
Dunia Bawah penuh akan hal menarik. Naga dan manusia yang hidup berdampingan, ras phoenix yang langka, serta musuh berupa iblis yang merajalela pemicu peperangan. Posisi tertinggi ada di antara naga dan phoenix. Naga menjadi raja, phoenix menjadi ratu.
Namun, ras phoenix terlalu langka sejak hilangnya Ratu Phoenix yang tertidur setelah peperangan melawan iblis. Sekali adanya ras phoenix yang muncul di permukaan, mereka selalu menjadi perhatian penuh terutama bagi para naga.
Meski memiliki ras berbeda, phoenix bagaimanapun adalah makhluk suci satu-satunya yang dapat berpasangan silang dengan naga. Ras phoenix dikatakan memiliki rupa yang sangat cantik dan penuh semangat akan hal baru. Mereka memiliki daya tarik sendiri sehingga naga manapun tidak akan bisa melewatkan satu phoenix yang lewat di area mereka.
Sedangkan manusia adalah keberadaan yang lebih rendah dari naga dan phoenix. Jika naga memimpin, phoenix merupakan pendamping, sedangkan manusia adalah rakyatnya. Karena jumlah naga yang terbatas sedangkan manusia yang berlimpah, banyak manusia mengagung-agungkan beberapa naga yang terkenal sangat kuat bagaikan dewa.
Manusia ditakdirkan lemah, berada di bawah perlindungan naga selama hidup di Dunia Bawah dari iblis yang tidak ada habisnya. Dari konsep ini, bisa diketahui bagaimanan posisi naga yang bagaikan bangsawan di Dunia Bawah.
Beberapa waktu lalu muncul manusia yang berevolusi menjadi naga. Manusia yang ditakdirkan dan memiliki garis darah naga yang kuat, diangkat menjadi penguasa Dunia Bawah oleh para naga.
Tinggal di Istana, bukan berarti dia menikmati pelayanan yang tidak ada habisnya. Sebagai seorang penguasa, ia memiliki misi khusus untuk membangkitkan roh phoenix dan mengakhiri perang dengan iblis. Entah melalui jalur perdamaian atau perang, semua tergantung pada penguasa.
Penguasa Dunia Bawah awalnya merencanakan mengajukan perdamaian agar tidak lagi terjadi pertumpahan darah. Tapi ternyata, perdamaian hanyalah cara naif. Iblis memilih berperang untuk mendapatkan seluruh wilayah karena keserakahan serta kebencian, menyebabkan banyak pertumpahan darah selama ratusan tahun waktu Dunia Bawah berjalan.
Sudah lebih dari 100 tahun Bai Youzhe menangani para iblis dan melewati masa kedamaian yang singkat berulang kali. Sejak memasuki Dunia Bawah untuk pertama kalinya, ia sudah dihadapkan dengan perang antara naga dan iblis yang menimbulkan banyak korban. Ia bahkan nyaris menjadi korban sebagai manusia.
Setelah menyempurnakan darah naga, dia berhasil menjadi naga sepenuhnya dan mendapatkan posisi penguasa. Sebelumnya posisi itu kosong setelah kematian Gu Ying dan mengalami pertempuran besar selama bertahun-tahun.
Sebelum adanya Gu Ying sebagai pemilik darah naga, Dunia Bawah dipimpin oleh Raja Iblis. Raja Iblis adalah naga, namun mati atas pengkhianatan yang terjadi oleh kaumnya sendiri sampai mengakibatkan perang antara naga dan iblis. Perang itulah yang menyebabkan tidurnya Ratu Phoenix serta menghilangnya ras phoenix.
Sang ratu meninggalkan sebuah telur yang selama ratusan tahun tidak pernah menetas. Itu dianggap sebagai penerus Raja Iblis selanjutnya, namun telah diberi banyak segel sebelum kepergian sang ratu sampai saat ini tidak ada yang tahu bagaimana kabar telur tersebut dan kapan dia akan menetas.
Itu adalah telur naga dengan kekuatan iblis yang sangat besar. Para iblis mengincarnya untuk dihancurkan, takut apa yang ada di dalamnya menjadi bencana besar bagi ras iblis Dunia Bawah. Namun, untuk menghormati sang ratu, Naga melindunginya dalam periode yang sangat lama.
