
Izza membuka kancing piyamanya satu persatu dari atas kebawah. Rama, sebagai lelaki normal sudah pasti makin mendekati Izza. Kini posisi mereka berdua saling duduk berhadapan.
Allah taβala telah menganugerahkan kepada wanita keindahan yang membuat lelaki tertarik kepadanya. Namun syariat yang suci tidak memperkenankan keindahan itu diobral seperti layaknya barang dagangan di emperan jalan.
Apa yang dipertontonkan oleh Izza, halal bagi Rama demikian pula sebaliknya. Izza secara sadar membuka satu persatu kancing bajunya, Rama pun secara sadar menikmati pemandangan yang pertama kali dilihatnya. Rama sampai menelan ludah berkali-kali melihat "salah satu keindahan duniawi".
Wajah Izza sudah tampak pasrah, ada raut ketakutan terbesit pula disana.
"Ya Allah... apapun yang akan terjadi, hamba pasrahkan semuanya padaMu ya Rabb. Hamba lakukan ini untuk membela diri sendiri, pembuktian pada suami hamba. Jika memang hamba tidak suci lagi, hamba serahkan keputusan apapun pada Kak Rama. Hamba tidak pernah melakukan hubungan intim dengan siapapun secara sadar, entahlah jika dalam kondisi tidak sadar. Engkaulah Yang Maha Melihat ya Allah.. tiada daya upaya hamba tanpa pertolonganMu ya Allah" ucap Izza dalam hatinya.
Nafas Izza sudah naik turun, detak jantungnya sangat cepat, telapak tangan sudah mulai dingin.
Didalam dadanya Rama juga sudah bergemuruh segala rasa. Apalagi begitu melihat sedikit bagian pakaian dalam Izza berwarna hitam yang menyembul dari dalam piyama. Konon katanya, tali atau bagian cup dari pakaian dalam yang menyembul keluar, bisa membuat pasangan menjadi tambah bergairah.
Tangan Rama yang kiri berada dipundaknya Izza, sedangkan tangan kanan memegang kepala bagian atasnya Izza.
"Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa" do'a Rama dengan jelas terdengar oleh Izza.
Do'a ini memang diminta oleh Abah Ikin untuk Rama hapalkan. Untuk berjaga-jaga jika Rama tergoda oleh Izza dan melakukan hubungan suami istri.
Izza memandang kearah Rama yang sedang memejamkan matanya. Sepertinya Rama masih berdo'a.
Rama membuka matanya, mencium kening Izza agak lama dengan posisi bertumpu pada lututnya. Kemudian Rama membaringkan Izza perlahan ke bantal.
Izza makin pasrah sambil terus mengatur nafasnya.
Rama merebahkan tubuhnya menyamping menempel ke Izza. Wajah keduanya kini hanya berjarak sejengkal tangan Sachi.
Nafas keduanya sama-sama terengah-engah, bahkan hangatnya udara yang keluar dari hidung keduanya dirasakan oleh mereka masing-masing. Rama menempelkan bibirnya dibibir Izza, hanya menyentuh sedikit dipermukaan bibir.
"Kamu seksi banget De.." ucap Rama pelan, bahkan gerak bibirnya pun sangat terasa dibibirnya Izza.
"I'm yours (aku milikmu)" jawab Izza makin pasrah.
Mengucapkan kata-kata nakal (dirty talk) sebelum memulai hubungan intim merupakan hal yang lazim untuk dilakukan oleh pasangan. Hal ini merupakan sebuah "pancingan" untuk memberikan rangsangan sebagai awal kegiatan bercinta.
Mungkin tidak mudah bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa menggoda atau mengeluarkan kata-kata nakal, untuk mengucapkan dirty talk. Entah kenapa Rama dan Izza bisa senakal ini ucapannya.
Izza memejamkan matanya saat tangan Rama membelai pipinya kemudian turun mengangkat dagu Izza. Rama mengulum lembut bibirnya Izza kemudian turun menikmati bagian dagu.
Izza membuang nafasnya perlahan. Rama kembali memandang wajah Izza. Diusapnya perlahan pipi Izza.
Jari jemari Rama menelusuri tulang hidungnya Izza yang tidak semancung hidungnya. Kemudian mengusap bibir Izza. Makin lama makin turun kebawah.
