
Gu Yuena akhirnya kembali ke Wilayah Neraka. Menyebrangi Sungai Roh kali ini tidak sesulit sebelumnya berkat adanya Bai Youzhe. Keduanya berpisah setelah menyebrangi Sungai Roh agar tidak menarik perhatian berlebihan.
Dengan kemampuan penyembunyian aura masing-masing, mereka melalui jalan terpisah untuk mendekati Istana Neraka.
Wilayah Neraka tidak memiliki kota atau pemukiman tempat tinggal. Itu hanya berupa hutan yang dipenuhi monster iblis dan tempat di mana roh-roh berkeliaran bebas. Tidak ada matahari di tempat ini, hanya ada malam, yang membuat roh-roh jahat yang tidak terperangkap di Sungai Roh menjadi lebih kuat.
Saat mengumpulkan 1000 jiwa dan darah, Wilayah Neraka adalah tempat yang bagus akan jiwa yang berlimpah. Namun, sangat sedikit darah yang bisa diambil sehingga tulang iblis tidak terlalu berguna untuk mengumpulkan darah, melainkan mengumpulkan jiwa. Itu sebabnya Gu Yuena tidak terlalu memperhatikan invasi di Wilayah Neraka.
Jauh ke arah timur adalah Istana Neraka milik Yang Xinyuan. Gu Yuena sudah hafal jalurnya dan pergi secepat mungkin sambil berkamuflase. Sosoknya tidak terlihat, bahkan oleh para roh sekalipun.
Namun, ini adalah wilayah yang dipenuhi kegelapan. Sihir kamuflase Gu Yuena tidak sepenuhnya efektif bagi beberapa monster penjaga yang terintegrasi dengan kegelapan dan memiliki kekuatan mental yang besar.
Menyadari seseorang menyusup menggunakan sihir kamuflase, mereka menjadi lebih sensitif dan buru-buru mengejar. Gu Yuena sudah mengantisipasi ini dan beehenti di tengah jalan. Dia tidak tahu binatang macam apa yang akan datang, tapi elemen kegelapan itu sangat pekat disertai elemen tanah.
Begitu sosok tikus tanah sebesar anak sapi membongkar tanah di dekatnya menjadi lubang besar, Gu Yuena menangkat tongkat hitam di tangannya lalu mengayunkannya ke samping—arah di mana seekor tikus besar melompat.
Ujung tongkat yang dilapisi api menekan tikus tanah. Tikus itu jatuh kembali ke lubang dan mulai menggali mengitari Gu Yuena. Tidak hanya ada satu tikus, melainkan tiga. Beberapa bagian tanah menjadi gundukan ketika tikus itu melompat dari satu sisi ke sisi lain untuk menyerang dan menyemburkan lumpur.
Mereka bertiga mengitari Gu Yuena tanpa memberinya sedikit kesempatan untuk lewat. Ketika gundukan tanah telah penuh dan membentuk lingkaran, mereka bersama-sama menyerang Gu Yuena sekali lagi.
Gu Yuena menunduk menghindari tepat pada waktunya. Dia mengetuk tanah dengan tongkatnya, menyebabkan api dengan liar keluar dan menyelimuti lingkaran seperti ombak, lalu membakar tiap lubang tikus seperti api unggun.
Tikus-tikus itu semakin kacau dan mencoba memadamkan lubang mereka menggunakan tumpukan tanah. Mereka terus menggali dan menyebabkan guncangan, lalu membuat lubang di kaki Gu Yuena sambil melompat.
Tanah yang diinjak Gu Yuena menjadi lembek. Gu Yuena melompat ke udara, mengepakkan sayapnya sebelum melihat tikus yang melompat menggigit kakinya. Tikus lainnya ikut melompat bersama gundukan tanah yang meninggi ke arah Gu Yuena, memblokir jalannya di udara.
Gu Yuena membakar tikus yang menggigit kakinya, membuat gigitan terlepas dan tikus kembali ke tanah. Selain es, Gu Yuena tidak suka elemen tanah yang dapat memadamkan apinya bila dalam jumlah besar.
Namun, api Gu Yuena telah berevolusi menjadi api suci. Phoenix iblisnya menjadi lebih murni. Ketika ketiga tikus itu kembali menyerang lebih ganas dan siap mencabik-cabik Gu Yuena, api dari berbagai lubang langsung menyembur dan membentuk penjara api. Ketiga tikus itu menembus api yang mencuat, lalu jatuh ke tanah dalam kondisi gosong.
Gu Yuena mendengus, "Hanya monster penjaga tingkat rendah." Mereka bahkan tidak bisa bertahan dalam satu serangan api Gu Yuena.
