Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
82. Jurang yang sebenarnya



"Kakak Seperguruan, apa kau baik-baik saja? Bagaimana keadaan di sana?" Ru Meng langsung melintarkan pertanyaan begitu melihat kedatangan Gu Yuena.


Karena serangan sebelumnya, seluruh perwakilan istana memutuskan untuk kembali secepatnya tanpa bisa menunda. Bahkan perwakilan Istana Tianshuang juga harus pergi dan menitipkan salam untuk Gu Yuena.


Serangan kali ini tidak jauh dari pernyataan perang.


"Aku baik-baik saja." Gu Yuena melihat ke arah Yun Qiao yang juga menatapnya dengan khawatir. "Untuk saat ini, mereka tidak akan kembali. Kita harus secepatnya kembali ke istana untuk melapor."


Gu Yuena hendak pergi, namun Yun Qiao menahan lengannya. Pria itu menanyakan satu hal, "Aku merasakan sesuatu yang aneh ketika pergi. Apa kamu tidak melakukan sihir aneh?"


Gu Yuena tersenyum tanpa rasa bersalah. "Apa aku bisa melakukannya padamu? Kekuatanmu lebih tinggi dariku."


"Aku justru berpikir bahwa aku bukan apa-apa." Yun Qiao tersenyum kecut. "Aku tidak tahu akan pantas menduduki posisi yang diberikan guru padaku."


"Jangan berkecil hati. Bahkan gurumu kalah telak dari guruku." Gu Yuena tertawa setelah mengatakannya untuk mencairkan situasi. "Kita pergi sekarang."


Mereka pun melakukan perjalanan kembali ke Istana Yuansu. Tapi sebelum kapal udara lepas landas, seorang murid datang dengan terburu-buru membawa surat dari Istana.


"Kakak Seperguruan, gawat!"


Mereka bertiga teralih melihat murid laki-laki yang sangat terburu-buru seperti habis melihat hantu. Saking sulit ia bicara karena kelelahan, lelaki itu langsung memberi surat pada Yun Qiao untuk dibaca bersama-sama.


Mereka bertiga membacanya. Detik berikutnya, raut mereka berubah menjadi kejutan luar biasa dan rasa cemas.


Gu Yuena mengepalkan tinjunya menahan emosi yang bergejolak. Jadi serangan tadi hanya pengalihan untuk membuatnya terhambat saat acara perjamuan.


Tujuan utama Aula Linghun adalah ... Istana Yuansu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Istana Yuansu dalam keadaan terpuruk. Para alkemis dan healer mondar-mandir di dalam istana memberi perawatan dan dukungan pada murid yang bertarung di luar.


Sudah beberapa hari berlalu, Istana Yuansu mengalami serangan mendadak yang meruntuhkan seluruh akademi. Hanya dalam beberapa jam, Akademi Yuansu telah hancur dan menewaskan banyak murid.


Murid yang tersisa kini diamankan di dalam istana, bergabung dengan murid istana lain untuk bertarung.


Istana telah mempertahankan gerbang dan pembatas alam. Untuk saat ini mereka memang aman di dalam pembatas, tapi tidak tahu bagaimana selanjutnya.


Di luar sana, jumlah penyihir dan pasukan kematian jauh lebih banyak dari yang diharapkan. Itu menyebabkan banyak murid gugur dalam pertempuran dan mengurangi banyak pasukan mereka.


Pada umumnya kekuatan murid istana sangat bagus. Tapi dihadapkan oleh ribuan pasukan kematian dan penyihir, mereka jelas kalah telak baik dalam jumlah maupun kekuatan.


Sosok hitam melesat di udara membawa banyak sorakan dari bawah yang menambah kengerian perang. Pria bertopeng hitam yang tampak misterius. Matanya melihat ke arah gerbang istana yang di baliknya memiliki pembatas seperti istana lainnya.


Sudut bibirnya sedikit terangkat. Ia mengayunkan tangannya, mengeluarkan kabut hitam yang dihembuskan ke arah gerbang.


Kabut hitam itu bagaikan meteor panas dan besar, menghantam gerbang istana sampai menembus ke pembatas seperti kaca pecah.


Pembatas hancur saat itu juga menjadi serpihan kaca.


Pasukan kematian dan penyihir bersorak riang sambil melakukan pembantaian berdarah. Banyak murid panik karena pembatas telah hancur, sehingga istana yang seharusnya tak terlihat kini tampak sangat jelas.


Di dalam istana, banyak yang panik dan berlarian ketika pasukan kematian menerobos. Para tetua menbuat formasi untuk menghadang mereka memasuki gerbang yang hancur, tapi beberapa penyihir mengganggu formasi menyebabkan beberapa tetua mengalami serangan balik.


Terlalu banyak korban berjatuhan.