Karena sentuhan keduanya, baju piyama Izza yang terbuka tiga kancing teratas sudah memperlihatkan dengan jelas pakaian dalamnya Izza.
Rama mendekatkan bibirnya ke telinga Izza sambil tangannya menarik selimut untuk menutupi bagian dada Izza.
"Mulai malam ini, Kakak akan bekerja keras untuk mencintaimu" ucap Rama.
"Bukannya ini yang Kakak inginkan? bersenang-senang dengan tubuh Izza" ucap Izza agak bergetar.
"Tutup dada kamu Za ... kaitkan lagi kancingnya" pinta Rama.
"Kenapa Kak? Kakak takut kecewa karena Izza udah ga suci? Izza sudah bilang kan.. segala resiko Izza terima. Bahkan jika Kakak tidak jadi mensahkan pernikahan kita pun gapapa. Izza bisa pergi jauh dari hidup Kakak" kata Izza setengah berbisik.
"Hanya demi sebuah pembuktian kamu rela melakukan hal ini? come on De .. kemana akal sehat dan pemikiran cemerlang kamu? Kakak tidak munafik kalo memang sangat tertarik untuk menikmati semuanya sekarang ini. Tapi rasanya bukan waktu yang tepat untuk itu. Terima kasih sudah membuat Kakak yakin kalo Kakak adalah seorang lelaki normal dan bisa terangsang jika berdekatan dengan wanita. Sekian banyak wanita disekitar, ga ada yang bisa membuat Kakak senakal ini" ungkap Rama berterus terang.
"Apa yang Kakak tunggu lagi? Bukannya berdosa seorang suami menolak ajakan istrinya?" tanya Izza makin penasaran atas penolakan Rama.
"Kita hentikan pembahasan yang bikin otak jadi tambah penuh. Sekarang kancingin lagi piyama kamu terus tidur. Kamu ga ingat kalo belum selesai haid?" perintah Rama.
"Udah ga keluar Kak.. sudah selesai, nanti pagi sebelum subuh juga mau mandi wajib, ga ada salahnya kan sekalian mandinya dengan mandi junub?" jawab Izza dengan entengnya.
"Nih buka internet.. kalo pegang Al Qur'an kan ga mungkin. Sesuai isi dari surat Al-Baqarah ayat 222. Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah : Itu adalah sesuatu yang kotor. Karena itu jauhilah istri pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri. Jelas kan jika kamu belum mandi hadas besar, dilarang untuk menggauli. Kebanyakan wanita seperti itu, pas selesai mandinya dirapel bareng sama mandi junub. Sebagai orang yang beragama, kita harus tunduk dengan apa yang sudah tertuang didalam Al-Qur'an serta sunnah" jelas Rama panjang lebar.
Izza mencari ayat yang dimaksud oleh Rama
dan membacanya dengan seksama. Persis seperti yang Rama ucapkan.
"Yakin udah bersih dan ga keluar darahnya?" tanya Rama.
"Kok Kakak ingat kalo Izza lagi haid?" ujar Izza spontan.
"Nasehat seorang teman, jika sudah menikah, harus hapal tuh kapan jadwal istri haid, ini ada hubungannya dengan waktu intim yang diperbolehkan. Bisa juga untuk mengatur waktu yang tepat biar cepat punya anak. Kan kamu sendiri yang bilang beberapa hari yang lalu sedang halangan. Alhamdulillah masih Allah ingatkan Kakak untuk tersadar ga melanjutkan sampai berhubungan badan, sekedar mencumbu kan tidak dilarang" jelas Rama lagi.
"Mengenai harus mandi wajib dulu dan ga boleh digabung dengan mandi junub, Kakak belajar juga?" tanya Izza dengan polosnya.
"Jangan lupa kalo saya punya Kakak perempuan yang sudah menikah saat diri ini beranjak remaja. Pembahasan hal ini pernah diberitahu oleh guru mengaji kami. Biar kata saya hobi tawuran, urusan ngaji tetap ikut. Pelajaran agama didengar dengan baik, untuk hal lain bisa diterapkan, hanya bab berantem dan ga respect sama Papi aja yang ga dijalankan" ujar Rama secara gamblang.
