
Kekuatan yang digunakan untuk membuka ruang dan waktu terlalu menguras. Gu Yuena terlalu pucat saat ini. Dia tiba di Wilayah Phoenix yang paling dekat dengan Wilayah Neraka, dan dibantu para phoenix untuk pergi ke istana dan memulihkan diri.
Namun, Gu Yuena yakin situasinya tidak akan berjalan lancar. Dia terlalu lemas dan telah memuntahkan darah beberapa kali. Kekuatannya benar-benar habis kali ini.
"Tinggalkan aku!" Gu Yuena meminta semua Phoenix pergi.
Di sisi lain, Huang Jiu yang tiba dan ingin melapor juga harus mengundurkan diri setelah mendengar perintah Gu Yuena. Dia terkejut melihat kondisi tidak stabil Gu Yuena. Kekuatannya terkuras sampai kering dan tubuhnya sangat lemah sampai tidak bisa berdiri dengan benar. Wajahnya juga seperti mayat hidup.
Gu Yuena menggigit bibirnya, lalu berjalan tertatih-tatih ke arah kamarnya. Dia melepas pakaiannya, lalu melihat punggungnya dari cermin.
Punggung yang seharusnya halus dan seputih salju itu kini memiliki luka bakar yanv mengerikan. Darah yang masih basah tersebut mengalir bersama energi hitam yang menghentikan regenerasi.
Luka yang sangat mengerikan.
Gu Yuena tidak memiliki cara lain untuk menyembuhkannya selain dengan mengeluarkan jejak spiritual Jiwa Kelelawar. Saat ditarik oleh tarikan kuat itu, dia nyaris dilahap. Apa yang ia rasakan saat dilahap adalah perasaan terbakar yang luar biasa di punggungnya sampai ke jiwanya. Jika Yang Xinyuan tidak menariknya, dia akan mati.
Hanya untuk melarikan diri dari Yang Xinyuan, Gu Yuena menggunakan cara paling ekstrim untuk menunjukkan betapa ingin Gu Yuena lari dari pria itu dan menunjukkan kebenciannya. Yang Xinyuan pasti merasa dipermainkan dan sangat marah saat ini.
Gu Yuena tidak peduli lagi. Dia mengenakan pakaian bersih dan duduk lotus untuk memulihkan kekuatan spiritualnya. Jika dia memulihkan kekuatannya, dia bisa memurnikan energi gelap di punggungnya dan mengobati lukanya sendiri.
Saat ini, Xiao Bai hanya bisa sedikit membantu. Dia tidak bisa sembarangan terhadap tubuh Gu Yuena dan hanya memberinya pengobatan di luka-luka kecil.
Saat energi gelap selesai dimurnikan setelah beberapa jam merasakan rasa sakit luar biasa, Gu Yuena akhirnya dapat merasa lega. Xiao Bai menyembuhkan sisa lukanya. Meski luka di punggung terlalu besar dan akan terasa sakit selama proses penyembuhan, Gu Yuena tidak menghentikan Xiao Bai merawatnya.
Rasa sakit itu lebih buruk dari kematian. Gu Yuena menahannya sekuat mungkin dan menggertakkan giginya.
Xiao Bai semakin khawatir, begitu pula Xiao Hei. Dia melakukan penyembuhan lebih cepat agar rasa sakit itu tidak menghantui Gu Yuena terlalu lama. Namun, ada sesuatu yang mengganjal.
Ketika membersihkan punggung Gu Yuena dari luka-lukanya, dia menemukan sebuah pola aneh yang bersinar dengan warna hijau.
"Nona, apa ini adalah tanda yang ditinggalkan Ratu Istana Linghun?" tanya Xiao Bai.
Gu Yuena melihat ke belakang untuk melihat tampilan belakangnya di cermin. Tapi sebelum ia sempat melihat, kepalanya terasa terbentur sesuatu yang keras dan tumpuk. Sarafnya terasa ditekan paksa dan dihancurkan secara perlahan.
"Nona!"
"Diam di sana!" Gu Yuena menghentikan Xiao Bai dan Xia Hei. Dia tidak ingin menyakiti mereka. Dia merasa sesuatu yang berbahaya mendekat sehingga tubuhnya terasa tidak dalam kendalinya. Jangan sampai dua kucing itu terluka karenanya.
Gu Yuena menjauh sambil memegang kepalanya yang sakit. Tatapannya bingung ketika menjauhi Xiao Bai dan Xiao Hei. Dia beberapa kali menubruk barang sampai jatuh, tapi dia tidak menghentikan langkahnya untuk menjauh.
