HELLO SUNSHINE

HELLO SUNSHINE
Hello 147, Kidnapped



Seluruh rangkaian resepsi Rama dan Izza sudah diselenggarakan (resepsi pertama dan kedua diadakan di Jakarta dengan tamu undangan yang berbeda agar tidak terjadi penumpukan tamu), kini resepsi ketiga sedang diadakan di Surabaya, tanah kelahirannya Rama.


Pertimbangan diadakan disana karena memang khusus untuk keluarga besar Pak Isam karena memang masih sebagian besar tinggal disana.


Menyewa gedung dengan konsep simple dan kekeluargaan, karena tujuan utamanya mengenalkan Izza ke keluarga besar Abrisam. Makanannya pun mendatangkan makanan khas didaerah tersebut langsung dengan pedagang dan gerobaknya. Jadi tidak menyewa jasa catering.


Karena termasuk keluarga crazy rich di Surabaya, limpahan kado untuk Rama dan Izza pun lebih mewah. Mulai dari paket liburan, perhiasan emas, jam tangan hingga tas branded plus transferan uang yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah masuk ke rekening Rama.


.


Keluarga Pak Isam langsung pulang ke Jakarta setelah acara resepsi selesai, tapi Rama dan Izza masih lanjut stay di Surabaya selama dua hari karena Rama ada jadwal meeting. Farida juga sudah datang ke Surabaya untuk menemani Rama meeting dengan klien.


.


Saat Rama meeting dengan klien, Izza diajak wisata belanja oleh-oleh sama saudara-saudaranya Rama. Tapi sebelumnya mereka mampir ke depot sambal Bu Rosy, Izza penasaran katanya sensasi makan disana lebih terasa nikmatnya, lagipula banyak oleh-oleh makanan juga disana.


Izza membeli banyak aneka sambal bawang, sambal bajak dan sambal ijo yang merupakan signature dari sambal Bu Rosy. Mau bagi-bagi teman kuliahnya juga, karena mereka diundang saat resepsi, jadinya baru tau ternyata Izza mempunyai suami yang kaya raya, sehingga kalo Izza berpergian pasti minta oleh-oleh.


Di depot Bu Rosy, Izza memesan menu andalan disini yaitu udang crispy, empal serta taburan serundeng di nasi putih, makin nikmat dengan cocolan sambal Bu Rosy. Rombongan berjumlah lima orang, yang laki-laki hanya Alex. Dia ditugaskan Rama untuk menjaga Izza serta menjadi supir.


πŸ’


Rama, Farida dan mitra bisnisnya Rama makan siang disalah satu warung makan yang menyediakan lontong balap yang paling tenar didaerah ini, karena didekatnya ada yang jual pecel semanggi dan tahu Tek, Rama juga memesan makanan tersebut untuk dibawa di warung lontong balap.


"Pak Rama diajak makan di Hotel malah memilih warung makan ini" kata rekannya Rama.


"Justru kangen sama makanan ini Pak. Di Jakarta ada, tapi rasa tidak seotentik ini. Jadi kalo pulang kampung pasti pilihnya makanan ini" jelas Rama.


"Lidah Suroboyo ga hilang ya, padahal disini hanya tempat lahir bukannya Pak?" tanya rekannya Rama.


"Sempat sekolah disini saat SD tapi hanya setahun, kemudian terus balik lagi ke Jakarta. Saat SMA sering kesini sendiri. Tapi setelah selesai kuliah malah belum pernah pulang kampung, ya sudah setahun lebih, baru sekarang datang lagi kesini. Wajar dong jadi kangen sama makanan daerah. Kemarin sudah menikmati sate klopo (sate dengan taburan bumbu serundeng kelapa) dan lontong kupang. Nanti malam mau makan rawon setan (rawon yang buka dimalam hari)" papar Rama.


