Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
110. Kelahiran Kembali



"Untuk apa monster-monster itu? Kau ingin mendeklarasikan perang?" Gu Yuena menegaskan kata-katanya terhadap Li Hua. Tidak peduli apa di depannya adalah ibunya, di matanya wanita itu bukan ibu yang pernah menyayanginya.


Mereka saat ini berada di tengah hutan. Karena Gu Yuena berkata ingin mengatakan sesuatu, mereka berdua terlebih dahulu menepi sebelum sampai di Istana Linghun. Tidak hanya ada mereka berdua, tapi monster-monster berbentuk kelelawar yang cukup besar bergelantungan di pohon memenuhi wilayah. Monster itu memiliki tubuh mirip manusia, namun dengan sayap dan telinga kelelawar disertai mata merah menyala.


"Sudah kukatakan, aku hanya ingin sedikit menerima pelayanan Istana Tianshuang. Kamu begitu murung, apa ada yang tidak kau sukai?"


Ada yang tidak Gu Yuena sukai? Jelas sekali wanita itu adalah orang yang Gu Yuena tidak sukai. Selain tindakannya yang dapat memicu perang, sikap seenaknya membuat Gu Yuena kesal setengah mati.


"Kau sudah mencapai tujuanmu untuk membawaku kembali ke Istana. Lalu apa lagi? Tidak peduli apa masalahmu dengan 5 istana, kau tidak seharusnya melibatkan orang lain dalam rencanamu."


"Melibatkan orang lain?" Li Hua tertawa. "Nana oh Nana, rupanya kamu masih tidak mengerti. Istana Linghun sudah berdiri selama ratusan tahun, dan menjadi istana terkuat sampai saat ini. Jika tidak menhancurkan para pembangkang, takutnya Istana Linghun dalam krisis besar."


"Katakan saja semua ini karena dendam pribadi. Kau cemburu pada Bai Yue. Kau sudah membunuhnya beberapa tahun lalu. Lalu apa lagi? Apa membunuhnya sama sekali tidak membuatmu puas?"


Li Hua melihat Gu Yuena, memperhatikannya dengan mata menyipit tajam. "Sepertinya kau sangat peduli pada Istana Tianshuang. Apa karena orang bermarga Bai itu?"


"Apa pun alasannya, aku tidak akan membiarkanmu menyentuh 5 Istana." Gu Yuena menegaskan kata-katanya.


Li Hua menimbang-nimbang apa yang dikatakan Gu Yuena. Anak ini semakin lama semakin menentangnya, ia tidak boleh membiarkan Gu Yuena terus lepas dalam kendalinya.


Demi kelancaran rencana, Li Hua harus sedikit mengalah. Ia pun mengibaskan tangannya, membiarkan Gu Yuena berbuat sesuka hati. "Baik, lakukan apa yang ingin kau lakukan."


Li Hua menghela napas panjang, lalu berkata, "Lebih baik secepatnya kembali ke istana. Ada beberapa hal yang ingin Ratu ini tunjukkan padamu."


Gu Yuena memutar bola mata. Ia tahu Li Hua pasti jengah akan sifatnya yang membangkang.


Mereka pun pergi ke Istana Linghun kurang dari sehari. Entah kecepatan seperti apa, ketika membuka mata, Gu Yuena sudah berada di tempat yang familiar.


Bangunan besar yang penuh aura suram dan kegelapan. Obor-obor bertengger di dinding sepanjang jalan. Ada rasa kesunyian di tempatnya berpijak, sama seperti terakhir kali jiwanya dibawa oleh Li Hua.


Meski tempatnya berada cukup familiar dan memiliki desain yang sama, Gu Yuena tahu ia berada di tempat yang berbeda dari terakhir ia datang.


"Akan kutunjukkan sesuatu." Li Hua membuka pintu besar di depannya menggunakan sihir. Pintu ganda tersebut terbuka sendirinya sampai menciptakan suara derak pintu berat yang terbuka.


Ia masuk ke dalam, diikuti oleh Gu Yuena yang penuh pertanyaan.


Di dalam ruangan yang penuh akan kegelapan ketika pintu tertutup, Li Hua menggunakan sihirnya untuk membuat obor api hijau di tempat yang disediakan, menerangi ruangan. Tempat ini begitu sunyi dan terasingi seolah tidak pernah didatangi.


Melihat ke ujung ruangan, Gu Yuena dikejutkan oleh sebuah altar besar yang mengandung aliran merah di sekitar lantai. Aliran merah itu berbentuk rune kuno yang tampak sangat rumit.


Gu Yuena mengeritkan dahinya. "Apa ini?"


