Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
84. Tamu tak terduga



Sinar biru dan hitam bersatu di langit penuh awan hitam yang menutupi sinar matahari. Lonjakan energi mengedarkan tekanan menyebabkan pusaran angin besar yang membersihkan area penuh pepohonan menjadi tanah gurun.


Sesosok naga muncul di langit mendung, menyatu dengan dua sinar di langit dan meluncur ke arah seorang pria yang berada di posisi kokohnya selama berhari-hari.


Pria dengan rambut perak yang sangat indah. Wajahnya rupawan seperti bukan manusia. Jika manusia telah menyatu dengan naga sepenuhnya, apa dia masih bisa disebut sebagai manusia?


Sejak menggabungkan tiga batu jiwa dan menyerap kekuatannya, ia telah sepenuhnya menyatu dengan darah naga dan membentuk tubuh naga secara alami. Ia tidak jauh berbeda dengan sang naga dari dunia bawah.


Setelah sinar di langit menghilang, menyerap ke dalam tubuhnya, sepasang matanya terbuka menunjukkan iris biru malam yang mempesona dan unik. Tatapannya dingin tanpa emosi, melihat segala hal tanpa adanya keinginan.


"Yang Mulia, selamat atas peningkatan Anda." Pria berpakaian serba hitam di belakangnya berlutut memberi selamat.


Rambut perak pria itu berubah menjadi hitam ketika ia berdiri dan mengenakan jubahnya. Ia bertanya dengan nada dingin. "Bagaimana pertemuannya?"


"Zhou Tao dan yang lain sedang dalam perjalanan kembali. Mereka berkata ada banyak hal yang harus disampaikan, mengenai pertemuan antar-istana tahun ini. Selain itu ...."


"Ada hal menarik?"


"Aula Linghun muncul di Kota Yin dan membuat kekacauan. Untung saja, semua sudah terkendali berkat perwakilan dari Istana Yuansu."


Mendengar perkataan itu, pria itu langsung terpikirkan sebuah nama.


"Gu Yuena."


Pria itu tak lain adalah Bai Youzhe yang sebelumnya menyamar sebagai Xiao Lin di sisi Gu Yuena untuk memantau keadaan. Sebelum menjadi Xiao Lin 'yang imut', ia sempat berkeliaran sebagai roh dan merasuki Zhou Tao sampai akhirnya bertemu Gu Yuena di kota.


Itu sebabnya Zhou Tao tampak berbeda dari biasanya. Karena selama itu, Bai Youzhe lah yang mengambil alih tubuh Zhou Tao.


Ia bisa memisahkan roh dari raga dan merasuki orang sejak menggabungkan tiga batu jiwa. Selama itu, tubuh aslinya terus berkultivasi untuk menetralkan kekuatan spiritualnya.


Dibutuhkan waktu yang lama sampai akhirnya Bai Youzhe memutuskan untuk ikut ke dalam pertemuan.


Sekarang ia sudah kembali ke tubuh aslinya. Ia tidak sabar bertemu dengan Nana-nya lagi.


Tepat setelah memikirkannya, Bai Youzhe tanpa sadar menarik sudut bibir sehingga membuat bawahannya itu terkejut bukan main.


Rajanya sedang tersenyum?


Tiba-tiba kulitnya menggigil.


Tapi situasi itu tidak bertahan lama. Mereka tiba-tiba saja dikejutkan oleh fluktuasi energi yang begitu besar muncul dari langit.


Bai Youzhe memicingkan matanya ke arah langit yang membentuk pusaran aneh. Keningnya berkerut, merasakan napas yang familiar. Namun, itu sangat lemah.


Di langit, simbol gelap dan bundar muncul secara sekilas, membuat Bai Youzhe tertegun seketika.


Bawahannya melihat dengan bingung. Keningnya berkerut, sebelum akhirnya ia mendengar langkah kaki dari kejauhan. Pria berpakaian serba hitam itu melihat langit lagi.