Pecel semanggi merupakan makanan khas Surabaya yang terdiri dari daun semanggi (sejenis tanaman paku-pakuan) kemudian dicampur dengan daun pepaya serta tauge lalu disiram bumbu kacang yang gurih, manis dan juga pedas.


Sedangkan lontong balap, asal-usul namanya berasal dari para penjualnya yang selalu berlari ketika memikul dagangannya yang berat hingga terlihat seperti sedang balapan. Lontong Balap terdiri dari tahu goreng, lentho atau perkedel kacang hijau, rebusan tauge, kemudian disiram dengan kuah manis dan gurih. Rasa dari Lontong Balap semakin mantap saat dinikmati dengan sambal petis.


Tahu tek konon dahulu kala dijual dengan gerobak dorong. Nama tahu tek berasal dari bunyi β€œtek” ketika penjual memakai alat masak untuk menggoreng tahu atau memotong bahan. Tahu tek disajikan dengan irisan lontong, kentang, telur goreng serta tahu goreng. Agar semakin nikmat, tahu tek akan disiram bumbu petis, kecambah, serta dilengkapi kerupuk udang yang diulek bersama kacang tanah.


🌷


Alex menenteng bawaan Izza kemudian memasukkan kedalam mobil. Semua masuk kedalam mobil, tapi Izza turun lagi.


"Mba mau kemana?" tanya Alex yang sudah duduk dibelakang kemudi.


"Beli kerupuk dulu, kasian Ibu-ibu yang menjajakan di parkiran.. udah tua" jawab Izza.


"Panggil ae Mba Za.. " saran sepupunya Rama.


Tapi Izza lebih memutuskan berjalan kembali kearah pintu dekat depot untuk membeli kerupuk dari Ibu tua yang menjajakan dagangannya.


Semua saudaranya Rama sudah masuk kedalam mobil termasuk Alex yang sudah menyalakan mesin mobil.


Kejadiannya begitu cepat, saat Izza akan melangkahkan kakinya menuju mobil, tiba-tiba ada dua lelaki tinggi besar membekap kemudian menggendongnya masuk kedalam mobil. Kerupuk yang dibelinya sudah terlepas dari tangan. Orang-orang tidak berani membantu karena kedua orang tersebut membawa senjata.


Alex langsung keluar dari mobil tapi mobil yang membawa Izza sudah jalan. Alex kembali berlari menuju mobil dan memacu mobil untuk mengikuti mobil yang tadi membawa Izza.


Orang-orang yang melihat kejadian tersebut hanya bisa berteriak. Suasana mendadak ramai.


Mata Izza ditutup pakai kain. Begitu pula mulutnya. Tangan juga sudah diikat. Dia dibawa pakai mobil mewah.


πŸ’


Rama tiba-tiba keselek, terbatuk-batuk hingga keluar air mata. Farida buru-buru menyodorkan botol air mineral ke Rama. Perlahan-lahan Rama meminum air tersebut.


"Alon-alon Pak.." ledek rekannya Rama.


Setelah batuknya reda, tetiba teringat sama Izza. Dia langsung mengambil HP nya Izza. Ada nada sambung tapi tidak diangkat, ga lama kemudian HP sudah tidak aktif.


"Ada apa Pak Rama?" tanya Farida yang melihat gelagat Rama yang agak kurang tenang.


Baru kali ini Farida melihat sebuah kekhawatiran diwajahnya Rama.


"Kangen istri ini pasti.. ya penyakit manten anyar Pak.. " goda rekannya.


"Mungkin ya.." jawab Rama yang kemudian melanjutkan makannya.


🌺


Alex masih terus mengejar mobil yang membawa Izza, saudaranya Rama yang rata-rata sudah berusia kepala lima hanya bisa berteriak ketakutan dalam mobil yang dipacu kencang oleh Alex.


Mobil yang membawa Izza sengaja dilepas plat mobilnya, sepertinya sudah direncanakan dengan matang penculikan ini.


"Alex.. Alex.. Tante turun aja, terserah kamu mau ngebut .. wes.. ra sanggup Lex.." keluh Tantenya Rama.


