Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
39. Gunung Biluo



"Kakak!"


Gu Yuena berlari ke arah Gu Yuan yang tengah mendiskusikan sesuatu dengan para murid akademi. Tanpa peduli murid-murid yang menjaga pondok mengejarnya sepanjang jalan, Gu Yuena langsung menghampiri kakaknya dengan semangat membara.


Jika masalah kakaknya, ia tidak berjanji bisa bersikap tenang seperti biasa.


"Nana, kenapa kamu di sini?" Gu Yuan agak terkejut. Baru setengah tahun Gu Yuena pergi ke akademi, tidak mungkin dibebaskan turun gunung. Apa adiknya ini membolos?


Murid lainnya langsung paham bahwa adik-kakak ini ingin bicara. Mereka tidak ikut campur dan pergi. Begitu pula dengan dua murid yang mengejar Gu Yuena sebelumnya.


Sebelum Gu Yuan salah paham lebih lanjut, Gu Yuena langsung menjelaskan. "Akademi meliburkan seluruh murid selama 2 bulan sebelum ujian halaman dalam diadakan. Jadi selama 2 bulan ini, aku akan bebas."


"Tidak biasanya Akademi Yuansu mengadakan libur kecuali untuk murid-murid tertentu." Gu Yuan heran.


"Kemarin adalah ujian tulis, dan aku mendapat kuota mengikuti ujian berikutnya. Kepalaku merasa ingin pecah ketika ujian. Mungkin karena itu, Akademi Yuansu memberi libur untuk seluruh murid demi menenangkan pikiran. Jika sudah seperti ini, biasanya ada maksud terselubung setelah liburan."


" kamu ini, selalu berpikir negatif." Gu Yuan mengetuk dahi Gu Yuena sambil terkekeh.


Gu Yuena mendengus. Beberapa saat setelahnya, ia teringat sesuatu. "Kak, apa kau meminta Huang Jingtian dan Luo Youzhe mengawasiku di akademi?"


Gu Yuan menarik alisnya bingung. "Luo Youzhe juga di akademi?"


"Berarti kau meminta Huang Jingtian mengawasiku. Kakak, kau tahu aku tidak ingin dikenali, tapi malah meminta Huang Jingtian mengawasiku. Aku jadi merasa diuntit!"


Gu Yuan tertawa, "Nana, tidak perlu khawatir. Aku hanya meminta Huang Jingtian melindugimu dari jauh. Kau tidak merepotkannya, 'kan?"


"Sekarang Kakak mencurigaiku. Orang yang harus dipertanyakan adalah mereka yang diperintahkan Kakak. Aku sama sekali tidak membuat masalah, tapi Huang Jingtian dan Luo Youzhe memulai perang dingin yang menyebalkan." Gu Yuena berkata sambil cemberut kesal.


Gu Yuan justru tertawa membuat Gu Yuena semakin kesal. Sudahlah, semakin banyak ia bicara, semakin membuat Gu Yuan tergelitik. Andai saja ia bisa mengatakan bahwa ia menyamar sebagai pria dan berada di kamar yang sama dengan Luo Youzhe, serta mendapat perlakuan ambigu yang menyebalkan, entah bagaimana reaksi Gu Yuan.


Lebih baik tidak mengatakannya.


Takutnya, seseorang memberitahu Adipati Gu dan menikahkannya paksa dengan Luo Youzhe karena alasan tersebut seperti yang terjadi pada Gu Yueli. Tahu sendiri bagaimana ambisi Adipati Gu yang kolot setelah gagal mendapatkan Luo Zhiyi sebagai menantunya.


Membayangkannya saja membuat Gu Yuena bergidik ngeri.


"Jadi, apa rencanamu ketika liburan? Ingin pulang ke kediaman?" Gu Yuan mengusap-usap kepala adiknya agar tidak ngambek lagi.


Tapi justru Gu Yuena semakin kesal karena mengungkit masalah kediaman. "Daripada ke kediaman yang asing itu dan menjadi budak, lebih baik ikut Kakak ke Akademi Yinyang."


"Ikut aku?" Gu Yuan terperangah.


"Setidaknya aku bisa sedikit mempelajari sesuatu yang berbeda." Gu Yuena mencari alasan.


Gu Yuan hanya tersenyum, lalu mengangguk. Apa pun keinginan adiknya, ia akan memenuhinya.


