
Wyvernia, salah satu negara besar yang kerap bersaing dengan Kekaisaran Yi. Mereka memiliki banyak perbedaan dengan Kekaisaran Yi, baik dalam hal kebudayaan maupun kebiasaan dan bahasa.
Mereka memiliki banyak bahasa, namun bahasa yang umum digunakan adalah bahasa saxon. Di dunia modern, bahasa saxon atau anglon-saxon disebut sebagai bahasa inggris kuno yang pernah digunakan pada pertengahan abad ke-5.
Karena struktur kalimat yang rumit bagi kebanyakan orang Kekaisaran Yi, sangat jarang dari mereka yang mengetahui bahwa bahasa negara Wyvernia adalah bahasa saxon. Mereka menyebutnya sebagai bahasa Wyvernia untuk mempermudah.
Perbedaan bahasa saja sudah sangat jauh dan rumit, tapi perbedaan budaya dan kebiasaan itu adalah yang terumit. Wyvernia memiliki pemerintahan monarki yang bentuk pengaturan pemerintahannya codong ke pemikiran barat.
Adanya Kaisar dan permaisuri, Duke dan Duchess, Viscount dan Viscountess, dan seterusnya. Selain pemerintahan, segala hal seperti pakaian dan makanan, semua codong ke budaya barat, bukan timur seperti Kekaisaran Yi.
Ketika Gu Yuena sampai di Wyvernia, sejujurnya ia tidak terlalu terkejut karena pernah membacanya di buku serta mengingat nama Putri Vanya.
Su Churan mengajaknya berganti pakaian menggunakan gaun khas Wyvernia. Sebenarnya, gaun ini memiliki kemiripan dengan gaun di lemari pakaian Gu Yuena di dunia modern. Yah, meski di sini lebih kuno dan sederhana dibanding miliknya.
"Untuk saat ini, kita tidak bisa terlihat mencolok. Meski rakyat Wyvernia tidak sensitif pada rakyat Kekaisaran Yi, hubungan dua negara sudah buruk sejak awal. Itu akan memperumit keadaan."
"Wajah kita tetap terlihat seperti orang timur." Gu Yuena mengatakan kenyataan. Sebenarnya mereka tidak perlu rumit mengganti pakaian.
Su Churan tersenyum kecut. "Setidaknya gaya busana kita berbeda dari orang timur. Ada banyak orang seperti kita di Wyvernia, jadi tidak akan mencolok."
Gu Yuena mengiyakan sambil melipat pakaian dan memasukannya ke dalam ruang spiritual. Gaun yang ia kenakan juga cukup sederhana—rok yang tidak terlalu mengembang setinggi mata kaki dan bagian lengan sepanjang siku.
"Aku merasa melenceng dari genre," gumam Gu Yuena, lalu menghela napas.
Mereka pun keluar dari pemandian umum yang tersedia di pinggiran kota. Butuh waktu beberapa hari untuk sampai di Ibu Kota menggunakan kuda dan bermalam di penginapan.
"Kalau kamu mau tahu, Luo Youzhe pernah belajar di Wyvernia dalam program pertukaran pelajar."
Su Churan membuka percakapan karena sepanjang hari merasa sepi. Mereka saat ini masih di tengah perjalanan di atas kuda, menelusuri jalan kota untuk ke kota selanjutnya.
Gu Yuena meliriknya sekilas. "Istana Yinyang melakukan pertukaran pelajar?" Ia baru tahu.
"Bukan Istana Yinyang. Sebelum masuk Akademi Yinyang, Luo Youzhe belajar di Akademi Kekaisaran untuk memenuhi sekolah dasar. Dia terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar sebagai bagian dari perdamaian dua negara."
"Kau sangat tahu banyak."
"Luo Yi yang mengatakannya padaku. Saat itu aku belum ada di Klan Luo. Aku sampai sangat terkejut mendengarnya. Itu sebabnya Luo Youzhe pandai bahasa Wyvernia dan mengajariku saat baru pertama kali datang ke klan."