Telur berwarna perak dan penuh energi gelap itu disimpan dalam ruangan bersegel. Hanya beberapa orang yang dapat memasukinya, termasuk sang penguasa. Melihat telur yang selama bertahun-tahun dibiarkan tanpa tahu masih hidup atau tidak, Bai Youzhe tidak bisa melakukan apa pun. Ia ingin memeriksa, tapi segel yang melekat pada telur tersebut terlalu menghalangi. Seolah tidak boleh ada yang menyentuhnya.
Ia sudah lebih dari 100 tahun berada di Dunia Bawah, tapi masih tidak memiliki titik terang mau diapakan telur sebesar dua kepalan tangan tersebut. Selain itu, ia masih harus mencari roh phoenix untuk dibangkitkan. Mungkin saja dapat memicu apa yang ada di dalam telur tersebut.
Roh phoenix dapat muncul di mana saja. Itu adalah sisa dari roh sang ratu yang merupakan inti kehidupan ras phoenix. Dengan bangkitnya roh phoenix, ras phoenix dapat muncul kembali secara terbuka. Itu seharusnya menjadi tugas ras phoenix, tapi sejauh ini belum ada berita mengenai kemunculan phoenix.
Mungkin ... Gu Yuena bisa mendapatkan solusinya. Namun, Bai Youzhe sendiri masih mencari Gu Yuena sampai saat ini. Tidak mudah mencarinya di Dunia Bawah.
Sudah 20 tahun waktu dihabiskan di Dunia Bawah, yang menunjukkan bahwa waktu telah berlalu 1 tahun di Dataran Mitian. Seharusnya Gu Yuena sudah di Dunia Bawah, 'kan?
Meninggalkan ruangan segel, Bai Youzhe berjalan kembali ke ruangannya sambil menghela napas panjang. Sebelum benar-benar memasuki ruangan kerjanya, iris biru malamnya melihat suasana luar yang awalnya senyap kini dipenuhi dengan nyala kembang api.
Tahun baru telah tiba. Semua orang merayakannya di luar.
Ia berbalik ke arah jendela untuk melihat pemandangan dunia luar yang begitu ramai. Para naga berterbangan, merayakan bersama kembang api dengan suka cita. Meski masih ada iblis mengintai, tidak masalah sedikit bersenang-senang untuk melepas penatnya peperangan.
"Ada baiknya jika kamu juga di sini," gumam Bai Youzhe. Pandangannya meredup melihat keramaian di luar. Bayangan memori terakhir kali ia dan Gu Yuena menghadiri sebuah festival kembali terngiang.
Senyuman itu ... dia sangat merindukannya.
Chu Xin muncul bersama Bao Jun dan Hei Changge yang sedang kurang kerjaan. Mereka terdiam kala melihat tatapan redup raja mereka yang belakangan ini menjadi pria kesepian.
Kasihan sekali raja mereka.
Chu Xin berdeham, lalu membungkuk untuk memberi salam. "Yang Mulia." Bao Jun dan Hei Changge juga mengikuti.
"Ada sesuatu?" Bai Youzhe kembali menjadi serius tanpa mengalihkan pandangannya.
"Di luar sedang merayakan tahun baru, apa Yang Mulia tidak berkenan melihat-lihat? Mungkin saja ... dapat menemukan sesuatu yang menarik," ujar Chu Xin. Ia sempat ragu apa Bai Youzhe atau setuju atau tidak, tapi sepertinya tidak buruk mengatakannya.
Bai Youzhe melihat ke arah mereka bertiga dengan pandangan dingin, membuat ketiganya menahan napas. "Apa kalian begitu senggang?"
Chu Xin panik seketika. "Yang Mulia ... itu ... bukan itu maksudku ...."
Hei Changge segera menjelaskan, "Ada banyak orang berdatangan di kota, mungkin saja bisa mendapat petunjuk mengenai keberadaan roh phoenix melalui rumor manusia."
"Meski hanya rumor, tidak salah bila mendengarkan. Datang secara langsung untuk memastikan, lebih baik daripada menunggu. Yang Mulia juga jarang keluar, tidak akan ada yang mengenali." Bao Jun berusaha meyakinkan.
