Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
199. Gagal



Li Hua belum mati ....


Bahkan setelah mengorbankan nyawanya, Li Hua masih belum mati. Apa ini keberuntungan Li Hua yang terlalu bagus atau pengorbanannya gagal, Gu Yuena hanya tahu bahwa dia telah mati.


Setidaknya, Li Hua kehilangan segalanya. Dia kehilangan Jiwa Rakshasa dan seluruh kekuatan Istana Linghun. Selain orang-orang di Istana Linghun yang berlindung, tidak ada orang lain di sekitar Li Hua.


Ini adalah hasil yang disukai Gu Yuena.


Dia benar-benar menyerahkan segalanya, mengembalikan nyawanya pada Li Hua. Tidak ada lagi hutang di antara mereka.


Gu Yuena tidak dapat melihat apa pun selain kegelapan. Namun, satu hal yang membuatnya terkejut, titik-titik sinar merah melintas di matanya dan mengubah setiap pandangannya.


Itu tidak lagi gelap. Itu juga bukan area peperangan yang dipenuhi mayat. Itu bukan wajah gila Li Hua, maupun sosok Bai Youzhe yang kehilangan kesadaran di dekatnya.


Itu adalah ... kobaran api.


Gu Yuena tidak bisa mengerakkan tubuhnya. Dia yakin kalau dia menutup mata dan sekarat, tapi rasa panas api terus menderanya dan membakarnya. Dia juga 'melihat' kobaran api yang tak terhitung jumlahnya tepat di depannya.


Rasa panas itu tidak melukainya. Dia merasa terbakar, tapi tubuhnya sama sekali tidak terluka. Api merah mengitari sosoknya yang tidak sadarkan diri, lalu menyelaminya ke dalam api.


Di sisi lain, wajah Li Hua semakin jelek. Dia terkejut ketika melihat Gu Yuena yang semula jatuh tak sadarkan diri dan dalam kondisi sekarat, tiba-tiba saja mengeluarkan sinar merah dan membungkus seluruh tubuhnya.


Li Hua pikir ini sangat buruk. Jadi dia mencoba menghancurkan bungkusan sihir api itu dan membunuh sekali lagi. Namun, dia sama sekali tidak mampu.


Di medan perang ini, hanya dia yang melihat fenomena aneh tersebut, di mana suhu di sekitar meningkat secara drastis dan membakar mayat-mayat yang tergeletak di tanah.


Li Hua ketakutan. Dia jelas tahu situasi macam apa ini.


Itu adalah nirvana!


"Sial!" Li Hua berusaha beberapa kali menerobos sihir yang membungkus Gu Yuena.


Sihir itu membentuk lingkaran dan tidak memberi celah bagi udara luar untuk masuk ke dalam. Li Hua benar-benar tidak tahu apa yang terjadi di dalam sana, tapi dia merasa sangat gelisah.


Setelah melewati tahap nirvana, Gu Yuena akan melakukan penerobosan besar dan menerima seluruh kekuatan Ratu Phoenix seperti yang telah dijanjikan. Membunuh Li Hua hanya masalah waktu!


Ketika tongkat Li Hua akan menyentuh gulungan sihir tersebut, sebilah pedang tiba-tiba melayang dan menangkisnya. Li Hua mundur, lalu menyingkirkan pedang itu dan melihat ke seseorang yang baru saja menghentikannya.


"Kamu masih hidup!" Li Hua meraung marah.


Bai Youzhe, dengan kesadarannya yang baru saja kembali, hanya menyunggingkan senyum mengejek. Ternyata Li Hua bisa sangat ketakutan.


Namun, kekuatan Bai Youzhe belum pulih. Cederanya masih lebih banyak dari perkiraan, belum lagi kekuatan jiwa yang mengamuk di tubuhnya. Bai Youzhe hanya bisa melakukan upaya terakhir untuk melindungi Gu Yuena.


Jika bukan karena pelindung darah naga dan kekuatan darah phoenix Gu Yuena, dia sudah mati sejak jatuh dari langit. Sayangnya, cederanya terlalu buruk, membuatnya tidak bisa bangun lebih cepat.


