Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
69. Perpisahan?



Sebuah kuda hitam melaju dengan kecepatan tinggi di sekitar Ibu Kota Wyvernia pada malam hari yang sunyi. Sosok pria bersurai hitam kemerahan di atas kuda tampak begitu serius pada jalan di depannya.


Ketika saatnya ia melihat seekor kupu-kupu merah muda melintas, pandangannya langsung teralih. Ia menarik tali kekang kuda, sepasang irisnya tetap terarah pada sayap kupu-kupu yang mengepak ke arah selatan.


Paham akan sesuatu, ia turun dari kudanya dan pergi ke arah kemana kupu-kupu itu pergi. Ia sampai di sebuah gang di antara dua bangunan.


"Kau menemukannya?" tanya pria itu. Ia tidak terlihat terkejut ketika kupu-kupu kecil itu berubah wujud menjadi sosok gadis cantik dengan hiasan kupu-kupu di kepalanya. Gadis itu memegang seruling sambil dimain-mainkan.


"Aku tidak bisa melacaknya, tapi kamu bisa tenang karena dia ada bersama tuanku."


"Tuanmu?" Pria itu berpikir sejenak, lalu memahami sesuatu. Pria yang sejak lama mencari-cari adiknya itu adalah Gu Yuan. Sekarang setelah mengatahui siapa yang bersama adiknya, ia sudah merasa tenang.


"Kau akan pergi? Apa tidak ingin memberikan pesan untuknya? Aku bisa membantu."


Gadis kupu-kupu yang tidak lain adalah Su Churan selama ini membantu Gu Yuan. Ia tidak bisa melacak Gu Yuena, tapi ia mendengar dari anggota aliansi bahwa Bai Youzhe bersama seorang gadis dari keluarga Gu.


"Lalu bagaimana dengan Luo Yi? Aku sangat dekat dengannya, jangan buat dia sedih." Su Churan tampak cemberut.


"Katakan padanya, bahwa aku akan terus mencintainya." Gu Yuan tersenyum kecut. Ada suatu masalah yang mengharuskannya pergi. Ini akan memakan waktu yang sangat lama.


"Manis sekali, alangkah baik jika dia juga mendengar." Su Churan tiba-tiba tersenyum.


Pada saat yang sama, sesosok berjubah hitam mendekat dari arah bertigaan di belakang mereka. Gu Yuan terkejut ketika melihatnya, apalagi ketika sosok berjubah hitam itu melepas tudung yang menutupi wajahnya.


Itu adalah Luo Yi!


"Jangan salahkan aku. Dia yang memaksa, aku hanya bisa mengkhianatimu." Su Churan pun melambaikan tangan pada Gu Yuan sambil meminta maaf ribuan kali dalam hatinya.


Ia tahu, situasinya akan menjadi seperti ini. Jadi lebih baik pergi sebelum menghadapi amukan Luo Yi.


Setelah kepergian Su Churan, Gu Yuan yang sebelumnya terdiam melihat kehadiran Luo Yi langsung menghela napas. Sepertinya Luo Yi sudah tahu semua.


"Tidak ada penjelasan, aku sudah muak." Luo Yi mencegah Gu Yuan yang ingin bicara. Ia sudah tahu, pria itu pasti akan mencoba membujuknya untuk membiarkannya pergi sendiri.


"Kau sudah tahu semua—"


"Tidak masalah kau menyembunyikannya, identitasmu atau apa pun itu, tapi kau justru ingin pergi tanpa sepengetahuanku?" Luo Yi tidak terlihat marah, hanya tampak kesal dan kecewa.


Ia paham situasi Gu Yuan yang rumit, jadi dia tidak menyalahkannya. Tapi ingin pergi begitu saja?


"Dengarkan aku." Gu Yuan menangkup kedua bahu Luo Yi dan menatapnya dengan serius, "Ada beberapa hal yang tidak bisa kukatakan, tapi aku harus pergi. Aku tidak ingin melibatkan siapa pun."


"Apa begitu bahaya?"


"Aku tahu kamu cukup kuat untuk menantang bahaya, tapi aku tidak bisa menempatkanmu dalam masalahku." Itu sebabnya Gu Yuan selama bertahun-tahun ini ragu dalam menjalani hubungan. Tapi ia juga tidak bisa menolak Luo Yi. Ia bingung.


