Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
48. Tetua Lima Wilayah



Tiga hari adalah waktu istirahat dan persiapan sebelum acara pembukaan murid baru halaman dalam dimulai.


Peraturan halaman dalam jauh berbeda dari halaman luar. Tiap murid akan dipilih oleh mentor masing-masing untuk dijadikan murid wilayah di halaman dalam.


Wilayah halaman dalam terbagi menjadi lima bagian. Baik mage, assassin, hunter, archer, guardian, healer, summoner, dan forge akan dijadikan satu dari berbagai divisi dalam sebuah wilayah yang dipimpin oleh Tetua Akademi.


Wilayah pertama adalah Lembah Berkabut. Mempelajari banyak keterampilan dalam kabut dan serangan sembunyi untuk semua profesi. Wilayah itu adalah tempat favorit banyak orang di urutan pertama, namun juga tempat yang berbahaya. Kebanyakan dari mereka yang masuk ke sana adalah assassin dan archer.


Wilayah kedua adalah Puncak Terang. Terdapat di puncak pegunungan dan tempat di mana Putra Mahkota Kekaisaran Yi belajar. Mereka mempelajari teknik-teknik bertarung antar kelompok dan serangan fisik. Ada sangat banyak summoner, healer, mage, forge, dan guardian di sana.


Wilayah ketiga adalah Kolam Awan. Tempat yang dikenal sangat indah sehingga lebih banyak perempuan tinggal di sana. Kebanyakan dari mereka adalah mage dan healer yang memiliki serangan keindahan.


Wilayah keempat adalah Hutan Roh. Tempat yang berupa perhutanan dan memiliki sangat banyak monster yang cocok untuk pelatihan hunter, summoner, dan assassin. Namun, ada pula forge dan archer yang masuk ke sana.


Wilayah kelima, yang merupakan wilayah tersepi dan paling sedikit peminat, Tanah Tersembunyi. Tidak ada yang tahu bagaimana rupa tempat itu, karena seperti namanya, tempat itu tersembunyi di balik sebuah paviliun anggur yang dijaga oleh pria pemabuk dan galak. Bahkan sampai ada yang tidak berani mendekati paviliun itu.


Semua informasi itu didapat dari buku panduan yang didapat ketika memasuki gerbang halaman dalam yang selalu tertutup. Gerban halaman dalam yang terdapat di pusat akademi, kini dipenuhi murid-murid yang berkumpul sebagai murid baru halaman dalam.


Lin Susu yang baru pulih setelah istirahat penuh selama tiga hari—meski masih terlihat tidak sehat—berdiri dengan ceria seolah semua baik-baik saja di depan gerbang.


Rambut yang dipotong Gu Yuena sebelah, kini diratakan jadi sebahu. Namun, itu justru menambah kesan mungilnya. Ia menjadi pusat perhatian murid-murid halaman luar, sebagai murid peringkat 2 dengan monster tingkat 6 yang mengguncang arena.


Meski berada di peringkat yang tinggi, ia tetap tampak ramah pada siapa pun dan begitu ceria di depan teman-temannya. Hal tersebut membuat pria mana pun menganggapnya sangat imut.


"Huh, tidak ada yang bisa mengalahkan Dewi Lin di akademi ini."


"Benar, aku pikir Dewi Lin akan semakin bersinar setelah memasuki Puncak Terang di halaman dalam."


"Kenapa Puncak Terang? Dewi Lin sangat cocok di tempat yang indah seperti Kolam Awan."


"Di mana pun dia berada, para mentor pasti akan menolehkan kepala ke arahnya. Pesona Dewi Lin tentu luar biasa."


Mereka menyanjung Lin Susu sampai membuat gadis itu salah tingkah dan tertawa mendengarnya. Tawanya yang ringan membuat para pria meleleh.


Hanya saja, situasi berubah menjadi heboh ketika seorang perempuan bergaun merah darah melangkah ke posisi depan. Rambut merah panjangnya yang sedikit diikat dengan hiasan sederhana mendukung penampilan cantiknya yang luar biasa. Iris semerah darah, kulit seputih salju, hidung tinggi, bulu mata panjang, dan fitur wajah sempurna membuat siapa pun yang memandangnya tidak dapat berpaling.


Caranya berjalan sangat elegan, tidak kekanakan seperti seseorang. Ekspresi wajahnya begitu tenang dan membuat siapa pun yang melihatnya tidak bisa berkedip dari iris merah menggoda itu.


