
Bai Youzhe mengerutkan kening ketika mendengar argumen Gu Yuena. Gu Yuena akan berada di sini untuk melawan Istana Linghun? Lalu ... bagaimana dengannya?
Saat itu Yang Xinyuan pasti akan menyerang Istana Penguasa. Mau tidak mau Bai Youzhe harus mempertahankan Dunia Bawah. Dia tidak bisa menangani dua perang sekaligus di saat yang sama. Itu berarti, Gu Yuena di sini tidak akan berada dalam pengawasannya!
Betapa berbahayanya itu.
Bai Youzhe tidak khawatir jika dia hadir meski hanya sebagai penonton. Tapi dia tidak ada di sisi Gu Yuena dan tidak dapat melindunginya. Bagaimana ia bisa tenang?
Masalahnya, Gu Yuena melawan Istana Linghun. Dia pasti akan bertemu Li Hua!
Yun Qiao tidak mempertanyakan apa pun dan hanya menyetujui apa yang dikatakan Gu Yuena. Meski Gu Yuena terlihat mudah diajak bicara, dia sebenarnya sangat keras kepala.
Setelah Yun Qiao pergi dan menempatkan mereka berdua di ruang istirahat, Bai Youzhe mulai menunjukkan protesnya.
"Nana?"
"Kamu sudah melihat api penyucianku, apa yang harus dikhawatirkan?" Gu Yuena telah menebak bahwa Bai Youzhe tidak setuju dengan idenya. Nyatanya, pria itu sejak tadi hanya diam menunggu kesempatan memprotes.
Bai Youzhe tersenyum kecut. "Aku tidak khawatir jika kamu hanya melawan makhluk-makhluk itu dan beberapa penyihir. Tapi bagaimana jika Li Hua muncul?"
"Li Hua adalah ibuku. Meski dia ingin membunuhku, dia tidak akan memhunuhku secara langsung. Aku memiliki ribuan cara untuk melarikan diri. Selain itu, Su Churan ada bersamaku."
Bai Youzhe menarik alisnya. "Hanya Su Churan? Bagaimana dengan phoenix?"
"Phoenix tidak bisa ikut perang di dunia lain ketika Dunia Bawah dalam kondisi berperang. Mereka akan membantumu melawan Wilayah Neraka."
"Kalau begitu biarkan mereka melawan Wilayah Neraka, aku akan membantunu di sini."
Gu Yuena mengerutkan kening. "Jangan tidak masuk akal. Kau harus menghadapi Yang Xinyuan. Aku tidak bisa menghadapi Yang Xinyuan, tapi aku bisa menghadapi Ratu Istana Linghun."
"Terakhir kali—"
"Bai Youzhe, aku tidak bisa menjamin bahwa kau akan tetap waras jika menghadapi Ratu Istana Linghun," tegas Gu Yuena.
Bai Youzhe terdiam. Gu Yuena benar. Dia kemungkinan akan tak terkendali akan dendam dan kemarahannya terhadap Ratu Istana Linghun. Itu sebannya dia tidak pernah konfrontasi secara langsung dengan wanita itu.
Sejak menyatukan tiga batu jiwa, emosi negatif dalam pikirannya berubah menjadi obsesi sebagai efek negatif dari aura batu jiwa. Seperti yang dikatakan Gu Yuena, dendam di hatinya akan menjadi obsesi yang besar untuk membunuh Li Hua ketika konfrontasi langsung dengannya.
Sama seperti perasaannya terhadap Gu Yuena. Antara cinta dan obsesi. Jika dia tidak bisa mendapat cinta Gu Yuena, dia akan terobsesi seperti orang gila karena batu jiwa. Dia bahkan bisa merasakan obsesi itu dan berhasil menekannya.
"Jadi jangan kekanakan." Gu Yuena menegaskan kalimatnya sekali lagi. "Kamu tahu dengan jelas kemampuanku. Aku sudah bergabung dengan Ratu Phoenix. Aku bisa menghadapinya meski tidak mendapatkan pengelihatanku sama sekali. Karena itu adalah apa yang kuharapkan dengan mengorbankan pengelihatanku."
Bai Youzhe nyaris tidak dapat berkata-kata. Semua yang dikatakan Gu Yuena adalah kebenaran. Ia tidak dapat menyangkal apa pun dengan cara egois dan keras kepala. Bagaimanapun, dia juga sudah berjanji tidak akan menghentikan Gu Yuena melakukan apa pun yang dia mau.