"Dia mengajarimu?" Gu Yuena menatapnya dengan heran.
Su Churan mengangguk. "Khusus untuk belajar bahasa, karena kemungkinan besar aku memang harus pergi ke Wyvernia. Guruku juga berkata begitu."
"Kalian sangat dekat sampai aku tidak tahu harus berkata apa." Gu Yuena bersikap acuh tak acuh.
"Sebenarnya tidak sedekat itu." Su Churan menggaruk tengkuknya. "Meski kadang kami terlihat seperti teman, aku tetap masih merasa sulit ketika ingin bicara dengannya. Pada akhirnya, kami hanya membicarakan hal penting tiap kali bertemu. Orang itu sangat kaku."
"Kau sudah mengatakan perasaanmu padanya?" Gu Yuena bertanya.
"Perasaan?" Su Churan tertawa. "Aku pikir itu hanya kagum sesaat. Aku menyukainya, tapi tidak sampai ingin hidup bersamanya. Aku masih menyayangi nyawaku."
"Apa seburuk itu?" Gu Yuena tidak mengerti di mana letak kelucuannya. Selain itu, apa Luo Youzhe begitu menyeramkan sampai Su Churan berkata bahwa dia masih sayang nyawa?
"Gu Yuena, seharusnya kamu yang paling tahu." Su Churan menatap Gu Yuena penuh arti. Sayangnya, Gu Yuena tidak melihat itu, hanya fokus pada jalan di depan. Dia melanjutkan, "Untuk pertama kalinya aku melihat Luo Youzhe mempedulikan seseorang."
Gu Yuena diam untuk beberapa saat. Ia sudah tahu ke arah mana Su Churan akan berbicara. "Dia peduli pada Luo Yi."
"Dia berhutang pada Luo Yi, itu sebabnya dia memperhatikan Luo Yi. Karena Luo Yi sudah menemukan orang yang tepat, maka ini saatnya bagi Luo Youzhe untuk kembali ke tempat semula."
"Kedengarannya cukup baik." Gu Yuena masih bersikap acuh tak acuh, tanpa tertarik apa pembicaraan Su Churan.
Su Churan melihat Gu Yuena dalam diam untuk beberapa saat, kemudian berkata, "Kau tahu dia menyukaimu, 'kan?"
Gu Yuena masih tidak melirik Su Churan. "Itu akan berubah."
"Tidak akan semudah itu. Aku mengenalnya dengan sangat baik. Asal kamu tahu, dialah yang mengutusku untuk membantumu."
Gu Yuena semakin kacau. Kenapa topik ini harus muncul di tengah jalan seperti ini? Membuatnya kesal saja.
Pada akhirnya, Gu Yuena hanya bisa menjawab dengan sabar. "Sampaikan terima kasihku. Aku akan membalasnya, jika sempat."
"Apa kamu tidak berpikir untuk membalas perasaannya?" Su Churan masih bersikeras.
"Aku hanya peduli pada kakakku." Gu Yuena akhirnya menatap Su Churan dengan serius. "Sisanya, aku tidak peduli. Mungkin terdengar tidak berperasaan, tapi aku memiliki alasanku sendiri. Jadi, bisakah tidak membicarakan ini?"
Su Churan terdiam. Sudahlah, ia tidak bisa membantu lebih jauh atau Gu Yuena akan marah padanya.
Tapi di sisi lain, Su Churan dapat melihat kegelisahan di mata Gu Yuena. Meski tidak tahu alasannya, ia yakin Gu Yuena sendiri masih ragu dengan perasaannya dan terus-menerus menolak karena sebuah alasan.
"Kau bekerja di bawah Luo Youzhe, 'kan?"
Tiba-tiba Gu Yuena berkata demikian, membuat Su Churan menatapnya. Gu Yuena masih saja melihat jalanan dengan serius.
"Mungkin." Su Churan menjawab ragu-ragu.
