Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
9. Kakak Meninggalkanku



"Gu Yuena? Kenapa dia di sini?"


"Ini ulang tahun kakaknya, tentu saja dia datang."


"Aku pikir dia tidak akan menunjukkan diri karena hari itu. Aku dengar dia membatalkan pertunangan dan menyerahkan tunangannya pada adiknya, sangat disayangkan."


"Shh, Tuan Muda Yuan sangat menyayangi adiknya, jangan bicara sembarangan di sini."


"Jadi dia Gu Yuena?" Luo Zhiyi menarik sebelah alisnya. Ia melirik Luo Yi di sebelahnya, kemudian mendengus. "Ternyata hanya seorang yang tidak bisa berkultivasi. Bagaimanapun, Klan Luo tetap lebih unggul."


Gu Yuena masuk ke dalam aula tanpa mengalihkan pandangannya pada Gu Yuan. Ia sudah mendengar semuanya. Sekarang ia takut, kakaknya yang lama tidak berjumpa akan pergi lagi dan mengabaikannya. Ini tidak boleh terjadi.


"Yuena memberi salam pada Adipati dan para tamu sekalian." Gu Yuena sedikit menekuk lututnya sambil menunduk. Ia kembali tegak setelah mendapat balasan Gu Shan, kemudian melihat ayahnya dengan serius.


"Yuena, kamu tidak bergabung dengan Yueli?" Gu Shan agak bingung.


"Yuena sudah mendengar mengenai perjodohan yang diajukan Klan Luo, Yuena menghargainya. Meski perjodohan anak di tangan orang tua, tapi pilihan kakakku adalah yang terpenting. Kalian mendesak kakakku untuk menjawab sekarang juga, sama saja seperti tidak memberinya pilihan lain di depan semua orang."


Mereka semua saling tatap dengan heran. Sejak kapan Gu Yuena jadi pandai bicara? Apalagi, ia telah terang-terangan menyinggung Klan Luo dengan mengatakan bahwa mereka mendesak Gu Yuan!


Gu Shan merasa ingin menangis. Sepertinya putrinya itu tahu situasinya yang tidak setuju pada Luo Yi sehingga berniat menghentikan pernikahan ini. Tapi, situasi tidak mendukung. Ia tidak berani menentang Klan Luo, tapi Gu Yuena menentangnya secara terbuka. Ini benar-benar ....


"Hanya seorang gadis naif yang tidak tahu aturan, apa kau berhak mempertanyakan keputusan Ketua Klan?" Luo Zhiyi menatap Gu Yuena penuh permusuhan. Sudah bagus ayahnya mengusir Luo Yi dari klan melalui pernikahan. Kenapa harus ada orang bodoh yang menghentikannya? Sampah memang sampah.


"Zhiyi, tutup mulutmu." Ketua Klan Luo memperingati dengan tegas. Ia kemudian memandang Gu Yuena yang menatapnya dengan datar. "Perkataan Nona benar, kami terlalu mendesak Tuan Muda Yuan. Tapi jujur, sebenarnya hal ini sudah didiskusikan oleh yang bersangkutan."


Gu Yuena semakin bingung. Gu Shan juga sama. Karena hal ini adalah privasi, ia meminta semua orang yang tidak ada hubungannya dengan Klan Luo dan Kediaman Adipati untuk keluar menikmati pesta.


Setelah semua orang keluar dengan rasa penasaran, aula ditutup untuk rapat penting antara kedua keluarga. Para tamu hanya bisa melihat hiburan yang diadakan Kediaman Adipati.


Luo Yi bangkit dari tempatnya bersama Ketua Klan dan Luo Zhiyi. Para pelayan dan orang-orang yang dibawa Klan Luo juga telah keluar atas perintah mereka, sehingga hanya ada mereka bertiga dari Klan Luo.


"Sepertinya ada kesalahpahaman yang harus diluruskan. Aku minta maaf tidak memberitahu sebelumnya, tapi aku dan Gu Yuan, sudah mendiskusikannya sebelum kembali ke Kekaisaran Yi." Luo Yi bicara secara langsung dengan nada yang sangat tenang. Ia melihat Gu Yuena dengan senyuman.