Gu Yuena kembali terbang di udara dan berkamuflase. Penebangannya dipercepat agar monster-monster itu tidak sempat mengejarnya. Terlalu banyak pertempuran sangat tidak baik dan membuat Yang Xinyuan menyadari kedatangannya.
Tiba di gerbang istana yang suram dan gelap, dikelilingi oleh larva. Gu Yuena terbang di udara melintasi jembatan dan berbaur dengan udara. Di Ishana berbeda dengan hutan. Ada beberapa manusia dan makhluk kematian di tempat ini. Tempat ini lebih ramai dari kelihatannya, tapi juga sepi tanpa suara.
Untuk menghindari alat pengintai istana, Gu Yuena mendarat di salah satu tempat. Dia melepas kamuflasenya, lalu mengenakan jubah penyihir berwarna hitam dan menutup wajahnya, menyisakan sepasang mata abu-abu.
Para penyihir di sini biasa menutup wajah mereka dan menyisakan bagian mata. Mata Gu Yuena yang berwarna abu-abu tidak akan dicurigai, karena itu hanya ciri-ciri seseorang tanpa pengelihatan. Itu adalah hal biasa bagi seseorang yang melatih jalur penyihir.
Beberapa penyihir menyimpan lingkaran sihir di mata mereka. Itu bisa menjadi kekuatan terkuat, maupun hal yang merugikan. Jika gagal mengendalikan lingkaran sihir, mereka akan buta. Gu Yuena akan dianggap penyihir yang seperti itu.
Gu Yuena memahami seluk beluk tempat sehingga tingkahnya sama sekali tidak dicurigai. Dia sangat tenang ketika berbaur sambil menyusup ke dalam.
Namun, tiba-tiba langkahnya dihalangi oleh dua penyihir pria yang memiliki sepasang mata tajam dan penuh intimidasi.
"Apa kau penyihir yang baru dikirim dari Aula Linghun?" tanya salah satunya.
Gu Yuena mengangguk pelan, tanpa mengatakan apa pun.
Melihat mata abu-abu wanita di depannya, mereka hanya bisa mendengus. "Kalau begitu, bawakan beberapa senjata dari gudang untuk dikumpulkan di gerbang. Yang Mulia berencana memperluas wilayah kekuasaan di Dunia Bawah selagi Ratu Istana Linghun menguasai Dataran Mitian. Ini adalah perintah langsung Ratu Istana Linghun. Dalam menghadapi naga, kau harus berhati-hati di masa depan dan jangan lalai. Cepat bawakan semua senjatanya!"
"Gudangnya ada di bawah tanah istana. Kau akan melalui tangga di sisi barat istana, lalu kau akan menemukan gudang senjata setelah berjalan 50 meter. Bawa semua itu menggunakan cicin penyimpanan."
Gu Yuena mengangguk pelan. Ia pun berjalan masuk ke dalam dan pergi ke arah barat. Gudang bawah tanah adalah sesuatu yang tidak ditunjukkan Yang Xinyuan padanya. Ia cukup penasaran dengan gudang itu.
Menuruni tangga melingkar yang dimaksud, Gu Yuena dapat merasakan aura kegelapan di sekitarnya memadat disertai rasa dingin yang ekstrim. Sayang sekali dia tidak bisa melihat apa yang ada di sekitarnya selama semua itu adalah benda mati.
Namun, Xiao Bai dan Xiao Hei dapat melihat dengan jelas. Punggung mereka mendingin ketika melihat beberapa sosok yang membeku terpajang seperti manekin.
"Apa-apaan ini?" Xia Bai terlalu terkejut. Dia melompat keluar dan mendekati patung es berbentuk manusia. Jumlahnya ada banyak.
"Apa ini bisa disebut sebagai senjata?" Xiao Hei bingung. Dia dan Gu Yuena berjalan sejauh 50 meter. Patung-patung es itu terpajang sejauh 50 meter selama mereka berjalan.
"Apa ini alasan mereka membiarkan nona yang tidak bisa melihat mengemban tugas ini?" Xiao Bai tidak bisa tidak merinding. Sosok mereka sangat mengerikan. Tidak hanya manusia, tapi ada juga monster berbentuk manusia dengan wajah mengerikan yang membeku. Es itu menghalangi bau mereka.
Gu Yuena mengerutkan kening. "Apa yang kalian lihat?" Dia tidak merasakan adanya jiwa lain atau napas siapa pun, apalagi energi sebuah benda. Semua di matanya kosong.
"Nona, sepertinya Istana Linghun melakukan banyak eksperimen. Seperti yang tertulis dalam sejarah, selain eksperimen terhadap darah phoenix, mereka juga melakukan eksperimen pada berbagai makhluk yang membuat mereka dikucilkan."
"Makhluk-makhluk ini dibekukan di dalam es. Mereka jelas telah mati dan menbusuk, tapi mata mereka terbuka lebar seperti sedang melihat kami. Ini benar-benar ...."