"Kenapa dia begitu tertarik dengan kasus ini sampai mengirimmu padaku?" tanya Gu Yuena.
Su Churan tampak ragu mengatakannya atau tidak. Tapi dia tetap mengatakannya, menjawab pertanyaan Gu Yuena. "Ketika kecil, Istana Linghun membunuh seluruh keluarganya. Dia memiliki seorang kakek, tapi begitu jauh. Ketika dititipkan di klan, dia mengurung diri setiap saat dan tidak dekat dengan anggota klan lain."
Gu Yuena agak terkejut. Ini kali pertamanya mendengar hal mengenai Luo Youzhe, terutama masa lalunya. Kali ini, argumennya mengenai Luo Youzhe sebelumnya semakin kuat.
"Bagaimana dengan Luo Yi?"
"Luo Yi satu-satunya yang dekat dengan Luo Youzhe. Atau bisa dibilang, Luo Yi sudah seperti sosok kakak bagi Luo Youzhe. Dia tidak dekat dengan siapa pun dan menjauhi semua orang, tapi Luo Yi selalu ada merawatnya meski sering diusir. Lalu suatu hari, Luo Youzhe sekarat. Ada banyak roh menyerangnya, mengganggunya dan ingin membunuhnya. Luo Yi melindunginya. Saat itu Luo Yi tidak memiliki api ungu di tubuhnya, sehingga harus ekstra hati-hati saat berhadapan dengan para roh sampai bantuan datang. Itu sebabnya, Luo Youzhe merasa berhutang."
"Itu semua terjadi sebelum kau datang?" Heran, kenapa Su Churan selalu mengetahui segalanya?
"Luo Youzhe sendiri yang menceritakannya ketika membawakan esensi api ungu untuk Luo Yi sebagai balas budi. Dulu dia cukup terang-terangan, tapi sekarang jauh berbeda. Itu sebabnya, aku mengetahui segala hal darinya hanya sejak ketika baru datang ke klan."
"Kenapa Istana Linghun membunuh keluarganya?" Gu Yuena ingin memastikan sesuatu.
"Entahlah. Luo Youzhe tidak mengatakannya. Entah karena tidak tahu atau sengaja tidak mengatakannya."
"Kau tahu kenapa dia sekarat dan diserang roh?"
Su Churan menggeleng cepat. "Bahkan satu klan tidak ada yang tahu. Semua terjadi begitu tiba-tiba."
"Selain itu, apa lagi yang kau ketahui?" Gu Yuena bertanya lagi. Ia benar-benar ingin memastikan sesuatu.
"Sebenarnya tidak banyak, karena Luo Youzhe juga jarang bicara. Jangan terkejut, tapi itu memang perangainya. Sikap keduanya yang banyak bicara itulah yang membuat kejutan. Aku sendiri tidak tahu alasannya, hanya mengikuti apa perintahnya. Aku tebak, semua pergerakannya ditujukan untuk persiapan melawan Istana Linghun. Dia membenci penyihir, dan Istana Linghun. Terakhir aku lihat, dia tidak mengampuni satu pun penyihir dari Istana Linghun yang ditemuinya."
Gu Yuena tertegun sejenak. Pegangannya terhadap tali kekang kuda mengerat. Luo Youzhe membenci penyihir. Jika tahu bahwa ia adalah penyihir, apa yang akan terjadi?
Tapi kenapa dia memberi Gu Yuena toleransi ketika mengetahui bahwa Gu Yuena adalah bagian dari Istana Linghun?
"Kenapa dia menutupi identitasku?" Gu Yuena sangat penasaran. Apa ada tujuan terselubung?
"Tidak akan sesederhana itu." Menurutnya alasan Su Churan terlalu tidak masuk akal.
"Terserah bagaimana kau menilainya, aku hanya mengatakan berdasarkan apa yang kuketahui." Ia pun mengeluh. "Aku mengatakannya padamu tanpa izin darinya, pasti dia akan memarahiku."