Gu Yuena terkejut. Ia melihat kakanya penuh tuntutan. "Dia benar?"


Gu Yuan menghela napas. Ia mendekati adiknya, kemudian memasang wajah minta maaf. Ia awalnya ingin memberitahu Gu Shan juga setelah pulang, tapi siapa sangka Ting Le membuat masalah sehingga ia mengundurkan niat sampai hari ini.


Gu Shan juga sama terkejutnya. Putranya ini ... benar-benar melupakannya!


"Benar-benar tidak memberiku wajah," gumam Gu Yuena kesal.


Ia pun pergi dengan amarah bergebu-gebu berpikir bahwa kakaknya telah melupakannya. Ia telah melewati hari dengan buruk, tapi Gu Yuan malah bersenang-senang dan memiliki kekasih sampai ingin menikah. Benar-benar membuatnya marah!


"Kalau begitu, aku sebagai perwakilan orang tua Yi'er akan menjelaskannya." Ketua Klan Luo memasang senyum gembira. Ia sangat senang melihat wajah terkejut si otak licik itu—Adipati Gu.


Ia pun menjelaskannya selama Gu Yuena pergi kembali ke kamar. Pengakuan Gu Yuan dan Luo Yi mempertegas penjelasan Ketua Klan Luo membuat Gu Shan nyaris kehilangan darahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nana, aku minta maaf. Aku salah, seharusnya aku mengatakannya padamu kemarin. Nana, jangan marah lagi. Aku minta maaf ...."


Gu Yuan mengetuk pintu kamar Gu Yuena sambil memanggilnya sampai lelah. Gu Yuena tetap mengurung diri tanpa memberi sahutan.


Gu Yuan menghela napas. "Ketika melihatmu ditindas, aku terlalu marah sampai lupa mengatakannya. Alasan aku datang menemuimu terlebih dahulu adalah karena ini."


"Pergi! Aku hanya orang malang yang ditinggalkan. Ibu pergi, tunanganku selingkuh, ayah tidak peduli, sekarang Kakak juga tidak menganggapku. Bahkan tidak memberiku wajah di depan Klan Luo. Pergi saja pada Luo Yi itu, aku tidak peduli!"


Suara Gu Yuena terdengar sampai keluar membuat Gu Yuan terkejut. Ia nyaris tidak bisa berkata-kata hingga harus menghela napas untuk kesekian kalinya. Ia menjadi sangat lemah di depan adiknya itu.


Gu Yuan berbalik, kemudian melihat Luo Yi yang berdiri sambil bersedekap dada memperhatikan dalam diam. Gu Yuan menghampiri dengan perasaan bersalah.


"Jika dia menyinggungmu, aku minta maaf."


"Seharusnya kita seimbang. Adik sepupuku juga tidak akan mengampunimu." Luo Yi menyahut dengan enteng.


"Luo Youzhe?"


Luo Yi mengangguk, kemudian menghela napas. "Dia akan datang sebentar lagi dan pasti akan langsung menemuiku. Tidak, dia akan menemui Paman dan mengajukan protes. Hari ini adalah hari yang melelahkan."


Gu Yuan tersenyum kecut. Tidak hanya ia yang kesulitan menangani adiknya itu, rupanya Luo Yi juga kesulitan. Bagaimanapun, Luo Yi sangat dekat dengan Tuan Muda Luo seperti adik dan kakak kandung dibandingkan dengan Luo Zhiyi.


***


Seluruh anggota Klan Luo berkumpul di paviliun yang telah disediakan Gu Shan secara khusus. Luo Yi baru saja kembali dari paviliun Gu Yuena untuk melihat kondisi gadis itu. Tapi baru saja kembali, ia sudah menemukan sosok pria berjubah hitam dengan perawakan tinggi yang membuatnya harus mendongak.


