
Bersikap baik?
Lalu apa yang dilakukan Bai Youzhe selama ini tidak baik? Dia hanya datang menunjukkan batang hidungnya dan tidak sempat melakukan apa pun, naga-naga itu menangis tak karuan dan kabur mengasingkannya. Apa lagi yang harus dia lakukan?
"Aku hanya bersikap baik padamu." Bai Youzhe menolak. Kenapa ia harus bersikap baik pada makhluk menjengkelkan yang ingin merebut Nana-nya?
Gu Yuena tidak mengatakan apa pun lagi selain menunjukkan senyum pasrah. Wajahnya seolah mengatakan "terserah padamu" dan bersandar di dada Bai Youzhe.
"Aku lelah terus berkultivasi, biarkan aku tidur sebentar." Gu Yuena bergumam sambil menutup matanya.
Bai Youzhe tidak mengganggu. Dia mengusap rambut Gu Yuena dan mengecup keningnya, lalu mendekapnya dengan lembut.
Gu Yuena tertidur, tapi jiwanya benar-benar tidak tertidur. Dia baru saja akan memasuki dunia mimpi ketika tiba-tiba jiwanya tertarik oleh sesuatu. Sihir merah yang panas, seperti jaring yang mengikat tubuhnya jauh ke kesadarannya.
Gu Yuena tidak bisa melawan ketika merasakan tekanan dahsyat dari sihir merah yang bergetar di sekitarnya. Irisnya tidak lagi abu-abu dalam wujud jiwa, itu merah darah yang menandakan bahwa ia bisa melihat.
Pandangannya hanya ada api yang berkobar. Dia tidak merasakan adanya niat membunuh. Api di sekitarnya sangat murni dan tidak menyakitinya. Hanya saja, cara seseorang menariknya terlalu kasar. Lilitan di tubuhnya bahkan belum dilepas.
"Siapa?" tanya Gu Yuena. Api yang menari-nari itu semakin memadat dan menbentuk sosok phoenix yang ia kenal.
Itu adalah phoenix yang beberapa waktu lalu membunuh Naga Iblis di depan matanya setelah dibangkitkan. Gu Yuena nyaris lupa bahwa dia telah membangkitkan kesadaran roh phoenix.
Tapi ... itu sudah terjadi cukup lama. Dia sudah berkultivasi selama beberapa waktu yang tidak bisa ditentukan, atau bahkan sudah beberapa tahun dilalui, mengingat waktu di Dataran Mitian sudah berjalan selama satu tahun sejak Wyvernia diambil alih.
Kemunculam roh phoenix yang tiba-tiba cukup mengejutkan.
Sosok phoenix yang berapi-api itu hanya berbentuk roh. Apinya tidak beraturan dan terus bergerak seolah akan berevolusi ke bentuk lain. Benar saja, phoenix itu menyusut dan mengubah sosoknya menjadi seorang wanita. Dia melayang di udara, bersama api yang menari dan membentuk tubuhnya secara sempurna.
Sepasang mata phoenix yang mempesona dan tajam. Tidak memiliki riak lain selain ketenangan, wajah cantiknya yang tanpa cela tidak memiliki emosi. Dia melihat ke arah Gu Yuena dengan dingin.
Gu Yuena tersenyum kecut. "Hai?"
"Senang bertemu denganmu lagi." Suara ringan Ratu Phoenix menggema. Dia berkata bahwa ia senang, tapi sebenarnya suara dan wajahnya sama-sama sedingin es.
"Kelihatannya tidak seperti itu." Gu Yuena tanpa sadar menjawab. Lalu ia terdiam ketika melihat kening sang Ratu yang berkerut mendengar ucapannya.
Ratu Phoenix menghela napas. "Kamu pasti bertanya-tanya mengapa aku menarikmu secara tiba-tiba. Aku mengalami tidur panjang karena menghabiskan banyak kekuatan untuk menekan Naga Iblis, itu sebabnya aku tidak pernah muncul dan menjelaskan sesuatu padamu."
"Apa ada suatu pesan?" Gu Yuena masih terlihat tenang dengan senyuman ramah. Wanita di depannya bisa dibilang adalah pendahulunya bukan Bai Youzhe yang memandang rendah segala hal.
"Aku akan pergi untuk selamanya dan menyatu dengan rohmu, sehingga tidak dapat berinkarnasi. Aku telah menunggu hari ini sejak lama."
"Bukankah kami sudah bersatu?"