"Altar pengorbanan 1000 darah." Li Hua tersenyum, lalu berbalik menatap Gu Yuena. "Tugasmu adalah mengumpulkan 1000 darah untuk mengaktifkan altar. Dengan begitu, Gu Ying bisa diselamatkan."


"1000 darah?" Benar kata penyihir itu. Li Hua akan melakukan pembunuhan massal! Apa Li Hua gila!


"Kamu tenang saja karena tidak perlu melakukannya sekarang. Kekuatanmu saat ini masih belum cukup untuk menyelesaikan tugas. Oleh karena itu, kamu akan berlatih di sini selama beberapa waktu sampai mencapai tingkat 9."


"Di sini?" Melihat kembali di mana ruangan yang ia tempati begitu menyeramkan, Gu Yuena jadi bergidik. Ini lebih buruk daripada ruangan yang dipenuhi pembunuh yang saling membunuh.


"Kekuatan spiritual di tempat ini sangat berlimpah. Rune altar juga dapat membuat kekuatan jiwamu meningkat pesat. Jika berlatih di sini, dengan darah phoenix di tubuhmu, kecepatan kultivasimu akan meningkat. Kurang dari 5 tahun, kamu dapat meningkat ke tingkat 9 dan pergi ke Dunia Bawah menerima misi sang phoenix."


Gu Yuena diam untuk beberapa saat, melihat ujung kakinya dengan pandangan gelisah. Itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama, apa dia bisa melakukannya?


Dalam lima tahun, ia bahkan baru menyelesaikan kultivasi dan melanjutkan pergi ke Dunia Bawah. Ia memang setuju untuk melakukan itu semua, tapi untuk melakukan pembunuhan massal ... ia tidak yakin.


"Nana, jangan pikirkan orang lain. Kita adalah keluarga. Apa kamu tidak ingin keluarga kita bersatu kembali?" Li Hua berkata penuh harap.


"Kenapa kau begitu bersikeras menghidupkan ayah? Kenapa aku?"


Pandangan Li Hua melembut. "Ingin kuberi sebuah cerita?"


Gu Yuena menatapnya, tanda siap mendengarkan. Senyum Li Hua melebar, kemudian memulai cerita.


Beberapa tahun lalu, dia adalah Putri Kekaisaran Wyvernia yang paling dimanja. Karena bentrok dengan perebutan tahta setelah kematian Kaisar terdahulu, Putri Vanya yang muak terus diincar pun kabur dari istana. Dia mengubah namanya menjadi Li Hua, lalu bertemu Bai Yue di Kekaisaran Yi dan berteman dekat.


Suatu hari, Bai Yue membawanya ke Istana Tianshuang. Saat itu Bai Yue adalah penerus tahta Istana Tianshuang dan akan segera menjadi ratu sehingga tidak ada yang berani menentangnya ketika membawa orang luar. Keadaan saat itu sangat bagus tanpa konflik, semua bahagia dan hidup damai.


Suatu hari, Li Hua berjalan-jalan di hutan mencari monster untuk diambil energi unsurnya dan dibuat esensi sihir, dia menemukan pria yang sekarat. Li Hua menolongnya secara alami, dan sadar bahwa pria itu memiliki hubungan dengan Dunia Bawah karena energi naga yang kental.


Awalnya Li Hua takut, tapi ia tetap menyelamatkan pria itu dengan membuatkan obat. Ia tidak bisa membawa pria itu ke istana karena jarak yang terlalu jauh.


Pria itu adalah Gu Ying. Dia adalah pemilik darah naga yang tidak berperasaan dan membunuh tanpa berkedip. Namun, masih ada kebaikan dalam hatinya. Karena pihak lain sangat kuat, Li Hua berpikir untuk menjadikannya guru karena ia ingin menjadi lebih kuat untuk menghancurkan Kaisar Wyvernia yang baru—adik tirinya.


Sebagai bentuk terima kasih, Gu Ying menerima permintaan Li Hua dan mengajarinya banyak hal dalam waktu lama. Perlahan, perasaan muncul di kedua belah pihak. Meski Gu Ying sangat dingin dan tidak bisa menyukai perempuan lain selain darah phoenix, ia membuat pengecualian pada Li Hua.


Hal yang tidak diketahui Li Hua, Gu Ying telah bertemu Bai Yue dan merencanakan penyerangan terhadap Raja Istana Linghun. Raja Istana Linghun sangat kejam dan telah melakukan pembunuhan massal di berbagai wilayah, yang meresahkan istana lain. Karena Istana Tianshuang saat itu masih dalam penutupan diri, Bai Yue tidak bisa muncul secara langsung.