"Lalu, kenapa kau ada di sini?" Gu Yuena bertanya-tanya.


"Istana Yinyang ingin mengadakan pertemuan dengan Istana Yuansu. Tapi sepertinya terjadi masalah pada Istana Yuansu. Aku akan datang kembali setelah masalah mereda." Gu Yuan tidak menjelaskannya lebih detail. Akan lebih baik jika Gu Yuena tidak tahu.


Sedangkan Gu Yuena hanya mengangguk-angguk tanpa mau tahu apa yang ingin dibicarakan. Ada terlalu banyak hal tak terduga di dunia ini, seperti masalah semalam contohnya. Lebih baik tidak terlalu banyak tahu dan ikut campur.


Semakin kamu tahu, semakin pendek umurmu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Istana Yinyang berada di puncak Gunung Biluo. Gunung Biluo merupakan pegunungan yang penuh dengan lembah yang curam. Tempat itu indah, sekaligus berbahaya bagi orang awam.


Jaraknya berada di timur dari Gunung Huo. Tempat yang begitu jauh dan sepi. Jika Istana Yuansu dan Istana Luye menempatkan beberapa kota kekuasaannya sebagai jalan utama yang terhubung dengan dua negara, maka Istana Yinyang lebih terasingi lagi.


Pegunungan Biluo dekat dengan Laut Biluo yang terkenal akan keindahan dan kemistisannya. Ada sebuah ras etnis di dalam Laut Biluo, berupa manusia setengah ikan yang berpenampilan memukau penuh keajaiban. Mereka hidup bebas dan memiliki perjanjian dengan Istana Yinyang untuk hidup berdampingan.


Sepanjang jalan menggunakan kuda, dari atas gunung, Gu Yuena dapat melihat beberapa bagian dari ras tersebut beraktivitas di pinggir laut. Sebenarnya ia agak terkejut, karena tidak menyangka makhluk seperti itu benar ada.


Ia lebih tidak menyangka, bisa-bisanya mereka menampakkan diri terang-terangan di depan manusia. Menurut legenda di dunianya dulu, duyung selalu dimanfaatkan untuk berbagai kehidupan manusia seperti minyak duyung dan mutiara air mata duyung yang digunakan untuk bahan kecantikan manusia.


"Aku tidak pernah mendengar, duyung hidup bebas di sini." Gu Yuena berbisik pada kakaknya di sebelah.


"Istana Yinyang dan ras duyung memiliki perjanjian untuk saling menguntungkan. Wilayah ini adalah wilayah ras duyung, jelas mereka hidup dengan bebas di tempat ini. Bahkan salah satu tetua Istana Yinyang merupakan ras duyung. Ini adalah rahasia umum Istana Yinyang yang tidak bisa dibicarakan secara langsung."


"Lalu, apa beritanya sudah sampai ke luar? Apa tidak takut diburu?"


"Memang ada, tapi kebanyakan dari mereka melupakannya karena ras duyung dijaga oleh Istana Yinyang demi kedamaian. Beberapa mungkin memiliki niat memburunya, tapi kebanyakan dari mereka mati sebelum memasuki Gunung Biluo. Itu sebabnya, Istana Yinyang disebut sangat tertutup."


Gu Yuena mengangguk paham. "Ada terlalu banyak hal di dunia ini. Sangat sayang bila dilewatkan."


"Kamu akan melihat semuanya." Gu Yuan menyahut sambil melihat adiknya dengan senyuman hangat.


"Aku harap begitu." Gu Yuena tersenyum kecut. Sangat disayangkan, umurnya akan berhenti dua tahun kemudian.


Dalam waktu beberapa jam sampai sore tiba, mereka sampai di gerbang Akademi Yinyang.


Berbeda dari Akademi Yuansu, Akademi Yinyang begitu sunyi dan tertata. Semua murid memiliki seragam yang sama—seragam putih dengan motif Yin dan Yang disertai lencana yang tergantung di pinggang.


Mereka berlatih menggunakan senjata masing-masing secara bersamaan, seperti perguruan di zaman kuno. Murid di sini membagi tingkatan mereka dari teknik apa yang mereka latih. Teknik sihir turun temurun Istana Yinyang dari yang terendah sampai tertinggi, membentuk identitas Istana Yinyang yang kental.