"Yo Lex... mabok tenan ki... arep muntah" sambut lainnya.


Karena keluhan dari para penumpangnya akhirnya Alex jadi tidak fokus dan kehilangan jejak mobil.


.


"Lapor polisi Lex" saran saudaranya Rama.


"Saya lapor ke Boss Rama dulu, nanti bagaimana langkah selanjutnya biar Boss Rama yang menentukan" jawab Alex.


Alex memutuskan pulang ke rumah saudaranya Pak Isam, Rama pun sudah ditelpon sama Alex dan akan segera pulang.


Keluarga besar tentunya jadi ketar ketir, baru kali ini ada kasus penculikan di keluarga besar mereka.


.


Sudah bisa diduga, Rama ngamuk sama Alex begitu sampai di rumah saudaranya. Tubuhnya Alex didorong hingga membentur ke dinding dan kerah bajunya dipegang oleh Rama. Tangan Rama sudah siap meninju wajah Alex.


"Ram.. sabar tho leee .." saran Om nya Rama.


"Jaga orang satu aja ga bisa, apa susahnya sih jaga Izza, dia kan bisa jalan sendiri, ga perlu kamu gendong atau tuntun.. " teriak Rama dimukanya Alex.


Alex diam.


"Ram.. sabar Rama.. sabar.. istighfar..." saran Omnya Rama yang lain.


"Mau cari kemana kalo udah begini? saya kan bilang berkali-kali.. jangan jauh-jauh dari Izza, ikuti aja dibelakang dia" teriak Rama lagi.


"Tadi sudah mau masuk mobil Ram.. Izza balik lagi beli kerupuk" jelas Tantenya Rama.


Rama melepaskan tangannya dari Alex. Farida tampak ketakutan melihat amarahnya Rama.


Rama langsung menelpon Mba Rani untuk meminta arahan. Setelah sambungan telepon ditutup, HP nya Rama berbunyi.


"Rama.... Rama... istri kamu ada ditangan saya..." ujar sang penelepon yang sepertinya suaranya agak berat dan bukan suara aslinya (dibuat untuk tidak dikenali).


"Siapa ini? Anda mau apa? jangan main-main sama saya" oceh Rama.


Rama meloud speaker HP nya dan Alex buru-buru merekam.


"Sudah cukup kan dua bulan ini menikmati tubuh indahnya, sekarang giliran saya.. hahaha" lanjut sang penelepon.


"Jangan berbuat macam-macam sama Izza, karena saya ga akan tinggal diam" ucap Rama.


"Saya tau Anda tidak perlu uang, apa yang sebenarnya Anda inginkan selain Izza?" pancing Rama.


"Good ... u know me so well Rama... ya.. saya lebih kaya dari kamu, jadi uang kamu ga akan bisa menyelamatkan Izza" kata sang penelepon misterius sambil menutup telepon.


Rama melihat kearah Alex.


"Ini Big Boss?" tanya Rama.


"Sepertinya iya.. tidak ada orang lain yang menginginkan Mba Izza selain orang itu" jawab Alex.


"Ada sesuatu yang mencurigakan saat jalan tadi?" tanya Rama.


"Tidak ada Boss, semua terlihat normal. Plat mobilnya juga dilepas bagian belakang, rencana juga matang sekali, tau jalan mana yang agak lengang, dari jalan utama masuk ke komplek kemudian keluar lagi di pintu belakang komplek. Dari sana saya kehilangan jejaknya" jelas Alex.


"Yakin mobil yang kamu ikuti sampai keluar komplek itu masih mobil yang sama?" tanya Rama.


"Yakin, karena memang saya masih melihat saat muter-muter komplek, karena agak berisik orang-orang di mobil jadinya saya ga fokus dan ga melihat lagi. Saya yakin mobil itu keluar komplek" lanjut Alex.


"Kita lapor polisi dulu" kata Rama.


