HELLO SUNSHINE

HELLO SUNSHINE
Hello 173, Holiday



"Masuk yuk.. udah tengah malam, nanti masuk angin" ajak Rama sambil membawa tas ranselnya.


"Kok ga bilang mau kesini?" tanya Izza sambil membuka pintu.


"Tiba-tiba aja sih idenya, makanya pulang cepet dari kantor, terus Mang Ujang bilang ke Maryam buat siapin bajunya Mang Ujang, eh malah Maryam minta ikut. Ya sudahlah.. dibawa aja dengan resiko tanggung sendiri" papar Rama.


"Sachi ga minta ikut?" tanya Izza sambil menuju kamar mandi.


"Ga.. lagi sama Mba Rani" jawab Rama yang meletakkan sepatunya di rak.


Izza melongokkan kepalanya di pintu kamar mandi.


"Ga salah denger nih? Mba Rani?" tanya Izza meyakinkan.


"Baru me time beberapa hari masa udah agak kurang pendengaran.. nantilah itu dibahasnya. Pokoknya ada berita terkini deh" jawab Rama yang sudah ikut masuk kedalam kamar mandi.


Rama menutup pintu kamar mandi, tidak perlu dikunci karena pintu kamar sudah terkunci dan hanya ada mereka berdua di kamar ini.


"Ga disini juga kali Kak" ucap Izza.


"Lagian siapa yang mau disini, adanya nanti alergi kamu kambuh, Kakak juga yang repot" jawab Rama yang mencuci tangan, kaki dan mukanya.


Izza keluar terlebih dahulu, merapihkan jaket yang tadi dia dan Rama kenakan.


Rama keluar dari kamar mandi.


"Belum mandi ya Kak? dari pulang kerja langsung kesini pasti ga sempat mandi" ucap Izza.


"Tau aja.. hehehe.. mandinya sekalian ajalah" kata Rama yang langsung memeluk Izza.


"Kangen ya..." ledek Izza.


"Banget" jawab Rama makin memanas menggerayangi tubuh istrinya.


.


Maryam masih juga mual tapi ga bisa muntah, akhirnya Mba Nur ikut turun tangan membantu Maryam dengan menggosokkan minyak kayu putih ke tubuhnya Maryam.


Mang Ujang dan Alex duduk di teras depan kamar, membiarkan Mba Nur dan Maryam hanya berdua didalam kamar.


Mba Nur memijit kepalanya Maryam agar tidak terlalu pusing. Dia juga membuatkan teh manis hangat buat Maryam.


.


"Lagian ngapain ikut kesini sih Mang? ada-ada aja deh. Tau ombak kalo malam lumayan kenceng goyangannya. Istri saya aja mual apalagi Maryam yang lagi hamil" kata Alex.


"Kan awalnya cuma Mamang yang diajak, secara seneng kalo diajak liburan, apalagi ke pantai, banyak pemandangan yang menyegarkan mata... eh Maryam kan diminta rapihin baju buat Mamang, dia malah ngerengek minta ikut, ya udah akhirnya ikut deh. Mas Boss bolehin asal ga mau tanggung jawab kalo ada apa-apa" jelas Mang Ujang.


"Apek kan jadinya saya malam ini. Secara disini rileks banget Mang, tugasnya ga berat. Jadi masih mau nikmatin waktu berdua sama istri, secara pengantin baru. Kalo malam ini begini kan jadinya ga bisa mesra-mesraan sama istri" jawab Alex.


"Abis gimana lagi.. Mamang ga paham harus ngapain" kata Mang Ujang.


"Mas Boss mah udah asyik-asyik tuh, secara ga ada yang gangguin" oceh Alex.


"Biarin deh mereka ngapain kek, secara pada abis diem-dieman" ujar Mang Ujang.


"Mereka mah ribut juga ga rame ya, emang sih keliatan agak beda, tapi biasa aja. Mba Izza masih ngurusin Boss. Boss pun setiap hari pulang ke rumah, coba kalo Boss masih kaya jaman dulu.. ga bakalan pulang" ucap Alex.


"Apa sih yang mereka ributin? kayanya ga ada yang tau alasannya" pancing Mang Ujang.


"Ga tau saya Mang.. mungkin juga karena Mba Izza juga belum stabil emosinya pasca kejadian yang dulu, ditambah Boss juga banyak kerjaan dan persolan yang harus diselesaikan. Ya jadi keduanya sama-sama kurang sabar aja" papar Alex.


