
Di pagi yang cerah, Gu Yuena berjalan di Kota Tianlong bersama Chu Xin untuk menemui dokter. Ia tidak bisa menggunakan dokter di balai medis istana karena harus menyembunyikan hal ini dari semua orang.
Gu Yuena bisa saja mengatakannya pada Bai Youzhe kemarin. Tapi hal itu pasti akan menghambat perjalanan Bai Youzhe, sehingga dia memilih mengatasinya sendiri. Dia tidak boleh terkesan manja setiap saat.
Chu Xin heran mengapa Gu Yuena memintanya mencarikan dokter yang tidak memiliki hubungan dengan istana. Rata-rata dokter di tempat ini memiliki hubungan dengan berbagai istana, sangat sulit mencarinya.
Untung saja Chu Xin teringat kawan lama. Tidak bisa disebut kawan lama juga, sih. Hanya seorang kakek-kakek yang pernah menyelamatkannya sekali.
Dia mengarahkan Gu Yuena ke tempat di mana kakek-kakek itu berada. Ketika sampai, Chu Xin langsung membawa Gu Yuena bertemu pria paruh baya di dalam kedai obat sederhana yang cukup sepi.
"Xie Lao, Chu Xin membawa seseorang untuk bertemu denganmu." Cu Xin memanggil pria yang tengah duduk teras kedai sambil memilah bahan obat yang habis dikeringkan.
Pria tua itu melihat Chu Xin, lalu tersenyum. "Siapa lagi yang kamu bawa kali ini? Apakah temanmu yang habis dihukum mati-matian itu membuat masalah lagi?"
Chu Xin menghela napas. "Aiya, jangan terus mengungkutnya bila aku datang ke sini. Aku benar-benar membawakan seseorang untuk membicarakan hal penting denganmu. Dia adalah orang penting."
"Kalau begitu, biarkan dia masuk."
Chu Xin menatap Gu Yuena dengan senyum lebar. "Ayo."
Gu Yuena melangkah memasuki toko obat yang sedang tutup itu. Tidak ada pekerja di tempat ini, yang menunjukkan bahwa pria tua yang keras dipanggil Xie Lao itu benar-benar sendiri.
Tidak disangka, Chu Xin memikiki dokter pribadi di belakang Bai Youzhe.
Xie Lao diminta untuk memeriksa kesehatan Gu Yuena. Pria paruh baya itu langsung mematuhinya, apa lagi setelah mendengar latar belakang dan posisi Gu Yuena di Istana Tianshuang dari bisikan Chu Xin. Dia jelas harus melakukan pekerjaan dengan hati-hati.
Namun, aneh saja seseorang seperti Gu Yuena melakukan pemeriksaan pada dokter yang tidak terkenal dan di luar balai medis istana. Meski ia adalah alkemis, tetap saja tidak sehebat orang-orang di balai medis.
Xie Lao memeriksa denyut nadi Gu Yuena, lalu mengidentifikasinya selama beberapa saat. Dari denyut nadinya, Gu Yuena sangat sehat. Meski ada beberapa luka internal yang dalam tahap pemulihan, tetap tidak akan mempengaruhi kondisinya begitu buruk.
Satu hal lagi, denyutnya berbeda dari kebanyakan wanita.
"Apa Nona baik-baik saja?" Chu Xin terlihat sangat penasaran. Seharusnya nonanya baik-baik saja, 'kan?
Xie Lao tersenyum. "Nona Gu baik-baik saja. Selain luka internal yang salam proses pemulihan, tidak ada masalah yang dapat berakibat fatal bagi kesehatannya."
"Baguslah kalau begitu." Chu Xin menghela napas lega.
Gu Yuena juga terlihat sama. Benar, 'kan? Gu Yueli hanya wanita sok tahu yang salah mendiagnosis.
"Tapi ... sepertinya Nona harus memastikan kondisi tubuh dengan baik selama beberapa waktu kedepan."
