Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
22. Perekrutan Murid Baru



Perjamuan hanya dihadiri oleh Gu Shan dan Gu Yihan saja sebagai perwakilan Kediaman Adipati. Oleh karena itu, Gu Yuena, Gu Yuan, dan Gu Yesha memilih kembali ke kediaman karena merasa tidak ada yang bisa dilakukan. Apalagi mereka juga harus bersiap kembali ke akademi dalam waktu dekat.


Sebenarnya Gu Yuan bisa saja tidak perlu ke akademi, tapi ia memiliki tugas dari gurunya sehingga harus pergi dalam beberapa hari kedepan. Sedangkan pengumuman penerimaan murid baru dari berbagai akademi telah diumumkan, Gu Yuena diperintahkan untuk segera memilih akademi mana yang ingin didaftarkan. Gu Yuan akan mengurusnya.


Sepanjang jalan Gu Yuena berpikir tentang akademi. Chu Xin menjelaskan tentang akademi yang dibentuk oleh masing-masing 3 istana untuk perekrutan murid istana di akhir semester.


Ketiga istana akan merekrut murid terbaik dari akademi yang dijalankan mereka masing-masing untuk mengemban tugas di istana dan berlatih ke tingkat yang lebih tinggi. Tentu saja itu adalah keinginan semua orang serta tujuan para calon murid yang akan mendaftar.


Sayangnya, Gu Yuena tidak berniat memasuki akademi manapun. Mana ada akademi atau istana yang menerima penyihir?


"Nona, aku sarankan untuk memasuki Akademi Yuansu. Di antara 3 akademi, dibandingkan Akademi Luye dan Akademi Yinyang, Akademi Yuansu adalah akademi terbesar. Mereka memiliki cabang akademi berdasarkan elemen. Karena Nona memiliki elemen api, maka akan memasuki cabang Huoyuan. Jika mendapat kesempatan memasuki Akademi Yuansu di mana seluruh elemen menjadi satu, maka akan mendapat potensi yang lebih besar."


Gu Yuena berpikir sejenak, kemudian menanyakan sesuatu. "Kenapa Istana Tao tidak melakukan perekrutan?"


Chu Xin tersenyum kecut. "Nona, Istana Tao mempelajari hukum Tao dan mendedikasikan diri menjadi biksu dan biarawan. Siapa pun bisa masuk, tapi harus bersedia mencukur rambut dan menjadi biksu tanpa ikut campur urusan dunia selamanya."


"Ide buruk." Gu Yuena langsung mundur. Citranya sebagai gadis berbahaya akan jatuh hanya karena profesi itu.


"Kalau begitu, Nona akan pergi ke Akademi Yuansu?" Chu Xin memastikan, tampak berharap.


Gu Yuena melihat Chu Xin dengan malas, kemudian menghela napas. "Yasudah, Akademi Yuansu. Tapi ...." Ia sepertinya terpikirkan sesuatu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Identitas baru?" Gu Yuan terkejut mendengar syarat Gu Yuena agar dapat pergi ke akademi.


Gu Yuena mengangguk yakin. "Kakak tenang saja, aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya tidak dikenali sebagai Nona Keempat Kediaman Adipati Gu. Lagi pula, identitas tidak penting, yang penting ilmunya."


"Tapi kau bisa mendapat masalah."


Gu Yuena cemberut. "Tidak ada yang pernah melihat wajah asliku. Gu Yuena adalah wanita bercadar yang bersembunyi di dalam kediaman membantu Adipati dengan patuh, sedangkan identitas baruku adalah seseorang yang bebas dan tidak terikat."


"Tapi ...."


"Sudahlah, atau aku tidak mau sekolah!" Gu Yuena sudah memikirkannya. Jika ia ketahuan sebagai penyihir dengan identitas palsu itu, ia tetap bisa pulang dengan identitas aslinya.


Gu Yuan merasa tertekan. Jika tidak sekolah, kapan Gu Yuena akan berkembang? Bisa saja ia meminta bantuan Luo Yi, tapi Luo Yi juga tidak senggang!