Ketika sakit pada syarafnya mencapai puncak yang tidak bisa ditahan oleh Gu Yuena, tubuhnya semakin lemas dan runtuh ke atas lantai. Dia mengerang sakit.
Bayang-bayang kematian terus berputar di kepalanya. Itu adalah mimpi buruk. Dia terus melihat kematian orang-orang ketika seluruh pandangannya menjadi gelap dan sunyi. Dia hanya melihat satu hal, kematian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bai Youzhe tiba di Istana Penguasa setelah perjalanan yang cukup lama di perbatasan. Ia tidak dapat merasakan keberadaan Gu Yuena di Dataran Mitian, jadi mencari di Dunia Bawah.
Gu Yuena sulit terlacak. Jadi hal yang ia pikirkan tentang kemana Gu Yuena pergi adalah Dunia Bawah. Dimulai dari Istana Penguasa. Namun, orang-orang istana mengatakan bahwa mereka tidak melihat Gu Yuena datang.
Bai Youzhe semakin cemas. Ia tidak bisa memikirkan bagaimana Gu Yuena bertemu dengan Yang Xinyuan asli dan terluka karenanya. Ia harus menemukan Gu Yuena secepatnya!
Su Churan dan Yun Qiao juga mengikut ke Dunia Bawah, bersama Vale. Ini pertama kali Yun Qiao dan Vale pergi ke Dunia Bawah dan merasa linglung sejenak.
Aura tempat ini berbeda dari Dataran Mitian.
Saat melihat Bai Youzhe yang terburu-buru keluar dari Istana Penguasa, Su Churan tiba-tiba merasakan firasat buruk.
Sesuatu yang akan membuat Bai Youzhe panik dan kehilangan rasionalitasnya hanya Gu Yuena. Apa terjadi sesuatu yang buruk pada Gu Yuena?
Tidak heran. Sebelumnya Gu Yuena menggila untuk sesaat dan menghilang begitu saja. Siapa yang tidak akan khawatir?
Bai Youzhe pergi tanpa mengatakan sepatah kata. Dia menghilang di langit dan tidak terlihat lagi. Su Churan tidak bisa mengikuti karena berpikir mungkin Bai Youzhe mengetahui di mana Gu Yuena berada.
Meski dia khawatir, dia tidak bisa banyak membantu. Itu membuatnya merasa tak berdaya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cuplikan demi cuplikan melintas dalam kegelapan. Tidak ada yang bisa dia lihat selain cuplikan-cuplikan ingatan yang berkedip. Ingatan di mana kehidupannya terasa sempurna dan sederhana, tapi kacau begitu sosok hitam muncul dan merenggut segalanya.
Air mata dan tangisan tragis terus terlintas di depan matanya. Semua kejadian itu menarik Gu Yuena kembali ke masa lalu dan berulang-ulang mengalami perasaan yang persis pernah ia rasakan.
Kehilangan, kebencian, dan kematian ....
"Apa kau ingin balas dendam?"
Kalimat yang terdengar samar itu membayangi pendengarannya. Gu Yuena diam sambil tertunduk, di tengah terik sinar matahari serta reruntuhan penuh debu. Texas sangat panas saat itu.
Mata merahnya kosong dan tidak jelas. Pupilnya yang abu-abu tidak bergeak. Itu kehilangan warna merahnya yang dipenuhi kehidupan.
Berada di ingatan terburuknya benar-benar menyiksa pikirannya. Dia tidak bisa melihat tempat aslinya berada—kamarnya di Istana Phoenix—tapi dia dapat melihat pemandangan kota modern yang baru saja menjadi reruntuhan dan merenggut segala harapannya.
Gu Yuena bergetar, tapi tidak mengatakan apa pun. Kalimat yang diucapkan wanita itu terus terdengar di telinganya seperti mimpi buruk. Dia tidak membenci wanita itu, tapi dia benar-benar tidak menyukainya. Li Hua menggunakan kalimat itu untuk menghantui Gu Yuena dan membangkitkan traumanya.
"Tidak ... tidak ....." Gu Yuena berbisik dengan nada bergetar. Dia memeluk lututnya erat-erat dan menggigit bibirnya menahan perasaan menyakitkan di hati dan kepalanya.
Tanda di bahunya telah dipicu Yang Xinyuan, menyebabkan ilusi mimpi buruk Li Hua menyerang otaknya dan menyiksanya tanpa akhir.