"Bukankah itu sudah pasti? Nona memiliki cedera lama." Chu Xin menanggapinya dengan enteng.
"Bukan itu." Xie Lao melihat Chu Xin dengan sebal, lalu beralih melihat Gu Yuena. "Nona tidak hanya membawa diri sendiri, tapi juga kehidupan kecil di dalamnya. Jika Yang Mulia mengetahuinya, dia pasti akan sangat senang."
Senyum Chu Xin membeku. Sedangkan Gu Yuena terdiam tanpa bisa mengatakan apa pun.
Apa maksudnya ....
"Kau tidak salah?" Chu Xin tampak sangat terkejut sampai menyambar begitu saja dengan ucapan.
"Sejauh ini, diagnosisku tidak pernah salah. Sepertinya ini begitu mengejutkan, itu biasa dialami oleh wanita muda. Kalian akan terbiasa."
Chu Xin melihat ke arah Gu Yuena yang terdiam dengan penuh kejutan. Nonanya sedang mengandung? Ini akan menjadi berita besar di istana!
"No—"
"Masalah ini, aku harap kalian tidak pernah mendengar atau mengetahuinya." Gu Yuena sedikit tersenyum untuk menunjukkan ketulusan, lalu beranjak dari tempat duduk.
"Nona, kamu ingin menyembunyikannya?" Chu Xin tampak tidak setuju. Bukankah dengan begini, tidak akan ada yang berani menentang Gu Yuena di istana?
"Xie Lao, kau paham ucapanku." Gu Yuena melihat pria tua itu penuh arti, mengabaikan Chu Xin yang protes.
"Masalah pasien, yang tua ini tidak pernah menyebarkannya. Nona Gu tenang saja." Xie Lao tidak mau berpikir banyak mengenai kehidupan bangsawan atau orang besar lainnya.
"Baguslah. Chu Xin akan membayar jasamu. Terima kasih sebelumnya."
"Nona tidak perlu sungkan. Hanya sedikit memeriksa, bukan masalah besar."
"Kalau begitu aku pamit pergi. Maaf telah mengganggu."
Gu Yuena pun pergi. Chu Xin masih ingin mengajukan protes dan berlari mengikutinya. Sepanjang jalan Gu Yuena tidak mengatakan apa pun, hal tersebut membuat Chu Xin penasaran setengah mati.
"Nona, apa aku perlu memberitahu Yang Mulia?" Chu Xin bertanya dengan hati-hati.
"Masalah ini, cukup kita berdua yang tahu." Gu Yuena menoleh menatap Chu Xin. "Jangan membuatku mengulang ucapanku."
Chu Xin tersenyum kecut. "Tapi—"
"Jika Youzhe tahu, dia akan mengundur tugasnya lebih lama. Biarkan saja."
"Namun, Nona tidak bisa menyembunyikannya pada orang-orang istana. Pada akhirnya, mereka juga akan tahu."
"Tidak akan." Saat ini yang Gu Yuena khawatirkan bukanlah orang-orang istana, melainkan Klan Ye. Gu Yueli pasti sudah memberitahu Ye Suanwu mengenai hal ini.
Hah, seharusnya dia bunuh saja wanita itu sejak awal.
Apa masih sempat?
"Chu Xin, apa Gu Yueli sudah pergi?" tanya Gu Yuena.
Chu Xin mengangguk sekali. "Ya. Dia pergi pagi-pagi sekali sesuai yang diinginkan Nona. Sepertinya sudah cukup jauh, mengingat dia pergi menggunakan monster terbang."
"Apa kalian bisa mengejarnya?"
Chu Xin tampak serius. "Nona bisa memberi perintah kapan pun."
"Aku ingin memastikan bahwa dia tidak membocorkannya pada Klan Ye. Kalian bisa melakukan apa pun, kecuali membunuhnya."
Gu Yueli tahu terlalu banyak. Tapi dia tidak bisa mati semudah itu apalagi di tangan Assassin Guild. Gu Yuena sendirilah yang harus membunuhnya.
