
Barang-barang pecah dan terbanting di atas lantai. Semuanya berserakan seperti terjadi gempa, namun tidak ada gempa yang terjadi di sini.
Itu semua adalah perbuatan Gu Yuena. Maksudnya, wanita yang menguasai pikirannya.
Sebelumnya ia sangat tenang. Ketika menutup mata sejenak, emosinya meningkat pesat dan menggila. Bahkan Xiao Hei tidak berani mendekat dan hanya bisa menciutkan diri sambil mengintip diam-diam.
"Tidak tahu diri!" geramnya. Kuku-kukunya menekan meja kayu di bawahnya dengan keras sampai menciptakan jejak yang cukup dalam sebelum akhirnya tangannya mengepal.
Alam spiritual sangat kacau. Sihir merah menjadi tak terkendali, kekuatan jiwa mengamuk dalam tubuhnya. Phoenix transparan yang menutup mata itu memancarkan sinar pekat yang menekan wanita beriris hitam seolah akan bangkit.
"Jangan berharap keluar begitu saja sebelum segalanya terpenuhi," gumamnya.
Detik berikutnya, jantungnya berdetak sangat keras seperti akan pecah. Ia memegangi dadanya yang sakit. Kondisi tubuh ini tidak baik-baik saja sehingga menyiksanya.
Kekuatan jiwa kembali menyerang balik. Ia memuntahkan seteguk darah yang menyebabkan tubuhnya lemas. Xiao Hei panik dan akan menghampiri, namun iris hitam yang muncul di mata merahnya membuat Xiao Hei kembali bersembunyi.
Wanita itu mendengus melihat Xiao Hei yang menciut seperti tikus. Ia tiba-tiba menampilkan senyum miring. "Jangan pernah berpikir licik di belakangku. Ini yang terakhir."
Xiao Hei terdiam. Apa nonanya telah mengetahui kepergian Xiao Bai? Untung saja wanita itu tidak bertindak karena sedang dalam keadaan lemah, atau ia tidak tahu harus melakukan apa lagi.
Wanita itu jelas tahu apa yang direncanakan Gu Yuena. Itu sebabnya ia selalu waspada. Namun sayangnya, ia ceroboh karena bersenang-senang di Laut hitam sampai membiarkan kucing putih itu lepas begitu saja. Anggap saja itu kesialannya.
Tapi tiba-tiba ia terpikirkan sesuatu yang menarik.
"Dibanding memberi hukuman, aku lebih suka memanfaatkan. Xiao Bai pasti pergi menemui Bai Youzhe dan menceritakan kondisiku. Aku ingin lihat, apa dia masih tidak bisa membunuhku atau tidak." Ia melirik Xiao Hei dengan seringaian. "Menurutmu, apa dia akan datang membunuhku?"
Xiao Hei berpikir sejenak. "Mengapa kau ingin membunuhnya?"
Wanita itu terlihat berpikir, tapi siapa pun akan tahu bahwa ia hanya bermain-main dengan ekspresi tersebut. "Kenapa aku ingin melakukannya? Aku hanya ingin."
"Dia mencintaimu."
"Cinta bukan berarti tidak bisa saling membunuh." Ia menghampiri Xiao Hei yang masih menyusut hati-hati di kolong lemari. Ia berjongkok di depannya, lalu berkata, "Kadang aku berpikir, Bai Youzhe mencintaiku karena darah phoenix. Aku mempercayainya karena darah naga. Aku mencintainya, tapi juga membencinya."
"Nona ...." Xiao Hei ingin bertanya kenapa alasannya, tapi ia tidak bisa mengatakan apa pun lagi. Ia ingin mendukung nonanya, tapi ia tahu bahwa di depannya sama sekali tidak seperti nonanya.
Wanita itu sepertinya tahu apa yang akan dikatakan Xiao Hei. Ia menjawab dengan mudah. "Aku adalah sesuatu yang terpendam dalam diri Gu Yuena. Yang kulakukan adalah apa yang diinginkan Gu Yuena, tapi tidak dapat melakukannya. Alasan kenapa aku ingin membunuhnya, aku ingin tahu, apa semua perasaan itu palsu atau tidak."
