Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
132. Nana Dirampok?



Perbatasan dunia dibuka dengan cara merobek ruang. Kristal ungu peninggalan Raja Gu Ying di tangan Gu Yuena mengeluarkan energi yang mampu merobek ruang sehingga menampakkan robekan ruang kosong di dalamnya.


Secara tertutup, Gu Yuena membuka perbatasan tersebut untuk pergi ke Dataran Mitian. Tidak perlu berlama-lama di sini, ia harus menyelesaikan masalah secepatnya.


Menolehkan kepala ke belakang di mana Bai Youzhe berada, Gu Yuena tersenyum. "Sampai jumpa."


Bai Youzhe membalasnya dengan senyuman, lalu melambaikan telapak tangannya. Mereka akan bertemu lagi dalam waktu singkat. Ia pastikan itu terjadi.


Gu Yuena tidak tahu rencana apa saja yang ada di dalam otak pria licik itu. Ia berbalik ke arah robekan ruang, lalu masuk ke dalam sebelum akhirnya robekan ruang menutup. Gu Yuena pergi sendirian.


Sebelumnya, Gu Yuena yang terlahap iblis hati membunuh para mata-mata Istana Linghun yang menguntitnya setiap saat. Itu sebabnya ia tidak perlu bersembunyi apalagi menyamarkan diri agar tidak terlihat akrab dengan Bai Youzhe.


Namun, beberapa orang pastinya akan sadar. Seperti sosok hitam yang berdiri di bawah rindangnya pohon saat ini. Iris hitamnya melihat dengan pandangan dingin.


Bai Youzhe baru saja akan kembali ke istana, pandangannya terpaku pada sosok hitam yang terlihat seperti bayangan di malam hari.


Yang Xinyuan keluar dari bayangan pepohonan rindang. Ia seperti habis menangkap basah seseorang, tapi yang didatangi terlihat dingin dan cuek.


"Pantas aku tidak dapat menemukannya, ternyata di sini." Yang Xinyuan melihat ke bekas robekan ruang yang kini memiliki percikan energi ungu seperti kunang-kunang.


"Kau datang untuk mengucapkan selamat tinggal?" balas Bai Youzhe.


"Kami akan bertemu lagi, jadi itu tidak perlu."


"Oh, jadi kau ingin pamer?" Bai Youzhe terkekeh. "Aku tidak tertarik bersaing seperti anak-anak. Lagi pula, baik bersaing maupun tidak hasilnya tetap sama."


"Bagaimanapun, Gu Yuena adalah Putri Istana Linghun. Meski iblis hati sudah disegel, apa menurutmu, semua yang dia lakukan selama ini bukan keinginannya?"


"Tidak tahu. Baik keinginannya atau tidak, aku tidak perlu mengetahuinya." Bai Youzhe pergi begitu saja mengabaikan Yang Xinyuan. Ingin memprovokasinya? Sayang sekali, ia sedang malas bertarung dan masih ada hal penting yang harus dilakukan.


Yang Xinyuan melihat kepergian Bai Youzhe dengan senyum jahat yang terukir di bibirnya. Wanita seperti Gu Yuena hanya mendambakan hidup tenang, namun jalan yang dilalui untuk mencapai tujuannya adalah jalan berliku yang bukan orang biasa bisa lewati. Jalan itu memaksanya untuk hidup tanpa perasaan yang permanen.


Gu Yuena memang membencinya, dia dan Yang Xinyuan tidak memiliki kesempatan memperbaiki hubungan. Meski saat ini Gu Yuena mencintai Bai Youzhe, bukan berarti dia tidak akan sulit mengubahhya menjadi kebencian.


"Kau masih tidak mengerti keinginannya." Yang Xinyuan terkekeh, lalu pergi dalam kumpulan kabut yang terbang ke langit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tanah tandus, di sanalah tempat Gu Yuena tiba. Kristal ungu memberinya lokasi acak ketika melakukan perobekan ruang antar-dunia. Ia diarahkan ke tanah tandus yang lumayan jauh dari kekaisaran. Lebih jauh dari Istana Linghun.


