HELLO SUNSHINE

HELLO SUNSHINE
Hello 115, At Room



Izza dan Rama masuk kedalam kamar. Rama langsung duduk di sofa. Izza menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan kakinya.


Rama mengambil HPnya dan melepaskan kaos lengan panjangnya, tampak kaos lengan buntung merek "ndi ndas" warna abu-abu monyet melekat ditubuhnya. Terlihat tubuhnya Rama lumayan atletis karena dia lagi rajin nge-gym lagi dengan personal trainer mantan atlet binaraga dan meminum susu protein buat membentuk ototnya. Rama merasa tubuhnya akan lebih bagus apabila terbentuk dan agak naik sedikit beratnya. Akibat segala kesibukan dan banyak pikiran memang dalam setahun dia kehilangan berat badan hampir sepuluh kilogram. Keliatan ga segar dan tampak lebih tua dari usianya.


Izza yang baru keluar dari kamar mandi jelas aja kaget melihat pemandangan Rama duduk memakai celana training panjang dan atasan yang memperlihatkan otot lengannya. Rama memang terbiasa memakai kaos seperti ini kalo di kamar, jadi dia lupa kalo malam ini share kamar sama Izza.


Biasanya Izza hanya melihat Rama pakai kemeja atau kaos biasa aja hingga ga jelas bentuk dada yang tersembunyi dibalik bajunya. Sekarang didepan matanya, Rama pake kaos yang tampak ketat sehingga dengan jelas melihat dada yang terbentuk. Bahunya juga bidang dan tampak kokoh menyambung kelengan yang otot bisepnya mulai tampak.


Makin aja Izza menundukkan pandangannya dan berjalan menuju tempat tidur, dia sibuk mengalihkan pikirannya dengan melihat HP, sebenarnya Izza udah ga konsen, selain melihat penampilan Rama, dia juga ga tau harus bagaimana. Inilah kali pertama dia sekamar dengan lelaki, tidak punya saudara lelaki membuatnya tidak terlalu banyak figur lelaki di rumah selain Bapaknya.


"Sorry ya kalo kaget saya pakai baju begini, biasa kalo udah di kamar enakan model seperti ini, malah biasanya pake celana pendek, nanti kamu shock liatnya ... hehehe... tidur duluan aja kalo cape" ucap Rama yang kini sibuk sama laptopnya.


"Iya" jawab Izza.


"Kalo mau tidur ga usah main HP, nanti bukannya tidur malah tambah segar" saran Rama.


Rama berbicara tanpa melihat Izza. Izza masih juga melihat HP nya, karena bagi Izza yang penting mata dan pikirannya ga tertuju sama Rama. Bahkan Izza sengaja membalikkan tubuhnya agar tidak melihat aktivitas Rama.


Terdengar langkah kaki Rama bergerak mendekati dirinya. Makin ga karuan aja hatinya Izza, sudah kebat kebit tanpa nada yang beraturan.


"Ya Allah.... dia mau apa coba? udah mah segala buka baju, mau nunjukin dia perkasa gitu? emang deh cowo ga ada malunya, walaupun pertama sekamar sama cewe bisa-bisanya dia cuek. Apa dia ga merasa aneh tiba-tiba menikah dan harus hidup bersama orang yang ga dikenal terlalu mendalam?" ucap Izza dalam hatinya.


"Masih mau main HP?" tanya Rama persis dibelakangnya Izza.


Izza kaget dan secara spontan membalikkan tubuhnya. Kini mereka beradu pandang dengan jarak yang dekat. Izza sulit menjawab, seakan suaranya tercekat dilehernya.


"Kita sholat dulu" ajak Rama.


"Udah sholat isya Kak.. mau sholat apalagi? baru juga mau jam dua belas malam, tahajud belum saatnya, Subuh juga masih lama" jawab Izza langsung.


"Kita kan baru nikah, ya sholat sunnah lah. Tadi kan Abah Ikin udah pesan" jawab Rama yang segera menuju kamar mandi untuk menghilangkan groginya karena memandang Izza sedekat tadi.


.


Izza masih terduduk diam di tempat tidur. Rama baru aja keluar dari kamar mandi.


"Jangan dibiasain menunda sholat, apalagi kalo udah waktunya sholat terus masih aja mencet HP. Daripada kamu pencet HP, mending kamu pake tuh tasbih elektrik buat berdzikir, ketauan kan lebih berpahala" nasehat Rama.


"Iya..." jawab Izza sambil meletakkan HP nya.