"Jika itu adalah karena darah naga dan phoenix, seharusnya kamu bisa merasakan hal yang sama pada Yang Xinyuan. Nyatanya, kau membencinya dengan kebencian yang nyata." Xiao Hei pikir ini bisa mengundurkan sisi gelap Gu Yuena. "Itu semua tidak palsu."
"Kalaupun tidak palsu, lalu kebencian macam apa yang kurasakan?" Ia menarik alisnya. "Benar, seharusnya ada alasan lain. Sama seperti perasaanku terhadap keluargaku sendiri, benci dan cinta. Aku adalah Valentina, tumbuh tanpa rasa cinta. Kata itu terlalu asing sampai aku sangat membencinya. Itu adalah kelemahan yang harus disingkirkan. Jika tidak, bagaimana aku akan bertahan di dunia yang kejam ini?"
Jadi dia ingin membunuh Bai Youzhe karena telah mencintainya. Ia ingin hatinya tetap kosong dam fokus pada ambisinya. Setidaknya, itulah yang ia harapkan.
Gu Yuena pernah memikirkan hal ini saat Istana Yuansu mengalami kehancuran di mana segala kemarahan dan kebenciannya terpendam. Karena semua orang terdekatnya mati, ia menjadi tidak waras dan lemah sehingga dikalahkan oleh Yang Xinyuan. Andai ia tidak mempedulikan itu semua, ia tidak akan jatuh dalam kondisi terpuruk.
Ia hanya takut kehilangan, jadi sekalian saja menghilangkan semua menggunakan tangannya sendiri.
"Kematian adalah kedamaian dan kebahagiaan sesungguhnya. Jika mereka mati, tidak akan ada penderitaan. Bukankah aku akan membawa mereka semua ke dalam kedamaian abadi? Aku juga berpikir demikian pada Bai Youzhe."
Xiao Hei semakin takut mendengar isi pikiran Gu Yuena selama ini. Meski ia tahu Gu Yuena tidak sederhana dan pikirannya dipenuhi dengan hal gelap, tapi tidak sampai segelap ini.
Setidaknya, Gu Yuena selalu bisa menyangkal semua logika itu dan memiliki hati nurani sebagai makhluk yang berhak hidup. Pemikiran itu memang tidak salah, tapi salah di saat yang bersamaan.
"Ada kalanya aku ingin ikut dalam kedamaian itu dan iri pada mereka yang sudah pergi." Wanita itu tertawa miris. "Tapi ... sebelum aku bergabung, akan lebih baik jika membawa lebih banyak orang. Orang yang jiwanya dihancurkan dan tidak, akan mendapat akhir yang berbeda. Tentu saja, aku harus menghancurkan jiwa musuh-musuhku terlebih dahulu."
Xiao Hei hanya melihat wanita itu dalam diam. Meski agak menyeramkan, pada kenyataannya Gu Yuena menyedihkan. Ia kehilangan terlalu banyak orang yang disayangi sampai mempengaruhi jalan pikir dan mentalnya sendiri. Ia takut memiliki hubungan dengan orang baru dan memilih memberi 'kedamaian abadi' pada semua orang.
Bahkan, ia berpikir untuk kehilangan sekaligus melalui tangannya sendiri agar tidak terlalu terkejut.
Namun, tetap saja itu tidak dibenarkan. "Nona, tentang 1000 darah ...."
"Itu tidak akan berhasil. Ratu Istana Linghun tidak bisa melakukannya." Gu Yuena terlihat sangat yakin.
"Tapi kamu ingin melihat ayahmu kembali, 'kan? Itu sebabnya kamu berusaha keras."
"Benar."
"Tapi itu melanggar ucapanmu sendiri. Nona, bukankah kematian adalah kedamaian abadi? Ayahmu sudah damai di tempat lain."
Gu Yuena terdiam. Benar, ia ingin ayahnya kembali. Tapi ia juga berpikir untuk memberi 'kedamaian' pada semua orang dan menyingkirkan segala kelemahannya untuk bertahan di hadapan musuh. Jika ayahnya kembali, bukankah ia menggagalkan kedamaian itu?
"Ada saatnya kau tetap ingin bersama orang yang kau sayangi selama masih hidup. Andai kau berhasil membunuh Bai Youzhe, apa kau akan melakukan pengorbanan 1000 darah sekali lagi untuk membuatnya tetap di sisimu? Jika seperti itu, tidak ada bedanya dengan Ratu Istana Linghun."