Sialnya, pasukan kematian yang mati selalu hidup kembali karena pria bertopeng itu.


Istana Yuansu benar-benar kacau. Para tetua berkumpul untuk mencari solusi, sambil memikirkan kapan anak-anak yang mereka kirim ke Kota Yin akan kembali untuk memberi bantuan.


Yan Shuiyin di sisi lain tetap diam tanpa memberikan reaksi sedikitpun. Kedatangan Aula Linghun yang sangat mendadak di luar perkiraannya.


"Yang Mulia, apa yang harus kita lakukan?"


Raja Istana Yuansu diam untuk beberapa saat memikirkan beberapa kemungkinan. Jika terus seperti ini, Istana Yuansu akan menghilang. Mereka tidak memiliki pilihan untuk mundur.


"Bawa para murid untuk evakuasi dan pertahankan istana selama mungkin. Aku akan menahan pemimpin mereka." Raja Istana Yuansu mengambil langkah teraman. Mereka tidak bisa menyerang di saat seperti ini.


"Apa? Mundur? Yang Mulia, Anda tahu ini sangat beresiko."


Raja Yun melihat ke arah Yan Shuiyin. "Tetua Agung Yan, aku mempercayakanmu untuk mengamankan para murid dari kejaran pasukan. Sisanya, harus mengaktifkan array teleportasi, lebih cepat lebih baik."


"Teleportasi akan terbuka dalam waktu yang lama, tidak bisa terlalu mendadak," ujar seorang Tetua wanita.


"Berapa kira-kira?"


"Paling cepat 10 jam."


Raja Istana Yuansu terdiam. Jika dalam waktu lebih dari 10 jam teleportasi tidak aktif, mereka semua akan habis. Tidak ada pilihan lain selain bertaruh.


"Buka teleportasi secepatnya!"


10 jam ... itu sudah cukup.


"Yang Mulia! Mereka sudah datang!" Seorang murid berlari memberi kabar. Mereka yang murid itu sebut seharusnya anak-anak yang sebelumnya dikirim ke Kota Yin.


Cepat-cepat mereka keluar dari aula, pergi melihat Gu Yuena dan yang lainnya tiba tanpa kapal udara bersama murid lainnya dengan utuh. Hal tersebut membuat mereka sangat bersyukur.


Baguslah mereka semua selamat.


"Yang Mulia." Mereka semua setengah berlutut untuk memberi penghormatan.


Sebelumnya, kapal udara mereka dihancurkan oleh para penyihir. Untung Yun Qiao segera memasang pelindung dan meminta Gu Yuena terbang membawa yang lain mendarat dengan aman, sehingga tidak ada korban di antara mereka.


"Kalian sudah melihat apa yang terjadi di luar sana. Apa kalian bersedia berperang untuk Istana Yuansu?" Raja Istana Yuansu melihat anak-anak berbakat itu dengan penuh pertimbangan.


"Kami siap!"


Semangat mereka membuat keyakinan Raja Istana Yuansu semakin teguh akan keputusannya. Ia akan menyelamatkan orang-orang Istana Yuansu.


"Dalam 10 jam kedepan, teleportasi akan diaktifkan. Jika saat itu kondisi tidak memungkinkan bagi kalian untuk berperang, aku memerintahkan kalian untuk mengarahkan semua orang memasuki teleportasi secepatnya, tanpa kecuali."


"Baik, Yang Mulia!"


Gu Yuena diam tanpa mengatakan apa pun. Entah kenapa, ada pesan tersirat di balik ucapan Raja Istana Yuansu. Ia melirik Yan Shuiyin yang tampak tegang. Kondisi ini benar-benar buruk melebihi perkiraannya. Bahkan membuat tegang seorang Yan Shuiyin.


Mereka semua memutuskan memasuki medan perang untuk memberi bantuan. Kedatangan mereka jelas merupakan bantuan besar untuk mengulur waktu sampai teleportasi terbuka.


Tanpa menggunakan kekuatan penyihir, Gu Yuena menghabisi banyak penyihir dan pasukan kematian yang ingin menerobos istana. Cambuk di tangannya berubah menjadi bilah pedang, memotong mereka semua dengan gerakan lincah sampai tubuhnya dipenuhi cipratan darah.


Ketika ia menebas makhluk kematian setelah banyaknya makhluk yang ia bunuh, ia diam untuk mengambil napas dan memperhatikan sekitar. Hal yang membuatnya sangat lelah adalah, banyaknya makhluk kematian yang bangkit kembali meski telah dimutilasi.


"Sial!" Gu Yuena mengumpat sambil menebaskan pedangnya.


Pandangannya secara tak sengaja tertuju pada sosok pria bertopeng di atas sana, tengah memperhatikan. Tatapan mereka bertemu, antara iris hitam dan merah darah.