Pria itu berdiri di tepi kolam sambil melihat secarik surat di tangannya sebelum akhirnya surat tersebut menghilang. Wajahnya yang dingin tidak menunjukkan emosi apa pun. Tapi ketika berbalik dan melihat Luo Yi, ekspersinya segera berubah. Wajah tampan yang semula sangat dingin kini menjadi dipenuhi tanda tanya dan kejutan.


Luo Yi tersenyum kecut, kemudian berjalan ke arah gazebo paviliun dan menuangkan secangkir teh untuk adik sepupunya yang tampak menuntut itu.


"Apa kau akan menikah dengannya?" Pria itu bertanya dengan nada datar.


"Ini." Luo Yi menyodorkan secangkir teh pada pria tampan itu. Jika pria itu bukan sepupunya, ia sudah pasti akan jatuh cinta pada paras rupawan dan sikap kekanakan yang selalu diperlihatkan. Yah, meski bocah itu kadang membuat masalah di mana-mana.


Pria itu menerima secangkir teh yang diberikan Luo Yi, kemudian duduk tanpa meminum teh di tangannya. Rautnya tampak rumit.


"Apa Ayah memaksamu? Aku akan bicara padanya." Ia bersikeras menyalahkan ayahnya sendiri yang telah menjodohkan Luo Yi.


Luo Yi terkekeh, kemudian berkata, "Tidak perlu khawatir. Aku sendiri yang meminta pernikahan ini tanpa paksaan. Kamu sudah tahu, hubunganku dengan Gu Yuan sudah berlangsung hampir 5 tahun. Jika kau menghentikanku menikah, maka itu hanya akan menjatuhkan hatiku."


"Tapi ... bagaimanapun dia adalah orang kekaisaran. Apalagi dari Kediaman Adipati Gu."


"Youzhe, apa kau memiliki prasangka buruk pada Kediaman Adipati?"


"Entahlah." Luo Youzhe menghela napas. "Tidak bisa. Kau tidak boleh menikah."


"Lalu, kau akan menikahiku begitu?"


"Sampai kapan pun kau adalah kakakku."


"Karena kau sudah menolakku, maka aku akan menikah dengan kekasihku. Apa itu salah?" Kemudian tatapannya menjadi serius. "Jangan memeranginya, atau aku akan memerangimu."


Luo Youzhe mendengus. Jika sudah seperti itu, niat memerangi Gu Yuan hilang seketika karena ancaman Luo Yi. Kekuatan Gu Yuan tidak ada artinya di matanya. Itu sebabnya ia keberatan membiarkan kakak sepupunya menikah dengan Gu Yuan. Apalagi, Gu Yuan mirip seseorang. Tidak tahu apa hubungan Gu Yuan dengan orang itu.


"Kakak, kamu di sini." Luo Zhiyi datang dan langsung menempel pada Luo Yozuhe.


Wajah Luo Youzhe semakin menggelap. Bisa-bisanya bertemu dengan bocah menyebalkan ini. Itu sebabnya ia malas datang jika bukan mendengar berita pernikahan kakaknya.


"Kau terlihat buruk. Apa karena pernikahan Kakak Sepupu? Sudahlah, biarkan Kakak Sepupu menikah dan bahagia selamanya. Pada akhirnya, hanya aku yang peduli padamu." Luo Zhiyi menyengir.


Luo Youzhe menyingkirkan lengan Luo Zhiyi yang memeluk lengannya. Ia menatap adiknya yang bandel itu dengan tajam. "Seharusnya kau saja yang menikah dengan Gu Yuan, sesuai dengan harapan Adipati Gu."


"Kak, sebenarnya yang saudaramu dia atau aku?"


"Siapa yang menganggapmu saudara?" gerutu Luo Youzhe.


Luo Yi hanya bisa tertawa diam-diam melihat interaksi kekanakan sepasang adik dan kakak itu. Luo Youzhe sepertinya akan meledak sebentar lagi karena api yang dicipratkan Luo Zhiyi.


"Youzhe, aku akan pergi keluar malam ini. Kau gantikan aku di perjamuan malam." Luo Yi mengalihkan perhatian agar pria itu tidak meledak.


