
Bai Youzhe selalu merasa ada banyak hal mengganjal di tempat ini. Ia mengikuti arah pelayan pergi dan memasuki sebuah ruangan. Katanya untuk menginap sementara.
Ia membayar wanita itu untuk memastikan kebenaran apa dia benar-benar phoenix atau iblis yang menyamar. Jika dia adalah phoenix, Bai Youzhe pikir mereka bisa bekerja sama untuk mencari keberadaan roh phoenix dan wanita itu tidak perlu melakukan pekerjaan seperti itu lagi. Karena memiliki kemampuan yang lumayan, ia bisa menempatkan wanita itu dalam pasukannya bersama Chu Xin.
Tapi jika ternyata wanita itu adalah iblis, ia akan segera membunuhnya.
Itulah yang direncanakan Bai Youzhe saat ini. Mengenai apakah ia terkena hipnotis atau tidak, akan terjawab setelah memastikannya nanti. Hipnotis kecil tidak akan terlalu mempengaruhinya.
Setelah pelayan itu pergi dan dia sendirian di dalam ruangan, ditemani anggur yang disediakan di atas meja, ia membuka persepsinya untuk mencari jejak mencurigakan di sekitar paviliun. Jangan sampai ada musuh datang dan melakukan keributan di tengah kerumunan.
Ketika tengah menelusuri tiap bagian paviliun, pintu ruangan terbuka oleh seseorang yang masuk tanpa mengetuk pintu. Itu adalah wanita bercadar dengan gaun merah mudanya yang dibuat menari tadi. Dia masih terlihat sangat indah.
Bai Youzhe membuka matanya. Entah menemukan sesuatu atau tidak, wajahnya tetap datar sampai akhirnya menoleh ke arah wanita bercadar di depan pintu. Semakin lama diperhatikan, semakin terlihat familiar. Tapi ia sulit mengingatnya.
"Tidak disangka, kamu akan memanggilku dengan cara seperti ini. Aku pikir kamu membenciku." Wanita itu tersenyum di balik cadarnya sambil berjalan menelusuri ruangan. Ia melihat ruangan dengan baik, lalu mematikan lilin-lilin dengan jari kecilnya seolah api itu tidak membakarnya.
"Bagaimana kau bisa mengumumkan diri sebagai phoenix?" Bai Youzhe langsung ke intinya tanpa mau banyak basa-basi.
"Sederhana, karena aku butuh tempat tinggal. Bukankah kalian para naga sangat menyukai phoenix?" Wanita itu menghampiri Bai Youzhe, lalu duduk di depannya. "Apa kamu begitu penasaran pada asal-usulku?"
"Ada banyak bau darah di sekitarmu, tentu saja aku penasaran." Bai Youzhe berkata dengan enteng.
Raut wanita itu berubah, tampak agak terkejut, lalu tersenyum kembali. "Tuan sendiri juga memiliki aroma darah yang pekat, pasti menyulitkan ketika harus berada di medan perang. Belakangan ini iblis berkeliaran, mungkin aromanya masih belum cukup tersamarkan dengan baik oleh wewangian."
"Kau memburu iblis?"
Wanita itu tertawa. "Aku mana bisa melakukannya," katanya. "Beberapa waktu lalu iblis menyerang, aku harus melindungi diri sendiri untuk mempertahankan keberadaan ras. Sepertinya, Tuan agak sensitif terhadap hal ini. Tapi tenang saja, Nana sama sekali tidak berbahaya."
Bai Youzhe mengerutkan kening, menatap wanita itu dengan aneh. "Nana?" Tiba-tiba ia terpikirkan sesuatu.
"Namaku Nana, margaku Li. Tuan bisa memanggilku secara informal, Nana."
Jika rambut wanita itu tidak berwarna hitam, Bai Youzhe pasti akan mengira bahwa dia adalah Gu Yuena. Ah, ia semakin gila akhir-akhir ini.