Sudah dua jam sejak Gu Yuena dipenuhi mimpi buruk tanpa bisa terbangun. Dia ingin bangun, tapi tidak tahu caranya. Tidak ada yang mendengar meski ia berteriak sekeras mungkin.
Apa yang harus dia lakukan?
Di saat yang bersamaan, Xiao Hei dan Xiao Bai berteriak panik setiap saat, tapi tidak bisa melakukan apa pun. Mereka telah memanggil Huang Jiu untuk meminta pertolongan, tapi Huang Jiu tidak bisa membangunkan Gu Yuena yang terbaring koma di atas tempat tidur.
Dua jam ini adalah hal buruk bagi mereka, sampai pada jam berikutnya dan hari sudah akan berganti. Gu Yuena masih belum bangun. Kadang dia akan bergerak seperti terkejut, lalu tubuhnya menjadi bergetar hebat dan kesakitan. Itu saja sudah cukup membuat kepanikan.
Pada saat ketiganya panik tanpa bisa melakukan apa pun, sosok hitam menyelinap dari jendela dan menunjukkan wujudnya yang tidak manusiawi. Huang Jiu berwaspada di satu sisi, sebelum akhirnya menyadari sosok yang datang bukanlah musuh. Dia tidak lain adalah Bai Youzhe.
Mengabaikan kewaspadaan Huang Jiu, Bai Youzhe langsung berjalan ke arah Gu Yuena dengan kening berkerut. Dia duduk di sebelah Gu Yuena, berusaha untuk tetap setenang mungkin dan tidak melakukan hal sembrono karena panik.
Sepertinya ia tahu apa yang terjadi pada Gu Yuena.
Bai Youzhe menggunakan kekuatan jiwa untuk mengendalikan kekuatan jiwa Gu Yuena yang tidak terkendali, lalu merangsang kesadarannya agar tidak mengalami kecelakaan saat mencoba membangunkannya dari mimpi buruk.
"Nana, bertahanlah."
Tubuh Gu Yuena sudah diliputi energi hitam yang pekat. Bai Youzhe tidak bisa mencabut tanda yang diberi Li Hua, hanya bisa menyegelnya untuk sementara dan mengembalikan kesadaran Gu Yuena.
Bai Youzhe berusaha tetap tenang. Ia beberapa kali mengalami kekacauan di pikirannya, yang membuat kekuatan jiwanya kurang stabil. Jika terus seperti ini, dia bisa menyakiti Gu Yuena. Itu sebabnya Bai Youzhe menutup mata, tidak ingin melihat Gu Yuena untuk sementara agar hatinya tetap tenang dan dapat menyegel sihir mimpi buruk Li Hua tanpa menyakitinya.
Menekan sihir mimpi buruk membutuhkan banyak kekuatan agar dapat menyusutkan efeknya. Ini juga membutuhkan bantuan Gu Yuena sendiri untuk melawan mimpi buruknya.
Namun, dengan mental Gu Yuena yang kacau balau, akan sulit baginya untuk bangkit. Berbagai macam memori menyakitkan terus memukulnya sampai ke jurang terdalam dan tertelan kegelapan.
Gu Yuena dipenuhi ketakutan. Dia hanya duduk diam tertunduk sambil menahan gejolak emosi yang memengaruhi mentalnya. Sampai akhirnya sosok putih mendekat ke arahnya, barulah Gu Yuena melepaskan kekosongan di matanya.
Irisnya masih abu-abu, tapi dia bisa melihat segala hal di dalam mimpi buruk termasuk sosok yang datang ke kehidupannya. Itu adalah seekor makhluk kecil seputih giok dengan empat pasang kaki mungil. Matanya biru gelap dan menatap Gu Yuena dengan reaksi rumit.
Gu Yuena diam untuk beberapa saat ketika melihatnya. Dia menyentuh kepala makhluk kecil itu, sedangkan makhluk itu membiarkan dengan senang hati dan menikmati usapan lembut dari tangan Gu Yuena.
Gu Yuena tanpa sadar tersenyum. "Ternyata kamu sudah datang."
Namun, senyum Gu Yuena berubah menjadi ketiadaan begitu sosok kecil itu tertarik ke udara secara tak terduga. Dia seperti dihisap akan sesuatu yang kuat di langit, tapi tidak tahu apa yang menariknya.
Gu Yuena berdiri dan dengan cemas meraihnya, tapi sosok kecil itu terbang sangat tinggi. Sedangkan Gu Yuena kehilangan kemampuan terbang dan sangat ketakutan ketika makhluk kecil itu terbang semakin tinggi sampai tak terlihat.
