Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
Extra Chapter - Malam Itu ....



"Bocah ini ...." Yun Qiao mengeluh dalam hati ketika melihat Ru Meng mabuk di kakinya.


Dia melihat ke arah kepergian Bai Youzhe yang sudah membawa Gu Yuena yang sama mabuknya. Sialnya, dialah yang harus membawa sisa dua manusia yang tidak tahu tempat kalau mabuk.


Su Churan dan Ru Meng ....


Dia mengangkat Su Churan yang mulai tidur jalan ke punggungnya. Dia masih asing dengan Su Churan dan tidak memiliki banyak interaksi. Namun, yang lain sangat akrab dengannya. Su Churan sangat mudah mengakrabkan diri pada orang lain.


Kesannya pada Su Churan cukup baik. Hanya saja ....


Bukankah dia terlalu cerewet?


Membiarkan Ru Meng yang malang untuk diurus belakangan, Yun Qiao pergi ke salah satu ruangan untuk menempatkan Su Churan di sana.


Tapi, belum sempat dia masuk ke dalam, Su Churan tiba-tiba berteriak.


"Ayo, ayo! Ayo kudaku, kita pergi ke langit!" Su Churan menepuk-nepuk bahu Yun Qiao seperti sedang terburu-buru pergi ke suatu tempat.


"...."


Su Churan menundukkan kepalanya, melihat ke arah wajah Yun Qiao. "Apa kamu adalah Yun Qiao? Yun Qiao dari Istana Yuansu, itu? Aku pernah mendengar tentangmu! Ternyata kamu sangat tampan!"


Jiwa fangirl Su Churan berkobar saat mabuk.


"Nona Su, kamu akan jatuh." Yun Qiao gemetaran.


Su Churan sangat tidak bisa diam dan seperti akan melompat dari punggungnya. Yun Qiao kesulitan mempertahankannya.


Meski Su Churan sangat ringan, kekuatannya ketika aktif sangat menakutkan.


Bai Youzhe benar, dia akan membuat masalah saat mabuk.


"Ayo! Kudaku, cepat lari ke garis finish!" Su Churan tidak sabaran dan menepuk pantat Yun Qiao seperti menepuk pantat kuda.


Wajah Yun Qiao memerah. Dia melepas Su Churan di punggungnya begitu saja karena terkejut.


"Aaaaaa!"


Su Churan jatuh ke lantai. Ia pun menangis.


Yun Qiao berbalik dan menjadi pucat. Sebenarnya, dia telah menjatuhkan seorang Tetua di Istana Tianshuang! Posisinya sangat rumit. Apa yang harus ia lakukan ketika menghadapi gadis yang menangis?


"Sialan! Kau sangat jahat!" Su Churan menangis seperti anak kecil dan menendang-nendang udara dengan kakinya. Pantatnya sangat sakit.


"Nona Su ...."


Su Churan mulai mual. Ia pun muntah di lantai, membuat Yun Qiao menghela napas sambil meratapi harinya yang menyedihkan.


Setelah membiarkan Su Churan muntah-muntah, Yun Qiao membawanya ke dalam kamar, lalu membiarkannya tergeletak begitu saja di atas tempat tidur.


Akhirnya, tugasnya selesai ....


Sekarang, dia harus menyeret Ru Meng kembali ke tempatnya.


"Tunggu dulu!" Su Churan tiba-tiba berseru dengan nada tinggi.


Yun Qiao menoleh ke arahnya, lalu mengerutkan kening. Posisi Su Churan berubah cukup cepat dan menopang kepalanya menggunakan tangan di atas bantal. Mata mabuknya masih sangat jelas terlihat dan dia tersenyum sumringah.


"Apa kamu akan pergi menjemput Ru Meng? Aku pikir, bukankah bocah nakal itu tidak perlu dibawa seperti gadis manja?"


Yun Qiao mencibir, "Bukankah kau baru saja menyebut dirimu sendiri manja?"


Su Churan menghapus senyumnya dan berkata dengan galak. "Aku sangat mandiri! Jika ... jika bukan karena aku ketiduran—"


"Kau mabuk."


"Aku tidak mabuk. Aku sangat sehat! Lihat?" Su Churan melompat dari tempat tidur dan berdiri di depan Yun Qiao dengan mata cerah yang dibuat-buat. Pada akhirnya, dia masih teler.


Yun Qiao mengalihkan pandangannya. "Aku harus pergi."


Su Churan cemberut. Dia berjongkok dan menangis kencang seperti habis kehilangan sesuatu.


"!!" Yun Qiao terkejut. Dia pun membungkuk untuk menenangkan gadis yang menangis sambil menepuk-nepuk bahunya. "Kenapa kamu menangis? Sudahlah, apa yang bisa kulakukan agar kau tidak menangis?"


