Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
186. Pembalasan atau Bertahan?



Gu Yuena masih bertahan di bawah tekanan Geng Ji yang tidak ada habisnya. Dibandingkan melawan Bai Youzhe, Gu Yuena tidak terlalu mengerahkan seluruh tenaganya dan menghancurkan beberapa angin topan yang menjebaknya dari segala arah.


Tekanan gravitasi berkurang ketika angin topan hancur berkeping-keping. Cahaya merah menyebar seperti ombak dan menghantam Geng Ji beserta perisainya. Dia setengah berlutut sambil menahan tekanan yang akan menghempasnya.


Hingga ketika Geng Ji melihat adanya retakan halus pada perisai, cahaya merah itu berhenti dan digantikan oleh Gu Yuena yang meletakkan tongkatnya di bahu Geng Ji.


"Jika ini medan perang, kau mati." Gu Yuena berkata dengan tenang.


Geng Ji tergelak. Ia tidak merasa bahwa Gu Yuena bergerak dari kejauhan 50 meter setelah melepaskan tekanan, tapi tiba-tiba saja sudah ada di depannya dan meletakkan tongkatnya yang berujung runcing di atas bahunya—dekat leher.


"Aku kalah." Geng Ji tertawa lesu. Ia berdiri selagi tongkat Gu Yuena ditarik kembali, dia kemudian menyimpan dua senjatanya yang mengakami kerusakan halus. Gu Yuena sangat kuat.


Namun, Gu Yuena sudah sangat kuat, kenapa dia masih kalah dengan Li Hua? Seberapa kuat Li Hua sebenarnya?


Di kejauhan sana, Yun Qiao dan Jin Xiao bersorak kegirangan karena berhasil mempertahankan harta mereka. Keduanya menatap Huang Jingtian yang pucat dengan seringaian.


Mereka lebih terlihat seperti remaja sekolah yang menikmati turnamen dibandingkan penguasa sebuah istana.


Di sisi lain, Su Churan melemaskan kaki dan bahunya sampai ditopang Chu Xin. Keduanya buru-buru menghampiri Gu Yuena menunjukkan kekhawatiran.


Lebih tepatnya, menunjukkan kekhawatirkan pada pihak yang kalah, Geng Ji. Sebagai guardian, dia sebenarnya ditekan balik sampai senjatanya mengalami kerusakan halus. Itu benar-benar tak terbayangkan.


Namun, Geng Ji tidak terlihat kecewa ataupun marah. Dia justru tersenyum, semakin mengagumi Gu Yuena. "Raja Bai tidak memiliki pandangan yang salah. Ratu, terima kasih telah memberiku keyakinan. Kedepannya, raja ini akan menghormati arahan Ratu. Dengan api suci yang dimiliki oleh Ratu, bukan masalah besar untuk menghadapi Istana Linghun."


Gu Yuena menggunakan api suci dengan sangat baik tanpa ikut campur phoenix iblis. Meski perwujudan api suci-nya adalah phoenix, dia tidak menggunakan kekuatan iblis untuk menekan Geng Ji. Dia benar-benar menggunakan api suci.


Gu Yuena mengangguk singkat, lalu menunjukkan senyum tipis senang. "Raja Geng terlalu memandang tinggi diriku. Kalaupun aku memiliki api suci, belum tentu bisa menghadapi Ratu Istana Linghun. Aku masih perlu banyak latihan."


Geng Ji tersenyum pahit. Bahkan Gu Yuena tidak percaya diri melawan Li Hua. Bagaimana dia bisa melawan? Meski dia adalah eksistensi terkuat, tapi di depan Bai Youzhe, Li Hua, dan Yang Xinyuan, ia hanyalah semut yang sedikit lebih besar. Sekarang ada Gu Yuena yang mengalahkannya ....


Dulu ada Gu Ying, Bai Yue, dan Li Hua sebagai eksistensi terkuat dan terkenal di Dataran Mitian. Ada satu lagi yang lebih kuat dari mereka, tapi tidak ada yang tahu sosok dan keberadaannya.


Namun sekarang Gu Ying dan Bai Yue sudah mati, membuat Li Hua sebagai yang terkuat. Di bawahnya ada Bai Youzhe dan Yang Xinyuan yang masih belum tahu siapa yang akan menduduki posisi kedua. Di bawahnya secara otomatis ada Gu Yuena. Yang lainnya? Lewat saja.


Tapi di masa depan, tidak tahu akan ada perubahan seperti apa, terutama setelah perang sebagai penentuan menang dan kalah.


Gu Yuena pun pergi bersama Chu Xin. Su Churan mengikuti di belakangnya untuk membicarakan sesuatu yang penting, sedangkan Geng Ji kembali ke paviliun. Pria itu kembali berwibawa seperti sebelumnya, seolah tidak ada yang terjadi.


Toh, tidak begitu memalukan kalah di tangan seorang tiran yang nyaris menghancurkan dunia.


Gu Yuena kembali ke kamarnya, lalu duduk di atas tempat tidur untuk istirahat. Sedangkan Su Churan mengikuti dan bersiap mengatakan banyak hal.