Dia jelas tahu tentang pengorbanan lingkaran sihir yang dilakukan Gu Yuena. Sayangnya, dia tidak bisa melakukan apa pun dan terus mengutuk diri sendiri karena tidak bisa melindungi Gu Yuena. Dia hampir putus asa.


Tapi sekarang, ternyata Gu Yuena memasuki nirvana dan akan dilahirkan kembali. Phoenix yang dilahirkan kembali akan menjadi lebih kuat. Semua cederanya juga akan dipulihkan.


Bai Youzhe akhirnya memutuskan untuk menjaga Gu Yuena selama proses itu dari serangan Li Hua.


"Hanya seseorang yang akan mati ...." Li Hua menggertakkan giginya dan melancarkan serangan ke arah Bai Youzhe.


Proses nirvana membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Bai Youzhe mengulur waktu dengan kekuatannya yang tersisa. Li Hua telah kehilangan banyak kekuatan, meski begitu dia masih sangat kuat.


Niat membunuhnya benar-benar memadat dan berniat membunuh Bai Youzhe dengan cepat.


"Awalnya aku berpikir untuk mengendalikan jiwa Gu Yuena untuk membunuhmu secara langsung. Tapi sepertinya, aku harus menahannya untuk kali ini." Li Hua mendengus. Dia menekan Bai Youzhe dengan kekuatan penuh, menyebabkan Bai Youzhe terhempas dan memuntahkan darah lagi.


Bai Youzhe telah kehilangan banyak kekuatan dan bukan lagi lawan Li Hua. Li Hua tersenyum senang, lalu menggunakan sihirnya untuk menyerang Bai Youzhe.


Bai Youzhe tidak berkesempatan melakukan pertahanan dan hanya bisa menerima serangan yang terus mencabik-cabik tubuhnya. Kondisinya sangat buruk.


"Matilah!" Li Hua melancarkan serangan akhir.


Namun, gulungan sihir merah di belakangnya segera beraksi dan hancur berkeping-keping. Sosok wanita keluar dari sana, melesat dengan cepat dan menanggung serangan korosif Li Hua dengan tubuhnya.


Dia membalas serangan Li Hua dengan satu ayunan tangan. Tekanannya sangat kuat. Li Hua dipaksa mundur oleh sihir merah tersebut dan menopang tubuhnya menggunakan tongkat.


"Kamu berhasil." Li Hua agak terkejut karena Gu Yuena berhasil secepat itu.


Proses nirvana membutuhkan waktu yang sangat lama. Ini belum dua jam, tapi Gu Yuena sudah keluar. Apa dia benar-benar menyelesaikannya?


Gu Yuena tidak ingin tahu pertanyaan macam apa yang dilontarkan Li Hua. Dia menoleh ke arah Bai Youzhe, merasa sedikit lega.


Sayangnya, dia tidak memiliki waktu menghampiri. Dia tidak ingin Bai Youzhe tahu situasinya dan segera pergi melawan Li Hua.


Sosoknya bergerak seperti kilat yang menyambar Li Hua dengan ganas.


Gu Yuena sangat cepat. Mengambil keuntungan dengan Li Hua yang telah kehilangan banyak tenaga untuk bertarung. Melepaskan beberapa sihir dan mendesak Li Hua, Gu Yuena lalu menekannya ke tanah dengan sihirnya.


Li Hua merasa seluruh tubuhnya sangat berat. Dia berusaha tetap bertahan, tapi gravitasi semakin naik dan dia tidak bisa menggerakkan tubuh. Tanah di bawah kakinya retak. Dia berpegangan pada tongkat, berusaha agar tidak berlutut di bawah pengaruh Gu Yuena.


Ini terlalu mudah. Gu Yuena tidak ingin membunuhnya semudah itu. Li Hua kehilangan banyak kekuatan, membuatnya memiliki kemudahan untuk membunuh. Sama seperti Li Hua yang dengan mudah menyebabkan kondisi Bai Youzhe memburuk.


Tanpa melepas tekanan, Gu Yuena mengeluarkan beberapa serpihan qi merah yang kini menjadi jauh lebih kuat. Serpihan itu seperti kristal berwarna merah dan memiliki suhu panas, dengan ketajaman pisau yang dengan mudah merobek siapa pun.


Serpihan qi itu melesat ke arah Li Hua. Membagi menjadi beberapa bagian, sebelum akhirnya menembus tubuh Li Hua beberapa kali.