"Tidak akan marah jika tidak tahu." Gu Yuena memutar bola matanya, merasa Su Churan sangat berlebihan.
Pada akhirnya, ia paham bagaimana Luo Youzhe bisa selalu mengenakan topeng di mana pun ia berada. Semua ini tidak sederhana.
Tanpa terasa, hari akan gelap. Dan mereka sudah dekat dengan gerbang Ibu Kota.
Saat malam tiba, mereka benar-benar berada di depan gerbang Ibu Kota. Su Churan menunjukkan surat-surat pada penjaga untuk akses izin masuk. Tanpa surat-surat itu, mereka tidak bisa masuk sembarangan.
Tapi sebelum benar-benar masuk, Gu Yuena tiba-tiba menghentikan Su Churan.
"Tunggu dulu!" Gu Yuena tidak tahu mengapa, tiba-tiba ia terpikirkan satu hal.
"Apa?" Su Churan bertanya-tanya.
"Kalau kau mengikuti perintah Luo Youzhe dan juga bergabung dengan Assassin Guild, apa Luo Youzhe juga bagian dari mereka?"
Su Churan tampak nyaris tidak bisa berkata-kata. Apa yang harus dijawabnya?
"Bisa dibilang begitu(?)" Ia menjawab apa adanya. Pasalnya, bukan hanya bergabung dengan Assasin Guild, tapi dialah pemimpinnya!
"Kau berkata mereka juga mencari kakakku. Apa itu berarti Luo Youzhe juga sedang mencari kakakku?"
Lagi-lagi Su Churan dibuat terdiam. Tahu begitu, ia tidak perlu mengungkap masalah Assassin Guild dan Luo Youzhe sekaligus.
Dengan ragu Su Churan berkata, "Kita masih di gerbang kota, tidak enak jika bicara di sini. Setidaknya, cari tempat terlebih dahulu."
Gu Yuena setuju-setuju saja asalkan gadis itu mau menjawab pertanyaannya. Jika benar Luo Youzhe sedang mencari kakaknya, maka ia harus menemukan kakaknya terlebih dahulu, lebih cepat lebih baik.
Bukannya tidak percaya pada Luo Youzhe, tapi ia memiliki firasat buruk. Assassin Guild atau apa pun itu jelas tidak memiliki niat baik terhadap Istana Linghun dan akan menyeret kakaknya dalam masalah ini.
Sedangkan di sisi lain, Su Churan gelisah setengah mati. Tugasnya adalah melindungi dan membantu Gu Yuena selama di Wyvernia. Ia telah membawa Gu Yuena ke Wyvernia sesuai rencana. Tapi ia benar-benar tidak tahu rencana macam apa yang sedang dijalankan pria itu.
Jika rencananya adalah menangkap Gu Yuan, kenapa ia harus memberitahu Gu Yuena?
Jika dipikir-pikir, apa ucapan Gu Yuena benar? Bai Youzhe tidak bisa menolerir apa pun yang berkaitan dengan Istana Linghun?
Apa yang harus ia lakukan?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam ini di Ibu Kota Wyvernia, festival tahunan sedang diadakan. Malam yang indah dengan berbagai kembang api yang menyala serta atraksi yang ditunjukkan di alun-alun kota.
Ada sangat banyak rakyat merayakan festival secara besar-besaran. Selain itu, beberapa penjaga kekaisaran berbaju besi turut menjaga kemanan festival dan saling berpatroli.
Gu Yuena dan Su Churan masih berjalan di sekitar sambil menenteng kuda masing-masing. Sejak tadi, Su Churan tampak mencari sesuatu sampai terus berkeliling seperti ini.
"Di mana mereka? Ah, tahu begitu aku memberi kabar." Su Churan berdecak berkali-kali, tampak sangat jengkel.
Gu Yuena ingin bertanya, tapi tidak mendapat kesempatan. Su Churan terus berjalan kesana kemari menuntunnya agar tidak hilang di tengah lautan manusia.