Ini adalah dewi yang sesungguhnya!


"Cantik sekali!"


"Ah, apa dia dewi yang jatuh ke bumi?"


"Siapa dia? Aku tidak pernah melihatnya."


"Seperti kenal."


"Ah, itu adalah Gu Yue!"


"Gu Yue? Gu Yue yang itu!"


"Pantas saja aku merasa pernah melihatnya. Ternyata dia adalah perempuan!"


"Aku melihatnya bersama seorang pria yang membuat Dekan halaman luar membungkuk. Identitasnya tidak biasa."


"Benar, benar, maka dari itu jangan mengusiknya."


"Dia bahkan membuat lebih dari 200 murid gagal memasuki halaman dalam."


"Perempuan yang mengerikan."


"Aku dengar dia mengalahkan 4 orang dari top 5 sekaligus untuk mendapat peringkat pertama. Betapa luar biasa!"


"Lin Susu bahkan dibuat babak belur olehnya."


"Oh yaampun, Dewi Lin memiliki saingan berat!"


Gu Yuena berdiri di barisan depan di antara top 5 yang pernah ia kalahkan tiga hari lalu. Dari sudut matanya, tiga pria itu masih terlihat tidak baik-baik saja dengan lebam yang masih terlihat. Sangat lucu, haha.


Sedangkan Lin Susu ....


Lupakan, Gu Yuena sebal pada perempuan yang telah membuat punggungnya nyeri dan terpaksa meminta bantuan Luo Youzhe. Awas saja bila mencari masalah, ia tidak akan hanya memotong sebagian rambut, tapi seluruh rambutnya!


Dekan Yu berdiri di depan gerbang halaman dalam, menyambut semua murid yang lulus kualifikasi. Di sampingnya, terdapat seorang wanita cantik dengan iris hazel yang berkilau.


Wanita itu adalah murid pribadi dekan akademi yang seharusnya hadir saat ini. Tapi karena halangan, hanya murid pribadinya saja yang bisa mewakilkan.


Wanita itu sangat cantik. Terlihat seperti berumur 20an dengan rambut hitam legamnya yang pekat. Pandangannya tegas, tubuhnya tegap dan terlihat menyimpan sebilah pedang di sakunya. Ia lebih terlihat seperti seorang kesatria wanita.


"Saya ucapkan selamat bagi kalian yang telah lulus ujian kualifikasi halaman dalam. Meski sebelumnya ada beberapa kendala yang membuat ujian ditunda, ujian selanjutnya diadakan dengan lancar sampai tiba hari yang ditunggu-tunggu. Kalian sudah bekerja keras untuk semua ini, saya sebagai dekan mengapresiasikan kerja keras kalian selama beberapa tahun—ada pula yang enam bulan ini—demi memperjuangkan prestasi yang diraih. Sekali lagi, saya ucapkan selamat untuk kalian."


Suara riuh tepuk tangan terdengar ramai di kalangan murid baru halaman dalam. Mereka antusias menunggu tempat mana yang akan memilih mereka untuk ditinggali.


Wanita cantik itu mengambil alih pembicaraan secepatnya. Suaranya yang indah dan lantang bersamaan terdengar seperti alunan lagu.


"Perkenalkan, namaku adalah Wang Ya. Saat ini, kalian adalah murid baru halaman dalam dan melepas identitas murid halaman luar kalian. Di antara ribuan murid halaman luar, 300 di antaranya adalah yang terpilih. Wajar jika kalian merasa bangga, tapi ingatlah, kalian tidak bisa merasa bangga ketika menginjakkan kaki di halaman dalam selama masa pelatihan kalian belum berakhir. Masa pelatihan ditentukan tiap wilayah dengan aturan yang berbeda. Tanpa banyak bicara lagi, kita akan menyambut para mentor yang akan memilih diantara kalian untuk memasuki wilayah yang mereka kuasai."


Gerbang halaman dalam dibuka tepat ketika suara Wang Ya jatuh. Gerbang besar itu dibuka perlahan, menimbulkan suara derak yang cukup besar.


Di balik gerbang, terdapat sebuah halaman besar yang membuat mereka semua berdecak kagum dan tidak bisa tidak menjatuhkan rahang.


Itu adalah istana!


Sebuah istana yang begitu besar dan megah. Bahkan lebih besar dari istana kekaisaran. Siapa yang tidak akan terpana melihat kemegahan seperti itu?