Bagaimanapun, Su Churan masih Tetua Istana Tianshuang. Kalau orang melihat Su Churan menangis di depannya, mereka pasti akan berpikir bahwa dia telah menindas gadis lucu seperti Su Churan.


"Aku ... aku ... aku gagal menikah ...."


"??" Yun Qiao semakin bingung. Sebenarnya, siapa pria yang menyakiti Su Churan? Memangnya dia tidak takut pada Istana Tianshuang di belakang Su Churan?


Su Churan melanjutkan keluhannya, "Aku memutuskan hubungan sepihak, lalu mencampakkannya. Tapi ... tapi ... aku sama sekali tidak rela!"


Au Churan mengalami gagal move on.


Yun Qiao menghela napas. "Kau yang mencampakkannya, kenapa masih harus tidak rela?"


"Aku terpaksa ...."


"Lakukan apa yang menjadi prioritasmu. Kau mencampakkannya, itu berarti ada alasan. Kau harus ingat alasanmu melepaskannya. Kalau masih tidak rela, apa salahnya kembali?"


"Kembali?" Su Churan semakin cemberut. "Mana bisa begitu? Aku memiliki harga diri."


Dasar wanita ....


Yun Qiao lebih baik menghadapi Gu Yuena yang marah daripada gadis yang putus cinta. Setidaknya, dia masih bisa menghadapi kemarahan Gu Yuena dengan caranya sendiri dan keluar dari masalah.


"Kalau begitu lupakan saja." Yun Qiao tidak berpengalaman dalam hal ini dan hanya bisa berkata seadanya.


"Yun Qiao, jika kau menemukan wanita sepertiku sebagai pasanganmu, dan aku meninggalkanmu, apa yang akan kau lakukan?"


"Bagaimana jika mencobanya?" Su Churan menatap Yun Qiao. "Aku hanya ingin memastikan apa yang akan dilakukannya jika bertemu denganku lagi."


"Kenapa tidak menemuinya untuk memastikan sendiri?"


"Aku ... tidak bisa ...." Su Churan menunduk. "Aku memiliki masalahku sendiri. Aku dilarang bertemu dengannya, jadi aku tidak akan melakukannya."


"Lalu, bagaimana aku harus membantumu?" tanya Yun Qiao.


Su Churan diam untuk beberapa saat, berpikir. Kemudian, matanya melihat ke arah Yun Qiao dengan penuh arti. "Lagipula, aku tidak akan ingat saat-saat aku mabuk. Bagaimana jika kita menjadi sepasang kekasih hanya untuk satu malam, lalu saat sadar besok, aku akan meninggalkanmu karena aku tidak akan mengingatnya?"


"...." Bukankah gadis satu ini sangat putus asa dan tidak masuk akal? Jika hanya seperti itu, kecuali Yun Qiao adalah seorang wanita dan Su Churan adalah pria, maka Yun Qiao baru akan bereaksi berlebihan.


Su Churan biasanya memang segila ini atau bagaimana? Pantas saja Bai Youzhe lepas tangan.


Gadis ini tidak masuk akal!


"Anggap saja aku gila, karena biasanya aku memang seperti ini." Su Churan tersenyum sampai matanya menyipit.


Yun Qiao menggelengkan kepalanya. "Aku tidak ingin ikut campur. Tidak seharusnya kau melarikan diri dengan cara seperti ini."


"Sebenarnya apa yang kau pikirkan? Apa kau berpikir aku sangat tidak tahu malu dan mesum? Aku tidak berpikir sampai sana." Su Churan menatapnya dengan tatapan "aku anak baik dan murni".


"Memangnya kau tahu apa yang kupikirkan?"


Su Churan tertawa terbahak-bahak. "Kamu memerah!"


Yun Qiao tidak menyadari hal itu dan langsung membuang wajah. Sepertinya, hanya dia yang berpikir berlebihan.


Kalimat 'kekasih semalam' itu membuatnya berpikiran tidak-tidak. Tapi sebenarnya, bagi Su Churan, itu bukanlah hal aneh dan hanya menjadi kekasih biasa.


Wajar Su Churan menertawakannya.


"Kamu terlalu lama bergaul dengan Xiao Yuena." Su Churan mencibir.


Wajah Yun Qiao semakin merah. Sudahlah, dia tidak mau menghadapi gadis tengil yang merepotkan saat mabuk.


"Nona Su, istirahatlah. Besok masih ada hal penting yang harus dilakukan." Yun Qiao bersiap pergi, melarikan diri dari nona aneh yang sedang mabuk.