Li Hua segera membuat pertahanan, tapi hal itu membuat tubuhnya ambruk selagi pertahanan muncul. Perisainya memblokir serpihan qi yang menyerang, tapi tidak tahu dapat bertahan sampai kapan.


Semakin lama, kekuatan serangan semakin besar dan menghancurkan perisai.


Li Hua dengan cepat mengedarkan kekuatan jiwa dan menerobos tekanan secara paksa, menerjang Gu Yuena dengan ganas. Mata merahnya menyala dengan gila, sedangkan sinar hijau muncul dalam jumlah besar di sekitarnya menyerbu ke arah Gu Yuena.


Meski Li Hua terluka, dia masih sangat kuat. Untungnya, Gu Yuena telah melewati nirvana dan memiliki kekuatan yang lebih kuat. Dia tidak menghindari serangan Li Hua, melainkan menghampiri dan mengarahkan semua serpihan qi untuk mengejar, sedangkan tangannya diangkat ke arah datangnya Li Hua.


Li Hua tidak bisa menghindari kejaran di belakangnya. Dia sepenuhnya fokus pada Gu Yuena dan beradu sihir antara tongkatnya dan tangan Gu Yuena.


Pada saat yang sama, serpihan qi di belakang menembus tubuh Li Hua.


Li Hua tersentak. Sihir Gu Yuena mendorong tubuh Li Hua dengan keras dan membuatnya terperosok ke tanah. Tidak berhenti sampai sana, Gu Yuena membuat serpihan qi itu mencabik-cabik Li Hua.


Mata Gu Yuena masih abu-abu. Namun, dia kini dapat melihat meski tidak jelas dan abstrak. Adegan berdarah di depannya tidak membuat hatinya tergerak.


Semua ini demi dendamnya!


Pada saat itu, tiba-tiba saja pandangan Li Hua kosong dan wajah pucatnya semamin buruk. Ia tersentak sambil mengerang kesakitan akan serpihan qi yang mencabik-cabiknya, lalu berteriak.


"Gu Yuena!"


Gu Yuena terkejut sesaat. Dia melihat ke arah Li Hua yang menyedihkan. Tatapannya seperti tersadar dari sesuatu dan dipenuhi kejutan.


Hingga akhirnya, Gu Yuena sadar apa yang telah ia lakukan. Pada saat itu, Li Hua sudah ada di hadapannya dalam kondisi menyedihkan. Ia pun terdiam.


"Nana ...." Nada suara Li Hua melembut. Dia melihat ke arah Gu Yuena dan masih dalam kondisi berlutut. Tatapannya menjadi aneh dan bergetar.


Gu Yuena tidak tahu apa yang terjadi. Tapi sepertinya terjadi konflik dalam pikiran Li Hua yang tidak diketahui siapa pun menyebabkannya bersikap aneh di saat-saat kematian mendekat.


Apa ini sebuah trik? Gu Yuena mengeraskan hatinya dan memandangnya dengan dingin.


Li Hua memuntahkan darah dan tidak mampu mengangkat tubuhnya dengan benar lagi. Namun, tatapannya masih cerah dan tidak lagi dipenuhi niat membunuh.


Dia mendongak ke arah Gu Yuena lalu berkata, "Maaf."


Gu Yuena merinding seketika. Ia melihat ke arah Li Hua yang jauh berbeda. Apa wanita itu ingin memainkan trik kotor lagi untuk mempermainkan emosionalnya?


Wajah Li Hua menjadi serius. "Akan lebih baik jika kamu membunuhku sekarang. Untuk menghentikan perang, hanya ada salah satu dari kita yang boleh hidup." Li Hua menegaskan kata-katanya. Tatapannya terlihat sangat aneh. Auranya juga jauh berbeda dari sebelumnya.


Gu Yuena semakin bingung. Kemudian dia teringat ucapan Gu Ying. Li Hua dikuasai oleh iblis hati. Apa situasinya sama seperti Gu Yuena saat kesadarannya tenggelam?


Li Hua saat ini dan yang tadi jauh berbeda. Apa Li Hua yang saat ini ... benar-benar ibunya? Apa yang harus Gu Yuena lakukan?