"Pasti yang panasan Mas Boss, kalo Mba Izza kan kalem gitu. Eh iya.. bener ga sih gosipnya kalo Mba Izza lagi hamil muda?" ujar Mang Ujang.


"Ga tau.. tanyanya ke Boss, masa tanya sama saya sih Mang" kata Alex.


"Mana mau ngaku sih Mas Boss" jawab Mang Ujang.


"Ya udah sabar aja sampe mereka sendiri yang kasih pengumuman" ucap Alex.


.


"Ga bawa baju seksi ya De?" bisik Rama.


"Ya ampun... udah ngambil jatah masih nanyain baju itu juga? kita aja udah polos begini.. kurang seksi apa coba" kata Izza yang ada dipelukannya Rama.


Rama membuka selimut yang menutupi tubuh Izza.


"Bukan kurang seksi sih.. kurang dikunjungi.. hahaha" ledek Rama.


Rama kembali merapatkan tubuhnya ke Izza.


"Itu ceritanya Mba Rani sama Mas Haidar CLBK?" tanya Izza.


"Nanti aja ya bahasnya, pokoknya kita quality time membahas kita aja" potong Rama.


"Kita mau bahas apa coba? urusan bisnis udah dilaporkan tadi siang" kata Izza.


"De.. kamu lagi hamil?" tembak Rama.


"Kata siapa?" tanya Izza.


"Orang-orang sekitar katanya melihat tubuh kamu berubah aja" jawab Rama.


"Berubah gimana? lebih berisi?" tanya Izza lagi.


"Kalo dilihat-lihat emang ada perubahan. Tapi bagusan sekarang malah, agak berisi tapi kayanya padat. Apalagi udah ga meluk hampir sebulan ya, berasa banget bedanya" jawab Rama.


"Pertama.. mau jawab lagi ga hamil, kan baru seminggu yang lalu selesai haid. Terus yang kedua, kenapa keliatan padat berisi? itu karena ikutan kelas zumba bareng Ibu-ibu di sekolahnya Sachi. Hampir setiap hari latihannya" papar Izza.


"Kapan mau bilangnya kalo Kakak asyik dengan kemarahan aja. Males kan ngobrol sama orang yang ga mau paham kondisi kita sedang bagaimana" jawab Izza.


"Maaf ya ..." ucap Rama.


"Sama-sama Kak.. gimana kita kedepannya?" tanya Izza dengan hati-hati.


"Kedepannya ya meneruskan hidup dengan segala problematikanya, memperbaiki lagi kualitas rumah tangga kita. Yang berlalu cukup kita jadikan pelajaran. Jika Allah menitipkan kita buah hati ya jangan sampai mengalami hal buruk yang kita alami. Pokoknya sebisa mungkin kita jadi contoh tauladan untuk mereka" kata Rama.


"Kakak akan selalu menjadi tempat favorit untuk pulang, mencari kedamaian dan ketenangan. Izza ga akan menyia-nyiakan kehadiran Kakak, makanya akan selalu berusaha melakukan yang terbaik buat Kakak. Terimakasih telah memilih Izza menjadi teman hidup, calon ibu dari anak-anak kita hingga menua bersama kelak" tutur Izza.


"Hati Kakak meleleh nih De.. baru me time sebentar udah pintar merangkai kata. Apa disini ada guru bahasa Indonesia? jadinya kamu banyak belajar. Intinya De.. ga ada pasangan yang sempurna, yang bisa kita upayakan adalah saling melengkapi satu sama lain untuk mencapai bahagia" kata Rama ga kalah mesra.


Keduanya memulai kembali permainan asmaranya, menuntaskan segala rasa yang tertahan lama.


Ombak tak pernah bosan menciumi bibir pantai, seperti halnya dengan Rama yang kecanduan terhadap bibir istrinya.


"Gimana Kak permainan ranjangnya Izza.. ada perubahan?" tanya Izza setelah keduanya saling bercinta.


"Luar biasa..pake ramuan ya?" puji Rama.


"Ya.. disenam kita para Ibu-ibu diajarkan gerakan rahasia menyenangkan suami" buka Izza.


"Kalo gitu rajin-rajin deh latihan senamnya" pinta Rama.


"Bayarnya mahal euy.. per kedatangan per orangnya kita bayar dua ratus ribu untuk personal trainernya" adu Izza.


"Ya gapapa kalo ada hasilnya kan" jawab Rama.


💐


Jam enam pagi, seusai para lelaki pulang dari Mesjid untuk menunaikan sholat subuh. Ketiga pasangan berjalan bareng-bareng.