"Baik, tapi jika situasi memburuk, kamu harus memanggilku."
Tidak akan semudah ini membujuk Bai Youzhe. Pria itu pasti memiliki pemikirannya sendiri untuk menangani hal ini. Gu Yuena tidak bertanya lebih jauh. Dia senang Bai Youzhe mengkhawatirkannya, tapi dia tidak ingin selalu mengandalkan seseorang selain dirinya sendiri. Li Hua adalah urusannya.
Meski Bai Youzhe memiliki dendamnya sendiri dengan Li Hua, Gu Yuena tidak ingin Bai Youzhe tersesat lebih jauh pada sebuah dendam akibat pengaruh batu jiwa, seperti Gu Yuena saat itu. Itu akan menjadi hal yang mengerikan.
Pintu diketuk secara perlahan dan terbuka. Sosok Su Churan muncul dengan senyum riang yang akan membuat siapa pun merasa keramaian akan terjadi. Dan benar saja, wanita itu berlari ke arah Gu Yuena dengan penuh semangat.
"Xiao Yuena, kita bertemu lagi!" Su Churan nyaris melompat girang. Sudah satu tahun dilalui, ia cukup merindukan temannya ini.
"Kenapa kamu di sini?" tanya Gu Yuena dengan curiga.
"Ah, itu sebenarnya ... aku memiliki sedikit urusan dengan Raja Yun. Tentu saja, ini berkaitan dengan perang di perbatasan Kekaisaran Yi. Aku baru saja dari sana setelah mengakomodasi pasukan istana di garis depan."
"Apa perangnya sudah dimulai?"
Su Churan mengangguk pelan. "Sudah dimulai sejak tadi. Hasilnya, Kekaisaran Yi berhasil mempertaankan perbatasan meski mengalami kerugian yang tidak kecil. Makhluk kematian tidak kuat, tapi jumlahnya mengerikan. Jika tidak ada seseorang yang memiliki kekuatan elemen murni dan suci, akan sulit menghapusnya."
"Aku pikir kamu harus membentuk kelompok tersendiri yang berisikan orang-orang dengan elemen murni untuk menangani makhluk kematian. Selain makhluk kematian, Istana Linghun juga memiliki makhluk lain yang hanya bisa dibunuh oleh elemen yang murni."
"Benarkah?" Su Churan terkejut. "Selain makhluk kematian yang merepotkan, sepertinya Istana Linghun masih memiliki banyak senjata tersembunyi lainnya di dalam istana. Ini merepotkan."
"Oleh karena itu, kami butuh seseorang dengan elemen murni lebih banyak dan kuat. Sebenarnya, Wyvernia memiliki banyak. Tapi sayangnya mereka telah dikuasai oleh Istana Linghun."
Su Churan sepertinya teringat sesuatu. "Aku ingat bahwa kamu memintaku membawa pergi Pangeran Childe ketika perang terjadi. Apakah kamu ...."
Childe berada di Istana Tianshuang saat ini. Dia sendirian, dan menjadi orang penting yang telah dipilih Gu Yuena secara langsung untuk rencana berikutnya. Bagaimanapun, Childe adalah satu-satunya anggota kekaisaran yang tersisa.
Selain itu, Childe memiliki api suci dari keturunan phoenix sebagai bakat bawaannya. Meski kekuatannya tidak kuat, itu bukan masalah besar jika dilatih sekali lagi dan menjadi salah satu prajurit perang untuk mendapatkan kembali negaranya.
"Selama satu tahun ini, Childe cukup positif dan gigih. Sumber daya kultivasi Istana Tianshuang berlimpah. Dia memanfaatkannya dengan baik dan secara bertahap berkembang."
"Itu adalah hal bagus. Setidaknya, dia harus menjadi lebih baik dari Alfonso dan ayahnya sendiri. Omong-omong, apakah dia tidak menaruh dendam padaku karena telah sengaja menjebak ayah dan kakaknya?"
Su Churan tersenyum lebar. "Tentu saja ... mana ada orang yang saling peduli di antara keluarga kerajaan? Adalah hal biasa bagi seseorang untuk saling membunuh sesama darah di antara pewaris tahta. Bahkan seorang ayah tega membunuh anaknya sendiri demi keuntungan pribadi."
"Kalau begitu, bukankah dia menganggapku sebagai dermawannya?"