"Lalu apa itu berarti kau membuangku begitu saja?"


Ucapan Luo Yi membuat Gu Yuan terdiam. Ia tidak berniat seperti itu, tapi ia sendiri juga tidak bisa memastikan apa ia bisa kembali atau tidak. Ia hanya ingin Luo Yi dan Gu Yuena aman.


"Apa kau akan menjadi penakut seperti ini? Itu tidak terlihat sepertimu."


Perkataan itu lagi-lagi membuat Gu Yuan terdiam. Setelah beberapa saat, Gu Yuan akhirnya bicara, "Yi'er, maafkan aku."


"Bawa aku." Luo Yi tidak ingin ditinggalkan begitu saja. Bukan karena perkataan orang atau lainnya, tapi karena ia tidak ingin berpisah dari Gu Yuan.


"Tidak."


"Aku tidak perlu izinmu." Luo Yi memasang wajah datar. Ketika Gu Yuan ingin memprotes lagi, Luo Yi sudah pergi duluan menarik kuda Gu Yuan.


Gu Yuan menghela napas. "Yi'er ...."


"Aku tidak suka seseorang melanggar janjinya hanya karena sebuah masalah." Luo Yi kemudian menoleh ke arah Gu Yuan. "Jika kau mencintaiku, biarkan aku membantumu. Kita selesaikan sama-sama."


Gu Yuan melangkah menghampiri Luo Yi, lalu memeluknya dengan erat. Ada kalanya ia berpikir untuk membuat Luo Yi pingsan dan mengirimnya kembali ke Klan Luo sebelum pergi.


Apa ia lakukan saja?


"Jangan berpikir untuk membuatku pingsan. Aku akan menikammu." Luo Yi yang menebak membuat Gu Yuan menarik niatnya.


"Aku akan melindungimu." Gu Yuan tidak memiliki pilihan lain. Ia akan melindungi Luo Yi dengan nyawanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Fajar telah tiba saat Yang Xinyuan mendarat di pinggiran kota atas permintaan Gu Yuena. Perempuan itu langsung melepas pegangannya terhadap Yang Xinyuan dan melemparkan pandangan serius.


"Kita kelewatan, kau tahu?"


"Tahu."


"Lalu kenapa tidak putar balik? Kecuali kamu sengaja—"


"Memang seperti itu." Yang Xinyuan menyela ucapan Gu Yuena. Tatapannya yang dingin menatap perempuan itu lekat-lekat. "Kita akan kembali ke akademi sekarang. Apa kau lupa dengan tujuanmu memasuki akademi?"


Gu Yuena tidak lupa. Ia memang haru secepatnya ke akademi, tapi tidak pergi seperti ini. Ia hanya ... merasa tidak nyaman jika tidak memberitahu Bai Youzhe.


"Bai Youzhe—"


"Apa hubunganmu dengannya?" sela Yang Xinyuan, melontarkan pertanyaan yang membuat Gu Yuena gagu.


"Dia ... dia menyelamatkan nyawaku."


"Lalu?" Bukankah Yang Xinyuan juga sama?


"Tidak hanya sekali. Jika aku pergi begitu saja, aku akan terlihat sangat tidak tahu malu." Hanya itu yang Gu Yuena pahami mengenai kenapa ia merasa tidak senang pergi begitu saja. Setidaknya, ia harus memberitahu.


Selain itu, tidak mungkin ia berkata bahwa segel pikiran membuatnya tidak bisa pergi.


"Lalu kau akan terus mengikutinya? Kau bukan budak, dan tidak pernah seperti itu. Kau tidak harus mengikutinya hanya karena sebuah hutang budi."


"Tapi ...." Gu Yuena ingin berkata bahwa ia terikat segel pikiran. Tapi ia takut Yang Xinyuan akan menyebabkan masalah. Apa yang harus ia katakan?


"Apa kau ingin kembali atau tidak?" Yang Xinyuan menegaskan kata-katanya. Nadanya menjadi dingin.


"Aku akan kembali ke akademi, tapi tidak sekarang." Gu Yuena terlihat gelisah, "Aku harus menemuinya sebelum dia menyadari bahwa aku menghilang."