"Kenapa kamu hanya diam?" Li Hua tampak linglung sejenak. Mata merahnya melihat Gu Yuena lekat-lekat dengan pandangan mendesak.


"Kenapa?" Gu Yuena mengepalkan tinjunya. Ia ingin segera membunuh Li Hua, tapi kenapa Li Hua bersikap seperti itu dan membuatnya ragu!


Sebenarnya, wanita itu Ratu Istana Linghun atau ibunya?


Li Hua tersenyum kecut. Wajahnya mendingin seketika. "Jika kau tidak membunuhku sekarang, aku akan membunuhmu."


Gu Yuena mengerutkan kening. Dia masih ragu. Bagaimanapun, wanita di depannya masih ibu kandungnya! Meski mereka sudah tidak memiliki hutang satu sama lain, dan Gu Yuena telah mengembalikan segalanya pada Li Hua, Gu Yuena masih memiliki keragguan untuk membunuh ibunya sendiri.


Apa pun yang Li Hua lakukan, dia masihlah ibu kandung Gu Yuena!


Jika situasi ini sangat mencengkam seperti tadi, Gu Yuena tidak akan ragu membunuh. Namun ... terlepas apa itu adalah kepura-puraan atau tidak, ada apa dengan perubahan ini?


Li Hua semakin mendesaknya dan mengangkat tongkatnya. "Cepat bunuh aku!"


Gu Yuena menatapnya tajam, lalu melancarkan serangan serpihan qi untuk menembus tubuh Li Hua. Lubang tercipta di bagian perutnya, membuat Li Hua yang mengangkat tongkat langsung membatu.


Li Hua tiba-tiba tersenyum. Ia menutup mata dan air mata mengalir dari sana. "Terima kasih ...."


Tubuh Li Hua ambruk. Gu Yuena membeku ketika mendengar ucapan Li Hua barusan. Dia tanpa sadar berlutut di sisinya, lalu melihat Li Hua yang masih setengah sadar dengan perut yang terus mengeluarkan darah.


"Apa iblis hati pergi?" Gu Yuena merasa tidak percaya. Dia melihat Li Hua yang terkapar dengan perasaan rumit.


Li Hua menjawab, "Iblis hati tidak pernah pergi selagi seseorang masih hidup. Apa pun yang terjadi, kau harus tetap membunuhku. Semua itu adalah apa yang ingin kulakukan, dan aku telah melakukannya. Aku bertanggungjawab atas semua ini, semua yang terjadi padamu."


Gu Yuena mengepalkan tinjunya, merasa sangat marah. "Jadi kau menyesal? Untuk apa? Setelah apa yang kau lakukan padaku, kau baru menyesalinya sekarang?"


"Sejak lahir, kamu hidup penuh kebohongan dan tidak pernah mendapat apa yang seharusnya kamu dapatkan. Aku hanya membiarkan Gu Yuan bebas, tapi tidak memberimu kesempatan karena kebencianku sendiri. Aku sangat minta maaf, karena telah menjadi ibu yang bahkan lebih buruk dari binatang."


Li Hua menganggap kehadiran Gu Yuena adalah petaka kematian. Gu Ying meninggal ketika dia mengetahui bahwa dia sendang mengandung Gu Yuena. Bagaimana ia bisa berpikiran jernih saat itu?


Ditambah, dia masih memiliki banyak kebencian di hatinya, lalu menjadikan Gu Yuena sebagai monster yang ia didik sendiri untuk memperalatnya. Jika tidak berguna, dia akan membunuhnya, seperti yang ia lakukan saat ini.


Itu memang konyol, karena pada akhirnya dia memanfaatkan anak tak bersalah dan tidak tahu apa pun untuk melampiaskan amarahnya. Meski ia menyayangi Gu Yuena, dia juga membencinya di saat yang sama hingga memunculkan iblis hati yang kejam.


Mati di tangan Gu Yuena yang selama ini ia hancurkan secara perlahan tidak akan membuatnya merasa menyayangkan nyawanya sendiri. Dia hanya menyesali kekacauan di masa lalu.


"Apa sekarang semua itu penting?" Gu Yuena tertawa miris. "Jangan berpikir setelah kematianmu, aku masih bisa menjalani hidup seperti yang selama ini kuinginkan."


"Nana ...."