Gu Yuena terdiam sekali lagi. Kesadaran aslinya juga semakin terguncang, membuatnya sangat tidak nyaman dan berdiri begitu saja.
"Apa yang ingin kulakukan, aku tidak memerlukan pendapat seekor monster iblis sepertimu. Ucapanmu ... seharusnya kau katakan saat 'dia' ada di sini. Yang kau lakukan sekarang tidak akan mengubah apa pun."
Tapi setidaknya wanita itu merasa goyah. Itu saja sudah cukup bagi Xiao Hei. Sebenarnya, tidak terlalu buruk mengetahui keseluruhan sisi gelap seseorang yang penuh kebencian dan kekacauan dalam hidupnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu berlalu dengan sendirinya. Dunia Bawah semakin dipenuhi oleh darah dalam beberapa peroode. Bahkan wilayah neraka tak terkecuali di mana banyak tempat yang hancur tanpa sisa.
Wilayah phoenix semakin suram setiap harinya akan tekanan yang dirasakan semua orang. Hampir setiap bulan ada phoenix bersalah yang dikirim keluar sebagai umpan peperangan, ada pula yang mati dan dibuang untuk dijadikan makanan monster iblis.
Para siluman berelemen api berhasil ditaklukan. Mereka bergabung dengan phoenix dan menjadi mata-mata di tiap wilayah. Periode ini menjadi periode terburuk sepanjang sejarah akan pembantaian besar-besaran yang melanda.
Wilayah naga adalah wilayah teraman. Banyak suku yang mengungsi di sana. Para phoenix tidak bisa menyerang tempat itu karena pelindung khusua yang dibangkitkan para naga atas perintah penguasa.
Selain wilayah naga, beberapa wilayah lain di Dunia Bawah juga mendapat perlindungan. Ini adalah persaingan dalam perebutan dan pertahanan wilayah antara naga dan phoenix.
Bai Youzhe tidak akan membiarkan rakyatnya hancur dan menjadi bagian dari pengorbanan 1000 darah. Beberapa kali ia mengusir para phoenix yang muncul di satu tempat. Namun, karena Dunia Bawah sangat luas. Kadang, ia terlambat datang dan harus menyaksikan tanah yang dipenuhi mayat, tanpa bertemu Gu Yuena yang sudah pergi begitu cepat.
Sedangkan di sisi lain, kondisi tubuh Gu Yuena memburuk. Akibat penggunaan kekuatan jiwa berlebihan, ia sering terkena serangan balik dan muntah darah. Wajahnya sangat pucat, tapi ambisinya tidak berubah.
Tubuhnya sangat lemah akhir-akhir ini sehingga tidak bisa melakukan pertempuran besar. Ia hanya datang untuk menyerap jiwa dan darah ke dalam tulang iblis, lalu pergi. Itulah yang membuatnya tidak sempat bertemu Bai Youzhe.
Sekarang, tepatnya di malam setelah pulang dari perburuan, ia membaringkan diri untuk istirahat setelah muntah darah kesekian kalinya. Meski tidak lagi mengalami kekacauan pada kesadaran aslinya, kekuatan jiwa tetap menyiksa.
Menutup mata sejenak, kembali ke alam spiritual untuk melihat sang phoenix yang masih tertidur. Ini sudah sangat lama.
Namun, insting tajamnya bereaksi ketika merasakan kehadiran sesuatu di kamarnya. Ia membuka mata, lalu menoleh ke samping.
Seekor ular kecil berwarna putih sudah hadir di lantai dekat tempat tidurnya. Iris biru ular itu tampak sangat cantik, melihatnya dengan mata bundar yang rumit.
Gu Yuena mengerutkan kening. Apa itu Xiao Lin?
Ada perasaan rumit di hatinya, terutama ketika teringat perkataan Xiao Hei waktu itu.
Sadar pihak lain tidak menyambutnya seperti biasa, sosok ular kecil itu berubah menjadi pria jakung dengan jubah hitam di bahunya. Itu adalah Bai Youzhe. Gu Yuena masih tidak bereaksi, seolah ia adalah patung.
Bai Youzhe menghampiri wanita yang terlihat pucat itu. Ada rasa khawatir di hatinya. Apa pun yang Gu Yuena lakukan selama ini, ia tidak menyalahkannya. Ia menyalahkan diri sendiri yang tidak cukup baik sampai membiarkan sisi gelap itu menguasai Gu Yuena sampai seperti ini.
