
Kelopak mata Gu Yuena berkedip-kedip karena cahaya yang masuk. Di balik kelopak mata yang menyipit, ada sepasang pupil merah yang indah dengan pola rumit di antara retinanya.
Pandangannya yang awalnya buram, perlahan menjadi jelas. Ia termenung sesaat melihat langit-langit putih, lalu mengangkat kedua tangannya ke depan mata untuk melihat.
Dia bisa melihat?
Gu Yuena melebarkan matanya. Dia sontak bangun dari posisi tidurnya. Namun, dadanya terasa ditekan dan diiris-iris hingga membuatnya terasa sangat sakit. Gu Yuena meringkuk di atas tempat tidur, memegangi dadanya yang seperti ditusuk-tusuk.
Ia pun memuntahkan darah dari mulutnya, yang membasahi tempat tidur. Rasanya sangat aneh. Dia melihat sekitar dengan bingung.
Namun, tiba-tiba saja pandangannya menjadi kabur lagi dan tidak lagi melihat dengan jelas. Cahaya memang masuk ke matanya, tapi pengelihatannya abstrak.
Ini membuat Gu Yuena teringat saat-saat ia membunuh Li Hua di medan perang.
"Aku seharusnya sudah mati ...." Gu Yuena ingat dengan jelas rasanya menghadapi kematian.
Saat di pelukan Bai Youzhe, dia merasa sangat lemah tanpa energi seolah jiwanya telah melayang dan tidak dapat menahan kantuk. Ia menutup mata begitu saja, dan segalanya menjadi kosong.
Ia pikir kalau dia sudah mati.
Dia tidak mungkin berada di tubuh orang lain lagi, kan?
Tidak ada siapa pun yang menunggunya di sini. Gu Yuena mengambil kesempatan untuk beranjak. Tubuhnya terasa sangat lemah, bahkan berdiri saja terasa berat hingga ia beberapa kali nyaris jatuh. Sambil memegangi dadanya yang sakit, dia melangkah keluar kamar dengan pengelihatan yang abstrak itu.
Tepat ketika ia membuka pintu dan melangkah keluar, dua wanita berdiri di hadapannya dengan terkejut.
"Yang Mulia!"
Chu Xin dan Huang Jiu sama-sama berseru dan nyaris melompat memeluk Gu Yuena. Mereka berteriak dengan semangat dan bahagia, melihat junjungan mereka sudah bangun.
Hanya saja, Gu Yuena masih tampak pucat. Ada sedikit noda darah di baju putihnya, membuat dua wanita itu khawatir setengah mati.
"Yang Mulia, kembalilah ke dalam dan istirahat. Kondisimu belum pulih. Luka dalamnya terlalu serius. Aku akan memanggilkan Ratu Jin untuk memeriksamu lebih dalam." Chu Xin bicara dengan cepat lalu menyenggol Huang Jiu.
Huang Jiu langsung tersadar dan mengangguk. "Benar, Yang Mulia. Aku akan menemanimu."
"Bai Youzhe ...." Gu Yuena ingin bertanya di mana Bai Youzhe dan lainnya, tapi Chu Xin sudah keburu pergi.
Huang Jiu menggantikannya menjawab, "Raja Bai baik-baik saja. Yang Mulia sudah koma selama satu tahun, jadi semua orang sudah baik-baik saja dan hampir pulih belakangan ini."
Gu Yuena mengangguk pelan, merasa lega. Ia pun menuruti Huang Jiu untuk kembali ke kamar.
Satu tahun dia koma. Ini adalah rekor koma terlama dalam catatan kehidupan Gu Yuena. Pantas saja dia merasa seluruh tubuhnya sangat kaku dan lemas.
Chu Xin kembali bersama beberapa orang dari balai medis, terutama Jin Xiao. Hanya saja, Bai Youzhe masih belum terlihat.
Gu Yuena agak kecewa. Dia masih memiliki banyak pertanyaan untuk Bai Youzhe.
Jin Xiao mendekat, lalu menghela napas ketika melihat Gu Yuena. Tidak ada arogansi di matanya seperti sebelumnya. Dia hanya merasa bahwa Gu Yuena sangat menyedihkan.
"Tinggalkan kami." Gu Yuena meminta mereka meninggalkan mereka berdua. Sebelum mengajukan pertanyaan pada Bai Youzhe, alangkah baiknya jika bertanya pada Jin Xiao terlebih dahulu.
Jin Xiao telah merawatnya atas permintaan Bai Youzhe. Dia pasti tahu banyak mengenai kondisinya.
Jin Xiao duduk di tepi tempat tidur, lalu memeriksa denyut nadi Gu Yuena. Dia menarik alisnya. "Ini bagus. Regenerasimu membaik. Kamu akan pulih dalam beberapa bulan lagi dan bisa bertempur sampai mati lagi." Nadanya sangat menyindir.