Sebenarnya ide itu tidak buruk. Bai Youzhe juga selama ini tidak keluar kecuali hanya untuk mencari keberadaan Gu Yuena. Mungkin saja di kota, ia dapat menemukan jejak Gu Yuena?
Pada akhirnya, Bai Youzhe setuju meski tidak harus mengucapkan sepatah-kata. Mereka bertiga sangat memahami raja mereka sehingga sangat senang sampai ingin melompat.
Setelah sekian purnama, mereka akhirnya dapat menggerakkan hati sang raja.
Bai Youzhe pergi keluar dengan jubah hitamnya. Karena tidak ingin dikawal, ketiga manusia itu hanya mengikuti dalam bayang-bayang sehingga Bai Youzhe terkesan keluar sendiri untuk cari angin.
Beberapa kilometer dari istananya, ada sebuah kota yang sangat ramai. Banyak manusia berkumpul dan berpesta, merayakan tahun baru bersama keluarga mereka dengan meriah. Ada pula beberapa naga yang berkeliaran ikut merayakan festival.
Sebenarnya, suasana ini tidak jauh berbeda dari Dataran Mitian. Hanya saja, berbeda jenis penduduk. Bai Youzhe hanya berjalan santai sambil melihat-lihat sekitar, mengabaikan tatapan kagum para wanita muda.
Pria tampan berjalan sendirian di tengah festival, tentu saja menjadi sasaran empuk para wanita muda yang dilanda kasih sayang.
Ketika tengah berjalan santai tanpa hambatan, langkahnya kini terhalangi oleh beberapa pria kasar yang mabuk baru keluar dari sebuah tempat. Pria itu jatuh terkulai, sedangkan pelayannya mencoba menggeretnya dengan hati-hati.
"Kecantikan ...."
"Tuan sudah sangat mabuk, sebaiknya segera pulang." Pemuda pelayan yang menggeret tuannya begitu kesulitan sampai harus menundukkan kepala meminta maaf pada Bai Youzhe karena telah menghalangi jalan.
"Lepaskan aku! Jarang-jarang dapat melihat seekor phoenix kecil yang cantik. Nona kecil, tunggu aku~"
Pemuda itu benar-benar kesulitan menyeret tuannya yang terus berlari kecil ingin masuk ke dalam. Bisa gawat jika terus seperti ini.
Sedangkan di sisi lain, Bai Youzhe memperhatikan pria mabuk itu untuk beberapa saat.
Mata pria mabuk itu sedikit berbeda dari manusia kebanyakan. Seperti terkena efek hipnotis? Sebenarnya, ada orang yang melatih teknik hipnotis di Dunia Bawah?
Hipnotis adalah teknik yang dilarang karena terlalu berbahaya dan merusak pikiran. Biasanya, hanya iblis yang memiliki kemampuan itu.
Bai Youzhe telah menangani beberapa iblis dengan kemampuan hipnotis dan tahu dengan jelas perbedaannya. Apa di dalam sana ada iblis?
Seorang wanita muncul dengan raut masam, memukul pria pemabuk itu dengan gemas. "Hei, jangan merusak usaha orang dan membuat keributan di sini. Sebaiknya kau cepat pulang jika tidak memiliki lebih banyak batu alam! Ingatlah, kau sudah berhutang 100 batu alam di tempatku, jangan membuatku merugi!"
"Maaf Nyonya, aku akan meminta Tuan membayarnya setelah pulih nanti." Pemuda itu kerepotan sampai harus menunduk pada si wanita.
Wanita itu memasang senyum cerah bagaikan melihat harta berharga dan menghampiri Bai Youzhe sambil menyentuh lengannya.
"Tuan Muda, mampirlah ke tempatku untuk bersenang-senang. Tahun baru ini, tidak lengkap bila tidak sedikit mencicipi hidangan kami dan menikmati pertunjukan. Malam ini ada bintang spesial dari ras phoenix. Bahkan Tuan ini sampai tergila-gila!"
Wanita itu menggandeng tangan Bai Youzhe hendak menggiringnya ke dalam, tapi tatapan dingin Bai Youzhe yang melihat ke arah lengannya yang disentuh membuat wanita itu meneguk saliva. Tatapan yang tidak ramah sama sekali.
Wanita itu melepas pegangan dengan canggung, lalu bersikap hormat. Sepertinya pihak lain bukan orang sembarangan, ia harus menjaga sikap demi mendapat pelanggan istimewa.