"Nana."
Gu Yuena tersadar dari lamunannya. Ia menatap Bai Youzhe dengan tajam, sebelum akhirnya beranjak cepat-cepat. Namun, ketika ia akan berdiri, dadanya kembali terasa sakit hingga tubuhnya terasa lemah dan kembali bersandar di kepala tempat tidur.
Tubuh sialan ini ....
"Kau datang untuk menertawaiku?" Tidak ada nada ramah dalam ucapan wanita itu. Ia tidak mau pusing juga memikirkan bagaimana caranya Bai Youzhe bisa tiba di sini. Sepertinya ia masih harus memperketat penjagaan.
Bai Youzhe yang melihat betapa lemah tubuh Gu Yuena langsung memeriksanya. Gu Yuena menarik tangannya yang ingin diperiksa dengan paksa, tapi pria itu tetap meraih tangannya dan memeriksa denyut nadinya.
Bai Youzhe juga memiliki kekuatan jiwa, jadi secara otomatis mengetahui kondisi kekuatan jiwa Gu Yuena yang kacau. Ini tidak benar. Jika terus terjadi serangan balik, Gu Yuena akan sekarat dan mengancam nyawanya.
"Bai Youzhe, apa kau tidak takut aku membunuhmu sekarang?" Gu Yuena terlihat kesal dan berkata dengan lantang.
Bai Youzhe memandangnya dengan serius. "Jika aku takut, aku tidak akan hadir di hadapanmu secara langsung."
Gu Yuena mendengus. "Benar." Betapa bodoh ia. Seharusnya saat ini yang dibunuh adalah Gu Yuena, berdasarkan kondisinya saat ini. Apa Bai Youzhe datang untuk membunuhnya?
Gu Yuena melanjutkan, "Aku telah banyak mengacau, tidak masuk akal jika kau tidak membenciku sampai ingin membunuhku."
Bai Youzhe menghela napas, lalu mendorong dahi Gu Yuena dengan telunjuknya. "Ada banyak hal yang dapat dibicarakan, bukan hanya tentang hidup dan mati. Aku adalah orang yang tidak masuk akal, itu sebabnya aku membiarkanmu bergerak selama ini."
"Jangan merasa sok hebat."
"Apa menurutmu, kamu bisa mengumpulkan sebanyak itu jika aku bertindak pada orang-orangmu?"
"...."
Benar juga. Bai Youzhe selama ini membiarkannya melakukan apa pun yang diinginkan. Ia tidak menerima penyerangan balik selain para phoenix yang dikirim pergi dari wilayah yang diduduki. Selama ini, Bai Youzhe hanya melakukan tindakan pencegahan dan pertahanan.
"Jika kau sebegitunya ingin membunuhku, aku akan membiarkanmu membunuhku," ujar Bai Youzhe.
Gu Yuena terkejut. "Kau sudah gila rupanya? Jangan berpikir aku tidak akan bisa membunuhmu hanya karena aku mencintaimu."
Bai Youzhe tersenyum kecil. "Karena aku mencintaimu, maka aku membiarkanmu. Pengumpulan 1000 darah seharusnya juga sudah selesai."
Gu Yuena tidak habis pikir. Ia pun mendengus. "Kau datang untuk menyerahkan nyawa?"
"Asal kamu bisa kembali." Dengan menyingkirkan semua pemikiran negatif itu, Gu Yuena baru bisa kembali seperti semula.
"Jangan bertingkah seperti seorang yang putus asa. Apa rencanamu sebenarnya?" Gu Yuena tetap berhati-hati pada pria licik itu. Terlalu tidak masuk akal. Jika ia menjadi Bai Youzhe, ia tidak akan melakukan hal sia-sia seperti itu.
"Rencanaku adalah membuatmu kembali. Sisi gelapku adalah obsesiku padamu. Tidak peduli apa yang kau lakukan, aku akan mendukung."
"Apa ini transaksi?" Gu Yuena menarik alisnya. Ia menegakkan punggung, membuatnya lebih dekat dengan pria itu. "Bagaimana jika aku menginginkan Dunia Bawah?"
"Aku akan memberikannya padamu."
"Bagaimana Dataran Mitian?"