"Aku ingat seharusnya aku sudah mati. Apa kau tahu itu?"
Jin Xiao menarik alisnya, lalu tersenyum mengejek. "Entahlah? Aku sibuk meneliti kondisi pengelihatanmu, bagaimana aku bisa memiliki waktu untuk memperhatikan nyawamu? Lagipula, kapan kau tidak pernah mati dalam pertempuran? Bagiku, kau sudah mati ribuan kali."
Jawaban Jin Xiao sangat tidak bertanggungjawab dan menyebalkan. Untungnya Gu Yuena tidak terlalu memikirkannya, atau dia sudah memukul otak kecil wanita itu.
"Bagaimana situasiku saat Bai Youzhe membawaku kembali?" tanya Gu Yuena.
Jin Xiao memiringkan kepalanya. "Kamu sangat ingin tahu, kenapa tidak menanyakannya langsung pada Raja Bai?"
Gu Yuena merentangkan tangannya, "Kamu lihat? Apa dia datang menemuiku? Kamu pasti tahu sesuatu."
Jin Xiao memutar bola matanya. "Sebenarnya, aku tidak tahu banyak. Saat kalian kembali, kalian sudah sekarat dan merepotkanku. Kamu tidak mati, tapi vitalitasmu menurun dan jantungmu hampir tidak berdetak. Selain itu, seluruh meridianmu juga hancur. Jika Raja Bai tidak menyegel aliran darahmu, kamu sudah mati sebelum tiba."
"Bagaimana dengan Bai Youzhe?"
Jin Xiao menjawab, "Apa yang bisa dikhawatirkan tentangnya? Fisik naga sangat kuat. Meski cedera dalamnya sangat buruk dan meridiannya hampir hancur karena pertempuran di langit hari itu, keberuntungannya lebih bagus darimu. Hanya kamu yang sial di sini."
"Aku serius."
"Aku lebih serius," cibir Jin Xiao. "Yah, dia sempat koma beberapa hari dan telah melakukan pemulihan mandiri selama beberapa bulan terakhir. Aku hampir tidak bisa melihatnya setiap saat. Aku pikir ... ada banyak perubahan yang terjadi padanya."
Gu Yuena semakin penasaran. "Perubahan?"
Jin Xiao menatapnya dengan misterius. "Lihat saja nanti. Kemarin Raja Bai terdahulu, Bai Tianzhi, datang. Aku tidak tahu ada masalah apa di antara mereka. Tapi aku pikir, ini ada hubungannya dengan cedera yang diterima Raja Bai."
Gu Yuena tenggelam dalam pikirannya. Dia jelas sudah mati saat itu. Namun, ketika Bai Youzhe membawanya kembali, ternyata dia masih hidup?
Kegagalan di dalam nirvana tidak memiliki solusi, seberuntung apa pun Gu Yuena. Jika gagal, maka mati. Karena pada dasarnya Gu Yuena sudah mati saat pengorbanan lingkaran sihir.
Ini sangat aneh.
"Hei, aku menemukan lingkaran sihir di matamu saat kau kembali. Jadi aku langsung menelitinya dan mendapat hasil bahwa aku bisa membantumu mendapatkan pengelihatanmu kembali."
Li Hua menepati janjinya. Namun, Gu Yuena tidak merasa senang. Ia masih ingat tampilan Li Hua sebelum kematiannya. Itu membuatnya merasa sangat sakit.
"Jika lingkaran sihir tidak kembali ke mataku, apa kau akan berkata seperti itu?"
Jin Xiao mendesah. "Jangan berkata seperti itu. Aku mengobatimu juga tidak gratis. Suamimu telah membayar padaku, dan aku tidak bisa makan gaji buta. Melihat peluang ada di depan mata, aku tidak ingin kau memutus karierku."
"Apa yang kau minta?"
"Sederhana. Ketika kalian memiliki anak nanti, aku akan mengambil anak kalian untuk berada di Istana Luye-ku."
Gu Yuena mengerutkan kening. "Apa katamu?!"
"Apa aku terlihat seperti wanita jahat? Aku hanya takut anak kalian diajari menjadi psikopat dan menghancurkan dunia! Aku sedang melakukan misi menyelamatkan dunia."
Pikiran Gu Yuena terdistorsi. Sebenarnya siapa yang tidak masuk akal di sini?
Bai Youzhe yang menjual anak mereka atau Jin Xiao yang sedang berusaha 'menyelamatkan dunia' dengan caranya sendiri?
Jin Xiao benar-benar berpikiran sampai sejauh itu. Dia luar biasa.
"Jangan pikirkan hari yang akan tiba itu, pikirkan dirimu yang sekarang. Jika kau tidak sembuh, bagaimana aku akan mendapatkan bayarannya? Kontrak perjanjiannya masih ada padaku, jangan macam-macam! Nyawamu ada di tanganku."