"Kenapa kau begitu bergantung padanya? Apa karena rasa bersalah? Atau memang hanya karena hutang budi?" Yang Xinyuan bertanya lagi. Pertanyaan yang begitu menjebak.


"Setidaknya, biarkan aku menyelesaikan masalah dengan caraku." Gu Yuena menegaskan kalimatnya, sambil melihat sepasang iris hitam legam itu dengan serius.


Gu Yuena tertawa dingin. "Rasa bersalah? Hutang budi? Jangan berpikir berlebihan, kau tahu aku tidak memiliki semua itu."


"Lalu kenapa kau menurutinya? Apa kau begitu mempercayainya?"


Gu Yuena mendesis kesal. "Aku tidak tahu dan jangan bertanya lagi. Aku memiliki alasanku sendiri." Ia seperti menghadapi kekasih yang sedang cemburu berat. Memangnya pria itu kekasihnya? Menyebalkan. Ini semua karena segel sialan!


Yan Xinyuan terdiam melihat Gu Yuena yang tampak sangat kacau. Ia kembali tenang, tidak lagi menampakkan aura dingin yang akan membuat Gu Yuena semakin kesal.


"Maaf, aku terlalu banyak ikut campur." Yang Xinyuan merendahkan nada suaranya.


Gu Yuena melihatnya sekilas, lalu melirik dua kucing di tanah yang asik menonton. Setidaknya ia bisa sedikit tenang melihat kedua kucing imut itu.


"Aku hanya ingin mengatakan, jangan terlalu dekat dengannya. Dia berbahaya untukmu." Yang Xinyuan memberi pesan.


"Aku tahu." Gu Yuena menghela napas. "Aku harus menemuinya, dan menyelesaikan masalahku." Setelah mengatakannya, Gu Yuena pergi bersama dua kucing yang berlari mengikuti.


Yang Xinyuan tidak menjawab apa pun selain melihat punggung Gu Yuena yang semakin menjauh. Tatapannya menjadi rumit.


Orang itu jelas-jelas penghalang besar. Kenapa Gu Yuena malah lebih memperhatikannya?


Memikirkan itu membuatnya kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pandangannya terarah pada sebuah jepit rambut emas dengan ukiran phoenix yang indah di tangannya. Sangat indah, seperti pemiliknya.


Itu adalah jepit rambut yang ia ambil ketika Gu Yuena menjatuhkannya saat menari di Klan Ye. Pria bertopeng itu adalah Bai Youzhe. Ia menyusup untuk mencari batu jiwa, tapi tidak disangka ia akan melihat tarian Gu Yuena yang begitu indah.


Sampai sekarang, ia masih tidak tahu, kerasukan roh apa sampai membantu perempuan itu dan menjadi rekan tarinya agar tidak terlihat memalukan di depan semua orang ketika akan jatuh. Saat itulah ia mengambil jepit rambut ini agar tidak melukai kaki Gu Yuena, lalu menyimpannya untuk dikembalikan.


Tapi sampai sekarang masih belum dikembalikan. Dipikir-pikir, lebih baik dikembalikan di saat mengakui bahwa ia adalah pemilik darah naga.


"Sepertinya memang tidak akan bisa dikembalikan," gumamnya.


Itu disayangkan. Gu Yuena telah pergi.


Jauh di belakangnya, sosok perempuan bergaun merah mendaratkan sayapnya setelah menemukan lokasi yang ia cari. Dia telah mencari seseorang dan bertanya. Untung saja pria aneh di penginapan mengetahui di mana Bai Youzhe berada.


Sepasang iris merah darah Gu Yuena melihat punggung pria itu dari kejauhan. Ia penasaran, kenapa Bai Youzhe tidak memanggilnya saja agar ia tidak perlu berdebat dengan Yang Xinyuan?


Kecuali Bai Youzhe tidak tahu bahwa ia diam-diam kabur dari penginapan.


"Kenapa kau di sana? Orang yang tidak tahu, akan menganggap bahwa kau ingin melompat." Gu Yuena berkata sambil menghampiri. Ia tidak sembarang bicara. Karena ia pernah mengalaminya.