"Terus mau nunggu apalagi? Apa perlu saya gendong buat ambil wudhu?" tanya Rama serius.


"Ga... ga... ga perlu... bisa jalan sendiri. Tapi bisa ga geser dari depan pintu kamar mandi, saya mau masuk kesana" pinta Izza pelan.


Rama menuju lemari baju, dia tadi menggantung baju koko didalamnya. Matanya sambil memperhatikan Izza sampai masuk kedalam kamar mandi.


.


Untuk pertama kalinya mereka sholat berjama'ah sebagai suami istri. Rama memimpin do'a setelah sholat. Mengajak Izza berdzikir menyambut lembaran hidup yang baru. Setelah itu Rama membalikkan tubuhnya kehadapan Izza yang masih menunduk khusyu' dalam do'anya.


"Kamu ga cium tangan saya abis sholat?" tanya Rama.


Buru-buru Izza mencium tangan Rama. Saat Rama akan menyentuh kepala Izza, HP nya Rama berbunyi.


Rama segera bangkit dari sajadah dan mengambil HP nya.


"Congratulations on your wedding Mister Rama (selamat atas pernikahanmu)" ucap orang dari seberang sambungan telepon.


"Thank you... who are you?" tanya Rama.


"Tidak perlu tau siapa saya.. hahaha.. tapi saya punya pesan buat kamu anak muda.. love is a battle.. love is a war (cinta adalah pertempuran, cinta adalah perang). Kamu sudah menantang saya dengan menikahi Izza. Kamu kira sudah menang? hahaha.. salah... cepat atau lambat, dia akan datang kehadapan saya. Salam untuk wanita yang saya kagumi.. Izza" kata orang diseberang sana sambil menutup sambungan telepon.


Rama terdiam sambil memegang HP nya.


"Private number... akhirnya kamu keluar juga Big Boss.. hahaha. Saya tau hanya Izza yang bisa bikin kamu keluar kandang" kata Rama dalam hatinya.


.


Izza sedang merapihkan mukena dan sajadah kemudian diletakkan di meja kecil. Rama duduk di sofa.


"Kalo nanti udah di rumah, kamu tidur aja di kamarnya Mba Mentari. Kita jalani biasa aja. Jangan pernah masuk ke kamar saya kalo ga diminta" ingat Rama.


"Iya Kak" jawab Izza.


"Ya udah tidur aja, saya masih banyak kerjaan. Jangan khawatir, saya bisa tidur disini kok" ucap Rama.


"Iya" kata Izza singkat.


"Kamu serahin semua jadwal kuliah ke saya, termasuk jam masuk dan pulang, kegiatan diluar itu harus seijin saya. Kalo ga ada jadwal kuliah, berarti urus Sachi" papar Rama.


"Iya" jawab Izza.


"Dari tadi singkat amat jawabnya? biasanya ngejawab terus" kata Rama heran.


"Kakak pikir sendiri aja deh, kalo misalkan jadi saya tuh gimana. Tadi pagi statusnya masih single, eh malam ini udah nikah. Tadi pagi juga nyiapin sarapan, Kakak ga ada omongan apapun. Kalo sekedar lamaran saya ga kaget Kak, tapi ini langsung menikah ... kebayang ga apa yang saya rasakan sekarang ini" ungkap Izza.


"Toh tadi kamu ga nolak" jawab Rama.


"Saya sudah sepakat untuk menerima pinangan kan? Jadi sewaktu-waktu siap juga untuk menikah. Bisa ga sih kalo ada apa-apa berbincang dulu, menikah ini urusan yang sangat serius. Saya lagi coba mengatur mindset menjadi seorang istri Kak Rama. Jadi tolong jangan banyak aturan yang malah memperlambat saya bisa menerima Kakak" jelas Izza penuh penekanan.


"Banyak aturan? maksud kamu mengekang? ada kalimat saya mengekang kamu? saya hanya bilang minta jadwal kegiatan. Saya wajib tau kan kalo itu. Selangkah kaki kamu melangkah keluar rumah tanpa ijin saya, kamu yang berdosa. Lagipula keselamatan kamu adalah tanggung jawab saya.. paham???" ucap Rama sambil meletakkan laptopnya.


"Saya paham Kak.. saya tau mana yang boleh dan tidak. Pahami juga kalo saya masih khawatir sama keselamatan Mba Gita. Kakak dengar sendiri kan kalo Mba Gita melarikan diri. Kalo Mba Gita bernasib sama seperti Mba Zizi gimana?" lantang Izza berbicara.