Karena pihak lain telah memberi peringatan, Gu Yuena akan mengampuni nyawanya. Namun, untuk saran yang diberikan Gu Yueli sebelumnya ....
"Aku akan segera mengutus orang untuk mencari keberadaannya. Nona tenang saja, kami akan menyelesaikannya dengan bersih." Chu Xin langsung mengirim pesan pada rekan-rekannya untuk mencari Gu Yueli melalui komunikasi transmisi suara jarak jauh.
Semua anggota guild saling terhubung, sehingga mereka dapat memberi pesan dari jauh tanpa harus berpindah tempat. Itu adalah kemampuan yang diberikan Bai Youzhe pada mereka.
"Sekarang, Nona harus kembali ke istana. Aku akan meminta Xie Lao membuatkan obat herbal untuk Nona."
Gu Yuena tidak menjawab. Ia melanjutkan langkah tanpa mengatakan sepatah kata, tenggelam dalam pikirannya sendiri selagi kembali ke istana.
Sekembalinya ke istana, Gu Yuena masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu sambil menghela napas panjang.
Berat sekali hari ini. Padahal tidak ada pertempuran atau perdebatan apa pun, tapi rasanya melelahkan.
Masalah Gu Yueli akan terselesaikan dengan baik. Namun, dia masih harus memikirkan apa yang harus dilakukannya di masa depan. Dia tidak bisa pergi ke Istana Linghun saat ini.
Perasaan Gu Yuena sangat berat. Tidak pernah terpikirkan olehnya akan mengalami hal seperti ini. Di perutnya ... ada kehidupan lain yang tumbuh. Gu Yuena merasa berat menanggungnya.
Bukannya Gu Yuena tidak suka atau tidak ingin menerima, tapi masalah yang terjadi belakangan ini sangat rumit sehingga tidak baik untuknya bila membawa beban lain yang lebih besar.
Pemimpin Aula Linghun masih ada, misi sang phoenix yang dikatakan Ratu Istana Linghun belum diselesaikan. Kemudian, perang yang akan terjadi kedepannya, tidak memungkinkannya untuk mundur meski hanya sementara. Belum lagi usaha Ratu Istana Linghun menghidupkan suaminya, tidak akan sesederhana yang dia kira.
"Hah, aku bisa gila!" Gu Yuena menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur, merasa frustrasi.
Ia kembali teringat ucapan Gu Yueli.
Apa dia gugurkan saja?
Jika harus menunggu 9 bulan untuk lahir, maka Istana Tianshuang pasti akan mengetahuinya. Entah berapa banyak mata-mata di Istana Tianshuang. Jika hal tersebut sampai terdengar ke Istana Linghun, akan membawa masalah yang lebih besar.
Seperti yang dikatakan Gu Yueli, Klan Ye tidak akan membiarkan Keluarga Bai memiliki penerus. Jadi sudah pasti Istana Linghun terlibat di dalamnya dan akan menggunakan berbagai cara untuk memburunya.
Ralat, bukan memburunya, tapi anaknya. Anaknya akan menjadi kelemahan yang begitu besar dan terlihat.
Bai Youzhe tidak ada, sedangkan Gu Yuena sangat rentan dalam keadaan seperti ini. Bertarung sama saja menantang nyawa. Apalagi ... kekuatan musuh lebih kuat darinya.
Ucapan Gu Yueli memang bukan tanpa dasar. Meski dia agak menyebalkan, wanita itu sebenarnya pintar menilai situasi setelah bertahun-tahun berada di tempat orang-orang licik. Itu sebabnya, dia meminta Gu Yuena menggugurkan kandungannya agar tidak terjadi masalah yang lebih besar.
Tapi, apa dengan menggugurkannya maka masalah akan selesai?
Gu Yuena menyentuh perut ratanya dengan perasaan rumit. Sepertinya dia tidak memiliki pilihan lain. "Aku harus menjadi lebih kejam. Maafkan aku."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Chu Xin menerima secarik kertas dari Gu Yuena sebagai pesanan yang harus dibeli. Keningnya berkerut ketika membacanya. "Ini ... pelancar pencernaan?"
