Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
95. Kita semua adalah iblis



Penerangan di kamar Gu Yuena masih menyala meski hari sudah larut malam. Dua kucing mungil sudah tertidur di tempat masing-masing dengan pulas. Mereka lelah mondar-mandir ke hutan dan berlatih demi mendapat ikan kering yang banyak.


Di meja belajar, Gu Yuena mencatat beberapa hal yang dibutuhkan untuk perawatan Luo Jin. Sudah lebih dari seminggu ia merawat pria tua itu, perkembangannya cukup baik dan sudah bisa membuka mata. Dia cukup puas dengan hasil kerjanya sendiri.


Sebenarnya, tugas mencatat ini seharusnya bisa dilakukan oleh kepala pelayan. Tapi Gu Yuena terlalu senggang sampai bosan dan memilih mengambil pekerjaan ringan untuk menghabiskan waktu.


Pasalnya, Bai Youzhe sedang menghilang entah kemana. Biasalah, penyakit menghilang tiba-tiba pria itu kambuh lagi khusus hari ini.


Setelah selesai mencatat, Gu Yuena meletakkan kuas dan melipat kertas tersebut sebelum menyimpannya.


Api dari lilin-lilin yang menerangi ruangan bergerak terbawa angin, membuat pandangan Gu Yuena teralih ke lilin-lilin tersebut. Dia beranjak dari kursi, lalu memghampiri asal hembusan angin dan melihat ke luar jendela yang terbuka.


Gu Yuena menyipitkan mata. Sepasang iris merahnya bergerak ke samping ketika merasakan sesuatu yang mendekat. Tubuh Gu Yuena berputar ke belakang. Ia menunduk ke belakang ketika matanya bertemu dengan sebuah bilah runcing yang diayunkan tepat satu inci di depan matanya.


Gu Yuena menghilang dari tempat, kemudian muncul di belakang sosok tidak dikenal yang menyusup kamarnya dengan niat membunuh. Sihir merah di tangan Gu Yuena langsung diarahkan ke sosok itu, membuat sosok itu harus mundur dan keluar menembus dinding kamar.


Bukan Gu Yuena namanya kalau membiarkan pembunuh gagal itu lepas begitu saja. Perempuan itu menghilang dari tempatnya, lalu muncul kembali di halaman kediaman melihat sosok yang mulai menghunuskan pedang.


Tatapan Gu Yuena menajam menyadari sesuatu. "Hunter tingkat 8?"


Sosok itu menutupi wajahnya dengan kain penutup wajah. Dia bergerak sambil menebaskan pedang begitu lihai disertai angin yang berhembus kencang seakan penuh dengan bilah runcing.


Gu Yuena menghindari serangan beruntun. Sosok itu mencoba melakukan serangan jarak dekat, namun Gu Yuena selalu berhasil menjaga jarak dan menghindari serangan eksplosif.


Mereka berdua berada di tingkatan yang sama. Tapi itu bukan masalah bagi Gu Yuena.


Perempuan itu menghilang dari area serangan, melesat secara cepat bersama sihir merah yang berpusar seperti angin di udara. Ketika sihir merah itu berhantaman dengan kilau bilah pedang sosok tersebut, bilah tersebut terdorong sampai batas dan hancur akan terobosan sihir yang jauh lebih kuat.


Sihir merah secara alami mengubah arahnya ketika Gu Yuena menggerakkan tangan, membagi menjadi dua arah dan mengunci sosok itu sebelum menjerat jiwanya.


"Aaaaakh!"


Sosok itu meraung kesakitan ketika sihir merasuki jiwanya dan membuatnya lumpuh seketika. Gu Yuena sedang mempraktikkan cara yang sama seperti yang dilakukan pria bertopeng ketika melumpuhkan Luo Jin. Ini adalah percobaan pertama setelah meneliti kekuatan jiwa yang tersisa di jiwa Luo Jin.


Gu Yuena menggerakkan tangannya sambil mendekati sosok tersebut. Dengan mengambil alih kendali tubuh lawan, maka sosok itu tidak dapat bergerak bebas. Dia dibuat bangun dan berlutut begitu saja oleh Gu Yuena.


Gu Yuena dapat melihat tatapan kebencian dari sepasang mata sosok tersebut.


"Menarik." Gu Yuena tiba-tiba menarik salah satu sudut bibirnya. "Apa orang tua itu yang mengirimmu?"