"Apa Tuan teringat sesuatu?" tanya Li Nana. Tatapannya terlihat polos dan penuh rasa penasaran.
Bai Youzhe merasa tidak nyaman. Ia pun berdiri, lalu melihat ke arah wanita itu dengan serius. Tatapannya yang dingin menakuti wanita itu, tapi Bai Youzhe tidak peduli.
Ia telah memeriksa bahwa ada sedikit aura iblis pada wanita itu. Namun, aura phoenixnya lebih dominan yang menunjukkan bahwa dia benar-benar phoenix. Kemungkinan besar, wanita itu adalah jenis phoenix iblis. Lagi-lagi jenis yang langka.
Hanya saja, ada banyak aroma darah berbagai macam jenis makhluk dari wanita yang mengaku Li Nana itu. Ia merasa wanita itu tidak biasa. Ada sesuatu yang begitu kuat dan membuat kepalanya sakit ketika menolaknya.
Tidak mungkin phoenix biasa mempengaruhinya seperti ini.
"Aku memberimu pilihan, tetap di sini atau membantuku mencari roh phoenix. Semua itu ada di tanganmu." Bai Youzhe berkata tanpa menatapnya. Tatapan wanita itu sangat berbahaya.
Li Nana beranjak, mendekati Bai Youzhe dan menyentuh bahunya secara sensual. Ia berbisik di telinganya dari belakang. "Apa Tuan berniat membawaku ke rumahmu? Tidak takut, istri di rumah marah?"
"Siapa yang ingin membawamu?" Bai Youzhe menyahut dengan nada dingin.
Wanita itu terkekeh. "Ternyata, Tuan tidak tertarik pada phoenix kecil ini." Li Nana berjalan ke hadapan Bai Youzhe, nyaris menghapus jarak di antara mereka.
Bai Youzhe memutar bola mata dan mengambil arah lain untuk berdiri, menghindari Li Nana. Namun, Li Nana bersikeras di depannya dan melingkarkan lengannya di bahu Bai Youzhe dengan berani.
"Lancang!" Bai Youzhe nyaris menghempasnya, namun ada sesuatu yang membuatnya menahan. Ia tidak bisa menyerang wanita itu untuk menjauhinya.
Li Nana di sisi lain hanya memasang senyum tak bersalah tanpa mau melepas rengkuhannya. "Kamu ternyata mengerti. Apa pernah melakukannya dengan orang lain?" Li Nana terkekeh. "Ah, benar saja. Semua orang yang datang ke sini seharusnya begitu."
"Aku sudah sangat bersabar melepaskanmu." Bai Youzhe pikir wanita di depannya benar-benar tidak tahu malu. Tidak seharusnya ia mengajukan kerja sama atau apa pun itu. Entah apa yang terjadi pada otaknya.
"Kalau begitu, aku juga tidak akan melepaskan klienku begitu saja." Tanggapannya kelewat enteng, seolah yang di hadapannya hanyalah orang biasa.
Bai Youzhe meraih lengan Li Nana, lalu menyingkirkannya dengan perasaan jengkel. Li Nana memasang wajah cemberut.
"Apa kau suka sekali membuang uang? Berikan saja semuanya padaku, aku ahli menghabiskannya." Li Nana pun menghembuskan napasnya setelah melihat sikap acuh tak acuh Bai Youzhe.
Bai Youzhe menatapnya dengan dingin. Ia tampak sangat kesal, tapi tidak bisa melakukan apa pun sampai akhirnya memilih pergi. Ia ingin membunuh wanita itu, tapi kenapa rasanya sangat berat?
Teringat sesuatu, ia kembali ke hadapan Li Nana yang duduk diam memandangnya. Ia berkata, "Kau menghipnotisku?"
Li Nana memiringkan kepalanya. "Kenapa aku menghipnotismu? Bukankah pada akhirnya kau pergi?"