Gu Yuena mendengus. "Benar-benar menyesatkan."


Berjalan di tanah tandus yang gersang dan kering sendirian, Gu Yuena benar-benar merasa tersiksa. Belum lagi keterbatasannya menggunakan kekuatan spiritual. Qi di tanah tandus tidak cukup baginya untuk menggunakan kekuatan besar.


Tanah tandus adalah wilayah yang ditinggalkan. Itu panas dan kering, tidak ada air ataupun tumbuhan. Ada banyak monster yang tinggal di wilayah gurun seperti ular dan kalajengking di sini, namun sumber makanan yang dimiliki terbatas.


Gu Yuena mengepakkan sayapnya, melalu jalur udara agar tiba lebih cepat ke kekaisaran. Tujuannya kali ini adalah Klan Ye untuk menyelesaikan akun dengan mereka. Setelah itu, ia akan langsung pergi ke Istana Linghun.


Namun, baru beberapa menit terbang di udara, beberapa panah berterbangan menyerbunya dari bawah. Gu Yuena membalikkan semua panah itu, lalu mendarat.


Ia baru saja mengalami hari yang damai, tapi beberapa orang mengganggu suasana hatinya. Menyebalkan.


"Rupanya seorang wanita cantik. Cepat serahkan semua yang kau miliki, kami akan bersikap lebih lembut padamu!"


"Kelihatanya seperti dari keluarga bangawan. Hari ini benar-benar berkah luar biasa!"


"Bangsawan mana yang tersesat di tanah tandus sendirian? Seorang wanita pula. Pasti memiliki barang berharga agar dapat bertahan di tanah tandus sampai sekarang."


"Kita panen ganda!"


"Nona cantik, ikutlah bersama kami dan kamu tidak akan mati kelaparan di sini. Sebuah kehormatan bagimu bisa bertemu orang di tengah tanah terkutuk ini."


Seperti yang dilihat, Gu Yuena dirampok.


Hah, merampok orang di siang bolong, di tanah tandus pula. Jika Gu Yuena adalah orang biasa, ia adalah orang paling apes di dunia.


Sayangnya, para bandit itu salah sasaran.


Mereka mengepung Gu Yuena, berpikir akan mendapatkan barang berharga sekaligus wanita cantik yang tampak lemah. Berpikir wanita itu adalah nona bangsawan yang sama seperti noma bangsawan pada umumnya.


Mereka tidak tahu telah menjadi sesuatu yang konyol di mata Gu Yuena. Sepertinya, sedikit bermain-main untuk melepas bosan tidak buruk.


"Nona, bersikaplah patuh dan serahkan semua barangmu, atau kami sendiri yang akan mengambilnya!"


Gu Yuena yang berwajah datar mengedipkan mata. Tatapannya berubah seperti sorang gadis lugu dan bodoh yang bingung melihat orang asing mengepungnya.


Wajahnya terlihat ketakutan dan kikuk. Berdiri dengan bingung dan tampak seperti seekor kelinci yang dikelilingi predator.


"Paman-paman, aku tidak memiliki apa pun yang berharga. Mohon membiarkanku pergi. Aku ... aku ...."


"Tidak ada barang berharga? Bagaimana dengan kalung yang kau pakai? Itu pasti sangat mahal." Salah satu pria hendak mencabut kalung kristal ungu milik Gu Yuena, namun Gu Yuena segera mundur dan nyaris menabrak pria lain di bekakangnya.


Pria itu menangkap bahunya, lalu mencabut kalung kristal ungu begitu saja ke tangannya tanpa melepas jeratan.


"Kembalikan!"


"Hah, kekuatan spiritual pada liontin ini sangat berlimpah. Memang barang bagus." Pria itu mengagumi kristal ungu yang menggantung di tangannya.


Namun, semakin lama pria itu melihat kristal ungu, kepalanya menjadi pusing. Pandangannya berbayang, sebelum akhirnya melepas pegangannya terhadap Gu Yuena.