Gu Yuena menyipitkan matanya. "Orang itu ...."


Itu adalah orang yang pernah ia temui di akademi halaman luar. Seseorang yang nyaris dibunuh Bai Youzhe saat baru pertama kali memasuki akademi.


Kekuatannya terasa sangat kuat. Apa itu adalah kekuatan tingkat 8? Tidak ... apa itu kekuatan tingkat 9?


Raja Yun dan Yan Shuiyin keluar untuk menanganinya secara langsung. Mengingat kekuatan lawan jauh lebih tinggi, keduanya bersatu untuk melawan.


Raja Yun memiliki tingkat 9 yang sama seperti Yan Shuiyin. Keduanya menyerang orang itu dalam waktu lama, menunjukkan dengan jelas bahwa orang itu jauh lebih kuat dari sekadar tingkat 9.


Pertarungan udara yang intens dan sengit memakan sangat banyak waktu. Sedangkan Gu Yuena dan yang lainnya terus bertahan melawan pasukan kematian yang menjadi lebih banyak dari penyihir karena terus bangkit.


Pada akhirnya, Istana Yuansu terdesak karena banyaknya korban berjatuhan dan luka parah. Gu Yuena mundur bersama murid lain dan teman-temannya, lalu memasang pelindung dari serangan penyihir yang beruntun.


Para guardian mempertahankan barrier dari serangan sihir penyihir sambil meminta bantuan healer untuk menyembuhkan banyak orang. Sedangkan kekuatan sihir healer mulai melemah karena digunakan terus-menerus.


Para alkemis juga kehabisan stok pil sehingga harus membuatnya kembali di dalam istana. Itu memerlukan waktu yang sangat banyak sehingga banyak murid kehilangan vitalitas tempur. Kondisi itu membuat Gu Yuena frustrasi.


Ia memiliki kekuatan untuk menghabisi semuanya, tapi kekuatan itu sudah terkuras sangat banyak di pertempuran sebelumnya. Ia bisa menggunakan sihir penyihirnya untuk menjatuhkan mereka, tapi itu percuma.


Pria bertopeng itu harus mati terlebih dahulu untuk memenangkan perang.


Tapi apa itu mungkin?


Melihat sepertinya Raja Yun dan Yan Shuiyin mulai kewalahan menghadapi archer sehebat pria bertopeng, Gu Yuena jadi pesimis. Kekuatan jiwanya sangat besar sampai Gu Yuena tidak memiliki kesempatan mengambil alih peperangan.


Gu Yuena terus berpikir keras, mencoba memecahkan masalah di depannya. Apa yang harus ia lakukan untuk melindungi semua orang?


"Teleportasi terbuka!"


Seorang murid berteriak dari dalam istana, memberi kabar baik di saat-saat kritis. Yun Qiao segera mengumumkannya pada semua orang untuk masuk ke dalam array teleportasi di halaman istana. Mereka semua langsung berbondong-bondong masuk.


"Kalian masuklah, aku akan menahannya." Gu Yuena menghampiri para guardian yang menahan barrier sekuat tenaga.


"Senior—"


"Ini perintah Yang Mulia. Aku akan masuk ke dalam teleportasi tepat waktu bersama Yang Mulia dan guruku." Gu Yuena berusaha meyakinkan.


Melihat keyakinan Gu Yuena, para guardian yang menahan barrier setuju. Ketika para guardian melepas barrier yang mereka buat, barrier itu menghilang membuat serangan dari luar memasuki istana.


Gu Yuena menahannya dengan sihir, lalu membuat barrier lain untuk menahan semua sihir yang terus menghantam.


Pertahanannya tidak sekuat guardian, tapi itu lebih dari cukup.


Pertempuran di udara terjadi semakin sengit. Raja Yun dan Yan Shuiyin sadar bahwa teleportasi telah aktif. Mereka berdua saling bertukar pandang.


"Kau pergilah." Raja Yun meminta Yan Shuiyin untuk pergi.


Yan Shuiyin hanya diam menatapnya, lalu melihat Gu Yuena yang kewalahan menahan barrier yang terus dihujani serangan. Sedangkan waktu terbukanya teleportasi terbatas.


Muridnya itu sangat bodoh.


Yan Shuiyin melihat ke arah pria bertopeng itu, lalu melepas kekuatan penyihirnya yang jatuh ke bawah menimpa semua penyihir. Tekanan Gu Yuena terhadap serangan sedikit meringan.


Yan Shuiyin menatap Raja Yun dengan dingin. "Aku mungkin akan meninggalkanmu, tapi aku tidak meninggalkan muridku."


Yan Shuiyin melirik pria bertopeng itu lagi, lalu pergi ke bawah untuk menangani pasukan yang yang tersisa. Pasukan kematian terus saja bangkit menguasai medan perang.