"Kamu benar-benar menempatkan Childe sebagai pemimpin pasukan garis depan? Sebelumnya kau berkata bahwa kami harus melindunginya. Tapi sekarang dia berada di garis depan."


"Lalu, apa aku harus memanjakannya sebagai adik bungsu yang baik? Ini adalah perang. Karena ini adalah perang, maka cara melindungi paling baik adalah dengan membuatnya menjadi lebih kuat untuk bertempur. Api sucinya harus dikembangkan, atau dia akan menjadi kaisar seperti pak tua itu." Gu Yuena berkata dengan sarkas.


Su Churan menghela napas. "Sekarang, dia bersikeras menemuimu. Karena kamu telah menempatkannya sebagai pemimpin, tentu saja dia ingin menjadi lebih kuat. Karena bakatnya tidak bagus, dia bahkan tidak sekuat murid biasa dari Istana Tianshuang. Banyak yang menganggapnya, karena dia adalah sepupu ratu, maka dia memiliki hak istimewa terlepas dari betapa buruk bakatnya. Meski dia sudah berkembang dengan baik, perkembangannya masih tidak cukup untuk berada di garis depan."


"Unsur murni adalah sesuatu yang sulit dilatih, aku bahkan membutuhkan waktu untuk menguasai kekuatanku sendiri. Namun, setelah dilatih dengan baik, kekuatannya akan sebanding dengan usaha dan darah yang dikorbankan. Jadi, fokus saja melatihnya dengan baik."


"Bagaimana dengan Childe yang bersikeras ingin menemuimu?"


Gu Yuena diam untuk beberapa saat dengan kening berkerut. Perasaannya jatuh, karena waktu kultivasinya diundur lagi. Dia masih harus memasuki tahap nirvana, apa serumit itu!


"Biarkan dia datang." Gu Yuena akhirnya membiarkan Childe datang.


Su Churan segera membiarkan Childe memasuki istana yang ditempati oleh Gu Yuena. Pria bersurai emas yang berkilauan serta iris merah darah yang mencolok. Dia sangat tampan dengan fitur wajah halus dan berenergik. Dia berada di usia akhir 20an seperti Bai Youzhe di mana seorang pria dewasa menunjukkan penampilan dan ketampanan sejatinya.


Namun, di mata Gu Yuena, dia hanyalah anak kecil meski sedikit lebih tua darinya. Dia tidak melupakan sosok Childe yang tidak menarik dan mencolok di samping Alfonso.


"Kenapa kau menemuiku?" Gu Yuena bertanya dengan dingin.


Childe memandang adik sepupunya, lalu menghela napas panjang. "Yang Mulia, kenapa kau memilihku?"


"Sederhana, karena kau memiliki api suci di tubuhmu. Aliansi Unsur Murni membutuhkan ssseorang dengan unsur murni untuk bergabung. Kau adalah anggota pertama yang kukenal, jadi aku menempatkanmu sebagai pemimpin."


Childe menyipitkan matanya, tidak puas akan jawaban semena-mena Gu Yuena. Ia pun menunduk dan berkata, "Mohon tarik posisi itu dariku, aku tidak bisa menerimanya."


Gu Yuena sangat galak sampai membuat Su Churan di samping terkejut. Bahkan di depan musuh, dia tidak akan segalak ini. Paling-paling menunjukkan senyum dingin sebelum membunuh dengan tampilan malas. Namun, di depan sepupunya yang rendah hati, dia benar-benar menjadi singa.


"Yang Mulia, aku ingin alasan yang lebih dapat diterima." Childe cukup berani menanyakan hal ini pada Gu Yuena.


Su Churan menggelengkan kepalanya tidak percaya. Orang-orang dari keluarga kekaisaran Wyvernia, semuanya tidak kenal takut dan gila! Apa Childe tidak tahu siapa yang sedang dihadapinya atau sengaja?


Wajah Gu Yuena semakin tidak sedap dipandang. Dia berdiri, lalu muncul di depan Childe dalam satu kedipan mata. Namun, Childe sama sekali tidak bergerak dari tempatnya atau terlihat terkejut.


Sudut bibir Gu Yuena terangkat. "Kau ingin tahu?"


Su Churan merasa akan ada Vale kedua di sini. Ia pun menghela napas panjang.


"Kau harus menerima posisi yang kuberikan, itu berarti aku memaksamu untuk memiliki kualifikasi itu tanpa ada toleransi. Bakatmu sangat buruk dibandingkan saudara-saudaramu, apa kau tidak malu? Padahal, aku susah payah menyelamatkanmu dari serangan itu, apa begitu caramu membalas budi?"


Childe terkejut, lalu menatap Gu Yuena dengan berani. "Aku sangat berterimakasih karena kau menyelamatkanku. Aku sudah berusaha. Namun, dibandingkan yang lainnya, ketertinggalanku jauh lebih buruk dari yang terburuk."


Childe baru meningkat ke tingkat 5 baru-baru ini, bagaimana ia tidak tertekan? Di saat semua orang seusianya sudah berada di tingkat 6, dia masih tertinggal satu peringkat.