Ketika Gu Yuena turun dari kuda dan melangkahkan kaki masuk ke dalam gerbang akademi, ia merasakan sebuah aura tak terlihat yang menahannya di pintu gerbang. Gu Yuena diam untuk beberapa saat, melihat kumpulan qi yang hanya bisa dilihatnya sebagai pemilik darah phoenix melayang di udara mengelilinginya.


Energi itu memberi perasaan yang tidak nyaman, seolah mengusir Gu Yuena dari tempat ini.


Gu Yuan sadar bahwa Gu Yuena tidak mengikut. Ia berbalik untuk melihat Gu Yuena yang termenung, lalu memanggilnya. "Nana, ada masalah?"


Gu Yuena melihat Gu Yuan, merasa agak terkejut karena panggilannya. Ia menggeleng sedikit, lalu memaksakan kakinya untuk melangkah lebih jauh tanpa menunjukkan ketidaknormalan.


"Apa tempat ini dipasang formasi tertentu?" Gu Yuena bertanya, untuk melepaskan rasa penasaran mengenai sesuatu yang menahannya barusan.


Gu Yuan berpikir sejenak. "Guruku membuat formasi perlindungan untuk melindungi Akademi Yinyang dari kekuatan asing. Kekuatan asing yang disebut adalah kekuatan kegelapan, yang dimiliki beberapa orang dengan sihir hitam."


"Sihir hitam?" Gu Yuena semakin penasaran.


"Penyihir."


Gu Yuena terdiam.


"Sebenarnya tidak semua penyihir memiliki sihir hitam. Untuk yang pasti memiliki sihir hitam adalah beberapa orang dengan kekuatan jiwa di tubuhnya yang dibangkitkan dari kegelapan. Ini adalah wilayah Istana Yinyang, tugas mereka adalah menjaga keseimbangan alam tetap terjaga. Jadi tidak heran jika mereka memiliki formasi penjaga seperti itu."


"Apa itu kekuatan jiwa?" Gu Yuena berusaha mengorek segala informasi sebanyak mungkin. Jika bukan karena penyihir, maka karena kekuatan jiwa yang diwaspadai itu.


"Kamu tahu Istana Linghun?" tanya Gu Yuan, sedangkan Gu Yuena mengangguk dengan ragu. "Sejarahnya, kekuatan mereka tidak bergantung pada elemen, tapi menggunakan jiwa. Jika seseorang berhasil menggunakan kekuatan jiwa mereka untuk berkultivasi, maka dia bisa mengendalikan jiwa apa pun di dunia ini dalam genggamannya. Tiap manusia memiliki jiwa, dan jiwa adalah kelemahan yang disembunyikan. Saat seseorang mengendalikan jiwa orang lain, itu adalah bencana. Selain mengendalikan, mereka juga bisa memisahkan jiwa dan raga untuk mempertahankan hidup dengan berpindah ke raga lain. Ini adalah pembelajaran umum Akademi Yinyang tahap akhir."


"Berpindah tubuh?"


Gu Yuan mengangguk. "Kedengarannya memang hebat, tapi itu merusak keseimbangan alam dan merupakan teknik berbahaya. Sejauh ini, hanya Istana Linghun yang berani mempraktekkannya dan melakukan penelitian mengenai jiwa."


Gu Yuena semakin merinding. Jiwanya berasal dari dunia lain, ia mati dan berpindah tubuh ke dunia ini. Apa itu bagian dari kekuatan jiwa? Lalu ... apa ia memiliki kekuatan itu juga yang membuatnya ditolak formasi?


Semakin lama, ia semakin yakin bahwa kedatangannya di dunia ini ada campur tangan Istana Linghun. Ia harus secepatnya menyelesaikan masalah ini.


Gu Yuan mengarahkan Gu Yuena ke tempatnya biasa berlatih. Sebagai murid pribadi Tetua Istana Yinyang, Gu Yuan mendapat perlakuan khusus dan tinggal di paviliun milik Tetua Istana Yinyang.


Paviliun yang dibangun sebesar Kediaman Adipati Gu itu padat akan energi qi murni yang bagus untuk kultivasi. Gu Yuena merasa melihat Kediaman Adipati Gu versi yang lebih bercahaya dan nyaman.