"Kekuatan spiritualnya sangat tinggi, hati-hati selama memegangnya!"


"Nak, kamu memiliki barang yang sangat berharga." Pria di depan Gu Yuena menunjukkan senyum jahat. "Sepertinya tidak hanya itu barang berharga yang kau miliki."


Pria itu hendak menggeledah pakaian Gu Yuena, namun kristal ungu tiba-tiba menyala dan menusuk pandangan pria yang memegangnya. Pria itu termundur, lalu mengerang keras ke atas menunjukkan kedua matanya yang mengalirkan darah.


Semua pandangan teralih. Mereka merinding, lalu berkumpul menolong pria itu. Pria yang sebelumnya ingin menggeledah Gu Yuena juga teralih, sedangkan wanita bergaun merah itu tidak lagi terlihat.


"Sial!" decaknya. "Cepat cari wanita itu!"


Sebagian dari bandit segera mencari. Mereka berlari di sekitar tanah tandus dan berpencar. Yang lainnya mengobati pria yang terluka serta mengamankan kristal ungu.


"Siapa?" Pria yang sejak tadi berekspresi buruk mengedarkan pandangan.


Semua orang berwaspada ketika sosok merah mendekat dengan senyuman khas. Wanita cantik yang sebelumnya mereka rampok, merebut kalungnya dan berpikiran buruk untuknya. Kini, wanita itu menunjukkan sisi mengerikan yang terlihat seperti predator yang sebenarnya.


"Aturan pertama tanah tandus, jangan melihat terlalu lama benda asing." Kristal ungu kembali ke tangan Gu Yuena. Ia melanjutkan, "Kedua, jangan remehkan pendatang yang datang sendiri. Tidak tahu bagaimana caranya bertahan hidup di bawah tekanan tanah tandus mengandalkan diri sendiri."


Waspada pada sihir merah yang mengelilingi Gu Yuena, pria kasar yang sebelumnya menggertak Gu Yuena berlaku berani dengan maju ke depan. Di matanya, Gu Yuena hanyalah seorang wanita, tidak kurang dan tidak lebih. Pasti kristal ungu itu yang melindunginya selama ini. Selama bisa mengambil kristal ungu, ia akan menghabisi wanita itu agar tidak membuat masalah di kemudian hari.


"Kenapa kalian harus ragu?" Ia geram melihat anggotanya tampak ragu melihat kemunculan Gu Yuena. Ia pun berseru keras, "Dia hanya seorang wanita, tidak memiliki dukungan dan sesuatu yang melindunginya. Selama mendapat kristal ungu, dia hanyalah sampah! Kita memiliki keunggulan jumlah, jangan mau kalah hanya pada seorang wanita!"


"Benar. Dia sendiri, kita memiliki lebih banyak orang dan telah menguasai tanah tandus. Tanpa dukungan, wanita itu tidak bisa berbuat apa pun." Yang lainnya mulai tercerahkan.


"Serang dia dan rebut kristal ungu, lalu tangkap hidup-hidup. Jangan biarkan dia mendapat kesempatan untuk melakukan serangan balik!"


Mereka maju bersamaan. Gu Yuena memandang dengan raut santai disertai senyuman miring yang indah. Ia mengulurkan tangan, menunjukkan kristal ungu di tangannya yang menyala dengan kekuatan besar.


Kristal ungu, diambil dari Kerang Laut Hitam Dunia Bawah. Gu Ying mengambilnya untuk dijadikan kunci perbatasan dua dunia yang memudahkannya pergi dari Dataran Mitian ke Dunia Bawah dengan merobek ruang. Selain merupakan kunci dua dunia, itu juga memiliki kekuatan iblis yang besar dan mematikan ketika dalam mode melindungi diri sendiri.


Gu Yuena mengaktifkannya, ingin menciptakan pembunuhan massal singkat di depan matanya untuk hiburan.


Sihir ungu semakin membesar, sedangkan para bandit meluncur melakukan serangan. Semakin lama semakin dekat.