Bai Youzhe sedikit menoleh. Ada perasaan senang dan lega dalam hatinya, tapi berikutnya kembali berkabut ketika teringat sesuatu.


Gu Yuena tidak tahu bahwa ia telah melepas segel pikiran. Jadi otomatis, perempuan itu datang hanya menagihnya untuk melepas segel.


"Seharusnya kau di penginapan." Bai Youzhe pura-pura tidak tahu tanpa menoleh ke arah perempuan itu. "Tidak, seharusnya kau bersama orang itu."


"Yah, sepertinya suasana hatimu sedang buruk." Gu Yuena mencibir.


Bai Youzhe tampak berpikir. Ia pun berbalik ke arah Gu Yuena dengan pandangan rumit. "Aku ingin menanyakan sesuatu. Apa kau pernah menyukai seseorang? Meski hanya sebentar?"


Gu Yuena mengerutkan kening. "Pertanyaan macam apa itu?"


Dilihat dari reaksi Gu Yuena, sepertinya tidak pernah.


"Aku hanya asal bertanya." Bai Youzhe mendengus, lalu melihat matahari terbit kembali, "Kau datang untuk memintaku melepas segel, 'kan? Selamat, kamu sudah bebas."


"Apa maksudmu?" Gu Yuena semakin bingung.


"Aku memberimu pilihan untuk terakhir kalinya. Kau akan pergi ke akademi hari ini untuk sebuah urusan, aku tidak menghentikanmu. Hanya saja, dengan siapa yang akan pergi bersamamu, itulah pilihannya. Jika kamu pergi denganku, aku akan menjagamu dengan nyawaku, dan akan terus bersamamu. Jika pergi dengan orang itu ...." Bai Youzhe menurunkan pandangan, melihat tanah di kakinya dengan perasaan campur aduk, "Aku tidak akan menemuimu lagi."


Gu Yuena tidak bereaksi apa pun. Ia terkejut, tapi tidak menunjukkan ekspresi apa pun seolah tidak ada yang bisa diharapkan.


Hanya saja, tidak tahu mengapa, ada perasaan nyeri di dadanya ketika mendengar kalimat terakhir yang pria itu lontarkan. Itu membuatnya bingung.


Bai Youzhe berbalik ke arah Gu Yuena, menghampiri dan meraih salah satu tangannya. Ia meletakkan sesuatu ke tangan Gu Yuena.


"Pilihlah, antara melepaskan atau mempertahankan." Bai Youzhe mengembalikan jepit rambut emas Gu Yuena sebagai tanda. Jika Gu Yuena memilihnya, maka ia akan menjelaskan segalanya termasuk hal mengenai darah naga.


Tapi jika perempuan itu memilih orang itu, Bai Youzhe sama saja mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan lagi mengingat Gu Yuena. Ia akan melepaskannya, untuk menghormati keputusannya.


Setidaknya, ia membatasi diri sendiri untuk tidak terus mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin. Meski sudah jelas bahwa Gu Yuena memiliki darah phoenix yang ditakdirkan untuk naga.


Masalahnya, ada dua darah naga di periode ini.


Gu Yuena melihat jepit rambut emas di tangannya. Itu adalah benda miliknya. Jepit rambut dari kakaknya yang hilang saat menari di Klan Ye.


Rupanya, pria bertopeng yang menari bersamanya saat itu adalah Bai Youzhe. Pantas saja terasa tidak asing.


Mengenai pilihan yang Bai Youzhe berikan, ia tidak bisa memilih.


"Bagaimana jika tidak memilih? Aku memiliki hak untuk itu." Gu Yuena berkata sambil melihat jepit rambut di tangannya.


Bai Youzhe tersenyum tipis, "Kamu tahu alasan mengapa tidak memilih, aku tidak memaksa. Tapi lebih baik memutuskannya sekarang."


Bai Youzhe ingin kejelasan tentang hubungan mereka. Gu Yuena paham akan hal itu. Hanya saja, ia tidak bisa menjawab.


Gu Yuena tidak bisa meninggalkan keduanya begitu saja. Tidak tahu mengapa, hatinya terlalu berat untuk memilih di antara dua pilihan itu.