Benar juga. Bai Youzhe merasa buntu karena seekor phoenix kecil yang mengacaukannya malam ini. Ia pun pergi memasang wajah tebal seolah tidak ada yang terjadi.
Li Nana yang melihatnya mendecih sebal. Setelah yakin keberadaan pria itu sudah cukup jauh, tawanya pecah saat itu juga. Tapi ia tidak tertawa terlalu lama. Ia kembali tenang seolah tidak ada yang terjadi sambil beranjak pergi.
"Nona, orang itu masih saja berwajah tebal. Jika dia tahu bahwa yang dihadapinya adalah kamu, dia pasti tidak akan menahannya. Setidaknya, dia tidak akan lari darimu!" Suara kekanakan dari dalam ruang spiritual terdengar di telinganya.
Wanita itu memasuki ruangan miliknya sendiri, lalu melepas cadar. Rambut hitamnya berubah warna menjadi merah gelap sembari menjatuhkan bokongnya ke atas tempat tidur untuk bersantai sejenak.
Siapa yang akan menyangka, phoenix kecil yang sering menunjukkan tarian di rumah bordil adalah Gu Yuena dari Istana Linghun, pemilik darah phoenix yang paling dicari. Menggunakan marga ibunya serta nama kecilnya, ia berhasil mengelabuhi banyak orang termasuk sang penguasa dunia bawah.
"Hah, dia masih sama," gumamnya, lalu tertawa kecil. "Tidak buruk. Aku pikir, setelah 20 tahun berpisah, dia tidak akan mengingatku dan mencari phoenix lain."
"Ah, jadi Nona sengaja menghipnotisnya agar tidak mengenalimu?" Xiao Bai menebak.
Gu Yuena tersenyum kecut. "Itu tidak sengaja. Siapa yang tahu dia akan datang tiba-tiba, membuatku panik dan menghipnotisnya begitu datang. Dia sedikit terkena hipnotis pemikat, tapi mentalnya sangat kuat sampai hipnotisku hanya membuatnya tidak mengenaliku."
"Lalu, kenapa kamu tidak melepas hipnotisnya?" tanya Xiao Bai.
"Biar saja seperti itu." Gu Yuena menghela napas. "Untuk saat ini, keberadaanku sangat sensitif. Aku juga belum menemukan roh phoenix dan belum menjadi phoenix sejati. Bai Youzhe merasakan aura iblis dan phoenix dariku barusan, pasti sedang mewaspadaiku. Itu sebabnya, dia berpikir untuk merekrutku menjadi bagian dari pasukannya untuk mengawasi lebih dekat."
"Dua puluh tahun waktu Dunia Bawah dan satu tahun waktu di Dataran Mitian. Aku baru datang beberapa bulan di Dunia Bawah, tidak termasuk penantian 20 tahun." Gu Yuena berkata acuh tak acuh, kemudian wajahnya menjadi murung. "Sayangnya, masih harus mengulur waktu lebih lama lagi. Bai Youzhe tidak boleh menemukanku."
Andai orang-orang Istana Linghun tidak mengintainya, ia tidak akan menggunakan cara ini. Li Hua sangat berhati-hati dan takut bahwa Gu Yuena akan kembali ke sisi Bai Youzhe, jadi berencana membatasi pergerakan Gu Yuena di Dunia Bawah.
"Lalu, apa kamu masih akan tinggal di rumah bordil ini?" tanya Xiao Hei.
"Bukankah tidak buruk? Aku dapat makanan gratis dan batu alam, lho."
"Tapi Raja tidak akan suka ketika mengetahuinya." Xiao Bai merasa tertekan. Ia dapat merasakan ketidaksukaan Bai Youzhe tadi. Bahkan menyarankan 'Li Nana' untuk pergi dari tempat ini.