Tepat ketika serangan mereka akan menyentuh sinar ungu, sebuah kilatan emas melesat menengahi dan meledak di tengah. Gu Yuena menarik kristal ungu, sedangkan para bandit terhempas begitu saja.


Iris Gu Yuena melirik ke samping. "Rupanya kenalan lama telah datang."


Sekelompok wanita mendarat dari langit. Mereka tidak memiliki sayap, namun dapat terbang berkat elemen angin yang menopang berat badan mereka di udara sehingga dapat terbang bebas.


Gaun putih mereka tertiup angin. Salah satunya mendarat dengan anggun, berdiri melihat Gu Yuena dengan sepasang iris hitamnya yang dalam.


"Tidak disangka, akan bertemu denganmu lagi setelah sekian lama. Gu Yuena, kau banyak berubah." Wanita itu sedikit tersenyum, senyum dingin yang sangat terlihat. Tidak ada rasa persahabatan di matanya.


"Jin Xiao, lama tidak berjumpa." Gu Yuena menyapa.


Jin Xiao melangkah ke arah Gu Yuena, ia mengedarkan pandangan melihat bandit-bandit itu yang sepertinya mulai ketakutan dan akan lari.


"Sepertinya aku telah mengganggu kesenanganmu." Jin Xiao kembali melihat Gu Yuena dengan tatapan aneh.


Gu Yuena mendengus. Ia mengangkat tangannya, lalu membuat bandit-bandit yang ingin kabur itu terbakar begitu saja. Raungan kesakitan dan siksaan terdengar sangat jelas, namun Gu Yuena sama sekali tidak mengalihkan pandangan dari Jin Xiao. Ia kemudian berkata, "Kau datang tepat waktu untuk melihat pertunjukkan."


Para bandit itu terbakar begitu mudah. Tanah tandus kering dan panas, elemen api akan menjadi lebih kuat dan mereka tidak memiliki kesempatan bertahan dari kobaran api. Mereka seperti kertas yang terbakar di tanah kering.


"Sayang sekali, pertunjukkan harus berakhir." Gu Yuena berkata ketika para bandit itu telah menjadi abu serta bunga api yang berterbangan terbawa angin.


Jin Xiao menyipitkan matanya. "Gu Yuena, kau sangat kejam. Aku tidak tahu apa yang dilihat Raja Bai sampai menempatkanmu di sisinya."


"Mungkin ... karena aku cantik?" Gu Yuena tersenyum mengejek. Ia melihat wanita itu dari atas sampai bawah dengan teliti. "Selamat atas kenaikanmu, Ratu Luye."


"Jadi kau sudah tahu." Jin Xiao tidak terlalu terkejut.


"Setelah mendapat dukungan dari Tianshuang, orang-orang semakin memberi kepercayaan padamu. Meski kekuatanmu tidak sekuat itu, setidaknya bakatmu dalam bidang alkimia sangat baik, memiliki kualifikasi menjadi penerus tahta."


"Kau sudah mengakuinya. Meski aku tidak sekuat dirimu, setidaknya aku bisa diandalkan." Jin Xiao membanggakan dirinya dibandingkan bangsawan yang sudah jatuh itu.


Gu Yuena melanjutkan, "Namun, bukankah tidak etis menilai seseorang begitu kejam sedangkan dirinya sendiri tidak lebih baik dari itu?"


Jin Xiao sama sekali tidak terlihat terkejut. Ia justru tertawa. Tidak salah ia menilai Gu Yuena sebagai seseorang yang sulit ditangani. Seharusnya, ia tidak perlu menjelaskan bagaimana caranya mendapat posisi ini hanya dalam waktu satu tahun.


Ia telah membunuh saudaranya sendiri. Tahta yang ia dapatkan, adalah hasil skema yang ia buat di bekakang layar orang-orang yang saling berkonflik. Ia tetap menjadi wanita agung dan saleh, cerdas, dan memiliki banyak koneksi. Semua orang istana dalam kendalinya, hingga menciptakan kejadian besar yang membuatnya naik tahta tanpa keraguan. Semua orang mendukungnya sebagai pewaris terakhir dan terlayak.