"Tuan Muda, apa akan melewatkannya begitu saja? Nona ras phoenix ini sangat menarik, mungkin akan cocok menemani Tuan Muda malam ini. Malam ini dia memiliki pertunjukan, Tuan Muda bisa melihatnya."
Andai tidak sedang dalam penyamaran, Bai Youzhe sudah memotong lidah wanita menyebalkan itu.
Untung saja dia masih memiliki sisa dada yang cukup lapang sehingga masih bisa mempertahankan posisinya yang tenang dan jauh setiap saat tanpa tersentuh. Hanya saja, ucapan wanita menyebalkan ini agak menarik.
Ras phoenix? Itu adalah keberadaan yang langka, atau bahkan nyaris tak terlihat. Orang bodoh mana yang mendeklarasikan diri bahwa pihak lain adalah phoenix. Kecuali jika dia memiliki sesuatu yang membuat orang lain percaya. Apa orang ini adalah iblis dengan kemampuan hipnotis seperti yang ia lihat barusan?
Masuk akal jika manusia mempercayainya setelah terkena hipnotis.
"Tuan Muda ... apa Anda ...." Wanita itu mulai bingung akan diamnya pelanggan satu ini.
Bai Youzhe akhirnya menatapnya, membuat jantung wanita itu nyaris berhenti saking bahagianya. Bai Youzhe mengangguk sekilas, menyetujui ajakan wanita itu. Mungkin, ia bisa memeriksa dari tempat ini.
"Tuan Muda, silahkan masuk~" Wanita itu sangat antusias mempersilahkan Bai Youzhe masuk. Pria itu pun masuk ke dalam tempat bertuliskan "Paviliun Bunga" di atasnya.
Itu adalah rumah bordil.
Chun Xin dan yang lainnya di dalam bayangan berteriak pasrah melihat tuan mereka seperti sedang tertipu.
Sebenarnya, Bai Youzhe sudah terbiasa memasuki tempat seperti ini sehingga tidak terlihat seperti orang linglung atau terlalu polos. Biasanya ia masuk ke tempat ini untuk bertemu kenalan lama dan membeli informasi, tidak melakukan hal aneh-aneh. Ia bahkan langsung diantar agar tidak ternodai oleh orang-orang di dalam rumah bordil.
Paling tidak, ia akan terkejut bila sudah terjerumus ke dalamnya.
Seperti sekarang.
Begitu memasuki halaman rumah bordil yang dipenuhi wanita cantik serta pria hidung belang yang merangkul dan meraba wanita cantik, ia terdiam ketika melihat sosok merah muda muncul di tengah-tengah ruangan menampilkan tariannya.
Itu adalah nona phoenix yang disebut wanita menyebalkan tadi.
Wajahnya ditutupi cadar merah muda, sedangkan irisnya memiliki warna merah cerah serta berukiran simbol phoenix seperti ciri khas yang diketahui. Di antara alisnya juga memiliki simbol phoenix. Gaunnya yang indah menampilkan lekuk tubuh serta kaki jenjangnya yang indah.
Wajar bila orang tadi begitu tergila-gila. Pesona yang ia miliki ketika menari begitu mengakar disertai aroma anggur yang memabukkan.
Ia menarikan tarian phoenix yang begitu khas dengan sangat terampil dan unik. Kakinya yang tanpa alas kaki menapak lantai, disertai gelang kaki yang menyuarakan langkahnya secara halus. Sutra di tangannya diayunkan layaknya seekor burung yang menari di udara.
Ketika sepasang iris merahnya bertemu dengan iris biru malam Bai Youzhe, senyum mekar di bibir merahnya. Sihir merah dari matanya bergerak secara halus selagi tariannya berlanjut, merasuki iris biru Bai Youzhe yang terdiam sejak tadi.
Bai Youzhe menutup matanya, berasa sedikit pusing. Ketika melihat ke arah penari itu lagi, penari cantik itu sudah di depannya dalam jarak yang cukup dekat.
"Ketemu," bisiknya.
Bai Youzhe mengerutkan kening tidak suka. Entah kenapa, ada perasaan akrab terhadap wanita itu. Tapi ia tidak ingat dengan jelas di mana mereka pernah bertemu. Perasaan akrab itu mendorongnya untuk tidak mendorong wanita itu jauh-jauh.