"Itu berarti kerja kerasmu kurang." Gu Yuena mencibir. "Kau bahkan kalah dari bocah yang diracun namun masih bisa meningkat lebih tinggi darimu. Sepertinya tinggal di istana membuatmu nyaman dan merasa dimanja, aku salah menilaimu."


Childe membeku. Ia mengepalkan tinjunya. Bagaimana ia bisa nyaman dan dimanja? Baik di tempat ini maupun kekaisaran, ia selalu menjadi sosok terendah dan dilupakan. Ia tidak mencolok. Terlepas dari wajahnya yang tampan, tidak ada hal lain yang menarik.


Gu Yuena mendengus. "Tahu begitu, aku tidak akan berencana menyelamatkanmu untuk dijadikan senjata balas dendam. Istana Linghun membunuh seluruh keluargamu, tapis sepertinya kau lebih berhati dingin dibandingkan Alfonso dan tidak mempedulikan kematian di sekitarmu. Kalau bukan untuk membalas budi, maka membalas dendam. Kau tidak memiliki kualifikasi untuk melakukan keduanya."


Childe semakin tertekan. Tinjunya yang terkepal semakin erat. Dia terus mengeluh karena bakatnya yang buruk. Dia sangat ingin membalas dendam dan hutang budi pada Gu Yuena, tapi bakatnya menghambatnya. Dia telah bekerja keras, tapi selalu ada hambatan di sekitarnya. Apa lagi yang harus ia lakukan?


"Kalau ingin tetap di sini, maka berlatihlah dengan benar, atau lebih baik bunuh diri. Begini saja ...." Gu Yuena melemparkan sebuah belati biasa dan jatuh ke hadapan Childe. "Jika ingin bertahan, bawa itu dan bunuh makhluk kematin di garis depan di perang besok. Jika tidak, tikam dirimu menggunakan itu."


Cara Gu Yuena sangat ekstrim. Bahkan Su Churan yang menyaksikan langsung berkeringat dingin. Pergi ke garis depan dan membunuh makhluk kematian? Bukankah itu hanya bunuh diri!


Gu Yuena melanjutkan, "Buktikan dirimu, atau aku pasti tidak akan melepaskan jiwamu meski sudah mati sekalipun."


Childe takut pada Gu Yuena, dan buru-buru mengambil belati di lantai. Dia takut mati, dan meski dia pesimis akan kekuatannya sendiri, dia bukan pengecut. Dia selalu berusaha secara maksimal meski hasilnya tidak mencapai maksimal.


Meski dia tidak bisa membalas dendam, setidaknya dia harus bertahan hidup!


Childe menggenggam belati itu dan beranjak pergi setelah memberi salam sekali. Merasakan kepergiannya, Gu Yuena menampilkan senyum puas.


"Apa yang kau rencanakan?" tanya Su Churan.


"Seperti yang kukatakan, dia tidak memiliki kualifikasi untuk balas dendam maupun balas budi. Namun, dia bisa bertahan hidup. Lihat bagaimana caranya bertahan hidup besok, jangan membantunya."


Su Churan merinding dan tidak bisa mengatakan apa pun lagi. Dia memperhatikan Gu Yuena yang pergi ke kamar untuk istirahat. Matanya menunjukkan perasaan aneh.


Su Churan pikir, Gu Yuena sedang mendidik Childe, sama seperti caranya mendidik Vale.


Hanya saja, metode yang digunakan berbeda. Gu Yuena sedang menciptakan monster lain melalui tangannya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siang hari berikutnya, perbatasan Kekaisaran Yi kembali dipenuhi oleh darah. Senjata dan sihir terus berkeliaran di sekitar medan perang yang penuh tulang dan mayat.


Gu Yuena masih tidak ikut perang. Dia berada di kamarnya di Istana Tianshuang, menyempurnakan kekuatan phoenix sejati untuk melewati nirvana.


Sedangkan di sisi lain, Su Churan membawa Childe ke garis depan bersama pasukan Istana Tianshuang lainnya sebagai bala bantuan. Su Churan hanya memperhatikan dari benteng, memastikan keselamatan Childe yang berada di garis depan dengan satu belati kecil di tangannya.


Kelemahan makhluk kematian adalah sesuatu yang murni. Childe belum menggunakan api suci awalnya dan hanya melakukan gerakan pertahanan dari makhkuk kematian bersama belati di tangannya. Dia terlalu terkejut. Karena hal itu, dia seperti akan mati kapan saja.


Su Churan semakin gelisah ketika melihat Childe jatuh di antara tumpukan mayat dan ketakutan. Dia tertimpa beberapa mayat dan terlindungi dari makhluk kematian. Sedangkan makhluk kematian tidak segan-segan membunuh siapa pun yang dilihatnya.


Makhluk kematian sangat kuat. Childe baru memasuki tingkat 5 dan belum stabil. Dia hanya berhasil menjatuhkan beberapa, tapi dia sudah penuh luka dan tertimpa tubuh mati berkali-kali. Su Churan semakin tidak tega melihatnya.


Gu Yuena, apakah caramu akan berhasil?