Karena didesak, Gu Yuan hanya bisa menyetujuinya dengan terpaksa. "Kau bisa gunakan identitas lain. Tapi jika suatu hari harus memasuki Istana Yuansu, kau tidak boleh menggunakan identitas palsu atau konsekuensinya akan lebih rumit."


Gu Yuena mengangguk dengan cepat. Lagi pula, siapa yang mau masuk Istana Yuansu? Ia hanya ingin belajar di akademi, itu saja. Ia dengar dari Chu Xin, Akademi Yuansu memiliki perpustakaan terbesar dan terlengkap, bahkan buku terlarang kemungkinan besar ada di sana. Ia tidak sabar menunggu hari itu tiba.


"Kalau begitu, namamu adalah Gu Yue." Gu Yuan tidak bisa memikirkan nama lain. Jika 'Nana', itu hanya bisa disebutkan oleh orang terdekat. Ia tidak mau panggilan itu dipakai untuk nama palsu.


"Sepakat!" Gu Yuena pun tersenyum puas.


Gu Yuena kembali ke kamarnya. Ia begitu senang sampai nyaris melompat. Kakaknya itu memang paling dapat diandalkan. Ia tidak perlu khawatir pada hal lain, karena identitasnya mulai sekarang akan disamarkan.


Karena baru sampai dari perjalanan jauh, Gu Yuena berpikir untuk mandi. Baru saja akan memanggil Chu Xin untuk menyiapkan air, tiba-tiba seekor kucing hitam melompat dari langit-langit dan langsung menempel padanya.


"Xiao Hei!" Gu Yuena terkejut menyadari Xiao Hei jatuh ke atas kepalanya. Ia mengambil Xiao Hei, kemudian melihatnya dengan sebal.


"Meow~" Xiao Hei menunduk meminta maaf.


Gu Yuena tidak bisa marah oleh keimutan di depannya ini. Ia melepas rasa kesalnya dan memeluk kucing mungil yang sangat ia rindukan.


"Xiao Hei, kemana saja kau selama setengah tahun ini? Apa kau tidak merindukanku?"


"Miaw~ ... Xiao Hei sangat merindukan Nona!"


Gu Yuena terdiam untuk beberapa saat. Ia menarik Xiao Hei menjauh dari pelukannya, membiarkan kucing mungil itu menggantung di tangannya. "Sejak kapan kau bisa bicara?"


"Xiao Hei adalah milik Nona, Nona bisa bicara pada Xiao Hei, miaw!"


"Xiao Hei ... apa selama ini kau juga berkultivasi, baru bisa bicara padaku? Kau ... bukan kucing imutku lagi, tapi monster tingkat rendah ...." Gu Yuena cemberut.


"Nona, nona! Jangan menangis! Miaw ... Xiao Hei tetap kucing imut Nona. Xiao Hei hanya ingin melindungi Nona, miaw!" Xiao Hei bicara dengan tempo cepat sambil menggerakkan tangan dan kakinya yang menggantung.


"Xiao Hei ...." Gu Yuena memeluk kucing hitam itu dengan erat sampai Xiao Hei tergencat.


"Miaw! Nona, Xiao Hei tidak bisa bernapas! Miaw!"


Gu Yuena melepas pelukannya. Ia meletakkan Xiao Hei di atas meja, kemudian duduk di kursi sambil melihat kucing hitam itu.


"Jelaskan padaku, bagaimana kau melakukannya?" Gu Yuena dalam mode serius.


"Buku yang Nona 'beli' hari itu sangat berguna. Xiao Hei mempelajarinya selama setengah tahun dan berhasil mencapai terobosan baru! Miaw!"


Gu Yuena memandangnya penuh selidik. "Benarkah? Bukan karena kau adalah seekor monster yang terluka sampai hanya bisa menjadi kucing, 'kan? Aku lihat instingmu sangat bagus. Bahkan mengenali buku yang sudah tidak digunakan selama ratusan tahun."