"...."
Bahkan sampai membuat kontrak perjanjian. Sebenarnya Jin Xiao yang tidak waras atau Gu Yuena yang tidak waras?
"Minum obat!" Jin Xiao meninggikan nada suaranya menjadi galak, menyodorkan beberapa pil pada Gu Yuena.
Gu Yuena meminumnya dengan setengah hati, lalu minum air untuk menghilangkan rasa pahit yang ia benci. Jin Xiao pun tersenyum puas.
Senang sekali melihat Gu Yuena berada dalam kendalinya. Raja Bai, kau berhutang padaku!
Setelah Gu Yuena minum obat, Jin Xiao memaksanya beristirahat dan mengancam akan menguncinya di dalam kamar yang kedap ini. Dia bertindak seolah telah menguasai istana.
Dengan kondisi Gu Yuena, bagaimana ia bisa membantah? Dia hanya diam di atas tempat tidur dan melihat kepergian Jin Xiao yang memasang senyum penuh kemenangan. Gu Yuena mendengus, lalu tidur di balik selimut.
Ketika Jin Xiao menutup pintu kamar Gu Yuena, dia dihadapkan oleh sosok pria tampan dengan jubah hitam yang khas, berdiri di depannya dengan wajah dingin.
Jantung Jin Xiao nyaris copot. Dia segera menenangkan jantungnya dan menunduk untuk menunjukkan penghormatan sebelum pergi.
Pria itu tiba-tiba bicara padanya, "Bagaimana kondisinya?"
Jin Xiao menghentikan langkah, lalu berbalik melihat pria tampan dan dingin yang berdiri kokoh di depan pintu. Rautnya menjadi serius ketika menghadapi pria itu. "Kondisinya sudah baik-baik saja. Namun, cedera dalam yang dialami akibat pengorbanan tiga lingkaran sihir terlalu fatal. Tiga titik fatal yang mengalami kerusakan kini secara bertahap membaik."
"Itu bagus."
Jin Xiao ragu sejenak, lalu berkata, "Ada beberapa hal yang bisa kukatakan, sisanya tidak. Seperti katamu, aku tidak membocorkan situasi aslinya. Gu Yuena sangat sensitif, jadi kau mungkin harus membayarku lagi atas karangan yang kubuat."
"Akan kukirim nanti."
"Bagus." Jin Xiao melihat ke arah pintu, "Kurasa dia merindukanmu. Aku pikir ... akan lebih baik jika kau mengatakan kebenarannya saat bertemu nanti."
Jin Xiao pun pergi setelah memberi pesan pada pria yang tidak lain adalah Bai Youzhe.
Bai Youzhe tidak melirik ke arah Jin Xiao sejak awal. Pandangannya tetap tertuju pada pintu sampai Jin Xiao benar-benar pergi.
Seperti yang dikatakan Jin Xiao, Bai Youzhe memiliki sedikit perubahan. Dia sepenuhnya pada penampilan aslinya, rambut perak yang menawan dan indah.
Dia melangkah memasuki kamar di mana Gu Yuena berada. Ketika melihat istrinya yang sedang dalam suasana hati buruk itu berada di balik selimut dan menggerutu, ia pun terkekeh dan segera menghampiri.
Gu Yuena tidak sadar seseorang menghampiri karena persepsinya ditutup akibat kondisi. Ia puk terkejut ketika merasa seseorang naik ke atas tempat tidur dan memeluknya.
Gu Yuena spontan menurunkan selimut agar dapat melihat siapa yang datang. Tapi dia lupa, kalau dia tidak bisa melihat. Semua yang dilihatnya abstrak.
Hati Gu Yuena jatuh seketika.
"Youzhe?" Gu Yuena hanya bisa menebak-nebak siapa yang dengan kurang ajar naik ke tempat tidur dan memeluk seenaknya.
"Aku merindukanmu." Bai Youzhe memeluknya dengan lembut agar tidak menyakiti Gu Yuena yang sedang terluka. Ia merindukan segalanya dari Gu Yuena dan enggan melepaskannya.
Wajah Gu Yuena melembut. Ia membalas pelukan, lalu berbisik, "Terima kasih, telah melindungiku, menyelamatkaku, dan merindukanku."
Bai Youzhe tersenyum. "Bodoh, kenapa kamu berterimakasih? Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan."
"Jika tidak ada kamu, aku tidak akan bisa hidup sampai saat ini. Aku tetap harus berterimakasih." Gu Yuena berkata dengan sungguh-sungguh.
"Baiklah, terserah padamu." Bai Youzhe menatap iris merah Gu Yuena. Ada perasaan senang di hatinya ketika melihat mata Gu Yuena yang hidup kembali. "Aku akan melakukan apa pun hanya untukmu, tidak peduli apa konsekuensinya."