Ratu Phoenix menggelengkan kepala. "Jika kita sudah bersatu dengan sempurna, aku tidak akan muncul di hadapanmu dengan kesadaranku sendiri, kau juga tidak akan bisa membangunkan kesadaranku. Selama ribuan tahun, aku tertidur di lereng gunung menunggu bersatu dengan darah phoenix. Darah phoenix tidak muncul tanpa alasan. Sebelum kematianku, tidak ada darah phoenix. Aku meninggalkan sisa-sisa kekuatanku untuk memberikannya pada manusia yang memiliki kontak dengan phoenix."
"Kontak? Ras Phoenix saat itu tertutup dari dunia luar. Bagaimana bisa memiliki kontak?"
Ratu Phoenix memandang Gu Yuena dengan serius. "Leluhurmu dari suku yang mendirikan Wyvernia pernah memiliki kontak dengan salah satu phoenix di bawahku, sehingga keturunannya memiliki kekuatan api suci sebagai kekuatan bawaan. Mereka mengagumi phoenix dan menjadikan Phoenix sebagai leluhur mereka. Itu sebabnya, keturunan mereka adalah pemilik mata merah seperti kami. Kamu adalah salah satunya. Namun, tidak semua mantan pemilik darah phoenix berasal dari Wyvernia."
Sejarahnya sangat panjang bila dijabarkan. Ribuan tahun yang lalu, tidak semua phoenix menutup diri. Kebanyakan dari mereka berkelana dan menyamar, memasuki Dataran Mitian dan bertemu dengan banyak manusia. Kontak yang disebutkan Ratu Phoenix bukan hanya kontak pertemuan tidak disengaja. Kontak yang dimaksud adalah pernikahan atau pemujaan secara langsung yang membuat mereka memiliki kekuatan api suci phoenix.
Hal ini berbeda dengan darah naga. Meski memiliki sejarah serupa, penentuan pemilik darah naga jauh berbeda dari ketentuan darah phoenix. Hanya mereka yang memiliki hubungan langsung dengan naga yang dapat memiliki kesempatan.
Diketahui bahwa Bai Yue menikah dengan manusia setengah naga di Dunia Bawah yang tidak diketahui identitasnya sebelum akhirnya mengasingkan diri bersama. Hal itu memberi peluang pada Bai Youzhe untuk memiliki darah naga sejak kelahirannya.
Gu Yuena tercegang. Sebelumnya, ia menjadi lebih kuat ketika menyerap roh phoenix. Tapi sebenarnya sesuatu yang ia serap tidak lebih hanya roh yang kosong dan tidak sepenuhnya menyatu dengan rohnya. Hanya Ratu Phoenix yang bisa melakukannya secara sempurna sebagai pengakuan. Seberapa kuat kekuatan itu?
"Kamu akan tahu setelah menerimanya." Ratu Phoenix sedikit tersenyum. Namun, senyum itu menjadi dingin ketika ia berkata, "Sebelum itu, aku ingin kau tahu satu hal. Di dalam Istana Penguasa, segel telur spiritual milikku akan melemah setelah aku menyatu denganmu. Dalam waktu dekat, dia akan keluar."
"Kau ingin aku menjaga anakmu?"
Ratu menggeleng pelan. "Tidak ada yang bisa menjaganya, kau juga tidak bisa. Di masa lalu, Naga Iblis memiliki kerjasama dengan seorang Dewa tertinggi. Dewa itu juga merupakan iblis, Dewa setengah iblis. Naga Iblis adalah pengikutnya. Satu hal yang membuatku membunuh Naga Iblis adalah karena hal ini. Telur spiritual itu, bukan sepenuhnya milikku."
Gu Yuena semakin terkejut. Bagaimana bisa? "Lalu, apa yang ada di dalamnya?"
Dia semakin penasraan. Dia ingat telur spiritual yang tersegel itu. Kekuatan iblis di sana sangat pekat dan para naga sangat menjaganya sebagai penerus Naga Iblis. Hanya saja ... dia tidak menyangka Ratu Phoenix akan berkata demikian.
"Meski dia adalah anakku, jiwanya adalah orang lain. Jiwanya adalah iblis yang telah membuat keributan besar di dunia lain, yang membuat Dewa tertinggi mengirimnya ke dunia ini setelah kematiannya. Kamu seharusnya tidak asing dengan perpindahan jiwa seperti itu. Dewa tertinggi memilih keturunan Naga Iblis karena memiliki kesamaan jenis. Iblis itu adalah naga. Naga dengan darah Dewa dan Iblis, dan merupakan putra Dewa tertinggi itu sendiri. Kamu harus mempertahankan segelnya, atau dunia tidak akan dapat menahan guncangannya. Itu lebih buruk dari musuh-musuhmu. Dia adalah musuh seluruh dunia."