"Selow dikit bisa ga? kamu tuh ga sopan ya bicara keras ke saya. Ga usah ngegas lah" sahut Rama yang jadinya malah kesal.


🌺


Mang Ujang dan Alex sekamar di Audah Hotel, keduanya tadi sudah sempat tidur dan sama-sama terbangun saat tengah malam.


"Seringlah.. kan Mang Ujang mah pleibeoi" jawab Mang Ujang.


"Kalo orang jatuh cinta tuh apa rasanya sih Mang?" lanjut Alex.


"Bahagia, suka senyum-senyum sendiri, jadi semangat, selalu ingin ketemu.. ya pokoknya indahnya duniaaa" jawab Mang Ujang.


"Kalo jatuh cinta harus menikah ga Mang?" tanya Alex.


"Ya ga harus cinta juga bisa nikah, tuh contohnya kaya Mas Boss" ucap Mang Ujang.


"Kalo Boss Rama itu justru menunjukkan cinta level tertinggi Mang.. jarang ada yang kaya gitu dijaman sekarang" bela Alex.


"Udah kaya ayam geprek segala pake lepel-lepelan" sahut Mang Ujang.


"Kalo selalu ingin melindungi, ingin melihat wanita itu bahagia tanpa kekurangan apapun ... apa itu bukan cinta namanya? Boss Rama ga bakalan Mang nikahin wanita tanpa perhitungan. Tau sendiri gimana pintarnya Boss dengan segala keajaiban rencananya. Kalo ga punya perasaan, buat apa Boss nikahin Mba Izza? toh banyak calon yang bisa dipilih, malah lebih dari segalanya dari Mba Izza" papar Alex.


"Iya ya .. kayanya emang udah diincer sejak lama. Pura-pura aja didepan kita kaya orang ga cinta sama Mba Izza, padahal mah selalu cari kesempatan dekat sama Mba Izza. Ngomong-ngomong manten gimana kabarnya nih? Kira-kira Mas Boss bisa nembus ga nih malam ini .. Mamang jadi penasaran. Mas Boss yang tipenya rada galak dan serba sat set sat set ketemu sama Mba Izza yang apa-apa disusun rapih dulu tapi kalo Mas Boss mulai jutek, pasti Mba Izza ngelawan.. bakalan perang nih.. hahaha" canda Mang Ujang.


"Pikirin amat sih Mang... mereka mau apa dan bagaimana malam ini ya terserah. Saya mah malah kasian sama Mba Izza sebenarnya. Sebulan ngikutin dia, banyak yang saya dapatkan dari dia. Mba Izza memang masih muda, tapi dia punya hati yang sangat baik, penyayang, perhatian sama orang disekitarnya dan berkat Mba Izzalah, akhirnya saya merasakan ketertarikan dengan wanita" ucap Alex berterus terang.


"Jangan macam-macam ya Lex... yang kamu kagumi itu istrinya Boss kita, artinya Mba Izza juga Boss kita. Jangan ngimpi bisa sama dia" wanti-wanti Mang Ujang.


"Ya bukan sama Mba Izza lah Mang, saya juga paham kalo itu udah miliknya Boss Rama" kata Alex.


"Terus jatuh cinta sama siapa dong?" tanya Mang Ujang.


"Adalah ... tapi saya ga yakin dia suka sama saya Mang. Udah mah badan tinggi hitam besar, ga ada romantisnya, jam kerja juga ga jelas" ungkap Alex.


"Wah Mas Bro.. jangan gitulah, cewe itu ga butuh-butuh amat kok sama penampilan, yang penting kita bisa menjamin hidupnya nyaman. Mas Boss kan ga cakep-cakep banget, malah cakepan Mas Haidar kemana-mana, tapi kenapa banyak cewe nempelin dia bukan Mas Haidar? ya karena cewe merasa nyaman dekat sama Mas Boss" alasan Mang Ujang.


"Gimana ga nyaman Mang... secara CEO Abrisam Group dan Vice President Audah Hotel, gajinya sebulan aja bisa buat beli mobil baru sekelas mobil standar. Belum dari penghasilan lainnya. Pokoknya banyak deh Mang" kata Alex.


"Sok tau nih .. Mas Boss tuh ga pernah ada bisnis lain selain yang sekarang ada. Kerjaannya cuma dari HO (Head Office Abrisam Group) ke AH (Audah Hotel). Kan setiap hari sama Mamang, jadi taulah" sahut Mang Ujang sotoy.