Apa itu simbol mutiara kehidupan?


Lalu siapa yang datang melewati benda langka itu?


Mendadak, ekspresi Bai Youzhe berubah dari dingin ke wajah gelisah. Pria itu langsung melambung ke udara, ke arah di mana sesuatu keluar dari pusaran langit.


Dengan secepat kilat, pria itu menangkap seseorang yang jatuh lepas dari sana dalam keadaan setengah sadar. Ia memeluk tubuh ramping itu dengan erat, dipenuhi ketakutan luar biasa.


"Nana ...." Bai Youzhe memandang wajah cantik yang memiliki jejak racun api seperti akar. Tapi ia lebih peduli pada keselamatan Gu Yuena, serta kesadarannya yang menurun pesat.


Gu Yuena mengedipkan matanya, melihat langit yang terang. Ia sadar, bahwa ia masih hidup untuk saat ini. Namun, hal yang membuatnya bertanya-tanya, siapa yang mendekapnya begitu erat ketika ia melayang jatuh dari kegelapan?


Pandangannya buram, tapi masih bisa melihat sepasang iris biru malam yang menunjukkan kekhawatiran. Hanya ada satu orang yang ia kenal, memiliki sepasang warna mata seperti itu, dan akan berekspresi demikian jika melihatnya dalam keadaan menyedihkan seperti ini.


"Bai Youzhe." Nama itu tersebut begitu saja di bibir Gu Yuena yang memiliki bekas bercak darah. Kesadarannya tenggelam dalam kegelapan saat itu juga.


Bai Youzhe tidak bisa berkata-kata. Apa yang terjadi sebenarnya?


Ia mendarat ke tanah tanpa melepas pelukan. Ia takut, terjadi sesuatu pada Gu Yuena. Ia tidak ingin kehilangannya lagi.


"Yang Mulia." Zhou Tao tiba dan berlutut saat melihat Bai Youzhe mendarat ke atas tanah. Ia datang untuk melaporkan beberapa hal.


Tapi tiba-tiba saja Bai Youzhe buru-buru berjalan membawa seorang gadis di pelukannya dengan perasaan kacau.


"Panggil alkemis atau healer sekarang juga!" Bai Youzhe bergegas memberi perintah tanpa mendengarkan laporan yang ditunggu. Ia tidak bisa mendengarkan laporan apa pun selama Gu Yuena di ambang kritis.


Zhou Tao terdiam. Merasa heran.


Tapi ketika melihat siapa yang ada di dekapan rajanya, ia terkejut sampai mati.


Nona Gu ....


Sejak kapan Nona Gu dari Istana Yuansu dapat membuat rajanya yang seperti gunung es itu berubah total? Ia nyaris tidak mengenali rajanya. Ia juga terkejut akan keadaan Nona Gu yang tidak memungkinkan.


Buru-buru Zhou Tao dan yang lain memanggil alkemis serta healer terbaik untuk merawat Gu Yuena. Mengabaikan betapa bingung mereka, lebih baik melaksanakan perintah terlebih dahulu.


Bai Youzhe langsung membawa Gu Yuena ke kamarnya dan meletakkan tubuh Gu Yuena yang tak berdaya ke atas tempat tidur. Sepanjang menunggu kedatangan petugas medis, ia menggunakan kekuatannya untuk mencoba meredakan luka Gu Yuena.


Ia menggenggam tangan Gu Yuena sepanjang waktu, menggunakan kekuatan spiritualnya untuk menekan racun api dan mengobati luka yang dialami Gu Yuena.


Namun, itu tidak cukup berhasil untuk mengalahkan racun api yang mengamuk.


"Bertahanlah, kumohon ...." Bai Youzhe melihat Gu Yuena dengan gelisah. Ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi ini pasti ada kaitannya dengan cara Gu Yuena menjinakkan kutukannya.