Namun, Su Churan tidak membiarkannya pergi begitu saja. "Yun Qiao, kau sudah setuju untuk menjadi kekasih semalam-ku!"


Kapan? Yun Qiao sama sekali tidak menjawabnya. Bagaimana Su Churan bisa berkata seperti itu seolah dialah yang dianiaya!


Sebelum Yun Qiao sempat berbalik untuk memprotes tindakan tak tahu malu Su Churan, Su Churan sudah menghilang dalam kumpulan kupu-kupu dan muncul tepat di depan Yun Qiao. Kupu-kupu merah muda berterbangan ketika kedatangannya, membuat Yun Qiao tersentak.


Su Churan secara frontal menyatukan bibirnya dengan bibir Yun Qiao. Yun Qiao membeku seperti pria kikuk yang tidak pernah melihat dunia.


"...."


Su Churan egois. Ya, dia memang sangat egois, menggunakan Yun Qiao sebagai pelampiasan gagal move on-nya. Setelah itu, dia melupakannya.


Meski tidak ada hal berlebihan yang terjadi, bagi Yun Qiao yang baru pertama kali bersentuhan intim dengan perempuan, bagaimana dia masih bisa tenang? Hanya ciuman beberapa detik saja sudah cukup dianggap berlebihan baginya.


Su Churan menarik kembali tubuhnya, lalu tersenyum tanpa rasa bersalah. "Bukankah itu yang dilakukan sepasang kekasih? Kenapa kamu begitu terkejut? Bukankah kamu sebelumnya berpikir hal yang berlebihan?"


"...."


Su Churan cemberut. "Apa masih kurang? Aku ... aku juga jarang melakukannya, jadi masih sangat buruk." Dia berkata dengan malu-malu.


"Tak apa. Kau kembalilah, aku akan pergi." Yun Qiao berhasil mendapatkan kesadarannya kembali setelah mematung selama beberapa saat.


"Aku akan melupakan malam ini, apa kau sungguh akan pergi begitu saja?"


"Nona Su, karena kau akan melupakan malam ini, jadi tidak perlu berlama-lama. Sebaiknya kamu kembali ke tempatmu dan beristirahat. Aku tidak akan mengungkit hal ini di masa depan."


Su Churan semakin cemberut. "Apa kau marah?"


"...."


"Aku minta maaf ...." Su Churan menjadi sedih lagi dan berjongkok sambil memeluk kedua lututnya.


Yum Qiao merasa sakit kepala.


Su Churan bergumam dengan sedih, "Kamu adalah orang baik. Alangkah baiknya jika orang yang kutemui terlebih dahulu adalah kamu. Mungkin ... aku akan lebih berhati-hati dan tidak mengalami patah hati."


Jika yang ia temui terlebih dahulu adalah Yun Qiao, dia hanya akan menganggap orang itu sebagai angin lalu. Dia pernah menyukai Bai Youzhe, tapi Bai Youzhe menyukai Gu Yuena, yang membuatnya mundur secara perlahan dan melepaskannya tanpa beban.


Jika dia bertemu Yun Qiao dan jatuh cinta padanya, dia pasti akan mengabaikan mantannya itu dan tidak jatuh cinta pada orang lain. Di sisi lain, dia juga tidak akan mengganggu Yun Qiao, melainkan melepaskannya karena identitas.


Dia tidak akan sakit hati sampai seperti ini. Rasanya sangat menyakitkan.


Yun Qiao terdiam untuk beberapa saat. Dia tidak terlalu memperhatikan Su Churan yang esentrik sebelumnya, karena tenggelam dalam rasa bersalah kepada gurunya. Namun, sejak malam ini, ia pikir kalau ia akan terganggu karena Su Churan.


Dia jelas mengerti maksud Su Churan. Meski saat ini, perasaannya terhadap Su Churan tidak lebih dari perasaan terhadap orang asing, itu secara bertahap berkembang.


Su Churan jelas lebih baik dari Lin Xi yang terus mengganggunya terang-terangan itu.


"Kamu istirahatlah." Yun Qiao mengangkat tubuh Su Churan agar berdiri.


Su Churan menatapnya dengan tatapan rumit untuk beberapa saat, lalu berjalan ke tempat tidur untuk istirahat. Dia terus menggerutu.


Yun Qiao melihatnya dari pintu, lalu sedikit tersenyum. Ia pun menutup pintu dan pergi.


Sejak hari itu, entah bagaimana keduanya menjadi lebih dekat. Meski Su Churan tidak ingat apa pun tentang malam itu, dia secara alami memiliki kedekatan tersendiri pada Yun Qiao yang pernah mendengar 'curhatannya'.


Yun Qiao benar-benar tidak mengatakan apa pun tentang malam itu. Biar ia sendiri yang menyimpannya.