Kehadiran Yan Shuiyin di depan barrier mengejutkan Gu Yuena. Wanita itu sedikit melirik Gu Yuena di belakangnya. "Lepaskan itu dan pergi, aku akan menangani sisanya."


Gu Yuena melihat ke arah Raja Yun yang kembali menangani pria bertopeng. Ia melihat ke arah gurunya lagi. "Kalian—"


"Tidak ada banyak waktu." Yan Shuiyin memberi peringatan. "Orang itu ... bukan tandingan kami semua, termasuk kamu."


Gu Yuena tahu, tapi ia tidak bisa meninggalkan mereka berdua. Ia sudah berjanji akan pergi bersama mereka.


"Apa lagi yang kamu pikirkan? Pikirkan nyawamu!" Yan Shuiyin memarahi dengan nada galak.


"Aku tidak—"


"Gu Yuena, apa kamu tidak lagi mendengarkan gurumu?"


Gu Yuena terdiam. Pada saat yang sama, pasukan kematian kembali bangkit dan menyerang secara membabi-buta. Gu Yuena melepas barrier sambil mempertahankannya dari jauh, lalu bergabung dalam pertempuran untuk menahan mereka agar tidak masuk.


Sihir Gu Yuena sangat kuat sampai membuat banyak penyihir terkejut. Ia membunuh semuanya tanpa memandang mata mereka sedikitpun.


Sayangnya, semakin banyak kekuatan yang ia kuras, sedangkan pasukan kematian terus bangkit dari kematian. Yan Shuiyin juga sudah lelah.


Hingga sesuatu jatuh dari langit, membuat dentuman keras yang mengalihkan perhatian mereka.


Itu adalah Raja Yun.


Raja Yun tersungkur di atas tanah, memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Yan Shuiyin buru-buru menghampiri, sedangkan Gu Yuena terdiam.


Pandangannya terarah pada sepasang iris hitam pria bertopeng yang tampak misterius.


Kekuatan orang itu sangat mengerikan, dan sepertinya menaruh minat padanya.


Benar, pasti orang itu diperintahkan Ratu untuk membawanya.


"Gu Yuena, pergi!" Raja Yun meneriaki Gu Yuena untuk segera pergi dari pria bertopeng itu.


Pria bertopeng itu melesat ke arah Gu Yuena. Cepat-cepat Gu Yuena menghindar, lalu akan memberinya serangan. Tapi serangan pria itu lebih cepat darinya sampai Gu Yuena terhempas.


Yan Shuiyin buru-buru menghadang pria bertopeng itu, melindungi Gu Yuena di belakangnya. Kedua serangan mereka berbenturan membentuk fluktuasi energi yang begitu tinggi sampai menyebabkan tekanan besar di sekitar.


"Xiao Yuena!" Yun Qiao berlari menghampiri Gu Yuena dan membantunya berdiri. Pandangannya terarah pada Raja Yun. Ia baru akan membantu pria itu, tapi Raja Yun sudah meneriakinya untuk pergi.


Yun Qiao merasa gemetar dan tegang. Ia tidak memiliki pilihan lain selain menuruti gurunya, membawa Gu Yuena untuk pergi.


Tapi pandangan Gu Yuena terus terarah pada gurunya yang menahan pria bertopeng itu.


Tidak bisa. Gurunya ... ia tidak boleh meninggalkan mereka bersama orang itu!


"Lepaskan aku ...." Gu Yuena mencoba melepaskan pegangan Yun Qiao yang membawanya memasuki array teleportasi.


Bukankah orang itu ingin mengambilnya? Hanya perlu mengambilnya, ia akan menyerahkan diri. Tapi jangan menyentuh gurunya!


"Yun Qiao, lepaskan aku!" Gu Yuena meninggikan nada suaranya. Ia sekuat tenaga melepas pegangan pria itu walau harus menggunakan sihir.


Karena pemberontakan Gu Yuena, perjalanan menuju array terhambat. Raja Yun berdiri di kejauhan sana, ikut dalam peetempuran besar yang tidak lagi dapat dilihat dengan jelas.


Tidak tahu apa yang digunakannya. Gu Yuena dapat melihat kilau hijau yang meledak dari kegelapan. Ledakan itu mendorong mereka berdua ke arah teleportasi yang akan tertutup.


Gu Yuena yang akhirnya bisa lepas dari jeratan Yun Qiao tidak bisa berlari lebih jauh. Ia terhempas ke belakang, memecahkan barrier yang dibuatnya dan memasuki array tepat saat teleportasi membawa mereka semua ke tempat lain.


Bahkan sampai akhir, Gu Yuena tidak dapat mengatakan apa pun atas keterkejutannya.


Gurunya ....