Su Churan berdecak. "Xiao Yuena, apa yang seperti itu masih bisa disebut dermawan. Setidaknya, Pangeran Childe sudah menganggap bahwa kau adalah satu-satunya anggota kekaisaran yang berada di pihaknya."
"Kepercayaan diri bocah ini sangat tinggi," cibir Gu Yuena. "Katakan padanya, aku bisa saja membunuhnya di akhir perang untuk mendapatkan tahta setelah memanfaatkannya."
"Apa kau benar akan melakukan itu?" Su Churan tertawa. "Pangeran Childe setidaknya tidak sebodoh yang rumorkan. Dia sudah mengerti maksudmu terhadapnya dan akan melakukan yang terbaik. Kalaupun kau ingin tahta, kau sudah mengambilnya sejak awal, lebih mudah daripada membuat skema yang rumit."
Gu Yuena menghela napas. "Youzhe, kita kembali ke istana sekarang. Dia tidak lagi berada di pihakku, melainkan adik sepupuku. Dia pasti jatuh cinta padanya!"
"Kamu ...." Su Churan tidak bisa berkata-kata. Bagaimana Gu Yuena bisa memfitnahnya!
Bai Youzhe sedikit tertawa dan berkata pada Su Churan, "Yah, setidaknya kau harus menyelesaikan masalahmu dengan mantanmu, lalu menyelesaikan masalahmu dengan Raja Yun terlebih dahulu, baru berpikir untuk menjadi Putri Mahkota."
Wajah Su Churan menjadi hijau. "Kau ... urusi selir-selir tidak bergunamu itu!"
Bai Youzhe meledek, "Aku sudah menyelesaikannya. Jadi apa komentarmu?"
"Aku tidak percaya. Baru kemarin aku berdebat dengan selir payahmu sampai mati!"
"Dia memang sudah mati."
"...."
"Anggap saja seperti itu." Bai Youzhe menggedikkan bahu acuh tak acuh, lalu menuntun Gu Yuena keluar. Dia malas berada di sini, ingin kembali ke istana dan bersama Gu Yuena sepanjang hari.
"Bajingan ini ...." Su Churan mengunpat diam-diam. Dari sekian banyak orang, mungkin hanya dia yang berani mengumpat di belakang Bai Youzhe—terlepas dari Gu Yuena.
Ketika membuka pintu, ternyata Yun Qiao sudah ada di depan pintu. Sepertinya dia mendengar semuanya, melihat wajah kaku itu ketika melihat Bai Youzhe dan Gu Yuena.
Bai Youzhe sedikit tersenyum, lalu menepuk bahu Yun Qiao, "Urusi masalahmu dengan wanita gila itu. Ingat untuk menjaga mentalmu." Setelah mengatakannya, ia pun pergi. Gu Yuena melambaikan tangan pada Yun Qiao disertai senyuman.
"...."
Yun Qiao agak tercegang melihat Bai Youzhe yang bersikap aneh. Ini benar-benar aneh. Ia kemudian melihat ke arah Su Churan yang wajahnya sudah menghitam.
Situasinya memang tidak beres, persis seperti apa yang ia dengar.
"Apa lihat-lihat!" Su Churan memelototi Yun Qiao. Jika pihak lain bukan raja, dia pasti akan mengirim kupu-kupu untuk menyeret mereka pergi dan melemparnya keluar.
Berawal dari Su Churan yang membela Childe secara positif ... berakhir dengan ejekan Bai Youzhe ....
Itu semua membuat Su Churan kesal setengah mati!
Yun Qiao terbatuk, lalu menegur, "Churan, kenapa kau datang?"
Su Churan melihat ke arah Yun Qiao dengan tatapan aneh dan kesal. "Apa kalian murid Istana Yuansu memiliki kalimat sapaan yang sama persis?"
"Raja Bai dan Xiao Yuena pergi, apa kamu tidak ingin ikut mengantar?"
Su Churan menaikan alisnya. "Mengantar? Baiklah, aku akan mengirim kupu-kupu untuk mengantar ke alam baka!"
Yun Qiao tidak mengatakan apa lagi, hanya tersenyum. Senyumannya seolah mengatakan "baiklah, terserah padamu" sebelum akhirnya pergi. Ia masihlah tuan rumah dan harus mengantar tamu terhormat yang akan pergi.
Su Churan jadi serba salah sendiri. Dia mengerutkan kening, lalu duduk ke tempat sebelumnya Gu Yuena duduk sambil mengerucutkan bibir. Wajahnya benar-benar berkerut menjadi sangat jelek.