Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
130. Kombinasi Naga dan Phoenix (2)



"Awas!" Gu Yuena menarik Bai Youzhe dengan kuat sampai pria itu terseret ke belakang, sedangkan Gu Yuena membalikkan badan dan menutup mata.


Benda itu melesat ke punggungnya saat itu juga.


Namun, tidak ada hal yang dirasakan Gu Yuena seperti dalam bayangannya. Ia menoleh kebelakang, melihat sebuah sinar menyala yang terpusat dari benda sebesar telapak tangan yang melayang di udara. Itu menghalangi serangan benda-benda kecil yang ingin menembus jantungnya dari belakang, melindungi tubuh Gu Yuena dari serangan.


Itu adalah sisik pelindung jantung dari Bai Youzhe.


Gu Yuena melemaskan bahunya. Nyawanya terselamatkan.


Baru saja Gu Yuena merasa lega sesaat, beberapa 'peluru' muncul kembali dalam jumlah yang lebih banyak. Sisik pelindung jantung kembali ke tempatnya, sedangkan tubuh Gu Yuena tertarik ke dekapan orang di depannya.


Bai Youzhe membuat penghalang besar yang memblokir serangan Tuan Iblis. Ia sempat terkejut akan langkah tiba-tiba Gu Yuena. Untung saja ada sisik pelindung jantung melindunginya dan bisa bertindak di waktu yang tepat.


Dalam kondisi ini, Tuan Iblis membuat taruhan besar untuk membunuh musuh dalam satu serangan. Ketika benda-benda itu dikeluarkan, Tuan Iblis sepenuhnya menunjukkan kelemahan di mana tubuhnya tidak ada lagi perlindungan.


Ini adalah kesempatan emas.


Gu Yuena melihat Bai Youzhe yang tampak serius untuk beberapa saat. Ia kemudian menoleh ke arah Tuan Iblis yang masih mempertahankan senjatanya. Dalam sekejap, ia memiliki pemikiran yang sama seperti Bai Youzhe setelah melihat situasi Tuan Iblis yang sedang bertaruh.


Bai Youzhe tidak bisa lama-lama mempertahankan perisai karena tekanan yang tinggi. Perisainya akan hancur, jadi harus bertindak lebih cepat.


Naga di langit sana bergerak ke arah Tuan Iblis, sedangkan phoenix yang sebelumnya mengalami kebingungan sesaat akibat serangan Tuan Iblis kini tersadar.


Phoenix mengerahkan kekuatannya dalam area besar, menyebabkan segel dalam keadaan panas dan terbakar. Lapisan es muncul di sekitar segel, lalu dipusatkan pada langit dalam bentuk bilah besar seperti pedang kristal. Itu mengandung kekuatan api yang lebih korosif didukung oleh medan api phoenix yang menyatu di tiap sela pedang.


Hal tersebut dirasakan Tuan Iblis, sebelum akhirnya ledakan terjadi ledakan sihir di udara pada saat pedang meluncur ke bawah. Perhatian tuan iblis teralih, pada saat itu juga phoenix terbang ke arahnya dan membakar tubuhnya dengan ganas.


Kemampuan pertahanan Tuan Iblis melemah dan ia tidak bisa menghindar cepat. Ketika pandangannya teralih ke atas, pedang sebesar gunung yang ditekan oleh naga tersebut jatuh menimpa tubuhnya.


Serangan Tuan Iblis terhenti, benda itu jatuh dan hancur berkeping-keping terlahap dalam api. Pedang itu menekan Tuan Iblis ke bawah sampai menembus tanah dan menggalinya begitu dalam, menciptakan ledakan luar biasa yang dapat dirasakan semua orang.


Jika bukan karena segel, ledakan itu pasti akan mengacaukan Istana phoenix saat itu juga.


Kabut sihir berterbangan di udara, terserap oleh segel sebelum akhirnya menunjukkan pemandangan lubang besar di tengah ruang lingkup segel. Sangat dalam dan gelap seperti jurang tanpa kehidupan.


Bai Youzhe berada di tepi jurang tersebut, bersama Gu Yuena di pelukannya dan perisai yang menahan ledakan. Ia tampak agak lelah karena mengeluarkan kekuatan yang sangat banyak. Sedangkan Gu Yuena terdiam sejak tadi.


