
"Lebih baik kau bunuh aku! Bunuh aku!"
Gu Yuena menutup mata sambil duduk di kursi, mengabaikan teriakan penyihir wanita yang terus meraung minta dibunuh. Tenang saja, nanti juga mati sendiri. Dia hanya ingin menginterogasi.
Su Churan yang menemani hanya bisa menghela napas dalam hatinya. Gu Yuena sangat tenang menghadapi wanita yang terus berteriak minta dibunuh. Terlihat menyedihkan.
"Jawablah, aku akan membuat kematianmu lebih cepat sesuai keinginanmu," kata Gu Yuena.
Penyihir wanita itu diam untuk beberapa saat. Pada akhirnya, bukankah ia tetap akan mati? Tapi daripada tersiksa seperti ini, lebih baik ia membuat segalanya menjadi lebih cepat. Hanya saja, apa dia benar-benar harus memberitahu identitas tuannya?
"Baiklah jika tidak ingin memberitahu. Tapi setidaknya, beritahu aku apa yang kalian rencanakan." Gu Yuena sebenarnya sudah tahu apa rencana Ratu Istana Linghun, tapi tidak sepenuhnya. Ia butuh informasi lebih banyak.
"Pengorbanan 1000 darah."
Gu Yuena menarik alisnya. "Apa itu?"
"Melakukan pengorbanan 1000 darah dengan mengumpulkan darah dan jiwa ke dalam media untuk kebangkitan atau mendapat kekuatan. Ratu ingin menghidupkan Yang Mulia Raja, jadi menggunakan cara itu."
Gu Yuena tersenyum. "Jadi begitu." Dia sudah memiliki gambaran mengenai apa yang ingin dilakukan Ratu.
"Ratu ingin menciptakan monster yang cocok untuk mengumpulkan 1000 darah."
"Apa yang akan dia lakukan jika gagal?"
Penyihir itu menggeleng lemah. Ia sudah terlalu lelah. "Sekarang, bisakah kau lepaskan aku?"
Gu Yuena mendesah. "Karena kau begitu cepat-cepat ingin mati, maka aku akan mengabulkannya."
Sebelum Gu Yuena mengakhiri hidup si penyihir, Su Churan buru-buru menahan tangannya dan berdiri di depannya.
"Xiao Yuena, apa kau akan membunuh?" Su Churan menatapnya dengan cemas.
"Kenapa? Dia sangat menginginkannya." Gu Yuena menatap Su Churan tanpa rasa bersalah, seolah yang dia lakukan hanya hal sepele.
"Membunuh hanya akan membawa energi negatif padamu. Ingatlah apa yang ada dalam dirimu." Su Churan berbisik, "Apa kau ingin anakmu menjadi psikopat?"
Gu Yuena diam untuk beberapa saat, lalu menatap wanita itu dengan kening berkerut. "Memangnya ada pengaruh seperti itu?" Dia baru tahu.
"Tentu saja!" Su Churan tidak ingin keponakannya jadi mirip pasangan psikopat itu. Ia bisa depresi menghadapinya. "Kalau ingin anakmu menjadi manis dan imut, maka kamu harus bersikap baik."
"Apa aku kurang baik?"
"Apa?" Su Churan melirik ke arah penyihir malang. Apa tindakan menyiksa seperti itu bisa disebut bersikap baik? Gu Yuena bahkan baru saja membuat takut Ming Chin seperti hantu!
"Aku pikir aku sudah cukup baik. Membawa orang yang menyedihkan ke dalam kematian dibandingkan tetap hidup di dunia mengerikan ini, itu adalah perbuatan baik."
Logika macam apa itu! Su Churan merasa ingin menangis menghadapi wanita tak berperasaan ini. Ia jadi takut keponakannya akan memiliki kemiripan seperti itu.
Akan sulit merubah pandangan itu. Gu Yuena mengatakannya dengan wajah tanpa rasa bersalah. Benar-benar membuatnya lelah sendiri.
"Ya, kau benar." Su Churan tersenyum kecut. "Tapi biarkan aku yang membereskannya. Kamu hanya perlu kembali ke kamar dan bersantai seperti pengangguran. Aku masih mencari cara agar perbatasan Dunia Bawah diperbaiki dan mengirim pesan secepatnya."
"Tidak butuh bantuanku?"
Su Churan mempertahankan senyumnya meski ingin menangis. "Tidak perlu, aku kelebihan beban."
Gu Yuena mengangguk acuh tak acuh, lalu pergi dari sana. Fokusnya sekarang adalah pengorbanan 1000 darah yang akan dilakukan Ratu Istana Linghun. Ia harus membuat perencanaan yang matang.
Setelah kepergian Gu Yuena, Su Churan berbalik melihat penyihir yang masih tergeletak tak berdaya. Ia pun menunjukkan wajah datarnya seperti ketika berada di Assassin Guild.
"Ada pesan terakhir?" tanyanya.
Wanita penyihir itu sedikit bangun. "Ingin tahu sesuatu? Sebaik apa pun kalian berusaha merubahnya, Yang Mulia Ratu sudah menciptakan monster itu dengan baik. Dia sudah berhasil."
Pikiran Su Churan terarah pada Gu Yuena. Apa monster yang dikatakan penyihir itu sebenarnya adalah Gu Yuena?
"Apa maksudmu?" tanya Su Churan. Ia ingin memastikan.
Su Churan lagi-lagi memikirkan Gu Yuena. Kalau benar Gu Yuena adalah sesuatu yang diciptakan Ratu Istana Linghun, itu akan sangat berbahaya. Monster yang disebut sendiri adalah seseorang yang dicuci otaknya. Ia jadi takut, ketika Gu Yuena benar-benar pergi ke Istana Linghun, dia akan menjadi monster yang seperti itu.