Bisa membuat seorang hunter tingkat 8 rela mengorbankan nyawa demi membunuhnya, siapa lagi yang bisa melakukannya selain orang tua dari Istana Tianshuang itu?


Sosok itu terlihat sangat marah. Sepertinya dia menyimpan sesuatu dalam mulutnya dan hendak menggigitnya, tapi Gu Yuena sadar terlebih dahulu dan membuat sosok itu melepas penutup sebagian wajahnya dan memuntahkan isi mulutnya.


Ada sebuah bola kecil di sana. Itu adalah racun. Selain racun, sosok itu juga memuntahkan seteguk darah akibat paksaan Gu Yuena.


"Benar-benar anjing yang setia." Gu Yuena berkata dengan tenang sambil menghampiri lebih dekat. "Sudah lama aku tidak membunuh manusia sejak penyerangan Istana Yuansu. Jika dipikirkan, aku belum mendapat kepuasan apa pun ketika membunuh penyihir-penyihir itu."


Gu Yuena menunduk. Senyuman cantik di wajahnya terlihat mengerikan, apalagi ketika sihir merah di tangannya bergerak mengendalikan tubuh sosok tersebut.


Suara patah tulang tiba-tiba terdengar.


"Aaaaa!" Sosok itu berteriak sejadinya ketika jari-jari telapak tangannya diputar secara tak normal begitu mudah. Kemudian, kedua tangannya dipatahkan begitu saja oleh sihir yang mengendalikan tubuhnya.


"Bukankah menyenangkan?"


"Kau memang iblis!"


Gu Yuena cemberut. "Jangan munafik, kita semua tidak ada bedanya dengan iblis. Tapi, aku akan menganggap julukan itu sebagai pujian kehormatan. Kamu harus merasa bangga bisa mendapat responku." Telunjuk Gu Yuena mendorong dahi sosok itu sampai runtuh begitu saja dalam keadaan menyedihkan.


Kondisinya sangat parah. Selain luka dalam akibat jiwanya yang dijerat sihir, kekuatan jiwa juga mengambil alih tubuhnya sehingga dengan mudah msmbuat tulang tangannya patah seperti mematahkan ranting.


"Apa yang dijanjikan orang tua itu ketika membunuhku? Kekayaan? Kekuasaan? Atau ... kebebasan?" Gu Yuena tampak seperti anak penuh rasa ingin tahu.


Bagaimana sosok itu bisa menjawab sedangkan dia harus menahan rasa sakit tak ada hentinya? Sosok itu hanya bisa menangis dan menyesal bahwa waktu tidak dapat diputar.


"Asal kamu tahu, aku lelah harus bersikap tenang di hadapan orang bodoh. Padahal jelas-jelas aku bisa membunuh mereka tanpa harus repot. Seperti Luo Zhiyi, aku merasa ingin mengulitinya." Gu Yuena menghela napas. "Tapi jika aku melakukan itu, hanya akan memperburuk keadaan. Bagaimanapun, Luo Yi sebagai penerus telah pergi bersama kakakku, aku juga yang harus mengambil tanggung jawab. Lalu orang tua itu ... sepertinya harus sedikit kuberi pelajaran untuk melampiaskan emosi."


Sosok itu semakin was-was ketika Gu Yuena melihatnya dengan penuh perhitungan. Jika ingin bunuh, maka bunuh saja. Kenapa harus disiksa seperti ini!


Gu Yuena menarik dagu sosok itu. Wajahnya terlihat ketakutan, yang membuat hiburan tersendiri untuk Gu Yuena.


Sepasang iris merah darah Gu Yuena bersinar ketika menatap iris hitam sosok itu. Iris hitamnya mengikuti warna mata Gu Yuena, membuat pandangannya semakin penuh rasa takut.


Di tempat lain yang jauh dari Klan Luo berada, tepatnya di sebuah istana besar dan megah penuh kesunyian, pria tua yang tengah menunggu kabar di halaman istana didatangi oleh siluet merah yang menyelinap masuk ke matanya.


Sebuah ilusi tercipta, menyebabkan visi orang tua itu berubah yang awalnya halaman istana menjadi pegunungan neraka dengan api yang tak ada habisnya. Pria tua itu terdiam seketika.


Dia adalah Tetua Ming. Ketika melihat tempat aneh penuh kobaran api dan ledakan juga tengkorak disertai roh jahat yang mendekat, dia langsung mundur beberapa langkah sambil mengeluarkan senjata.