Kediaman Adipati Gu pada dasarnya adalah kediaman terbesar di Ibu Kota. Tapi di Istana Yinyang, kediaman besar itu diubah menjadi sebuah paviliun megah dan penuh dengan nuansa alam.


Pantas saja Gu Yuan jarang pulang. Dia pasti sangat nyaman tinggal di sini selama bertahun-tahun dan menghabiskan waktu dengan kultivasi. Meski kultivasi itu membosankan, pemandangannya sama sekali tidak membosankan. Ditambah dengan kehadiran Luo Yi sebagai kekasihnya ....


Gu Yuena jadi iri.


"Selama dua bulan ini, kamu tinggallah di sini." Ucapan Gu Yuan membuyarkan lamunan Gu Yuena.


Gu Yuena langsung merespon. "Apa itu bagus? Aku bukan murid Akademi Yinyang, lho."


"Kenapa?"


Gu Yuan mendesis. "Lihatlah penampilanmu. Aku takut, mereka akan merebutmu dariku. Kau bahkan belum bercerita tentang harimu di Akademi Yuansu."


"Kakak, sudah kukatakan hariku sangat membosankan dan dipenuhi drama tidak jelas karena Luo Youzhe dan Huang Jingtian. Tidak perlu dipikirkan. Aku akan tinggal di sini, Kakak puas?"


Gu Yuan tersenyum penuh kemenangan. "Hari sudah sore, kamu mau makan ayam goreng?"


Gu Yuena mengangguk antusias. Ayam goreng adalah kesukaannya—mengingat tidak ada kentucky di sini—sehingga ia menjadi anak manis dan patuh kembali.


Tapi begitu mereka akan pergi, sosok pria paruh baya berambut putih berdiri tegak tidak jauh dari mereka berada. Ia terlihat berumur 80 tahun. Rambutnya putih semua sampai janggut panjang dan alisnya. Ada banyak keriput, namun auranya sangat berbanding terbalik dengan penampilan tua itu.


Memang pantas disebut sebagai Tetua Istana Yinyang. Auranya memiliki kekuatan yang mirip dengan Luo Youzhe. Jika ia tidak tahu bahwa Luo Youzhe memiliki tingkatan yang sangat tinggi dalam kultivasi, ia sudah berpikir bahwa pria tua di depannya hanya penjaga paviliun yang memiliki kekuatan sangat baik.


Merasakan situasi yang canggung, Gu Yuan membungkuk untuk memberi salam. "Guru, murid kembali."


"Hm."


Gu Yuan menegakkan punggungnya, lalu melirik Gu Yuena yang juga mengikutinya. "Dia adalah adikku, Gu Yuena." Ia mengenalkan Gu Yuena pada gurunya, lalu melanjutkan. "Nana, dia adalah guruku dan Tetua Istana Yinyang, Tetua Gao Dali."


Gu Yuena membungkuk sekali lagi. "Salam untukmu, Tetua Gao. Saya adalah Putri Keempat Adipati Gu dan Adik Gu Yuan, Gu Yuena."


Tetua Gao tampak tak acuh. "Karena kamu adalah adik Gu Yuan, maka aku akan mengesampingkan kenyataan bahwa kau adalah murid istana lain."


"Terima kasih, Tetua Gao." Gu Yuena bersikap sopan.


"Guru, Yuena akan tinggal di sini selama 2 bulan. Murid harap Guru tidak keberatan." Gu Yuan meminta izin.


Tetua Gao hanya mengangguk singkat dan pergi begitu saja. Sebelum benar-benar pergi, ia melihat Gu Yuena dengan teliti. Entah apa yang ia pikirkan, tapi tidak mengatakan apa pun lagi dan pergi secepatnya.


Gu Yuena merasa tidak nyaman akan penyelidikan orang tua itu. Ketika melewatinya, ia dapat merasakan bahwa kekuatan spiritual Tetua Gao sedang menyelidikinya konstitusi kekuatan spiritualnya lebih jauh. Tapi untungnya Gu Yuena dapat bertahan agar tidak ketahuan.


Harinya akan semakin rumit.


"Xiao Yuena, apa kabar?"


Pandangan Gu Yuena dan Gu Yuan teralih pada perempuan cantik setelah kepergian Tetua Gao. Itu adalah Luo Yi. Dengan seragam putih yang khas untuknya itu membuat tingkat kecantikannya menjadi lebih murni dan luar biasa. Ia menghampiri Gu Yuena dengan senyum cerah dan sambutan hangat.