"Omong-omong, tidak biasanya seorang nona besar sepertimu berada di Tanah Tandus sendiri. Wajar bila ada penjarahan di siang bolong. Jangan katakan, bahwa seorang Gu Yuena telah ditinggalkan." Meski hanya main-main, ucapan Jin Xiao jelas adalah ejekan. Namun, Gu Yuena tidak begitu memikirkannya.


"Seorang penguasa istana berada di Tanah Tandus, tidak mungkin untuk mencari koneksi dengan orang-orang kasar di Tanah Tandus, 'kan? Atau ... Ratu sedang memetik tanaman herbal di Tanah Tandus yang kering ini?"


"Ada beberapa tanaman spiritual yang dapat bertahan di wilayah tandus dan kering. Itu adalah sesuatu yang berharga, aku harus mengambilnya sendiri. Namun, tentu saja aku tidak akan pergi hanya untuk satu tujuan."


"Apa karena Istana Luye kekurangan bakat?" Gu Yuena mencibir.


"Bicara mengenai bakat, kemampuan bela diri Istana Luye tidak bisa dibandingkan dengan istana lain. Kami hanya seorang yang bergelut di bidang medis, memegang nyawa orang lain setiap harinya. Gu Yuena, orang sepertimu tidak akan tahu bagaimana rasanya dibutuhkan."


"Sepertiku?"


"Bukankah kau kehilangan segalanya? Tidak ada yang membutuhkanmu."


Jin Xiao tidak sepenuhnya salah, jadi Gu Yuena tidak merasa tersinggung. Ia memang kehilangan segalanya, tapi bukan berarti tidak ada yang membutuhkannya.


Gu Yuena menunjukkan senyumnya, membuat Jin Xiao agak heran. Wanita itu bertanya, "Kemana tujuanmu selanjutnya?"


"Ibu Kota Yi."


"Kebetulan kita memiliki arah yang sama. Bagaimana jika kita ambil keuntungan masing-masing? Aku ikut rombonganmu untuk mendapat jalan yang benar, lalu aku menjadi senjata kalian menangani serangan. Bagaimanapun, tidak ada dari kalian yang memiliki kultivasi yang cukup kuat selain untuk membuat pil." Gu Yuena menawarkan kerja sama.


Jin Xiao agak terkejut. Bisa-bisanya menawarkan kerja sama yang lebih menguntungkan untuk Istana Luye. Apa yang sebenarnya dipikirkan Gu Yuena? Apa dia sedang merencanakan sesuatu yang jahat?


"Kamu tenang saja, aku tidak memiliki niat mencelakai siapa pun. Bagaimanapun, kita adalah teman lama, pernah berada di kompetensi dan panggung yang sama. Ratu Jin berpikiran terbuka, tahu mana yang terbaik untuk kedua belah pihak."


"Kau sangat pandai membujuk." Jin Xiao tidak tahu rencana apa yang sedang dijalankan Gu Yuena. Tidak ada alasan baginya untuk menolak. Namun, ia tetap harus lebih berhati-hati.


"Aku harap dengan ini, kau tidak akan memiliki kesalahpahaman tidak perlu terhadapku." Gu Yuena bukannya ingin berdamai atau menunjukkan kebaikan. Ia ingin menunjukkan pada Jin Xiao, bahwa masih ada yang membutuhkannya dan memberinya alasan untuk hidup.


Jin Xiao pintar menilai situasi. Ia pasti tidak akan melewatkan perhatian terhadap Gu Yuena yang dianggap berbahaya. Semakin wanita itu memperhatikan Gu Yuena, semakin ia mengenal Gu Yuena.


Pada saat itu, tidak tahu ada di pihak mana ia akan memilih.


Gu Yuena sedang memberi kesempatan itu pada Istana Luye. Setidaknya, memberi alasan untuk tidak dijadikan bagian dari 1000 darah.


Pengumpulan 1000 darah masih berlanjut sampai tiba di Istana Linghun.