Betapa besar ledakan itu. Saat ledakan barusan terjadi, ia pikir mereka berdua akan terlahap ledakan sampai tidak dapat melihat apa pun selain kobaran api di luar perisai. Serangan gabungan tadi sangat kuat.


"Sudah berakhir?" Gu Yuena masih tidak percaya.


"Sudah berakhir." Bai Youzhe kembali ke mode bucinnya dan memeluk Gu Yuena sepenuh hati. Ia merasa sangat senang melihat usaha Gu Yuena melindunginya tadi. Sangat senang sampai hatinya berbunga-bunga.


Sedangkan Gu Yuena masih belum bisa mencerna dengan benar. Melihat ke arah lubang besar di dekatnya, ia pun menghela napas dan membalas pelukan Bai Youzhe.


Mengeluarkan kekuatan yang begitu besar menyakiti Gu Yuena secara internal. Mulutnya sedikit mengeluarkan darah sampai terbatuk, membuat Bai Youzhe agak khawatir dan sedikit melepas pelukan untuk melihatnya.


"Aku baik-baik saja." Gu Yuena tidak ingin melepas pelukan, menarik Bai Youzhe tetap menempel padanya.


Tidak hanya karena mengeluarkan kekuatan yang besar, Gu Yuena juga bertengkar dengan dirinya sendiri yang membuatnya merasa sangat lelah dan lemah. Ia pun menutup mata.


Bai Youzhe sadar Gu Yuena ingin istirahat. Ia mengusap punggungnya dengan lembut sambil memeluknya. Ia sangat merindukan pelukan ini setelah sekian lama.


Namun, hal tersebut terhenti ketika cairan hangat berwarna merah tiba-tiba menetes dari arah Bai Youzhe. Bai Youzhe sadar ada sesuatu yang dingin menyentuh perutnya, membuat cairan hangat keluar dari sana. Wajahnya menjadi lebih pucat, sedangkan ia menahan rasa sakit itu sambil mempertahankan raut tenangnya dan mempererat pelukan.


Di balik itu, sebuah tangan halus menarik sebilah pisau yang menancap di perut Bai Youzhe, membuat darah terus mengalir dari sana dan membasahi pakaian dengan cairan merah. Belati itu penuh akan warna merah yang menetes ke tanah, sebelum akhirnya dijatuhkan begitu saja ke tanah.


Seulas senyum dingin terukir di bibir merah itu, sebelum akhirnya melepas pelukan untuk melihat sosok pucat di depannya. Iris yang sebelumnya berwarna merah darah, kini sepenuhnya menghitam disertai tatapan tajam dan senyum jahat.


"Selesai," bisiknya.


Tidak ada reaksi lain di wajah Bai Youzhe selain menahan rasa sakit tusukan yang sangat dalam tersebut. Ia melihat wanita di depannya, sebelum akhirnya wanita itu menyentuh bahunya dan menekannya dengan kekuatan spiritual. Bai Youzhe jatuh saat itu juga.


Bai Youzhe nyaris tidak bisa mengatakan apa pun karena menahan rasa sakit luar biasa. Regenerasinya terhambat. Belati itu mengandung sihir yang menghentikan regenerasinya seperti racun.


"Bukankah sangat menyakitkan?" Wanita itu berjongkok di depan Bai Youzhe, melihat wajah pria itu dengan jelas. "Kau bahkan tidak sadar ada bahaya lain di dekatmu."


Itu bukan Gu Yuena. Bai Youzhe sangat paham. Sayangnya, ia tidak bisa menyakiti wanita itu karena menggunakan tubuh Gu Yuena. Ketika wanita itu benar-benar membunuhnya, Bai Youzhe tidak memiliki banyak komentar selain berusaha membangunkan Gu Yuena.


"Nana ...."


"Bai Youzhe, kau sudah dicampakkan. Apa kau sama sekali tidak marah dan ingin membunuhku? Ayo bunuh aku!" Wanita itu tertawa melihat betapa tidak berdaya Bai Youzhe di depannya.


Bukankah menyedihkan mengetahui bahaya di depan tapi tidak bisa menyingkirkannya?


