juga sebenarnya Lilis teh keluarga Aa' Rama.. adik iparnya" kata Ceu Lilis makin sewot.
"Eh.. hello... masih muda mulut dijaga ya, pantes aja Boss Rama ga ada tertariknya sama kamu. Apa mau saya teriak siapa kamu yang ngaku-ngaku jadi adik iparnya Mas Boss? Punya kaca ga? kalo ga ada tuh ngaca di lift, gede banget kacanya" marah Alex.
"Sabar Lex... sabar ... udah Lis.. jangan ribut aja, mending siap-siap sana, abis ini kan biasanya acara ramah tamah, nah kamu nyanyi deh buat menghibur para tamu" tengah Mang Ujang.
Ceu Lilis berkumpul lagi sama keluarganya dan orang tuanya Mang Ujang. Menikmati sajian yang rasanya terasa hambar hari ini. Dia mungkin tidak suka sama Rama sebagai seorang pria, tapi ga suka karena memilih Izza untuk bersama menghabiskan sisa hidupnya.
"Maksudnya apa sih? kok Lilis bilang adik iparnya Mas Boss, ngerti ga Lex? kok bisa nyelidikin Lilis.. kamu polisi ya?" selidik Mang Ujang.
"Jangan berisik Mang.. tuh liat aja Boss Rama tampak sumringah banget. Belum pernah liat mukanya sesantai ini. Biasanya ketat banget" ucap Alex untuk menghentikan penyelidikan Mang Ujang.
🤍
Abah Ikin diberikan waktu untuk menyampaikan sesuatu, beliau diambilkan kursi untuk duduk di panggung. Tepat berada di tengah antara Izza dan Rama.
Abah Ikin memberikan prolog tentang pernikahan dan nasehat-nasehat yang bijak. Semua mendengarkan dengan khidmat.
"Mas Rama beberapa hari yang lalu datang ke rumah saya, berbicara panjang lebar tentang semua hal yang menjadi beban pikirannya selama ini. Pas jalan pulang ke Jakarta, Mas Rama menghubungi saya lagi untuk datang hari ini, menyaksikan acara lamaran. Saya sudah menasehati untuk menikah dulu secara agama Islam dengan Mba Izza, sama seperti yang keluarga Mas Rama anjurkan. Sekarang keputusan ada ditangan Mas Rama, apa dan bagaimananya pasti Mas Rama yang lebih tau" papar Abah Ikin.
Rama memegang mic, dia mulai menyapa sebagai basa basi awalan.
"Alhamdulillah lamaran sudah diterima dengan baik. De Izza .. saya tidak bisa berjanji bahwa tidak akan ada yang salah dalam hidup kita nantinya. Tapi, saya bisa berjanji bahwa kita akan berdampingan, menghadapi semua tantangan hidup dan memanfaatkan setiap momen yang kita jalani dengan sebaik-baiknya. Perhiasan yang saya berikan adalah bagian dari jiwa saya yang diberikan untuk kamu. Semua yang telah saya lakukan, telah membawa saya kepada kamu… dan semua yang belum saya lakukan dalam hidup, saya ingin melakukannya dengan kamu. Saya yang peduli, emosional, gila kerja, dapat diandalkan, suportif, pengertian, fleksibel, menyebalkan, keren dan terkadang sangat menjengkelkan… itu semua yang ada dalam diri saya. Let’s dance together at our wedding De.. (mari berdansa bersama dipernikahan kita) I do, do you? (saya bersedia, kamu juga?). Saya hanya ingin menjaga kamu hingga halal bagi Kakak. Dan hari ini, saya ingin mengatakan dengan segenap hati .. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, jadilah pendamping hidupku. Today .. this day .. Saya akan menikahi kamu secara agama dulu, nanti jika seluruh persyaratan surat menyurat untuk menikah sudah lengkap, kita akan menikah secara resmi" pinta Rama.
Keluarga dan yang hadir meneteskan air mata bahagianya. Yang paling tampak paling bahagia adalah Pak Isam, sampai Mas Haidar menggenggam tangan Papinya untuk menguatkan. Ga habis-habis air matanya menetes tanda bahagia.
Izza gantian memegang mic.
"Beberapa waktu telah kita lewati bersama. Tidak mudah memang. Tapi, saya selalu heran. Segala kesulitan bagi saya seperti tak ada artinya jika bersama Kakak. Kakak telah mengganti mimpi buruk saya dengan mimpi indah yang membuat enggan terbangun, kekhawatiran yang saya rasakan diganti dengan kebahagiaan dan sebuah cinta keluarga utuh yang lama tidak dirasakan lagi. Terima kasih untuk segalanya selama ini. Today ... this day ... I said yes, I do Kak Rama" jawab Izza penuh senyuman.
Semua langsung mengucapkan Hamdallah secara bersamaan.
"Mas Rama meminta pertimbangan untuk menikahi Izza secara agama dulu sambil menunggu surat-surat untuk menikah secara negara dan saya bilang itu bagus. Ga baik juga dengan kondisi Mba Izza yang sekarang. Kemudian saya tanya ke Mas Rama, apa sudah mantap dengan keputusan ini.. Mas Rama jawab sudah. Insyaa Allah segera kita laksanakan ijab kabulnya. Sehubungan dengan walinya Mba Izza, Mas Rama sudah mendapatkan surat bermaterai bahwa adik kandung Bapaknya Izza menyerahkan hak perwalian ke saya. Tadi juga sudah berbicara via telepon untuk menyerahkan semuanya ke saya. Ini penting karena termasuk syarat sah nikah adalah adanya wali, maka tidak boleh bagi seorang wanita untuk menikah tanpa wali, dan jika tetap memaksakan diri menikah tanpa wali maka pernikahannya tidak sah. Perwalian nikah adalah dari jalur ashabah, mereka adalah kerabat laki-laki dari jalur ayah. Namun ada beberapa kondisi yang menjadikan perwalian tidak dilakukan oleh wali dari pihak keluarga. Jika seorang wanita tidak memiliki wali untuk menikahkannya, maka yang menikahkan adalah hakim/penguasa yang muslim. Jadi sudah bisa ya dilakukan ijab kabulnya. Saya memberikan waktu ke Mba Izza untuk menelpon keluarga agar ada do'a restu yang diberikan walaupun tidak bisa hadir" jelas Abah Ikin.
.
Acara break dulu, Izza berjalan ke pojok ruangan untuk menelpon Pakleknya di Kudus. Berkali-kali ditelepon ga ada jawaban. Rama memperhatikan dari tempat dia duduk.
Ada chat masuk ke HP nya Izza.
#Silahkan kamu menikah Za.. Paklek ga bisa menjadi wali kamu karena ga tau apa benar kamu anak kandung Bapakmu, kami ga tau kapan orang tua kamu menikah. Daripada malah menjadikan pernikahan kamu tidak sah, lebih baik seperti ini, kami tidak hadir bukan tidak ikut senang kamu sudah mendapatkan pendamping. Kami ga mau merusak hari bahagia kamu. Selamat menempuh hidup baru Za .. salam buat Mas Rama#