Para roh jahat menempel padanya seperti lalat, sedangkan tengkorak-tengkorak menarik kaki dan tangannya dengan mengerikan. Tetua Ming langsung menebas tombak di tangan untuk mengusir mereka semua.


Ketika Tetua Ming menebaskan tombaknya disertai segenap kekuatan yang ada dan menyebabkan ledakan, tombaknya terarah pada Ming Chin di dunia nyata. Perempuan itu berteriak histeris.


"Aaaaa!" Ming Chin langsung mundur ketakutan melihat ayahnya di luar kendali. "Ayah, ini aku, Xiao Chin!"


"Xiao Chin?"


Dalam sekejap, pandangan Tetua Ming kembali normal. Neraka yang ia lihat kini berubah menjadi halaman istana disertai putrinya yang tengah menangis ketakutan.


"Xiao Chin, ada apa ini?"


"Seharusnya aku yang bertanya, ada apa dengan Ayah?" Ming Chin sangat takut sampai tidak mau didekati ayahnya sendiri.


Tetua Ming masih kebingungan. Pikirannya diliputi rasa takut akan pemandangan yang baru saja terlihat.


Apa dia sedang bermimpi?


"Ayah, kita telah mengirim seorang murid untuk membunuh Gu Yuena. Apa akan baik-baik saja?" Ming Chin agak khawatir.


"Kamu tenang saja. Dia adalah murid terbaik istana dan sudah lama berada di tingkat 8. Bahkan pernah bertanding langsung dengan Yang Mulia di masa lalu. Sebaik apa pun kekuatan Gu Yuena, dia tetaplah baru menerobos dan tidak bisa mengendalikan kekuatan dengan baik." Tetua Ming tetap terlihat percaya diri akan penilaiannya. Kali ini, Gu Yuena tidak akan selamat meski memiliki perlindungan Bai Youzhe sekalipun.


Ming Chin menghela napas. "Aku mengharapkan kabar baiknya." Ia agak takut, kabar baiknya bukan untuk dirinya sendiri melainkan orang lain dan Gu Yuena sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Yah, sudah mati." Gu Yuena cemberut, lalu melepas penyusup itu begitu saja, dibiarkan tergeletak dalam keadaan posisi tulang tidak wajar.


Sebenarnya Gu Yuena masih belum puas. Selain darah yang keluar dari mulut dan luka-luka fisik akibat patah tulang, tetap saja masih tidak membuatnya merasakan kesenangan membunuh.


Di masa lalu, Gu Yuena selalu membunuh dengan cara mengerikan. Tidak ada satu pun korbannya yang lewat cara pembunuhan brutalnya begitu saja. Gu Yuena paling suka dengan darah.


Tapi karena kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk bermain darah, dia hanya bisa bermain tulang. Jangan sampai tempat ini dinodai mainannya sampai membuat pelayan heboh.


Bai Youzhe tampak berdiri kokoh dengan wajah datar yang biasa terpasang. Ia melirik mayat tak wajar di dekat Gu Yuena dengan kening berkerut.


Sepertinya ia mengenali mayat itu. Di mana mereka bertemu?


"Siapa yang mengirimnya?" Bai Youzhe telah menebak bahwa mayat itu pasti adalah pembunuh yang dikirim oleh seseorang.


Gu Yuena menggedikkan bahu acuh tak acuh. "Hanya beberapa tikus kecil."


Tidak, itu bukan sekadar tikus kecil. Bai Youzhe dapat melihat kekuatan spiritual pria itu yang terjerat oleh kekuatan jiwa Gu Yuena. Sekiranya, penyusup itu berada di tingkat 8.


Jika Gu Yuena tingkat 8 biasa, maka sudah pasti akan terjadi pertempuran sengit di tempat ini. Dilihat dari kekuatannya, akan sulit bagi tingkat 8 biasa membunuhnya.


Pasti dikirim oleh orang yang tidak biasa.


Para tetua klan tidak mungkin bisa mengendalikan orang sekuat itu karena rata-rata mereka hanya memiliki kekuatan setara dengan tingkat 6, Luo Zhiyi juga tidak mungkin. Istana Linghun tidak mungkin menyakiti Gu Yuena. Aula Linghun juga hanya memiliki penyihir dan makhluk kematian.


Tersisa Istana Tianshuang miliknya sendiri.