"Jangan banyak tanya." Gu Yuena bersandar, lalu menutup mata untuk sedikit menenangkan pikiran.
Chu Xin tidak tahu apa yang ingin dilakukan Gu Yuena. Bukankah Gu Yuena baik-baik saja? Bahkan dia menolak meminum obat penguat janin dari Xie Lao.
Gu Yuena mengintip Chu Xin yang pergi menyelesaikan tugas. Ia pun menghela napas. Di kehidupan sebelumnya, dia telah bergulat dengan berbagai macam racun. Obat yang ia tuliskan memang obat pelancar pencernaan, tapi ada efek bila dikombinasikan dengan bahan lain akan menghasilkan racun yang dapat membuat diare sekaligus menggugurkan kandungan.
Ia pernah memakainya sekali untuk bawahannya yang melakukan kesalahan sampai diare berhari-hari. Tidak disangka ia akan menggunakannya untuk dirinya sendiri. Bukan untuk diare berhari-hari, tapi menggugurkan kandungannya.
"Apa ini harus?" Gu Yuena masih dipenuhi keraguan.
Ia tidak tahu bagaimana reaksi Bai Youzhe jika mengetahuinya.
Selang beberapa waktu, Chu Xin telah membelikan bahan obat yang dibutuhkan dan telah diolah oleh pelayan sesuai ketentuan dari apoteker. Cawan berisikan obat pelancar pencernaan sudah ada di depan mata, tapi Gu Yuena hanya melihat dalam diam.
Dia melihat cawan tersebut seolah sedang melakukan penelitian melalui pandangan mata. Apa benar dia harus meminumnya?
Ini pertama kalinya Gu Yuena minum racun racikannya sendiri. Apa rasanya manis? Atau pahit?
Gu Yuena benci pahit. Tapi seingatnya bawahannya yang menyebalkan itu pernah berkata bahwa racun buatannya ini memiliki rasa yang manis ketika dicampur gula. Karena di sini tidak ada gula, Gu Yuena telah menggantinya dengan madu.
Namun ... dia tidak yakin itu tidak akan membuatnya muntah.
Gu Yuena mengambilnya. Tidak ada aroma dalam cairan di dalam cawan, yang memang merupakan ciri khas racun racikan Gu Yuena. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa rasanya pahit.
Antara takut rasa pahit atau tidak tega menggugurkan anaknya sendiri yang masih dalam kandungan, Gu Yuena benar-benar ragu sampai hanya memandang cawan itu dengan kosong.
"Nana, kau harus yakin ...." Gu Yuena meyakinkan diri sendiri dan mendekatkan cawan tersebut ke mulutnya.
Ketika air dalam cawan memasuki mulut, lidahnya terbakar saat itu juga akan rasa pahit luar biasa yang menjalar. Tidak hanya itu, ada aroma aneh di dalam air obat yang benar-benar memuakkan.
Spontan Gu Yuena memuntahkan semua air obat di mulutnya yang belum sempat tertelan. Perutnya merasakan mual yang tidak nyaman
"Harley sialan." Gu Yuena mengutuk pria feminim itu yang beraninya berbohong. Berani-beraninya berkata bahwa racunnya sangat manis, padahal racun itu sepahit obat nyamuk!
Bahkan rasa parfum lebih baik meski sama-sama pahit.
Ditambah, bagaimana bisa ada aroma? Gu Yuena tidak yakin itu benar-benar berasal dari bahan racunnya sendiri. Pasti ada yang mencampurnya dengan bahan yang bertentangan dan menyebabkan aroma memuakkan ketika masuk ke mulut.
Karena terus mual, Gu Yuena langsung berlari mengambil air. Chu Xin yang baru datang langsung terdiam ketika melihat Gu Yuena kalang kabut mengambil air dan menenggaknya langsung dari teko.