Xiao Hei membeku saat itu juga. Ia memasang wajah imut dan mata berkaca-kaca, berusaha meluluhkan Gu Yuena. "Nona ... Nona tidak menginginkan Xiao Hei lagi? Miaw~"


Gu Yuena tetap memasang wajah datar. "Jangan berusaha menipuku."


"Miaw! Nona, Xiao Hei akan patuh dan akan melindungi Nona dengan baik. Xiao Hei tidak seperti monster lainnya. Nona jangan usir Xiao Hei, miaw!" Xiao Hei semakin menunjukkan kesedihannya.


Gu Yuena tetap datar, lalu ia menghela napas. "Sudahlah, bukan sepenuhnya salahmu. Kali ini, aku akan mengampunimu."


"Miaw! Nona yang terbaik! Nona paling cantik dan paling hebat! Tidak ada yang bisa menandingi Nona di dunia ini, miaw!"


"Sudahlah, jangan menjilat lagi." Gu Yuena mempertahankan sikap tenangnya. Meski sebenarnya, ia meronta di dalam hati dan sangat ingin mencubit Xiao Hei sampai remuk!


Kucing kecil ini terlalu imut!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari di mana pembukaan seluruh akademi dimulai.


Seluruh akademi kali ini mengadakan pendaftaran dan tes yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Selama lulus tes masuk pertama, mereka bisa pergi ke akademi dan menjadi murid akademi yang dipilih.


Akademi Yuansu adalah yang paling ramai. Selain merupakan akademi elemen, mereka juga menerima berbagai pelatihan tiap profesi. Kebanyakan dari mereka yang mendaftar adalah hunter dan mage, sebagai profesi umum yang tidak terlalu rumit.


Tiap elemen akan dikumpulkan di beberapa divisi akademi. Huoyuan untuk elemen api, Shuiyuan untuk elemen air, Bingyuan untuk elemen es, Tuyuan untuk elemen tanah, Leiyuan untuk elemen petir atau guntur, Zhiyuan untuk tumbuhan, Fengyuan untuk angin, dan Qingyuan untuk cahaya. Masing-masing divisi memiliki kualifikasi tertentu sehingga harus menyaring pendaftar dengan tes yang berbeda dari tiap divisi.


Gedung berlantai dua di sisi barat Ibu Kota merupakan pusat pendaftaran Akademi Yuansu di Ibu Kota Yi. Tiap murid yang mendaftar akan memasuki divisi sesuai elemen dan diarahkan ke area tes masing-masing.


Sosok lelaki berfitur halus berjalan di antara kerumunan. Tampilannya sederhana, dengan iris merah yang unik serta surai hitam kemerahan yang ditutupi dengan topi, lebih terlihat seperti rakyat biasa dibandingkan kumpulan bangsawan yang mendaftar di divisi Huoyuan. Ia berjalan dengan tenang bersama seekor kucing hitam yang duduk di lengannya dengan nyaman, kemudian menyerahkan token pendaftaran yang telah disiapkan.


Lelaki gemuk yang berjaga di depan pintu area tes melihat token tersebut. Ia melihat pemuda tampan di depannya. "Gu Yue? Kau lebih terlihat seperti pemuda berusia 16 tahun dibandingkan 17 tahun." Ia mencibir.


Pria gemuk itu mendengus sambil mengisi token tersebut dengan sesuatu menggunakan kekuatan spiritual lalu mengembalikannya. Ia pun mengisyaratkan Gu Yue untuk memasuki area tes.


Gu Yue menerima token, kemudian pergi sesuai arahan. Pria gemuk itu melihat Gu Yue dengan sinis, kemudian melihat anak-anak yang mengantre di depan. Ia pun mendengus. "Sepertinya akan ada banyak yang gagal tahun ini."