"Bersama Gu Yuan? Tidak!" Luo Youzhe bersikap keras kepala.


"Kakak Sepupu, kau sangat tidak tahu aturan. Jika kau pergi malam-malam, apa yang akan dikatakan orang?" Luo Zhiyi mencibir.


"Lagi pula aku pergi dengan tunanganku, apa masalahmu? Jika iri, carilah pria yang dapat diandalkan."


"Aku ada Kakak Youzhe!" Luo Zhiyi berkata dengan percaya diri.


"Kalian ... kalian menindasku!" Luo Zhiyi sepertinya akan menangis lagi membuat dua makhluk itu mengalihkan pandangan berpura-pura tidak lihat dan tidak ada hubungan dengan Luo Zhiyi. Itu membuat Luo Zhiyi semakin marah dan pergi sambil menggebrak meja.


"Kau keterlaluan." Luo Yi melihat kepergian Luo Zhiyi dengan miris.


"Jika aku tidak keterlaluan, dia akan bersikap sembrono. Lagi pula, aku tidak selalu ada di dalam klan."


Luo Yi tersenyum penuh arti. "Aku mengerti." Senyumnya semakin misterius. "Maka dari itu, carilah wanita yang dapat diandalkan untuk mengajari Luo Zhiyi cara menjadi manusia. Selain itu, kau tidak selalu bisa bertindak sendiri dalam berbagai masalah. Meski memiliki beberapa bawahan, tetap saja membutuhkan partner. Anggap saja rekan yang saling menguntungkan."


"Kak, aku tidak ingin membicarakannya."


Luo Yi mendengus jengkel. "Berapa umurmu? Kita hanya beda satu tahun, dan kau masih saja bertindak seperti anak kecil bebas yang suka main di jalanan ...."


Luo Youzhe tidak mendengarkan ocehan kakak sepupunya dan memilih menopang kepalanya dengan tangan di atas meja. Ia meminum tehnya dengan tenang sambil mendengarkan lantunan 'puisi' rutin Luo Yi yang membuatnya ngantuk.


"Youzhe, kau adalah penerus klan, apa akan terus berkeliaran mencari masalah dan menarik musuh di mana-mana? Jika demi investigasi, seharusnya kau tahu waktu. Siapa wanita itu? Oh iya, Su Churan. Entah dari mana asalnya, kau menikah saja dengannya."


"Dia hanya teman." Luo Yozuhe menyahut dengan malas.


"Aku dan Gu Yuan 5 tahun yang lalu juga teman."


"Aku tidak suka wanita berisik." Pria itu menyahut sambil menutup mata.


"Jadi kau membenciku?" Luo Yi tersinggung.


"Kecuali kau." Luo Youzhe menunjuk Luo Yi, kemudian kembali menutup mata dan bersantai mendengarkan iringan 'musik'.


Luo Yi mendengus. "Pantas saja tempatmu seperti rumah hantu."


"Tidak ada hantu di rumahku."


"Kalau kau hantunya, tentu saja tidak ada hantu lain." Luo Yi semakin jengkel. Ia menarik pemikiran bahwa ia akan jatuh cinta pada bocah tengil yang hobi membuat orang lain baik darah. "Sudahlah, aku tidak ingin terus marah-marah. Gantikan tempatku, katakan pada Paman bahwa aku ada urusan."


"Kau bermesraan dengan kembang api itu, sedangkan aku ditekan. Kakak Yi, kau sudah tidak menginginkanku." Luo Youzhe semakin bersikap kekanakan dan memasang wajah sedih sambil menunduk di antara lengannya yang dilipat di atas meja.


"Aku seperti melihat Gu Yuena versi kedua," gumam Luo Yi mencibir sikap pria tak tahu malu itu. Di luar terlihat dingin, tapi sebenarnya sering membuat seseorang naik darah dan jantungan.


"Bukan Gu Yuena versi kedua, tapi Luo Youzhe versi pertama. Orang yang kau maksudlah yang versi kedua."


"Masih melawan?"