"Dia tidak suka, apa hubungannya denganku? Yang terpenting, aku di sini tidak tidur dengan pria lain," balas Gu Yuena dengan nada sebal. "Tidak seperti seseorang yang masuk rumah bordil seenaknya hanya untuk memastikan sesuatu. Bagaimana jika dijebak orang?"
"Nona, kamu paling tahu Raja tidak akan kemakan jebakan kecil." Xiao Bai terkekeh.
Gu Yuena mendecih. "Siapa yang tahu dia akan memakan obat secara tak sengaja dan meniduri wanita lain."
"Nona, kamu hampir meniduri pria lain juga, lho." Xiao Bai mengejek.
"Aku membunuhnya, tahu!" Gu Yuena sedikit menggertak. Menyebalkan sekali dua kucing cerewet itu.
Dalam beberapa bulan ini, Gu Yuena menjalankan tugas mengumpulkan 1000 darah sekaligus mencari roh phoenix untuk dirinya sendiri. Dengan menarik perhatian para pria di rumah bordil, ia dapat membunuh lalu menyerap jiwanya ke dalam tulang roh yang sudah disiapkan untuk mengumpulkan 1000 darah. Selain itu, rumah bordil adalah sarana informasi terlengkap dan terluas. Ia bisa mencaritahu informasi roh phoenix melalui itu.
Jika dipikirkan, Gu Yuena telah membunuh banyak orang selama ini. Jika terus seperti ini, rumor akan tersebar dan tidak bagus baginya jika tetap di sini. Ia harus mencari target lain.
"Sepertinya Istana Penguasa Dunia Bawah tidak buruk." Gu Yuena tersenyum miring.
Biarkan ia menjadi antagonis untuk saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bai Youzhe kembali ke istana dan mendapat sambutan dari tiga abdinya yang sejak tadi hanya menonton dari kejauhan. Tidak ada yang berani berkomentar, karena mereka sendiri tidak tahu apa yang terjadi di rumah bordil.
Mereka hanya tahu bahwa sang raja pergi ke rumah bordil karena mendengar kabar keberadaan phoenix. Namun, raja mereka malah keluar tak lama kemudian dalam suasana hati buruk. Apa seseorang di dalam sana berani menyinggung Raja? Tapi sejak kapan Raja mudah disinggung?
Melihat punggung Bai Youzhe yang seolah berkata bahwa mereka bertiga tidak boleh mengganggunya atau akan mati, mereka hanya bisa diam seperti anak ayam yang mengikuti induknya. Sampai akhirnya Bai Youzhe tiba-tiba berhenti, mereka pun berhenti mendadak sampai nyaris terjungkal.
Bai Youzhe berkata, "Periksa latar belakang wanita phoenix yang ada di Paviliun Bunga."
"Baik, Yang Mulia!" Mereka bertiga langsung menanggapinya dengan serius. Wanita ini sangat berani mengganggu raja mereka. Seumur hidup, hanya satu orang yang memiliki keberanian itu sampai membuat raja mereka sakit kepala.
Namun, bagaimana raja mereka bisa berurusan dengan wanita lagi?
Tidak ingin ikut campur lebih jauh, mereka bertiga pun memilih pergi mencari informasi mengenai wanita itu.
Ketiganya berangkat bersama ke Paviliun Bunga untuk mencari keberadaan satu-satunya ras phoenix yang baru saja bertemu raja mereka. Sampai akhirnya tiba di paviliun, ketika Bao Jun dan Hei Changge hendak masuk menyamar sebagai tamu, sosok merah muda dengan cadar yang menutupi sebagian wajahnya berdiri di depan menyambut mereka dengan senyuman.
Chu Xin di dalam kegelapan menyipitkan mata. Wanita itu adalah phoenix yang sedang diselidiki mereka, tiba-tiba saja sudah ada di hadapan mereka sebelum mengetahui sesuatu. Apa begitu kebetulan?
Aneh saja. Chu Xin tidak dapat mendengar apa yang mereka bertiga bicarakan. Ini tidak biasa terjadi karena pendengarannya yang sangat bagus dan memiliki radius cukup jauh.