Gu Yuena tersenyum, lalu mengusap wajah pria itu sambik berkata, "Apa kamu ingat? Aku berkata bahwa aku telah gagal dalam proses nirvana. Sejujurnya, aku sangat terkejut menyadari bahwa aku masih hidup."
Bai Youzhe terdiam sejenak. Ia pun tersenyum, lalu berkata, "Kamu sangat kuat, bagaimana bisa meninggal semudah itu apalagi setelah menerima kekuatan Ratu Phoenix?"
"Benar." Gu Yuena mengambil posisi nyaman dan bersandar di dada Bai Youzhe, mendengarkan detak jantungnya yang cukup cepat. "Jika ada sesuatu yang mengganggumu, aku akan mendengarkan keluhanmu. Kalau kau ingin mengatakan sesuatu, aku akan mendengarkan dengan baik dan menerimanya."
Gu Yuena sudah siap bahwa Bai Youzhe akan berkata "tidak ada" atau "baik" seperti biasanya. Gu Yuena tidak mengharapkan Bai Youzhe akan menjawab, karena itu hanya akan membuatnya kecewa.
Asal Bai Youzhe baik-baik saja, dia tidak akan masalah.
Namun, Bai Youzhe yang tiba-tiba bicara membuat Gu Yuena terdiam.
"Sebenarnya, aku sangat ketakutan setiap harinya." Bai Youzhe menatap Gu Yuena dengan lekat. "Untungnya kamu sudah baik-baik saja."
"Aku selalu baik-baik saja."
Bai Youzhe tersenyum kecut. "Nana, aku bukan lagi manusia. Aku pikir kamu perlu tahu hal ini, dan aku sudah berjanji tidak akan menyembunyikan apa pun darimu."
"Apa maksudnya?"
Bai Youzhe sedikit tertawa, lalu mengusap kepala Gu Yuena dengan penuh kasih sayang. "Aku sangat marah saat menyadari bahwa kamu melakukan pengorbanan lingkaran sihir, dan berpikir untuk menghukummu setelah kembali. Namun, aku berubah pikiran. Bagaimana aku bisa menghukummu? Saat kamu tertidur di pelukanku, aku hanya merasa bahwa segalanya tidak lagi penting. Aku hanya menginginkanmu, bahkan jika harus mengorbankan diriku sendiri."
Gu Yuena mendengar dengan seksama, tapi masih belum mengerti apa maksud dari perkataan Bai Youzhe. Ia justru semakin bingung.
Bai Youzhe lanjut menjelaskan, "Gagal dalam nirvana bukan berarti kamu akan pergi begitu saja. Kamu adalah pemilik darah phoenix, dan kami saling melengkapi. Dengan menyatukan jiwa kita, salah satu dari kita tidak akan mati jika yang lainnya tidak mati. Itu berarti, nyawamu juga nyawaku."
Gu Yuena terkejut dengan penjelasan Bai Youzhe. Ada metode seperti itu? Penyatuan jiwa? "Lalu, maksudmu kalau kau bukan manusia ...."
"Kamu tahu aku adalah setengah naga. Jadi dengan melaukan penyatuan jiwa, aku telah melepas identitas manusiaku dan sepenuhnya menjadi naga. Manusia tidak bisa melakukan hal semacam itu, tapi naga bisa. Itu karena jiwa naga lebih kuat dari manusia."
Untuk melepas identitas manusia, itu berarti Bai Youzhe harus mati terlebih dahulu ....
Gu Yuena merasa sakit di hatinya. Jadi pada saat ia menghembuskan napas terakhir hari itu, Bai Youzhe mengakhiri hidupnya?
Naga memiliki semacam metode memperpanjang hidup dan metode terlahir kembali seperti phoenix. Bai Youzhe terlahir kembali sebagai naga, lalu melakukan penyatuan jiwa dengan Gu Yuena yang merupakan phoenix. Mereka telah menjadi satu.
Meski rasanya agak tidak masuk akal, Gu Yuena tidak bisa tidak merasa sedih di hatinya. Matanya berkaca-kaca, lalu memeluk Bai Youzhe dengan erat.
"Bagaimana kamu bisa begitu ekstrim? Bagaimana jika gagal?" Gu Yuena dipenuhi pikiran negatif dan terlalu khawatir.
Bai Youzhe tersenyum dengan lembut. "Bukankah aku berhasil? Asalkan kamu baik-baik saja, yang lain tidak penting. Kita tidak dapat berinkarnasi, jadi manfaatkan hidup ini dengan baik."
Gu Yuena mengangguk patuh. Hatinya masih merasa sedih. Dia sudah mati sejak awal, lalu Bai Youzhe bunuh diri. Bukankah itu terlalu menyedihkan?
Tapi keduanya dilahirkan kembali di saat yang sama sebagai satu jiwa.