Karena Izza masih juga tidak mengancingkan piyamanya, Rama langsung berinisiatif mengancingkan piyamanya Izza. Sebagai lelaki normal, Rama merasakan ketegangan dari kepala sampai kakinya begitu melakukan hal itu.
Dengan hati-hati, Rama mengancingkan kembali piyama Izza yang sudah terbuka tiga kancing teratas. Wajah Rama berpaling kearah samping, ga tega melihat wajah Izza.
Setelah memastikan semua kancing terkait dengan rapih, Rama mengambilkan sebotol air mineral dari kulkas kecil yang ada di kamarnya. Lalu memberikan ke Izza.
Pelan-pelan Izza meminum air tersebut. Saat Izza sedang minum, Rama merapihkan bantal dan selimut.
"Tidur dulu ya.. udah jam empat, lagi ga sholat kan? istirahatkan semuanya... badan... pikiran.. nanti Kakak sholat ke Mesjid dulu, pintu kamar ini kan handlenya pakai mesin, passwordnya sudah diganti jadi tanggal lahir kamu, jadi bisa nyaman tidur tanpa khawatir ada yang masuk selain Kakak" kata Rama dengan lembut.
Izza masuk kedalam selimut dan memeluk guling. Rama duduk disampingnya, mengusap kepalanya Izza dengan lemah lembut. Setelah Izza terlelap, Rama menuju kamar mandi untuk bersiap sholat subuh di Mesjid.
.
Selama dua puluh empat jam Rama tidak tidur, untung sudah terbiasa seperti itu, jadinya ga terlalu pusing untuk melanjutkan aktivitas seperti biasanya.
.
Rama menempelkan request makanan di kulkas dapur (belum melihat ada asisten rumah tangganya di dapur) dan berharap semua sudah siap saat dia nanti pulang dari Mesjid.
#Tolong siapa saja yang baca, sediakan makanan jam enam pagi, letakkan di meja lantai atas didepan TV.
π Roti bakar isi coklat keju empat slice.
π Buah potong semangkuk besar (wrapping dengan plastik).
π Susu UHT rasa coklat yang satu liter plus gelas.
-RAMA-
π
"Boss ada-ada aja segala nempelin kertas kaya gini" kata Alex saat di dapur mau membuat kopi.
"Ga tau tuh, biasanya Mba Izza yang siapin. Mba Izza sakit apa ya? tumben belum keluar kamar" sahut asisten rumah tangga.
"Baru ngeh... biasanya jam segini Mba Izza udah akrobat di dapur ya. Beneran lagi sakit?" ucap Alex.
"Semalam nungguin Mas Rama pulang kerja, hampir tengah malam kan, nonton TV sendirian, padahal di kamar ada TV. Keliatannya lagi banyak pikiran" adu asisten rumah tangga.
"Ada apa ya? kayanya lagi baik-baik aja sama si Boss" pikir Alex.
"Dua hari yang lalu kan belanja ke pasar, beli bumbu-bumbu dapur sama sayuran, dari berangkat sampe pulang, HP nya Mba Izza bunyi mulu, tapi di reject. Mukanya kaya lagi sebel aja, ga tau kenapa ... mana berani kita tanya" kata asisten rumah tangga.
"Siapa yang telepon?" tanya Rama yang datang tiba-tiba.
"Saya ga tau Mas" jawab asisten rumah tangga.
"Makanan yang saya tulis udah siap?" tanya Rama.
"Belum semua, ini mau disiapkan, sekitar lima menit lagi ya Mas. Ada tambahan lagi?" tanya asisten rumah tangga.
"Kopi hitam deh" jawab Rama.
"Atur aja pokoknya. Dia masih tidur, jangan diganggu, nanti makanan taro meja atas aja ya" ucap Rama sambil berjalan meninggalkan dapur.
"Ya Mas" jawab asisten rumah tangga.
Rama naik ke lantai dua, para asisten rumah tangga yang sedang membersihkan rumah saling lirik.
"Akhirnya Mba Izza masuk juga ke kamar Mas Rama, kita yang disini aja belum pernah masuk" bisik asisten rumah tangga sambil tersenyum-senyum.
"Ya namanya juga istri tercinta, apa sih yang ga boleh" sahut Alex.