Bai Yue menjanjikan bahwa Gu Ying akan naik tahta setelah membantunya menyelesaikan masalah di Dunia Bawah. Ada sangat banyak iblis di dunia bawah, dan Bai Yue harus mengaturnya agar iblis tidak menerobos keluar dari dunia bawah. Mereka pun membuat kesepakatan yang saling menguntungkan satu sama lain.


Karena rencana yang dilakukan secara rahasia dan sering bertemu secara rahasia, Li Hua jadi penasaran dan cemburu ketika melihat mereka berdua bertemu di suatu tempat. Ia salah paham bahwa Bai Yue merebut Gu Ying darinya, sehingga memintanya segera menikah agar Gu Ying tidak meninggalkannya. Bai Yue dan Li Hua juga berselisih hebat. Karena hal itu, rencanannya dengan Bai Yue gagal. Bai Yue juga menghilang bagai ditelan bumi.


Li Hua telah membenci Bai Yue. Apalagi setelah menikah dan tinggal di Istana Linghun, Raja Istana Linghun menghasutnya untuk membunuh Bai Yue agar tidak dapat merebut Gu Ying. Tanpa diketahui Gu Ying, ayahnya sendiri telah memanipulasi pikiran Li Hua untuk menjadi lebih jahat dan kejam.


Tentu saja Li Hua tidak sadar telah dimanipulasi. Ia pikir semua yang dilakukannya adalah murni keinginannya dan ia merasa senang.


Ketika Gu Ying menyadarinya, pria itu membunuh ayahnya sendiri. Apalagi saat itu diketahui Li Hua sedang hamil, Gu Ying tidak ingin ayahnya menyakiti Li Hua dan mempengaruhi Li Hua lagi. Tepat setelah kematian Raja Istana Tianshuang terdahulu, Gu Ying naik tahta.


Itulah yang terjadi berdasarkan sudut pandang Li Hua. Gu Yuena memikirkannya dengan cermat. Memang tidak jauh berbeda dari cerita Xuan Yi. Semua masalah ini berasal dari kesalahpahaman serta ulah Raja Istana Linghun terdahulu.


"Bai Yue jal*ng itu, tidak terlihat selama bertahun-tahun. Aku pikir dia mati, tapi ternyata dia menikah dengan orang lain dari Dunia Bawah dan melahirkan seorang putra." Li Hua mendengus, tampak tidak suka.


"Darah naga menyiksanya setiap saat. Dia meninggal, tepat ketika aku akan memberitahunya bahwa aku sedang mengandungmu." Li Hua terlihat sedih. Itu wajar saja. Di saat seharusnya mereka berbahagia karena kehadiran anak kedua, suaminya malah pergi meninggalkannya.


"Bagaimana aku dan Kakak berada di Kediaman Adipati?" Gu Yuena bertanya lagi.


"Ada banyak konflik di dalam istana sejak Gu Ying meninggal. Aku mencari orang bermarga Gu, lalu menikah, dan membesarkan kalian di Kediaman Adipati. Gu Shan itu hanyalah alat untuk menyembunyikan identitas kalian. Dia tahu identitasku, dan mengalami cinta buta. Itu sebabnya dia begitu takut pada Gu Yuan."


"Dan mengabaikanku. Karena bagimu, kehadiran 'Gu Yuena' menyebabkan banyak kesialan." Gu Yuena berkata dengan santai.


"Bukan begitu, Nana." Li Hua mendesah. "Nyatanya, aku dan Gu Yuan tidak tahu mereka memperlakukanmu begitu buruk. Klan Ye adalah Klan yang bertugas di bawah perintahku. Mereka tidak tahu tentangmu, sehingga memperlakukanmu dengan buruk. Salahku tidak memberi peringatan."


Gu Yuena menyipitkan matanya, tetap tidak percaya. Ia mungkin akan sepenuhnya berada di pihak Li Hua jika sejak kecil wanita itu tidak pernah meninggalkannya. Selain itu, ia juga orang lain dari dunia lain.


"Sudah cukup dengan nostalgia," kata Gu Yuena. "Padahal kau tahu dengan jelas bahwa Nana-mu sudah mati. Aku juga tidak perlu penjelasan mengenai kehidupan di kediaman Adipati." Karena kesannya terhadap tempat itu tidak banyak dan ia tidak peduli.


Namun, itulah yang Gu Yuena lewatkan, yang membuat Li Hua tersenyum seketika sambil melihatnya dengan aneh. Ada banyak rahasia dalam sihir Istana Linghun, salah satunya ada di Gu Yuena sendiri yang tidak pernah disadarinya.