Sepertinya, tikus kecil yang Gu Yuena maksud adalah beberapa dari orang tua itu. Belakangan ini mereka cukup senggang rupanya.


"Aku akan mengatasi mereka, memastikan tidak ada yang berani mencelakaimu." Bai Youzhe berkata ketika Gu Yuena berada di depan pintu kamar hendak masuk.


Gu Yuena menghentikan langkah, lalu melihat pria tampan itu. "Masalah ini, aku bisa menyelesaikannya sendiri. Hanya masalah kecil." Gu Yuena tersenyum, lalu menghampiri Bai Youzhe. "Kamu terlihat aneh belakangan ini. Apa ada sesuatu yang mengganggu? Kau bisa mengatakannya padaku."


Bai Youzhe tersenyum tipis. Dia meraih wajah Gu Yuena, menyingkirkan helai rambut yang menutupi wajahnya dan menyelipkannya ke belakang telinga. "Tidak perlu pikirkan. Hanya masalah biasa."


"Itu berarti bukan masalah kecil," gumam Gu Yuena. "Tak apa jika tidak ingin memberitahu."


Bai Youzhe terlihat terganggu akan sesuatu. Dia tampak berpikir, kemudian berkata, "Mungkin aku akan pergi cukup lama. Tidak tahu kapan akan kembali."


"Sepertinya ini masalah besar. Apa kau akan pergi setelah kita kembali ke istana?" Gu Yuena tampak biasa saja.


Bai Youzhe mengangguk pelan, merasa sangat enggan.


"Kalau begitu, kita harus sering bersama sebelum berpisah cukup lama." Gu Yuena terlihat tidak terlalu mempermasalahkannya.


"Kamu sama sekali tidak keberatan?"


Gu Yuena menggeleng begitu enteng. "Aku juga akan sibuk kedepannya. Jadi kita imbang." Ada banyak hal yang harus Gu Yuena lakukan mengenai Istana Linghun. Meski keberatan, ia tidak boleh terus bergantung dan merepotkan Bai Youzhe.


Bai Youzhe memeluk tubuh ramping Gu Yuena dengan erat. Ia terus murung memikirkan hal ini sejak beberapa hari yang lalu setelah mendapat kabar dari dunia bawah. Dia jelas tidak bisa cerita, karena akan terlalu membayakan Gu Yuena.


"Sampai hari itu tiba, kita tidak boleh berpisah."


Gu Yuena terkekeh. "Padahal siapa yang baru saja menghilang?"


"Aku tidak kemana-mana."


"Tapi aku tidak melihatmu sejak tadi."


"Itu ... ada sedikit urusan dengan beberapa orang."


Gu Yuena sedikit menjauhkan tubuhnya untuk melihat sepasang iris biru malam Bai Youzhe. Bai Youzhe memiringkan kepalanya dan menunduk, memberi ciuman lembut pada bibir Gu Yuena sambil mengeratkan pelukan.


Di samping itu, Bao Jun dan Hei Changge muncul bersamaan dari kegelapan.


"Yang—hmph ...." Hei Changge yang ingin memanggil Bai Youzhe langsung dibekap begitu saja oleh Bao Jun. Pria itu nyaris terjungkal karena rekan laknatnya.


"Kita laporkan saja besok." Bao Jun berbisik sambil menarik rekannya yang kaku dan tidak peka. Pantas saja Chu Xin terus memusuhinya karena cinta yang bertepuk sebelah tangan.


"Orang-orang dunia bawah benar-benar kacau. Mereka berani mengganggu Yang Mulia dan menerobos Dataran Mitian." Hei Changge mendengus kesal sembari lengannya diseret Bao Jun.


"Yang Mulia sudah pasti tidak akan membiarkan mereka. Sepertinya, orang-orang guild di dunia bawah masih harus menahan mereka beberapa saat. Setelah Yang Mulia kembali ke istana, Yang Mulia akan membuka pintu dunia bawah. Tidak perlu terburu-buru." Bao Jun menghela napas panjang.


Kedepannya pasti akan sangat sulit.


Mereka telah mengikuti Bai Youzhe selama bertahun-tahun. Ketika Bai Youzhe menghilang di dunia bawah, mereka sangat panik sampai akhirnya pria itu muncul beberapa tahun setelahnya dalam wujud naga dan membuka pintu dunia bawah dengan mudah. Benar-benar perubahan yang luar biasa.