Apa itu benar-benar Gu Yuena yang selama ini ia kenal?
"Nona, apa yang terjadi?" Chu Xin langsung menghampiri dengan khawatir. Nonanya sedang mengandung, tidak boleh terjadi sesuatu pada keduanya.
Gu Yuena meletakkan teko kembali, lalu berkata dengan nada suara tertekan. "Bawakan aku sesuatu yang manis!"
"Apa?"
"Jangan lupa bawakan aku teh atau susu atau minuman yang dapat meredakan rasa pahit. Cepat!"
Chu Xin yang tidak tahu apa pun langsung menuruti perkataan Gu Yuena dengan tergesa-gesa.
Melihat Chu Xin pergi terburu-buru, Gu Yuena pun menjatuhkan diri ke atas tempat duduk dan bersandar lemas. Tadi benar-benar memuakkan. ia trauma pada racunnya sendiri.
Apa ini adalah karma?
Atau ... dia benar-benar tidak boleh menggugurkan kandungannya?
"Pemikiran macam apa itu?" Gu Yuena bergumam kesal.
Tak lama kemudian, Chu Xin datang terburu-buru membawa nampan makanan dan minuman untuk Gu Yuena. Dia langsung meletakkannya di meja, sedangkan Gu Yuena hanya mengambil minumnya saja untuk menghilangkan rasa pahit.
"Apa tadi obatnya sangat pahit? Aneh, padahal aku sangat yakin sudah dicampurkan madu." Chu Xin menghela napas.
Itu bukannya madu yang gagal mengubah rasa obat, tapi memang obatnya yang keterlaluan pahit. Hanya saja, Gu Yuena masih penasaran bagaimana bisa meninggalkan aroma memuakkan. Padahal dia tidak pernah mendapat laporan itu.
"Apa ketika pembuatan, ada orang lain yang ikut campur?" tanya Gu Yuena.
"Tentu saja tidak." Chu Xin langsung menyangkal. Ia berpikir sejenak, kemudian teringat sesuatu. "Sebelumnya memang ada orang lain. Ketika aku datang ke dapur, aku melihat salah satu pelayan Ming Chin ada di sana pergi terburu-buru. Tapi aku sudah memastikan bahwa obatnya aman secara langsung."
Gu Yuena menarik alisnya. Ternyata, ada ikut campur orang lain yang menggagalkan rencananya. Pantas saja racunnya menjadi gagal. Dia tidak tahu harus berterimakasih atau marah pada orang itu.
"Tapi syukurlah Nona baik-baik saja. Pasti Ming Chin sedang merencanakan sesuatu untuk menyakiti Nona di belakang. Kita harus waspada."
Gu Yuena mengangguk sekali. "Biarkan saja."
"Apa?"
"Aku ingin lihat semua kemampuannya sebagai alkemis, apa bisa dibandingkan dengan penyihir kecil sepertiku." Ditambah, Gu Yuena sedang mencari alasan secara langsung untuk membunuh wanita itu.
Hanya dengan racun yang diseludupkan saja tidak cukup, karena tidak ada bukti yang menunjuk wanita itu. Dia masih ingin bermain sebentar.
Tapi untuk saat ini, dia harus memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
"Nona, Su Churan akan datang sebentar lagi. Apa kamu masih akan menyembunyikannya?" Chu Xin masih ragu menyembunyikannya atau tidak. Masalah ini adalah masalah besar Istana Tianshuang dan Keluarga Bai.
"Mengapa dia datang?"
"Mungkin karena Jin Xiao(?)"
Gu Yuena menghela napas berat. Akan sulit menyembunyikan sesuatu dari Su Churan, karena wanita itu memiliki kemampuan kupu-kupu darah yang dapat melacak kehidupan sekecil apa pun.
Sikapnya yang meledak-ledak tidak akan bagus jika ingin terus merahasiakannya.
Gu Yuena harus bersembunyi dari Su Churan.