"Sudah kukatakan, kamu adalah putriku. Kamu bukan jiwa dari dunia lain."


"Terserah dengan apa yang kau katakan." Tidak ada penjelasannya, Gu Yuena menolak percaya. "Omong-omong, bagaimana aku berkultivasi di sini? Kau tidak memintaku mempelajari lingkaran sihir, 'kan?"


"Klan Ye membunuhmu, saat itulah waktu berhenti dan kau dilahirkan kembali di dunia yang berbeda."


Gu Yuena terdiam ketika mendengar penjelasan Li Hua yang tiba-tiba. Wanita itu melihat iris merah darah yang sama dengannya di mata sang Ratu. Tatapannya penuh kebingungan.


"Lahir kembali?" Kening Gu Yuena benar-benar berkerut.


Li Hua berjalan ke sisi lain, "Aku ada di sana ketika Klan Ye melakukan kesalahan fatal dengan membunuhmu. Tiap manusia memiliki inti kehidupan. Ketika inti kehidupanmu mati, darah phoenix secara alami melindungi dan membuka dimensi ruang dan waktu melalui darah yang kau keluarkan. Saat itu aku terlalu marah, lalu sadar akan hal ini. Karena emosi sesaat, aku membawa jiwamu ke dalam dimensi ruang dan waktu di mana jiwa Gu Ying berada."


"Dimensi ruang dan waktu?"


"Dimensi di mana jiwa manusia yang tidak dapat berinkarnasi bertahan. Darah phoenix dan darah naga sangat spesial, tidak bisa dimiliki orang sembarang dan memiliki jiwa yang murni. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki riwayat kehidupan inkarnasi sebelumnya. Bisa dikatakan, mereka tidak bisa berinkarnasi."


"Lalu ...." Gu Yuena masih belum mengerti mengapa ia bisa dikatakan terlahir kembali di dunia yang berbeda.


"Aku menolak kematian kalian. Ketika melihat Gu Ying yang akan menjemputmu, aku memutuskan untuk membawa kalian ke dunia lain untuk hidup bersama. Dunia yang berbeda dan tanpa adanya keterikatan sihir. Dengan begitu, jiwa mati sepertimu dan Gu Ying dapat bertahan bersama tubuh fisik yang sudah tersedia. Di saat yang sama, kekuatan jiwa Gu Yuan mengalami gangguan di Istana Yinyang."


Gu Yuena berpikir sejenak, teringat akan perkataan guru Gu Yuan beberapa tahun yang lalu. Pembatas Istana Yinyang tidak bagus untuk kekuatan jiwa. Bahkan ia merasa tidak nyaman. Gu Yuan pernah mengalami sekarat akibat pantangan tersebut.


"Kamu sudah tahu jawabannya. Aku membawa jiwanya saat itu untuk menyelamatkannya ke dalam dimensi ruang dan waktu. Di dalam dimensi ruang dan waktu, waktu di dunia ini berhenti di detik terakhir. Aku segera membuat array inkarnasi untuk kalian dan akhirnya bisa hidup bersama di dunia itu. Tapi siapa sangka, bahkan hidup pun harus mengejar waktu yang sudah ditakdirkan. Aku harus pergi terlebih dahulu karena urusan penting, membiarkan sisanya berjalan secara alami."


Li Hua terlihat tidak menyesali apa yang dilakukan. Berkata dengan senyum senang, serta rasa puas di matanya yang membuat Gu Yuena semakin yakin harus menjauhinya.


Yang membuka dimensi ruang dan waktu untuk memberi kesempatan bagi Gu Yuena adalah darah phoenix. Ketika dimensi ruang dan waktu terbuka, Gu Yuena memiliki pilihan untuk melawan dengan darah phoenix atau mati dengan memasuki dimensi. Tapi Li Hua ikut campur, membuat Gu Yuena tidak dapat melakukan pilihan dan memasuki dimensi ruang waktu sebagai tanda kematian.


Ingatan Gu Yuena—yang sebelumnya kabur—semakin jelas sekarang. Dia bukannya lemah dan tidak tahu cara melawan, hanya saja menunggu saat yang tepat untuk menghancurkan dari dalam.


Gu Yuena membenci Kediaman Adipati. Gu Yueli adalah alat, begitu pula Ye Suanwu. Ia menyamar menjadi gadis lemah lembut bercadar. Namun ketika cadarnya dibuka, ia akan menjadi gadis tangguh yang sering berkelana di dunia luar sampai bertemu Su Churan. Dengan darah phoenix, ia menjadi lebih kuat. Namun, ia sengaja membuat fisiknya melemah dengan minum racun agar tidak membuat kecurigaan.