"Sebelumnya aku sangat bodoh berpikir bisa menangani segalanya sendiri. Memanfaatkan orang lain tidak buruk." Wanita itu berdiri, membiarkan Bai Youzhe menahan rasa sakit di sana sendirian. Ia pun berkata lagi, "Aura iblis sangat menyenangkan, membuatku menjadi lebih kuat. Nana-mu akan sulit untuk kembali. Bai Youzhe, seharusnya kau mengabulkan keinginan terakhirku."


"Kau bukan dia."


"Aku adalah dia, dan dia adalah aku. Apa bedanya? Daripada menunjukkan kelemahan yang sangat terlihat di mata musuh, lebih baik menyingkirkannya sekaligus. Aku sedang membantu."


"Kau hanya sisi gelapnya, tidak dapat mewakili seluruh keinginannya," balas Bai Youzhe.


Bai Youzhe mungkin akan terkejut jika baru mengetahui bahwa Gu Yuena melalui dua kehidupan yang berbeda. Namun, ia sudah mengetahui ini dari Gu Yuena langsung. Ia sudah tahu semua sisi terburuknya sekaligus dan tidak peduli apa yang terjadi di masa lalu.


Jadi, secara otomatis Bai Youzhe menganggap wanita itu hanya mengulang ucapan yang sudah pernah ia dengar.


Bai Youzhe berdiri sambil menahan rasa sakit tikaman di perutnya. Memang rasanya sangat sakit, tapi ia tidak boleh menyerah membawa kembali Gu Yuena.


Ia menghampiri wanita itu, lalu berkata, "Seharusnya kau menguasai kesadarannya setelah mengambil kesempatan ketika dia sedang kehabisan kekuatan spiritual."


Wanita itu mendengus, lalu bersedekap dada. "Apa tikaman itu kurang dalam bagimu? Sepertinya memang benar."


Wanita itu mengambil belati yang jatuh, kemudian akan menikam dada Bai Youzhe. Namun, Bai Youzhe bergerak tepat waktu menahan wanita itu menggunakan sihir yang tersisa. Ia berusaha menarik kesadaran asli Gu Yuena dengan mendukung kekuatan jiwanya.


Bai Youzhe memiliki kekuatan jiwa di tubuhnya. Ia menggunakan itu untuk mengisi kembali kekuatan Gu Yuena yang terkuras, membuat kesadarannya terbangun.


"Apa yang kau lakukan?" Wanita itu tampak gelisah. Kesadarannya ditarik ke dalam alam spiritual secara paksa saat itu juga, membuat tubuh Gu Yuena jatuh dalam keadaan kosong.


Bai Youzhe segera menangkapnya. Tidak peduli betapa sakit lukanya ketika menangkap Gu Yuena, ia membiarkan Gu Yuena tak sadarkan diri di pelukannya.


Di alam spiritual, Gu Yuena menampar wanita itu dengan keras sampai nyaris terpental. Meski hal tersebut membuat Gu Yuena sakit, ia tidak peduli.


Wanita itu tertawa mendapat perlakuan tersebut. Ia melihat Gu Yuena dengan pandangan meledek. "Kau marah?"


"Tidak, aku sangat senang sampai ingin membunuhmu."


"Aku pernah mendengar kalimat sejenis beberapa waktu lalu sebelum akhirnya kau jatuh dalam kegelapan."


"Bukankah kau sudah melampiaskan emosimu? Enyahlah!" Gu Yuena sangat marah saat ini. Untung saja kekuatan Bai Youzhe cocok dengannya, sehingga berhasil membangunkan kesadarannya.


"Aku tidak akan pergi sebelum semua itu terbalaskan."


"Aku akan membalaskan dendamku sendiri, bukan melalui orang lain."


"Kita adalah orang yang sama."


"Kita?" Gu Yuena tertawa hampa. "Seperti yang kau katakan sebelumnya, aku lebih mengenal diriku sendiri daripada orang lain. Kau tidak tahu ambisiku, keinginanku, impianku, semuanya! Kau hanya tahu menghancurkannya!"


"Bukankah kau membenci dirimu sendiri?" Wanita itu tersenyum miring, lalu mendekati Gu Yuena. "Kau membenci dirimu sendiri sampai ingin bunuh diri, tapi tidak bisa melakukannya. Jadi, bagaimana dengan meraih segalanya dengan kekuasaan? Jika Bai Youzhe mati, kau akan menguasai Dunia Bawah dan Dataran Mitian."