"Tanpa pergi ke Istana pun dia sudah melakukannya sejak lama." Penyihir itu tersenyum penuh kemenangan. Tubuhnya sendiri adalah contoh dari perlakuan cara berpikir monster tertentu yang tidak memiliki perasaan empati yang benar.
Dia berempati, tapi bukan empati yang biasa. Cara melepaskan kesengsaraan menurut cara pandangnya adalah kematian.
Sekarang Su Churan paham mengapa Gu Yuena sebelumnya memiliki pemikiran untuk menggugurkan kandungannya sendiri. Benar-benar penyimpangan yang mengerikan.
Hatinya sebenarnya baik, tapi memiliki logika yang salah. Bagaimana cara mengatasinya?
***
"Sepertinya aku semakin gila," gumam Gu Yuena. Dia bersandar di dinding, melihat halaman istana yang sepi sambil memeluk dirinya sendiri.
"Nona, mengapa kamu berpikir seperti itu?" tanya Xiao Bai.
Xiao Hei berkata, "Nona telah mengalami dua kehidupan dan dua masa kecil yang tidak baik. Pikirannya sangat kacau. Nona, apa sebaiknya kamu istirahat saja selama beberapa bulan ini?"
"Aku selalu merasa gelisah jika tidak melakukan apa pun." Gu Yuena menanggapi dengan berat. Ia memegang kepalanya yang pusing sejenak, lalu mendesah, "Beberapa kali ada sesuatu yang mengganggunya pikiranku, memintaku untuk membunuh lebih banyak."
"Apa itu kekuatan jiwa lagi?" tebak Xiao Hei.
Gu Yuena mengangguk pelan. "Meski sebenarnya tidak benar, tapi ada kalanya membunuh menjadi lebih benar."
Gu Yuena tahu mana yang benar dan salah, tapi dia tidak bisa menghentikan keinginan hatinya yang haus darah. Apalagi jika sudah melihat darah, dia tidak akan bisa berhenti bertindak gila. Jadi dia menggunakan logika kematian dan kehidupan menyimpang itu sebagai alasan untuk menenangkan hatinya.
"Su Churan sepertinya takut padamu," kata Xiao Bai.
"Dia selalu menyebalkan, biarkan saja dia takut." Gu Yuena tidak terlalu peduli. Dia mengatakan hal mengerikan sebelumnya, Su Churan pasti akan semakin waspada. Itu jauh lebih bagus.
Untuk saat ini, ia akan memikirkan cara agar dapat menghindari Istana Linghun. Usia kandungannya baru beberapa minggu, jadi jangan sampai ada masalah sampai anaknya lahir. Masih harus menunggu sembilan bulan lagi.
Dalam waktu dekat, mungkin mereka tidak akan berulah setelah Gu Yuena melukai pemimpin Aula Linghun. Entah kapan lagi mereka aka berulah. Ia harap tidak seburuk yang ia bayangkan, apalagi sampai menyentuh Istana Tianshuang.
"Mereka mungkin belum ada rencana itu," gumamnya. Istana Linghun menyentuh Klan Luo, sama saja menggertak Istana Tianshuang. Namun, mereka jelas tidak akan melakukan sesuatu secara langsung selagi Bai Youzhe masih ada.
Kecuali jika ketiadaan Bai Youzhe di Istana diketahui oleh mereka.
"Mari kita membicarakan hal menyenangkan. Nona, apa kamu sudah memikirkan sebuah nama untuk bayi kecil?" Xiao Bai tidak ingin jenuh dengan pemikiran berkonflik. Ia ingin senang-senang dan menyambut anggota baru.
Gu Yuena menggeleng. "Aku buruk dalam memberi nama." Jadi, serahkan pada pada Bai Youzhe. Memikirkannya membuat Gu Yuena merasa tergelitik dalam hatinya.
"Biasanya manusia akan menggunakan nama panggilan khusus untuk bicara dengan bayi mereka ketika masih dalam kandungan. Bagaimana kamu memanggilnya?"
"Entahlah. Apa itu perlu?"
"Tentu saja perlu!" Xiao Bai terlalu bersemangat sampai melompat tinggi.
Xiao Hei hanya melihatnya dengan wajah datar. Setahunya, itu tidak diperlukan. Nonanya jelas tidak tahu apa pun karena tidak berpengalaman. Xiao Bai berkata demikian, Gu Yuena jadi memikirkannya.
"Panggil saja adik kecil." Gu Yuena terlalu malas memikirkan nama. Ia sendiri menggunakan karakter nama asli untuk nama samaran.
"Adik? Memangnya dia adikmu?" Xiao Bai berkomentar.
"...."
"Kamu saja yang beri nama." Xiao Hei sendiri mirip dengan Gu Yuena.
Xiao Bai menghela napas. Ia sendiri tidak pandai membuat nama dan tidak berani membuatnya secara asal. Gu Yuena tidak berpengalaman, pasti akan setuju meski memiliki arti buruk.
"Bicarakan saja nanti saat Youzhe sudah pulang." Gu Yuena tidak bisa memikirkan hal ringan seperti itu. Pikirannya sudah terbiasa memikirkan hal serius seperti politik dan perang, jadi menganggap segala hal sepele untuk senang-senang seperti itu sangat rumit dan tidak masuk akal.
Ia harap Bai Youzhe cepat kembali. Selama ini, dia selalu merasa waspada karena kondisinya sendiri. Mengingat kembali pada ucapan Gu Yueli, ia semakin gelisah dan tidak akan bisa memiliki hari yang tenang.
Situasi memang terlihat sangat aman. Tapi tidak ada yang tahu bagaimana seseorang menyelinap masuk dan akan membunuhnya saat tidur. Itu adalah hal mengerikan.