Dataran Mitian dikuasai oleh enam istana dan dua kekaisaran. Meski begitu, Istana Tianshuang telah menjadi pusat bagi Dataran Mitian saat ini. Istana Yuansu menurun, Istana Yinyang belakangan ini goyah, Istana Luye terus berusaha mencari kekuatan di mana-mana, sedangkan Istana Tao tidak ikut campur urusan dunia. Istana Linghun tidak perlu dikatakan lagi. Dua kekaisaran saling berperang dan dapat hancur kapan saja.
Hanya masalah waktu bagi Bai Youzhe untuk mengambil alih. Permintaan Gu Yuena adalah hal besar. Orang normal mana yang akan menyerahkan semua itu begitu saja?
"Baik." Namun, Bai Youzhe tidak termasuk di antara orang-orang normal itu. Apa pun untuk Gu Yuena, ia tidak akan perhitungan.
"Kau memberi begitu banyak, bagaimana jika aku tetap membunuhmu?" Wanita itu masih menatapnya dengan datar.
"Lakukan saja."
"...."
Gu Yuena menyipitkan matanya, semakin merasa curiga. Ini tidak benar. Terlihat seperti bukan Bai Youzhe yang ia kenal.
"Ada apa denganmu? Apa kau sudah menjadi bodoh?" Ia pikir Bai Youzhe seperti ini karena tingkahnya yang di luar batas. Tidak heran, sih.
Bai Youzhe tidak ingin Gu Yuena terjerumus terlalu jauh, jadi mendatanginya secara langsung dan mengajukan transaksi seperti itu. Dia ingin Gu Yuena menyudahi pengumpulan 1000 darah dengan melakukan hal ekstrem.
Orang ini benar-benar gila.
Wanita itu merasakan kepalanya berdenyut tiba-tiba. Kesadaran aslinya kembali bereaksi, membuatnya sangat kesal. Sepertinya tak lama lagi kesadaran aslinya akan terbangun.
"Tidak ada gunanya. Aku akan mendapatkan apa pun yang kuinginkan dengan tanganku sendiri." Ucapannya terdengar dingin. "Aku tidak akan membunuhmu sekarang, tapi jika di masa depan kau muncul untuk menghentikanku, jangan salahkan aku tidak berbelas kasih."
Mendengar ucapan itu, Bai Youzhe justru tersenyum. Entah apa yang ia pikirkan. "Baik."
Pria itu tiba-tiba memeluk Gu Yuena. Gu Yuena terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa dan hanya membiarkan pria itu memeluk sepuasnya. Ada perasaan rindu dalam pelukan tersebut. Entah sudah berapa lama waktu berlalu di Dunia Bawah, terasa sangat lama dan lebih panjang. Mereka tidak menua, tapi waktu berlalu sangat panjang.
Gu Yuena tidak mau terlalu banyak berpikir lagi. Entah apa yang ada di otak licik pria ini, yang penting tidak merugikannya.
Tindakan tidak masuk akal Bai Youzhe bukannya dilakukan secara ceroboh. Ia telah memperhitungkannya sebelum datang ke tempat ini. Tidak peduli apa Gu Yuena membencinya atau tidak, ia tidak akan membiarkan Gu Yuena pergi begitu saja.
Jadi, dia berencana membuat Gu Yuena tetap di sisinya dengan beberapa kata. Ia tidak berbohong mengenai ucapannya, dan senang karena Gu Yuena tidak lagi memberontak. Rencananya juga berhasil, walau hanya setengah.
...----------------...
GANTI COVER GUYS WAHAHAHA...
Abisnya cover lama masih kurang bagi aku. Gambar elit, edit sulit. Yaa, gitulah.
Dulu rajin edit-edit sampe bikin karakter 2d juga kan. Memori hp full cuma karena aplikasi edit macem-macem. Sampe bikin mv gagal upload juga. Tapi tahun ini lagi males banget ngedit. Tanganku jadi kaku megang software.
Maunya game lagi game lagi game lagi, gitu aja terus. Tapi berharap semua novel langsung tamat dalam sehari kayak alur di otak 🤣🤣
Kira-kira gimana manage waktu aku antara kuliah—nugas—nulis—les—push rank 🤣
Oh iya, kalian mau ending gantung, sad, or happy? Sudah kupersiapkan ketiganya, WAHAHAHA...