Mereka semua diarahkan untuk masuk ke dalam sana. Halaman yang begitu luas dan sejuk, dipenuhi dengan pepohonan dan tumbuhan unik yang jarang terlihat.


Jika Istana Yinyang memiliki halaman berupa alam, maka Istana Yuansu memiliki halaman berupa kemegahan dan kemewahan. Mereka adalah istana termewah!


Suasana menjadi ribut ketika memasuki halaman akademi yang begitu luas, bahkan menampung lebih dari total jumlah para murid baru. Mereka nyaris tidak bisa berkata-kata.


Lin Susu melihat murid-murid norak itu dengan skeptis. Ia mendengus diam-diam. "Bodoh."


Iris cokelatnya terarah pada Gu Yuena di sebelahnya. Gadis beriris merah darah itu tampak memasang wajah terlalu tenang untuk seorang rakyat awam. Apa benar identitasnya tidak biasa?


Bagi Gu Yuena, kemegahan ini tidak kalah megah seperti beberapa kerajaan yang ia lihat di masa lalu. Ah, bahkan ia berani membobol kerajaan terbesar dan tertua karena hanya ingin jalan-jalan. Jadi ia tidak begitu terkejut.


Sayangnya, di dunia ini, kemewahan seperti ini adalah hal langka.


Di depan sana, ada empat mentor dari lima mentor yang berjalan mendekati para murid baru. Hal tersebut menambah semangat mereka. Karena sang mentor sudah membuat catatan untuk murid yang telah mereka pilih sebelumnya.


Perlu diketahui, Tanah Tersembunyi saat ini sedang tidak menerima murid. Oleh karena itu, hanya ada empat mentor di antaranya.


Tapi sepertinya tidak hanya mentor yang datang. Melainkan tiga pria yang sudah tidak muda dan seorang wanita cantik yang datang bersamaan menghampiri peserta top 5.


"Aku dengar murid baru kali ini memiliki bakat luar biasa. Aku telah melihatnya sekarang." Wanita cantik yang sepertinya Tetua dari Kolam Awan berkata dengan nada menyenangkan sambil melihat kelima murid itu.


Pandangannya terarah pada Lin Susu. "Klan Lin memang tidak mengecewakan."


Lin Susu sangat senang merasa dipuji dan langsung membungkuk. "Susu sangat tersanjung, terima kasih atas pujian dari Tetua."


Lihat, 'kan? Pada akhirnya, semua mata tertuju padanya. Bukan perempuan angkuh yang tampak aneh itu. Siapa pula yang akan meliriknya?


Lin Susu merasa ingin melayang saat ini juga ketika para tetua lain menyapanya.


Ia pasti sedang diperebutkan oleh mereka. Pasti!


Apa ini?


Lin Susu berbalik, merasa napasnya tersedak ketika melihat para tetua itu mengerubungi Gu Yuena dengan mata berbinar seolah melihat barang berharga.


Apa yang terjadi?


Kenapa mereka tertuju pada perempuan itu? Apa mereka salah orang?


"Para Tetua, Lin Susu, dari Klan Lin, menyapa kalian." Lin Susu berusaha mencari perhatian, tapi mereka justru hanya mengangguk padanya dan kembali terarah pada Gu Yuena.


Perempuan sialan itu!


Tidak hany Lin Susu yang kesal, tiga pria dalam top 5 lainnya juga merasa kesal, tapi tidak bisa menunjukkannya. Mereka iri, tapi sadar kekuatan mereka jauh berbeda baik dari segi latar belakang maupun kekuatan sesungguhnya.


Bahkan semua orang di sana mulai iri pada keberuntungan Gu Yuena.


Sedangkan yang menjadi pusat iri hati sedang merasa tertekan.


Apa-apaan ini!


"Gu Yue, apa kamu ingin bergabung dengan Lembah Berkabut? Dengan kemampuanmu, akan sangat bagus jika menjadi murid pribadiku dan berlatih di sana. Kamu tidak akan menyesal dan akan mendapat perlakuan yang sangat istimewa!" Pria berusia 40an itu membujuk Gu Yuena dengan iming-iming murid pribadi.


Ini pilihan yang bagus, tapi tempat itu suram dan tidak disukai Gu Yuena. Ia sudah memutuskan sejak awal bahwa tidak akan masuk ke sana.