"Bisnis kan ga harus dijalanin sendiri, bisa aja kerjasama atau nanam modal" jelas Alex.


"Kalo nanam modal jadinya apa? kan kalo nanam bibit cabe hasilnya cabe, nanam bibit tomat ya hasilnya tomat. Terus kalo modal jadinya apa? modal itu bukannya uang? maksudnya Mas Boss nanam uang gitu biar jadi pohon uang? wah ga bener nih Mas Boss, musyrik tuh.. menyembah pohon buat menghasilkan uang" cerocos Mang Ujang.


"Siapa yang nyembah pohon sih Manggggg.... Ngomong sama Mang Ujang bukannya saya dapat solusi, eh malah timbulnya emosi, mending tidur lagi aja deh, daripada saya ikutan error kaya Mamang" ujar Alex senewen.


"Ih dia mah kaya cewe.. gampang tersinggung" ledek Mang Ujang.


🌺


Izza sudah terlelap, Rama masih sibuk mengetik di laptopnya, sesekali melihat Izza yang tampak gelisah tidurnya walaupun sudah tidur.


Rama menyudahi pekerjaannya dan mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dia ambil selimut tambahan yang tadi dia minta. Kemudian dibentangkan ke lantai.


Pelan-pelan dia berjalan menuju tempat tidur untuk mengambil bantal. Setelahnya dia tiduran di lantai beralaskan selimut.


.


Jam dua malam Izza terbangun, kaget ada lelaki sedang sholat ga jauh dari tempat tidur, mungkin karena belum terbiasa, Izza sampe loncat dari tempat tidur dan berdiri tegak. Rama yang tengah berdo'a langsung memalingkan wajahnya kearah Izza karena ikut kaget juga mendengar ada yang loncat dari tempat tidur.


"Maaf Kak... maaf kalo ganggu.." pinta Izza yang kemudian lari menuju kamar mandi.


Rama masih duduk diatas sajadahnya. Sejak kali pertama masuk ke kamar ini, Rama merasa selalu dibayang-bayangi oleh ingatan tentang Mba Nay. Semakin kuat dia melawan, semakin kuat rasa itu hadir lagi.


Berbicara tentang masa lalu, sebagian besar manusia di muka bumi ini pasti pernah punya memori yang sulit dilupakan. Ingatan masa lalu, dalam hal ini perihal mantan, pasti pernah terlintas begitu saja dalam pikiran. Meskipun sekarang kondisinya sudah menikah. Kita memang tidak bisa mengontrol ingatan, tetapi kita bisa merespon ingatan tersebut dengan tepat.


.


Seusai sholat Izza menyodorkan tangannya ke Rama untuk bersalaman.


"Kak.. kenapa keliatan sedih?" tanya Izza hati-hati.


"Ingat Mami" ucap Rama berbohong.


"Kita sampai lupa ga ke makam orang tua. Boleh saya kesana? sekalian mau tau makam Maminya Kak Rama" pinta Izza.


"Pagi ini sampai siang kan saudara masih kumpul buat persiapan pulang, besok aja ya. Lagipula saya udah kok ke makam orang tua kamu dan Mami sebelum menikah" kata Rama.


"Kakak masih ingat letak makam orang tua Izza?" tanya Izza.


"Masih.. ga jauh dari tempat Mba Nay, tempat dimana saya untuk pertama kali ketemu sama kamu" jawab Rama.


Rama mengambil HPnya dan memperlihatkan video yang direkam oleh Mang Ujang, seminggu yang lalu Rama ke makam Maminya, Mba Nay dan orang tuanya Izza. Karena Mang Ujang ga pernah liat Rama ke makam orang tuanya Izza, jadinya dia rekam. Alasannya Mang Ujang karena penasaran kenapa Rama bisa lama duduk di makam tersebut, padahal bukan anggota keluarga.


"Kakak udah kesana?" tanya Izza.


"Sudah.. saya mau minta ijin Za.. rumputnya mau saya ganti seperti di makam Mami. Nisannya juga sekalian sudah saya pesan. Maaf baru bilang sekarang" kata Rama.


"Makasih ya Kak" jawab Izza.


"Paling ga... saya lebih beruntung dari kamu Za.. masih ada orang tua yang mendampingi saat menikah" ucap Rama sambil bangkit dari sajadah dan pindah duduk ke sofa.


Izza yang melipat sajadah dan mukenanya, diletakkan semua di meja kecil. Kemudian Izza duduk dipinggir jendela. Melihat pemandangan Jakarta yang ga pernah sepi.