"Sudah lama tidak bertemu, kamu terlihat semakin cantik." Luo Yi memuji Gu Yuena seperti biasa.


"Kakak Ipar, kamu terlalu memujiku. Jika aku terbang terlalu tinggi, kamu harus tanggung jawab, lho."


Luo Yi tertawa akan candaan Gu Yuena. "Sepertinya suasana hatinu sedang sangat baik."


"Ah, aku justru berpikir suasana hati Kakak Ipar lah yang sedang baik."


"Apa ada yang mengganggumu?" Luo Yi melirik Gu Yuan dengan serius.


"Tidak ... aku hanya merasa lapar." Gu Yuena mengalihkan topik. Ia tidak ingin diketahui bahwa suasana hatinya buruk karena formasi menyebalkan yang menekan kekuatannya ini. Ia jadi mudah lelah.


"Kebetulan aku memasak sesuatu untuk dimakan. Xiao Yuena bisa makan bersamaku malam ini. Ada ayam goreng, lho."


Gu Yuena akhirnya mendapatkan kembali semangatnya. Ia mengangguk cepat dan menurut saja ketika digandeng Luo Yi. Ia benar-benar meninggalkan kakaknya yang sejak tadi tidak diberi kesempatan bicara.


"Dasar wanita." Gu Yuan menghela napas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sambil makan, Gu Yuena bercerita berbagai hal pada Luo Yi tentang akademi. Dimulai dari ujian masuk sampai masalah Luo Youzhe yang menyebalkan. Gu Yuan juga ada di sisinya mendengarkan sebagai bayangan yang dilupakan.


Kebanyakan dari cerita adalah mengungkap betapa kesal Gu Yuena pada Luo Youzhe. Meski kadang ia mengungkin Huang Jingtian dan beberapa temannya serta Wang Liang dan Lin Susu yang menyebalkan, keseluruhan ceritanya tetap lebih dominan mengenai Luo Youzhe yang sulit diatur.


Tanpa memberi informasi rahasia dan penting, Gu Yuena mengungkap semua—kecuali bagian penyamaran sebagai lelaki dan asrama.


"Jadi seperti itulah. Bahkan sampai liburan tiba, aku masih harus berdebat dengan Luo Youzhe sebelum berpisah. Ah, iya, aku juga memenangkan taruhan 10.000 tael emas dengan Lin Susu sehingga dapat menyewa seekor kuda yang bagus, sangat menyenangkan."


"Xiao Yuena, kau sangat pandai berbisnis." Luo Yi mengacungkan ibu jari.


"Menantang secara gegabah terlalu berbahaya. Lain kali harus diperhitungkan." Gu Yuan masih tidak setuju adiknya menantang banyak orang seperti laki-laki dan terus bertarung tanpa henti. Bagaimana jika terluka?


"Tidak perlu khawatir. Aku tahu batasan. Kakak tidak lihat aku terluka, 'kan?"


"Jangan berburu sendirian lagi. Ketika sudah kembali nanti, mintalah Huang Jingtian atau Luo Youzhe untuk menemanimu berlatih di hutan dan berburu."


Wajah Gu Yuena menggelap. "Baiklah." Ia tidak berjanji.


"Kau menjadi sangat dekat dengan Youzhe. Aku sampai nyaris berpikir, bahwa kalian ada di asrama yang sama karena kau terus membicarakannya."


Kakak Ipar, Anda selalu tepat sasaran. Gu Yuena hanya bisa memasang senyum paksa. "Itu tidak mungkin, 'kan?"


"Ya, dengan sifatnya, akan sulit bagi teman sekamarnya untuk menjalani hari. Bahkan di sini, Luo Youzhe memaksa memiliki kamar sendiri. Dia lebih berani dari yang kau kira."


"Termasuk mengerjakan ujian asal-asalan?"


"Itu salah satunya." Luo Yi terlihat tidak terkejut. Pria itu benar-benar sangat sulit diatur.


"Lalu, bagaimana dia bisa lulus?"


"Tentu saja berkat rekomendasi Raja Istana Yinyang. Entah apa yang dia lakukan. Tapi ada kemungkinan karena kecepatan kultivasinya yang melampaui orang biasa serta mengalahkan para Tetua, barulah mendapat pengkuan."