"Pak tua, kamu jangan mengambil muridku. Gu Yue adalah wanita, dan dia harus masuk ke Kolam Awan-ku sebagai murid pribadiku. Aku sendiri yang mengundangnya secara terhormat. Gu Yue, kau akan ke Kolam Awan kami, 'kan? Di sana sangat indah dan nyaman sampai aku yakin kau tidak akan merindukan rumah." Wanita dari Kolam Awan itu berkata dengan nada menyenangkan.


Menurut Gu Yuena, itu tidak perlu. Ia tidak suka keindahan macam itu. Ditambah, wanita ini membuatnya merinding.


"Puncak Terang lebih baik dari apa pun. Gu Yue, kamu adalah jenis mage yang unik dengan kekuatan api luar biasa. Puncak Terang akan menjadi tempat yang bagus. Ditambah, kamu akan bertemu Putra Mahkota dan berkesempatan dekat dengannya. Putri dan pangeran ada di tempat yang sama. Haha, Jadilah murid pribadiku!"


Justru itu yang Gu Yuena hindari, Putra Mahkota. Lebih baik tidak. Lalu, apalagi tadi? Putri? Apa orang tua itu sedang salah paham?


"Hutan roh, meski berbahaya, sangat bagus untuk perkembangan sihirmu. Jangan menyia-nyiakannya. Aku akan mengajarimu cara menbuat esensi sihir dari monster sebagai hadiah menjadi muridku. Bagaimana?"


Esensi sihir? Itulah yang Gu Yuena inginkan!


Tapi ....


"Apa esensi sihir bisa diajarkan untuk kultivator tingkat 5?" Gu Yuena heran. Luo Youzhe berkata hanya tingkat 6 keatas yang bisa membuatnya. Sedangkan ia baru naik tingkat 5 bintang 2 setelah pertandingan itu.


"Bukan masalah untuk meningkatkan kultivasi ke tingkat 6 lebih cepat. Hutan roh kami memiliki solusinya." Tetua itu begitu antusias, berpikir Gu Yuena akan lebih memilihnya dengan iming-iming esensi sihir.


"Apa bisa kurang dari dua tahun?" Gu Yuena bertanya lagi.


"Itu ... paling cepat setidaknya harus 5 tahun. Kamu tahu, jika secepat itu namanya bukan manusia lagi, haha." Tetua itu tertawa sendirian, kemudian diikuti oleh tetua lainnya.


Apa yang lucu?


Gu Yuena hanya bisa ikut tertawa tanpa tahu apa yang lucu di ucapannya.


Jadi begitu, mereka tidak akan ada solusi.


Lebih baik memikirkannya lagi.


Pada akhirnya, Gu Yuena berkata dengan sopan pada mereka bahwa ia akan memikirkannya lagi dengan matang. Mereka berempat masih semangat membujuk dan berkata jika Gu Yuena setuju maka akan menjadi murid pribadi.


Tentu saja, posisi murid pribadi adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh banyak orang.


Tapi Gu Yuena dapat mendapatkannya hanya dengan memilih. Bukankah keberuntungannya terlalu bagus?


Siapa yang tidak akan iri?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Karena masih belum memiliki tempat untuk ditempati di halaman luar, Gu Yuena memilih berjalan-jalan di sekitar sambil berpikir.


Entah kenapa, tatapan para tetua itu membuatnya tidak nyaman. Meski ia sempat tergiur akan ajakan mereka, ada penolakan yang besar di hatinya.


Tatapan mereka .... Seperti sedang bukan melihatnya sebagai manusia, tapi harta, atau alat. Menyebalkan.


Pasti karena mereka ingin menjadi lebih dekat dengan Luo Youzhe melalui dirinya, mengingat Dekan Yu sebelumnya juga turut bertanya-tanya perihal Luo Youzhe. Mereka memilihnya bukan karena bakatnya, tapi karena bekingannya.


Itu sebabnya ia memilih menyamar.


Ketika semua orang sudah memiliki tempat di halaman dalam, hanya Gu Yuena yang belum mendapatkannya, atau lebih tepatnya belum memilih. Hal itu membuatnya menjadi sorotan utama dalam beberapa menit kedepan.


Di tengah rasa kesal yang melanda, Dekan Yu datang menemuinya dengan raut cemas. Pasalnya, sudah beberapa jam dilalui, sedangkan Gu Yuena masih belum memilih tempatnya berkultivasi. Ia bisa dikeluarkan jika terus seperti ini.