Kondisi Maryam sudah lebih baik, semalam tidur sama Mba Nur. Sedangkan Alex dan Mang Ujang akhirnya tidur di kamarnya Alex.


Mereka rencananya mau cari udara segar sambil melihat-lihat apakah ada yang bisa dinikmati pagi ini.


Bosan sama menu sarapan penginapan yang ga jauh-jauh dari nasi goreng dan roti, jadinya Rama ingin menikmati makanan yang lain.


Mereka duduk disebuah warung. Alex dan Mang Ujang memesan kopi hitam sedangkan Rama memesan kopi susu. Mereka pun mencoba panganan yang masih terasa asing ditelinga.


Yang pertama dipesan adalah puk cue. Makanan ini sering disebut sebagai empek-empek karena mirip. Puk cue ini dibuat dari terigu, ikan dan sagu, kemudian disajikan dengan bumbu kacang. Kedua, kue maco, sepintas mirip dengan onde-onde, namun kue ini memiliki rasa asin karena berisi ikan laut yang dicincang sebagai abon.


Kebanyakan menunya berbahan dasar hasil laut. Ga pernah kebayang pagi-pagi makan seafood, tapi ga ada salahnya mencoba. Akhirnya Rama memesan nasi dan beberapa lauk seafood untuk dinikmati berenam. Tapi ada satu yang direkomendasikan oleh pemilik warung yaitu sate gepuk. Biasanya sate berbahan dasar daging ayam dan kambing, namun yang ini dari ikan tongkol yang diberi bumbu tertentu kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dibakar.


"Serasa orang kaya banget ini kita Mas Boss.. pagi-pagi sarapan begini dipinggir pantai" ucap Mang Ujang.


"Sesekali bolehlah memanjakan diri sendiri" kata Rama.


Ketika sedang menikmati makanan yang tersaji, Izza menyenggol lengannya Rama.


"Itu Mas Candra.. " tunjuk Izza.


Rama melihat kearah Candra yang tengah bermain sama Boy, seperti biasa setiap pagi keduanya akan jogging dipinggir pantai kemudian belajar renang di laut. Meskipun usianya masih balita, Boy sudah tidak pakai pelampung saat berenang di pantai. Memang tidak jauh dari bibir pantai, tapi lumayan berani karena badan kecilnya mudah tersapu ombak.


"Itu anaknya?" tanya Rama.


"Iya.. istrinya sedang hamil anak kedua" jawab Izza.


"Ganteng banget ya" puji Rama.


"Iya.." jawab Izza jujur.


"Loh kok iya jawabannya?" protes Rama.


"Tanya aja coba sama Mba Nur dan Maryam .. pasti jawabannya sama. Lagi pula kan Kakak sendiri yang bilang dia ganteng" ucap Izza.


.


Izza sudah penasaran mau naik jetski, tapi belum berani juga dari kemarin. Alex sudah menawarkan untuk menemani Izza naik jetski, tapi Izza menolak karena pastinya akan spontan memeluk.


Akhirnya Rama mengajak Izza main, keduanya berjalan kearah penyewaan jetski, Alex dan Mang Ujang juga ikutan. Mba Nur dan Maryam menunggu di dermaga.


.


"Mas Candra..." panggil Izza yang melihat Candra tengah bersiap main jetski.


Candra menghampiri Izza.


"Ini suami saya" Izza memperkenalkan.


"Candra.." sapa Candra sambil mengulurkan tangannya.


"Rama.." jawab Rama menyambut uluran tangan Candra.


"Bayangan saya tepat nih.. tinggi besar orangnya" ujar Candra.


"Sama aja Pak.. Pak Candra juga tinggi" sahut Rama.


"Panggil Mas aja.. kalo Bapak tuh kesannya tua banget. Ya kan saya agak tinggi karena mantan atlet, tapi badannya ga sebagus Mas Rama ini. Dulu saya mah sixpack, habis punya anak agak lebar sedikit, akibat suka ngabisin makanan anak kalo ga dihabiskan sama anak.. hahaha" kelakar Candra.


"Nanti mungkin saya bisa juga kaya gitu kalo sudah punya anak.. hehehe" kata Rama.


"Mau main jetski? pake punya saya aja, keluaran terbaru, dikasih mertua loh.. bukan beli sendiri" info Candra.


"Mas Candra ini bisa aja merendahnya, saya malah sekelurga ga ada yang punya jetski" kata Rama.


Candra memberikan kunci ke Rama dan memberikan arahan sederhana kepada Rama. Karena dasarnya Rama penggila otomotif, jadinya mudah paham.