"Aku sudah mati. Di dunia ini, tidak ada yang bisa menghidupkan orang mati. Kau telah membunuhku." Gu Yuena mengepalkan tinjunya erat-erat. Air matanya tidak terbendung lagi. Namun, wajahnya terlihat sangat marah.


Li Hua tersenyum sedih. Ia menutup matanya, lalu berkata, "Nana, aku akan melunasi hutangku padamu, sebagai penebusan. Sekali lagi, aku sangat minta maaf." Ia pun menghembuskan napas terakhir.


Gu Yuena tidak mengatakan apa pun lagi. Dia hanya merasa, bahwa tubuhnya bergetar karena tangisan dan segera berdiri untuk pergi.


Selagi Gu Yuena pergi, sosok Li Hua yang telah menghembuskan napas terakhir segera menghilang menjadi butiran abu hitam. Atas apa yang terjadi, jiwanya telah hancur lebur dan tidak meninggalkan jasad.


Dia hanya meninggalkan sinar hijau yang secara perlahan melayang ke arah Gu Yuena dan memasuki matanya. Gu Yuena menghentikan langkah, lalu menoleh ke arah di mana Li Hua menghilang menjadi abu.


Ia pun tersenyum kecut. "Sia-sia."


Gu Yuena pergi ke arah Bai Youzhe yang nyaris kehilangan kesadarannya. Bai Youzhe dalam posisi duduk dan memulihkan kekuatan. Saat melihat Gu Yuena, dia tidak bisa tidak khawatir.


"Nana." Bai Youzhe tidak bisa berdiri untuk menghampiri saat ini. Gu Yuena mendekatinya, lalu memeluknya dengan erat sambil menahan tangis. Bai Youzhe segera mendekapnya dengan lembut.


Gu Yuena berkata dengan lesu. "Youzhe ... aku tidak menyelesaikan proses nirvana."


Bai Youzhe terdiam. Gu Yuena gagal?


Akhirnya, ia mengerti mengapa Gu Yuena keluar begitu cepat. Namun, Gu Yuena keluar dengan kekuatan yang tidak ada bedanya dari setelah nirvana yang sempurna. Itulah yang membuat Bai Youzhe menjadi semakin pucat.


Hanya ada satu akibat di mana phoenix mengalami kegagalan dalam masa nirvana yaitu, kematian.


Gu Yuena keluar dalam keadaan hidup dan kekuatan penuh. Bagi semua orang, itu adalah sebuah keajaiban. Namun bagi Bai Youzhe, dia tahu persis apa yang terjadi sebenarnya bukanlah keajaiban melainkan petaka. Itu hanya bisa disebut sebagaiĀ  kematian yang tertunda.


Tanpa sadar Bai Youzhe mengeratkan pelukannya, seolah akan meleburkan Gu Yuena ke dalam tulangnya. Seolah takut jika sekali saja melepaskannya, dia benar-benar akan kehilangan Gu Yuena.


"Percayalah, aku tidak akan meninggalkanmu," bisik Gu Yuena.


"Baik."


"Aku mencintaimu."


"Aku lebih mencintaimu." Pada saat Bai Youzhe mengatakannya, dia semakin mengeratkan pelukan dengan penuh rasa takut. Setelah sekian lama, tetesan air mata keluar dari sepasang iris biru tersebum sebelum akhirnya menunduk tanpa melepas pelukan.


Dia tidak lagi merasakan napas Gu Yuena ....


...----------------...


Tamat?


Oh, tentu saja ... ini hanya bagian dari sad ending, bukan seluruh ending. Biasanya kalau di drachin, dikasih harapan, lalu dihancurin dulu hati penonton sampai sakit dan nggak bisa tidur sebelum ending yang sebenarnya dimulai.


Belakangan ini aku gamon gara-gara ending drachin yang sad membunuh suami (villain) pas belum tahu kalau ternyata MC lagi hamil. Aku bikin sad aja kali ya?


Tapi ....


Lihat saja bab besok. Masih ada satu atau dua bab lagi menuju tamat yang sebenarnya, serta beberapa bab spesial berupa flashback dan satu bab bonus tentang bocoran an***** .... (nggak jadi sopiler)


Ini belum akhir bulan, jadi masih ada waktu nerusin 🤣