Raut Gu Yuena menjadi lebih pahit. "Sepertinya Yang Xinyuan akan menggunakan mereka sebagai senjata di dua medan perang. Selain makhluk kematian yang tidak bisa mati, ada juga makhluk hasil eksperimen. Kekuatan mereka jelas tidak mudah. Mereka dibekukan, mengartikan bahwa mereka berbahya bagi dua belah pihak dan tidak dapat dikendalikan sepenuhnya."
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
Gu Yuena berpikir sejenak. Kemudian, senyum jahat terukir di bibirnya. "Aku memiliki ide bagus."
Senjata-senjata yang dibawa Gu Yuena adalah senjata logam seperti pedang, panah, serta senjata-senjata berat. Dia menyerahkan semua itu dalam cincin penyimpanan dan pergi secepatnya.
Gu Yuena berjalan bebas di sekitar istana sambil mengingat-ingat jalan. Saat tiba di wilayah inti istana, dia menggunakan sihir kamuflase kembali dan masuk lebih cepat.
Alasan dia tidak menggunakan sihir kamuflase sebelumnya adalah karena alat pengintai sihir. Ada aturan yang mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang boleh menggunakan sihir di bagian depan istana untuk menghindari penargetan monster. Itu sebabnya Gu Yuena memilih menyamar.
Setelah memasuki area inti istana di mana Yang Xinyuan berada, Gu Yuena kembali menggunakan sihir kamuflase dengan bebas. Tempat ini adalah wilayah bebas sihir dan pengintaian. Gu Yuena menurunkan auranya sampai batas sehingga tidak bisa dideteksi, kemudian berjalan mencari jalan.
"Aku tidak tahu apa yang dipikirkan Yang Mulia sampai tidak menyerahkan tulang iblis pada sang Ratu."
"Yang Mulia pasti punya rencana. Tulang iblis sangat mengerikan dan berguna saat berada di medan perang. Jika Yang Mulia menggunakan itu di medan perang, hasilnya akan tak terbayangkan."
"Namun, Putri Istana Linghun, Gu Yuena, pasti tidak akan membiarkannya. Apalagi Raja Naga dari Istana Penguasa terus memburu tulang iblis."
"Itu sebabnya Yang Mulia menyimpan tulang iblis di tempat tersegel dan aman. Kalau dia terus membawanya, kapan pun saat penyerangan akan hilang di bawah rencana licik seseorang."
Gu Yuena mengerutkan kening dalam-dalam. Menyimpan tulang iblis di tempat tersegel? Terdengar tidak seperti ulah Yang Xinyuan. Jika itu dia, dia tidak akan menyimpan di tempat lain selain ruang spiritual.
Apa Yang Xinyuan mengetahui pergerakannya?
Gu Yuena pergi setelah tidak bisa menguping hal-hal berguna. Dia pun menembus ruangan di mana dua pria itu keluar, lalu melihat Yang Xinyuan duduk di dalam sambil melihat ke arah benda hitam yang merupakan mutiara takdir.
Gu Yuena terdiam.
Mutiara takdir ....
Yang Xinyuan pernah memberinya mutiara takdir untuk digunakan saat dalam bahaya. Mutiara takdir itu akan mengarahkannya pada sosok terpercaya dan dapat melindunginya.
Pada akhirnya, mutiara takdir bukannya pergi pada Yang Xinyuan di Aula Linghun, melainkan Bai Youzhe di Istana Tianshuang.
Sekarang, pria itu memiliki mutiara takdir kedua dan memperhatikannya dengan pandangan kosong. Gu Yuena yakin dirinya tidak akan terekspos, jadi diam di tempat untuk memperhatikan.
Yang Xinyuan memperhatikan mutiara takdir untuk beberapa saat, lalu mengepalkan tangannya dan membuat mutiara takdir hancur berkeping-keping. Tidak ada satupun emosi di wajahnya ketika menghancurkan barang langka itu.
Yang Xinyuan ... seseorang yang kehilangan banyak hal dan menjadi anjing peliharaan seseorang. Di mata Gu Yuena, dia hanya seseorang yang menyedihkan.
Meski Gu Yuena sangat membencinya dan ingin membunuhnya, tapi mereka pernah tinggal bersama dan saling memahami. Meski tidak lama, tapi Gu Yuena selalu merasa bahwa Yang Xinyuan sangat mirip dengannya yang membuatnya sangat memahami jalan pikirnya.
Hanya saja, Gu Yuena telah menganggapnya sebagai teman dan senior, atau bahkan seorang kakak yang akan melindunginya seperti Gu Yuan, sampai akhirnya pria itu membunuh semua orang terpentingnya.
Harinya di Tanah Tersembunyi dan Wyvernia, adalah hal terbaik di antara mereka.