Rencana pernikahannya dengan Ye Suanwu juga telah direncanakan secara matang untuk mendapatkan kekuatan lebih. Mengumpulkan tiga batu jiwa adalah tujuannya. Karena Klan Ye memiliki batu jiwa sebagai harta, ia berpikir untuk menyusup ke dalam sebagai menantu dan mencurinya. Tapi siapa sangka, Gu Yueli akan mengacau di tengah rencana.


Kemarahan Gu Yuena saat itu bukan karena Ye Suanwu berselingkuh, melainkan karena rencananya yang berantakan. Jika seperti ini, bukankah ia sama sekali tidak memiliki kesempatan memasuki Kediaman Ye? Sayangnya, dia masih harus menyembunyikan kekuatan sampai akhir napasnya.


Itu adalah awal dari masalah. Sebelum akhirnya Li Hua kembali mengacau dan mengulang hidupnya. Kehilangan, menjadi pembunuh, lalu mati dan kembali ke dunia ini. Hidupnya benar-benar menarik.


"Apa itu penjelasan yang ingin kau beritahu sejak lama?" tanya Gu Yuena, tetap terlihat acuh tak acuh.


"Aku ingin berkata, bahwa aku telah menyelamatkan nyawamu sekali. Jadi tidak ada alasan bagimu untuk memerangiku." Li Hua menghela napas. "Agak ganjil ketika melihatmu hidup kembali sedangkan Gu Ying tidak. Tapi ternyata, semua ini ada hubungannya dengan takdir naga dan phoenix. Andai tidak ada darah naga di sekitarmu, kamu sudah mati."


"Apa bisa seperti itu?" Gu Yuena agak terkejut. Seharusnya saat itu adalah kali pertamanya bertemu Bai Youzhe. Ada terlalu banyak kebetulan sampai membuatnya benar-benar bingung.


"Bukankah dunia ini sangat unik?" Li Hua menyeringai. "Oleh karena itu, mari kita eksplor lebih jauh. Dimulai dari Dunia Bawah setelah misimu diselesaikan."


"Misi sang phoenix berhubungan dengan kebangkitan ras phoenix. Kau seharusnya tidak tahu banyak akan hal ini." Gu Yuena ingin tahu darimana saja Li Hua mendapat informasi.


"Seperti yang kau ketahui, Istana Linghun memiliki koneksi dengan Dunia Bawah. Gu Ying pernah menaklukan Dunia Bawah, menjadi tuan dunia bawah sebagai naga. Selama bertahun-tahun, telah diadakan pencarian roh phoenix untuk membuka kunci kebangkitan ras phoenix. Siapa pun yang mendapatkan roh phoenix, akan memiliki kekuatan phoenix yang dapat menyayingi Raja Naga sendiri, juga bisa membangkitkan phoenix sebagai rakyatnya yang selama ini hilang. Oleh karena itu, aku telah mengirim banyak orang untuk mencarinya selama bertahun-tahun, termasuk mengirim darah naga lainnya."


Gu Yuena tiba-tiba teringat akan pria bertopeng yang mengganggunya selama ini. Ia sangat membenci pria itu. Tapi ketika mengingat rupa di balik topeng yang sempat ia lihat, meski tidak jelas, ia memiliki banyak spekulasi.


"Kau memiliki murid, 'kan?" Gu Yuena ingin memastikannya.


"Benar."


"Pemimpin Aula Linghun?"


"Ya."


"Di mana dia?" Gu Yuena menarik alisnya. Sebagai Putri Istana Linghun, pria itu harus tunduk padanya di tempat ini. Ia bisa membunuh orang itu.


Li Hua yang telah menebak pikiran Gu Yuena tertawa. "Aku bisa memanggilnya datang ke tempat ini. Namun, kamu baru saja datang, apa tidak ingin istirahat terlebih dahulu di kamarmu?"


Gu Yuena memalingkan wajah. "Tidak, terima kasih."


"Bagaimana dengan makan siang?" Li Hua masih sangat berusaha menarik perhatian Gu Yuena. Putrinya ini, tidak lucu dan polos seperti Nana yang dulu.


Gu Yuena baru saja akan menolak lagi, Li Hua langsung berkata. "Aku sudah memanggil muridku untuk makan siang bersama. Kamu bisa bertemu dengannya di sana dan berbincang."


Gu Yuena diam melihatnya, lalu mengangguk. "Baik."


Ia harus bertemu orang itu dan membunuhnya!