Alex, Rama beserta dua Om nya Rama bergerak ke Kantor Polisi untuk melaporkan kejadian ini.


🌺


Izza sudah ada disebuah rumah mewah. Kamar yang Izza tempati berdesain interior kekinian. Semua yang ada didalam kamar ini lebih mewah dibandingkan yang ada di rumah Pak Isam.


Ada seorang wanita setengah baya masuk kedalam kamar.


"Bu .. ada yang bisa saya bantu? Ibu mau makan atau minum?" tanya wanita tersebut.


"Bebaskan saya" ucap Izza.


"Maaf Bu.. silahkan langsung bicara ke Bapak saja, tugas saya hanya untuk melayani kebutuhan Ibu saja" kata wanita separuh baya.


"Keluar... bilang sama atasan kamu, saya ga butuh makan minum ... kalo perlu saya mati disini saja" ujar Izza marah dan mengusir wanita tersebut.


.


Telepon yang ada di kamar berbunyi, Izza mengangkatnya.


"Kenapa ga mau makan sayang ... nanti kamu lemas dan sakit. Bilang saja mau apa, bisa saya belikan apa yang kamu mau" ucap sang lelaki diujung telepon.


"Siapa Anda? apa yang Anda inginkan?" tanya Izza.


"Hahaha .. i like it.. wanita yang ga banyak basa basi" ujar sang lelaki.


"Suami saya ga akan tinggal diam, dia akan menjemput saya" kata Izza penuh keyakinan.


"Apa bisa dia menerima kamu jika saya sudah menikmati tubuh kamu?" tanya sang lelaki.


"Sebelum Anda melakukan hal itu, lebih baik saya bunuh diri. Jangan pernah bermimpi bisa menyentuh tubuh saya" sahut Izza.


"Wow... pantas Rama tergila-gila dengan seorang wanita dari Panti Asuhan.. ternyata ucapannya membuat setiap lelaki merasa tertantang. Selera Rama itu lumayan tinggi, keliatan dari penampilan dan pola pikir bisnisnya... sebelum kamu memutuskan untuk berbuat macam-macam.. ada seseorang yang akan saya pertemukan dengan kamu sayang.." ujar sang lelaki.


Sambungan telepon ditutup. Pintu langsung terbuka.


Mba Gita masuk dikawal oleh dua orang lelaki yang memakai topi kupluk yang menutupi wajahnya sehingga terlihat hanya matanya saja. Mba Gita sangat rapih dandanannya, hanya ditutup bagian mulut pakai kain dan tangannya dipegang oleh kedua lelaki disampingnya.


"Mba .." panggil Izza bersiap mendekat kearah Mba Gita


"Jangan mendekat" perintah lelaki yang bersama Mba Gita.


Mulut Mba Gita yang tertutup tampak berusaha bersuara. Tapi dihentikan karena sekarang dikepalanya sudah ditodongkan pistol sehingga Mba Gita ga berani macam-macam.


"Lepaskan dia" pinta Izza mengiba.


"Tidak bisa Bu ... kami hanya diperintahkan untuk memperlihatkan tawanan ini ke Ibu" ucap lelaki yang badannya lebih tinggi besar.


Mba Gita kembali digiring keluar dari kamar, Izza coba berlari menahan tapi badannya tidak cukup kuat menahan dorongan dari lelaki yang membawa Mba Gita hingga Izza akhirnya terjatuh di lantai kayu.


πŸ’


Di rumah keluarganya Pak Isam yang di Surabaya, suasana sudah makin tegang, Rama tampak diam tapi terus melihat-lihat HP nya.


Para keluarga juga sibuk menyebar informasi agar Izza segera bisa ditemukan.


πŸ’


Pak Isam dan Mas Haidar yang ada di Jakarta pun panik, mereka berencana segera ke Surabaya, tapi sama Rama ditahan.


Menurut Rama, Sachi harus dijaga agar ga mendengar berita ini, ada kekhawatiran jika Sachi sampai mendengar Mommynya diculik, dia bisa sedih.