Setelah hari itu, banyak anggota guild memasuki dunia bawah untuk melakukan ekspedisi dan pengamatan. Untuk apa dan mengapa ekspedisi dilakukan, hanya Bai Youzhe yang tahu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa hari dilalui dengan lancar sampai hampir sebulan lamanya. Luo Wei sudah bisa bergerak dan duduk, menunjukkan perkembangan yang besar dan cepat.


Jiwanya telah pulih setelah perawatan harian. Meski tubuhnya masih tidak bisa bergerak bebas dan terasa kaku, setidaknya lukanya tidak seburuk sebelumnya. Itu wajar terjadi pada penderita kelumpuhan.


Di depan gerbang klan, Luo Jin duduk di atas kursi roda mengantar kepulangan Bai Youzhe dan Gu Yuena ke istana. Rupanya para tetua itu terlalu bersemangat sampai mengirimkan kapal terbang yang begitu besar agar mereka cepat sampai.


Hilanglah keinginan Bai Youzhe berlama-lama di jalan seperti sebelumnya.


Sebenarnya dia bisa saja menolak kapal terbang itu, tapi Gu Yuena sangat antusias dan langsung masuk begitu saja begitu datang. Bukannya tidak tahu sopan santun, dia hanya tidak ingin Bai Youzhe terlalu banyak menunda waktu untuk hal tidak penting sehingga melakukan hal kekanakan.


Berjalan di atas kapal bersayap tersebut, Gu Yuena melambaikan tangan pada Bai Youzhe yang masih termenung. Sedikit bertingkah imut juga tidak buruk.


Jika sudah seperti ini, apa Bai Youzhe akan tega membawa Gu Yuena keluar dari sana dan memilih naik kuda untuk perjalanan jauh melelahkan? Tentu saja itu akan terjadi jika dia siap kena sikap dingin Gu Yuena.


Pada akhirnya, Bai Youzhe hanya bisa menyerah.


"Yang Mulia, berhati-hatilah di jalan. Jangan lupa untuk berkunjung kembali. Lain kali, kami akan menyambut Anda dengan meriah!" Para tetua mengucapkan salam perpisahan secara antusias.


"Sayang sekali kalian harus pergi begitu cepat. Nona Gu sangat menarik, aku banyak belajar darinya. Yang Mulia, penilaian Anda tidak pernah salah. Lain kali ketika datang kembali, saya akan membuat penyambutan khusus."


Alkemis yang selama ini merawat Luo Wei dan menjadi rekan sementara Gu Yuena mendapat kesan yang bagus tentang Gu Yuena. Selama beberapa hari ini, mereka saling bertukar pikiran mengenai pengobatan.


Meski kemampuan medis Gu Yuena tidak sebaik para alkemis dan healer, ingatannya sangat tajam sehingga mudah mengingat berbagai macam kombinasi pengobatan dan kegunaannya. Dia mendapatkan banyak manfaat hanya dengan bicara bersama Gu Yuena. Belum lagi sebuah teknik pengobatan aneh yang tidak pernah ada di dunia ini.


Mereka melontarkan kata-kata perpisahan yang penuh sanjungan selagi Bai Youzhe memasuki kapal terbang setelah berpisah dengan Luo Wei Luo Wei sangat berterimakasih pada mereka, terutama Gu Yuena yang secara sukarela menyembuhkannya.


Ia tahu Gu Yuena melakukannya atas nama kakaknya karena telah membawa Luo Yi pergi. Itu adalah bentuk tanggungjawab Gu Yuena menggantikan Gu Yuan yang hilang, walaupun tidak diungkapkan secara langsung.


Orang yang bersangkutan pasti menyadarinya.


Kapal terbang pun menggerakkan sayap besarnya, mulai terangkat di udara dan lepas landas seperti pesawat dengan kecepatan penuh seperti jet. Kecepatan kapal itu jauh lebih cepat dari kapal milik Istana Yuansu.


Meski sangat cepat, itu tidak membuat orang-orang di dalamnya tidak nyaman meski baru pertama kali naik kapal. Hal tersebut ditunjukkan oleh beberapa pelayan yang dibawa dari Klan Luo untuk melayani Gu Yuena secara khusus.


Namun, sepertinya hanya Gu Yuena yang memiliki kondisi berbeda.


"Sepertinya aku mabuk udara," gumam Gu Yuena, kemudian menutup mulutnya ketika terjadi mual.


Apa dia sesensitif itu?