Saat ini, dia hanya harus fokus pada tulang iblis.
Gu Yuena tidak bisa bertindak lebih jauh di dalam ruangan ini karena Yang Xinyuan akan menemukannya. Tulang iblis disimpan di tempat lain, jadi lebih baik pergi mencarinya.
Gu Yuena pergi dengan menembus pintu. Begitu dia pergi, mata Yang Xinyuan bergerak ke arah pintu. Dia beranjak dari kursi, lalu pergi keluar seperti mencari sesuatu. Keningnya berkerut dalam-dalam.
Apa ia salah?
Pada saat Yang Xinyuan mencarinya, Gu Yuena sudah pergi mencari informasi mengenai keberadaan tulang iblis. Tempat diletakkannya tulang iblis seharusnya tidak terlalu jauh dari istana utama. Begitu dia melepas persepsinya ke seluruh istana dengan hati-hati, dia menemukan energi samar yang familiar.
Benar, itu adalah energi tulang iblis. Namun, rasanya sangat lemah.
Gu Yuena segera menarik persepsinya sebelum ketahuan dan mengikuti arah asal energi tulang iblis. Dia menembus tiap ruangan setiap saat untuk mencapai jalan pintas. Xiao Hei dan Xiao Bai diam-diam menjadi histeris di dalam sana.
Nona mereka yang tidak bisa melihat jadi senang sekali menembus tembok.
Hingga akhirnya tiba di depan pintu besar yang memiliki kehadiran tersembunyi di antara celah dua tembok, Gu Yuena langsung menembus ke dalam. Ia agak terkejut menyadari segel di pintu tidak menyakitinya meski sedikit terpengaruh oleh energi asing yang lewat.
Segel itu mengalami sedikit perubahan akibat ulah Gu Yuena. Lagipula Gu Yuena tidak bisa menghancurkannya tanpa menarik perhatian. Meski pada akhirnya, segel itu pasti akan memberi sinyal benda asing yang masuk pada Yang Xinyuan. Gu Yuena harus cepat!
Seperti yang dikatakan, tulang iblis ditempatkan dalam segel ganda. Di ujung ruangan, tulang iblis melayang di udara dengan segel hitam pekat yang melingkarinya seperti gelembung.
Senyum Gu Yuena merekah ketika merasakan energinya dengan jelas.
Namun, ada sesuatu yang aneh.
Energinya benar-benar lemah. Itu tidak persis sama seperti terakhir kali ia memegangnya.
Energi kegelapan dan haus darah yang biasa ia rasakan menipis. Yang Xinyuan seharusnya sudah mengumpulkan lebih banyak darah sehingga energi tulang iblis akan jauh lebih kuat.
"Nona, apa kita tidak pergi saja terlebih dahulu untuk menyelidiki?" tanya Xiao Hei.
Gu Yuena menggeleng. "Ada sesuatu. Sepertinya Yang Xinyuan sudah menebak kalau seseorang akan datang untuk mencuri tulang iblis."
"Lalu, sebaiknya kamu lari! Jangan sampai tertangkap olehnya, itu sangat beresiko!" Xiao Bai menjadi cemas.
Gu Yuena mundur beberapa langkah, langkahnya sangat waspada. Ketika ia akan keluar dan menembus tembok sekali lagi, sihirnya tiba-tiba menghilang dan membuat sosoknya terlihat.
Gu Yuena menarik alisnya. Dia tidak terlihat panik, tapi sangat tenang.
Yang Xinyuan muncul dari balik pintu yang tersegel, menemukan Gu Yuena di depannya yang berhasil masuk tanpa diketahui. Kalau bukan karena segel yang memberinya peringatan, ia tidak akan tahu.
"Tidak disangka, kamu yang akan datang secara langsung, sendirian." Yang Xinyuan melangkah mendekat. Ia menunjukkan senyum yang cukup membuat dua kucing di ruang spiritual merinding.
Yang Xinyuan mengulurkan tangannya. Kabut hitan dari tangannya menuju tulang iblis, lalu menghancurkannya. Tulang iblis itu hancur berkeping-keping dengan mudah dan menyisakan sedikit sinar hitam yang terserap ke dalam tubuh Yang Xinyuan.
"Seperti yang kau duga, itu tulang iblis palsu. Yang asli ada di sini." Yang Xinyuan menunjukkan batu hitam yang berkilauan di tangannya. Itu mengeluarkan energi kegelapan yang pekat dan mengerikan, bahkan sampai menyebar di udara dan menyebabkan sensasi sesak disekitarnya.
Namun, Gu Yuena sama sekali tidak panik. Dia hanya diam. Mata abu-abunya yang kosong benar-benar tidak dapat diprediksi apa yang sedang ia pikirkan di saat dua kucing itu mulai terdiam.