Tak lama setelahnya, healer perempuan dan alkemis yang berupa pria tua datang sambil diseret Zhou Tao dengan langkah lebar. Pria tua itu kesulitan mempercepat langkah karena sudah tua, sedangkan Zhou Tao buru-buru membawanya ke dalam kamar Bai Youzhe.


Mereka berpikir, apa Yang Mulia sedang sakit?


Tapi ketika melihat sosok gadis asing berada di atas tempat tidur Bai Youzhe, sedangkan pria itu tampak frustrasi sambil menggenggam telapak tangannya, mereka terkejut sampai mati.


Apa pria itu adalah raja mereka?


Raja mereka membawa seorang perempuan ke kamarnya!


Bai Youzhe sadar akan kehadiran dua orang itu, lalu segera berdiri untuk membiarkan mereka merawat Gu Yuena.


Sang alkemis memeriksa denyut nadi Gu Yuena, sedangkan sang healer memeriksa kekuatan spiritualnya.


Mereka berdua sama-sama menghela napas.


"Sepertinya dia telah mengalami pertempuran besar. Kekuatan spiritualnya sangat kacau, ditambah dengan racun api yang langka menembus jantungnya, akan sulit baginya untuk bertahan." Sang healer berkata demikian, membuat Bai Youzhe semakin kacau.


Bai Youzhe memandang mereka dengan dingin sampai membuat keduanya menggigil. Pria itu menegaskan kata-katanya, "Lakukan apa pun untuk menyelamatkannya!"


Ucapan Bai Youzhe bagai peringatan, atau kedua orang itu akan membayar dengan nyawa jika tidak berhasil menyelamatkan Gu Yuena.


Itu membuat mereka berdua sangat ketakutan, dan langsung melakukan apa pun sebisa mereka untuk mempertahankan vitalitas.


Luka yang dialami terlalu buruk untuk ditanggung oleh manusia. Dengan jantung yang terkontaminasi racun api, gadis itu masih hidup juga sudah merupakan keberuntungan.


Bai Youzhe sama sekali tidak meninggalkan ruangan, terus melihat kondisi Gu Yuena dengan raut rumit. Ia berpikir keras apa yang membuat Gu Yuena menjadi seperti ini.


Aula Linghun ....


Apa pertempuran di Kota Yin memberi luka pada Gu Yuena sampai seperti ini?


Tidak mungkin. Baru saja bawahannya memberitahu bahwa Gu Yuena berhasil mengendalikan situasi dengan baik dan kembali ke istana.


Kalau begitu, telah terjadi sesuatu pada Istana Yuansu.


Apa Aula Linghun penyebabnya?


Di tengah pikiran yang berkecamuk, seekor kucing seputih salju serta kucing hitam keluar dari tubuh Gu Yuena dan berdiri di atas tempat tidur sambil melihat nonanya dengan sedih.


Kehadiran Xiao Bai dan Xiao Hei mengejutkan healer dan alkemis yang sedang susah payah merawat luka Gu Yuena. Mereka melihat Bai Youzhe yang tampak biasa saja, lalu memilih tidak mengatakan apa pun.


"Apa yang terjadi padanya?" Bai Youzhe bertanya pada dua kucing itu.


Xiao Hei tampak ragu. "Ini ...."


"Nona menggunakan sihir keabadian untuk menekan racun api selama bertahun-tahun. Itu adalah sihir terlarang yang ditemukannya 6 tahun yang lalu. Karena Nona menggunakan darah phoenix secara maksimal untuk balas dendam, racun api kembali aktif." Xiao Bai menjelaskan inti dari penyebab sekaratnya Gu Yuena.


Lima tahun lalu, racun api aktif untuk membunuhnya, tapi sihir keabadian berhasil menekannya sampai batas. Selama Gu Yuena tidak menggunakan kekuatan phoenix-nya berlebihan, ia akan aman. Tapi pertempuran ini menyebabkan Gu Yuena harus menggunakan seluruh kekuatannya untuk menang.