Pria mungil itu menelusuri jalan dengan santai bersama kucing kecilnya. Iris kemerahannya melihat kumpulan calon murid yang berkerumun melihat pengaturan tes yang akan dilaksanakan. Ia menyelinap di antara kerumunan dengan tubuh kecil itu, kemudian melihat tulisan yang tertera di papan pengumuman.


Tes divisi Huoyuan dilakukan secara sederhana. Yakni siapa pun yang dapat bertahan dalam tekanan selama satu batang dupa, maka akan lolos seleksi pertama dan dilanjutkan dengan seleksi pertarungan. Untuk seleksi kedua, calon murid akan saling beradu. Pemenanglah yang lolos.


Dua seleksi sederhana itu berhasil membuat para peserta percaya diri dapat melaluinya. Namun pemuda mungil itu hanya menampilkan wajah tanpa minat sebelum akhirnya pergi ke tempat tes berlangsung. Karena Akademi Yuansu adalah akademi terkemuka, pasti tesnya tidak akan sesederhana yang tertuliskan.


"Miaw, Nona, kau sangat tenang. Apa telah mengetahui sesuatu?" Kucing hitam di lengannya bicara dengan penasaran.


"Seleksi pertama seharusnya menguji pondasi seseorang. Aku telah menghadapi tekanan tingkat kelima milik Ye Suanwu, ujian kali ini tidak akan beda jauh dengan pertarunganku dengan Ye Suanwu."


Pemuda itu mengeluarkan suara feminim yang mendukung fitur halusnya. Siapa yang akan menyangka, pemuda tampan itu ternyata adalah Gu Yuena. Ia tidak tanggung-tanggung dalam menyamar, langsung menyamar sebagai laki-laki agar identitasnya semakin jauh dari kenyataan.


Selain itu, Gu Yuena juga sedang menghindari hubungan tidak perlu. Sebagai seorang gadis, apalagi dengan kecantikan yang ia miliki, itu akan cukup merepotkan. Ia juga tidak mau mendengarkan rasa iri berbagai wanita.


Menjadi pria juga tidak buruk. Ia bisa langsung main fisik jika ada yang menindasnya tanpa harus mendengar ucapan menjijikan.


"Rata-rata kekuatan para peserta ini adalah tingkat tiga dan empat, Nona tidak perlu khawatir."


"Ini hanya tes awalan. Yang perlu diwaspadai adalah ujian sesungguhnya di Akademi Yuansu. Aku dengar, Akademi Yuansu memiliki ujian yang lebih rumit dari kebanyakan ujian." Gu Yuena jadi tidak sabar mencicipi rasa ujian tersebut.


"Miaw, Nona memang yang paling hebat di dunia!"


Gu Yuena melanjutkan langkahnya untuk bergabung dengan ujian yang akan dilakukan. Pendaftaran akan ditutup sebentar lagi, pada saat itulah ujian diadakan.


Selagi menunggu, Gu Yuena duduk mengamati para peserta ujian. Ada sangat banyak bangsawan yang datang, baik sepantaran dengannya maupun lebih muda atau lebih tua. Para bangsawan itu memiliki banyak penggemar dan disegani di mana-mana.


Itulah alasan Gu Yuena menyamar. Ia malas menghadapi orang-orang dan tidak suka dikerumuni.


Beberapa bangsawan menjaga citra mereka agar terlihat baik. Namun ada pula yang semena-mena. Beberapa pria merundrung pria lain yang tampak lusuh, itu adalah hal biasa yang terjadi. Sedangkan para wanita bergosip ria dan saling menjatuhkan.


"Nona, apa kamu tidak ingin menyelamatkan anak itu?" Xiao Hei melirik Gu Yuena yang tampak tidak peduli setelah melihat seorang pemuda ditertawakan seorang bangsawan.


"Itu adalah kehidupan. Tidak perlu ikut campur." Gu Yuena berkata dengan santai.


Ketika ia dirundrung, apakah ada yang membelanya? Baik di kehidupan pertama maupun kedua, ia tidak pernah menerima bantuan siapa pun di titik terendah kehidupannya. Itu membuatnya yakin, bahkan untuk menjadi kuat harus melewati titik terendah sendiri agar siap mengemban tanggung jawab besar.