Gu Yuena akui, ia merasa aman dan nyaman bila bersama Bai Youzhe, seolah semua bahaya hilang begitu saja—meski kadang merasa jengkel. Tapi ia memiliki kepercayaan penuh pada Yang Xinyuan, setelah lama bersamanya selama di Tanah Tersembunyi. Yang Xinyuan juga selalu berusaha membuatnya merasa nyaman.


Hah, tidak mungkin ia menyukai dua orang bersamaan!


Apa yang harus ia lakukan?


Pertama, ia terganggu masalah darah phoenix dan rentang usianya yang pendek. Kedua, ia tidak bisa meninggalkan dua pria itu, tapi ia tahu bahwa ia harus meninggalkan mereka karena darah phoenix.


Dibandingkan memilih salah satu, lebih baik ia meninggalkan semuanya.


Tak apa 'kan bila ia mati tanpa diketahui mereka?


Itu akan sedikit mengurangi rasa sakit.


"Kau sudah melepas segelnya?" Gu Yuena bersikap seolah ia memiliki hati yang dingin.


Bai Youzhe mengalihkan pandangan ke tempat lain, telah menebak keputusan Gu Yuena. "Sejak aku kembali ke alkemis guild, aku sudah melepasnya."


"Baik." Gu Yuena tidak berkata apa pun lagi. Ia membalikkan tubuh, pergi tanpa mengatakan hal lain.


Perasaannya begitu tercampur aduk ketika melangkah menjauhi Bai Youzhe. Sebelum benar-benar pergi, ia menoleh melihat ke arah pria itu.


Bai Youzhe sudah tidak memandangnya.


Gu Yuena menekan tinjunya, menahan gejolak emosi yang muncul ketika memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya. Perasaan ini sangat aneh dan tidak nyaman. Ia membencinya.


"Gu Yuena, tidak perlu ragu. Ini adalah yang terbaik," gumamnya sambil menghela napas panjang, meyakinkan diri sendiri sebelum akhirnya mengeluarkan sayap dan terbang jauh.


Bai Youzhe menolehkan kepalanya untuk melihat kepergian Gu Yuena. Ada rasa nyeri di dadanya ketika melihat sosok itu menjauh dari jangkauan.


Ia sadar, tidak bisa terus mengganggu atau bersama perempuan itu. Ada bahaya lain di depan matanya.


Ia berani mendapatkan, tapi juga harus berani melepaskan.


Bai Youzhe menghela napas, lalu memejamkan mata, "Berhati-hatilah, Nana."


Gu Yuena tidak pergi menemui Yang Xinyuan untuk membuktikan bahwa ia tidak memilih siapa pun. Di bawah cahaya matahari yang bersinar, bersama Xiao Hei dan Xiao Bai melintasi hutan melalui jalur udara dengan kecepatan penuh.


Ia akan kembali ke Akademi Yuansu, untuk melanjutkan apa yang sebelumnya ia lewatkan.


Ia harus segera menjadi lebih kuat!


Yang Xinyuan telah merasakan, bahwa Gu Yuena telah pergi jauh setelah pertengkaran kecil mereka. Ia tidak tahu alasannya, tapi kali ini sepertinya akan ada banyak perubahan.


Kalau seperti itu, ia tidak bisa pergi ke akademi terlebih dahulu. Ia harus kembali ke tempatnya berasal, setidaknya untuk mempersiapkan perubahan yang terjadi.


Sedangkan Bai Youzhe bergegas kembali ke Istana Tianshuang untuk menyelesaikan semua tugas yang belum terselesaikan.


Setidaknya, ketika ia bertemu dengan Gu Yuena lagi nanti, ia dapat melihat semua perubahan itu ke arah yang lebih baik. Apa pun kondisinya, ia akan kembali ke tujuan semula.


Ia akan berdiri di puncak dunia, dan bersaing dengan kekuatan mengerikan di luar sana yang kini telah memantaunya dari jauh.


Ia akan kembali sebagai Bai Youzhe dari Istana Tianshuang, bukan Luo Youzhe.


...----------------...


Dan, mereka berpisah untuk waktu yang lama~


Kira-kira kalian tim siapa? Yang Xinyuan atau Bai Youzhe?