Gu Yuena merinding. Dewa dan iblis? Yang benar saja! Apa ada penyimpangan seperti itu di dunia ini.
"Tapi ... bukankah Dewa tidak ada?"
"Di dunia ini, Dewa di alam langit sudah musnah. Namun, di Dunia Dewa, di mana para Dewa mengatur seluruh alam semesta, mereka ada. Tiap dunia memiliki alam langit masing-masing yang ditinggali oleh para Dewa, namun dewa yang kumaksud adalah Kaisar para dewa dan merupakan Dewa Tertinggi yang memimpin tiap Alam Dewa di tiap dunia. Kamu masih tidak cukup untuk meraih tahap itu. Kamu bisa saja menjadi satu-satunya Dewa di Alam Langit, tapi sulit bagimu untuk menjadi Dewa di Dunia Dewa. Kekuatan Dewa Alam Langit setara dengan kekuatan tingkat 10. Berdasarkan pengamatanku, kau sudah mendiskusikan hal itu dengan rekan-rekanmu."
Gu Yuena mengangguk. Mendadak, ia semakin gelisah. Kali ini, tidak hanya Li Hua yang menjadi ancaman.
"Bagaimana agar aku bisa mempertahankan segel?" tanya Gu Yuena. Dia tidak boleh membiarkan iblis itu lahir. Itu adalah Dewa Iblis!
"Setelah aku memberikan seluruh kekuatanku padamu, aku akan meninggalkan ingatan rune segel yang diletakkan di telur spiritual sehingga kamu bisa memperkuat segelnya. Setelah aku pergi, segelnya akan benar-benar melemah. Dengan kekuatan iblis di dalam telur spiritual, itu akan menyulitkanmu dalam memperkuat segel. Selain itu, segel memiliki kelemahan. Jangan biarkan siapa pun menyentuhnya, terutama seseorang yang memiliki tubuh spiritual naga suci."
"Aku akan memastikannya dengan baik." Gu Yuena menyanggupinya. Dia tidak bisa menolak meski tidak ingin menambah beban di punggungnya. Tapi sebagai Ratu Phoenix, dia tidak boleh menyerah dengan apa yang ditinggalkan Ratu Phoenix lama.
"Bagus."
Ratu Phoenix kembali ke wujud phoenixnya. Suaranya melengking dan menyebarkan kobaran api yang panas. Lilitan di tubuh Gu Yuena memudar, lalu membuatnya melayang di udara oleh tarian api yang terus membakar tempat.
Itu akan menjadi pemandangan spektakuler jika seseorang melihatnya. Ratu Phoenix memudar dan berubah menjadi aliran api yang melingkari tubuh Gu Yuena dan diserap secara perlahan.
Gu Yuena menutup matanya, menerima energi yang masuk ke dalam tubuh secara perlahan. Ada rasa panas di seluruh tubuhnya, yang membuatnya berkeringat dan mengerutkan kening.
Ketika Gu Yuena membuka mata, dia sudah berada di kamar, tertidur di atas tempat tidur yang nyaman dengan selimut tebal di tubuhnya.
Matanya abu-abu, tidak bisa melihat. Tapi dia sadar di mana tempatnya berada dan mengambil posisi duduk. Tubuhnya dialiri oleh api suci.
Sesuatu terlintas di benaknya. Gu Yuena bergegas beranjak dari tempat tidur dan pergi ke tepi sungai untuk menyerap seluruh energi panas yang dialiri oleh Ratu Phoenix. Api phoenix di tubuhnya berkobar. Kabut putih di sekitar sungai menebal disertai air sungai yang semakin mendidih.
Ia akan mengalami longkapan kualitatif dalam kekuatan spiritualnya. Jika Xuan Yi dan Bai Youzhe melihatnya, mereka mungkin akan terkejut.
Sayangnya, keduanya sedang pergi ke Dataran Mitian baru-baru ini untuk perang utama yang akan datang.
Di Dataran Mitian, perbatasan wilayah Kekaisraan Yi dan Kekaisaran Wyvernia yang berupa tanah tandus kini dipenuhi dengan tentara. Manusia dan makhluk kematian berada di tempat yang sama, begitu pula Bai Youzhe dan Xuan Yi yang berdiri di udara mengamati perang yang terjadi.
Pandangan Bai Youzhe terarah ke timur, lalu melihat sosok Yang Xinyuan yang menghilang dari area perang.
Gu Yuena benar. Yang Xinyuan belum menyerahkan tulang iblis pada Li Hua.