"Gu Yue, apa kamu belum memilih? Para tetua ribut membicarakan mana yang akan kau pilih." Dekan Yu berkata dengan berat hati. Semoga ia bisa membujuk gadis keras kepala satu ini.


"Semakin banyak pilihan, semakin sulit keputusan dibuat. Dekan Yu, apa kau tidak ingin merekomendasikan sesuatu padaku?" Gu Yuena bersikap santai di depan pria tua itu.


Untung saja Dekan Yu tidak mempermasalahkan sikap Gu Yuena yang kelewat santai.


"Jadi, apa kriteria yang kau inginkan? Mungkin aku bisa membantu."


"Memasuki Istana Yuansu lebih cepat." Gu Yuena terbuka akan ambisinya. Toh, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Namun jawaban Gu Yuena membuat Dekan Yu tertawa lepas. Memang tidak ada yang lucu, tapi terasa konyol. Semua orang jelas ingin secepatnya memasuki Istana Yuansu.


"Lebih spesifiknya, katakan padaku." Dekan Yu menghentikan tawanya ketika menyadari bahwa Gu Yuena sama sekali tidak tertawa.


"Bisa membuat esensi sihir lebih cepat, berkultivasi di tempat sepi tanpa gangguan dan tanpa memandang latar belakang, lalu tidak ada penindasan. Sisanya, tergantung apa yang dimiliki Akademi Yuansu."


Ucapan Gu Yuena terkesan sombong, tapi tidak membuat Dekan Yu tersinggung. Pria tua itu justru malah berpikir tempat mana yang cocok untuk kriteria tersebut.


Jika tidak ada gangguan, berarti bukankah harus di tempat sepi? Selain itu, gurunya juga harus yang terbaik. Mengingat bakat Gu Yuena, itu bukanlah permintaan yang berlebihan.


"Baiklah, begini saja. Biar kuberitahu sesuatu padamu tentang sebuah rahasia, aku yakin kau akan tertarik."


Gu Yuena bersiap mendengarkan. Apa ini berhubungan dengan kelima wilayah Akademi Yuansu?


"Kau tahu Tanah Tersembunyi? Sehuah tempat di balik paviliun anggur yang dijaga oleh 'orang gila'—kata murid-murid. Hal yang tidak mereka ketahui, 'orang gila' yang mereka maksud adalah seorang Tetua Istana Yuansu yang mengasingkan diri. Jangan memberitahunya pada siapa pun. Kekuatannya sama sekali bukan tandingan siapa pun di Istana Yuansu, termasuk Raja Istana Yuansu. Meski temperamennya tidak baik, kamu harus bisa membujuknya. Jika berhasil, aku yakin dia akan sangat membantumu."


Gu Yuena memikirkannya sejenak. "Bukankah Tanah Tersembunyi tidak menerima murid?"


"Itu hanyalah alasan belaka. Selama ini Tanah Tersembunyi tidak menerima murid dengan cara seperti itu. Orang itu menerima murid dengan cara berbeda. Kau akan tahu setelah pergi ke paviliun anggur."


Gu Yuena berpikir sejenak. Benarkah tidak biasa? Jangan sampai ia bertemu orang gila beneran lalu mempersulit hidupnya.


Tapi jika ucapan Dekan Yu benar, itu adalah sebuah keberuntungan. Bukan masalah menangani seseorang bertemperamen buruk.


Gu Yuena melihat Dekan Yu dengan senyuman, membuat pria tua itu menjadi senang. Tapi ketika Gu Yuena menyipitkan matanya, ia menjadi was-was.


"Dekan Yu, aku akan mengadukanmu jika orang itu benar-benar gila." Gu Yuena sangat berani berkata demikian.


Tapi Dekan Yu malah tertawa terbahak-bahak. "Kamu ini, sangat pandai bercanda. Cepatlah sebelum matahari terbenam, atau kau akan dikeluarkan tanpa syarat. Usahaku akan sia-sia."


"Baik, Dekan sudah berusaha sangat keras. Lalu, harus merepotkanmu membujuk para tetua yang merajuk."


"Bukan masalah." Dekan Yu terkekeh. Meski sebenarnya, hatinya merasa berdarah mengingat temperamen meledak-ledak para tetua.


Tak apalah. Anak seperti Gu Yue harus mendapatkan yang terbaik dalam pembelajarannya. Apalagi orang di belakangnya sangat sensitif, sampai memperingatinya berulang kali mengenai akomodasi Gu Yuena.


Ia kapok!