Merasa tidak beres, Chu Xin langsung keluar dari kegelapan dan menyamar sebagai pria untuk pergi ke Paviliun Bunga. Ketiga orang itu masih bicara di tempat, sedangkan Chu Xin menghampiri seolah menjadi tamu yang penasaran.
Melihat betapa aneh suasana, Chu Xin berdeham. Namun, bukannya pura-pura tidak kenal, Bao Jun malah menatapnya dan menariknya ke sudut lain untuk bicara.
"Hei!" Chu Xin menepisnya.
"Dengarkan baik-baik. Ini gawat!" Bao Jun terlihat sangat serius sampai membuat Chu Xin mengerutkan kening.
"Katakan dengan jelas!"
"Wanita itu bernama Li Nana. Sebelumnya Yang Mulia membayarnya untuk melayaninya. Namun, terjadi sedikit hal tak terduga."
"Apa maksudmu? Yang Mulia membayar wanita?" Chu Xin jelas tidak percaya. Seumur hidup, jika tidak mendengar pengakuan sang raja langsung, ia tidak akan percaya!
"Dengarkan aku dulu." Bao Jun merasa tertekan. "Yang Mulia berniat merekrutnya karena identitasnya sebagai phoenix. Karena dia tidak tahu siapa Yang Mulia, dia melakukan kesalahan yang membuat Yang Mulia marah."
"Itu adalah kesalahannya, kenapa sampai membuatmu ribut seperti itu?"
"Aku pikir Nona Li ini tidak biasa. Dia mengetahui bahwa kita adalah bawahan Yang Mulia. Meski tidak tahu bahwa Yang Mulia adalah Penguasa Dunia Bawah, tetap saja itu terasa aneh."
"Cepat interogasi!"
"Dia tidak akan mengatakan apa pun jika tidak bertemu Yang Mulia. Masalahnya dia adalah phoenix, sulit jika hanya kita yang menanganinya." Ada aturan tak tertulis bahwa posisi phoenix sangat penting di Dunia Bawah, tidak boleh diperlakukan sembarangan. Meski mereka bertiga adalah manusia yang memiliki kemampuan naga dari Bai Youzhe dan merupakan bawahan sang raja secara langsung, tetap saja tidak boleh melanggar aturan tersebut.
Chu Xin melihat wanita bercadar itu dengan penuh pertimbangan. Wanita seperti ini sangat berbahaya, tidak boleh ada di istana. Namun, Yang Mulia sendiri yang memerintahkan mereka untuk mengawasinya. Bila dapat membuat wanita itu berada di istana, mereka akan mudah mengawasi.
"Kita bawa ke istana." Chu Xin akhirnya mengambil keputusan. Ia juga harus tahu bagaimana Nona Li itu mengetahui posisi mereka.
Bao Jun segera mendiskusikannya dengan Hei Changge apa akan membawa Nona Li ke istana atau tidak. Bagaimanapun, dia adalah salah satu dari ras phoenix dan memiliki peran penting dalam pencarian roh phoenix. Yang Mulia juga sedang mengawasinya.
Setelah beberapa pertimbangan, akhirnya mereka sepakat membawa Nona Li ke istana. Di sisi lain, Nona Li yang dimaksud hanya menarik alisnya ketika mendengar bahwa ia akan 'ditangkap' oleh manusia-manusia imut itu.
Bukannya menolak, dia malah tersenyum dan mengikuti dengan sepenuh hati. Tak lupa pula untuk meminta tunjangan hidup selama berada di istana. Itung-itung sebagai bisnis.
"Tidak disangka, mereka akan sangat mudah diajak bicara." Gu Yuena di balik cadar sedikit tertawa selama mengikuti mereka bertiga di belakang.
Rencananya berjalan sangat lancar sampai membuatnya gelisah sendiri. Ini terlalu lancar.