Gu Yuena terkejut. "Mengalahkan para Tetua?"


Gu Yuan berkata, "Tidak semua Tetua di saat bersamaan, tapi setidaknya dia berhasil mengalahkan dua di antaranya. Saat itu namanya menjadi sangat heboh di Istana Yinyang. Selain keluar-masuk seenaknya dan sering bolos, tidak ada yang bisa dijadikan alasan untuk menghukumnya. Bahkan sekarang aku terkejut mengetahui dia ada di Akademi Yuansu."


"Kakak Ipar, kau tidak tahu Luo Youzhe masuk Akademi Yuansu?" Gu Yuena memastikan. Keluarganya seharusnya tahu, 'kan?


Luo Yi menggeleng tidak tahu.


"Kau tahu Su Churan?" Gu Yuena jadi penasaran apa saja yang dilakukan Luo Youzhe selama ini dan untuk apa.


"Dia adalah teman Youzhe. Keluarganya berasal dari Klan Su. Saat umur 13 tahun, Youzhe yang lama hilang membawanya ke kediaman dan tinggal di Klan Luo. Itu bukan rahasia."


Saat Luo Youzhe 13 tahun, berarti 8 tahun yang lalu, bertepatan dengan hancurnya Klan Su dan Gu Yuena yang pergi menyelamatkan Su Churan. Saat itu Gu Yuena seharusnya masih 10 tahun dan masih terlalu kikuk sehingga tidak mengerti apa pun selain berusaha membela temannya.


"Xiao Yuena, kau juga teman Su Churan, 'kan? Kau tahu kemana dia pergi?"


Gu Yuena menggeleng cepat. "Dia ... pergi dengan Luo Youzhe. Tidak tahu kemana."


"Sudah kuduga." Luo Yi menghela napas.


"Luo Youzhe sering menghilang. Kalian sebagai keluarga seharusnya khawatir dan mencarinya."


"Delapan tahun yang lalu, ketika Youzhe menghilang selama berbulan-bulan, seseorang berkata untuk tidak selalu mencarinya, karena itu sia-sia." Luo Yi menjelaskan secara singkat.


Gu Yuena menyerinyit, merasa heran. Orang aneh mana lagi yang membiarkan seorang anak menghilang tanpa kabar selama berbulan-bulan? Terlalu tidak masuk akal.


"Tidak perlu terkejut. Bukan rahasia lagi bahwa Luo Youzhe adalah anak angkat Ketua Klan. Dia datang ke Klan saat berumur 5 tahun dalam keadaan yatim. Hanya saja, banyak yang melupakannya karena popularitas itu. Sebelum menghilang, Youzhe sangat pendiam dan tidak banyak bicara—mungkin karena trauma. Tapi setelah menghilang, sifatnya menjadi seperti yang kau ketahui. Selalu mencari masalah, tidak pernah diam, dan terus membuat orang naik darah. Benar-benar sulit diatur."


"Jadi seperti itu." Gu Yuena jadi kepikiran. Ia merasa, apa yang dilakukan Luo Youzhe cukup masuk akal sebagai bagian dari bertahan hidup.


Seorang anak berusia 5 tahun harus kehilangan keluarganya. Itu adalah pukulan besar yang sulit dilupakan. Untuk membuat Klan Luo yang sangat bergengsi itu menerima Luo Youzhe dengan tangan terbuka meski sifatnya begitu, kemungkinan besar orang di belakang Luo Youzhe dapat membuat Klan Luo takut. Jadi, Luo Youzhe tidak sepenuhnya kehilangan keluarga. Dia hanya dititipkan untuk sementara.


Kemudian ketika usianya menginjak usia remaja, dia menghilang. Kemungkinan besar Luo Youzhe mengetahui sesuatu mengenai masa lalu dan mulai berencana mengubah persepsi semua orang tentangnya.


Ia menutupi bakatnya, lalu membuat reputasinya seburuk mungkin agar tidak diwaspadai musuh. Itu adalah cara terbaik. Terakhir, ia akan datang seperti orang lain dan memberi kejutan besar.


Cara berpikir seperti itu hanya didapat oleh seseorang yang pernah mengalami tragedi hidup dan mati. Gu Yuena pernah merasakannya.


Luo Youzhe, siapa kau sebenarnya?