"Apa tidak ada solusi lain?" Bai Youzhe merasa kacau mendengar penjelasan Xiao Bai. Seharusnya ia tidak membiarkan Gu Yuena pergi. Seharusnya ia tetap bersama Gu Yuena meski sebagai Xiao Lin saat itu.


Ada terlalu banyak penyesalan dalam diri Bai Youzhe.


"Sebenarnya ... kita memerlukan unsur es yang lebih kuat. Tapi itu kemungkinan besar juga akan menekan kekuatan phoenix nona." Xiao Bai memberi saran. Ia diam untuk beberapa saat, tampak ingin mengatakan sesuai. "Giok es yang kujaga dulu kemungkinan besar bisa menekannya. Tapi itu sudah diambil orang lain, tidak tahu siapa yang merebutnya dariku. Aku tidak tahu, apa ada benda lain yang lebih berguna."


Bai Youzhe teringat sesuatu. Giok es ... ia memilikinya.


Tapi masalahnya, giok es menekan api neraka di dalam tubuhnya. Apa bisa dikeluarkan begitu mudah?


Demi Gu Yuena, ia tidak peduli apa harus mendapatkan rasa sakit itu lagi atau tidak. Toh, ia sudah bisa mengendalikan api neraka dan kekuatan naga sepenuhnya.


Pandangannya terarah pada alkemis yang sedang pusing memikirkan bagaimana caranya menyelamatkan Gu Yuena.


"Kau bisa mengekstrak sesuatu dan memindahkannya ke tubuh orang lain, kan?"


Pria tua itu diam untuk beberapa saat, tidak dapat menebak pemikiran Bai Youzhe. Ia pun mengangguk mau tidak mau.


"Ya, Yang Mulia. Khusus untuk sesuatu yang memiliki kekuatan sihir, saya bisa mengekstraknya menjadi benda yang lebih kecil dan memindahkannya."


"Kau tahu tentang giok es di tubuhku? Ambil itu untuk menekan racun api."


Pria tua itu terkejut bukan main dan langsung berlutut. "Yang Mulia, apa yang ingin Anda lakukan? Giok es sangat berharga dan tidak bisa terpisah begitu saja dari api neraka Anda, ini berbahaya."


"Aku tidak menerima penolakan."


Pria tua itu kalah menghadapi aura dingin Bai Youzhe. Bahkan perempuan healer di belakangnya tidak bisa membantu.


Pada akhirnya, ia menyerah.


Selagi perempuan healer mempertahankan vitalitas Gu Yuena, alkemis tua yang biasa merawat Bai Youzhe melakukan apa yang diperintahkan tuannya.


Xiao Bai dan Xiao Hei hanya menonton. Mereka terkejut, tapi tidak mengatakan apa pun selain mengkhawatirkan keselamatan nona mereka. Gu Yuena telah menyelamatkan mereka sebelum ledakan itu terjadi dengan membawa mereka ke ruang spiritual. Mereka sangat cemas.


Pria tua yang merupakan alkemis Istana Tianshuang mengekstrak giok es di tubuh Bai Youzhe menjadi bulir es sebesar kelereng. Itu adalah penampilan esensi es sebelum mengkristal menjadi giok es.


Dengan begini, esensi es tersebut mudah dikeluarkan tanpa menyakiti Bai Youzhe. Setelah esensi es keluar, Bai Youzhe mengendalikan api neraka di tubuhnya yang mulai mengamuk setelah lepas dari segel.


Tidak butuh waktu lama. Pria tua itu buru-buru membawa esensi es dari giok es ke Gu Yuena sesuai perintah. Ia tidak tahu ada hubungan apa di antara rajanya dan gadis asing ini. Gadis ini tampak sangat spesial di mata Bai Youzhe yang terkenal tak berperasaan di istana.


Ia ingat rencana para tetua mendesak Bai Youzhe untuk menikah dengan Su Churan. Tapi gadis kupu-kupu itu kabur-kaburan. Sedangkan Bai Youzhe mengabaikan itu semua seolah tidak ada yang terjadi.