Luo Youzhe mendongak melihat kakaknya. "Aku tidak bisa menggantikanmu, aku ada kencan."


"Kencan? Aku justru akan percaya jika kau berkata bahwa ada musuh menyerang dan kau harus membunuh mereka."


"Yasudah kalau tidak percaya." Ia kembali meletakkan kepalanya di atas lengan dengan malas.


"Kau benar kencan?" Luo Yi agak ragu.


"Aku melihat kuda cantik di hutan dan kudaku menyukainya. Jadi, aku harus mengantarnya berkencan."


Luo Yi semakin naik darah dibuatnya. Tangannya mengeluarkan sebuah kilatan cahaya ungu samar membuat Luo Youzhe yang awalnya bermalas-malasan langsung duduk tegak untuk menghentikan Luo Yi.


"Wah, Kak, jangan lepas kendali seperti itu. Kau ingin mengubah paviliun ini menjadi lautan sihir?"


Luo Yi menarik kekuatannya dan menurunkan tangannya ke atas meja agak keras. Luo Youzhe menyerah dibuatnya.


"Baik, baik, aku akan menggantikanmu. Tapi aku tidak berjanji tidak akan berlama-lama. Aku malas ditanyakan kapan menikah."


Luo Yi tersenyum. "Tenang saja. Itu tidak akan terjadi kecuali jika kau tidak membuat masalah."


Ia tidak percaya Luo Youzhe tidak akan membuat masalah. Hampir semua acara yang dikunjunginya bermasalah. Entah siapa lagi yang akan dikacaukannya.


"Omong-omong, Gu Yuena, adik Gu Yuan juga akan ada di perjamuan. Sebisa mungkin jangan mengusiknya. Temperamennya lebih aneh dari yang dibayangkan, tidak sesuai rumor." Ia mengingat kembali sikap Gu Yuena yang sangat berani di aula. Meski ucapannya terdengar sopan, tapi tidak ada yang tahu bagaimana wajah di balik cadar itu.


"Kalau itu aku tahu," gumam Luo Youzhe dengan suara yang sangat kecil.


"Kau bilang apa?" Luo Yi tidak mendengar dengan jelas apa yang digumamkan.


"Hanya seorang gadis yang labil. Tapi aku tidak berjanji tidak akan memperhatikannya. Bagaimanapun, dia adalah adik Gu Yuan."


Luo Yi justru takut mereka berdua akan membuat masalah yang lebih besar. Ketika ia melihat Gu Yuena, ia seperti melihat replika Luo Youzhe yang memiliki banyak sisi. Jika kedua orang ini terlibat dalam masalah yang sama, bukannya masalah selesai malah semakin besar atau bahkan meledak. Lebih baik ia menghindar.


Alasan ia memaksa Luo Youzhe tidak lain karena perintah Ketua Klan. Barulah ia menggunakan alasan akan berkencan dengan Gu Yuan, agar memiliki alasan memaksa Luo Yozuhe ikut perjamuan yang tidak pernah dihadirinya. Ia hanya bisa berdoa dalam hati bahwa semua orang dalam perjamuan dapat keluar dalam keadaan sehat mental.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seperti yang dikatakan Luo Yi, Gu Yuena benar-benar datang ke perjamuan untuk mengajukan protes lanjutan. Ia masih tidak rela kakaknya direbut wanita lain.


Ia memasuki ruang perjamuan dan menemukan para bangsawan yang saling bercengkrama dengan arak. Ia melintasi mereka begitu saja, pergi ke arah Gu Shan dengan langkah tegap.


Gu Yuan saat ini sedang di luar bersama Luo Yi. Ia tidak bisa mengganggu mereka karena kehilangan jejak terlebih dahulu, apalagi ia masih dalam keadaan merajuk dan tidak ingin ditemui Gu Yuan. Alhasil, ia harus memaksakan diri ke perjamuan.


Ting Le dan Gu Yueli ada di perjamuan, mengambil kesempatan Gu Yuan yang tidak hadir. Jika Gu Yuan hadir, mereka berdua akan kesulitan, terutama Ting Le. Itu sebabnya mereka tidak hadir di pertemuan pertama sebelumnya.