"Ada apa?" Wanita itu terkekeh. "Tuan, apa kau akan pergi begitu saja setelah menonton pertunjukanku? Aku tidak menawarkan harga yang murah untuk satu pertunjukan."
Bai Youzhe belum menyahut sampai wanita menyebalkan barusan datang menangani wanita tak tahu sopan santun itu. Namun, sepertinya wanita menyebalkan itu memperlakukan wanita penari sangat baik.
"Nona Li, tidak bisakah sedikit lebih sopan pada tamu?" Wanita itu menjadi repot sendiri dan gugup.
Wanita bermarga Li itu menggedikkan bahu enteng. "Jika bayarannya sesuai." Ia pun pergi begitu saja. Sebelum benar-benar pergi, kepalanya tertoleh pada Bai Youzhe yang hanya diam sejak awal. Ia sedikit menyunggingkan senyum, lalu pergi menjauh.
"Dia phoenix?" Bai Youzhe merasa belum yakin. Ia baru pertama kali bertemu ras phoenix secara langsung.
"Tuan Muda masih belum yakin sepertinya. Apa tidak melihat mata merah Nona Li yang memiliki pola unik? Di antara alisnya, juga memiliki lambang phoenix. Dia adalah phoenix asli!" Wanita itu mempromosikan begitu gencar. Ia sangat bersemangat ketika menyadari bahwa pria yang ia bawa ini memiliki aura yang begitu kuat. Memang bukan orang biasa.
Bai Youzhe melihat wanita itu untuk memastikan tidak ada kebohongan. Entah kenapa, ia jadi penasaran siapa wanita itu sebenarnya. Pikirannya dipenuhi dengan pandangan wanita itu meski hanya sesaat.
Apa karena pihak lain adalah phoenix? Tapi ... itu terasa aneh. Hanya phoenix kecil, tidak mungkin dapat mempengaruhinya.
Ia kembali teringat dengan hipnotis itu. Apa jangan-jangan wanita itu memiliki sihir hipnotis? Ia terkena hipnotis?
Hah, membuatnya sakit kepala saja.
Wanita menyebalkan itu terlihat gelisah ketika melihat Bai Youzhe yang tampak berpikir keras. Detik berikutnya, sekantung batu alam jatuh ke tangannya begitu saja bagai jatuh dari langit. Wanita itu cengo seketika.
"Aku membayarnya."
Wanita menyebalkan itu membeku sejenak. Membayar ... membeli Nona Li! Yang benar saja! Ia pun buru-buru melihat isi kantung yang jatuh ke tangannya. Wajahnya memucat ketika melihat ada sangat banyak batu alam tingkat tinggi yang jumlahnya bahkan melebihi harapannya.
"Jika kurang, aku bisa—"
"Sangat cukup! Tuan Besar, ini sudah sangat cukup! Aku akan mengantarnya pada Anda." Wanita itu nyaris melompat gembira. Phoenix kecil itu benar-benar bintang keberuntungan bagi bisnisnya—terlepas dari semua kontroversial yang ada.
Bai Youzhe tidak ingin terlalu lama di tempat penuh aroma parfum yang membuat kepalanya pusing ini. Ia pun pergi bersama pelayan yang mengantarnya untuk bertemu Nona Li.
Sedangkan wanita menyebalkan itu sibuk menghitung uangnya setelah memberi perintah. Seorang pria datang padanya, tampak ragu sejenak sebelum akhirnya memberanikan diri menegur.
"Nyonya, apa baik memberikannya pria lagi? Terakhir kali ...."
Wanita itu buru-buru membungkam mulutnya. "Sssh, anggap tidak mengatakan apa pun. Kejadian sebelumnya hanya kecelakaan. Siapa suruh orang itu melanggar aturan yang telah dibuat paviliun, menyebabkannya mati mengenaskan. Tidak ada hubungannya dengan Nona Li."
Pria itu meneguk saliva kasar. Jelas-jelas ia melihat sendiri apa yang terjadi saat itu, tidak hanya sekali atau dua kali. Ia jadi merasa, phoenix adalah hal mengerikan bagi manusia.
...----------------...
Ada yang bisa tebak apa yang terjadi sebenarnya dan siapa Nona Li itu?