Mungkin sebagian orang akan berpikir bahwa ia terlalu kejam dan egois. Tapi untuk seseorang yang menjalani hidup sendiri tanpa dukungan, itu bukan hal aneh.


"Perhatian semuanya!"


Suara keras itu datang dari pusat arena. Mereka semua langsung mendekat dan menjadikan arena sebagai pusat untuk melihat seorang pria muda yang mengumumkan ujian.


Sepertinya pria itu adalah senior. Dapat dilihat dari bagaimana cara pria itu memandang para peserta dengan sedikit angkuh.


"Waktu pendaftaran sudah habis. Namaku Mo Cheng, murid tahun ketiga divisi Huoyuan. Aku akan memberi kalian waktu satu menit untuk mempersiapkan ujian dan berbaris dengan rapi mengelilingi arena ini. Ujian pertama akan dimulai!"


Semua orang langsung berbondong-bondong mencari barisan. Gu Yuena hanya perlu sedikit bergerak ke samping untuk mendapat barisan tengah. Karena dalam ujian tidak dipeebolehkan membawa makhluk apa pun, Xiao Hei pergi ke tempat lain untuk menonton dari sudut.


Tepat setelah satu menit dilalui, pusat arena terbuka, mengeluarkan sebuah pilar tinggi dari bawah tanah. Terdapat sebuah kotak besi di atas pilar sebesar kurang lebih 8 meter. Pilar di pusat arena cukup menampung kotak besi sebesar itu, seolah terdapat sesuatu di dalamnya.


Mo Cheng tetap berdiri di atas arena memperhatikan peserta ujian dengan seringai. "Kalian tahu bahwa ujian pertama adalah bertahan dari tekanan selama satu batang dupa. Namun tekanan yang akan digunakan kali ini berbeda dari ujian tahun sebelumnya."


Mo Cheng membuka kunci kotak besi tersebut menggunakan kekuatan spiritual. Suara derak besi terdengar, disertai rantai yang terlepas. Kotak itu mulai menunjukkan tanda-tanda terbuka disertai sebuah cahaya yang menyelinap keluar dari sana.


Terlihat di dalam kotak tersebut, seekor badak besar terpajang tanpa bergerak. Badak itu seperti patung. Ia memiliki empat cula dan dua kepala yang dihadapkan ke arah peserta. Ukurannya yang mencapai 8 meter membuatnya terlihat sangat besar dan mengerikan. Ditambah, mata merah dan kulit berapi-api itu menambah ketakutan banyak peserta.


"Ini adalah Badak Api Kembar tingkat 5. Kekuatan monster tingkat 5 setara dengan manusia tingkat 6 dan 7. Aku harap kalian tidak mengecewakan dan dapat bertahan selama satu batang dupa. Jika ada dari kalian yang jatuh ...."


Brukk


Beberapa peserta jatuh pingsan begitu melihat badak sebesar itu, ada pula yang mengalami kejang karena tekanan. Para petugas langsung membawanya, tanda bahwa orang itu telah tereliminasi.


Mo Cheng mendengus. "Seperti itu yang akan terjadi. Jika kalian ingin menjadi kultivator sejati, maka harus memiliki mental kuat dan menerima segala bentuk tekanan. Kalau pingsan, bagaimana kalian akan bertahan di bawah serangan monster ketika dalam perburuan? Jangan jadi lelucon!"


Ucapan Mo Cheng menusuk para peserta yang sedang mencoba bertahan dari tekanan. Api di sekitar monster itu mengeluarkan tekanan yang tinggi, menyebabkan banyak dari mereka runtuh dan mengalami kejutan luar biasa.


Beberapa bangsawan serta orang-orang terlatih terlihat lebih baik. Meski keringat bercucuran deras, mereka tetap berdiri kokoh dibandingkan peserta lain yang telah jatuh dan berlutut.