Sekarang, raja mereka tiba-tiba membawa seorang perempuan luar. Siapa yang tidak akan terkejut?


Tidak tahu ini akan menjadi kabar baik atau tidak, karena pemikiran para tetua sulit ditebak.


Perempuan yang merawat Gu Yuena mempersilahkan sang alkemis menanamkan esensi es di jantung Gu Yuena. Esensi es itu mengkristal kembali ketika menyentuh jantung Gu Yuena, menyebabkan seluruh racun api membeku tanpa bisa menerobos keluar.


Esensi es itu tidak sepenuhnya menyatu dengan jantung, hanya menyumbat bagian racun dan menetralisir darah dari racun api. Proses itu tidak membutuhkan waktu lama karena sihir keabadian mulai aktif menekannya.


Perlahan, wajah pucat Gu Yuena kembali memunculkan jejak aliran darah. Tanda racun darah menghilang seketika.


Alkemis itu menghela napas lega, begitu pula perempuan healer yang sangat senang mengingat kepalanya masih aman. Ia harus sangat berhati-hati jika mendapat panggilan Raja lagi.


Bai Youzhe menghampiri Gu Yuena yang masih tak sadarkan diri. Setelah melihat tidak ada tanda-tanda racun api secara langsung, ia baru menghela napas lega.


Ia sangat takut tadi.


"Terima kasih."


Ucapan Bai Youzhe membuat kedua petugas medis itu tidak terbiasa dan tersenyum canggung. Kapan terakhir kali Bai Youzhe mengucapkan kalimat itu? Setahun yang lalu? Atau lebih dari itu?


"Kalian bisa pergi." Bai Youzhe membiarkan mereka pergi, sedangkan ia menemani Gu Yuena yang baru saja melewati masa krisis.


Dua manusia itu merasa memang harus pergi sejak awal. Mereka pun membungkuk dan pergi secepatnya.


Tidak perlu ikut campur urusan anak muda.


Setelah dua manusia itu pergi, Hei Changge muncul dengan raut cemas yang sangat terlihat. Pria itu langsung berlutut di dekat Bai Youzhe untuk memberi laporan.


"Yang Mulia, Aula Linghun telah menguasai Istana Yuansu dalam beberapa hari terakhir. Raja Istana Yuansu tidak dapat diselamatkan, begitu pula guru Nona Gu. Tapi untungnya, mereka sempat melakukan teleportasi untuk menyelamatkan orang-orang istana termasuk Nona Gu."


Bai Youzhe tidak memiliki reaksi apa pun selain melihat Gu Yuena-nya yang malang. Ia telah menebak, orang-orang Aula Linghun pasti mengejar Gu Yuena dan yang lain.


Berdasarkan sifat Gu Yuena, gadis itu tidak akan tinggal diam dan menyelamatkan semua orang, mengabaikan nyawanya. Masalahnya bukan pada pasukan kematian atau penyihir, tapi ada pada pemimpin Aula Linghun.


Gu Yuena pasti bertemu dengan orang itu, yang membuatnya jatuh dalam keadaan seperti ini.


Kebencian Bai Youzhe terhadap orang-orang itu semakin membesar.


"Dia telah berusaha menyelamatkan mereka, aku tidak boleh mengecewakannya. Kirim bantuan untuk sisa anggota Istana Yuansu, lalu tempatkan di aula Istana Tianshuang terdekat."


"Baik, Yang Mulia." Hei Changge langsung menyanggupinya.


"Sekalian, bawa Chu Xin untuk mengurus keperluan Nona Gu."


"Baik." Hei Changge langsung berdiri, lalu membungkuk dan pergi melaksanakan perintah.


Tinggallah Bai Youzhe yang masih merasa bersalah atas kondisi Gu Yuena. Ia masih berpikir, seandainya ia tidak pergi saat itu. Apa hal seperti ini masih akan terjadi?


Sayangnya, waktu tidak bisa diputar kembali.