"Mas Rama tuh paling anti kamarnya dimasuki orang. Yang bersih-bersih kamarnya aja hanya orang tertentu. Ga tau ada apa di kamarnya sampe rahasia banget" kata asisten rumah tangga.
.
Rama duduk di sofa depan kamar Sachi. Menelpon seseorang. Asisten rumah tangga meletakkan makanan dan minuman yang Rama pesan di meja.
Asisten rumah tangga melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
"Lex.. kalo ada dokter Deni, langsung antar keatas ya" perintah Rama lewat sambungan telepon.
"Siap Boss.. Mba Izza sakit? perlu dibawa ke rumah sakit?" tanya Alex memastikan.
"Tunggu keputusan dokter Deni aja, kebetulan beliau baru mau berangkat praktek, jadi bisa mampir dulu kesini" jelas Rama.
π
dokter Deni memeriksa kondisi Izza. Wajah Izza memang tampak pucat.
"Saya pasang infus vitamin C aja dulu ya, hanya kelelahan aja. Kebetulan di komplek ini ada tiga orang yang sedang infus vitamin C, nanti ada perawat dari klinik saya yang akan mengecek dan melepaskan infusan" kata dokter Deni.
"Jadi ga perlu ke Rumah Sakit dok?" tanya Rama.
"Jika setelah diinfus masih lemas, gapapa kalo mau memastikan ke Rumah Sakit untuk cek laboratorium dan sebagainya" jawab dokter Deni.
"Baik dok, nanti saya info ke dokter setelah diinfus" kata Rama.
"Sepi rumah.. Pak Isam kemana?" tanya dokter Deni sambil menyiapkan peralatan untuk menginfus Izza.
"Sedang ke Bali sama Mas Haidar dan Sachi" jawab Rama.
Alex naik membawa tiang infus kemudian diserahkan ke Rama.
"Pantesan ya istrinya Mas Rama sampai tepar seperti ini, rupanya mumpung rumah sepi jadi ga ada gangguan ya.. hahaha" ledek dokter Deni.
"Ga gitu juga dok, memang lagi susah tidur aja. Ini baru jam empat subuh tertidur, sepulang saya dari Mesjid kok saya pegang agak hangat tubuhnya dan lemes banget keliatannya, akhirnya saya putuskan hubungi dokter Deni dulu" jelas Rama.
"Kalo setiap berhubungan berakhir dengan diinfus kan ga baik juga. Dulu Mas Rama, sekarang istrinya. Apa perlu saya rekomendasikan ke teman sejawat saya yang mumpuni dibidang hubungan suami istri?" tanya dokter Deni.
"Ga perlu dok" jawab Rama buru-buru.
"Ini saya kasih saran aja ya, karena saya pernah juga praktek di stase obsgyn. Pasangan diusia muda dan usia pernikahan masih dibawah setahun memang memiliki kehidupan urusan ranjang yang bergairah meskipun menjalani kesibukan pekerjaan dan aktivitas lainnya setiap hari. Jadi ada tiga tips untuk kalian berdua. Yang pertama, kalian bisa menjadwalkan rencana berhubungan pada hari tertentu. Jadi pas harinya tiba, tidak ada lembur, tidak capek dan tidak ada kesibukan lain, hal ini berlaku untuk kedua belah pihak ya. Tips yang kedua, pasangan harus memiliki waktu dalam sehari yang berharga (quality time) tanpa harus memikirkan atau disibukkan dengan pekerjaan dan lain sebagainya. Bisa ambil cuti dan berbulan madu lagi, mau bulan madu part satu, dua, tiga dan seterusnya bebas. Nah yang terakhir nih.. sebagai kaum urban harus bisa menerapkan pola hidup sehat agar gairah tidak menurun. Bisa dengan olahraga, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi minuman keras, cukup istirahat dan jangan sampe stress" papar dokter Deni.
Rama dan Izza mendengarkan penjelasan dokter Deni.
"Oke Mas Rama, nanti satu jam lagi perawat akan datang kesini, saya sudah kasih infonya ya ke perawat" pamit dokter Deni.
"Terima kasih dok" jawab Rama.
π
"Jang.. Minggu depan kan sudah nikah, ga cuti panjang?" tanya Ambunya Mang Ujang.