Gu Yuena masuk di antara orang-orang yang masih berdiri kokoh. Pandangannya terpusat pada monster berkepala dua tersebut. Iris merahnya dapat melihat ada banyak energi api yang menjadi penyebab tekanan keluar. Padahal jelas-jelas badak itu sudah mati.


Ada sangat banyak rahasia di setiap istana, Gu Yuena tidak sabar untuk mengetahui apa yang terjadi pada badak itu.


Hampir seluruh sisi Gu Yuena runtuh. Tersisa seorang pria kekar di sebelahnya, tampak nyaris berlutut dan telah bergetar hebat. Ia melirik Gu Yuena yang tampak seperti bocah yang sedang merenung. Ia menjadi heran.


"Hei, kau ada di tingkat berapa?" Pria itu bertanya dengan gemetar.


Gu Yuena menoleh ke arahnya kemudian menjawab, "Empat."


"Empat?" Pria itu semakin heran. "Aku ada di tingkat empat, bagaimana bisa badak itu menekanku! Hei, kau, benda apa yang kau gunakan di sini?"


Gu Yuena memandangnya untuk beberapa saat, kemudian menjawab dengan enggan, "Benda itu adalah tubuhku." Ia berlalu begitu saja ke depan untuk menghindari pria aneh itu. Ia berjalan seolah tidak ada tekanan di sekitarnya.


"Kau ...." Pria itu merasa kesal. Tapi ia tidak bisa mempertahankan tubuhnya lagi dan jatuh begitu saja. Para petugas langsung menyeretnya pergi.


Sebenarnya, Gu Yuena tidak tahu bagaimana rasa ditekan oleh seekor mayat badak. Jika tidak melihat energi api itu, ia akan curiga bahwa semua orang sedang sandiwara. Kemungkinan besar, darah phoenix melindunginya dari tekanan benda asing dan tak murni. Jika yang menekannya adalah manusia atau hewan sungguhan, ia mungkin akan merasa ditekan seperti ketika diserang Ye Suanwu dan Ting Le.


Satu batang dupa berakhir. Ketika kotak itu ditutup kembali, banyak peserta yang jatuh lemas dan terkulai seperti akan mati. Itu membuat mereka dieliminasi dan tidak mendapat kesempatan masuk akademi tahun ini.


Dari ribuan peserta, tersisa ratusan peserta. Jika diadu untuk ujian kedua, sepertinya hanya akan terjadi setengah dari ratusan itu. Kesempatannya hanya 50%.


"Bagus, selamat untuk peserta yang lolos. Namun bukan berarti kalian telah resmi menjadi murid Akademi Yuansu. Akademi Yuansu tidak menerima murid sampah. Selain pondasi, kekuatan kalian juga harus diuji melalui ujian kedua."


Pria itu mengeluarkan beberapa lidi dari ruang spiritual, kemudian melemparkannya ke para peserta. Secara otomatis, masing-masing peserta yang tersisa menerima lidi yang dilemparkan.


"Di sana terdapat nomor urut yang akan kalian gunakan selama masa perekrutan murid baru. Kami akan memanggil peserta secara acak untuk melakukan pertandingan. Ingat, jika pertandingan memberi hasil seri, maka keduanya berhak menang. Aku akan memberi kalian waktu 30 menit dari sekarang untuk beristirahat. Sampai jumpa nanti!" Pria itu pun pergi. Pandangannya sekilas terarah pada Gu Yuena, tatapannya menjadi aneh.


Gu Yuena sadar akan hal itu, tapi ia tidak memikirkannya terlalu jauh. Mungkin karena hasil ujian pertama di mana ia terlihat sama sekali tidak ditekan.


Gu Yuena melihat nomor yang tertera di lidi. Angka menunjukkan nomor 267 dari 600 lebih peserta. Kemungkinan menyelesaikan ujian lebih cepat sangat kecil.


Ia menghela napas lemah. "Aku menganguk ...."