Gu Yuena baru saja akan mengajukan protes, namun Gu Yueli tiba-tiba menghampiri dan meraih lengannya seolah mereka betulan akrab. Gu Yuena bahkan terheran-heran.


"Kakak Keempat, duduklah di sampingku." Gu Yueli menuntun Gu Yuena dengan senyuman polos yang terpatri di wajahnya.


Entah apa yang direncanakannya. Untuk saat ini, Gu Yuena tidak bisa menghampiri ayahnya untuk mengajukan protes. Ia kesal, tapi hanya bisa menahannya untuk menunjukkan pencitraan sebagai kakak yang baik.


Ia duduk di tempat sebelah Gu Yueli yang sepertinya memang disediakan oleh gadis itu dengan niat tertentu. Ia harus sabar.


Klan Ye datang dengan sambutan luar biasa dan tangan terbuka dari para pejabat. Ye Suanwu melintas dan melihat Gu Yueli dengan senyuman. Kemudian tatapannya terarah pada Gu Yuena. Tatapannya menjadi aneh dan hanya Gu Yuena yang menyadarinya.


"Tukang selingkuh ini ...." Gu Yuena menurunkan pandangannya dengan malas. Tahu begitu, lebih baik ia tidur daripada menghadiri acara seperti ini.


Ketika Gu Yuena menutup matanya untuk sesaat, pengumuman kedatangan Klan Luo memenuhi telinganya.


Klan Luo datang dengan sambutan yang sama meriahnya dengan Klan Ye. Sebagai klan besar, mereka sangat terkenal di penghujung dunia. Terutama pria yang jarang terlihat tersebut, kini hadir di antara rombongan klan tepat di samping Ketua Klan.


Ketua Klan Luo dalam suasana hati baik. Ia menggandeng kedua anaknya di kedua sisi. Berbeda dari Luo Zhiyi yang menampilkan senyum angkuh, Luo Youzhe tampak suram tanpa menunjukkan ekspresi. Ia sepertinya tertekan.


Luo Youzhe mengedarkan pandangan seolah mencari sesuatu dalam diam. Kemudian pandangannya terarah pada gadis bercadar yang sedikit menutup mata dengan tampilan malas.


"Ketemu," gumamnya yang tidak terdengar di tengah kebisingan.


Gu Yuena sadar telah diperhatikan. Ia membuka mata, kemudian melihat ke arah sepasang mata yang membuang punggungnya mendingin. Ia melihat pria yang meliriknya dengan aneh. Apa mereka pernah bertemu?


Merasa belakangan ini ia sering melupakan banyak hal karena memori yang menumpuk, ia meminum secangkir teh di atas meja untuk menenangkn hati selagi kelompok Klan Luo pergi duduk di tempat yang disediakan secara khusus.


Gu Yuena menghela napas. Ia melihat Gu Yueli yang tampak berbinar seolah melihat harta paling berharga di dunia. Gadis itu benar-benar terlihat menyebalkan di matanya. Paling tidak hanya melihat Ye Suanwu, si tukang selingkuh itu.


"Bodoh."


Tapi karena penasaran, Gu Yuena melihat ke arah pandang Gu Yueli. Ia melihat salah satu pria asing di gerombolan Klan Luo. Wajahnya sangat tampan. Saking tampannya sampai membuat Gu Yuena teringat pada seseorang.


Gu Yuena berusaha mengingat siapa pria itu. Tapi ingatannya justru menampilkan peristiwa malam panjang ketika ia mabuk ....


Yang benar saja! Pria yang tidur dengannya adalah anggota Klan Luo yang kini hadir sebagai orang penting yang dapat berdiri tepat di samping Ketua Klan. Jika dipikirlan, identitasnya seharusnya tidak hanya sekadar anggota klan biasa.


Dia adalah Tuan Muda Luo! Penerus kepemimpinan Klan Luo!


"Kesialan macam apa ini ...."