"Sudah dibolehin sama Mas Boss, tapi sekarang balik dulu ke Jakarta, kan dari Kamis sudah disini buat persiapan segala macamnya" jawab Mang Ujang.
"Bawa oleh-oleh buat keluarga disana, ingat ya hari Kamis sudah disini lagi" kata Ambunya Mang Ujang.
"Siap... akan libur dua minggu full, kata Mas Boss biar menikmati bulan madu sekalian" lanjut Mang Ujang.
"Katanya dikasih hadiah menginap di Hotel ya? dimana?" tanya Ambunya Mang Ujang.
"Sapu ijuk resort" jawab Mang Ujang.
"Tempat bagus itu Jang" sahut Abahnya Mang Ujang.
"Abah pernah kesana?" tanya Mang Ujang.
"Ya belum.. tapi teman Abah pernah kasih poto pas lagi disana. Mahal sewanya, sekamar antara satu sampai tiga juta semalam" papar Abahnya Mang Ujang.
"Mas Boss kalo kasih hadiah mana ada yang kaleng-kaleng.. dicariin istri aja yang jempolan" puji Mang Ujang.
"Makanya Jang.. kerja yang benar sama Mas Rama. Boss seperti dia itu susah carinya. Jangan bikin malu orang tua Jang, ini semua biaya nikah juga diatur sama Mas Rama. Kita cuma keluar uang buat makan saudara yang kumpul saja. Dari pengajian, acara siraman, akad nikah sampai resepsi ditanggung semua sama Mas Rama" ungkap Abahnya Mang Ujang.
"Iya.. makanya Ujang balik dulu ke rumah Mas Boss, kan jas buat akad nikah mau diambil juga. Barengan sama Mas Boss yang bikin jas juga dipenjahit langganannya, kan sekalian buat nikahan Mas Boss" ucap Mang Ujang.
"Ya udah sana berangkat, biar siang udah sampai di Jakarta. Laporin juga ya Jang.. kemarin Lilis sudah luluran di salon yang urus rias pengantin. Pokoknya apa yang Mas Rama minta sudah dilakukan. Geulis pisan .. auranya keluar" kata Ambunya Mang Ujang.
"Masih cantikkan calon mantunya Ambu kali" sahut Mang Ujang.
"Itu mah pasti... cantik wajahnya, bagus akhlaknya dan dari keluarga yang Alhamdulillah sangat baik" jawab Ambunya Mang Ujang bahagia.
"Langsung aja Jang kamu punya anak, jangan ditunda-tunda, Abah udah mau main sama cucu" pinta Abahnya Mang Ujang.
"Tenang aja .. nanti Ujang langsung bikin sebanyak-banyaknya.. hahahaha" jawab Mang Ujang.
π·
Seusai diinfus, Izza berniat kembali tidur, hari ini baru masuk satu gigitan roti saja ke perutnya.
"Mau makan apa? isi dulu perutnya baru tidur lagi. Atau mau makan di restoran aja?" rayu Rama.
"Ga.. Kakak udah makan?" tanya Izza.
"Udah.. tuh piringnya juga masih ada" jawab Rama.
"Kakak belum tidur ya?" tanya Izza lagi.
"Belum.. " jawab Rama.
"Jam berapa sekarang Kak?" ucap Izza.
"Jam sembilan pagi" jawab Rama.
"Istirahat Kak.. nanti malah tepar kaya Izza. Tubuh juga perlu rehat kan" saran Izza.
"Okelah kalo kamu maksa" canda Rama.
Rama masuk kedalam selimut dan meminta Izza tidur menempel dipundaknya.
"Udah mandi hadast besar belum?" tanya Rama.
"Belum" jawab Izza.
"Kalo udah bersih ya harus buru-buru mandi, kan kalo belum mandi wajib tapi sudah bersih artinya kamu ninggalin sholat dong" protes Rama.
"Tadi pas ke kamar mandi, masih ada flek kecoklatan gitu, makanya ga jadi mandi" jelas Izza.
"Beneran flek atau... atau... " ucap Rama ga meneruskan perbincangan.
"Atau apa Kak?" tanya Izza.
Rama membisikkan sesuatu ke Izza, Izza malah meninju tangannya Rama. Rama tertawa mendapatkan Izza bersemu malu.