Hingga akhirnya langkah kaki Su Churan berhenti di sebuah kedai kecil. Wajahnya yang tampak kesal menuntun Gu Yuena masuk ke dalam. Gadis itu tampak bergebu-gebu.
Ketika membuka pintu, Gu Yuena disambut oleh aroma bir yang cukup pekat. Ah, ternyata ini memang kedai bir. Untuk apa Su Churan membawanya kemari?
Su Churan berdiri di depan bartender dan mengatakan sesuatu.
"Aku dan temanku sedang mencari orang." Su Churan berkata dengan datar pada pria tinggi dan besar yang menjaga meja bartender. Ia bicara menggunakan bahasa saxon.
Pria itu melihat Su Churan dengan teliti, lalu meletakkan botol bir di tangannya ke atas meja. "Mencari orang? Ada banyak jenis orang di sini, kau bisa mencarinya."
"Aku serius. Aku akan membayar dengan harga yang cocok. Orang ini bukan orang biasa."
Pria itu melihat Su Churan mengeluarkan kantung berisikan koin emas yang begitu banyak. Senyumnya merekah sempurna.
"Orang seperti apa yang Anda cari?"
Su Churan melirik Gu Yuena di sebelahnya, lalu mengeluarkan lukisan Gu Yuan yang ia ambil dari Akademi Yinyang. Gu Yuena sebenarnya agak terkejut melihat lukisan itu, tapi ia tidak berkata apa pun.
Pria itu menerima lukisan dan melihatnya dengan teliti. Matanya menyipit melihat sosok di balik lukisan tersebut. "Ini ... terlihat seperti Pangeran James."
"James?" Gu Yuena bereaksi lebih cepat. James adalah nama lain kakaknya. Kakaknya di dunia modern.
Lalu apa sebutannya tadi? Pangeran?
"Kau yakin itu dia?" Su Churan ragu.
"Wajah seperti ini terbilang langka. Baru-baru ini aku melihatnya dengan jelas, memang sangat mirip."
"Bisakah kau memberitahu di mana keberadaannya?" Su Churan berkata dengan serius.
"Dia adalah Keluarga Kerajaan, sudah pasti ada di Istana. Tapi belakangan ini keberadaannya memang jarang terlihat. Aku akan mengutus orang untuk memastikannya."
"Aku tunggu kabar baikmu." Su Churan tersenyum, lalu menarik lengan Gu Yuena keluar dari kedai berbau bir ini. Ia merasa pusing akan baunya.
Sedangkan Gu Yuena masih sangat terkejut.
James ....
Lagi-lagi bayangan kematian kakaknya terlintas dalam memori. Ledakan mematikan yang menyebankan nyawa kakaknya melayang, sedangkan ia ditahan di luar daerah ledakan bersama wanita itu.
Kepalanya terasa sakit.
"Kau baik-baik saja?" Su Churan cemas melihat Gu Yuena yang begitu pucat.
Gu Yuena menggeleng pelan. Ia kemudian melihat Su Churan dengan serius. "Apa kau bisa menggunakan kupu-kupu untuk melacak?"
"Yaa, tapi ada batasan untuk itu." Itu semua karena kekuatannya tidak begitu tinggi.
"Tak apa. Gunakan itu saja. Aku harus menemukannya lebih cepat."
Su Churan mengangguk. Setidaknya, kupu-kupu dapat memberi informasi penting mengenai keberadaan Gu Yuan dan lebih cepat. Meski tingkat keberhasilan tidak sampai 50%.
Seekor kupu-kupu muncul dari jari-jari Su Churan. Kupu-kupu dengan sayap merah muda yang begitu cantik dan menarik, mengepakkan sayapnya ke udara setelah hinggap di jari Su Churan.
"Bantu aku cari Gu Yuan dan informasi tentangnya." Su Churan menunjukkan senyum tipis ketika memberi perintah. Kupu-kupu itu langsung pergi untuk melaksanakan perintah.
Ini akan menjadi waktu yang sangat genting.