"Kau tidak tahu keinginanku."


"Itu adalah keinginanmu, dan aku akan mengabulkannya."


Gu Yuena menatapnya dengan perasaan marah yang tertekan. Ia harus mengakhiri kesalahan ini. "Aku membenci diriku sendiri, itu memang benar. Aku membenci diriku sendiri karena membiarkanmu bangkit dan mengacaukan segalanya. Apalagi yang ingin jal*ng sepertimu singkirkan dariku?"


"Gu Yuena, kau tahu kau menjadi lemah karena hal ini? Andai saja kau memanfaatkan kesempatan membunuh Tuan Iblis sebelumnya dan tidak memilih melindungi Bai Yiouzhe—"


"Itu adalah keputusanku, bukan keputusanmu!"


"Itu adalah tindakan bodoh."


"Ya, aku bodoh. Maka kau lebih bodoh dan idiot!" Gu Yuena mendengus. Ini tidak bisa diakhiri dengan kata-kata. "Kau ingin kehilangan segalanya, kan? Maka nikmati kebebasanmu yang hilang."


Gu Yuena menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mengikat wanita itu. Wanita itu terkejut, karena ia berhasil diikat tanpa membuat Gu Yuena kesakitan. Apa yang terjadi?


"Kau adalah iblis hati, sisi gelap, dan emosi negatif. Kau pikir selama berhibernasi, aku tidak memikirkan cara agar dapat menghancurkanmu?" Gu Yuena menyipitkan matanya, "Sayangnya, wanita bodoh sepertimu yang hanya tahu cara membunuh, sama sekali tidak akan memikirkannya." Ia melilit wanita itu semakin erat dan mendorongnya jauh ke dalam kegelapan.


"Gu Yuena, aku tidak akan menghilang selama hatimu dipenuhi amarah dan dendam!" raungnya.


"Maka makan amarah dan dendam itu selamanya."


Sihir merah melahap wanita itu secara perlahan, sampai sosoknya berubah menjadi bongkahan batu merah yang mengeras di udara. Sebelum bongkahan itu benar-benar menyegelnya, wanita itu menunjukkan tawa jahat yang mengerikan.


"Gu Yuena, kau tidak bisa membunuhku selain jika membunuh dirimu sendiri. Aku akan kembali!" Wanita itu tertawa melihat betapa berusaha keras Gu Yuena menyegelnya. Meski Gu Yuena lebih kuat, ia juga tak kalah kuat. Ia benar akan kembali untuk membunuh semua orang di dunia ini.


Kedamaian abadi harus dilakukan!


"Dasar orang gila," cibir Gu Yuena. Setelah melakukan penyegelan, ia merasa jiwanya semakin sakit dan terbatuk. Raganya sepertinya memuntahkan darah lagi.


Ketika tertidur periode itu, ia berusaha mencari bagaimana dirinya sendiri yang sebenarnya. Ia sempat tersesat dan melupakan niat awal, nyaris bersatu dengan wanita itu. Kemudian, ia sadar bahwa semua ini tidak benar.


Gu Yuena adalah Gu Yuena, tidak bisa dicampur aduk dengan sosok lain. Meski sosok itu adalah iblis hatinya, dia adalah wujud lain yang terbentuk dari emosi negatif. Dia adalah orang lain.


Amarah dan dendam selamanya tetap ada. Orang itu tidak bisa mati, karena telah tertanam dalam hati terburuknya. Hanya dengan menyegelnya, baru bisa menghentikan semua perbuatan tidak masuk akal itu.


Ini adalah waktu yang sangat rumit.


Melihat kembali tulang iblis di tangannya, itu sudah terisi kurang lebih 1000 darah dan jiwa. Jiwa itu telah diekstrak menjadi kekuatannya menyatu dengan kekuatan jiwa, sedangkan darah digunakan untuk pengorbanan. Gu Yuena tidak akan memakainya lagi untuk diri sendiri, karena hanya akan membuat iblis hati semakin kuat.


Karena sudah terkumpul 1000 darah, sudah saatnya ia kembali ke istana.