Rama butuh ketenangan tanpa banyak pertanyaan dari Sachi yang pasti akan mencari Izza. Jadi Rama meminta Mas Haidar dan Pak Isam bisa mengalihkan perhatian Sachi ke Izza.


Maryam dan para asisten rumah tangga yang ada di rumah Pak Isam mengadakan pengajian dan berdo'a bersama untuk keselamatan Izza.


Semua tampak sedih mendengar kabar seperti ini, tapi untuk masa sekarang, tidak ada yang bisa mereka bantu, berharap do'a yang terpanjat bisa membantu proses pencarian agar cepat ditemukan.


🌷


Telepon yang ada di kamar Izza kembali berbunyi.


"Bagaimana sayang??? sudah liat kan.. apa yang saya inginkan selalu bisa saya dapatkan" ucap sang lelaki.


"Jadi selama ini, Anda yang selalu mengirimkan chat ke saya? yang selalu meminta untuk bertemu dan bilang kalo Mba Gita ada bersama Anda?" duga Izza.


"Saya akui kamu cukup pandai untuk mengumpulkan banyak clue.. makin saya tergila-gila sama kamu" kata sang lelaki.


"Menyimpan Mba Gita dan saya disini ga ada gunanya. Saya sudah tau siapa Mba Gita dari mulut suami saya sendiri, jadi saya percaya kalo Mba Gita adalah Kakak kandung seayah. Anda berharap apa? saya membela Mba Gita gitu?" ujar Izza.


"Awalnya saya berharap kamu menukar diri dengan Gita, ternyata ucapannya Rama lebih kamu dengar, sehingga sulit untuk dipengaruhi. Tapi sekarang kamu sudah dalam genggaman, Gita akan segera dihilangkan saja biar ga ngoceh kemana-mana" kata sang lelaki.


"Terserah.. saya tidak peduli nasibnya" jawab Izza.


"Gita tidak penting.. sekarang yang terpenting adalah aku dan kamu.. di lemari ada baju yang bagus dan seksi, malam ini harus kamu pakai. Agar malam ini bisa berkesan. Jika Rama tidak bisa menerima kamu lagi, saya siap menjadikan kamu permaisuri satu-satunya sayang .. hahaha" janji sang lelaki.


"Boleh saya bertanya sesuatu?" tanya Izza.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?" ujar sang lelaki dengan lembut.


"Kenal sama Ibu Didie?" tanya Izza.


"Siapa itu? kenapa kamu tanya ke saya? saya bukan orang dinas kependudukan yang kenal dengan banyak orang" jawab sang lelaki.


Ketika masih menerima telepon, Izza melihat ada pria tengah berdiri di balkon menghadap ke kamarnya, jaraknya lumayan jauh.


Izza meletakkan gagang telepon, kemudian berjalan mendekati jendela yang tidak bisa terbuka karena semua pakai remote, tapi dari vitrase jendela terlihat sosoknya tidak asing bagi Izza.


Karena lelaki tersebut sadar ternyata Izza memperhatikan dirinya, dia langsung masuk ke kamar.


"Mas Ivan ??? ya.. itu Mas Ivan. Jadi Big Boss ternyata Mas Ivan.. pantas dia ga kenal Ibu Didie. Ditambah dia memberikan kado baju tidur berwarna hitam, warna yang sering ada ditiap kartu ucapan. Saya harus bisa keluar dari sini" kata Izza.


Izza berusaha mengeksplorasi kamar ini, dia masuk ke kamar mandi, memastikan apa ada celah untuk dia melarikan diri, sayangnya tertutup rapat. Kemudian mengecek jendela tapi hasilnya nihil. Izza mengangkat telepon, tapi sambungannya sudah dilepas sehingga tidak ada nada sambung.


"Ya Allah... selamatkan Hamba ... Kak Rama... cepatlah datang... Izza takut Kak" ucap Izza sambil menangis.