Gu Yuena tidak dapat mengatakan apa pun, apalagi memanggilnya. Lehernya terasa tercekik. Dia ketakutan sekali lagi dan menjadi linglung.
"Tidak ... jangan pergi ...."
Kakinya terasa lemas sekali lagi seolah dunianya benar-benar hancur. Dia kembali duduk dan merenung dengan pandangan kosong.
Di saat yang bersamaan, Bai Youzhe memuntahkan seteguk darah. Dia masuk ke dalam mimpi buruk Gu Yuena sebagai Xiao Lin untuk membangkitkan semangat Gu Yuena, tapi sihir mimpi buruk terlalu kuat dan mengeluarkannya secara paksa. Dia nyaris saja berhasil!
Sihir mimpi buruk telah disegel, tapi Gu Yuena mengalami kehancuran total yang membuatnya tidak dapat terbangun. Meski dia sudah menjadi tenang, tidak lagi bergetar, dia masih terjebak dan belum bangun.
Bai Youzhe tidak bisa berkata-kata ketika melihat kondisi Gu Yuena di sana. Gu Yuena tidak menangis, tapi matanya terlihat kosong tanpa adanya kehidupan. Dia tidak memiliki semangat seperti Gu Yuena yang ia kenal.
"Nana ...." Bai Youzhe tidak bisa membantu lebih jauh dan memeluk Gu Yuena dengan perasaan tercampur aduk. Dia memeluk Gu Yuena sangat erat, seolah akan pergi jika dilepaskan.
Keduanya ada di dunia masing-masing, meski pada kenyataannya mereka bersama dan sangat dekat. Itu lebih menyakitkan daripada perpisahan lainnya.
"Nana, bangunlah. Aku akan melakukan apa pun untukmu. Meski kamu menginginkan nyawaku, aku akan memberikannya tanpa bertanya. Aku tidak akan mengganggumu. Aku tidak akan menghentikanmu meski kau melakukan hal gila sekalipun. Aku tidak akan pernah memberi hukuman untukmu, juga akan membiarkanmu pergi semaumu. Asalkan kamu tetap hidup dan bahagia, aku tidak akan ikut campur."
Bai Youzhe tidak bisa menahan gejolak dalam hatinya. Ia merasa benar-benar akan kehilangan Gu Yuena meski berada di pelukannya. Terjebak dalam mimpi buruk untuk selamanya sama saja seperti kematian. Bai Youzhe akan melakukan segala cara agar Gu Yuena tidak mati. Dia tidak bisa melihat Gu Yuena mati!
Dia tidak lagi peduli bagaimana pandangan Gu Yuena terhadapnya dan terhadap dunia. Dia tidak peduli pada apa yang akan dilakukan Gu Yuena berbahaya atau tidak. Jika bahaya, dia akan menanggung segalanya. Dia hanya peduli pada keselamatan dan kebahagiaan Gu Yuena.
Di dunia ini, tidak ada yang lebih penting dari Gu Yuena. Bai Youzhe tidak bisa hidup tanpanya.
Kalau mimpi buruk itu bisa dipindahkan, Bai Youzhe akan menanggungnya agar Gu Yuena baik-baik saja. Dia tidak lagi terlihat seperti penguasa sebuah dunia, melainkan seorang pria rapuh yang ditinggalkan pasangannya.
Di dalam kamar, tidak ada yang berani mengganggu keduanya. Huang Jiu ditarik pergi oleh Xiao Bai dan Xiao Hei. Mereka bertiga belum memberitahu phoenix lain. Mengingat temperamen Gu Yuena, wanita itu tidak akan membiarkan orang lain tahu kondisinya. Itu sebabnya dia mengusir semua orang.
Mereka tidak berani memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Gu Yuena terlihat sangat tenang dan kosong dengan mata terpejam dan tampilan pucat dan dingin. Tidak ada yang berani memikirkan apa yang terjadi.
Bahkan Bai Youzhe yang biasanya tenang dan mudah mengidentifikasi segala hal, tidak ingin memikirkan hal terburuk dalam hidupnya.
Gu Yuena masih hidup! Dia hanya sedang menunggunya untuk datang dan membawanya keluar dari mimpi buruk. Bai Youzhe percaya hal itu.
Tapi sudah beberapa hari berlalu, dia masih berada di posisi yang sama seolah waktu yang dilewatkan hanya beberapa jam.
Gu Yuena masih tertidur nyenyak.